Sunday, September 25, 2016

Daftar Film Thriller Spanish Terbaik!

Hola, buenos dias. Que pasa. Brunette. Kue sus.. kue sus..

Akhir-akhir ini gue lagi hobi nonton film thriller-spanish a.k.a film thriller dengan bahasa Spanyol. Film thriller dengan spanish lenguage itu bukan melulu film thriller dari negara Spanyol doang.  Bahasa Spanyol itu jangkauannya luas karena juga digunakan oleh beberapa negara lain. Mulai dari negara Spanyol itu sendiri sampe negara-negara latin macam Argentina, Kolombia, Venezuela, etc.

Walaupun nggak sepopuler Korean thriller atau English thriller, ternyata ada banyak film Spanish thriller yang keren-keren dan dapat menghidupkan suasana suspense. Mulai dari genre yang pure thriller, sampe genre campuran kayak thriller-mystery. Penasaran? Berikut adalah daftar film thriller spanish terbaik!

Sinopsis ada yang diambil dari blog tetangga yak, ada yang dibuat sendiri. Disclaimer dulu biar afdol..


1. The Body - El Cuerpo (2012)





Sebuah bumbu misteri sudah ditabur diawal dari film ini. Film The Body ini dibuka dengan scene tertabraknya seorang penjaga kamar mayat yang lari terbirit-birit seperti sedang dikejar sesuatu. Selanjutnya misteri dibuat semakin kompleks setelah terkuaknya kasus hilngnya mayat seorang wanita kaya dari kamar mayat tersebut. Sebenarnya, apa yang membuat si penjaga mayat itu lari terbirit-birit? Kenapa mayat itu hilang? Siapa yang mengambil maya tersebut? Berbagai macam teori konspirasi pun mulai bermunculan baik dari pihak kepolisian dibawah pimpinan kapten Jamie, atau pihak suami dari wanita kaya yang mayatnya telah menghilang itu.


Setelah mayat Mayka menghilang, Alex Ulloa (sang suami) pun menjadi tersangka utama dari kasus pencurian mayat itu. Disini, akan terkuak sebuah fakta kalau sebenarnya Mayka meninggal bukan karena serangan jantung, melainkan karena diracun oleh suaminya sendiri. Dengan segala cara, Ulloa dan kelicikannya berusaha untuk menutupi fakta bahwa istrinya mati karena diracun. Tapi menghilangnya mayat sang istri tentunya membuat bingung Ulloa. Karena yang ia tahu, sang istri telah meninggal 8 jam setelah ia racuni dan Ia tidak tahu sama sekali kenapa mayat Mayka bisa tiba-tiba menghilang, dan siapa yang mengambil mayatnya.

My Review: The Body ini merupakan salah satu film thriller yang suspense abis. Konflik yang ada dibuat penuh dengan misteri, dan endingnya dieksekusi secara twist oleh sang sutradara, Oriol Paulo. Oriol membuat penonton seakan-akan dihadapkan dengan sebuah permainan puzzle, dimana kepingan-kepingan puzzle yang ada telah diracik secara rapi dan akan menjawab rasa penasaran para penonton pada akhirnya. Sadis.

2. The House At The End Of Time - La Casa Del Fin Delos Tiempos (2013)



Pada tahun 1981, seorang ibu 2 anak yang bernama Ducle terpaksa mendekam di penjara selama 30 tahun karena dituduh membunuh suaminya yang bernama Juan Jose. Anaknya yang bernama Leopoldo pun tiba-tiba menghilang di malam saat kejadian itu. Padahal, di malam pada saat Juan Jose terbunuh, Ducle sedang terbaring pingsan dan tak sadarkan diri. Namun sayangnya, polisi menemukan sidik jarinya di pisau yang membunuh suaminya itu. 30 tahun kemudian setelah masa tahanannya habis, Ducle kembali ke rumah tempat terbunuhnya Juan Jose dan sekaligus tempat menghilangnya Leopoldo. Sebuah rahasia tak terduga yang ada di dalam rumah itu pun perlahan terungkap. Sebenarnya, siapa yang membunuh Juan Jose? Kemana kah perginya Leopoldo? Dan, apa yang salah dengan rumah itu? 

My Review: La Casa Del Fin De Los Tiempos adalah sebuah film thriller-horror dari venezuela yang menawarkan sebuah cerita thriller yang berbeda dari cerita lainnya. Ketika dimensi waktu berkonspirasi dengan sebuah rumah tua, disanalah misteri demi misteri tercipta. Kabarnya, film ini sendiri merupakan film horror pertamanya Venezuela. Gokil...

3. Timecrimes - Los Cronocrímenes (2007)


Hector tanpa sengaja menemukan jasad wanita di dekat rumahnya, tiba-tiba dia diserang oleh orang yang kepalanya ditutupi perban, hingga akhirnya dia mengejarnya. Pengejaran yang dilakukan Hector membuat dia menemukan sebuah mesin di sebuah gudang dekat hutan. Seorang penjaga memeberitahukan kepada Hector jika itu adalah mesin waktu, tanpa menghiraukan apa-apa Hector menggunakan mesin waktu tersebut dan memundurkan waktu kurang lebih 1 jam, dari dalam gudang Hector melihat orang yang menyerangnya adalah dirinya yang sebelumnya telah tanpa disengaja membunuh seorang gadis. Hal in membuat Hector semakin tertekan dan kembali menggunakan mesin waktu. Tak bisa dibayangkan akan ada berapa banyak diplikat dirinya jika dia menggunakan mesin itu berulang kali.

My Review: Timecrimes adalah film thriller yang berkisah tentang perjalanan waktu dan takdir. Bagaimana takdir merupakan destinasi terakhir dari perjalanan waktu yang telah dilakukan. Ya kurang lebih rasa-rasanya kayak film semacam predestination. 

4. Sleep Tight (2011)


César, seorang penjaga apartemen yang percaya bahwa dirinya dilahirkan tanpa rasa bahagia. Tiap harinya dia berusaha agar membuat kehidupan orang lain layaknya neraka, salah satu korbannya adalah Carla.


My Review: Sleep tight adalah film thriller spanis pertama yang gue tonton, Sleep tight ini sendiri lebih cenderung ke genre thriller-psycho tapi enggak begitu hard. Drama-thriller yang ada lebih ditonjolkan ketimbang scene psychonya sendiri. 


5. The Orphange (2007)





Laura, seorang perempuan yang kembali ke sebuah panti asuhan, sebuah tempat di mana dirinya pernah tinggal di sana semasa kecil. Kini setelah dewasa, dirinya punya keinginan untuk membeli rumah, yang akan dijadikannya menjadi sebuah panti asuhan bagi anak cacat.

Semuannya pun berjalan dengan lancar, bahkan dukungan mengalir dari suaminya Carlos (Fernando Cayo), yang juga seorang doktor ilmu science serta dari anak angkatnya, Simón (Roger Princep). Namun belakangan, Laura dan Carlos menghadapi masalah, mereka tersadar bahwa anak angkat mereka itu memiliki teman khayalan, selain memang mengidap HIV-positif. Segera setelah kepindahan mereka ke rumah baru yang besar dan indah itu, hal-hal menakutkan mulai terjadi.

My Review: The orphange merupakan film thriller-horror spanyol keluaran tahun 2007 yang cukup memiliki nama. Konflik diawali dengan cerita seorang ibu yang kehilangan anak laki-lakinya, lalu kemudian konflik dibuat semakin kompleks ketika sang ibu percaya beberapa hal dari masa lalu yang datang menghantuinya memiliki koneksi dengan kasus hilangnya sang anak. 

6. Marshland (2014)



Serangkaian pembunuhan brutal gadis remaja di sebuah kota terpencil dan dilupakan mempertemukan dua karakter yang berbeda – baik detektif di divisi pembunuhan – untuk menyelidiki kasus. Dengan perpecahan dalam ideologi mereka, detektif Juan dan Pedro harus mengesampingkan perbedaan mereka jika mereka berhasil memburu pembunuh yang selama bertahun-tahun telah diteror sebuah komunitas dalam bayangan mengabaikan umum untuk perempuan berakar pada masa lalu misoginis.

My Review: Ada yang tau memories of murder? Ya, mungkin film ini bisa dibilang semacam memories of murder versi spanyol. 

7. Julia's Eyes (2010)




Julia dan saudara kembarnya, Sara memiliki penyakit degeneratif dimana kemampuan penglihatannya semakin lama semakin berkurang hingga menjadi buta. Ketika Sara ditemukan tewas dalam keadaan gantung diri, Julia bersikeras bahwa tindakan kembarannya tersebut bukanlah tindakan bunuh diri seperti apa yang menjadi hasil investigasi polisi. Dikelilingi oleh orang-orang yang skeptis dan tidak percaya kepadanya, Julia harus berpacu dengan waktu untuk menyelidiki apa yang ada di balik kematian Sara sebelum penglihatannya benar-benar hilang.

My Review: Film julia's eyes merupakan film thriller-mystery keluaran tahun 2010 yang menceritakan tentang seorang wanita yang berusaha mengungkapkan misteri kematian saudara kembarnya. Tapi naas, situasi menjadi semakin sulit setelah misteri demi misteri terkuak. Kabarnya, Oriol paulo juga mengambil andil dalam pembuatan film ini, tapi bukan sebagai pure director. 

8. The Skin I Live In (2011)


bercerita tentang seorang obsesi dokter sekaligus peneliti Robert Ledgard (Antonio Banderas) menciptakan sebuah kulit sintetis. Hal ini dipicu almarhum istrinya yang dulu mengalami kecelakaan mobil dan menyebabkan luka bakar hebat di sekujur tubuhnya. Agak sulit menceritakan lebih jauh sinopsis film ini karena memang kunci cerita ada di wanita misterius yang hidup di kediaman Robert. Wanita yang berpakaian tertutup ini merupakan kelinci percobaan Robert dalam penelitiannya. Mengapa dan kenapa ia bisa sampai di tangan Robert, adalah sesuatu yang mesti disaksikan sendiri.


My Review: Kalau boleh dibilang, cerita di film The Skin I Live In ini merupakan salah satu cerita thriller paling 'sick' yang pernah gue liat. Thriller, Drama, Porn, Psycho, beberapa unsur itu membangun The Skin I Live In menjadi sebuah film yang cukup antagonis. 

9. The Hidden Face (2012)


Terbebani oleh kemelut hidup yang menimpah kehidupan pribadinya, Adrian (Quim Qutierres) menjalani hidup penuh ketergantungan pada Alkohol. Dia mengunjungi kedai yang dijaga Fabiana (Martina Garcia), seorang gadis cantik yang kemudian terpikat oleh kehebatan Adrian. Dalam keadaan mabuk, Adrian terlibat perkelahian dengan seorang pengunjung dan berdarah. Dia diselamatkan oleh Fabiana (Martina Garcia) yang datang untuk menolongnya dan rela menghantar sang Maestro itu ke rumah tinggal yang disewa oleh Adrian (dan Belen). Fabiana kemudian jatuh cinta kepada Adrian dan selanjutnya terlibat hubungan percintaan yang layak sensor. Namun, dari dalam ruangan kedap suara yang terkunci rapat, Belen, pacar resmi dari Adrian bisa mengamati adegan layak sensor dan memohon agar Fabiana bisa menemukan kunci rahasia kamar untuk menemukan Belen.


My Review: Apa jadinya ketika kita melihat sang kekasih selingkuh di depan mata kita, tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa karena kita sedang terkunci di ruang rahasia yang membuat kita dapat melihat dia tapi dia tak dapat melihat kita? Konflik seperti itulah yang bermain di karakter utama wanita di film ini. Drama yang ada lebih mendominasi ketimbang thrillernya. Trailer dari film ini sendiri adalah salah satu trailer terspoiler yang pernah gue lihat. 

10. Wild Tales (2014)



Seorang model cantik mendapatkan tiket pesawat yang dikirimkan oleh seseorang yang sebelumnya tidak ia ketahui. Begitu ia di pesawat, ia mengobrol dengan seorang kritikus musik yang mengenal mantan pacarnya, Gabriel Pasternak. Mereka berdua sebenarnya memiliki pengalaman yang kurang baik dengan Gabriel Pasternak. Siapa sangka, semua orang yang ada di pesawat tersebut ternyata mengenal sosok Gabriel Pasternak. Ingat, semuanya mengenal. Chapter pertama ini sendiri diberi judul Pasternak, sesuai nama orang yang menjadi perbincangan paling ‘hangat’ saat itu. Lalu, mengapa semua orang di pesawat tadi bisa mengenal Gabriel Pasternak ?

Di tempat lain, seorang pelayan wanita memiliki dendam kesumat dengan seorang politikus korup yang telah menghancurkan keluarganya. Malam itu, sang politikus korup mampir ke restoran tempat ia bekerja. Temannya menyarankan ia untuk membunuhnya dengan racun tikus, daripada harus mengomelinya saja. Pelayan tadi tidak berani mengambil risiko lebih. Justru temannya lah yang telah memasukkan racun tikus ke makanan politikus korup tadi tanpa ia ketahui. The Rats, itulah judul untuk chapter kedua ini yang mengambil nama dari racun tikus untuk membunuh seorang koruptor yang bagai ‘tikus’ pula. Masih tersisa 4 chapter seru lainnya yang menghadirkan ketegangan dan keliaran dari manusia yang dilatari oleh dendam.


My Review: Wild tales merupakan film thriller omnibus Argentina yang terdiri dari 6 cerita thriller yang berbeda. Masing-masing cerita dikemas dengan begitu dinamis dengan esensi thriller yang cukup kental. Kacau.. 


Tuesday, September 20, 2016

From Batam With Love part 2



Entah kenapa, gue ngerasa di bulan September ini lagi banyak-banyaknya pasangan yang menikah. Entah itu saudara, entah itu artis, entah itu saudaranya artis, entah itu artisnya saudara, ataupun mantan duta 'single' nasional sekaliber Arief Muhammad a.k.a Poconggg. Dan termasuk, sepupu gue. Semuanya pada kawin. Nikah, maksudnya. Entah kenapa juga setiap ada di acara kondangan atau pesta pernikahan, gue selalu keinget ending film romance Taiwan yang judulnya You Are the Apple of My Eye. Gue selalu ngebayangin, gimana jadinya kalau mantan kekasih dari si mempelai wanita datang terus dengan 'lika a boss' nyium mempelai prianya biar dapet akses buat nyium mempelai wanitanya. Ditinggal nikah itu memang perih, fellas. Wuh..

Untungnya hal itu nggak kejadian di pernikahan sepupu gue ini. Menurut kabar burung, sepupu gue sama cowoknya ini udah belasan tahun jadian, terus akhirnya nikah deh. Keren kan. 

I've got a joy in my nap yo

Setelah bangun dari tidur siang, gue mendapati kenyataan bahwa gue terbangun tanpa sehelai benang pun. Nggak lah, becanda...

Setelah bangun dari tidur siang, gue mendapati kenyataan bahwa semua saudara wanita gue yang lain lagi asyik dandan sambil make up buat cara pesta pernikahan sepupu gue nanti. Karena penikahannya dilakukan dengan adat yang 'chinese' banget, sistem pernikahannya adalah sistem cia ciu alias makan meja. Bukan, 'makan meja' itu bukan berarti semua tamu yang dateng dikasih lauk berupa meja terus mejanya itu harus dimakan gitu loh ya, emangnya rayap. 

Jadi setiap tamu yang hadir udah disiapin meja masing-masing, yang dimana meja itu bakal disiapin makanannya masing-masing. Meja yang udah disiapin itu juga adalah meja melingkar, yang berarti para tamu duduknya juga melingkar. Meja keluarga itu adanya di tempat paling depan, dekat panggung, sedangkan meja-meja lain isinya teman-teman atau kerabat dari mempelai.

Sekitar jam enam sore lewat, gue jalan dari kamar hotel ke ballroom tempat berlangsungnya acara pernikahan. 



cia ciu, gengs..

sistaa
uhuy
Di acara pernikahan itu, gue nggak terlalu punya banyak peran selain jadi saudara dari mempelai perempuan sekaligus penonton. Kalau kakak gue, doi disuruh jadi pengapit pengantin. Kalau gue liat-liat, jadi pengapit pengantin itu nggak semudah keliatannya. Bukan cuma harus ngangkat gaun pengantin, tapi dandanannya juga harus cukup tebel. Dan setelah  tamu-tamu yang dateng udah cukup banyak, acara pernikahan pun dimulai. Kedua mempelai memasuki ruangan. Yang cewek jalannya pelan, yang cowok jalannya lebih pelan.

Acaranya dimulai dengan mempelai pria yang hadir dari balik panggung sambil nyanyi lagu lawas barat yang gue nggak tau judulnya apa, lalu kemudian dilanjutkan dengan mempelai wanita yang datang dari arah berlawan sambil melanjutkan lagu yang lagi dinyanyikan. Sejenis duet pengantin.. 




nikah dulu cuy..


yakk........ seyyyyy

Wedding party kemudian berlanjut ke wedding party adat chinese yang semestinya. Tumpah-tumpahan wine dari gelas bertingkat, tamu nyanyi terus dikasih angpao, tea pai, dan kawan-kawannya. Kayak biasanya, 2 buah lagu legend westlife yang khas banget sama acara wedding kayak beautiful in white dan nothings gonna change my love for you berkumandang. Dua  buah lagu dari westlife itu emang cocok banget buat dijadiin lagu di acara wedding party. Karena, kalau ditinjau dari lirik dan nada, 2 buah lagu itu memiliki makna yang kuat tentang cinta. Esensi-esensinya cocoklah, buat orang yang mau nikah. Coba kalau lagunya westlife itu diganti jadi lagunya repvblik yang sandiwara cinta sama selimut tetangga, "Aku tau ini semua tak adil, aku tau ini sudah terjadi, jujurlah samyang... aku tak mengapaa" kan.. jadi bukan kayak acara pernikahan kalo pake lagu-lagu kayak gitu. Malah jadi kayak acara perceraian. 

Malam itu, acara pesta pernikahan berjalan lancar. Malam itu juga, Batam menjadi saksi betapa bahagianya keluarga besar kedua mempelai. Pulang dari Batam kan, gue jadi pingin kawin juga. Nikah, maksudnya. 


abk laksamana cengho..



From Batam with Love


Friday, September 16, 2016

From Batam With Love part 1


Hari jumat kemarin, gue terdampar dengan selamat di bandara Hang Nadim, Batam. Gue berkelana ke sana bareng kakak dan nyokap. Agenda kami di Batam waktu itu adalah untuk menghadiri perkawinan kakak sepupu gue. Pernikahan, maksudnya. Sepupu gue sendiri bukan asli orang Batam, tapi emang udah cukup lama tinggal di Batam karena urusan kerja. Kerjanya di Batam, rumahnya di Batam, dan nikahnya pun juga di Batam. Sebagai adik sepupu yang baik dan rajin menabung, gue pastinya akan hadir langsung untuk menyaksikan momen bahagianya.

Batam itu ternyata... begitulah. Nggak macet, masih banyak tanah kosong, dan konon katanya Batam itu salah satu kota yang asik buat dijadiin tempat wisata kuliner. 

Nikah dulu cuy
Selalu ada kesedihan dibalik sebuah kegembiraan. Namanya juga hidup, nggak selamanya happy. Gue terbang ke Batam membawa kesedihan berupa tugas kuliah yang harus diselesaikan. Di hari jumat itu, gue dapet tugas GSLC di BINUS. GSLC itu semacem tugas virtual, yang harus dikerjakan via virtual. Deadline yang dikasih sama dosennya waktu itu adalah di sabtu pagi. Oleh karena itu, gue sengaja bawa laptop ke Batam.... berat-beratin aja. 

Ekspektasi awal, gue bakal baca-baca dulu tugasnya terus ngerjain tugasnya di hotel. Lalu tugasnya akan selesai tepat di malam harinya, dan gue akan hidup bahagia selamanya.  Ekspektasi awalnya sih begitu...



crown vista hotel
Gue sampe di batam sekitar jam 11 pagi, dan langsung ngacir ke rumah sepupu gue sampe sekitar jam 5 sore baru sampe di hotel yang namanya Crown Vista, hotel ini sendiri adalah hotel yang bakalan menjadi tempat berlangsungnya pernikahan sepupu gue di keesokan malamnya. Jadi besok malemnya waktu acara pernikahan berlangsung, gue cuma perlu naik beberapa lantai buat sampe ke tempat berlangsungnya pesta pernikahan. asik. 

Satu-satunya masalah gue di hari itu adalah tugas kuliah yang belum terselesaikan. Waktu itu gue dapet tugas kuliah ms. word sama power point tentang globalisasi. Awalnya gue berniat nyicil sebagian tugas di rumah sepupu gue, terus sebagiannya lagi dilanjutin di hotel, terus semuanya selesai tepat ditengah malam sebelum kereta kuda cinderella kembali berubah menjadi labu dan tikus. Tapi sayangnya, gue lupa kalau yang namanya singgah ke base nya sodara itu pasti  diajakin keluar makan terus.. 

Entah itu wisata kuliner di Batam, atau singgah ke mall-mall di Batam kayak Nagoya ataupun BCS. Yang jelas, tugas kuliah semakin susah buat dikelarin..


Golden Prawn dulu cuy..

Setelah keluar makan, gue sampe lagi di hotel sekitar jam 10 malam. Dan 2 buah tugas itu harus dikumpulkan jam 10 pagi dikeesokan harinya, dan kedua tugas itu baru kelar sekitar seperempatnya doang waktu itu. Kedua tugas itu membuat gue melek sampe tengah malam. Kereta kuda Cinderella telah berubah kembali menjadi labu, dan gue masih belum menyelesaikan tugas-tugas kuliah ini. Tolong aku ibu peri...

Gue agak bingung, bukunya pake bahasa Inggris tapi soal yang dikasih dosen pake bahasa Indonesia. Akhirnya gue harus mencari dan berusaha mengartikan semuanya. Bahasa Inggrisnya bahasa-bahasa tentang politik pula, kan kamfret. Akhirnya sampe sekitar jam 1 gue tumbang, dan tugasnya masih belum selesai. Sebagai mahasiswa baru yang baik, gue berinisiatif buat masang alaram di Jam 4 pagi dan berusaha menyelesaikan tugasnya sebelum jam 10 pagi. Keesokan paginya, gue berhasil menyelesaikan tugas kuliah itu...


nugas dulu cuy..
Pagi itu juga merupakan pagi dimana beberapa acara akan dijalani sepupu gue sebelum akhirnya masuk ke pesta pernikahan sesungguhnya. Yoi, HARI H CUY! 

Karena acara pernikahan itu dilakukan sesuai adat Chinese, jadi ya... begitulah. Karena si pengantin wanita (sepupu gue) ini menetap di hotel juga, acara pertama itu teman-teman pengantin wanita dateng ke hotel, terus  si pengantin pria datang bersama dengan teman-teman prianya.  Sesi pertama, pengantin pria dan teman-temannya dikerjain abis-abisan dulu sama temen-temen pengantin si wanita biar si pengantin pria ini bisa dapet akses buat ketemu sama pengantin wanitanya. Semacam gokil-gokilan, gitu. Sebenernya seru juga ngeliat pengantin cowok dan teman-temannya dikerjain sama temen-temen dari pengantin wanita itu, ngeliat itu semua kan gue jadi ikutan pingin kawin. Nikah, maksudnya. 

Untuk mengabadikan momen dari awal, Wedding videographer dan photographer juga ikut dateng dari pagi sampe acara pesta pernikahan di malam harinya. Setelah acara dikerja-kerjain itu, acara selanjutnya adalah acara tea pai. Sejenis adat pernikahan tionghoa dimana si pengantin akan meminum teh di hadapan kedua orangtua mempelai. Gue nggak tau sih, teh yang digunain buat tea pai itu teh apaan. Apa teh manis, atau teh biasa, atau teh hangat. Pokoknya teh, deh. 

Abis tea pai-tea paian, selanjutnya pengantin berjalan menuju gereja buat diberkati. Gue selaku sodara dari pengantin wanita juga ikut ke gereja, dan perlu diketahui dengerin pastor ngomong tentang pemberkatan pengantin itu.... sangat mengundang rasa kantuk. Padahal intinya cuma mau diberkati, tapi kotbahnya pake filosofi-filosofi tentang rumah tangga segala. Untung acara pemberkatannya nggak lama-lama amat, kalau acaranya lama bisa-bisa gue ke bioskop dulu beli popcorn sama coca cola medium buat dijadiin cemilan sambil dengerin si om pastor ngomong. 

halleluya..
halleluya.. part 2

Setelah acara di gereja, Sekitar jam 1 siang, semuanya udah pada tiba di hotel. Acara pernikahan sendiri akan dilaksanakan pada jam 6 sore, itu artinya.. kami punya free 5 jam. Gue yang merasa hak untuk tidurnya dirampas karena cuma tidur sekitar 3 jam gara-gara tugas kuliah dan harus dengerin pastor ceramah lagi memilih untuk mengisi waktu free 5 jam itu buat tidur siang. Siapa tau, abis tidur siang bangun-bangun gue langsung dapet pendamping hidup. 

dimana pengantinku...

Friday, September 9, 2016

Those Bygone Years, We Were White and Grey


Selamat malam, wahai budak-budak akreditasi. 

Beberapa hari belakangan ini gue lagi sibuk ngikutin kegiatan simulasi kuliah di kampus. Iya, masih simulasi. Namanya juga mahasiswa baru. Beda sama kampus-kampus lain, masa orientasi di BINUS itu bisa dibilang masa orientasi yang paling ber-drama. Abis pengenalan kampus selama seminggu, masih ada acara sehari inagurasi di JCC, terus lanjut acara simulasi kuliah selama 2 minggu, terus baru pada akhirnya masuk ke kehidupan kuliah yang sesungguhnya. Ketika kampus-kampus swasta di Jakarta lainnya udah memulai kegiatan belajar mengajar, kampus gue masih simulasi. Gue jadi bingung,  ini kenapa mau ngampus udah kayak latihan gempa bumi pake simulasi segala. 


Ngampus dulu bray..


Simulasinya pun nggak seperti yang gue bayangkan. Yang ada di pikiran gue karena jurusan gue Hubungan Internasional, maka simulasi kuliahnya kurang lebih dosen masuk kelas --> belajar tentang laut China selatan atau politik internasional atau semacamnya. Tapi ternyata yang terjadi adalah, dosen masuk kelas dan materi pelajarannya adalah materi-materi dasar cara pembelajaran kayak; cara membaca yang baik, cara presentasi baik, dan cara-cara lain yang sejenis. Lautan China selatan yang sudah gue bayangkan pun berubah menjadi lautan penuh kebosanan. Dan karena jurusan Hubungan Internasional di BINUS itu termasuk fakultas humaniora yang diwajibkan untuk membuat seminar atau bazar, gue harus pulang jam 5 sore hampir setiap hari selama simulasi ketika mahasiswa di fakultas-fakultas lain udah pulang di jam 1 atau jam 3.

Temen-temennya pun beraneka ragam. Ada yang apa adanya aja, ada yang budak-budak popularitas, ada yang gila eksistensi, ada yang ramah, ada juga yang jutek. Dosen-dosennya pun juga beraneka ragam. Ada yang ngomongnya cepet, ada yang ngebosenin, ada juga yang udah ngomongnya cepet terus ngebosensin pula. Hal yang paling horror dari dunia simulasi perkuliahan di kelas gue ini adalah jumlah wanita dan jumlah pria yang jauh nggak sebanding. Kelas gue adalah kelas yang isinya orang-orang yang nilai TOEFL nya dibawah 500 waktu test masuk. Dari sekitar 55 orang yang ada, cuma ada 7 orang yang cowok dan sisanya cewek. IYA SERIUS! ceweknya lebih dari 40 dan cowoknya cuma 7. Gue jadi serasa belajar di kelas bareng anggota-anggota JKT48, kan. Padahal di kelas-kelas yang nilai TOEFL nya diatas 500 itu jumlah cewek sama cowoknya itu sebanding. Ah... dasar Heavy Rotation.

Satu hal yang nggak pernah berubah dari dunia sekolah ke dunia perkuliahan adalah mitos tentang 'bangunan yang dulunya ternyata adalah kuburan.' Waktu sekolah dulu, gue cukup jenuh dengan kalimat-kalimat kayak..

"Sekolah kita dulunya kuburan, lho..."

"Tempat camping kita nanti dulunya kuburan, lho.."

"Rumah ret-ret kita nanti dulunya kuburan, lho.."

Dan sekarang, 

"Gedung kampus 'yang ini' dulunya kuburan, lho.."


Bloody hell. SEMUANYA AJA KUBURAN. Nanti waktu kita udah kerja, nanti tau-tau tempat kerja kita juga dulunya kuburan. Terus nanti waktu kita udah wafat, kuburan kita digusur terus dibangunin gedung sekolah atau gedung kampus. Astagah. 

Merasakan bangku kuliah untuk beberapa hari pun membuat gue rindu bangku sekolah. Banyak yang bilang kalau masa SMA itu masa yang paling indah, ya mungkin. Nggak jarang gue merindukan SMA. Gue rindu temen-temennya, ekskulnya, bahkan tugas-tugasnya. Gue rindu masa-masa dimana ulangan dan pr matematika adalah musuh terbesar kita. Huh. Gue rindu SMA. Gue jadi inget, waktu pertama kali gue masuk SMA. Juli 2013 kalau nggak salah.

  
Mos dulu bray..
Pertama kali gue pake seragam putih abu-abu di sekolah itu waktu MOS SMA. Tanggal 11 Juli 2013 kalau nggak salah, sih. Tahun pertama gue di SMA nggak berjalan begitu baik dalam hal asmara. Baru 2 minggu masuk SMA, gue putus dari pacar gue yang dulu waktu SMP nya satu sekolahan tapi SMA  nya beda sekolahan. Mantan gue itu pun langsung dapet pacar lagi, dan gue juga langsung.. seketika menjadi siswa kelas 10 yang gagal move on. Setiap sabtu malam ke gereja, selalu berharap hujan turun di malam minggu biar sang mantan nggak bisa malam mingguan sama pacar barunya. Setiap mau tidur selalu bertanya-tanya kepada semesta; kenapah... kenapah harus putus waktu lagi sayang-sayangnya? Kenapah.. kenapah dapet pacar barunya cepet banget? Kenapah.. kenapah harus saling salah-salahan waktu udah putus? Kenapahhhh

Gue nggak ngerti.  Gue nggak ngerti kenapa semua cewek selalu merasa sebagai pihak yang paling tersakiti setelah putus dari cowoknya. Lagian, buat apa sih, saling salah-salahan. Mau siapa yang salah juga kan, hubungannya udah kandas juga. Emang kalau tau siapa yang salah siapa yang bener, bisa bikin hubungan yang retak kembali menjadi suatu harmoni? Dua-duanya pasti punya andil dalam salah dan benar dari hubungan itu sendiri. Pada akhirnya yang egois akan selalu memposisikan dirinya sebagai pihak yang paling tersakiti. Sepanjang kelas 10 pun gue habiskan dengan aktivitas galauin mantan. Gue sangat merasa hina..

Tiap hari dengerin lagu When I Was Your Man, tiap hari dengerin lagu Broken Vow.

Aku kotor.




Classmeet dulu bray..


Kalau ditanya momen yang paling dirindukan saat SMA, mungkin classmeet jawabannya. Setiap kali ujian akhir semester, biasanya anak-anak olahraga itu fokusnya bakalan terpecah belah antara belajar sama mikirin strategi buat classmeet.  Soalnya ulangannya ditanya 'siapa aja nama pahlawan yang gugur di peristiwa lubang buaya', yang ada di pikiran malah 'siapa aja yang main ya minggu depan'. Ya begitulah, namanya juga anak SMA. 



Bukan Idol Group

Kelas 2 SMA, gue ngambil jurusan IPS. Ilmu Pengetahuan Setan. Gue belum punya cita-cita yang jelas waktu itu. Masuk IPS pun nggak terlalu kerasa indah buat gue. Harus diakui, gue benci akuntansi. Gue benci piutang dagang, laba rugi, dan kawan-kawannya. halleluya. Cukup banyak hal yang terjadi di kelas 11 sebenernya, tapi salah satu hal yang indah adalah waktu sekolah gue mengadakan acara Live In ke Desa Buntu yang terletak di Wonosobo selama beberapa hari. Tinggal di desa itu ternyata memberikan sensasi yang cukup menyenangkan. Udaranya seger, airnya bikin mengigil, sensasinya asik deh. Tinggal di rumah orang tua asuh, jadi anak kota yang merantau ke desa itu asik banget. Udara di sana bisa dibilang masih sejuk dan dingin banget, bahkan lebih dingin daripada sikap dia ke gue akhir-akhir ini...



Jalan-jalan bray..

Awal-awal kelas 3 SMA pun menjadi salah satu saat-saat yang paling membuat gue frustasi. Penyebab rasa frustasi itu tidak lain dan tidak bukan adalah karena gue nggak tau mau ngambil jurusan kuliah apa. Perwakilan dari beberapa universitas hampir setiap minggu datang mencuri waktu pelajaran BK buat presentasi universitas dan jurusannya. Setelah otak gue cukup cidera karena disiksa oleh pilihan-pilihan jurusan yang ada, akhirnya gue memilih jurusan Hubungan Internasional. Alasannya nggak ribet-ribet amat: ingin belajar lebih banyak tentang dunia. Satu-satunya orang yang mendukung jurusan pilihan gue ini cuma.. guru sejarah cewek kelas 12 gue dulu.  Bukan cuma frustasi gara-gara jurusan kuliah, awal kelas 12 gue juga frustasi gara-gara sempet di skors 2 hari karena bolos liburan ke Thailand di saat jadwal sekolah tanpa izin terlebih dahulu. Greget kan. 


Kelas 12 pun menjadi salah satu masa yang paling melelahkan. Pelajaran tambahan, ujian praktek, foto yearbook, semuanya diakhiri dengan kelulusan saat ujian nasional. Habis lulus, terbitlah graduation. Tapi karena sekolah gue keren, acara graduation itu bukan merupakan acara terakhir yang diselenggarakan. Karena acara terakhir yang diadakan sekolah adalah... ret-ret. Keren kan, udah maaf-maafan sama orang waktu graduation... eh, masih ketemuan selama beberapa hari waktu ret-ret. Namanya juga hidup. 




sejak kapan gue senyum sambil tidur...

Buat seorang Maba, masa-masa sekolah itu udah berlalu. It's now a colleague, welcome to the jungle. No more those bygone years, when our fear is just mathematics homework. No more those bygone years,  when we were grey and white. 





We're just... more colorful, 

With our own alma mater. 

Friday, August 26, 2016

Cari Kamar Hotel di Tixton Dahulu, Liburan ke Bali Kemudian




Pergi berlibur ke destinasi yang diimpikan tentunya merupakan hal yang didambakan banyak orang. Mungkin bisa dikatakan, seseorang belum meresapi arti 'hidup' sesungguhnya jika selama tarikan napasnya ia belum pernah setidaknya sekali saja berlibur ke tempat yang diimpikannya. Sebagai seseorang yang selalu ingin meresapi arti hidup sesungguhnya, saya sendiri selalu memasukan wishlist 'liburan impian' di setiap tahunnya. Entah itu di awal, tengah, atau bahkan penghujung tahun.

Tidak muluk-muluk, wishtlist saya di penghujung tahun nanti adalah berlibur ke Bali. Kalau sebelumnya saya cukup bersyukur karena dapat menyempatkan diri untuk singgah di negri tetangga semacam Singapore ataupun Thailand di tahun sebelumnya, maka keinginan saya di penghujung tahun nanti adalah dapat menikmati indahnya lukisan Tuhan yang dititipkannya di Pulau Dewata, Bali. Sebagai Negri dengan belasan ribu pulau yang indah, maka tentunya akan sangat sayang bagi saya sebagai Warga Negara Indonesia untuk melewatkan keindahan salah satu pulaunya, apalagi pulau dengan label 'surga yang tersembunyi' sekelas Bali. Tanpa butuh menggunakan paspor, tanpa butuh merasa asing di negri orang, liburan saya ke Bali nanti tentunya akan menjadi liburan impian yang sesungguhnya.

Terakhir kali saya menginjakan kaki di pulau Indah yang terletak di bagian tengah Nusantara ini adalah mungkin sekitar 11 atau 12 tahun yang lalu. Cukup lama, memang. Saya yakin, ada banyak 'hal' yang berubah di Bali selama 11 sampai 12 tahun itu. Dan saya sangat ingin melihat hal-hal itu. Bukan hanya pesona keindahan alamnya tentunya yang dapat di ekspos, pesona keindahan budaya yang ditawarkan masyarakat Pulau Dewata pun berkali-kali membuat saya terpukau bukan main. Saya ingin melihat Barong, saya ingin melihat Tari Pendet, saya ingin melihat Tari Kecak, dan masih banyak lagi yang saya impikan dari Pulau Cantik yang terlukis di tengah Nusantara ini. 


Barong..


Pendet..
Ketika melancong ke destinasi impian, kita tentunya membutuhkan tempat tinggal. Dan bukan rahasia lagi, jika hotel merupakan tempat tinggal terbaik yang bisa kita dapatkan. Apalagi, dewasa ini kamar hotel dapat dipesan dengan mudah via online. Seakan ingin bersahabat baik dengan keinginan saya untuk berlibur ke Bali itu, Tixton hadir sebagai sebuah Startup cerdas yang menawarkan berbagai kemudahan bagi para pelancong dalam hal pembelian dan penjualan kamar hotel. 


Apa itu Tixton?

Tixton sendiri adalah sebuah situs yang menawarkan fitur jual-beli kamar hotel, dimana kita dapat menjual kamar hotel yang telah kita pesan atau.. membeli kamar hotel yang telah dipesan orang lain dengan harga yang lebih murah tentunya.

Kita semua tahu, yang namanya rencana untuk liburan itu belum tentu berjalan mulus sesuai dengan rencana kita. Terkadang rencana untuk liburan bisa berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan, tapi tak jarang juga rencana itu hanya menjadi wacana semata. Entah karena ketinggalan pesawat, atau karena sakit mendadak, atau karena ada acara keluarga dadakan yang lebih penting untuk dihadiri, yang jelas ada banyak bencana di luar sana yang bisa saja mengagalkan rencana liburan kita. Permasalahannya adalah, apa jadinya ketika liburan yang sudah kita rencanakan gagal disaat kita sudah membeli kamar hotel? Yap, uang yang sudah kita gunakan untuk membeli kamar hotel tersebut hilang dan kamar hotel yang sudah dipesan tersebut akan berakhir dengan 'Sia-Sia'. Sekali lagi, 'sia-sia'.

Permasalahan kamar hotel yang telah dipesan dari jauh-jauh hari tapi pada akhirnya dibatalkan memang merupakan sebuah permasalahan yang sudah cukup merakyat bagi para pelancong  sejati ataupun orang-orang yang sering pergi berlibur. Semuanya terbukti, dari banyaknya kasus tersebut di setiap hotel berbintang yang terdapat di Indonesia. Menengok problematika tersebut, Tixton hadir sebagai situs yang menawarkan solusi  untuk 'kesia-siaan' itu. 


buat akun..


tixton.com

Bagaimana cara membeli kamar hotel di Tixton?

Proses pembelian kamar hotel di Tixton cukup mudah, karena sejatinya pengaplikasian di situs Tixton ini cukup user friendly. Setelah membuka situs tixton.com, untuk mempermudah transaksi kita ada baiknya kita membuat akuun di tixton terlebih dahulu dengan cara register. Setelah terdaftar, kita hanya perlu mengklik halaman "Buy", lalu masukan destinasi tujuan dan tanggal yang diinginkan, dan maka akan tampil lah beberapa pilihan hotel yang dijual dengan harga yang cukup miring. Karena sejatinya, Tixton selalu menawarkan harga hotel termurah bagi para Tixtoners. 



cari-cari..


Setelah mencari dan menemukan kamar hotel dengan harga yang diinginkan, maka selanjutnya kita hanya perlu memilih pilihan More Details. Selanjutnya anda akan diberikan detail yang lebih lengkap tentang kamar hotel yang telah anda pilih tersebut seperti Hotel Facilities, Hotel Description, Hotel Map, sampai Point Of Interest yang ada pada destinasi tersebut. Dan jika anda sudah benar-benar yakin, maka yang perlu anda lakukan selanjutnya adalah mengklik pilihan Book Now yang terdapat di bawah harga dari kamar hotel tersebut. 

Ambil contoh, misalkan saya akan memesan kamar hotel di Bali pada akhir Agustus ini. Kemudian saya mencari kamar hotel yang saya rasa harga dan durasi waktu pemesanannya paling pas untuk saya. Dan pada akhirnya saya mendapatkan pilihan hotel bintang tiga yang bernama Bali Kuta Resort dengan harga 266.333/ malam dengan estimasi waktu 3 hari. Maka yang harus saya lakukan selanjutnya adalah melihat lebih jelas penjelasan tentang hotel tersebut di More Details dan memilih Book Now jika saya benar-benar tertarik.

Perlu diingat, harga dari kamar hotel yang bisa didapatkan di Tixton tentunya merupakan harga yang sangat bersahabat. Karena kamar hotel yang ada tentunya dijual dengan harga yang lebih murah daripada harga aslinya mengingat sistem penjualan kamar yang begitu memanjakan pembeli di Tixton dengan potongan persenannya.


More Details
Book Now
Continue to payment

Setelah mantap membook kama yang telah dipilih, maka selanjutnya yang harus dilakukan adalah membayar kamar yang telah kita book. Ada 3 metode pembayaran yang bisa kita lakukan; pertama dengan menggunakan kartu kredit, kedua dengan transfer via bank BCA atau ketiga dengan bank non BCA. Untuk pilihan non BCA, ada 4 bank yang dapat kita gunakan. Ada Bank Mandiri, BNI, Permata, dan juga Maybank. Setelah melakukan pembayaran, maka selamat! kamar hotel tersebut resmi menjadi kamar anda. 


Bagaimana cara menjual kamar hotel di Tixton?

Lalu selanjutnya, bagaimana caranya menjadi penjual kamar di Tixton? Caranya cukup mudah. Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, pengaplikasian di Tixton ini cukup user friendly.  


Sell
Perlu diingat, hanya hotel bintang 3 dan keatas yang dapat dijual di Txton. Jika ingin menjual kamar hotel, maka yang harus dilakukan adalah pergi ke halaman "Sell", lalu mengisi beberapa data pelengkap informasi dari kamar dan hotel tersebut.

Data-data yang harus diisi seperti negara, kota, nama hotel, alamat hotel, tipe kamar, tanggal check in dan check out, serta informasi pribadi kita seperti nama, nomor yang dapat dihubungi, nomor passport dan informasi dari mana kita membook hotel tersebut. Jika kita telah mengisi semua data yang diminta, maka kita hanya perlu memilih pilihan Sell My Room. Dan jangan lupa, mencentang 2 buah pilihan I agree yang terdapat diatas pilihan Sell My Room itu sendiri. 

Setelah mengisi data-data tersebut dan mengirimnya, maka pihak Tixton akan melakukan konfirmasi. Dan jika verifikasi berhasil, maka Tixton akan memberikan 30% dari hasil pemesanan yang dilakukan dalam bentuk Toncoin. Dan sisanya akan menjadi milik Tixton, dan harga kamar tersebut akan ditawarkan lebih murah lagi kepada pembeli sampai dengan 40%. Misalkan harga pesan hotel tersebut adalah $180, maka setelah berhasil melakukan transaksi penjual akan mendapat $60 dalam bentuk Toncoin. 

Toncoin sendiri adalah virtual money yang digunakan dalam transaksi di Tixton. Dengan nominal 1 Toncoin sama dengan S$1, Toncoin tersebut memiliki masa validasi sampai dengan 5 tahun. Tapi perlu diingat, Toncoin tidak dapat dikonversikan menjadi bentuk uang tunai. Sistem Toncoin ini sendiri tentunya sangat memudahkan pengguna Tixton sendiri, mengingat sistem ini dapat membuat pengguna Tixton terhindar dari biaya transfer saat melakukan transaksi. 

Destinasi di Tixton?


Sebagai situs yang tergolong baru, Tixton indonesia sudah mencakup banyak daerah destinasi yang bisa dipilih. Mulai dari kota-kota di Indonesia, Singapore, Malaysia, sampai dengan Hongkong.  Keren kan?

Travel Wish Tixton?


travel wish
Selain fitur Buy ataupun Sell, ada juga fitur My Travel Wish yang siap untuk memanjakan para pengguna Tixton. Pada fitur Travel Wish Tixton ini, kita hanya perlu mengisi data destinasi apa yang kita tuju, dan hotel apa yang kita inginkan. Dan memasukkan best price yang kita inginkan. Dan abracadabra! Anda bisa saja mendapat potongan kamar tadi hingga 20% yang akan diinformasikan via email setelah memilih pilihan Create Trevel Wish.

Dan jangan lupa,  tanggal 15 Agustus sampai 14 November nanti, jika anda telah melakukan pesanan kamar dari fitur My Travel Wish maka anda berkesempatan untuk memenangkan hadiah-hadiah menarik. 

Promoooo
Promo-promo yang diberikan Tixton memang tak kalah menggairahkan. Dari tanggal 15 Agustus sampai 14 November nanti, Tixton mengadakan promo bertakjub Promo Wisata Tixton yang memungkinkan para Tixtoners untuk mendapatkan 2 tiket pesawat gratis dari bandara terdekat dari hotel yang telah dipesan. Bukan hanya itu, uang sejumlah Rp. 5.000.000 pun akan diberikan bagi 2 orang yang beruntung. Wish Akhir Tahun Tixton ini tentunya merupakan suatu agenda yang sangat menggiurkan dan menggairahkan.

Bagaimana cara mengikutinya? Caranya kita hanya perlu membuat wish destinasi dan hotel yang kita inginkan di My Travel Wish, dan jika beruntung kita akan menjadi pemenang dan menikmati tiket pesawat gratis serta uang saku dari Tixton. Periode travel dari promo ini sendiri adalah dari akhir tahun 2016 sampai dengan awal tahun 2017. Atau lebih spesifiknya lagi, periode travelnya adalah daeri 1 Desember 2016 sampai dengan 28 Februari 2017. Kurang keren apa lagi?


Cari Kamar Hotel di Tixton Dahulu, Liburan ke Bali Kemudian!


Berkaca dari apa yang telah ditawarkan oleh Tixton, tentunya 'liburan impian' saya ke Bali di penghujung tahun nanti sepertinya tidak akan menjadi isapan jempol belaka. Kalau menengok harga, harga dari kamar yang ditawarkan di Tixton pastinya sangat sangat sangat bersahabat 
dengan potongan harganya yang gila-gilaan. Karena Tixton merupakan solusi sejati untuk Cara mudah dapatkan harga TERMURAH di hotel idaman.

Belum lagi fitur My Travel Wish dan promonya yang mampu kembali meringankan biaya liburan impian saya nanti. Dengan promo dari bulan Agustus sampai Novembernya itu, saya tentunya berkesempatan untuk travelling ke Bali sesuai rencana di penghujung tahun 2016 ataupun awal tahun 2017 nanti dengan catatatn mendapatkan tiket dan uang tunai secara cuma-cuma jika saya menang. Mengingat liburan ke Bali nanti masuk ke dalam wishlist saya di penghujung tahun nanti, maka untuk membuatnya terwujud ada 2 hal yang harsus saya lakukan. Pertama, saya harus mencari kamar hotel di Tixton terlebih dahulu, dan kedua saya akan menikmati liburan saya di Bali dengan seksama. Yap, cari kamar hotel di Tixton dahulu, liburan ke Bali kemduian!

Jadi, jika kalian ingin berlibur ke destinasi impian dan menginginkan kamar hotel dengan harga yang miring, atau kalian sudah membeli kamar hotel namun liburan kalian terpaksa dibatalkan, kalian tahu kan situ apa yang harus kalian kunjungi? 




Jadi, tunggu apa lagi?
b:if cond='data:blog.pageType != "item"'>