Tuesday, June 20, 2017

Diparkir Tukang Palak


Selain mami-mami bawa motor yang lampu sen dan arah beloknya mengalami disparitas arah, maka salah satu masalah yang cukup meresahkan masyarakat di abad ke 21 ini adalah tukang parkir ilegal yang tidak bertanggung jawab. Datang tak diundang, pulang minta duit. Belum lagi ada tukang parkir yang suka matok harga secara berlebihan dengan metode abuse of power. Gue gagal mengerti, istilah apa yang tepat untuk menggambarkan fenomena dimana tukang parkir mematok harga secara gila-gilaan. Dipalak tukang parkir, atau diparkir tukang palak? 

Setelah kurang lebih 2 semester menikmati bangku kuliah BINUS, ada banyak kisah tidak mengenakkan yang gue dengar tentang pengalaman parkir motor di minimarket dekat BINUS Syahdan. Banyak yang ngeluh kalau tukang parkirnya matok harga terlalu tinggi Rp. 5.000 per motor padahal bukan tukang parkir resmi alias ilegal dan minim servis. Uhuk, gue cuma mau bilang, kalau kalian mengeluh karena disuruh bayar parkir ilegal Rp. 5000, kalian lemah.. kalian lemah... Gue pernah terpaksa bayar parkir motor ilegal Rp. 8000 per satu jam dan hampir terpaksa bayar Rp. 20.000 untuk satu setengah jam. 

Ciluk Ba kekok
Salah satu kisah kelam yang gue dapat di BINUS adalah pengalaman parkir yang tidak menyenangkan waktu ada kegiatan mahasiswa di gedung Syahdan. BINUS sendiri sejatinya memiliki 3 gedung yang diantaranya gedung Anggrek, Syahdan dan Kijang. Gedung Anggrek dan Kijang adalah 2 gedung yang memiliki fasilitas parkir yang lengkap, parkir mobil ada, parkir motor juga ada. Sedangkan, gedung Syahdan adalah gedung yang paling tidak pemotor friendly karena yang bisa parkir didalam cuma mobil dan motor yang ber-stiker resmi yang entah gimana dapetinnya.

Karena gue nggak punya stiker resmi, maka gue terpaksa mencari tempat parkir di luar Syahdan. Ternyata, parkir diluar Syahdan itu harus teliti dan berhati-hati. Gue pernah terpaksa bayar parkir motor Rp. 8.000 per satu jam, dan hampir membayar Rp. 20.000 per satu setengah jam. Padahal harga parkir seharusnya Rp. 2.000 dan paling mahal Rp. 5000 all time. Iya, parkir motor. Hebat kan..

Trik terbijak untuk parkir di Syahdan sebenarnya terbagi menjadi 3 langkah hemat. Pertama, paksa parkir di dalam gedung kalau nggak ketahuan penjaganya. Kedua, parkir di tempat parkir dekat Syahdan yang non mini market. Terakhir, jika anda memiliki mental kriminal, maka anda bisa mencoba untuk mengopek stiker di motor yang berstiker, lalu taruh stiker tersebut di motor anda. Namun, cara terakhir itu sangat tidak disarankan.


Harga tempat parkir yang ada di dekat Syahdan itu Rp. 3000, parkir di minimarket Rp. 5000 kalau belum ganti shift. Biasanya, anak Syahdan sejati kalau markir motor, parkirnya di tempat parkir yang Rp. 3000 all time itu. Permasalahannya kemudian adalah, tempat parkir anak Syahdan sejati itu cuma buka sampai jam 7 malam. Jadi, kalau ada rapat UKM atau rapat himpunan sampai lebih dari jam 7 malam, maka kita nggak bisa parkir disana dan terpaksa nyari tempat parkir lain. Minimarket pun sering menjadi pelarian sementara.. 

Suatu sore menjelang malam, gue pernah mendatangi pertemuan UKM di Syahdan. Karena tempat parkir yang anak Syahdan sejati itu udah mau tutup, gue terpaksa markir di Indomaret sebrang kampus. Biasanya, parkir disitu berjam-jam harganya tetap normal Rp.5000, tapi ternyata ada sesuatu yang berbeda dikala itu. Waktu dateng, gue udah bayar Rp. 5.000 ke si om parkir. Kurang lebih sejam setelah menghadiri pertemuan itu, gue kembali ke minimarket tersebut dan tetap ditagih duit parkir lagi oleh si paman parkir. Ada apakah gerangan? Ternyata tukang parkirnya ganti shift, jadi bayarnya harus double. Hebat ya, padahal resmi juga kagak, bisa ada shiftnya. Akhirnya gue terpaksa membayar Rp. 8.000 per satu jam untuk motor. Bukannya pelit, tapi masalahnya.. dikenakan biaya double tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, terus tukang parkirnya minim servis pula. Kan setan..

Tapi ternyata, sore itu bukan yang paling naas. Masih ada kisah naas parkir di minimarket dekat Syahdan lainnya. 


Lagi-lagi di suatu sore, dan lagi-lagi rapat UKM. Malam itu sekitar jam setengah 7 gue datang buat menghadiri rapat UKM. Karena tempat parkir motor yang anak BINUS sejati itu udah tutup kalau jam 7 malam, gue terpaksa nyari tempat parkir lain. Gue berniat untuk nerobos parkir di dalam gedung Syahdan, tapi gue teringat saat terakhir kali gue nyoba nerobos masuk gue ditegur sama petugas. Gue pingin parkir di minimarket sebrang Syahdan itu, tapi gue keinget pengalaman terakhir yang penuh jebakan saat parkir disitu. Akhirnya gue memutuskan untuk parkir di minimarket lain yang agak jauh dari Syahdan tapi nggak jauh-jauh amat.

Minimarket itu sama seperti minimarket dengan warna biru dan kuning yang mendominasi pada logonya. Awalnya gue parkir motor, dan karena sadar ada rapat yang akan memakan waktu cukup lama, setelah parkir disana gue nyari tukang parkirnya dan gue bilang kalau gue akan parkir disana mungkin sampai jam 8 malam. Tukang parkirnya kemudian nyuruh buat bayar duluan. Karena belum pernah parkir disitu, gue sengaja ngasih duit yang pastinya akan ada kembaliannya. Karena yang ada dibayangan gue parkir disana palingan Rp. 2000 dan paling mahal Rp. 5.000, gue ngeluarin Rp. 20.000 dengan skenario yang sangat gue yakini si tukang parkir akan memberi kembalian minimal Rp. 15.000. Tapi ternyata gue salah, skenario selanjutnya adalah..

Tukang parkir tersebut mengambil Rp. 20.000 tadi seraya berkata,
"Oke, duitnya pas ya.."
Lalu gue terkejut seraya berkata...
"Lah, kok mahal amat?"
"Iya, kan sampe jam 8.. lagian kan bakal ganti shift." dia membalas.
Gue memandang dia, dia memandang gue. Mata kami bertemu di satu titik. Untung saat itu tidak ada lagu romantis yang terputar.

Alasan yang dikasih si tukang parkir ilegal itu sangat tidak bisa dicerna logika. Iya emang sampe jam 8 malam, terus kenapa? Berarti kan cuma satu setengah jam, Iya masa Rp. 20.000? Udah ilegal, nggak resmi, cuma satu setengah jam doang, servis minim pula. Mending kalau gue bayar Rp. 20.000 terus gue dapet bonus pijat gratis, atau nggak voucher main PS di rental gratis selama sebulan. Lah ini, udah ilegal, malak pula. 

Akhirnya saat itu setelah bertatap-tatapan gue bilang nggak jadi parkir disitu. Gue kasih dia Rp. 2000, dia balikin Rp. 20.000 gue yang sudah bersarang di kantungnya. Sebelum gue benar-benar pegi, dia sempat berkata dengan tanpa dosanya.. "Yaudah 15 rebu aja deh". Gue menolak, lalu dia berkata..
"Yauda, pergi sekarang ya.."
Memang dasar aktor intelektual tak bermoral yang menciptakan permasalahan di abad ke 21. Miris juga sebenarnya, masih ada aja orang-orang begini. Udah nyamar jadi tukang parkir, malak pula. Untung sih, gue nggak jadi parkir disitu. Mungkin kalau gue ngasih duit pas saat itu, dan ternyata pulang lebih telat dari perjanjian, maka tragedi pemalakan yang akan terjadi bisa lebih parah lagi. Setidaknya ada pelajaran berharga di kisah kelam itu. Pertama, jangan parkir di minimarket. Kedua, kalau terpaksa parkir, bayar pake duit pas. 

Friday, June 16, 2017

Daddy You Daughter Me (2017), Secret Garden ala Ayah-Anak yang Wajib Tonton



Tema jiwa yang tertukar tentu bukan merupakan hal asing di perindustrian film Korea. Mulai dari drama sampai film, 'jiwa yang tertukar' selalu menjadi tema yang cukup menarik. Dari sekian banyak film atau drama tentang jiwa yang tertukar, mungkin kebanyakan berkisah tentang romansa pria dan wanita. Tapi apa jadinya, kalau tema jiwa yang tertukar itu terjadi pada ayah-anak? Daddy You Daughter Me (2017) lah jadinya.

Kemarin secara nggak sengaja gue menemukan film komedi keluarga yang judulnya Daddy You Daughter Me (2017) di salah satu web streaming film. Dari nontonin trailernya aja, nggak begitu sulit buat gue untuk menyimpulkan kalau film ini menarik. Pertama, trailernya memang merepresentasikan komedi yang cukup apik. Kedua, ada label CJ Entertainment disana. Dan ternyata benar, film ini adalah film komedi yang jempolan. 

Cast:
Jung So-Min - Do Yeon 
Yoon Je-Moon - Bapaknya Do Yeon  
Lee Il-Hwa - Emaknya Do Yeon


Sinopsis Daddy You Daughter Me (2017) 

Do Yeon adalah seorang siswi SMA yang memiliki prestasi yang tidak begitu baik dan tidak begitu buruk di sekolahnya. Ia tidak memiliki hubungan yang baik dengan ayahnya karena ia dan ayahnya tidak saling mengerti satu sama lain dengan baik. Ayahnya yang bekerja di sebuah perusahaan kosmetik menginginkan dia untuk terus giat belajar, namun Do Yeon tertekan dengan keinginan ayahnya itu. 

Suatu malam Do Yeon dan ayahnya bertengkar. Tanpa mereka sadari, pertengkaran mereka terjadi di bawah pohon yang terkenal bisa mengabulkan segala keinginan. Di malam itu mereka berdua mengalami kecelakaan dan kemudian terbangun di rumah sakit dengan jiwa yang tertukar. Do Yeon menjadi ayahnya, dan ayahnya menjadi Do Yeon. Mereka berdua pun harus merasakan kehidupan satu sama lain dimana Do Yeon harus pergi ke kantor dan Ayahnya harus sekolah. 


Review Daddy You Daughter Me (2017) 

Daddy You Daughter me bisa dibilang merupakan film komedi yang jempolan. Scene demi scene film ini sukses membuat penontonnya cengar-cengir. Terlebih, karena akting dari karakter ayahnya Do Yeon yang bisa dibilang jempolan sehingga komedinya begitu hidup.







Semua adegan film ini terasa begitu menyenangkan. Pengenalannya, konfliknya, penyelesaian konfliknya, semua terasa begitu menyenangkan karena komedi yang pecah. Tema cerita yang ditawarkan sendiri bukan sesuatu yang baru di perindustrian film Korea. Kalau dibilang unik sih enggak, tapi kalau menarik.. gue setuju. Karena kalau disimak sendiri dari beberapa drama ataupun film dengan tema jiwa yang tertukar, romansa antara karakter pria dan wanita yang biasanya mendominasi. Tapi film ini menawarkan yang berbeda, tentang ayah dan anak.

Katakanlah drama Korea yang 'emak-emak' banget yang judulnya Secret Garden yang dimainkan Hyun Bin dan Ha Ji Won. Mungkin kalau ditanya darama paling legende dengan teman jiwa yang tertukar, Secret Garden lah jawabannya. Meskipun gue nggak nonton dramanya karena pasti membosankan, tapi gue tau kalau drama tersebut adalah drama yang terkenal karena tema jiwa yang tertukar. Dan bisa dikatakan, kalau film Daddy You Daughter Me ini adalah Secret Garden dengan rasa ayah-anak.

Komedi dari film ini juara banget. Yang menarik dari film ini adalah sosok ayah yang sukses diperankan secara totalitas. Dimana ayahnya yang biasanya kerja di perusahaan kosmetik harus bertingkah seperti anak gadis yang doyannya K-pop dan hal-hal kegadisan lainnya. Beberapa scene yang komedinya pecah dikarenakan andil dari akting si karakter ayahnya ini.

 


Selain ayah-anak, ada juga beberapa konflik dan komedi yang terjadi diantara karakter lainnya. Entah itu karakter yang memiliki relasi dengan karakter sang ayah, atau Do Yeon. Film ini berhasil menunjukkan kalau tema 'jiwa yang tertukar' akan lebih hidup dan berkomedi kalau diaplikasikan ke relasi orangtua dan anak ketimbang romansa antara pria dan wanita semata. Overall, film ini adalah film komedi yang sangat bisa menjadi refrensi buat yang lagi nyari film komedi-family Korea yang mungkin semacam Hello Ghost atau My Annoying Brother, atau mungkin Miss Grany.

Kabarnya sendiri, film ini adalah adaptasi dari novel Jepang yang kemudian dijadikan Dorama. Uhh, kalau begitu banyak juga ya film Korea yang hasil adaptasi film atau dorama Jepang. Tapi tetap, film komedi ini adalah film yang akan menjadi salah satu refrensi terbaik buat yang lagi nyari film komedi Korea. Catat.

                         

Friday, June 9, 2017

ASUS E202, Notebook Terbaik untuk Menunjang Aktivitas Kuliah!

Kehidupan di dunia perkuliahan tentu merupakan momen yang sangat krusial bagi para mahasiswa ataupun mahasiswi. Selain mempersiapkan mental dan intelektualitas sebagai makhluk universitas, mempersiapkan logistik guna menunjang aktivitas di dunia perkuliahan tentu merupakan langkah yang harus dipenuhi. Bukan rahasia lagi kemudian jika laptop atau notebook  merupakan logistik terpenting bagi mahasiswa untuk menunjang aktivitas perkuliahannya. Mudah dibawa kemana-mana, untuk mengerjakan tugas kuliah, untuk dijadikan sebagai wadah online, dan menunjang beranekaragam aktivitas di dalam maupun luar universitas lainnya menjadikan laptop sebagai benda yang wajib dimiliki para mahasiswa. 

Maka dari itu, tidak heran jika banyak brand ternama saling bersaing untuk merebut hati para konsumen dalam memasarkan komputer lipat tersebut. Bagi 'anak kuliahan' seperti saya, hal yang kemudian menjadi persoalan adalah menemukan laptop yang sesuai kebutuhan dengan harga dan spesifikasi yang tepat bukanlah hal yang mudah. Terkadang, laptop atau notebook yang dipasarkan dengan harga murah memiliki sepsifikasi yang kurang memuaskan. Dan terkadang, laptop atau notebook yang dipasarkan dengan spesifikasi tinggi memiliki harga terlalu mahal. Dilema antara harga dan spesifikasi pun kerap kali melanda para mahasiswa seperti saya untuk memilih laptop atau notebook.
ASUS E202

Dilema dalam mencari notebook dengan spesifikasi mumpuni dan harga manusiawi untuk dapat membuat saya semakin produktif dan kreatif guna menunjang aktivitas perkuliahan pun saya rasakan. Ya, saya dilema. Hingga pada akhirnya saya mendengar tentang notebook ASUS E202, notebook yang dipasarkan dengan harga terjangkau yang berukuran 12 inci dan didukung baterai yang tahan lama. Gokil!

Inovasi demi inovasi yang diimplementasikan ASUS kedalam performa dan penampilan laptop dan notebook nya memang menjadi daya tarik tersendiri bagi pencari laptop atau notebook. Bukan hanya apik di seri ROG, laptop dan notebook ASUS pun terbilang apik hampir dalam setiap serinya. ASUS E202 sendiri adalah notebook yang memang dipasarkan dengan sasaran kalangan anak muda seperti anak sekolah, ataupun anak kuliahan. Dengan kualitas memukau dan harga terjangkau, ASUS E202 akan memberi pengalaman mengesankan bagi penggunanya.


the gif pict by me, the video by nerdreviewsid

ASUS lagi, ASUS lagi. Rasanya ASUS memang telah menjadi brand terbaik dalam memproduksi laptop dan notebook beberapa tahun belakangan ini. Pengalaman mengesankan dengan produk ASUS baik dari smartphone sampai laptop pernah saya rasakan. ASUS nyatanya memang mengutamakan kenyamanan para penggunanya dan memanjakan para penggunanya dengan spesifikasi yang apik. Berkaca dari apa yang ditawarkan oleh ASUS E202, rasanya tidak perlu terlalu berlama-lama untuk memantapkan pilihan kita ke notebook yang 'anak kuliahan' banget ini. 

ASUS E202 merupakan notebook yang sangat 'university student' friendly. Dilihat dari performa, harga, dan penampilan, tidak sulit bagi saya untuk menyimpulkan jika E202 adalah notebook yang dapat membuat anak kuliahan dari segala jurusan menjadi semakin produktif dan kreatif. Kesimpulan saya tentu bukanlah kesimpulan yang tak beralasan. Ada 5 alasan kuat saya kenapa notebook ini merupakan notebook yang dapat membuat penggunanya semakin produktif dan kreatif. Berikut, 5 alasan tersebut:
Tubuh mungilnya begitu molek sehingga mantap untuk posisi apapun, dimanapun, dan kapanpun, begitulah ASUS E202. ASUS E202 memiliki tubuh mungil yang bahkan tidak lebih besar dari kertas berukuran A4. Notebook ini didesain dengan layar minimalis, yakni 11,6 inci atau 12 inci secara keseluruhan. Notebook berukuran A4 ini ditopang dengan resolusi High Definition 1366 x 768 pixels seinggal visualisasinya begitu elok. Tubuh mungilnya memiliki berat  1,21 kg saja.

ASUS E202
Selain mungil dan lincah, kemolekkan tubuhnya juga didukung dengan pilihan warnanya yang membuatnya semakin cantik. Jika notebook pada umumnya tersedia dalam 2 warna yaitu hitam dan putih saja,  ASUS E202 ini tersedia dalam beberapa warna yang meliputi warna Black, Silk White, Dark Blue, Thunder Blue dan Red Rouge. Warna-warna yang ditawarkan tersebut tentu tidak hanya membuat ASUS E202 ini terlihat begitu menawan dari segi ukuran, namun juga penampilan. 

Sudah mungil dan ringan, banyak warna, High Definition lagi. Kurang molek apa? Kemolekkan ini lah yang mmbuat ASUS E202 cocok untuk dipakai di posisi apa pun. Mau posisi main notebook sambil tiduran, posisi main notebook sambil duduk di meja, posisi main notebook sambil tiduran di meja, atau posisi main notebook sambil kayang, guling lenting, dan loncat harimau pun juga mantap. 
ASUS E202 memiliki "itu" yang sangat besar dan kuat. Bukan hanya besar, namun durasinya juga tahan lama. Itunya loh, baterainya. ASUS E202 ini ditopang baterai dengan daya kemampuan 3 Cells 48 Whrs Polymer yang memungkinkannya untuk bertahan dalam masa aktif selama 8 jam. Kok bisa, notebook bertubuh mungil memiliki baterai sekuat itu? Bisa lah, ASUS gitu loh.



Prosesor intel hemat daya memungkinkan ASUS E202 ini memiliki masa aktif yang prima dan memberi pengalaman mengesankan bagi para penggunanya. Alasan spesifik untuk menjawab mengapa baterai ASUS E202 dapat memiliki masa aktif sampai dengan 8 jam adalah karena notebook mungil ini hanya mengkonsumsi daya 6 watt saja yang menyebabkan baterai tidak cepat habis. Intel Celeron generasi ke-5/Braswell yang memotori ASUS E202 ini lah yang membuat baterai ASUS E202 terasa begitu 'besar' dan 'tahan lama'.

Selain besar dan tahan lama, baterai ASUS E202 dapat diisi ulang dengan cepat lewat port USB 3.1 Type-C. Hal ini kemudian menjadikan ASUS E202 sebagai notebook berukuran 11,6 inci pertama yang ditopang dengan kecanggihan teknologi  USB 3.1 Type-C. Sudah besar, tahan lama, cepat pula. Anak kuliahan mana yang tidak suka baterai notebook yang tahan lama dan pengisiannya cepat? Untuk mengerjakan tugas ataupun online pun bisa menjadi semakin optimal. Hal ini lah yang menjadi salah satu faktor yang mampu membuat anak kuliahan menjadi lebih produktif dan kreatif. 
Tubuhnya molek, "itu" nya besar, tapi kalau loyo percuma dong ya? Bukan sihir, sihir bukan, ASUS E202 adalah notebook dengan performa yang jauh dari kata loyo. Mengapa demikian? karena ASUS E202 dimotori prosesor canggih terkini dan ditopang dengan OS yang sudah hadi dalam versi Windows 10 dan DOS.

Seperti yang saya elaborasikan di paragaraf-paragraf sebelumnya, ASUS E202 telah ditopang dengan resolusi HD 1366 x 768 pixels sehinggap dapat memberi pengalaman multimedia yang mengesankan bagi penggunanya. Pengalaman multimedia yang mengesankan pun juga ditawarkan ASUS E202 ini dengan fitur dual speaker yang dimotori teknologi ASUS SonicMaster. 

Untuk yang belum tahu, ASUS SonicMaster adalah teknologi speaker ASUS yang mendukung fitur suara pada notebook. Suara yang jernih, tegas, dan jelas, merupakan beberapa kelebihan yang ditawarkan ASUS SonicMaster. Dengan dimotori oleh ASUS SonicMaster, maka kepiawan dual speaker ASUS E202 ini tidak perlu dipertanyakan lagi.



Dan ingat, prosesor Intel Celeron generasi ke-5 (Braswell) dan juga USB 3.1 Type-C yang memungkinkan penggunanya untuk melakukan transfer data dengan daya konektivitas sampai dengan 5Gbps. Fitur tersebut tak pelak membuat E202 ini sangat menghemat waktu, karena USB dapat dicolok dengan berbagai arah dengan colokan reversible setiap saatnya dan kecepatan transfer USB 3.1 ini lebih cepat 11x dibandingkan USB 2.0. Transfer data secara cepat juga terdapat pada fitur Wifi dan Bluetooth yang dimiliki si mungil ini dimana WiFi 802.11ac dan Bluetooth 4.0 dapat dinikmati oleh para pengguna ASUS E202

Adapun spesifikasi lengkapnya adalah sebagai berikut:
  1. Layar  11.6 inci WXGA (1366 x 768) 
  2. Sistem Operasi Windows 10 / DOS 
  3. Prosesor Intel Celeron N3060 Dual-Core up to 2.16GHz 
  4. Grafis Intel HD Graphics 
  5. RAM 2GB DDR3L 
  6. Penyimpanan 500GB HDD 
  7. I/O 1 x 3.5mm audio jack, 1 x USB 3.0 port, 1 x USB 2.0 port, 1 x USB 3.1 Type-C Gen 1, 1 x micro HDMI 
  8. Kamera VGA Web Camera 
  9. Audio SonicMaster 
  10.  Dimensi Audio 29,7 x 19,4 x 2,14 cm 
  11. Berat 1,21 Kg
  12. Daya tahan baterai 8 jam
Dengan dimotori teknologi terkini, ASUS E202 menawarkan performa yang sangat prima untuk memberi kenyamanan pengalaman bekesan bagi para penggunanya. Hal tersebut tak pelak menjadi salah satu faktor yang mampu membuat anak kuliahan menjadi lebih produktif dan kreatif. 
ASUS E202 bisa dibilang memang mengincar kalangan muda sebagai pasar. Mahasiswa dan mahasiswi pun merupakan pasar yang cukup legit bagi ASUS E202 ini. Notebook mungil dengan banyak warna ini bisa saya katakan merupakan notebook terbaik untuk menunjang aktivitas kuliah. Mengapa demikian? Karena jika kita menilik kembali performa dan keunggulan-keunggulan yang ditawarkan, ASUS E202 tidak hanya cocok untuk jurusan tertentu saja, namun cocok untuk digunakan segala jurusan.




Jurusan yang ada di Fakultas Ekonomi? Komunikasi? Sastra? FISIP? Kedokteran? Notebook E202 mendukung aktivitas kuliah anak kuliahan di semua jurusan. Untuk jurusan-jurusan yang hanya mengutamakan  program-program pengolah kata untuk mengerjakan tugas ataupun presentasi, ASUS E202 merupakan salah satu pilihan yang tepat. Bukan hanya anak kuliahan yang mengutamakan program perangkat lunak pengolah kata, bagi anak-anak desain seperti DKV atau bahkan anak Arsitek yang sering berkutat dengan program-program desain grafis pun ASUS E202 merupakan salah satu notebook yang cukup tepat untuk dipilih.

Selain performanya meyakinkan, ringan dan mungil membuat ASUS E202 tidak sulit untuk dibawa kemana-mana untuk keperluan kuliah. Hal ini membuat para mahasiswa dan mahasiswi dapat semakin produktif dan kreatif.
Pada akhirnya, harga akan menjadi salah satu penentu seseorang untuk membeli. Untuk anak kuliahan yang mayoritas belum memiliki pekerjaan, tentu harga menjadi faktor yang sangat krusial. Apalagi, anak-anak kos yang dituntut untuk hidup hemat. Notebook dengan spesifikasi tinggi, biasanya memiliki harga yang mahal. Notebook yang harganya rendah, biasanya memiliki spesifikasi yang kurang memuaskan. Namun, kalau ada notebook yang memiliki spesifikasi memuaskan dengan harga rendah, tunggu apa lagi?


ASUS E202 adalah notebook yang 'anak kuliah' banget. Mulai dari masalah performa, sampai masalah harga. Bukan hanya mampu menunjang aktivitas kuliah dan membuat anak kuliahan semakin produktif dan kreatif, namun notebook mungil ini juga mampu mmbuat anak kuliahan hemat walafiat. Mengapa? Karena ASUS membanderol varian E202 ini dengan harga yang sangat terjangkau di Indonesia. Di pasaran, notebook berspesifikasi mumpuni ini berdasarkan website resmi ASUS Indonesia dibanderol dengan harga di Rp. 3.249.000 saja. Meskipun dibanderol di kisaran harga tersebut, namun di pasaran ada perbedaan harga ASUS E202 untuk dantara DOS dan Windows 10

Melihat dari fakta-fakta diatas, maka tidak dapat dipungkiri lagi jika ASUS E202 adalah salah satu notebook terbaik yang dapat menunjang aktivitas kuliah para mahasiswa maupun mahasiswi dalam hal meningkatkan produktivitas dan kreatifitas. Tubuhnya begitu mungil membuat dia mudah dibawa kemana-mana, warnanya yang menarik pun semakin membuat ASUS E202 kian menawan. Daya tahan baterai yang begitu lama membuat notebook ini mampu bertahan cukup lama untuk mengerjakan tugas-tugas, dan untuk pengisian baterainya pun terbilang cepat. Spesifikasi mumpuni dan harga yang anak kuliahan banget pada akhirnya berhasil membuat ASUS E202 menjadi salah satu notebook terbaik yang mampu menunjang aktivitas kuliah. 

Blog Competition ASUS E202 by uniekkaswarganti.com.

Sunday, June 4, 2017

Mikel Comeback - Sebuah Kisah Pertemanan di Sekolah Menengah Akhir


Semasa sekolah dulu, secara general, kita pasti memiliki beranekaragam jenis teman. Ada teman yang setiap ulangan selalu ngakunya nggak belajar tapi tiba-tiba dapet bagus sendiri, ada juga temen yang setiap ulangan ngakunya sudah belajar keras tapi nilainya tetap aja jelek. Ada teman yang nilai akademiknya jauh lebih bagus dari nilai non akademiknya, ada juga yang non akademiknya lebih bagus jauh dari akademiknya. Ada juga teman yang selalu menasehati kita perihal asmara, tapi dia malah jadian sama orang yang sering kita curhatin, teman makan teman.

Tapi disamping itu semua, kita pasti memiliki satu teman yang pendiam dan nggak banyak bicara. Entah nggak ada yang mau berbicara dengannya, atau dia sendiri yang terlalu menutup diri. Kita pasti punya teman semacam itu, pasti..


buku tahun

Kemarin entah mengapa gue tiba-tiba iseng ngeliat yearbook SMA. Mungkin sekitar 20 menit halaman demi halaman gue balik dan gue resapi, ada rasa rindu untuk kembali memakai celana abu yang agak kebesaran itu. Agak berlebihan memang, padahal baru setahun jadi alumni. Nggak terlalu kerasa men, sekarang udah di pertengahan tahun. Rasanya baru kemarin tahun baruan dan menikmati suasana sebagai mahasiswa semester satu, sekarang udah mau UAS sebagai mahasiswa semester dua  aja.

Lembar demi lembar gue balik, sampai pada akhirnya ada sebuah halaman yang membuat gue berhenti menatapnya dengan cukup lama. Sebuah senyum mulai mengembang, ada sebuah kenangan yang mulai kembali bermain. Halaman tersebut mengingatkan gue tentang sebuah kisah di kelas 12 dulu. Sebuah kisah pertemanan, sebuah kisah tentang "Year Book" dan seorang teman pendiam yang nggak banyak ngomong...

***


2015, Pertengahan semester 1 kelas 12.

Semasa sekolah dulu, gue punya seorang teman yang pendiam dan nggak banyak ngomong. Sebut saja namanya Mikel, bukan nama sebenarnya. Nama sebenarnya sih, tapi diplesetin dikit. Kulitnya putih, kepalanya bulat, agak gendut tapi nggak gendut-gendut amat, matanya sipit. Semasa SMA, gue selalu sekelas sama dia. Gue nggak tau dengan jelas kenapa dia memilih untuk menjadi pendiam dan kurang membaur dengan yang lain. Pernah sekali waktu gue kelas 10 gue mencoba untuk ngecengin dia selama beberapa hari agar dia jadi pusat perhatian dan mungkin bisa berbaur, tapi dia malah marah dan membentak gue dengan cukup keras. Cukup keras, untuk membuat seluruh kelas terdiam saat pelajaran BP. 

Suatu hari di semester 1 kelas 12, Mikel nggak masuk selama beberapa hari tanpa pemberitahuan yang jelas. Ketika gue dan teman-teman gue yang lain dipusingkan dengan masalah pendaftaran universitas, wali kelas kami dipusingkan dengan ulah Mikel yang perlahan menghilang tanpa kabar. Hingga akhirnya suatu hari wali kelas gue masuk ke kelas dan menyampaikan sebuah pengumuman yang bernada sendu, kurang lebih pengumumannya seperti ini..
"Teman kalian, Mikel, sudah nggak masuk beberapa hari. Katanya dia mau mengundurkan diri, dia nggak tahan sama pelajaran Akuntansi."
Kelas yang awalnya cukup tenang kemudian menjadi sangat tenang sebelum akhirnya menjadi ribut. Spekulasi demi spekulasi yang melahirkan sebuah teori konspirasi pun tercipta. Wali kelas gue kala itu mengajak kami semua untuk membujuk Mikel agar kembali masuk sekolah.
"Kalau bisa, kalian ini kan temennya, bujuk dong si Mikel biar kembali ke sekolah."
Ada perasaan sedih, ada perasaan iba, ada juga perasaan yang biasa aja. Gue nggak habis pikir, betapa menakutkannya aktiva dan pasiva sampai-sampai dapat membuat Mikel berpikir untuk berhenti sekolah. Namun nyatanya, meskipun wali kelas telah melakukan tindakan persuasif agar kami membujuk Mikel, di hari itu nggak ada satu orang pun dari kami yang mengetuk pintu rumahnya untuk membujuk dia. 

Sampai suatu siang di hari Jumat, terkumpul lah beberapa orang dari kami yang memiliki niat baik untuk membujuk Mikel. Di paginya sendiri, wali kelas kami memang kembali melakukan tindakan persuasif secara verbal agar kami membujuk teman kami tersebut. Jumat siang itu, setelah pulang sekolah, terkumpul lah sejumlah orang mungkin sekitar 8 orang, gue nggak begitu ingat. Yang gue ingat cuma sekumpulan orang itu berisi satu wanita dan sisanya pria. Siapa sangka, sekumpulan orang itu memiliki niat baik. Ppada Jumat siang itu, terkumpul sejumlah orang yang ingin kembali membujuk temannya yang hilang harapan untuk dapat kembali bersekolah. 

Dan gue, gue masuk kedalam sekumpulan orang itu.

keren juga..
Sebut saja kami sekumpulan orang itu sebagai FPM, Front Pembela Mikel. Kami akan melakukan yang terbaik untuk dapat membangkitkan semangat Mikel dan membawa Mikel kembali ke sekolah kami yang tercinta. Maka dimulai lah perjalanan kami sepulang sekolah itu. Dibawah terik matahari di Jumat siang sepulang sekolah, dengan menggunakan beberapa motor kami mulai mencari rumah Mikel.  

Ada sebuah permasalahan yang kemudian timbul diawal perjuangan kami. Permasalahannya adalah... kami nggak tau dimana rumah Mikel, bahkan nomor handphone dia pun kami nggak punya. Tapi perjuangan FPM tentu tidak hanya disitu. Dengan modal "ingat-ingat" rumah Mikel dari salah seorang dari kami, kami memulai perjalanan mencari Mikel.

Ada gosip yang beredar kalau rumah Mikel berlokasi didekat sekolah negri, ada juga yang bilang kalau rumah Mikel pagarnya berwarna pink, ada juga yang nggak punya informasi apa-apa, kayak gue. Setelah melakukan perjalanan masuk keluar gang, kami terdampar di depan sebuah rumah yang kami curigai adalah rumah Mikel.

Satu hal yang sangat membuat kami yakin kalau rumah tersebut adalah kediaman Mikel adalah karena di depan rumah tersebut tergantung sebuah seragam yang kami curigai merupakan seragam sekolah kami. Maka dari itu, kami memberanikan diri untuk memencet bel rumah tersebut. Saat penghuni rumah keluar, kami lalu bertanya Apakah kediaman tersebut benar merupakan kediaman Mikel atau bukan. Dan dia menjawab... menjawab... menjawab... bukan.

Teman gue merasa cukup aneh, karena dia cukup yakin kalau rumah tersebut benar rumah Mikel, tapi penghuni yang keluar malah mengatakan kalau dia tidak mengenal Mikel. Dengan insting pecinta film thriller-mystery, gue mulai membayangkan skenario terburuk. Biasa aja, Mikel ini akan menjadi korban Human Trafficking. Biasa aja, karena dia pendiam dan tak memiliki banyak teman, keluarga dia ingin menjual organ tubuhnya? Biasa aja, rumah yang tadi itu adalah rumah Mikel dan organ tubuh Mikel sudah dibungkus di dalam freezer? Dan bisa aja, gue terlalu banyak berfantasi.

tebak yang mana dia..

tebak dia yang mana.. 
bunga ini sungguh harum..

Kami tentu tidak menyerah sampai disitu. Kami, dengan rasa solidaritas, kembali memutar otak untuk menemukan rumah Mikel dan mengembalikan dia ke sekolah. "Itu juga kalau organ tubuhnya masih utuh", pikir gue. Tapi gue percaya organnya masih utuh, dan gue yakin kalau kami bisa membawanya kembali. Kami bisa, pasti bisa.

Tiba-tiba terbesit sebuah ide jenius di benak salah seorang dari kami. Salah seorang dari kami memberi saran, 
"Kenapa kita nggak liat Yearbook SMP aja buat tau alamatnya Mikel?"
Crot, crot, crot. Gue menatap langit. Betapa bodohnya, kenapa kita nggak menggunakan cara itu dari tadi. 

Akhirnya, berlandaskan ide jenius itu, kita pergi ke rumah salah seorang dari kami terlebih dahulu untuk mengambil Yearbook SMP dan mencari alamat rumah Mikel. Setelah ditemukan, kami langsung bergegas menuju alamat yang kebetulan tidak jauh dari posisi kami saat itu. Dengan harapan dia belum pindah rumah, terdampar lah kami di depan sebuah rumah yang ditunjukkan alamat tersebut. 

Beberapa saat kemudian, kami mengetuk pintu untuk mencari pemilik rumah. Beberapa saat kemudian, muncul sesosok manusia yang sangat familiar dari dalam rumah tersebut. Sesosok manusia yang sepertinya sedang kami cari dari tadi. Ya, dia adalah Mikel. Ternyata, ini benar rumah Mikel. Ternyata, rumah mikel warna pagarnya bukan pink seperti kata teman gue tadi. 

Nggak lama kemudian, kami masuk kedalam rumah tersebut. Kami bertanya kenapa dia takut sama akuntansi? Kenapa dia nggak mau sekolah lagi? Kenapa dia harus pergi? Kenapa dia harus meninggalkan kami? Kenapa warna pagar rumahnya bukan pink? Ternyata, pagar rumahnya sudah ganti warna karena di cat. 

Kami berusaha sebisa mungkin untuk meyakinkan dia. Kami berusaha untuk membuat dia merasa tidak sendirian. "Kalau lu pindah sekolah ke Palembang, emang lo kira di sekolah lo yang baru nanti itu nggak ada Akuntansi? Tetap ada kali, malah lebih susah" kata salah seorang teman gue. Dengan wajah polos dan sedikit murung, Mikel berkata, "Oh iya, ya". Dan dengan wajah yang tidak murung, gue berkata dalam hati "DIALOG MACAM APA INI?!"

Sekitar setengah jam kami berada di dalam rumah Mikel. Sepintas, ada keyakinan dalam diri kami kalau dia akan kembali ke sekolah. Keyakinan ini bukan keyakinan yang tidak berdasar, keyakinan ini didasari dengan janjinya sendiri yang menyatakan kalau dia akan kembali bersekolah dan mengurungkan niatnya untuk pindah ke Palembang. Ada perasaan senang dalam diri kami, usaha keras kami ternyata tidak berakhir sia-sia.



Beberapa saat sebelum mengakhiri pembicaraan dengan Mikel dan pergi meninggalkan rumahnya yang warna catnya bukan pink itu, kami mengumpulkan tangan ke di tengah kayak orang-orang lagi turnamen futsal begitulah. Kami berusaha untuk menyemangati diri kami dan Mikel dengan genggaman tangan kebersamaan itu. Seketika, belasan tangan terkumpul saat itu. Tiba-tiba, entah siapa yang nyuruh, Mikel mengangkat tangannya dari kumpulan genggaman tangan tersebut seraya berkata...

 "Mikel, Comeback!"

Demi apapun, nggak ada yang nyuruh dia buat ngomong kayak gitu. Dia sendiri yang ngomong kayak begitu. Spontan, kami langsung tertawa geli bersama-sama. Tawa tersebut nyatanya merupakan tawa yang cukup bersejarah, karena tawa tersebut adalah tawa yang membawa Mikel kembali ke sekolah. Beberapa hari setelah kunjungan itu, Mikel kembali ke sekolah bersama kami dan pada akhirnya lulus UN bersama kami.


***
Sebuah putaran kenangan semasa SMA tentang yearbook dan teman pendiam yang terputar kembali sekarang perlahan mulai berhenti. Hari itu, mungkin adalah hari yang berarti bagi kami dan Mikel. Banyak hal yang dapat kami pelajari di hari itu. Pertama, ketika teman kalian merasa putus asa, kalian harus bisa membuat dia merasa kalau dia tidak sendirian. Kedua, ternyata yearbook bisa membantu kita untuk menemukan alamat teman kita yang kita tidak tahu. Ketiga, ternyata warna pagar rumah Mikel bukan pink. 

Saturday, June 3, 2017

GEMPAR!! 6 Ide Unik Startup yang Nyeleneh tapi Nggak Bisa Dianggap Remeh!


Selamat pagi, budak-budak digital dari generasi millennial. 

Dunia digital memang nggak bisa dibendung. Begitu juga dengan pertumbuhan startup yang semakin menjamur. Sebagai sebuah wadah yang menawarkan solusi digital, startup-startup yang inovatif memang selalu menarik untuk dinanti kehadirannya. Selain bisa menjadi solusi untuk masyarakat sekitar, lahirnya startup yang inovatif nyatanya juga selaras dengan cita-cita pemerintah untuk mengoptimalkan ekonomi digital nasional. Hal yang menarik kemudian adalah dari semua startup yang sudah menjadi raksasa di hari ini, ada sebuah kesamaan diantara mereka. Kesamaannya adalah startup-startup itu dimulai dari sebuah ide gila yang justru dianggap remeh orang lain pada awalnya. 

Kalau dipikir-pikir, berapa banyak orang yang menganggap seorang Jack Ma adalah pria yang sinting ketika ia memiliki ide untuk menciptakan sistem transaksi online? Berapa banyak orang yang menganggap remeh seorang William Tanuwijaya ketika ia memiliki ide untuk membesarkan Tokopedia?  Mark Zuckerberg? Larry Page? Sergey Brin?  Semua kejeniusan dimulai dari ide gila, dan semua proses untuk sesuatu yang besar pasti dibumbui dengan caci maki.


 

Untuk bisa membuat startup, hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengidentifikasi masalah-masalah di sekitar kita dan mencari solusinya lalu mengaplikasikan solusi tersebut ke ranah digital. Karena pada akhirnya, startup adalah sebuah solusi digital. Masalah yang perlu diidentifikasi sendiri bisa dimulai dari masalah-masalah di sekitar kita, nggak perlu masalah-masalah dengan skala besar yang seharusnya ditangani negara kayak korupsi, kemiskinan, terorisme, dan lain sebagainya.

Di abad ke 21 kayak sekarang ini, ada cukup banyak masalah yang kita temui sehari-hari dan kadang bikin keki. Contoh sederhananya, tukang parkir yang waktu kita parkir motor dia nggak kelihatan batang hidungnya tapi waktu kita mau pergi meninggalkan tempat parkir batang hidungnya tiba-tiba muncul bersama dengan batang kemaluannya sambil menyodorkan tangan seraya berkata, "Bro Duit Parkir Bro?". Atau, emak-emak bawa motor yang arah belok dan lampu sennya mengalami ambivalensi, kontradiktif, dan menciptakan semacam paradoks. Kalau nyalain sen ke kanan beloknya ke kiri. 

Tapi sayangnya, nggak semua masalah disekitar kita dapat diaplikasikan untuk menjadi sebuah solusi digital. Kalau dipikir-pikir, permasalahan kayak tukang parkir yang kayak hantu dan emak-emak bawa motor yang arah belok dan lampu sennya mengalami disparitas seperti ilustrasi diatas tentu kurang "digital friendly" untuk diaplikasikan menjadi sebuah startup. Untuk itulah, ketajaman intelektualitas kita dalam memilah dan mengidentifikasi masalah apa yang meresahkan tapi bisa dicarikan solusi digitalnya menjadi substansi dari "ide gila" tersebut. 

***
Setelah meresapi permasalahan-permasalahan di abad ke 21 ini, ada beberapa ide gila yang muncul di pikiran gue dan mungkin bisa menjadi ide untuk pembuatan startup-startup baru. Ide-ide yang sebenarnya cukup nyeleneh, tapi nggak bisa dianggap remeh...


1. GO DEMO 





Abad ke 21 adalah abad dimana demokrasi sudah dijunjung tinggi oleh dunia. Banyak negara di dunia ini termasuk Indonesia telah menjadi negara demokrasi yang rakyatnya telah memiliki legalitas dalam melakukan demonstrasi. Tapi sayangnya, demokrasi sekarang-sekarang ini malah dijadikan instrumen oleh beberapa pihak untuk kepentingan tertentu. Negara pun dibuat gaduh karena dikit-dikit demo, dikit-dikit demo. Pemimpin beda agama? Demo. Angkutan konvensional sepi penumpang karena angutan online? Demo. Pemimpin beda agama sudah di proses hukum tapi belum ditahan? Demo. Semua demo.

Polemik demonstrasi yang seperti ini tentu telah membuat gaduh negara. Dan bukan nggak mungkin, dari peristiwa demo-demo seperti ini akan terbuka ruang bagi mereka yang jago bikin mobile application dan hobi berdemo untuk menciptakan aplikasi demo online. Namanya GO Demo, atau mungkin Grab Demo. Namun seiring berjalannya waktu, nama tersebut mengalami perubahan menjadi GO Aksi Damai.

Jadi nanti di startup demo online itu, masyarakat dapat di mobilisasi via digital. Fitur-fitur dari masing-masing demo juga beranekaragam. Mungkin fitur-fitur yang ditawarkan akan meliputi jenis-jenis demo: 

  • Aksi Long march dari satu lokasi ke lokasi lain
  • Aksi damai Bakar Lilin 
  • Aksi Mogok Makan
  • Orasi aja
  • Orasi sambil bakar lilin
  • Orasi sambil bakar ban
  • Orasi sambil bakar foto mantan
  • Orasi sambil bakar lilin, bakar ban, terus bakar foto mantan

Tantangan dalam membuat aplikasi mobilisasi masa untuk berdemo seperti ini mungkin memang sangat berat. Karena sejatinya, aplikasi seperti ini hanya menambah gaduh negara dan melahirkan demokrasi yang demo melulu, bukan demokrasi yang berintelektualitas. Lagian, pengangguran itu seharusnya diberdayakan, bukan dijadikan instrumen berdemo dengan bayaran nasi bungkus atau semacamnya. Et dah gua kata mah.

2. Go Cenayang / Go Dukun





Berapa banyak orang di Indonesia yang masih percaya dukun, atau cenayang, atau orang pintar? Masih banyak. Berapa banyak orang di Indonesia yang mau konultasi sama dukun tapi mengurungkan niatnya karena anggapan publik kalau dukun atau cenayang itu mistis? Masih banyak juga. Kalau konektivitas antara masyarakat yang ingin konsultasi ke dukun dengan dukunnya itu sendiri bisa dibuat efisien dan efektif, suatu permasalahan pasti dapat terpecahkan. Mau konsultasi soal hantu, atau cara biar dapet istri baru kan bisa jadi lebih gampang. Selain mempermudah konektivitas antara dukun dengan masyarakat, aplikasi dukun online tentu dapat mengurangi populasi dukun cabul. 

3. Find The Movie



Berapa banyak orang yang pernah nonton film tapi nggak tau judul dari film yang dia tonton itu? Tau-tau beberapa tahun kemudian dia keinget film itu, terus pingin nonton lagi, tapi nggak bisa karena nggak tau judul dari film itu? Banyak ya nggak sih. Mungkin kalau ada aplikasi yang bisa membantu kita untuk menemukan film yang kita maksud, maka sebuah masalah bisa dipecahkan. 

4. Go Borrow



Berapa banyak orang yang terpaksa membeli sesuatu yang sebenarnya nggak terlalu dibutuhkan hanya karena situasi yang mendesak? Banyak, pasti. Dengan adanya aplikasi pinjam barang online, tentu permasalahan di abad ke 21 seperti terpaksa membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan bisa di minimalisir. Tapi, tantangan terberat yang mungkin menimpah developer aplikasi ini adalah memastikan bahwa si peminjam barang tidak memiliki penyakit berbahaya yang mampu menularkan virus mematikan kepada si peminjam. Kalau panuan cuma gara-gara minjem baju kan jadi repot ya..

5. Destroy her/his Wedding 


Salah satu permasalahan yang paling bikin gaduh di abad ke 21 adalah undangan pernikahan mantan, betul? Betul...

Aplikasi pencari jodoh kayak Tinder itu sudah terlalu biasa. Pernah mikir nggak sih, kenapa di dunia digital ini adanya aplikasi yang membantu orang lain menjalin hubungan dengan orang lain? Kenapa nggak ada aplikasi yang merenggangkan hubungan orang lain? Padahal, membuat asmara orang rusak kan nggak melanggar hukum. Bukan tidak mungkin kan, di masa depan nanti akan ada sebuah aplikasi atau startup yang menawarkan jasa sabotase pernikahan mantan secara sistematis. Tinggal booking, mantan pun batal menikah.


6. Where''s The Blood

Salah satu masalah yang sering banget gue amati akhir-akhir ini adalah tentang stok darah. Pernah nggak sih, kalian ini tiba-tiba di group line atau whatsapp atau bbm ada yang broadcast atau share tentang korban kecelakaan yang lagi butuh darah tapi stok darah di rumah sakitnya lagi abis? Mungkin mencari orang dengan golongan darah yang sama dengan cara broadcast via chat memang bisa dilakukan, tapi apakah efektif? Mungkin akan lebih efektif kalau ada startup yang sudah bekerjasama dengan institusi kesehatan.  


***

Semua ide jenius berawal dari ide gila. Ide yang pada awalnya dianggap orang awam tabu, tapi setelah diimplementasikan justru membuat orang yang tadinya merasa tabu menjadi berdecak kagum dan layak untuk diperbincangkan. Enam ide diatas mungkin untuk hari ini dianggap sebagian orang sebagai ide yang tabu, tapi siapa tau di beberapa tahun yang akan datang ide-ide diatas justru membuat orang lain berdecak kagum?

b:if cond='data:blog.pageType != "item"'>