Tuesday, December 6, 2016

At Cafe 6 (2016), Sebuah Romance Taiwan dengan Rasa Nyesek Sek Sek..



Ketika berbicara soal romance Taiwan, banyak orang yang nggak bisa lepas dari film You Are The Apple Of My Eye (2011), atau our times (2015)  yang sering dijadikan tolak ukur dalam film bergenre Romance-Comedy Taiwan. Sama kayak kebanyakan orang, gue juga begitu. Sampe akhirnya kemarin gue menemukan film Romance Taiwan lain yang lebih konfliktual dan nyesek sek sek, judulnya At Cafe 6

Film Romance-Comedy Taiwan berkualitas memang bisa dibilang memiliki ciri khas tersendiri. Ciri khas tersebut dimulai dari flashback yang dilakukan ke masa-masa saat sekolah, lalu menjelang ending alur waktu akan dikembalikan ke masa depan dan kemudian ditabur beberapa konflik yang bisa membuat ending yang ada menjadi twist.  Dan tentunya, nyesek. Sama kayak You Are The Apple of My Eye, ataupun Our Times, cerita dari At Cafe 6 dimulai dengan adanya adegan di sebuah masa yang kemudian di flashback lalu dikembalikan lagi ke masa depan di endingnya. 




Sinopsis At Cafe 6,

Cerita dimulai pada suatu malam, ketika miss Liang, seorang wanita yang mobilnya rusak diundang masuk ke cafe oleh pemilik cafe. Cafe tersebut  biasanya dikenal dengan nama cafe 6.  Pemilik cafe yang tau kalau miss Liang sedang memiliki permasalahan dengan pasangannya kemudian berbagi ceritanya di tahun 1996 tentang masalah percintaan dan persahabatannya. Cerita dari pemilik cafe ini pun menjadi cikal bakal dari konflik-konflik nyesek sek sek yang kemudian terjadi.

Pada tahun 1996, Guan Mi Lu dan Xiao Bao Zhi merupakan 2 orang sahabat yang sering melakukan hal konyol bersama. Kala itu, mereka sama-sama duduk di bangku kelas 12 di sekolah dan kelas yang sama. Guan Mi Lu secara diam-diam menyukai seorang wanita yang bernama Li Xin Rui, sementara Xiao Bao Zhi menyukai seorang wanita yang bernama Cai Xin Yi, yang tak lain adalah sahabat dari Xin Rui. Mereka berempat kemudian menjadi sangat dekat, terutama Mi Lu dan Xin Rui. 


Konflik antara mereka dimulai ketika lulus sekolah, Mi Lu dan Xin Rui masuk ke universitas yang berbeda. Hubungan jarak jauh pun harus dilakukan keduanya. Awalnya mereka dapat mengatasi konflik tersebut dengan penuh romansa, namun ketika konflik-konflik baru mulai hadir, kepercayaan mereka akan komitmen dan perbedaan pemikiran perlahan mulai mengguncang hubungan mereka sendiri.

Konflik semakin diperparah dengan masalah keluarga yang tiba-tiba melanda Mi Lu, ataupun masalah batin yang melanda Xin Rui. Permasalahan kemudian menjalar ke mulai retaknya hubungan Mi Lu dan Xin Rui, dan kemudian merembet menjadi konflik persahabatan antara Mi Lu dan Bao Zhi. Ending dari film ini yang cukup "menipu" dengan twistnya pun membuat cerita dari Mi Lu dan Bao Zhi semakin nyesek sek sek sek.


Mi Lu - Xin Rui

Mi Lu - Xin Rui

Film keluaran tahun 2016 ini adalah film yang sangat konfliktual. Konflik-konflik yang mewarnai film ini walaupun berhasil menciptakan perasaan nyesek kepada penonton, namun alur dan cerita yang ditawarkan tetap enak untuk diikuti. Konflik-konflik yang tercipta sebenarnya tidak terlalu sulit ditebak, tapi ending yang cukup ngetwist dari film ini adalah bagian yang membuat film ini begitu terasa nyesek sek sek. Kalau lo ngerti endingnya, lo tau nyeseknya

Berkaca dari konflik-konflik yang ditawarkan dan eksekusi ending yang twist, bisa gue bilang kalau film romance Taiwan yang satu ini merupakan film romance Taiwan dengan ending paling nyesek. You Are The Apple Of My Eye sama Our Times mungkin endingnya nggak ada apa-apanya, kalau dibandingin sama ending At Cafe 6 ini. Mungkin salah satu kekurangan dari film ini bisa dibilang adalah film ini nggak ditopang dengan "soundtrack" yang mantap seperti halnya soundtrack dari Our Times dan You Are The Apple of My Eye. 


Dengan konflik yang ditawarkan dan rasa nyesek yang diberikan di ending, mungkin film ini terbilang cukup underrated di IMDB. Somehow, film dengan durasi 103 menit ini seharusnya layak untuk memiliki rating yang lebih tinggi dari You Are The Apple of My Eye ataupun Our Times. 


                 

7,9 out of 10. Mungkin.

Tuesday, November 29, 2016

Citra Maja Raya, Komplek Hunian Termurah dan Termodis di Banten!




Memiliki hunian menarik dengan gaya yang apik dan harga yang asyik memang telah menjadi impian banyak orang. Kawasan perumahan yang menawarkan rumah-rumah berfasilitas memadai dengan harga yang murah kerap menjadi incaran para calon pembeli rumah. Bukan melulu untuk dihuni, namun juga untuk investasi. pengembang-pengembang yang bergerak di bidang perumahan pun tak ayal saling berkompetisi. Salah satu pengembangan yang menawarkan kriteria-kriteria perumahan impian tersebut adalah Citra Maja Raya, yang telah menghadirkan perumahan bergaya apik dengan harga yang asik di kawasan Banten, Jawa Barat.

Berbahagia lah, wahai warga Banten. Karena tak hanya gaya dan fasilitas menarik yang ditawarkan oleh Citra Maja Raya, berbagai kelebihan seperti eco friendly dan lokasi yang strategis pun tak luput menjadi nilai lebih tersendiri dari perumahan Citra Maja Raya ini. Kelebihan-kelebihan itu tentunya telah dibalut dengan harga yang bersahabat

Perumahan murah di Banten!
Stasiun Maja


Menyandang status sebagai pengembangan kota terpadu terbesar kedua Ciputra Group yang memiliki luas lahan mencapai 2000 hektar, Citra Maja Raya menawarkan gaya hidup modern dalam hunian skala mandiri dengan ditopang program-program yang cukup menjanjikan bagi kualitas penghuni dan juga lingkungannya. Kota mandiri yang dicanangkan Citra Maja Raya sendiri adalah kota berbasis TOD (Transit Oriented Development), yang nantinya akan menjadikan stasiun Maja sebagai simpul transportasi. TOD sendiri merupakan pendekatan pembangunan yang memaksimalkan transportasi massal seperti halnya busway ataupun kereta. Konsep Citra Maja Raya ini tentunya sangat mendukung dengan kebijakan pemerintah dalam hal memanfaatkan kereta api sebagai transportasi massal. 

Berkaca dari Aksesibilitas dalam hal transportasi umum, Citra Maja Raya jelas menawarkan kemudahan bagi para penghuninya. Teknologi Access Control yang telah diterapkan di stasiun Maja juga menjadi bukti betapa modernnya stasiun yang akan menjadi simpul transportasi dari Citra Maja Raya ini. Tak hanya itu, konsep rumah yang "Eco Friendly" juga ditawarkan guna meminimalisir efek negatif terhadap lingkungan. Gelar “The Environmental Friendly Housing Project” yang pernah disabet oleh group dari Citra Maja Raya 2015 lalu seakan menjadi bukti bahwa Eco Friendly memang merupakan sebuah keseriusan.




Meskipun belum rampung secara keseluruhan namun perumahan murah di Banten ini nyatanya telah berhasil menaklukkan pasar. Penjualan fantastis pernah ditorehkan dengan catatan lebih dari 7000 unit rumah terjual hanya dalam 11 hari saja menjadi bukti nyata betapa berhasilnya Citra Maja Raya dalam menaklukkan hati pasar. Residensial seluas 300 ha pun kembali dipasarkan karena besarnya minat publik. Kelebihan-kelebihan yang ditawarkan memang menjadi nilai jual-nilai jual yang tak ayal telah menjadi primadona bagi masyarakat yang berdomisili di Banten. 

progress Green Cove, Green Land, Green Vista, dan Pak Ville Per-September-2016

Citra Maja Raya sendiri menawarkan 2 tipe rumah, yakni RE (Real Estate) dan juga RS (Rumah Sederhana). Harga yang ditawarkan untuk perumahan sekelas Citra Maja Raya ini terbilang sangat terjangkau, yakni mulai dari Rp.  152 juta saja dengan harga-harga lain yang tentunya bervariasi. Sementara untuk cluster, terbagi menjadi 3, yakni cluster Cendana dan Tevana untuk kategori RS dan Cluster Navina untuk kategori RE. Adapun rincian harga-harga perumahan di Citra Maja Raya beserta dengan cluster-clusternya adalah sebagai berikut :


Cluster Cendana (RS)
    Jaati : LB 22/Lt 60 (5x12)
  1. Harga: Rp. 152 juta
  2. Cicilan-KPR mulai 1,25 juta/ bulan
  3. Cicilan-in-house mulai :Rp. 3,2 juta/bulan
    Darvanti : LB 27/Lt 72 (5x12)
  1. Harga: Rp. 190 juta
  2. Cicilan-KPR mulai 1,5 juta/ bulan
  3. Cicilan-in-house mulai :Rp.4,1 juta/bulan


Cluster Tevana (RS)
    Taruni A: LB 36/Lt 72 (6x12), Taurni B: LB 36/Lt 108 (6x18)
  1. Harga: Rp. 211 Juta
  2. Cicilan-KPR mulai 1,7 juta/ bulan
  3. Cicilan -in-house mulai :Rp. 4,6 juta/bulan


Cluster Navina(RE)

Padmaka: LB 27/LT 72 (6x12)

  1. Rp. 293 Juta
  2. Cicilan-KPR mulai 2,5 juta/ bulan
  3. Cicilan-in-house mulai 7,6 juta/bulan
Padmaka: LB 36/LT 84 (7x12)
  1. Rp.350 Juta
  2. Cicilan-KPR mulai 2,9 juta/ bulan
  3. Cicilan-in-house mulai 9,1 juta/bulan
Chandana: LB 42/LT 96 (8x12)
  1. Rp.411 Juta
  2. Cicilan-KPR mulai 3,4 juta/ bulan
  3. Cicilan-in-house mulai 10,8 juta/bulan



Berkaca dari harga yang ditawarkan dan fasilitas rumah yang kita dapatkan dengan berbagai macam keunggulan programnya, tentunya tak heran jika antusias pasar akan perumahan Citra Maja Raya sangat besar. Maka bukan lah hal yang berlebihan jika saya mengatakan kalau Citra Maja Raya merupakan perumahan termodis dan termodern di Banten yang srategis dan ramah lingkungan. Peluang investasi rumah-rumah maja di perumahan ini jelas sangat terbuka, seiring meningkatnya minat masyarakat untuk memiliki hunian berkualitas di Maja. 




Words:698

Thursday, November 24, 2016

The Internship (2013), Jadi Begini Rasanya Magang di Google?!


Apa jadinya ketika 2 orang paruh baya yang baru saja kehilangan pekerjaan, pengangguran, nggak tau arah mau kemana, tiba-tiba diterima magang oleh perusahaan sekaliber "Google"? Menarik, lucu, dan konfliktual. Begitulah sedikit gambaran dari film yang abis gue tonton secara nggak sengaja ini, The Internship (2013).

Cerita berawal ketika 2 orang sahabat, Bill McMahon (Vince Vaughn) dan Nick Campbell (Jared Stern) yang baru saja dipecat dari pekerjaan mereka sebagai salesman.  Mereka kemudian bingung dengan masa depan mereka, karena krisis ekonomi mendadak melanda mereka. Sampai kemudian salah seorang dari mereka, Bill, yang sedang men-google informasi tentang pekerjaan-pekerjaan yang cukup menjanjikan tiba-tiba berpikir untuk kerja di google dengan jalan "internship" atau "magang" terlebih dahulu. 

Bill, Nick

Siapa sangka, proses interview yang awalnya berjalan absurd berhasil membawa mereka ke kantor Google di California untuk magang dan bersaing dengan puluhan anak muda lain agar dapat bisa menjadi karyawan tetap Google. Persaingan mereka untuk dapat menjadi karyawan tetap itu kemudian menjadi konflik di sepanjang film ini. Google dengan diwakili Mr. Chetty kemudian mengharuskan para peserta magang untuk menjalankan beberapa tantangan yang harus diselesaikan secara berkelompok, dimana satu kelompok memiliki kapasitas 5 orang dan hanya 1 kelompok terbaik di akhir tantangan nanti yang akan menjadi karyawan tetap google. 

Konflik awal dibuka dengan Nick dan Bill yang terpaksa satu kelompok dengan anak muda-anak muda "buangan" yang tersisa karena tidak mendapatkan kelompok. Di kelompok magang mereka ada Stuart yang gadget addict, Yo-yo yang anak emak, dan Meha yang cukup centil. Perkara kemudian dibawa ke tahap bagaimana Bill dan Nick dapat menyesuaikan diri dan mempersatukan kelompok mereka. Perbedaan generasi, perbedaan usia, kelompok magang lain yang memprovokatif, dan beberapa hal tak terduga lain mewarnai konflik dari film The Internship ini. 

pengarahan.. 


kelompok magang Bill & Nick..


Film dengan durasi 119 menit ini memiliki komedi dan konflik yang ringan, dan mudah dipahami. Cerita magang di perusahaan sebesar "Google" yang ditawarkan film ini menjadi nilai jual tersendiri kepada para penontonnya. Pernah nggak sih, ngana-ngana semua ini mikir gimana rasanya kerja di perusahaan sebesar Google dengan beragam fasilitas yang menggiurkannya itu? 

Selain faktor Google, 2 karakter utama yang menjadi partner, Bill dan Nick nyatanya juga cukup menarik perhatian. Kalau dilihat-lihat, mereka berdua ini sejenis sama Channing Tatum-Jonah Hill di 21/22 Jump Street. Tapi The Internship ini memang pure comedy, beda sama 21/22 Jump Street yang lebih ke action-comedy.

Relevansi dari bagaimana cara Google merekrut karyawan yang ada di film The Internship pun  cukup kental dengan realita yang digambarkan. Banyak berita di media yang mengabarkan kalau Google merekrut karyawannya nggak berdasarkan siapa yang paling pintar dan paling cerdas, tapi etika dan attitude si karyawan itu sendiri merupakan pertimbangan yang sangat krusial dari Google.  Overall, film keluaran tahun 2013 garapan Vince Vaughn yang juga menjadi aktor utama dari film ini sendiri memang cukup menarik perhatian karena faktor "Google" dan komedi yang ditawarkan. 


Pertanyaan terakhir yang kemudian muncul di akhir film ini adalah.. kelompok magang dari Bill dan Jack ini berhasil menjadi karyawan tetap Google?

Meskipun di IMDB ratingnya agak sedikit underrated, tapi percalayah.. film keluaran 2013 dengan genre comedy ini pantas mendapatkan lebih. 

Hmm.. 

7.5 out of 10. 

                     



Sunday, November 20, 2016

Om, Tante, Ini 9 Alasan Kenapa Anak Hubungan Internasional Merupakan Menantu Idaman


Hampir semua orangtua di dunia menginginkan segala hal yang terbaik untuk buah hatinya, tak terkecuali dalam hal pasangan hidup. Bukan melulu latar belakang keluarga calon menantu yang dikritisi, latar belakang pendidikannya pun juga tak jarang menjadi pertimbangan yang krusial bagi beberapa orangtua. Mungkin, om dan tante termasuk ke "beberapa orangtua" itu?

Om, tante, perkenalkan, saya mahasiswa semester satu jurusan Hubungan Internasional di Bina Nusantara (BINUS) University. Hubungan Internasional, jurusan macam apa itu? Yap, saya tahu dengan jelas jika jurusan saya tidak terdengar sepopuler jurusan di faklutas ekonomi seperti akuntansi atau manajemen, juga tak terlihat semulia jurusan kedokteran. Tapi percaya lah om, tante, percaya lah meskipun jurusan saya tak sepopuler jurusan di fakultas ekonomi yang menjadi favorit om dan tante ataupun tak semulia jurusan kedokteran yang dapat menjamin kesehatan anak om dan tante, jurusan "Hubungan Internasional" merupakan jurusan yang cukup menjanjikan dalam banyak hal sehingga gelar "menantu idaman" sangat layak disandang oleh kami semua yang berada di jurusan ini.  

Teruntuk kakek dan nenek dari buah hati saya kelak, berikut saya persembahkan kepada kalian. Berikut,  9 Alasan Kenapa Anak Hubungan Internasional (BINUS) Merupakan Menantu Idaman

***

1. Kami tidak akan pernah ketinggalan zaman, karena kami selalu aktif dalam mengikuti dinamika isu terkini 


FEP Hubungan Internasional BINUS Binusian 2020 ABN 13

Om, tante, apa kalian malu memiliki menantu yang kurang update? Apa kalian malu, memiliki menantu yang jadul abis? Apa kalian malu, memiliki menantu yang selalu ketinggalan zaman? Om, tante, Hubungan Internasional adalah disiplin ilmu yang mempelajari hubungan antar negara, yang kemudian dibalut dengan berbagai macam aspek internasional didalamnya. Dinamika politik internasional dan ekonomi internasional pun telah menjadi santapan kami di bangku kuliah. 

Untuk itulah om, tante, kami dituntut untuk selalu peka dalam mengikuti isu terkini dari dunia internasional agar dapat tetap keep in touch dengan relevansi disiplin ilmu yang sedang kami pelajari. Pemilihan presiden di negara adidaya? Pasti kami ikuti. Aksi terror yang melanda dunia? Kami pelajari. Perjanjian-perjanjian akan perdagangan internasional dan kebijakan-kebijakan internasional yang akan berdampak pada negri ini pun tak luput dari pengamatan kami. Om, tante, kalian tak perlu khawatir. Karena kelak, anak om dan tante akan mendapatkan pendamping hidup yang tidak ketinggalan zaman, jadul, ataupun kudet. 

2. Kami terlatih untuk berpikir kritis dalam menganalisa permasalahan internasional, sehingga permasalahan dalam rumah tangga pun pastinya dapat kami selesaikan secara bijak 

HI BINUS Mata Najwa

Om, tante, kalian tahu kan, kalau politik baik dalam skala nasional maupun internasional bukanlah perkara yang mudah untuk dipelajari? Untuk itulah, kami dituntut agar selalu kritis dalam berpikir. Baik itu kritis dalam menentukan suatu definisi, kritis dalam menganalisa permasalahan, sampai kritis di rumah sakit karena terlalu keras berpikir untuk mencari jalan keluar dari peramasalahn-permasalahan yang ada. 

Terbiasanya kami dalam menganalisa penyelesaian dinamika permasalahan internasional yang ada tak ayal membuat kami cukup tangguh dalam hal menyikapi permasalahan-permasalahan yang ada secara bijak. Tak terkecuali, permasalahan rumah tangga. Om dan tante tak perlu gelisah, karena kelak jika anak om dan tante terlibat masalah rumah tangga dengan kami maka kami akan menyelesaikan permasalahan tersebut secara bijak. Karena sekali lagi, permaslaahan adalah sesuatu yang biasa bagi kami.

3. Kami handal dalam banyak bahasa, tak terkecuali bahasa cinta untuk anak om dan tante


Om, tante, begini, dikarenakan Hubungan Internasional mempelajari gejolak dunia internasional, maka kemampuan kami dalam berbahasa asing pun dibutuhkan. Kami dituntut untuk dapat menguasai beberapa bahasa yang menjadi bahasa resmi Perserikatan Bangsa-bangsa. PBB sendiri memiliki 5 bahasa resmi: bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, Spanyol, Prancis dan Arab. Sebagai anak Hubungan Internasional, beberapa bahasa dari 5 bahasa resmi itu pun tak ayal harus kami pelajari. 

Jumlah bahasa yang akan dipelajari dari ke-5 bahasa itu kemudian tergantung kebijakan masing-masing universitas. Tidak semua dari 5 bahasa tersebut akan kami pelajar, mungkin hanya 2 atau 3. Tapi untuk anak om dan tante, kami janji akan memberi bonus 1 bahasa sepsial untuknya: bahasa cinta. Kami janji tak akan sungkan untuk mengaplikasikan bahasa cinta tersebut untuk keawetan hubungan kami dan anak kalian yang tercinta di setiap harinya.


4. Dari realisme sampai konstruktivisme, kami dituntut untuk memahami banyak paham dan ideologi di dunia. Memahami anak om dan tante dengan baik tentunya tak akan menjadi masalah bagi kami



Om, tante, ilmu Hubungan Internasional menuntut kami untuk mempelajari banyak ideologi dan paham-paham yang ada di dunia. Baik paham dari berbagai negara, ataupun paham dari Hubungan Internasional itu sendiri. Mulai dari paham realisme, liberalisme, ataupun konstruktivisme, kami selalu berusaha untuk memahami paradigma-paradigma yang ada di dunia ini demi terciptanya suatu hubungan berskala internasional yang membuat hubungan antar negara menjadi lebih baik dan nyata adanya. 

Jadi, om dan tante tidak perlu risau, kami telah terlatih untuk memahami paham-paham yang tak jarang membuat pusing kepala. Oleh karena itu, kami yakin, kami dapat memahami anak om dan tante dengan baik. 

5. Kami selalu belajar dari masa lalu (Matkul: Modern World History), untuk masa depan yang lebih cerah




Soekarno, presiden pertama kita pernah berkata: JASMERAH (Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah). Itu berarti bisa dikatakan secara empiris, menantu yang baik dan idaman bangsa adalah menantu yang tidak meninggalkan sejarah.

Om, tante, Modern World History merupakan salah satu dari mata kuliah pengantar jurusan Hubungan Internasional. Saya sendiri tidak tahu apa setiap universitas memiliki mata kuliah pengantar jurusan Hubungan Internasional yang sama atau berbeda. Yang jelas, di semester 1 BINUS ada 4 mata kuliah yang diberikan kepada kami sebagai mahasiswa/i jurusan Hubungan Internasional, dan salah satunya Modern World History. 

Modern World History mengajarkan kami kejadian-kejadian memilukan ataupun menyenangkan yang pernah terjadi di masa lampau. Kami percaya, masa lalu dapat memberikan ilmu bagi kami untuk membina masa depan. Kami belajar dari masa lalu, untuk tidak jatuh ke lubang yang sama agar dapat merancang masa depan yang lebih cerah adanya. Om dan tante maka dari itu tak perlu risau, jika anak om dan tante memiliki masalah asmara yang buruk di masa lalunya maka kami akan dapat untuk sama-sama belajar dari masa lalu kami guna membangun masa depan rumah tangga kami yang lebih cerah bersama-sama. 


6. Kami handal dalam berdiplomasi, itu artinya kami handal dalam bernegosiasi, dan itu artinya kami handal dalam aktivitas ekonomi





Om, tante, Hubungan Internasional tidak hanya mengajarkan kami akan dinamika politik internasional namun juga beberapa aspek dan isu yang erat kaitannya akan Hubungan Internasional itu sendiri. Salah satunya adalah aspek ekonomi internasional. Kami belajar akan kebijakan-kebijakan ekonomi di beberapa negara, kami belajar akan bank dunia, kami juga belajar akan krisis-krisis yang menimpah negara-negara dunia. 

Seperti halnya krisis ekonomi yang menimpah Amerika pada tahun 2008, kami belajar mengapa krisis itu bisa terjadi dan langkah apa yang diambil untuk dapat mengatasi krisis tersebut. Dalam kata lain, kami tahu seberapa bahayanya krisis ekonomi sehingga kami akan berjuang semaksimal mungkin agar rumah tangga kami dengan anak om dan tante tidak mengalami krisis ekonomi yang pada akhirnya dapat menyebabkan defisit kas rumah tangga.

Mungkin kami tidak sepandai anak akuntansi dalam menyeimbangkan nilai aktiva dan pasiva, dan juga tak sepandai anak manajemen dalam menghitung Produk Domestik Bruto. Namun pada kenyataannya, kami anak Hubungan Internasional. Kami diajarkan untuk handal dalam berdiplomasi, kami diajarkan untuk bernegosiasi dengan baik. Dan kami sadar betul, dalam aktivitas ekonomi diperlukan seorang negosiator yang mampu menekan harga barang yang diinginkan serendah mungkin agar pengeluaran rumah tangga dapat dihemat untuk keperluan lain. 

7. Cucu om dan tante kelak akan diberi cerita-cerita edukatif tentang dunia, karena wawasan kami sebagai orangtuanya sangat lah luas

Om, tante, kami anak Hubungan Internasional. Kami belajar tentang dunia. Bukan hanya belajar bagaimana menyeimbangkan aktiva dan pasiva, ataupun belajar bagaimana caranya berkomunikasi dengan baik. Bahasa yang kami pelajari juga bukan bahasa tunggal, melainkan multi-bahasa. Kami belajar banyak tentang dunia dalam hal politik juga bahasa, wawasan kami tentang dunia tentunya sangat luas dan terbuka. Om, tante, kami berjanji kelak cucu dari om dan tante kedepannya akan kami beri asupan pengetahuan yang edukatif tentang dunia agar cucu dari om dan tante kelak telah memiliki bekal nutrisi yang cukup berupa edukasi yang memadai guna meraih prestasi yang bikin bangga sana-sini. 

8. Kami sangat pandai dalam berhubungan, karena "Hubungan" merupakan nama depan jurusan kami



Om, tante, kami anak Hubungan Internasional, kami belajar bagaimana caranya menjalin hubungan baik antar negara. Belajar tentang bagaimana cara menjalin hubungan baik antar negara saja kami bisa, apalagi belajar untuk menjalin hubungan baik antara saya dengan anak om? Apalagi belajar bagaimana menjalin hubungan baik antara saya dengan keluarga om? Apalagi belajar bagaimana menjalin hubungan baik antara keluarga besar kita? Om, Tante, sekali lagi, kami anak Hubungan Internasional. Om dan tante tenang saja. Konteks "Hubungan" kami disini sangat luas, tidak terpaku pada ilmu internasional saja. Kami dapat membagi waktu antara ilmu yang kami pelajari, dengan anak om dan tante yang selalu ingin dimengerti. Kami dapat membagi waktu kapan harus menggunakan "hubungan" itu dalam konteks hubungan int...ernasional dan kapan menggunakan "hubungan" itu dalam konteks hubungan int...im.


9. Kami siap bermain di malam hari..


Dalam nama bapa dan.. christiano ronaldo! goal!


Om, tante, pada akhirnya kita dapat sama-sama melihat jika Hubungan Internasional bukan lah disiplin ilmu yang remeh. Selain menuntut kami dalam hal berbahasa maupun berpolitik, materi-materi pengantar jurusan Hubungan Internasional kami pun telah menanti bak hidangan yang siap untuk disantap. Jumlah dari materi-materi itu tentunya tidak sedikit. Materi power point yang belasan atau puluhan slide, dan buku-buku pengantar yang tebalnya membuat pusing kepala dengan jumlah halamannya mencapai ratusan halaman merupakan santapan kami. Tak jarang, kami begadang sampai larut malam untuk sekedar belajar atau menyelesaikan tugas. Match-match sepak bola eropa pun terkadang menemani kami dalam sunyinya malam.


Kami memang siap. Kami siap secara batin dan fisik untuk tetap terjaga sampai larut malam untuk belajar. Kami siap untuk bermain dengan slide-slide presentasi dosen dan juga ratusan buku pengantar jurusan kami di malam hari. Itu artinya, kami merupakan pekerja keras yang rela untuk bekerja sampai larut malam demi menyanap ilmu dan kami juga memiliki komitmen yang tinggi untuk menyelesaikan apa yang harus kami selesaikan. Om tak perlu khawatir, buah hati dari om dan tante akan puas dengan kinerja kami. Karena kami, merupakan menantu yang pekerja keras dan juga berkomitmen tinggi. 

***

Om, tante, jadi bagaimana? Masih sungkan untuk merekrut kami sebagai menantu? Meskipun kami tak memiliki jiwa seni yang cukup tinggi seperti anak arsitek untuk bisa menggambar rumh idaman anak om dan tante kelak, meskipun kami tak se-sabar anak akuntansi dalam menyeimbangkan aktiva dan pasiva, meskipun kami tak semulia anak kedokteran yang selalu belajar bagaimana menyembuhkan orang yang sakit,  meskipun kami tak sejenius anak-anak IT yang mampu menguasai program-program komputer, dan meskipun kami tak sehebat anak-anak jurusan lain dengan kemampuannya masing-masing, pada akhirnya kami dalah kami. 

Kami tetap lah manusia biasa, kami tak luput dari kesalahan dan sikap arogan, kami sadar kami tak bisa selalu membuat anak om dan tante bahagia. Tapi dengan 9 alasan ini saya harap bisa menjadi 9 pertimbangan yang cukup menjanjikan untuk om dan tante tentang jurusan kami. Kami, Hubungan Internasional. 

Friday, November 18, 2016

60 Tahun Berdedikasi dan Menginspirasi, Satu Astra untuk Satu Indonesia




Sebagai perusahan multinasional yang telah lama bergerak di bidang otomotif dan telah memiliki banyak divisi usaha juga anak perusahaan, Astra telah lama hadir mewarnai dunia Industri dan Jasa tanah air dengan berbagai macam inovasi produknya. Tak terasa, kini telah 6 dasawarsa usianya. Berkaca dari usianya yang akan menginjak tahun ke 60 di 2017 nanti, Astra dengan konstan telah menyumbangkan berbagai dedikasi dalam bentuk inovasi dan prestasi guna menciptakan eksistensi yang menginspirasi bangsa ini. Dedikasi yang diwujudkan secara konkrit tersebut telah dilakukan oleh Astra untuk dapat membangun bangsa dan besar bersama bangsa.

Tahun 1957 menjadi awal hadirnya Astra dan sekaligus menjadi awal dari perjuangannya bersama bangsa ini. Dengan nama perusahaan PT Astra International Incorporated pada awalnya, perseroan Astra pada tahun 1990 resmi mengubah namanya menjadi PT Astra International Tbk dan tercatat di bursa efek Jakarta setelah itu pada 4 April 1990. Enam dekade tentunya merupakan waktu yang sangat lama, tak ayal pil manis maupun pil pahit senantiasa ditelan oleh Astra dalam kiprahnya untuk dapat berjuang dan besar bersama bangsa.  

Menandai (S)emangat (A)stra (T)erpadu (U)ntuk Indonesia dengan melaksanakan SATU Indonesia Awards menunjukkan rupa dedikasi astra dalam wujud konstribusi sosial. Selain menunjukkan rupa dedikasi dalam wujud konstribusi sosial, selalu menjaga kualitas Sumber Daya Manusianya sebagai aset penting serta selalu meningkatkan produk dan layanannya merupakan bentuk keseriusan Astra dalam menginspirasi Indonesia. Filosofi Catur Dharma pun menjadi landasan Astra selama puluhan tahun ini untuk mewujudkan keseriusannya itu. 

Tak bisa dipungkiri lagi memang, jika kredibilitas Astra di dunia jasa dan industri tanah air selama hampir 60 tahun belakangan ini sudah sangat baik imbasnya bagi bangsa Indonesia dalam banyak sektor. Mulai dari otomotif, argo industri, pelayanan finansial, alat-alat berat, teknologi informasi, sampai sektor infrastrukturpun tak luput dari dedikasi nyata Astra bagi Indonesia. Bahkan Astra juga ikut ambil andil dalam pengaruhnya terhadap aspek pendidikan sampai dengan aspek lingkungan Indonesia demi cita-citanya untuk sejahtera bersama bangsa. 

Jika saya ilustrasikan, mungkin akan seperti ini jadinya perjalanan Astra selama 6 dekade, dimulai dari abad ke 20 terlebih dahulu:



Empat puluh dua tahun pertama dibuka Astra dengan begitu meyakinkan. Meski senantiasa jatuh bangun, Astra juga selalu senantiasa untuk memberikan inovasi-inovasinya untuk kembali bangkit dan berjuang bersama bangsa. Dimulai dari tahun 1959, dimana Astra mengawali kiprahnya sebagai perusahaan dagang. Kala itu, perusahaan yang menaunginya masih bernama  PT Astra International Incorporated.  Baru  10 tahun berdiri, kala itu Astra telah dipercaya sebagai distributor kendaraan Toyota di Indonesia. Kecemerlangan Astra pun kian terlihat di tahun-tahun selanjutnya dengan suksesnya Astra menjadi distributor tunggal sepeda motor Honda sekaligus distributor tunggal mesin kantor sekaliber Xerox, sampai dengan distributor tunggal Daihatsu di Indonesia.

Tak hanya berperan sebagai distributor, berbagai anak perusahaan dengan divisi yang bervariasi dan juga yayasan mulai dibangun oleh Astra di 42 tahun pertamanya. Mulai dari PT Federal Motor, PT TAM, PT United Tractors, PT Multiargo Corporation,  Yayasan Dharma Bhakti Astra, Yayasan Toyota &  Astra, PT Daihatsu Indonesia, PT Raharja Sedaya, PT Astra Argo Niaga, PT Astra Dian Lestari, Astra Microtonics Technology, Astra Mitra Ventura, sampa politeknik seperti Politeknik Manufaktur Astra pun dibangunnya demi sejahtera bersama bangsa. Perjuangan Astra kala itu tentunya tak lepas dari jatuh bangun. Sempat menyepakati restrukturisasi hutang sebesar sekitar US$ 1,1 Miliar pada 1999, Astra kembali berjuang untuk menjadi raksasa yang perkasa di kemudian harinya.

Lalu kemudian abad ke 21 datang bersama dengan pergantian logo  PT Astra International Tbk, Perjalanannya bersama bangsa pun tak kalah mengesankan. Dedikasi dalam bulir-bulir inovasi yang menginspirasi seakan tak pernah berhenti diciptakan oleh Astra demi mewujudkan sejahteranya bersama bangsa, meski jatuh bangun kerap kali menyapa:
Merestrukturisasi bisnis dan menerbitkan panduan dalam etika bisnis juga etika kerja membuka kiprah Astra di abad ke 21. Selanjutnya, Astra seakan tak bisa berhenti untuk dapat terus berkonstribusi secara nyata terhadap perkembangan bangsa baik dari sektor otomotif, pendidikan, bahkan sampai lingkungan pun tak luput dari konstribusi nyata Astra. Astra kini telah bekerjasama dengan sejumlah perusahaan kelas dunia yang pada akhirnya membuat Astra kian kokoh dan perkasa. Berkaca dari catatan tahunan Astra pada tahun 2010 saja, kapitalisasi pasar per 31 Desember dilansir telah menyentuh angka Rp. 221 triliun diman asejak tahun 1990 perseroan telah menjadi perusahaan publik yang kemudian tercatat di bursa efek Indonesia dan terus mengalami peningkatan di tahun berikutnya dimana kapitalisasi pasar telah menyentuh angkat Rp 307, 7 triliun di tahun berikutnya dan menjadi Rp 242,9 triliun per 30 desember tahun 2015. 

Prestasi demi prestasi sebagai bentuk apresiasi akan inovasi yang telah diciptakan oleh Astra seakan menjadi cermin jika Motto, Tujuan, Catu Dharma, dan Visi dari Astra selama 6 dekade belakangan ini memang dilandasi dengan komitmen yang nyata adanya. Adapun Motto, Tujuan, Catu Dharma, dan Visi dari Astra selama 6 dekade belakangan ini adalah sebagai berikut: 


Berkaca dari catatan tahunan Astra tahun 2015 kemarin, kegiatan usaha yang dapat dijalankan astra sesuai Anggaran Dasar terakhir Perusahaan, adalah mencakup perdagangan umum, perindustrian, pertambangan, pengangkutan, pertanian, pembangunan dan konsultasi. Berbagai aspek kehidupan bangsa pun tak ayal berhasil disentuh dan melalui kontribusi dalam bentuk layanan-layanan dan produk-produk yang diberikan. 

Melalui mottonya, Astra berkomitmen untuk dapat mengalahkan segala hadangan yang senantiasa hadir demi terciptanya tujuan mulia untuk dapat sejahtera bersama bangsa. Visi dari Astra pun menunjukkan betapa seriusnya Astra sebagai perusahaan besar yang ingin berkontribusi membangun negri. Ditambah lagi dengan dilandasi filosofi Catur Dharma selama puluhan tahun belakangan ini, Astra mencoba untuk hadir menginspirasi bangsa melalui 3 strategi jitu yang meliputi produk dan layanan, Sumber Daya Manusia, dan Kontribusi Sosial. Ketiga strategi guna menginspirasi bangsa tersebut tentunya bukan hanya sebuah retorika, melainkan sebuah realita yang telah diperjuangkan oleh Astra:


Menginspirasi dari Produk dan Layanan




Sebagai perusahaan besar yang telah lama berkecimpug di dunia Industri/Jasa, Astra pastinya memiliki standar yang sangat tinggi terhadap produk dan layanannya. Memandang pelanggan sebagai pemangku kepentingan utama, bagi Astra kepuasan pelanggan adalah hal yang sangat penting. Integrasi para pemasok barang dan jasa yang menghasilkan produk berkualitas demi kepuasan pelanggan mencerminkan keseriusan Astra akan Catur Dharma Astra yang kedua, yakni memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan. 

Mengayomi 6 Industri/jasa yang meliputi Otomotif, jasa keuangan, alat berat, agribisnis, teknologi informasi, dan infrastruktur dengan banyak anak perusahaan dan masing-masing divisi usaha tentunya bukanlah perkara mudah. Namun pretasi-prestasi yang diraih Astra setiap tahunnya seakan menjadi bukti besarnya apresiasi publik terhadap produk dan pelayanan Astra. 

Bicara soal prestasi, beragam prestasi membanggakan berhasil diraih oleh Astra setiap tahunnya, prestasi-prestasi yang  kian mencerminkan betapa seriusnya Astra dalam mengedepankan aspek produk dan layanannya. Dengan tema berbeda-beda setiap tahunnya seperti On The Move di laporan akhir tahun 2010, Widening Prespectives di 2011, Turning Challenges into Growth Opportunities di tahun 2012 dan seterusnya, laporan akhir tahun Astra selalu mencatat banjir penghargaan yang diraih oleh PT Astra Internastional Tbk setiap tahunnya. Berikut, beberapa penghargaan yang berhasil diraih oleh Astra:

Most Admired Companies in Indonesia 2012,2013,2014
Asia's  Best Managed Company 2001, 2003, 2005, 2006, 2007, 2008, 2009, 2010, 2011, 2012.2013

www.ijeverson.com



Total puluhan penghargaan bergengsi telah diterima oleh Astra beberapa tahun belakangan ini. Penghargaan, penghargaan, dan penghargaan itu jelas menunjukkan jika dedikasi yang telah disumbang oleh Astra mendapat respon positif dalam bentuk apresiasi yang mencerminkan jika produk dan layanan Astra tetap diutamakan kualitasnya. Dedikasi yang menuai apresiasi ini sendiri tak ayal menunjukkan rupa inspirasi bagi bangsa. 


Menginspirasi dari Sumber Daya Manusia



Bagi Astra, Sumber Daya Manusia merupakan aset utama bagi perusahaan. Maka dari itu, faktor SDM menggendong peran yang sangat penting bagi kemajuan dan kinerja dari perusahaan itu sendiri. Keseriusan Astra tentunya buka hanya ucapan semata, Laporan akhir tahun 2010 menunjukkan jika Astra telah merekrut sebanyak 145.154 orang karyawan, dan 168.703 karyawan juga 185.580 karyawan di 2011 dan 2012. Jumlah karyawan Astra terus bertambah setiap tahunnya, dan hampir menginjak angka 200.000 karyawan di tahun 2013 atau lebih tepatnya 197.434 orang. Untuk menunjukkan keseriusannya akan SDM baik di internal maupun eksternal perusahaan, di tahun 2014 Astra telah memberikan bantuan kepada lebih dari 13.262 sekolah, dengan menyalurkan 159.245 beasiswa dan membina 28.199 guru. Di tahun 2014 ini juga Astra telah mempekerjakan total 225.580 karyawan dan jumlah tersebut tetap bertahan diatas 220.000 pada tahun berikutnya. 

Mengayomi ratusan ribu karyawan tentunya bukan merupakan pekerjaan yang mudah.  Memacu motivasi para karyawannya agar dapat mengoptimalkan talenta masing-masing pribadi sehingga berdampak pada kontribusi positif yang diberikan merupakan hal yang penting. Salah satu cara Astra untuk menghargai karyawan-karyawannya guna memotivasi adalah dengan mengadakan Innovastra. 


Innovastra sendiri merupakan ajang tahunan yang telah berjalan selama 32 tahun, dimana Astra memberikan penghargaan kepada inovasi dari seluruh insan Astra di tanah air. Innovastra dinilai Astra mampu memacu semangat karyawan dalam menciptakan sebuah inovasi untuk  dapat berkontribusi bagui perusahaan dan juga bangsa. Di tahun 2015 sendiri, Astra telah dapat menjaring semangat kreatifitas para insan Astra dengan InnovAstra ini, yang tercermin dari besarnya jumlah proyek yang diikutsertakan:
  1. Sugestion system: 734.479 proyek
  2. Quality Control Circle: 8.112 proyek
  3. Quality Control Project: 1.123 proyek
  4. Business Performance Improvement: 83 proyek 
  5. Value Chain Improvement: 22 proyek

Astra juga semakin menunjukkan keseriusan dalam membina SDM dengan dibentuknya Corporate Human Capital Development untuk me-manajemen strategi SDM di tingkat korporasi. SDM yang  unggul kemudian didesain melalui 3 aspek, diantaranya: 1. Education, 2. Enrichment, 3. Empowerment. Karyawan Astra tentunya juga telah difasilitasi oleh banyak fasilitas yang membuat hidup mereka lebih makmur dan sejahtera, tanpa terlepas dari imbalan moneter yang mereka dapatkan tentunya. 

Jika kita menengok bagaimana seriusnya Astra dalam mengayomi ratusan ribu karyawannya, tentunya hal yang inspiratif adalah hal yang kita lihat. Inspirasi dapat dirasakan dari bagaimana Astra mengayomi karyawan dengan jumlah yang sangat besar, bagaimana Astra selalu berusaha memberikan kontribusi terbaik bagi negri dengan SDM nya, semua hal itu tentunya dilakukan Astra demi dapat sejahtera bersama bangsa. 

Menginspirasi dari Kontribusi Sosial


Menjalankan banyak divisi usaha dengan ratusan anak perusahaan selama puluhan tahun tak ayal membuat kontribusi sosial yang diberikan Astra sudah terbukti nyata. Astra berusaha untuk menjaga keseimbangan antara bisnis, sosial, dan llingkungan dengan pendekatannya yang terintergrasi dengan 4 pilar CSR Astra, yakni: pendidikan, kewirausahaan, lingkungan dan kesehatan. 

Astra menyadari jika kontribusi sosial dapat hadi dari internal maupun eksternal perusahaan, maka dari itu Astra dengan keseriusanny amengadakan SATU Indoneisa Award. SATU Indonesia Award merupakan kompetisi berupa penghargaan untuk 5 pemuda yang dinilai telah memberi kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya. (S)emangat (A)stra (T)erpadu (U)ntuk Indonesia dalam balutan SATU Indonesia awards itu diadakan untuk mencari pemuda maupun pemudi bangsa yang memiliki cita-cita yang sejalan untuk senantiasa menghasilkan karya demi bangsa guna menciptakan manfaat bagi orang banyak. Antusias masyarakat akan prgoram Astra ini terbukti cukup positif, dan hasilnya pun juga dirasa sangat positif bagi masyarakat banyak dan juga tentunya  bagi bangsa Indonesia sendiri. 

Beragam kontribusi sosial telah diberikan oleh Astra di berbagai sektor. Sektor Ekonomi, Pnedidikan, Sosial, sampai kepedulian akan lingkungan pun tak lepas dari kontribusi sosial Astra selama 6 dekade belakangan ini. Kepedulian Astra ini jelas menegaskan keseriusannya dalam merealisasikan Motto, Chatur Dharma, Visi, dan tentu saja tujuannya untuk sejahtera bersama bangsa. 

Setelah sekian lama berjuang bersama bangsa untuk menggapai mimpi-mimpinya, Astra tentunya tidak pernah berhenti untuk memberikan insiparsi bagi bangsa. Semakin bertambahnya umur berarti semakin bertambahnya inspirasi yang dapat diberikan oleh Astra. Dedikasi, kontribusi, inovasi, dan juga prestasi, semuanya terimplementasi dan bersemayam dalam label inspirasi yang telah disumbangkan Astra selama 60 tahun bagi bangsa Indonesia.  Satu motto nyata, satu visi nyata, satu catur dharma nyata, dan satu tujuan nyata, perlahan menyatu dan membentuk inspirasi bagi Indonesia tercinta. Satu Astra, untuk satu Indonesia. 
b:if cond='data:blog.pageType != "item"'>