Wednesday, January 11, 2017

Terungkap! Beginiliah Anda Jika Rutin Mengonsumsi Suplemen Asam Lambung Colidan




Sebagai organ yang berperan penting bagi sistem pencernaan, lambung memang merupakan figur yang sangat krusial bagi manusia. Maka dari itu, kesehatan lambung sudah seharusnya benar-benar kita jaga agar sistem pencernaan kita pun juga terjaga kesehatannya. Mulai dari pola makan sehat, sampai mengonsumsi suplemen yang dapat menjaga kesehatan lambung pun dilakukan banyak orang untuk dapat tetap menjaga kesehatan lambung mereka. 

Salah satu dari sekian banyak suplemen asam lambung yang sudah terbukti aman dan berkhasiat positif bagi kesehatan lambung adalah ColidanBanyak orang yang telah membuktikan khasiat dari Colidan. Baik mulai dari penderita asam lambung biasa, sampai penderita maag kronis. Bukan hanya untuk fungsi mengobati penyakit seperti asam lambung tersebut, fungsi untuk mencegah terjadinya penyakit pada lambung juga dimiliki oleh Colidan. Jadi dapat disimpulkan, jika Colidan merupakan obat penyakit maag dan obat pencegah maag yang mumpuni.

Sebagai salah seorang mahasiswa yang jadwal makan kurang teratur, saya pun cukup was-was dengan kesehatan lambung saya. Tapi setelah hadirnya obat penyakit maag sekelas Colidan, setidaknya rasa khawatir saya bisa sedikit terkurangi. Bukan hanya mengobati penyembuhan ulkus pada lambung, namun Colidan juga dapat mencegah terjadinya ulkus pada lambung akibat infeksi bakteri. Bagaimana pun juga, mencegah lebih baik daripada mengobati bukan?


Walaupun khasiatnya terbukti nyata, pertanyaan sesungguhnya adalah: Apakah Colidan aman untuk dikonsumsi secara rutin? Apa yang akan terjadi jika mengonsumsi Colidan secara rutin? Jawabannya adalah aman. Mengapa demikian? Karena, Colidan merupakan suplemen lambung yang aman untuk dikonsumsi secara rutin. Tidak percaya? berikut, saya ungkap 4 point alasan kenapa Colidan aman untuk dikonsumsi secara rutin: 


Mari kita ungkap, 4 alasan kenapa Colidan aman untuk dikonsumsi secara rutin

1. Karena Colidan Berasal Dari Bahan Herbal 

Colidan memang telah lama dikenal sebagai suplemen lambung yang lahir dari bahan alami berupa ekstrak ganggang laut cokelat yang berasal dari perairan laut lepas Jepang. Cara kerja Colidan pun terbilang maksimal, Colidan menghindarkan kita dari Helicobacter Pylori serta iritasi karena asam lambung dengan membentuk selaput yang melindungi dinding lambung kita. Mencegah adhesi Helicobacter Pylori pada sel mukosa lambung dan memberi efek penyembuhan luka (wound healing) pun menjadi keuntungan jika anda mengonsumsi Colidan. 

Karena terbuat dari bahan herbal, Colidan merupakan suplemen yang aman untuk dikonsumsi secara rutin, dengan takaran yang pas juga tentunya. Karena sejatinya, Colidan bukan lah obat yang berdasar pada bahan kimia yang dapat mengganggu kesehatan lambung. Dengan takaran yang tidak berlebihan, Colidan seharusnya menjadi suplemen lambung yang aman untuk dikonsumsi secara rutin. Lalu, berapa takaran yang tidak berlebihan itu?

Takaran yang tepat:

  1. Colidan 100 MG -> 1 Kapsul Sehari
  2. Colidan 50 MG -> 1-2 kapsul sehari
2. Karena Colidan sudah Terdaftar di BPOM 

Salah satu Indikator legal atau tidaknya suatu obat adalah dari terdaftarnya obat tersebut di BPOM. Anda tak perlu khawatir, karena Colidan telah lama terdaftar di dalam daftar BPOM alias Badan Pengawas Obar & Makanan dengan diproduksi oleh PT PRIMA MEDIKA LABORATORIES. Adapun data produk Colidan dan Colidan 100 dari website resmi BPOM di http://cekbpom.pom.go.id/ adalah sebagai berikut:

Colidan:




    • Nomor Registrasi : SD161348751
    • Tanggal Terbit:  21-06-2016
    • Diterbitkan Oleh : e-Registration Obat Tradisional & Suplemen Makanan (ASROT) Direktorat Penilaian Obat Tradisional, Suplemen Makanan dan Kosmetika
    • Produk: Suplemen Makanan
    • Nama Produk: COLIDAN
    • Kemasan: Dus, 3 blister @ 10 kapsul
    • Pendaftar: PT PRIMA MEDIKA LABORATORIES - Kab. Tangerang, Banten
    • Diproduksi Oleh: PT PRIMA MEDIKA LABORATORIES - Kab. Tangerang, Banten
Colidan 100:

    • Nomor Registrasi : SD161348741
    • Tanggal Terbit: 15-06-2016
    • Diterbitkan Oleh: e-Registration Obat Tradisional & Suplemen Makanan (ASROT) Direktorat Penilaian Obat Tradisional, Suplemen Makanan dan Kosmetika
    • Produk: Suplemen Makanan
    • Nama Produk : COLIDAN 100
    • Kemasan: Dus, 2 blister @ 10 kapsul
    • Pendaftar: PT PRIMA MEDIKA LABORATORIES - Kab. Tangerang, Banten
    • Diproduksi Oleh: PT PRIMA MEDIKA LABORATORIES - Kab. Tangerang, Banten

3. Karena Mengonsumsi Colidan Secara Rutin merupakan Solusi untuk Gangguan Berkelanjutan

Seperti yang kita ketahui, Colidan memiliki efek penyembuhan luka dan efek mencegah adhesi Helicobacter Pylori pada sel mukosa lambung. Colidan juga menghindarkan kita dari Helicobacter Pylori serta iritasi karena asam lambung dengan membentuk selaput yang melindungi dinding lambung kita. 

Mengonsumsi Colidan secara rutin merupakan sebuah solusi bagi anda yang mengalami gejala maag atau asam lambung. Kenapa? Karena proses rusaknya ketahanan lambung terjadi secara berkelanjutan. Karena sejatinya, anda tidak dapat langsung sembuh dari penyakit lambung secara total dengan hanya sekali mengonsumsi obat yang anda percaya berkhasiat.  Gangguan demi gangguan bisa terjadi kapan saja kepada lambung kita. Oleh karena itu, dengan mengonsumsi Colidan secara rutin maka anda telah membantu lambung anda untuk terhindar dari gangguan yang berkelanjutan. 

4. Karena Mengonsumsi Colidan Secara Rutin Takkan Membuat Anda Bangkrut

Colidan dijual di pasaran dengan harga yang terjangkau dengan 2 kemasannya yang menarik dengan 2 warna, yakni hijau dan biru. Hijau untuk Colidan 50mg dan biru untuk Colidan 100mg. Colidan berisi 10 kapsul di dalam kemasannya. Harganya sendiri jika kita mengunjungi website dari Apotik Century, hanya sekitar Rp. 38.000 untuk Colidan 50mg dan Rp. 75.000 untuk Colidan 100mg. Bahkan, diskon 20% yang diberikan sekarang tak ayal membuat harganya turun menjadi Rp. 30.080 dan Rp 60.000 untuk kemasan 50mg dan 100mg di Apotik Century. Harga tersebut tentunya merupakan harga yang sangat bersahabat, untuk ukuran suplemen lambung yang aman dan berkhasiat nyata. 


Inilah yang akan terjadi jika anda mengonsumsi Colidan secara rutin


Berkaca dari 4 alasan tersebut, tak bisa dipungkiri jika Colidan merupakan suplemen asam lambung yang  mudah, murah, dan aman.  Mudah dalam konteks aksesibilitas, karena kita dapat dengan mudah membelinya di apotek-apotek seperti halnya Century. Murah, karena harganya yang tidak berlebihan dan bersahabat dengan dompet kita. Dan pastinya aman, karena merupakan suplemen yang terbuat dari bahan herbal, diakui BPOM, dan yang jelas mampu mencegah dan mengatasi gangguan lambung yang berkelanjutan. 

Jadi, sudah ada gambaran kan, apa yang akan terjadi jika anda mengonsumsi Colidan secara rutin? Baik, saya akan mengungkapkannya untuk anda. Selama takarannya tepat, jika anda mengonsumsi Colidan secara rutin, maka lambung anda akan terhindar dan bahkan terobati dari gangguan lambung yang berkelanjutan dengan catatan anda tidak perlu khawatir dengan bahan kimia yang melekat karena colidan merupakan obat herbal yang lahir dari bahan alami berupa ekstrak ganggang cokelat dan telah diakui BPOM. Kesehatan lambung seperti itu akan anda dapatkan dengan harga yang bersahabat untuk sebuah suplemen lambung, tentunya. 

Friday, January 6, 2017

Sinopsis & Review Film Thailand One Day (2016), Sebuah Romansa Manis yang Berakhir Tragis


Bicara soal film romance Thailand, balutan genre comedy memang telah begitu kuat melekat. Sajian Romance-comedy Thailand yang memang sering dieksekusi secara "gokil" praktis membuat  Romance-comedy Thailand sudah memiliki tempat tersendiri di hati para penggemarnya. Tapi, bagaimana dengan Film Romance Thailand yang minim comedy, tapi menawarkan romansa yang begitu manis namun tragis? "One Day", film Thailand keluaran tahun 2016 ini menawarkan sensai lain dari romansa Thailand dengan ditunjang oleh aktor dan aktris yang berkelas.

Cast: 
Chantavit Dhanasevi Sebagai Denchai
Nittha Jirayungyurn Sebagai Nui


Sinopsis One Day


Denchai adalah seorang karyawan IT di sebuah perusahaan ternama. Meskipun handal di bidangnya, namun rekan-rekan kerjanya di kantor tak pernah menganggapnya sebagai sosok yang penting, dan bahkan sering dilupakan. Sampai akhirnya Denchai jatuh hati kepada seorang karyawati baru bernama Nui. 

Suatu hari, perusahaan mereka mengadakan trip ke hokkaido. Di trip ke Hokkaido itu lah, Nui mengalami sebuah kecelakaan yang membuatnya terkena Transient global amnesia, penyakit amnesia yang membuatnya lupa selama 1 hari. Meskipun lupa selama sehari, ingatannya akan kembali dikeesokan hari nya dengan catatan ketika ingatannya kembali ia takkan mengingat kejadian disaat dia hilang ingatan selama sehari tersebut. Denchai yang mengetahui amnesia yang diderita Nui langsung memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menjadikan Nui pacarnya selama 1 hari. Denchai dengan segala konflik yang ia punya, dan Nui dengan permasalahan-permasalahannya, bersikap sebagai sepasang kekasih sealam sehari.  Seperti apa eksekusi filmnya?



Review

One Day menawarkan sebuah sensasi romansa manis Thailand yang berakhir tragis. Manis, karena sajian romansanya begitu menarik dan enak untuk diikuti. Namun rasa manis yang disajikan, dikonversi menjadi sebuah hidangan pahit di akhir dari filmnya. Film ini sebenarnya berakar di kisah jatuh cinta diam-diam seorang pria terlupakan kepada seorang wanita yang menyukai pria lain. Lebih konfliktual lagi, pria yang disukai oleh sang wanita tersebut adalah "suami" orang lain. Bergerak dari permasalahannya masing-masing, sebuah insiden Transient global amnesia menjadi media pemernyatu pria terlupakan dan wanita yang diduakan itu. 

Bukan tanpa komedi, komedi yang diberikan tetap ada, namun tidak se-agresif romansa komedia Thailand biasanya. Tidak se-agresif Suckseed, May Who, atau Pee Mak, tapi manisnya cerita yang ditawarkan film One Day ini membuta film ini lebih serupa dengan.. Crazy Little Thing Called Love.  Dengan akhir cerita yang lebih tragis, tentunya.

 



Walau pada awalnya sulit percaya, namun cinta yang benar-benar tulus dari Denchai pada akhirnya membuat Nui percaya jika mereka memiliki hubungan asmara. Dari situlah kisah menarik antara Denchai dan Nui berlanjut. Sebuah kisah manis dan menarik dari pria lugu yang memanfaatkan kesempatan dan wanita menawan yang hilang ingatan berhasil membalut film berdurasi 129 menit ini secara menais.

Cast dari film One Day ini pun menjadi salah satu nilai jual yang menjanjikan. Seorang Chantavit Dhanasevi yang tidak perlu diragukan lagi kualitasnya memang cukup membuat film ini terasa oke. Gue agak bingung, entah kenapa semua film yang dimainin sama Chantavit selalu nggak ada yang nggak bagus. Mulai dari romance comedy kayak Hello Stranger atau ATM, sampai film horror kayak Coming Soon atau Phobia 2, semuanya pasti bagus. Wajah adem dari aktrisnya, Nittha Jirayungyurn, juga membuat film yang enak diikuti ini semakin enak untuk diikuti. 

Trailer dari film ini sendiri sebenarnya sudah cukup menceritakan inti dari kisah film One Day ini. Kisah manis dan konflik yang ditawarkan tentunya tidak sesederhana kelihatannya. Menjadikan penyakit tak mematikan sebagai media penghidup romansa komedi membuat film ini terasa berbeda dengan film romansa Thailand yang lain.  Meskipun terasa enak untuk diikuti, ketulusan Denchai pada akhirnya membuat kisah mereka menjadi cukup tragis. 

                     

Monday, January 2, 2017

Semacam Final Destination?!


"Kebetulan" atau yang bahasa kerennya coincidence mungkin merupakan sesuatu yang biasa terjadi di dalam kehidupan banyak orang. Tapi apa jadinya, ketika kebetulan-kebetulan yang terjadi di dalam kehidupan kita itu memiliki kemiripan dengan plot cerita salah satu film horror-thriller sekaliber Final Destination?



Awal tahun 2017 ini dibuka dengan kasus duka dengan tragedi terbakarnya kapal KM Zahro Express tujuan Pulau Tidung. Banyak korban luka, banyak korban hilang, dan terakhir yang gue ikuti dari media 23 orang dinyatakan tewas. Berita ini tentunya menjadi berita duka pembuka tahun bagi kita.  Tapi tahu kah kalian, 3 hari sebelum kapal ini terbakar, gue dan 11 teman gue yang lain ada di kapal ini. Kapal yang benar-benar percis, dengan tujuan yang sama (Pulau Tidung), dan mungkin juga dengan nahkoda dan ABK yang sama. Tapi, dengan waktu dan nasib yang berbeda. 

Tragedi terbakarnya kapal dengan tujuan Pulau Tidung itu membuat gue ingat dengan film final destination. Bukan, bukan cuma sekali, sekitar 2 tahun belakangan ini gue udah mengalami hal yang semacam dengan film Final Destination mungkin sekitar... 3 kali.

Desember 2016, 

oh Tidung..

Di penghujung 2016, gue memutuskan untuk ikut libur akhir tahun bareng 11 orang teman gue yang lain ke Pulau Tidung. Tanggal 27-28 Desember merupakan tanggal yang kami pilih, dengan menggunakan paket jasa travel selama 2 hari 1 malam. Kami memulai perjalanan dari pelabuhan Kaliadem di tanggal 27 pagi dan berangkat sekitar jam 8  dengan menggunakan kapal yang bernama Zahro Express. 

Perjalanan kami di kapal Zahro Express itu memakan waktu sekitar satu setengah jam mungkin. Bukan cuma pergi, perjalanan pulang dikeesokan harinya juga kami lalui dengan kapal Zahro Express ini. Waktu perjalanan datang menuju pulau Tidung, tragedi bocah yang duduk di depan gue"muntah" mengawali kebersamaan kami dengan Zahro Express. Tapi siapa sangka, muntah itu mungkin akan menjadi muntah terakhir penumpang di kapal itu. Siapa sangka, beberapa hari kemudian Tragedi mengerikan yang memakan korban jiwa terjadi di kapal itu. 

turut berduka
Bagaimana pun juga, rasa duka tentang terjadinya kasus ini pasti menyelimuti kita. Siapa sangka, liburan di awal tahun yang seharusnya menyenangkan malah berakhir dengan air mata. Ada keheningan cukup lama ketika gue menonton berita terbakarnya kapal itu. Gue masih ingat interior kapalnya, gue masih ingat ombaknya, gue bahkan masih ingat muntah bocahnya. Gue nggak bisa bayangin, apa jadinya kalau gue dan teman-teman gue yang lain memilih untuk berlibur di awal tahun, bukan di akhir tahun. 


Agustus 2016, 

peek seah

Di Agustus 2016, gue bersama dengan kakak dan juga nyokap melakukan trip ke Singapore selama 4 hari 3 malam. Kebetulan, waktu itu berita-berita yang gue tonton di hotel memang seputar teroris dan persoalan keamanan dalam negri Singapore melulu. Mungkin isu teroris waktu itu emang lagi gencar-gencarnya diberitakan. Trip gue sendiri waktu itu berjalan lancar. Sentosa island, Marina Bay, Little India, Haji Lane, dan teman-temannya berhasil dikunjungi dengan sukses. Sampe kami pulang, perjalanan kami berakhir dengaan menyenangkan. 

Tapi beberapa hari setelah pulang, gue membaca sebuah berita di media kalau ada teroris di Batam yang mau meluncurkan roket ke Marina Bay Sands. Ngeri bener..  

Agustus 2015, 


Cha Tu Chak
Di Agustus 2015, gue bersama dengan kakak dan nyokap juga melakukan trip abroad. Waktu itu kami berlibur ke Bangkok untuk 5 hari 4 malam.  Waktu itu gue masih kelas 12 awal, sih. Jujur, trip ke Bangkok waktu itu seru dan menyenangkan abis. Sebagai seseorang yang telah banyak mengkonsumsi film Thailand, gue bisa melihat langsung budaya dari film-film yang biasa gue tonton. Mulai dari bahasanya, religion cultruenya, sampai lady boy nya. Gue juga akhirnya tersadar, kalau cewek Thailand itu besar-besar... kacamata hitamnya.

Kondisi dan situasi Thailand waktu itu masih baik-baik aja. Khaosan Road, Asiatique, Watt Po, Watt Arun, Cha Tu Chak, semuanya terasa menyenangkan sampai di hari terakhir gue yang waktu itu menyempatkan diri untuk mampir ke kuil Erawan/Erawan Shrine dan juga Madame Tussaud. Gue juga pulang kembali ke Jakarta dengan selamat, dan penuh suka cita. Sampai akhirnya, 6 hari kemudian...

bom Bangkok 2015
   

Enam hari kemudian, setelah gue pulang dari Bangkok, di berita ada kabar tentang bom yang mengguncang kuil Erawan. Iyak, Erawan Shrine, kuil yang gue kunjungi di hari terakhir. Puluhan orang menjadi korban tewas dari ledakan di malam tanggal 17 Agustus itu. Lebih ganasnya lagi, kabarnya bom itu ditaruh di dalam sebuah tas yang kemudian di taruh di bangku panjang yang ada di Erawan Shrine. Dan setelah gue amati, bangku itu adalah.... bangku itu adalah... bangku itu adalah bangku yang gue dan kakak gue duduki di hari terakhir. Gokil. Enam hari sebelum tas yang katanya berisi bom itu ditaruh di atas bangku tersebut, ada 2 orang kakak adik warga Negara Indonesia yang terlebih dahulu duduk di kursi tersebut. Dan 2 orang itu adalah gue dan kakak gue. Sadis.

Gue gagal paham. Kebetulan-kebetulan yang gue alami dalam melakukan trip selama 2 tahun belakangan ini apa cuma kebetulan, atau.. ini semacam Final Destination?!

Friday, December 30, 2016

Resolusi 2017: Menikmati 19..


Biasanya, momen menjelang tahun baru adalah momen dimana orang-orang mulai merefleksikan diri sambil melontarkan kata, "nggak kerasa ya, udah mau tahun baru lagi." Sama kayak kebanyakan orang, gue juga begitu. Nggak kerasa ya, udah mau 2017. Perasaan baru kemarin mau nyambut tahun baru 2016 dengan bbq di atap rumah teman sambil joget-joget India, eh sekarang udah harus nyambut tahun 2017 lagi di atap rumah temen sambil joget Korea. 

ijeverson


Libur akhir tahun ini gue habiskan dengan sebuah trip ke pulau Tidung bersama 11 orang teman lainnya. Trip akhir tahun ini berhasil menebus kenyesekkan gue di bulan April lalu, yang cuma bisa hinggap di pulau Pramuka selama kurang lebih setengah jam dan harus pulang lagi karena sebuah tragedi. Ternyata, liburan ke pulau seribu itu emang baru kerasa seru kalau ikut paket travel bersama dengan teman-teman yang bisa diajak gokil. 

2016 sebenarnya tahun yang cukup bersahabat. Awal tahun 2016 adalah awal-awal gue mulai giat ikutan lomba blog.  Beberapa kali menang lomba dengan hadiah yang cukup "asik", beberapa kali juga gue harus gugur di beberaoa lomba. Aktif ikutan lomba blog masih terus berlangsung sampai sekarang ini, pastinya. Selain bisa mengasah kemampuan menulis, lomba blog juga bisa menciptakan apresiasi diri berupa hadiah menarik dalam balutan kompetisi. Go Pro kek, Laptop kek, uang tunai kek, semuanya itu sering jadi hadiah penggoda di ajang lomba blog. 

ijeverson
nyelam dulu bray


oh angin..
Awal tahun 2016 memang cukup berkesan. Nggak kayak sekarang, di awal tahun itu gue lagi giat-giatnya blogwalking. Dan ketika semakin mendekati bulan April, gue semakin gundah gulana. Karena Ujian Nasional kelas 12 akan berlangsung di bulan April, itu artinya bulan April akan menjadi momen terakhir gue di SMA. Rasanya belum siap memang, buat melepaskan seragam putih abu-abu beserta kutang-kutangnya. Dunia kuliah seakan terlihat sangat menakutkan bagi pelajar kelas 12 yang gundah gulana kala itu. Dan ketika Ujian Nasional berakhir, maka praktis gue dan teman-teman yang lain akan menganggur selama berbulan-bulan sampai pada akhirnya kami akan masuk kuliah ke universitas masing-masing. Dan karena status "pengangguran" itu lah, gue dan beberapa teman yang lain mencari kerja selepas Ujian Nasional. 

Perjalanan mencari kerja itu cukup "asik". Temen-temen gue yang lain kebanyakan jadi SPB, tapi tidak begitu dengan gue. Sempet ngelamar jadi marketing executive di dealer motor yang ternyata nama "marketing executive" itu lebih keren daripada gajinya, sempet juga ngelamar jadi promotor di salah satu vendor handphone yang ternyata personalianya itu alumni sekolah yang tetanggaan sama sekolah gue dulu, dan sempet juga di sms lowongan SPB yang mencurigakan, gue akhirnya terdampar untuk bekerja di sebuah perusahaan yang cybertainment yang lokasinya nggak jauh-jauh amat dari rumah gue. Sebagai apa? Sebagai admin website, sobat. Tapi sekitar 3 bulan kemudian gue keluar karena kontrak sudah habis, sibuk kuliah, dan boss nya rada-rada.. ngekiin. 

Aktifitas nonton film Counjuring sendirian di bangku terdepan bioskop kembali gue lakuka, setelah sebelumnya di tahun 2013 gue juga sempet nonton the Counjuring sendirian di bangku terdepan gara-gara belum bisa move on dari mantan. Tapi kala itu alasan terduduknya gue menyaksikan the Counjuring sendirian tentunya bukan karena mantan. Cuih. 


we are the apple of your eye

Pada akhirnya, di bulan July 2016 gue harus mengikuti kegiatan Fresh Enrichment Program atau semacam pengenalam kampus di BINUS selama seminggu. Di FEP itu, gue ketemu temen baru di jurusan Hubungan Internasional, ketemu senior baru, dan akan menjadi junior baru. Kala itu, ada rasa masih pingin SMA sebenarnya. Ada pengalaman baru yang mungkin akan dirindukan suatu saat ketika mengikuti kegiatan ini.  Pertengahan tahun ini trip abroad gue terjadi di bulan Agustus ke negara tetangga Singapore. Bulan-bulan selanjutnya kemudian kembali diwarnai dengan keikutsertaan gue dalam lomba blog lainnya yang kadang menang, kadang kalah. 

Di bulan Oktober ini, dengan motivasi sok ide pingin bikin e-commerce, gue mendaftar les website. Bahasa HTML/Javascript, Bootstrap, PHP, dan teman-temannya harus disantap lebih dulu sebelum akhirnya masuk ke web programming buat bisa bikin e-commerce. Sebenernya rada susah, tapi dengan niat yang kuat dan tekad bulat digoreng dadakan, kursus website ini gue jalani dengan suka cita.  Bulan Desember pada akhirnya selalu hadir sebagai penutup tahun. Semua refleksi tahun biasanya terjadi di bulan ini, yang kemudian orang-orang akan mengakhiri refleksi itu i dengan hembusan nafas seraya berkata.. "Nggak kerasa ya, udah mau tahun baru lagi."

Kegalauan terbesar gue di tahun ini bukan karena asmara, bukan karena pertemanan, ataupun hal-hal semacamnya. Kegalauan terbesar gue di tahun ini hadir karena naskahh tak kunjung berkabar. Di Desember  2015, resolusi 2016 gue adalah menjadi penulis. Naskah yang udah dirancang dan ditulis berbulan-bulan, kemudian gue kirim ke penerbit tapi endingnya.. nggak ada kabar. Sampai sekarang, nggak ada kabar. Ah, sudahlah. Penulis yang baik itu kebal penolakkan naskah. 

Dengan rumus E sama dengan Mc kuadrat, maka didapat lah kesimpulan: semakin bertambahnya tahun, semakin bertambahnya umur. Maaf, ini nggak bermaksud menistakan rumus fisika loh, ya. Yang jelas, di 2017 besok umur gue akan bertambah menjadi... 19. Yap, 19. Nggak banyak resolusi yang akan gue buat. Nggak ada resolusi yang aneh-aneh. Nggak aneh-aneh atau ribet-ribet, resolusi 2017 gue sejatinya cuma mau menikmati usia remaja, usia sebelum gue berkepala 2. Resolusi gue di 2017 nanti cuma.. cuma.. cuma.. menikmati 19.



menikmati 19.. 

Thursday, December 22, 2016

Sabtu Pagi di TK Atmabrata


Sebagai seorang mahasiswa aktif, ada banyak kegiatan yang harus dilakukan guna menunjang akitifitas dunia perkuliahan. Bukan melulu aktif ikut seminar atau aktif titip absen, tapi juga aktif dalam hal.. mencari jam servis. Jam servis, vis, vis, vis..

Untuk itu lah di hari sabtu lalu gue dan 5 orang teman gue yang tidak ingin disebutkan namanya terdampar di Clincing, cing cing cing. Di daerah Cilincing itu, kami terdampar disebuah kelas TK yang bernama TK Atmabrata. Demi mencari jam servis, kami berencana untuk mengajar anak-anak yang bisa dikatakan kurang mampu.

Bersama anak-anak di TK Atmabrata.. 

Sabtu pagi itu dimulai dengan perjalanan yang penuh rintangan. Setelah sebelumnya berkumpul terlebih dahulu, kami pada akhirnya sampai di tempat tujuan setelah menaklukkan jembatan kayu yang digunakan untuk media penyebrangan. Setelah berhasil menaklukkan jembatan kayu, kami akhirnya berhasil sampai di TK tersebut. Sepintas, kami terlihat seperti Dora The Explorer dadakan, yang harus melewati jembatan kayu terlebih dahulu untuk bisa sampai di rumah nenek. 

semacam menunggu..
Suasana kelas pada awalnya..

Ternyata, rintangan Dora The Explorer dadakan itu tidak berhenti sampai di jembatan kayu saja. Setelah sampai di TK Atmabrata, kami harus menunggu kurang lebih 45 menit di TK tersebut baru kemudian anak-anak yang akan kami ajar berkumpul semuanya. Sedikit miss communication menjadi bumbu hidangan yang harus kami santap di pagi itu. Rencananya ngajar di jam setengah 10 pagi, murid-muridnya baru pada datang di jam 10 lewat. Tapi yasudah lah, semua demi jam servis.

Setelah kurang lebih 45 menit menunggu, satu per satu anak kemudian akhirnya datang. Status Dora The Explorer dadakan pun akhirnya berubah menjadi guru SD dadakan. Pelajaran pun dimulai..



Ada 2 pelajaran yang kami ajarkan kepada anak-anak di TK Atmabrata ini. Pertama, Matematika. Kedua, Pancasila.

Permasalahan hadir, ketika ternyata kelas dari masing-masing anak ini bersifat heterogen. Meskipun kami mengajarnya di "TK", tapi yang kami ajar bukan lah anak TK melainkan anak SD. Permasalahannya adalah, anak-anak SD ini memiliki kelas yang heterogen. Ada yang kelas 1 SD, 2 SD, sampai yang paling senior kelas 3SD.

Materi pembelajaran pun harus dibagi sesuai dengan kelas masing-masing. Karena anak kelas 1SD belum ngerti yang namanya matematika perkalian, dan anak kelas 2 SD belum ngerti pembagian, maka materi yang diberikan kepada mereka harus disesuaikan dan dikondisikan. 





Karena pencarian jam servis ini berada dalam balutan pelajaran Character Building BINUS University, pelajaran Pancasila tak lupa kami berikan kepada anak-anak itu. Ketika ditanya apa itu Pancasila, kebanyakan dari mereka menjawab kalau Pancasila itu adalah burung, dan banyak juga yang menjawab kalau Pancasila itu (1. Ketuhanan yang maha Esa (2. dan seterusnya.  

Mungkin memang benar Pancasila itu burung garuda, dalam konteks "lambangnya". Benar juga kalau dikatakan Pancasila itu 1. Ketuhanan yang mahas Esa dan seterusnya, dalam konteks "isinya".  Tapi yang kami ajarkan kepada anak-anak itu di sabtu pagi kala itu adalah makna Pancasila sesungguhnya. Kami lebih mengupas esensi dari masing-masing nilai-nilai Pancasila dengan bahasa yang mudah untuk dimengerti anak kelas 1-3 SD, tentunya. 

Satu hal yang menyenangkan dari kegiatan belajar mengajar di Sabtu pagi itu dari adalah: nggak ada anak yang bandel atau rese. Serius, anak-anaknya pada tertib. Padahal, sebelumnya gue sempat memikirkan situasi horror dimana  gue akan mengajar anak-anak yang bandel dan nggak bisa diem. Entah itu anak-anaknya lari-larian di dalam kelas, teriak-teriakan, lempar-lemparan, sampai tikung-tikungan. Tapi ternyata situasi horror itu hanya imajinasi liar semata. 



Apa yang kami cari pada awalnya mungkin memang hanya sekedar jam servis guna menunjang aktifitas perkuliahan. Namun apa yang kami dapatkan, tentunya lebih dari sekedar jam servis. Interaksi dengan anak-anak di TK Atmabrata di Sabtu pagi kala itu tentunya merupakan sebuah pengalaman yang berharga. 

Sabtu pagi di TK Atmabrata, pelajaran Matematika dan Pancasila menjadi media interaksi kami dengan anak-anak kala itu. Mungkin tingkatan kelas mereka memang bervariasi, dan mungkin daya tangkap mereka juga tidak serasi, namun hal tersebut adalah hal yang menjadi tantangan kami untuk dapat membuat mereka mengerti. 

Sabtu pagi di TK Atmabrata, meskipun pada awalnya kami harus menjadi Dora the Explorer dadakan, namun pada akhirnya kami senang karena kami dapat ikut ambil andil dalam hal menjadi guru untuk anak-anak di TK itu. Kami senang, kami dapat berinteraksi. Kami senang, kami dapat berbagi. 

Sabtu pagi di TK Atmabrata, peluh kami mungkin memang menetes. Namun lelah kami, terlunasi semuanya dengan senyum yang mengembang diwajah mereka. Mereka adalah anak-anak dengan cita-cita yang sangat tinggi. Mulai dari impian menjadi dokter, artis, pilot, sampai astronot mereka benamkan di dalam pikiran mereka. 

Terimakasih adik-adik, karena kalian.. kakak-kakak ini akan mendapatkan jam servis 10 jam dari BINUS. Hahahahaha...



  
b:if cond='data:blog.pageType != "item"'>