Friday, April 21, 2017

Mengoptimalkan Bisnis Toko Online dengan Beriklan di Social Media




Seiring dengan terus berkembangnya teknologi digital, trend positif berbisnis seperti berjualan di ranah online rupanya telah merepresentasikan solusi yang efektif bagi banyak orang. Selain karena pengoperasiannya mudah, modal yang dikeluarkan pun relatif lebih kecil karena kita tidak memerlukan biaya untuk menyewa atau membeli toko fisik. Yang perlu kita lakukan hanya duduk santai dan menunggu orderan, lalu melakukan transaksi. Faktor mudah dan murah kemudian menjadi motivasi para pebisnis online untuk bergriliya di Internet untuk memasarkan produk-produk yang mereka jual. Marketplace dan Social Media pun nyatanya masih menjadi pasar yang cukup menjanjikan untuk berbisnis online secara general. 

Sudah sekitar 4 bulan belakangan ini saya sibuk menjalankan sebuah bisnis online. Menjalankan bisnis toko berbasis online nyatanya tidak selalu mudah seperti ekspektasi. Upload gambar dan keterangan kesana kemari, melayani pembeli yang tidak selamanya bersahabat, dan yang paling menyakitkan adalah ketika orderan mendadak sepi.  Dengan mendaftarkan diri menjadi reseller resmi di beberapa brand sepatu pria tanah air, saya membuat toko online dengan memasarkan produk di website, marketplace, dan social media.  




Jika dianalogikan dengan industri komersial secara fisik, maka dapat dikatakan jika Marketplace seperti Bukalapak, Tokopedia, Shopee, dsb merupakan representasi dari pusat grosir seperti Tanah Abang, Mangga Dua Pasar Pagi, Asemka, dsb. Sementara Social Media seperti Facebook dan Instagram merupakan representasi dari mall-mall elit yang notabene memiliki pengunjung dengan daya beli yang lebih tinggi. Hal ini kemudian  membuktikan walaupun Market Place dan Social Media merupakan 2 tipe pasar yang sama-sama dapat mendatangkan omzet, namun Social Media jauh lebih menjanjikan karena faktor daya beli penggunanya. Untuk mendulang omzet yang lebih besar, optimasi pemasaran di Social Media kemudian jelas harus dilakukan. 

Facebook dan Instagram adalah 2 social media yang menurut saya merupakan pasar paling menjanjikan di ranah online. Selain karena jumlah penggunanya selalu meningkat setiap tahun, daya beli para penggunanya juga terbilang lebih tinggi ketimbang para pembeli di Marketplace. Untuk itu, mengoptimalkan segala sisi untuk berjualan di Instagram dan Facebook merupakan langkah yang wajib dilakukan untuk mendulang omzet yang lebih besar.  

Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk menarik perhatian pengguna social media seperti Facebook dan Instagram untuk dapat singgah dan membeli produk yang kita jual. Menjaga kualitas konten tentu merupakan hal wajib pertama yang harus kita perhatikan untuk dapat menarik perhatian pembeli. Seperti di Instagram, kualitas foto dan penulisan caption dan hastag merupakan harga mati untuk dapat memikat minat pembeli. Pun begitu dengan Facebook, konten yang dibagikan dengan teknik content writer yang baik akan menghidupkan gairah pembeli untuk membeli produk yang kita jual. Dan terlepas dari kualitas konten yang kita punya, maka cara terampuh dan terefektif yang dapat kita lakukan adalah dengan beriklan di social media itu sendiri. 

Sebagai 2 social media terbaik untuk dijadikan pasar, Instagram dan Facebook tentunya telah menawarkan fitur advertising yang dapat menunjang eksistensi dari toko online yang kita punya. Tentu fitur tersebut merupakan fitur berbayar. Namun besarnya potensi dari pembeli yang datang membeli produk kita setelah kita beriklan merupakan hubungan mutualisme yang coba ditawarkan oleh kedua social media ini. Saya sendiri telah mencoba sendiri dan merasakan hubungan mutualisme antara fitur beriklan di social media dengan bisnis online saya. Berikut adalah beberapa penjelasan untuk dapat mengoptimalkan bisnis toko online dengan Instagram ads dan Facebook ads:

Instagram ads




Mungkin banyak dari kita pengguna Instagram yang menemukan akun tak dikenal yang menawarkan produk-produk tertentu di timeline kita sendiri padahal kita tidak pernah mem-follow akun tersebut. Tenang saja, cukup tarik nafas dan jangan panik, karena akun tersebut bukanlah akun berbahaya melainkan akun yang sedang menggunakan fitur advertising Instagram. Seberapa efektif kah Instagram Ads? Jawabannya adalah cukup efektif. 

Instagram Ads memungkinkan konten produk kita untuk dilihat banyak orang dengan target sasaran yang sudah kita tentukan baik dari lokasi, ataupun tempat. Ada 2 pengalihan di Instagram Ads yang dapat kita pilih. Pertama, 'visit your website' untuk mengalihkan hyperlink di foto kita ke website atau 'call or visit your business' yang akan mengalihkan link yang tertera di foto ke nomor handphone atau lokasi toko kita jika kita memiliki toko fisik. Lalu, bagaimana caranya beriklan dengan Instagram ads? Begini:
  • Buka foto yang ingin dipromosikan, klik 'promote'
  • pilih apakah kita ingin mengalihkan hyperlink kita ke website atau  'call or visit your business' 
  • Pilih salah satu tulisan yang akan menjadi hyperlink foto, seperti: Shop Now, Book Now, Learn More, dsb.
  • Tentukan target, seperti: range umur, jenis kelamin, lokasi
  • Jika sudah menentukan semuanya, klik next lalu bayar
  • Setelah disetujui Instagram, iklan ada siap dilihat banyak orang




Range harga dari Instagram ads ini bervariasi, dengan harga paling rendah Rp.10.000 per 1 hari. Semakin tinggi harga, semakin banyak pengguna Instagram yang akan dijangkau. Dan semakin banyak pengguna yang dijangkau, semakin besar kemungkinan produk akan terbeli.

Facebook ads





Facebook ads sejatinya sama seperti Instagram Ads. Hanya saja, karena jumlah pengguna Facebook yang banyak,  'jangkauan' dari Facebook ads ini lebih 'ngeri' daripada jangkauan Instagram Ads. Kalau di Instagram Ads toko saya bisa menghasilan lebih dari 700 likes dalam waktu 2 hari, di Facebook ads toko saya pernah menghasilkan lebih dari 1,6 ribu likes dalam waktu kurang dari 6 jam. Semua kembali kepada kualitas konten yang meliputi gambar dan teknik content writing yang digunakan untuk membangunkan gairah pembeli.

Lalu, bagaimana caranya beriklan dengan Facebook Ads ads? Begini:
  • Cari postingan yang ingin dipromosikan di fanpage yang sudah dibuat, lalu klik promosi kiriman
  • pilih apakah kita ingin mengalihkan hyperlink kita ke website atau  'call or visit your business' 
  • pilih target yang ingin dibidik: range umur, lokasi, jenis kelamin, dsb.
  • Jika sudah menentukan semuanya, klik next lalu bayar
  • Setelah disetujui Facebook, iklan ada siap dilihat banyak orang


Beriklan di Social Media pada akhirnya merupakan solusi yang ditawarkan dalam hal ini oleh Facebook dan Instagram untuk dapat menjalin sebuah hubungan yang saling menguntungkan. Fitur ini memang mengharuskan kita untuk merogoh kocek, namun yang harus kita sikapi dengan bijak adalah ketika kita mengoptimalkan bisnis toko online kita dengan Instagram ads dan Facebook ads maka kita merogoh kocek untuk kembali mengisi kocek dengan jumlah yang mungkin lebih besar.

Sedikit catatan bagi yang tertarik mengoptimalkan bisnis online dengan Instagram dan Facebook ads, pastikan Instagram dan fanpage Facebook toko kalian telah tersambung dan terintegrasi. Dan pastikan, kalian memiliki saldo uang di Facebook kalian. Karena tanpa saldo, proses pembayaran tidak akan bisa dilakukan.  

Monday, April 17, 2017

Jokowi dan Tol Laut, Realisasi Indonesia Poros Maritim Dunia



Indonesia merupakan negara bahari terbesar di dunia. Fakta mengatakan jika luas daratan di Indonesia tidak lebih dari 2.000.000 km², sementara luas perairannya mencapai 3.257.357 km² dan akan menjadi 5,8 juta km² jika menyertakan Zona Ekonomi Eksklusifnya.  Belum lagi panjang garis pantainya yang telah mencapai 95.181 km. Data statistik perairan Indonesia dengan jelas menegaskan kepada dunia jika Indonesia merupakan negara kelautan paling kaya yang pernah ada. Kekayaan perairan Indonesia kemudian dapat menjadi representasi dari potensi Sumber Daya yang sudah seharusnya dikelola secara optimal oleh pemerintah. Namun sayangnya, dari zaman ke zaman, potensi laut Nusantara belum bisa dirangkul secara komprehensif oleh pemerintah. 

Indonesia merupakan negara bahari terbesar di dunia. Namun, Mengapa masih banyak nelayan yang harus hidup miskin di laut yang kaya? Potensi Sumberdaya Perikanan Indonesia 6,4 Juta ton per tahun, namun masih banyak nelayan yang hidup dibawah garis kemiskinan. Potensi budidaya laut Indonesia seluas 8.363.501 ha, namun hanya 74.543 ha yang teroptimalkan. Luas lautan Indonesia secara total 5,8 juta km², namun PDB perikanan masih dibawah 5% dari total PDB. Bahkan untuk mengatasi permasalahan klasik seperti disparitas harga yang begitu mencolok antara Indonesia bagian Barat dengan Timur saja laut kita masih belum bisa memberi solusi. Indonesia dalam angka memang selalu terlihat perkasa, namun realisasi dan optimalisasi pengelolaannya acapkali terkesan 'loyo'.

Untuk mengoptimalkan sektor maritim yang seharusnya perkasa agar tidak terlihat loyo, Jokowi sebagai nahkoda ke-7 Indonesia telah menggagas gagasan Indonesia 'Poros Maritim Dunia'. Poros Maritim merupakan gagasan yang mengacu kepada pengoptimalan di sektor-sektor Maritim Indonesia yang merangkul konektivitas antar pulau, pembangunan industri perkapalan dan perikanan, keamanan maritim, perbaikan transportasi laut, serta infrastruktur-infratsruktur yang mampu menunjang eksistensi perekonomian maritim. Berpindahnya geo-ekonomi dan geo-politik dunia dari bagian barat ke asia timur, dianggap banyak pihak mampu menjadi momentum yang baik bagi Indonesia untuk menggapai cita-cita menjadi poros maritim dunia. 

Namun, Bagaimana cara merealisasikan cita-cita Indoensia sebagai poros maritim dunia tersebut, jika permasalahan internal seperti disparitas harga antara Indonesia barat dan Indonesia Timur masih cukup tinggi karena tarif transportasi laut? Tentu cita-cita Poros Maritim Dunia tersebut kemudian dikhawatirkan banyak pihak hanya akan menjadi retorika semata, jika  akses laut Indonesia yang begitu luar biasanya tidak dapat mengatasi permasalahan ekonomi maritim seperti disparitas harga.



Untuk mampu membangun ekonomi kemaritiman yang begitu perkasa agar dapat merealisasikan gagasan Indonesia sebagai poros maritim dunia tentu bukanlah pekerjaan yang mudah bagi Presiden Jokowi. Untuk menunjang eksistensi cita-cita Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia, Jokowi telah menjabarkan 5 pilar utama yang diantaranya:


  1. Pilar pertama, bangsa Indonesia harus menyadari dan melihat dirinya sebagai bangsa yang identitasnya sangat ditentukan oleh bagaimana kita mengelola samudera.
  2. Pilar kedua, komitmen untuk mengelola maritim Indonesia untuk kepentingan rakyatnya sendiri. 
  3. Pilar ketiga, komitmen mendorong pengembangan infrastruktur dan konektivitas maritim. 
  4. Pilar keempat, Diplomasi maritim yang mengajak semua mitra Indonesia untuk bekerja sama pada bidang kelautan. 
  5. Pilar kelima, Kekuatan pertahanan maritim adalah harga mati yang harus dibangun oleh Indonesia.


Berbagai kebijakan telah diimplementasikan oleh Jokowi untuk mendukung eksistensi kelima pilar tersebut. Salah satu pilar yang paling menyedot perhatian publik untuk dinanti realisasinya adalah pilar ketiga, komitmen untuk mendorong pengembangan infrastruktur dan konektivistas maritim. Pilar ini merupakan pilar yang akan merangkul beberapa pembangunan infrastruktur maritim secara komprehensif yang salah satunya meliputi pembangunan tol laut.



Permasalahan ketimpangan harga antara daerah-daerah di Jawa dan Luar Jawa memang masih menjadi permasalahan yang serius. Jokowi pastinya mengerti, jika konektivitas merupakan solusi terbaik untuk mengatasi ketimpangan tersebut. Seperti data yang dipaparkan Databoks, (http://databoks.katadata.co.id/datapublish/2016/10/19/kurangi-ketimpangan-jokowi-rancang-101-proyek-konektivitas) "Konektivitas akan meningkatkan efisiensi dan kelancaran arus barang dan jasa antar wilayah di Indonesia. Pada 2017 nanti, alokasi pembangunan infrastruktur makin ditingkatkan menjadi Rp 346,6 triliun."  Dalam konteks gagasan Poros Maritim Dunia, permasalahan konektivitas antar pulau dapat diatasi dengan pembangunan infrastruktur laut seperti tol laut.

Pemerintah di berbagai kesempatan telah berkali-kali menegaskan jika tol laut merupakan program pioritasnya dalam pembangunan infrastruktur maritim. Ditetapkannya 24 pelabuhan sebagai simpul jalur tol laut, dibangunnya 47 pelabuhan non komersiil, dan target sudah terbangunnya 100 pelabuhan di tahun 2019 merupakan representasi dari keseriusan pemerintah dalam program pioritasnya ini. Jumlah kunjungan kapal di pelabuhan-pelabuhan Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Fakta menyebutkan bahwa hampir 70% perdagangan dunia berlangsung diantara negara-negara pasifik, dan 75%  hasil industri dan Sumber Daya Alam diperdagangkan melalui laut yang sebagian besarnya melalui laut Indonesia. 

Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, tentu dapat mengatasi permasalahan konektivitas antara pulau dengan adanya pembangunan tol laut. Kesejahteraan rakyat di seluruh pelosok nusantara pun diharapkan dapat semakin meningkat dengan adanya pembangunan tol laut ini. Tol laut merupakan jalur pelayaran bebas hambatan yang mampu menghubungan pulau-pulau di Indonesia. Ketika aksesibilitas antara pulau dan antara pelabuhan di Indonesia semakin mudah, maka kelangkaan barang seperti sembako atau BBM atau semen dapat teratasi. Teratasinya kelangkaan tersebut pada akhirnya tak pelak dapat membuat harga barang-barang yang didistribusikan menjadi lebih murah. Pemerataan ekonomi Indonesia pun akan tercapai dan gagasan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia tentu tidak akan menjadi retorika semata bila lautnya sendiri dapat adil kepada rakyatnya.

Untuk dapat mensosialisasikan tol laut kepada masyarakat, Presiden Jokowi dalam VLOG nya dengan tegas mengatakan pembangunan tol laut merupakan solusi karena laut akan menjadi sumber kekayaan dan kemajuan Indonesia. 

                    

Tol laut bukanlah tol diatas laut, namun lebih mengacu kepada rute-rute yang ditentukan Pemerintah dari pelabuhan-pelabuhan yang telah dibangun. Untuk dapat mengoptimalkan rute dan trayek, maka harus ada pelabuhan-pelabuhan yang dibangun. Mentri Perhubungan, Budi Karya Suma menegaskan jika pada tahun 2016 lalu jumlah trayek perintis Indonesia telah mencapai 96 trayek, dan tol laut 6 trayek. Pemerintah sendiri pada era Jokowi telah meresmikan pelabuhan-pelabuhan baru, seperti: 

  • Pelabuhan Tobelo
  • Pelabuhan Galela
  • Pelabuhan Tutu Kembong
  • Pelabuhan Teror
  • Pelabuhan wonrell

Tol laut di Indonesia sendiri selama era Jokowi, dengan pelabuhan-pelabuhan yang telah dibangun, telah merepresentasikan kesuksesan dalam memberikan solusi terkait disparitas harga. Sebagai contoh, harga semen di pulau sabu turun 14%, dan ayam ras di Wamena turun 49% setelah adanya tol laut. Tol laut kemudian dengan jelas merupakan solusi bagi disparitas harga di Indonesia Timur. Sebagai contoh spesifik, harga semen di Jayapura sebelum adanya tol laut adalah Rp. 100.000/sak, dan sekarang menjadi Rp. 80.000/sak. Harga ayam potong yang awalnya Rp. 80.000/kg menjadi Rp. 60.000/kg. Dan yang lebih dahsyatnya lagi, hara 1 teus kontainer di Jayapura sebelum adanya tol laut sebesar Rp. 23 juta/ teus dan menjadi Rp. 9 juta/teus setelah adanya tol laut.

Pembangunan infrastruktur-infrastruktur tol laut pada era Jokowi kemudian merupakan langkah konkrit Pemerintah untuk mengatasi berbagai permasalahan maritim seperti disparitas harga. Untuk menggapai cita-cita Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia, maka keadilan dan kesejahteraan rakyat dengan pemanfaatan maritim itu sendiri perlu ditekankan menjadi substansi. Jokowi dengan mempioritaskan pembangunan tol laut di perairan Nusantara kemudian telah merepresentasikan bahwa cita-cita Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia bukan hanya retorika, namun merupakan fondasi dari langkah konkrit untuk membuat laut Indonesia Merdeka.

Friday, April 14, 2017

National Treasure, Dwilogi Film Mystery-Adventure Terbaik!


Beberapa waktu yang lalu entah bagaimana awalnya, gue ketemu film Mystery -Adventure yang judulnya National Treasure. Setelah ditonton lebih lanjut, dapat ditraik kesimpulan kalau film ini adalah film keren yang kurang terekspos. Film bersequel ini punya ciri khas misteri dengan rasa yang bisa dibilang mirip kayak triloginya Tom Hanks (The Davinci Code, Angel and Demons, Inferno). Bedanya, kalau di triloginya Tom Hanks unsur agamanya lebih dikentalkan, maka di film National Treasure unsur pencarian harta karun yang lebih diolah menjadi suspense dengan taburan adventure yang dicampur misteri. 

This scene is so hilarious,,
Film ini sendiri adalah film dwilogi dengan judul film pertama National Treasure (2004) dan film ke 2 National Treasure: A Book of Secret (2007). Hal yang keren dari film dwilogi ini adalah film ini bukan hanya bisa menciptakan suasana suspense dengan tema petualangan-misterinya, namun juga bisa mengedukasi penonton tentang ilmu-ilmu sejarah.

Cast: 
Nicolas Cage - Benjamin
Diane Kruger - Abigail
Justin Bartha - Riley


Sinopsis National Treasure (2004)




Keluarga Gates adalah keluarga yang telah lama dikenal karena misi pencarian harta karunnya. Keluarga Gates percaya, ada sebuah harta tersembunyi dari abad ke 11 yang telah dibawa ke Amerika dan disembunyikan oleh tokoh terkenal seperti Thomas Jefferson dan George Washington. Sayangnya, dari masa ke masa keluarga Gates tidak pernah berhasil menemukan harta tersebut karena tak seorang pun dari Gates yang mampu memecahkan misteri tentang lokasi dimana harta tersebut berada. Namun tidak begitu bagi Benjamin Franklin Gates, berbeda dengan para leluhurnya yang menyerah dalam pencarian harta, Benjamin berusaha membuktikan kepada dunia bahwa pencarian keluarga Gates bukan hal yang sia-sia. 

Pencarian Benjamin kemudian berakhir dengan sebuah kode yang tertera di balik 'declaration of independence', surat deklarasi kemerdekaan yang ditandatangani untuk membuat Amerika merdeka. Permasalahan kemudian hadir karena declaration of independence merupakan surat yang sudah berusia ratusan tahun dan tersimpan di museum nasional Ameika dengan penjagaan yang sangat ketat. Dengan bantuan rekannya yang bernama Riley, berbagai cara pun mereka lakukan untuk dapat mengambil declaration of independence dan memecahkan kode yang ada dibaliknya.



Sinopsis National Treasure: A Book of Secrets (2007)




Kalau di National Treasure sebelumnya pencarian harta karun Benjamin Gates dimulai dari misteri yang ada dibalik surat deklarasi kemerdekaan Amerika yang ditandatangani Thomas Jefferson, maka di National Treasure berikutnya perjalanan Gates dimulai dari misteri kematian Abraham Lincoln, presiden ke 16 Amerika. Keluarga Gates percaya, sebelum kematian Lincoln yang tewas terbunuh, ada sebuah pesan rahasia tentang lokasi 'kota emas' yang diberikan kepada kakek Gates oleh pihak pembunuh Abraham Lincoln. Konspirasi tentang pembunuh Lincoln dan lokasi kota emas pun membuat Ben kembali melakukan pencarian harta. Masih dengan rekan-rekannya, perjalanan Ben membawaknya ke Mount Rushmore, Patung Liberty, sampai Menara Eiffel, White House, bahkan sampai skenario menculik presiden Amerika saat itu untuk mempertanyakan sebuah konspirasi tentang 'buku rahasia'.



My Review 


National Treasure menawarkan sebuah sensasi suspense dari pencarian harta karun yang sangat kental dengan misteri dan petualangan. Plot cerita dan scene yang dieksekusi membuat film ini bisa dibilang sebagai film tentang 'pencarian harta karun' yang paling keren. Yang jelas, film ini  berbeda dengan film tentang pencarian harta karun lainnya kayak Lost & Found (2016), yang udah capek-capek memecahkan misteri harta dan diakhiri dengan kenyataan kalau ternyata harta karun yang dicari cuma retorika karena harta yang paling berhaga adalah keluarga (WTF?!). 

Misteri demi misteri dari kode yang berhasil dipecahkan, yang kemudian membawa Benjamin berpetualang kesana kemari dan melakukan aksi-aksi menegangkan membuat film National Treasure ini terasa seperti film triloginya Tom Hanks (The Davinci Code, Angel and Demons, Inferno).









Intelegensi yang dimiliki dari Nicolas Cage di film ini memang bisa dibilang 11-12 dengan intelegensi Tom Hanks di The Davinci Code dan sequel-sequelnya dalam memecahkan sebuah kode. Selain Adventure-Mystery, situasi suspense juga diwarnai adegan action yang ditampilkan oleh Benjamin Gates untuk melawan pihak-pihak antagonis. Komedi yang ditaburkan juga membuat film ini terasa tidak membosankan dan sangat menarik untuk diikuti jalan ceritanya dari awal sampai akhir.  Bisa dikatakan, film National Treasure ini memiliki porsi yang sempurna dari beberapa elemennya. 

Hal yang menarik dari 'pencarian harta karun' di film dwilogi ini kemudian adalah pencarian harta karun yang selalu dimulai dari edukasi tentang sejarah Amerika yang direpresentasikan oleh declaration of independence dan misteri kematian Lincoln. Isu-isu sejarah yang ditabur fiksi kemudian menjadi menu dengan porsi Mystery-Adventure-Action-Comedy yang cukup mengenyangkan penonton. Kompleksitas teka-teki yang muncul di film ini memang bukan tipe teka-teki yang bisa mengajak penonton untuk ikut merasakan bagaimana menjadi seorang Benjamin, namun teka-teki yang disajikan tetap bisa mengundang rasa ketertaikan penonton karena pemecahan yang disampaikan dengan edukas-edukasi tentang sejarahnya.

Untuk ukuran film dwilogi, film dengan durasi yang sama-sama lebih dari 2 jam ini adalah film yang sangat menarik untuk dinanti triloginya. 

                   

                  

Monday, April 10, 2017

Bedanya Nonton Bola Dulu dan Sekarang...


Setelah udah lumayan lama nggak nonton liga inggris secara langsung di tv, akhirnya kemarin pagi gue (bisa) nonton lagi. Tv swasta zaman sekarang memang kejam. Kalau malem weekend lebih milih nyiarin sinetron sama acara dangdut daripada nyiarin bola, khususnya Liga Inggris. Sepintas, penggemar liga inggris terlihat seakan kalah pamor dibanding emak-emak penggemar sinetron atau bapak-bapak pecinta akademi dangdut. 

Nggak sia-sia gue bangun jam 2. Padahal nggak perlu nonton juga gue tau siapa yang bakalan menang. Match Chelsea - Man City kemarin bahkan gue kira nggak disiarin di tv lokal. Gue udah sengaja bangun jam 2 pagi berniat buat streaming bola di internet, tapi ternyata takdir berkata lain saat itu. Internetnya mati bro. Gue kecewa, gue putus asa, gue gundah gulana, gue hampir melanjutkan tidur lagi, sampai akhirnya ada bisikan dari roh kudus yang turun dalam bentuk lidah-lidah api seraya berkata.. 

"Bro, buka RCTI bro.."

Gue buka RCTI, dan ternyata.. match tersebut disiarkan RCTI saudara-saudara. Untung matchnya jam 2 pagi. Coba kalau matchnya dibawah jam 12 malam, mungkin yang nongol chelsea olivia, bukan chelsea fc. 



Gue adalah penggemar chelsea fc sejak zaman dahulu kala. Sejak dari kelas 3 SD, lebih tepatnya. Jadi wajar kalau dari dulu gue cukup fanatik sama tim ini. Dulu gue fanatik, tapi sekarang biasa aja nggak terlalu fanatik. Setelah menonton match Chelsea kemarin, gue tersadar kalau nonton bola zaman sekarang itu beda sama nonton bola zaman dulu. Beda deh kalau dibandingin, waktu nonton bola dulu pas gue masih fanatik-fanatiknya sama sekarang. Nontonnya sama, tapi aktivitasnya beda.

Kalau sekarang, gue nonton ya nonton aja, paling cuma ngeliat mainnya bagus atau enggak sekalian ngeliatin sepatu pemain-pemainnya biar tau sepatu bola mana yang lagi trend. Kalau dulu, waktu 2012-2013, nonton bola itu belum lengkap rasanya kalau belum.... ngetweet. Kadang malah lebih fokus ke ngetweetnya daripada nontonnya. Serius deh.. 

Nonton bola belum nonton bola rasanya kalau belum ngetweet. Tiap kali Chelsea main, gue pasti ngetweet. Mau mainnya di hari biasa waktu paginya gue sekolah, gue tetep terjaga sampai malam buat nonton, terus ngetweet, terus teler di sekolah. Pernah beberapa kali gue nggak tidur malah, pulang sekolah baru tidur. Kurang fanatik apa tuh..


final ucl 2012..



Alay ah

girang amat bang

Tahun 2012 dan 2013 itu bisa dibilang tahun-tahunnya twitter banget. Spesies celeb tweet dan akun-akun asmara lagi ngehits di tahun-tahun itu. Nggak terkecuali, akun-akun fanbase tim sepakbola dan pemain-pemainnya. Karena di tahun-tahun itu gue masih SMP yang dimana daripadanya dapat dikatakan kalau penyakit alay masih sangat kuat menjangkiti gue, maka katakan saja gue adalah penggemar bola yang cukup alay. Atau lebih tepatnya, penggemar bola yang cukup alay yang doyan ngetweet kalau lagi nonton bola dan hobi mention fanbase-fanbase bola buat minta followback. 

Selain doyan ngetweet setiap ada match bola, dulu gue juga hobi minta followback fanbase-fanbase tim sepak bola. Kurang lebih fenomena ini sama kayak fenomena yang menjangkiti K-Popers gila di twitter yang doyan minta followback fanbase-fanbase K-POP abis itu selalu nge-reply, retweet, dan melakukan hal-hal berbau boyband atau girlband lainnya sampai satu timeline isinya muka cowok berponi semua. Kurang lebih fenomenanya sama kayak gitu, tapi ini gue versi penggemar sepak bolanya.

Jadi dulu ada beberapa akun fanbase pemain sepakbola chelsea yang suka open followback. Biasanya mereka akan memberi pertanyaan, barang siapa yang berhasil menjawab pertanyaan itu secara cepat maka mereka akan di followback. Gue selalu ikut yang kayak begituan dulu, sampe.. akhirnya lumayan banyak akun fanbase yang ngefollow. Biasanya sih akun-akun ini diawali dengan nama "Indo" atau diakhiri dengan nama "id" dibelakang nama usernamenya. Jadi misalnya nama pemainnya adalah David Luiz, maka nama fanbasenya adalah IndoDavidLuiz. Selain akun-akun fanbase, gue juga suka minta followback sama akun official supporter chelsea (CISC) di berbagai regional. Sungguh alay yang rajin minta followback. 

Follow-followan sama akun-akun fanbase membuat gue jadi sering berinteraksi juga sama follower-followernya yang juga sesama penggema Chelsea. Sampai akhirnya gue saling follow sama beberapa fans Chelsea yang lebih tua beberapa tahun dari gue. Entah itu cewek atau cowok, yang jelas lebih tua. Mungkin rata-rata mereka udah pada kuliah atau bahkan udah pada kerja. Setiap kali Chelsea main, pasti mereka juga selalu ngetweet di timeline sama kayak gue. Awalnya gue cukup sering mention-mentionan diskusi ngejokes tentang chelsea bareng mereka. Hingga akhirnya mungkin mereka sudah mengetahui identitas gue waktu itu adalah anak SMP. Gue mulai dikucilkan dari dunia persilatan. 

Bukan cuma tentang Chelsea, dulu gue juga hobi ngetweet tentang tim lain. Entah itu mengekspresikan cibiran atau kekaguman, yang jelas mengkritisi seluruh perilaku pemain dan tim baik dari dalam maupun luar, kayak tweet-tweet ini contohnya:




udah mencibir, typo lagi..


INI KENAPA GUE SAMPE PERHATIIN DIMANA SALONNYA..
KENAPAHHH
YA TERUS KENAPA KALAU DIA PAKE POMADE
KENAPAHHH

Waktu menginjak kelas 10, gue mulai menjadi remaja yang rentan galau, gue mulai meninggalkan twitter dan lebih asik main di Instagram. Dan waktu kelas 11, gue mulai nyoba buka-buka twitter lagi dan.. ternyata twitter telah ditinggal penghuninya. Semua penghuni, termasuk akun-akun fanbase dan teman-teman fans Chelsea yang dulu sering ngetweet juga. 

Nonton bola dulu dan sekarang jelas berbeda buat gue. Dulu walaupun gue nonton sendiri, tapi rasanya kayak nonton rame-rame karena di twitter selalu ada orang-orang yang senasib sepenanggungan yang ngetweet juga setiap Chelsea main. Interaksinya, Tweetnya, dan curahan-curahan lainnya tentang match seakan-akan mengisyaratkan kalau gue nggak nonton sendirian. Tapi sekarang, nonton bola ya nonton aja. Nonton bola baru kerasa rame, kalau gue ikut temen nobar ke tempat tertentu.

Friday, April 7, 2017

Sinopsis & Review Limitless (2011), Ketika Kapasitas Otak Bekerja Tanpa Batas


Menurut penelitian, manusia hanya bisa mengoptimalkan sekian persen kapasitas otaknya. Ada yang bilang hanya 10%, ada yang bilang hanya 20%, yang jelas hanya "sekian" persen saja. Lalu apa jadinya ketika manusia bisa mengoptimalkan kemampuan otak mereka sampai dengan 100%? Bisa jadi kaya dalam sekejap, bisa dapet beberapa cewek cantik dalam semalam, dan bisa mati, begitulah setidaknya menurut film Limitless (2011) kalau manusia bisa mengendalikan 100% kapasitas otaknya.

Limitless bukanlah film baru buat gue. Gue udah nonton film ini 2 kali, dan kemarin yang ke 3. Alasan gue nonton film ini 3 kali bukan karena film ini bagus banget, tapi karena dulu waktu gue tonon film ini pertama kali pas kelas 11 gue agak kurang ngerti. Dan setelah gue tonton untuk kedua kali juga gue kurang ngerti. Dan akhirnya setelah menonton untuk ketiga kalinya tanpa melewatkan setiap adegan, akhirnya gue mengerti.. gue ngerti kalau film ini adalah film yang akan sulit dimengerti kalau kita nonton film ini sambil ngeskip-ngeskip adegannya.

Karena dulu rasa kantuk merundung gue saat menonton film ini, akhirnya gue nonton film ini sambil ngeskip beberapa adegan yang ada. Dan percaya atau tidak, ketika film ini udah masuk ke pertengahan, maka penonton akan dibuat pusing kalau ngeskip adegan-adegan yang ada karena setiap scene setelah pertengahan film mengandung skenario baru yang seharusnya tidak dilewatkan. Mungkin film thriller-scifi keluaran tahun 2011 yang membahas optimalisasi 100% kapasitas otak manusia ini akan terdengar sama seperti film Lucy (2014) yang juga membahas tentang manusia dan 100% kapasitas otaknya. Tapi tenang, cerita, warna, dan gaya yang ditawarkan film ini jauh berbeda dari film Lucy. 

Cast: 
Bradley Cooper - Eddie
Abbie Cornish - Lindy
Robert De Niro - Carl Van Loon


Sinopsis Limitless



Eddie Morra adalah seorang penulis yang telah lama kehilangan masa jayanya. Masa depannya pun terancam suram karena karirnya sebagai penulis tidak berjalan lancar dan kerap dirundung frustasi juga depresi. Suatu hari, ia bertemu dengan Vernon, adik iparnya. Tanpa disangka-sangka, pertemuannya dengan Vernon akan mengubah kehidupannya selamanya. Vernon menawarkan eddie sebuah pill atau obat yang bernama NZT-48 dimana setiap orang yang mengkonsumsinya dapat mengakses 100% kemampuan kapasitas otaknya. Hal-hal cemerlang mulai datang ketika Eddie mencoba obat itu, mulai dari hari itu, Eddie mulai mengalami ketergantungan dengan NZT-48. Namun seiring berjalannya waktu, hal-hal cemerlang yang awalnya hadir perlahan berubah menjadi hal-hal buruk yang tak ia duga sebelumnya.





Review Limitless


Limitless menawarkan sebuah warna film thriller-scifi dengan bumbu mystery yang berkelas dan cukup unik. Eksekusi awalnya yang tidak terburu-buru membuat penonton nyaman untuk mengikuti alur ceritanya. Meskipun sedikit mengundang rasa kantuk di pertengahan film, namun  cerita unik yang ditawarkan tetap dapat mempertahankan ketertarikan penonton.

Ketertarikan penonton akan terpancing ketika efek kecemerlangan Eddie mulai lahir karena mengonsumsi NZT-48. Pertanyaan-pertanyaan yang bermain di pikiran penonton seperti, "Apa jadinya kalau gue punya obat ini?" menunjukkan umpan dari sang sutradara Neil Burger telah berhasil digigit oleh penonton. Cukup menarik memang, menanti skenario apa yang akan dilakukan Eddie dalam menyelesaikan masalahnya ketika berhasil menelan atau bahkan 'menjilat' NZT-48.






Visualisasi yang ditawarkan film limitless ini terbilang cukup 'pas'. Permainan warna sebelum dan setelah Eddie Morra mengonsumsi NZT-48 menunjukkan kesan Before-After yang cukup apik. Selain itu, konflik yang ditawarkan di film ini praktis dipicu leh NZT-48 itu sendiri. Mulai dari asmara sampai karir dari Eddie Morra, dan beberapa ancaman kejahatan lainnya muncul karena NZT-48. 

Intelegensi dan kecemerlangan Eddie Morra dalam menyelesaikan konflik merupakan daya tarik utama dari film ini. Limitless menawarkan sebuah cerita prediktif yang tentunya fiktif tentang apa jadinya ketika seorang pria bisa merubah hidup banyak orang dengan cara menggunakan 100% kemampuan otaknya. Meskipun masalah diceritakan silih berganti hadir, namun kecemerlangan membuat masalah tersebut silih berganti tumbang sampai pada akhrinya tercipta lah sebuah solusi.

Film yang diadaptasi dari novel dengan judul The Dark Fields ini ternyata juga telah diangkat menjadi tv series di tahun 2015. Limitless memang terbilang cukup berhasil dalam mengeksekusi cerita yang berlandaskan misteri bagi publik tentang manusia dan kapasitas otaknya. Cerita fiktif yang ditawarkan tentang Eddie Morra dengan 100% kapasitas otaknya bisa dibilang masih lebih 'masuk akal' ketimbang Lucy dan 100% kapasitas otaknya yang jauh lebih scifi di film Lucy (2014). Rating 7.4 di IMDB untuk film ini pun bisa dibilang cukup 'pas'. 


                       


b:if cond='data:blog.pageType != "item"'>