Thursday, July 20, 2017

Dewan Perwakilan Rakyat, atau Dewan Perwakilan Partai Oposisi?


Indonesia adalah rumah bagi lebih dari 250 juta jiwa warga. Tapi sayangnya, untuk rumah dengan penghuni sebesar itu, konflik internal antara petinggi DPR dan pemerintahan yang berkuasa kian hari terasa kian masif. Kedua pihak seakan tak pernah lelah beradu statement publik untuk menunjukkan kebijakan siapa yang paling mewakili rakyat, dan kebijakan siapa yang tong kosong nyaring bunyinya. Substansi dari 'loyo'-nya  harmonisasi antara petinggi DPR dengan pemerintah era Jokowi ini sebenarnya bukan hal yang sulit untuk diinterpretasi. "Kepentingan politik", merupakan substansi yang membuat Pemerintah dan DPR selalu bersebrangan dan sukar untuk duduk mesra. 

Jengkel nggak sih, headline berita lagi-lagi isinya sindir-sindiran petinggi DPR dengan Pemerintah? Kekuasaan yang seharusnya dimanfaatkan untuk mengaloksikan nilai malah terkesan disetir menjadi permainan oleh partai oposisi untuk menjatuhkan image pemerintahan yang berkuasa. Hal semacam ini kemudian yang membuat Indonesia stagnan di beberapa bidang. Ketika negara lain sudah memikirkan bagaimana berwisata ke bulan, bagaimana menciptakan mobil terbang, bagaimana menciptakan mesin waktu, Indonesia masih stagnan dengan polemik antara Pemerintah dan DPR yang sering berbeda cara pandang.

Tidak bersikap tendensius dalam menyikapi fenomena disharmonis Pemerintah dengan orang-orang tertinggi di DPR ini tentu merupakan hal yang sangat sulit. Jika kita memihak partai pemerintahan maka kita tentu cenderung akan mendukung segala kebijakan pemerintah, tapi kalau kita mendukung partai oposisi saat ini mungkin mendukung kebijakan DPR adalah hal yang cukup rasional. Jadi, apakah kritikan DPR yang sering kali disampaikan oleh Pak Fahri Hamzah dan Pak Fadli Zon itu rasional? Kalau menurut saya sih, no. 


Nyinyir mulu bang

DPR itu Dewan Perwakilan Rakyat, bukan Dewan Perwakilan Partai Oposisi. Yang diwakili rakyat, bukan partai oposisi. Tapi kenapa kebijakan-kebijakan yang diambil Pak Jokowi dan para mentri untuk mewakili rakyat sering kali di-'nyinyir' oleh Bung Fahri dan Bung Fadli? Mungkin karena kebijakan yang diimplementasikan pak Jokowi terdengar cukup nyeleneh, atau mungkin.. karena Bung Fadli dan Bung Fahri sama-sama dari partai oposisi? Intersubjektivitas.


Nyanyian Bung Fahri dan Bung Fadli di akun Twitter masing-masing kalau diamati pakai hati memang terasa cukup sadis. Hampir setiap kebijakan besar atau aktivitas yang diambil dan dilakukan pak Jokowi yang sebenarnya memiliki dasar yang jelas selalu dikritisi. Menjadikan hari Pancasila sebagai hari Nasional dinyinyir, Perppu Ormas Radikal dinyinyir,  keluarga Presiden ke Jerman pakai dana pribadi dinyinyir, semuanya dinyinyir. Nyinyir mulu, bang. 

Nyinyir tanpa dasar yang kuat pada akhirnya tidak akan lebih dari argumen yang dipaksakan. Kalau dibedah sendiri satu per satu substansi dari nyinyiran Bung Fadli dan Bung Fahri ini, yang ada emosi sendiri. Yang membuat gregetan sebenarnya adalah nyinyiran yang disampaikan bukanlah nyinyiran yang 'berbobot'. Kenapa sebagai 2 wakil rakyat tertinggi di bangku dewan, yang mereka kritisi bukan tentang permasalahan seperti korupsi? Kenapa justru permasalahan yang bukan masalah dipermasalahkan? Kenapa salah satu isu korupsi malah dianggap mitos? Kenapa saat parta oposisi mereka cenderung diuntungkan dengan isu sara saat Pilkada DKI 2017 lalu mereka tidak memberi nyinyiran yang 'sadis' bagi para pemakai isu sara? Mungkin karena kebijakan yang diimplementasikan pak Jokowi terdengar cukup nyeleneh, atau mungkin.. karena Bung Fadli dan Bung Fahri sama-sama dari partai oposisi? Intersubjektivitas.

Pelemahan KPK Termasif?



Akhir-akhir ini headline berita sedang dipanaskan dengan hak angket DPR ke KPK yang dinilai banyak pihak justru menjadi pelemah KPK. Melemahkan kredibilitas dan kinerja KPK, lebih tepatnya. Polemik tentu bergejolak di tengah masyarakat. Tapi yang menarik perhatian gue disini bukan tentang hak angketnya, tapi tentang argumen dari Bung Fahri tentang KPK. Bung Fahri disini seakan ingin mengkonstruksi pandangan yang melemahkan kredibilitas KPK dan bahkan di salah satu statementnya dengan tegas beliau katakan 'KPK harusnya dibubarkan'. Bukan hanya KPK, komnas HAM bahkan beliau katakan juga harus dibubarkan. Kebayang kan, bagaimana Indonesia tanpa KPK dan Komnas Ham?

Ada yang mau jawab pertanyaan mudah ini?

Isu pelemahan KPK kalau diperhatikan dengan seksama selalu muncul di setiap era kepemimpinan di satu dekade terakhir. Pihak yang melemahkan pun beraneka ragam. Mulai dari institusi keamanan, wakil rakyat, sampai bahkan 'presiden'. Waktu gue kelas 6 SD dulu, headline berita dipenuhi dengan Cicak vs Buaya, yakni perseteruan antara polri dan KPK. Beberapa tahun kemudian setelah presiden berganti dari SBY menjadi Jokowi, Cicak vs Buaya nyatanya bukan terputus rantainya malah melahirkan jilid keduanya. Isu lain yang tak kalah membuat gaduh negara adalah isu penangkapan Antasari Azhar yang dinilai banyak pihak sebagai aksi yang semena-mena oleh (tau sendiri lah ya siapa). 

Sekarang, isu pelemahan KPK bukannya semakin teratasi namun malah semakin masif. Disiram air keras, hak angket DPR, sampai ingin dibubarkan oleh wakil rakyat  menjadi bentuk representatif jika pelemahan KPK di era sekarang ini merupakan pelemahan KPK termasif. Mungkin cukup lucu, ketika banyak dari mereka yang bersenandung untuk membrantas korupsi tapi yang mereka lakukan bukan membrantas korupsi namun melemahkan institusi pembrantas korupsi. Entahlah, mungkin mereka sedang dag dig dug ser dengan kasus E-KTP yang sedang 'panas'.

Pada akhirnya, ketika negara lain sudah bicara tentang luar angkasa,  Indonesia masih sibuk dengan konflik disharmonis Pemerintah dan DPR. Ketika negara lain sudah memandang indah dan bulatnya bumi dari luar angkasa, rakyat Indonesia masih berdebat tentang bentuk bumi datar atau bulat. Tidak heran kemudian jika perdebatan Apakah bumi itu bulat atau datar benar-benar menjadi polemik, orang dana untuk pendidikannya di korupsi sama wakil rakyatnya.... sekarang institusi pemebrantas korupsinya mau diberantas juga malah. 
he-he-he.

Saturday, July 15, 2017

Melindungi Hutan Gambut, Harga Mati untuk Menjaga Indonesia


Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki kawasan hutan terbesar di dunia dengan tipe hutan yang sangat variatif dan akumulasi luas hutannya mencapai lebih dari 130 juta ha. Dari jenis dan tipe hutan yang sangat variatif, sepuluh persen diantaranya merupakan hutan lahan gambut, yang ekosistemnya mampu menjaga kestabilan iklim dunia karena menyimpan sepertiga cadangan karbon di dunia. Bukan rahasia lagi kemudian jika Indonesia merupakan rumah dari lahan gambut tropis terbesar di dunia. Bayangkan, luas lahan gambut kita mencapai 14,9 juta hektar atau lebih luas daripada Pulau Jawa dengan perkiraan penyimpanan karbon yang mencapai 22,5-43,5 gigaton karbon

Coba pejamkan mata kalian, lalu bayangkan, betapa besarnya emisi yang bisa dilepaskan oleh 17-33 miliar mobil pribadi selama setahun. Ya, seperti itulah jumlah karbon yang terdapat di hutan gambut kita. Kapasitas tanah gambut yang mampu menyimpan air hingga 13 kali bobotnya pun kemudian semakin mempertegas eksistensi hutan lahan gambut baik untuk alam maupun bagi manusia. Mulai dari meminimalisir dampak bencana seperti banjir, sebagai cadangan karbon dunia, sampai dampak positifnya bagi perekonomian masyarakat lokal menjadi bentuk representatif dari fungsi hutan lahan gambut yang begitu besar bagi dunia. Flora dan fauna pun dapat hidup dengan tenang dan aman di hutan gambut.



Sekarang buka mata kalian, lalu gunakan kuota internet kalian untuk mencari tahu apa yang terjadi dengan hutan Sumatera dan Kalimantan pada pada tahun 2015. Kenyataan yang akan didapatkan sungguh pelik, karena di tahun itu Indonesia dilanda kebakaran hutan dan lahan gambut yang sangat luar biasa dan menyebabkan kerugian finansial mencapai Rp. 220 triliun. Tentu bukan hanya kerugian finansial yang menerpa kita kala itu, kerugian lainnya mulai dari kesehatan sampai hubungan diplomatik pun terlahir dari peristiwa yang didalangi oleh oknum tidak bertanggung jawab itu. 

Jika kita menilik lebih lanjut, maka kita akan mendapati fakta jika lebih 120.000 penduduk terserang penyakit pernapasan, Gangguan akses terhadap pendidikan akibat ditutupnya sekolah, Terputusnya jaringan transportasi akibat berhentinya aktivitas di bandaraLepasnya emisi gas rumah kaca (GRK) yang hampir setara dengan total emisi harian GRK Amerika Serikat, sampai terancamnya keanekaragaman hayati, seperti musnahnya fauna dan hilangnya habitat serta pangan bagi fauna. Dampak yang sangat mengerikan bagi Indonesia dan dunia tentunya, mengingat 52% lahan yang terbakar merupakan lahan gambut yang memiliki peran sangat penting bagi cadangan karbon dunia.  

Isu perubahan iklim atau climtae change memang merupakan isu yang sedang marak diperbincangkan di beberapa dekade belakangan ini. Musibah kebakaran hutan di Indonesia merupakan salah satu fenomena yang kemudian memicu peubahan iklim dunia. Emisi gas rumah kaca yang dihasilkan kemudian dapat mempengaruhi perkembangan Indonesia di seluruh sendi kehidupan. Tentu masyarakat di sekitar lahan yang terbakar merupakan pihak yang paling dirugikan saat itu dari segi kesehatan, ekonomi, dan juga pendidikan. Bukan hanya kelestarian flora dan fauna yang terusik kala itu, kelestarian hubungan diplomatik Indonesia dengan negara tetangga pun ikut terusik.  


Permasalahan pembakaran hutan yang menciptakan kebakaran hutan tentu bukan merupakan cerita baru bagi pemerintah Indonesia. Di setiap tahunnya, kasus serupa terus mengusik hutan Indonesia dan tentunya mengusik iklim dunia. Langkah yang diambil pemerintah dinilai banyak pihak tidak merepresentasikan langkah yang preventif yakni mencegah lebih baik daripada mengobati, namun cenderung 'mengobati' setelah terluka parah. Untuk menjaga hutan gambut demi menjaga Indonesia, pemerintah tentu memiliki banyak pekerjaan rumah karena substansi dari solusi yang seharusnya diambil bukan hanya melakukan restorasi hutan gambut namun juga berperang melawan pihak-pihak 'nakal'.


Restorasi merupakan substansi dari solusi untuk masalah deforestasi seperti pembakaran hutan. Selanjutnya, perhatian akan tertuju kepada bagaimana pemerintah mengimplementasikan kebijakan untuk merestorasi hutan gambut. Untuk dapat kembali melindungi iklim di Indonesia, untuk dapat kembali menjaga cadangan karbon di dunia, langkah yang dapat ditempuh pemerintah tidak lain adalah dengan melakukan restorasi lahan gambut. Restorasi tanah gambut sendiri di Indonesia telah memiliki payung hukum yang jelas, yakni Peraturan Menteri no.16/ 2017 tentang Pedoman Teknis Restorasi Fungsi Ekosistem Gambut dan Peraturan Presiden no. 1/2016 tentang Pembentukan Badan Restorasi Gambut

Di bawah Badan Restorasi Gambut, langkah untuk merestorasi lahan gambut sendiri didasari dengan pendekatan 3R yang meliputi rewetting, revegetasi, dan revitalisasi. Pelaksanaannya pun memiliki sistem yang baik dan jelas. Adapun langkah merestorasi lahan gambut adalah sebagai berikut,

  1. Memetakan Gambut
  2. Menentukan Jenis, Pelaku, dan Waktu Pelaksaan Restorasi
  3. Rewetting
  4. Revegetasi
  5. Memberdayakan Masyarakat Lokal

Restorasi di bawah Pemerintahaan Presiden Jokowi nampaknya benar-benar serius dalam mengimplementasikan kebijakan restorasi. Presentase lahan yang ditargetkan pun tidak muluk-muluk, yakni Tahun 2016 sebesar 30%, Tahun 2017 sebesar 20%, Tahun 2018 sebesar 20%, Tahun 2019 sebesar 20%, dan Tahun 2020 sebesar 10%. 

Selain menghajar deforestasi dengan restorasi, menindak tegas perusahaan dan oknum-oknum nakal pelaku pembakaran hutan pun harus dilakukan. Pencabutan izin terhadap perusahaan yang lalai ataupun yang terlibat sebagai aktor pembakaran hutan di bawah pemerintahan Jokowi pun mulai ditindak secara tegas tanpa pandang bulu. Perlindungan total terhadap lahan gambut pun telah menjadi pioritas utama Presiden Jokowi dengan berkoordinasi dengan Mentri Kehutanan.


Sebagai warga sipil, tentu kita tidak memiliki wewenang dan kemampuan seperti pemerintah dalam melindungi lahan gambut. Kita tidak dapat mengimplementasikan kebijakan, kita tidak dapat dengan seenaknya membrantas oknum nakal, namun itu semua tidak berarti jika kita tidak dapat memberi kontribusi untuk melindungi hutan gambut. Hal yang dapat kita lakukan untuk berperan aktif dalam memberi kontribusi untuk melindungi hutan gambut adalah dengan memantau perkembangan realisasi restorasi. Melalui informasi, kita dapat berkontribusi dalam beropini mengenai program pemerintah dan membantu pemerintah untuk mengoptimalkan upaya perlindungan hutan gambut. 

Pantau Gambut merupakan media yang menggabungkan teknologi, kolaborasi data, dan jaringan masyarakat untuk memberikan informasi bebas biaya seputar restorasi lahan gambut di Indonesia. Dengan teknologi terkini, kita dapat memantau perkembangan restorasi lahan gambut secara transparan dan terus mendapatkan informasi terkini seputar kebijakan pemerintah atau kabar terkini tentang restorasi. Selain itu, fitur berbagi cerita pun dapat merangkul opini warga sipil seperti kita untuk mengkritisi perkembangan program pemerintah atau dinamika permasalahan lahan gambut di Indonesia. #PantauGambut

Hutan gambut bagaimanapun tidak bisa dipungkiri memiliki peran yang sangat krusial bagi terjaganya iklim baik di Indonesia maupun dunia. Dengan kebijakan pemerintah dan peran aktif kita, Indonesia dapat menjaga hutan gambutnya dengan lebih baik. Menjaga hutan gambut kemudian merupakan langkah yang sangat penting, karena dengan menjaga dan melindungi hutan gambut maka kita telah ikut menjaga Indonesia dan dunia. 

Friday, July 14, 2017

Forrest Gump (1994), ketika Ketekunan Mengalahkan Intelektualitas


"My mama always said 'life was like a box of chocolates you never know what you're gonna get". 

Quotes tersebut mungkin bisa dibilang merupakan salah satu movie quotes paling populer di akhir abad ke 20. Yap, adegan legend Tom Hanks muda dan bangku taman tentu akan menjadi penyegar memori kalau ada yang mengutip quotes tersebut. Sebagai film legend yang katanya 'inspirasional' banget, mungkin cukup telat bagi gue untuk menonton film Forrest Gump ini di tahun 2017. Tapi itu bukan masalah, karena waktu tak akan pernah merubah esensi dari film yang memang bagus. 

Cast:
Tom hanks - Forrest Gump
Robin Wright - Jenny 


Sinopsis Forrest Gump:

Forrest Gump adalah seorang anak yang kecerdasannya dibawah rata-rata dan sering menjadi bahan olok-olok orang disekitarnya. Dengan iq hanya 75 dan kaki yang membutuhkan penyangga, masa kecil Forrest Gump terasa sangat berbeda dengan masa kecil anak-anak lainnya. Meskipun begitu, ada 2 orang wanita yang senantiasa selalu mendukung Gump. Wanita itu adalah ibunya dan juga Jenny, wanita yang sejak lama ia cintai. Dengan ketekunan yang begitu gigih, Forrest Gump ketika beranjak dewasa berhasil melakukan banyak petualangan dan menaklukkan banyak rintangan meski dengan kecerdasannya yang dibawah rata-rata. Petualangannya tentu ditemani dengan konflik demi konflik yang hadir mewarnai kehidupan Gump.



Review Forrest Gump:

Forrest Gump merupakan film tentang kehidupan yang cukup legend. Banyak aspek yang membuat film keluaran 1994 ini begitu sepsial, entah itu dari quotes cokelatnya, entah itu dari sepatu Nike nya, atau dari ceritanya sendiri. Pengenalan dan ceritanya cukup asik untuk diikuti, meskipun alurnya cenderung lamban karena alur film drama kehidupan. Film ini sendiri hampir seluruh bagiannya merupakan flashback dari cerita Forrest Gump itu sendiri di bangku taman. 




Salah satu hal yang menarik dari film ini adalah Tom Hanks muda yang somehow terlihat seperti Channing Tatum. Gue sendiri sempat gagal paham kenapa Channing Tatum bisa awet muda dari tahun 1994 sampai 21 jump Street, dan ternyata Forrest Gump bukan si Tatum melainkan si Hanks. Bahkan anak-anak trilogi Davinci Code mungkin akan banyak yang nggak mengenali Tom Hanks di kala muda ini.

Kisah Forrest Gump sendiri merupakan adaptasi dari novel yng ditulis di tahun 1986, dan yang kemudian menarik bagi gue dari karakter Forrest Gump ini adalah Gump dengan keluguan hatinya berhasil menunjukkan kepada orang-orang di sekitarnya kalau ketekunan mampu mengalahkan intelektualitas. Bahkan untuk seorang pria dengan iq 75 sekalipun, bisa jauh lebih berhasil ketimbang pria dengan iq yang jauh lebih tinggi. 

Perjuangan Gump diwarnai dengan berbagai kisah menarik dari berbagai hal yang dia lakukan. Advanture dan romance kemudian akan terasa begitu kental di pertengahan dari film ini. Selalu ada cerita menarik dan inspiratif dari setiap petualangan yang Gump lakukan, mulai dari kisahnya yang hebat berlari karena sering di bully, sampai masuk ke marinir atau menjadi kapten kapal. 





Film ini tidak sepenuhnya menggunakan alur flashback dari awal sampai akhir, tapi juga menggunakan alur maju di adegan menuju endingnya. Kayak film-film beralur flashback kebanyakan, sih.  Setelah berpetualang kesana kemari, film ini diakhiri dengan bumbu romansa yang cukup pelik. Dari keunikan cerita, film dengan durasi hampir dua setengah jam ini merupakan film yang layak tonton meskipun bisa dibilang termasuk kedalam salah satu film jadul. Believe me, you should watch this movie, because this movie is kind of movie that can motivate you and change your personal identity.


                   

Saturday, July 1, 2017

Terkuak! 5 Negara Penghasil Film Thriller-Mystery Terbaik, Nomor 4 Bikin Geleng-geleng


Sebagai penggemar sejati genre Thriller-Mystery, menurut gue film thriller misteri yang berkelas adalah film yang memiliki alur cerita yang menarik dan mampu merangsang suasana suspense penontonnya, sementara dari negara apa film itu dirilis bukanlah sebuah indikator yang berarti. Tapi sayangnya, banyak orang awam yang memiliki stereotype tentang film yang bagus tergantung dari negaranya, misalnya film dari negara ini udah pasti bagus dan berkelas karena teknologi per-filmannya yang sudah sangat maju sementara film dari negara itu udah pasti jelek karena film di negara itu punya ciri khas pemerannya suka nari-nari di tengah adegan. Itu stereotype yang ngaco, sobat. Negara tidak menentukan sebuah film bagus atau enggak, negara hanya merepresentasikan 'budaya' dan warna dari sebuah film, camkan itu. 

Substansi dari bagus atau enggak sebuah film semuanya kembali ke cerita, alur, dan mungkin visualisasi. Dari negara mana film itu diproduksi sama sekali bukan faktor penentu. Sebagai penggemar sejati genre Thriller-Mystery, gue sendiri udah pernah nonton film dari negara-negara yang sebenarnya cukup jarang dilirik industri perfilmannya kayak Wild Tales (Argentina), La Casa Del Fin De Los Tiempos (Venezuela), sampai film-film kelewat jadul kayak Rear Window (1954) dan Vertigo (1958). Mungkin untuk kaum awam, menonton film dari negara Amerika latin dan film yang kelewat jadul adalah perilaku yang mungkin cukup 'freak'. Tapi percayalah, kalaian tidak akan tahu bagus atau tidak sebelum kalian mencoba. 

Sebagai penggemar sejati genre Thriller-Mystery yang sudah banyak menonton film thriller misteri dari berbagai negara, berikut mari kita 'kuak' daftar 5 Negara Penghasil Film Thriller-Mystery Terbaik, Nomor 4 Bikin Geleng-geleng. Kenapa nomor 4 bikin geleng-geleng? Baca aja sendiri ya...

1. Korea


Kalau diingat-ingat, 3 dari 5 film thriller ter-suspense yang pernah gue tonton adalah film thriller Korea, seperti.. Montage, The Five, dan Cold Eyes yang kebetulan ketiganya diproduksi di tahun 2013. Korea dalam genre Thriller-Mystery selalu berhasil menawarkan cerita berkelas entah dari misteri atau pengungkapannya. Karena bagaimanapun, film yang di mix dengan genre 'Misteri' harus memiliki cerita yang menarik baik dari misteri ataupun cara pengungkapannya. Film Thriller-Mystery Korea juga selalu memiliki ciri khas yang menarik. Entah dari sistem peradilan di Korea seperti 'limit 15 tahun' yang sering dijadikan instrumen dalam film, atau budaya dari detektif dan kepolisian korea itu sendiri.

Kali pertama gue mulai mencicipi Thriller Mystery Korea adalah saat kenaikan kelas dari kelas 9 ke kelas 10, saat itu film Confession of Murderer (2012) mungkin menjadi film thriller-mystery Korea pertama gue. Sejak saat itu, gue mulai tertarik dengan genre Thriller-Mystery nya Korea dan sampai sekarang pun masih tetap ngikutin film-film sejenis. Film Thriller-Mystery Korea sendiri diwarnai dengan cerita 'meremake' ataupun 'diremake'. Sebut saja film Thriller Mystery Korea kayak The Phone (2015) yang ceritanya mirip thriller hollywood Frequency (2000), atau Luck Key (2016) dan Perfect Number (2012)yang mirip "Key Of Life" (2012) dan Suspect x (2008) nya Jepang. 

Yang 'cukup' penasaran dengan daftar film Thriller Mystery Korea yang worth to watch, bisa Klik disinii.


2. US




Amerika dengan Hollywoodnya bisa dibilang merupakan hegemoni di perindustrian film dunia. Beragam genre dengan memanfaatkan teknologi green screen nya teraplikasikan secara apik dan menarik, tak terkecuali genre Thriller Mystery nya. Katakanlah film Thriller-Mystery fiction seperti Shutter Island, The Prisoners, Gone Girl, Identity, SE7EN, atau film Thriller-Mystery non fiction macam Zodiac dan Changeling, semuanya mampu menghidupkan sensasi yang cukup menyenangkan bagi para penontonnya.

Yang 'cukup' penasaran dengan daftar film Thriller Mystery barat sperti US yang worth to watch, bisa Klik disinii.


3. Jepang





Selain Korea, Jepang bisa dibilang merupakan negara di Asia penghasil film Thriller-Mystery yang berkelas. Cerita detektif ataupun murder-mystery di Jepang tentu bukan lagi cerita baru. Dari anime sampai film yang real human, Jepang terbilang cukup piawai dalam mengeksekusi film bergenre Thriller-Mystery.  Sama seperti film Jepang kebanyakan, genre Thriller Mystery secara general pun memiliki alur yang cukup lama, namun tetap apik untuk dicicip.

Confession a.k.a Kokuhaku (2010) mungkin bisa dibilang merupakan Thriller Jepang pertama yang gue tonton. Walaupun ratingnya cukup tinggi, tapi alur yang begitu lama terkesan membuat film ini begitu membosankan. Disaat itu gue mengerti, kalau nggak semua orang bisa cocok nonton film Jepang karena ciri khas alurnya yang memang lebih lama dari film dari negara lainnya. Tapi kalau dari segi storyline, Jepang bisa dibilang cukup 'unik' dalam menghadirkan cerita thriller-mystery atau mungkin bisa gue katakan sebagai negara dengan cerita di film thriller mysterynya terunik. Pertama kali gue mulai tertarik menonton Thriller-Mystery Jepang adalah sejak saat gue menonton Suspect x, dan berlanjut ke film prequel ataupun sequel dari Suspect X itu sendiri, dan bahkan sampai ke seriesnya Suspect x yaitu 'Galileo'.


Yang 'cukup' penasaran dengan daftar film Thriller Mystery Jepang yang worth to watch, bisa Klik disinii.

4. India 




Udah ada gambaran kan, kenapa nomor 4 bikin geleng-geleng?

Untuk film mystery atau murder-mystery, Bollywood bisa dibilang cukup handal dalam mengeksekusinya. Nggak jarang film Thriller-Mystery India mendapatkan rating IMDB yang bahkan jauh lebih wow ketimbang film Hollywood. Cerita dan sensasi yang diberikan film Thriller Mystery India seperti sebut saja Drishyam, Talaash, Khaani, Baby, Ugly, dan lainnya membuat Thriller Mystery Bollywood terasa begitu apik. Selain itu, budaya yang selalu ditonjolkan baik dari cara bersosialisasi ataupun budaya semacam tradisi di India juga sering dimasukan menjadi bagian dari film membuat film Thriller-Mystery India semakin terlihat ciri khasnya. Lagu demi lagu dan tarian demi tarian tak jarang membuat kepala penonton bergeleng-geleng menikmati alunan musiknya. 

Film Thriller-Mystery India pertama yang secara sengaja gue tonton adalah Drishyam (2015). Setelah menonton Drishyam, gue jadi mengerti kenapa film Thriller-Mystery India sering mendapat rating IMDB yang begitu tinggi. Sebenarnya, banyak stereotype negatif tentang film India. Banyak lagunya lah, sekali ketemu pohon langsung joget lah, dan semacamnya. Ya mungkin itu semua memang benar, karena ciri khas dari film India itu sendiri adalah merepresentasikan budaya mereka melalui filmnya itu sendiri. Masalahnya adalah, apakah lagu dan tarian secara 'mendadak' itu membuat storyline dari film India menjadi tidak berkualitas? Enggak kan...  

5. Spanyol




Banyak yang bilang kalau Alfred Hitchcok adalah seorang movie director yang master of suspense. Mungkin Alfred Hitchcok memang master of suspense, tapi pada zamannya. Kalau ditanya siapa movie director yang layak disematkan gelar master of suspense di abad ke 21 ini, mungkin 'Oriol Paulo' adalah jawabannya. Film Thriller-Mystery Spanyol kayak The Body (2012), atau The Invisible Guest (2017), sukses digarap doi menjadi film thriller dengan warna yang menarik dan sensasi suspense yang apik. Selain karena Oriol Paulo, film Thriller-Mystery Spanyol lainnya kayak The Secret in Their Eyes, Timecrimes, atau The Skin I Live In memang terbilang cukup berkelas.


Yang 'cukup' penasaran dengan daftar film Thriller Mystery Spain dan Spanish yang worth to watch, bisa Klik disinii.

Sunday, June 25, 2017

Mengintip Banner Blog Terdahulu


Selamat petang, para penumpang yang tehormat.

Sebagai wadah yang sering menjadi media curahan dan pelampiasan, yang namanya blog pribadi pastinya telah menyimpan banyak kisah didalamnya. Entah itu kisah-kisah yang tertuang kedalam tulisan demi tulisan, atau.. kisah dari sejarah 'blog' itu sendiri. Selalu menarik buat gue untuk mengingat-ngingat kembali sejarah blog pribadi ini. Mulai dari awalnya nyari gimana cara biar blog bisa langsung "dot com" tanpa blogspot atau wordpress, sampai awal ngutak-ngatik banner blog buat dijadiin header. 

ahahaha.... 



Awal gue bikin blog ini adalah saat... awal Agustus 2014. Waktu itu gue baru naik kelas 11. Sebelumnya, gue sendiri pernah nyoba main blog secara pasif waktu kelas 8 dengan platfoam blogger dan kelas 9-10 dengan platfoam wordpress.  Karena sering ngeliat blog-blog orang lain yang bisa langsung dot com, waktu itu gue jadi kepikiran untuk membuat sebuah blog yang bisa langsung dot com. Pengetahuan awam gue sendiri dulunya adalah situs yang akhirannya "dot com" itu cuma bisa diaplikasikan ke website, sementara blog harus pake platfoam blogspot atau wordpress. 

Dimulai dari keinginan itu, dengan jurus mata-mata korea utara mulai lah gue mencari kesana kemari gimana caranya blog bisa langsung dot com. Mulai dari kata kunci di google dengan..
"Cara blog langsung dot com"
atau..
"Cara blog bisa tanpa wordpress atau blogspot"
Setelah lumayan lama mencari-cari, akhirnya.. akhirnya gue sadar kalau gue nggak bisa menemukan apa-apa. Gue masih nggak tau bagaimana menaklukkan misteri dari blog yang bisa langsung dot com. Tapi tidak, perjuangan gue tidak berakhir disitu. Dengan cara terakhir, gue waktu itu coba nanya ke Kevin Anggara. Doi kemudian ngasih tau kalau kata kunci yang bisa membuat blog bisa langsung dot com adalah... domainKeesokan harinya gue bikin sebuah blog dengan platfoam blogger, lalu gue beli domain 4 tahun dan.... spada, lahirlah blog yang langsung dot com ini. 

Awal mula dari blog ini setelah memiliki "Dot com" kemudian cukup konfliktual. Setelah memastikan kalau gue satu-satunya makhluk di sekolah gue saat itu yang punya blog yang langsung dot com, gue kemudian mulai berbesar hati, ringan tangan, batuk-batuk, demam tinggi, cikungunya. Ya pokoknya berasa punya intelektualitas lebih di dunia digital, begitu. Gue ingat postingan pertama blog ini yang cukup alay, terus postingan-postingan tentang film yang sekarang tanpa diduga-duga kena di SEO. Sampai sekarang, entah disengaja atau enggak, gue tetap mengandalkan postingan-postingan tentang film sebagai instrumen SEO yang menjadi lumbung viewers.

Bicara soal postingan, label dari postingan di blog ini cukup banyak. Awalnya memang fokus di daily life, tapi kemudian postingan dengan label movie atau postingan komersial kayak lomba atau paid post mulai berdatangan. Kalau ditanya postingan yang paling disuka, mungkin gue akan menjawab postingan daily life saat SMA dulu karena postingan-postingan itu adalah postingan terbaik untuk mengkonstruksi rasa rindu yang kemudian dikonversi menjadi ekspresi cengar-cengir. Nggak apa-apa kalau postingan daily life gue dulu agak alay atau freak. Kalau dicap alay, seenggaknya blog yang langsung dot com dan list prestasi juara lomba blog menunjukkan kalau gue adalah alay yang berintelektualitas. Ahahaha...

Tapi dari perkembangan atau perubahan blog ini dari dinasti ke dinasti, ada sebuah perubahan yang cukup menarik buat gue. Bukan perubahan gaya penulisan atau tema tulisan, tapi perubahan banner blog yang kemudian gue jadikan header. Buat gue, banner blog yang baik adalah banner yang bisa merepresentasikan gue atau si penulis blog itu sendiri. Mungkin dengan ilustrasi benda atau kata yang bisa merepresentasikan siapa si penulis, apa yang disukai penulis, atau apa yang diimpikan penulis. Ya, kurang lebih definisi banner blog yang baik menurut gue dari dulu selalu sama. Cuma... skill ngedit foto buat dijadiin banner yang dulu pas-pasan dan dicampur krisis identitas membuat banner gue terdahulu mungkin terkesan alay, atau freak, atau apalah itu. Kurang lebih, beginilah perkembangan banner blog ini dari dinasti ke dinasti..

Banner pertama.. ini anak kelas 11 freak amat dah
ada JKT48 nya cuy...
ini anak kelas 12 sok iye banget dah...
not bad lah ya untuk si anak kelas 12 ini.. 
mulai gaya pake vector.. sok-sok traveller.. emang situ kira situ iye..
b:if cond='data:blog.pageType != "item"'>