Friday, January 30, 2015

Cicak Vs Buaya, Gue Pilih Putri Duyung.


Belakangan ini dunia politik indonesia lagi diramaikan sama drama kasus polri dan kpk. iya, cicak vs buaya. beberapa orang juga ramai di twitter dengan menuliskan hastag #SaveKPK tanpa tau cicak itu siapa, dan buaya itu siapa. kalau gue, yang gue tau cuma cicak itu  buntutnya bisa putus dan buaya itu kalau lagi berjemur mulutnya mangap. dan keduanya sama-sama reptil, hewan melata..

Satu hal juga yang gue tau tentang polisi: semakin maju perutnya maka semakin banyak uangnya. jadi, perut buncit bisa jadi awal dari rekening buncit. 

Setelah menyelidiki, akhirnya gue tau kalau cicak itu diartikann sebagai kpk (komisi pemberantasan korupsi) dan buaya diartikankan sebagai polri (polisi republik indonesia). iyak, gue baru tau siapa cicak dan siapa buaya. padahal kasus cicak dan buaya ini juga pernah terjadi beberapa tahun lalu, mungkin saat gue masih sd atau smp. dan yang gue nggak paham sampai sekarang, kenapa polri sama kpk harus digambarkan dengan cicak dan buaya. nggak ada hewan yang lebih elit lagi gitu? misalnya, sugar glider vs hamster. kan, lebih lucu. gue jadi curiga kalau raditya dika jadi terinspirasi sama kasus ini, dia bakal membuat buku yang berjudul buaya merah jambu. atau, cicak kumal. atau manusia setengah buaya (lah, jadi kayak sinema laga di indosiar).

Mungkin menurut khalayak ramai, buaya bisa dilambangkan sebagai keperkasaan dan keberanian. kayak polri, yang selalu berani. kalau cicak, mungkin diartikan sebagai hewan kecil yang gampang beradaptasi dan nggak gampang takut dengan mhakluk yang lebih besar dari dia. kayak kpk, yang nggak takut untuk memberantas para koruptor. tapi menurut gue, tetep. cicak adalah hewan yang buntutnya bisa putus dan suka berak sembarangan. kalau buaya, mereka adalah hewan yang sering  dilambangkan sebagai cowok-cowok berengsek yang habis ketahuan selingkuh oleh pasangan mereka.

Gue bingung dengan ulah polri dan kpk ini. masih sempet aja main tangkep-tangkepan kayak anak bocah yang lagi main polisi-maling disaat koruptor di indonesia masih merajalela. setau gue, perang ini dimulai sejak budi gunawan (polisi berekening gendut) diciduk kpk. mulailah gue lihat di facebook berita tentang pak abraham samad yang fotonya di edit jadi foto skandal. dan besoknya, gue lihat kabar kalau wakil ketua kpk di tangkap polisi. dan besokannya lagi, ada lagi kasus yang sama. anggota kpk yang lain perlahan dilaporin dengan berbagai tuduhan satu per satu. mereka nggak sadar, kalau ini justru memberikan kesempatan untuk para koruptor makin meraja lela. gimana enggak, anggota kpk dilaporin satu per satu. lama-lama nggak ada lagi anggota kpk nanti. terus, yang ngelawan koruptor siapa? maka dari itu hastag save kpk berterbaran dimana-mana. 

HAMPIR semua orang lebih milih untuk memberi dukungan kepada kpk ketimbang polri. kalau gue disuruh milih, gue nggak akan memilih keduanya. ketimbang milih polri atau kpk, gue lebih milih untuk memberi dukungan kepada polwan yang ad di 86. mereka baik, suka menegakan keadilan. dan yang jelas mereka dewasa, nggak suka main tangkep-tangkepan kayak polri. apa lagi bripda eka prasetya. daripada nulis hastag save kpk, gue lebih milih untuk nulis hastag save bripda eka prasetya. atau, hastag seperti: #AngkatEkaPrasteyaSebagaiKetuaPolri

Gue suka heran, apa polisi-polisi cakep yang biasanya gue tonton di 86 itu cuma bohong atau emang bener ada. masalahnya, gue nggak pernah ketemu mereka di jalan. lihat pun nggak pernah. yang jelas, gue sering ngeliat mereka nongol di tv. kalau misalnya bripda eka jadi ketua polri kan juga lebih enak. coba kalau dia pms, dia ngamuk, semua polri yang berekening gendut pasti bakal jadi mangsa. dengan kalimat semua cowok sama aja, polisi-polisi berekening gendut itu pasti udah nggak bisa ngapa-ngapain. karena satu hal yang sudah menjadi hukum alam di mata cewek yang sedang pms: cowok selalu salah. 

Tapi, mungkin itu cuma bakal jadi fantasi semata. mungkin bripda eka prasetya nggak akan menjadi kapolri. sekarang yang nyata dan ada di depan mata adalah: polri lagi main tangkap-tangkapan sama kpk. entah siapa yang bersalah, dan bagaimana cara mengakhirinya. gue cuma kasihan sama pak presiden. dari dulu, selama ada yang namanya hastag save kpk, pasti selalu akan diikuti dengan sebuah pertanyaan. where are you, mr president? hmm. mungkin mereka pikir presiden nggak mikir dan nggak mau bertindak dengan kejadian ini. padahal, gue yakin, pak presiden ini lagi mikirin mateng-mateng cara terbaik untuk diambil sebagai solusi dari kejadian ini. selama gue belajar pkn, yang gue tau adalah indonesia membutuhkan  kpk dan polri. terus kalau situasinya sekarang kayak begini, koruptor lah yang diuntungkan.. 

Lama kelamaan, mungkin dunia perpolitikan indonesia akan diwarnai dengan sinema laga indosiar. kpk jadi siluman cicak vs polri yang jadi siluman buaya, dan akan muncul lagi koruptor sebagai siluman tikus. dan lalu, tiba-tiba dari dalam got muncul lah raditya dika sebagai manusia setengah salmon bau comberan yang gagal gaul. 

Buaya memang terlalu kuat dan besar untuk cicak, tapi cicak juga cukup pintar untuk menghindar dan melakukan ototomi (ototomi daerah kalik). tapi, entahlah. apa dikasus ini si cicak masih bisa memutuskan buntutnya atau dilahap habis sama buaya. nah! masalahnya kalau cicak (kpk) sama buaya (polri) ini berantem terus, yang ngurusin tikus (koruptor) yang hobi gigitin uang negara siapa? belum lagi nanti ada bunglon (masyarakat labil) yang hobi mimikri, kadang berubah warna mihak ke polri dengan hastag save polri dan besoknya lagi berubah warna mihak ke kpk dengan hastag save kpk. gue benar-benar pusing dengan segala masalah hewan-hewan dalam dunia politik ini! 

Satu yang bisa gue pastikan, gue nggak akan menjadi bunglon itu. karena gue bukanlah orang yang suka berubah warna. gue juga nggak akan milih salah satu dari buaya atau cicak. gue lebih milih untuk mendukung putri duyung. putri duyung disini gue gambarkan sebagai polwan yang sering gue tonton aksinya di 86. karena menurut legenda, putri duyung itu cantik-cantik. sama kayak beberapa polwan yang ada di 86. jadi, silahkan berantem lah kalian dan main tangkep-tangkepan lah kalian wahai siluman indosiar gagal gaul, selama nggak mengganggu lalu lintas yang lagi diatur sama putri duyung.  

Tapi, apapun keputusan yang dibuat pak presiden nantinya, tetaplah berdiri di sisi yang benar. stand on the right side, dude..  


daripada milih buaya atau cicak, mending milih putri duyung.



   

77 comments:

  1. Ciyeee ngomongin politik lu jef, ngomongin pacar sendiri kapan ? Hahahaha
    Iya nih, lagi rame-ramenya drama kpk vs polri, mungkin bakal seri dan ada babak kedua :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. ah, pacar. apasih pacar itu..
      cuma seseorang yang ending2 nya bakal pergi sama orang lain.

      Delete
    2. ya ampun Jeff, saya lagi sedih2nya nih gara2 sejak punya pesinden baru kok negeri kita malah makin banyak drama. untung kamu bikin tulisan kocak di sini, mayan buat pelipur lara. bahahahaha

      Delete
  2. Iyee nih . . sebagai anak kos yang jarang nonton TV, gue kurang apdet soal perseteruan ntu . . -__-
    Yang gue tau mah rame banget di twitter, cuma males ngikutin britanya . .
    Dasar pemuda apatis .. .!!

    ReplyDelete
  3. Gue aja heran, mungkin KPK dan Polri sama-sama nggak mau disalahkan. Kpk nangkep kapolri, polri nangkep KPK.
    Btw, ototomi apaan yak? Otonomi kali jev.. hadeh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. ototomi itu... ketika cicak memutuskan ekornya, nak.
      bukan, bukan otonomi kok :))

      Delete
  4. cicak vs buaya jilid III bro. semacam drama perseteruan 3tahunan.

    #SaveIndonesia :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya nih, semuanya berujung pada hastag save kpk.
      tapi, save indonesia itu memang yang paling bener seharusnya :)

      Delete
  5. Lagi hangat yo, tapi daripada #saveKPK lebih setuju #saveIndonesia ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyeees!
      dari pada save kpk atau save bripda eka, mending save indonesia :)

      Delete
  6. Gue tau lo udah mau kuliah, jef. Tapi enggak usah ngomongin politik juga dong hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. nggak kuliah juga sih tahun ini. tapi tes buat masuk perguruan tinggi :)

      Delete
  7. Soal istilah cicak vs buaya, asalnya dari Susno Duajdi petinggi polri tahun berapa gitu lupa. Dia bilang KPK itu cemen, masa mau lawan Polisi, ibaratkan kayak cicak vs buaya. gitu deh asal usulnya, keren kan gue #KibasPoni

    ReplyDelete
    Replies
    1. OHH! gitu ya, makasih ya bro. gue baru tau...

      Delete
  8. kalau saya sih lebih milih #saveindonesia,, bagaimanapun kalau dua kubu itu gontok-gontokan yang hancur ya indonesia sendiri,, nanti2nya gak ada lembaga yang bisa dipercaya buat menegakan hukum , apalagi nangkepin tikus,,
    *yang saya lihat sih ini lagi serangan balik,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, indonesia butuh keduanya. butuh polri, butuh kpk.
      kalau situasi gini terus, si tikus kampret ini bisa memanfaatkan cela dengan licik

      Delete
  9. Wah Mas Ijeverson update banget sama isu politik yang sedang hangat-hangatnya di media. Tapi ko gue malah jadi kebayang sama Briptu Dara, Inggrid dan Eka yah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. kita memang lah pria sejati :)

      Delete
  10. hahayyy,... sama bung,.. kalau putri duyungnya seperti itu, hehehehe

    ReplyDelete
  11. Nggak tau. Cuma tau cicak VS buaya tok. Tapi nggak ngerti siapa siapanya.
    .
    .
    .
    Maklum, anak kost :|

    ReplyDelete
  12. Makasih ya udah dukung aku
    From bripda Eka
    ;)

    ReplyDelete
  13. Makasih ya udah dukung aku
    From bripda Eka
    ;)

    ReplyDelete
  14. Skrng ngomong politik keren2

    haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. gitu deh..
      gue kepikiran buat kerja di bidang itu nanti..

      Delete
  15. Ciee tumben ngomongin politik Jev.
    Gue mah suka heran juga sama kasus ini. Dua-duanya nggak mau kalah. Susah deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. dari dulu memang begitu. tapi kalau di bener-bener paksa buat milih, ya... pasti milih kpk.

      Delete
  16. Nah, bener banget,
    gue juga ga akan milih hestek save KPK atau POLRI,
    Gak juga sama hestek si bripda jadi ketua polri,
    Ini ada yang lebih penting dari itu,
    Save hati aku dari kenangan masa lalu
    >,<
    *ditimpukwarga

    ReplyDelete
  17. Gue setuju sama pilihan lo bro :D

    ReplyDelete
  18. gak milih cicak ataupun polri yang terpenting save indonesia :)

    ReplyDelete
  19. kalau urusan politik jujur saja saya kurah paham kang, tpi jika dibandingkan memilih, kayanya sama dengan mas lbih milih putri duyung deh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. bagus, pilihan yang cukup laki..

      Delete
  20. Kalau aku nggak pilih cicak, buaya, ataupun putri duyung. Yang aku pilih itu kamu, Jev. Kamu..



    Kemudian dikeplak.

    ReplyDelete
  21. Baik cicak ataupn buaya, smg bsa hidup dialamnya msg2.... ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha, sekarang kpkl sama polri benar2 mirip siluman indosiar :)

      Delete
  22. Kalo begini sih, gue pilih putri duyung juga. :p
    Semoga cepet udahan deh 'berantemnya'. Bosen lihat beritanya juga. Ya kan, ya kan?

    ReplyDelete
  23. Mari bersilaturahmi via Liebster Award.
    Sambungkan talinya.

    Your Award in Here.
    And I waiting for the respond.
    http://www.wignyaharsono.com/2015/01/menyambung-silaturahmi-via-lister-award.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, award ini lagi ya -___-
      mungkin akan saya balas di komenya ya bro :)

      Delete
  24. Tulisan yang menarik. Ternyata ada pihak ketiga yah, yakni Putri Duyung :D. Tapi aku gak tahu apa2 tentang Putri Duyung. Semoga cicak, buaya, ataupun Putri Duyung kembali ke kodratnya (yg benar) masing-masing.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ah, saya sudah sangat enek dengan berita-berita kayak begini memang.

      Delete
  25. Mbayangin dunia politik kita diisi tokoh sinema laga Indosiar, wekekekk ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha, entar ada koruptor naik naga :)))

      Delete
  26. makanya saya gak suka ngomongin politik, ntar lama2 ada "buaya kok dikadalin" hehehe

    ReplyDelete
  27. Itu maksudnya mungkin AUTOTOMI bukan OTOTOMI -_- kalo kayak gitu aku pilih putri duyung aja lah X)

    ReplyDelete
    Replies
    1. OH YA ITU!
      sebenernya, gue cuma ngetes orang-orang yang baca artikel ini doang kok..

      Delete
  28. kalo ngomongin politik gak ada habisnya seperti air di laut wkwkwk

    salam kenal yooo

    ReplyDelete
  29. ya ammpuuuuuuuuuunnn ... indonesia ,,

    eh gan ,,, sy mw jawab pertanyaan yg digambar ... sy mw plih cicak atau buaya sy pilih yg ada digambrnya aja deh ,,,, :D

    ReplyDelete
  30. Itu putri duyungnya ada yang ngusik nggak? kakakkakkak

    ReplyDelete
    Replies
    1. nggak, dia dengan baik menjada lalu lintas :)

      Delete
  31. #saveputriduyung #saveputriduyung

    ReplyDelete
  32. asukin banteng juga gan ,,, biar skalian roaming hehehhe

    ReplyDelete
  33. Putri duyung juga saya....

    ReplyDelete
  34. Ngapain dibawa-bawa coba, sih, Radit? -_____- Tapi ya, bener juga tuh. Dijadiin buku selanjutnya. Wakakakak.
    Yap, polwan cakep-cakep. Betah yak langsung ngeliatnya. :)
    Hidup polwan!

    ReplyDelete
    Replies
    1. radit kan nggak ketebak,
      siapa tau nanti ada buaya kumal :)

      Delete
  35. hidup itu pilihan..pilih yg benar2 berpihak pada kebenaran ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. yah.. kalau maksa, saya juga udah pasti milih cicak mbak :)
      tapi saya bosen liat kasus begini mulu dari sd..

      Delete
  36. Betul, sugar glider dengan hamster saja ... lucu hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. selama sugar glider nya nggak jadi siluman kayak di sinema laga indosiar...

      Delete
  37. Wkwkwk, ngakak. Ujung-ujungnya malah putri duyung :v

    ReplyDelete
  38. Bahasannya beraaaat.. :P Aku ngga mau ngomen ah, takut salah ngomong :D

    ReplyDelete
  39. Entah sampai kapan aku ini ngga ngerti kalau urusan dengan politik, apa otak aku yang ngga nyampe di dunia politik iya nilai PKN aku aja jelek tapi untung aja ngga ada remidial wkwk

    ReplyDelete
  40. Hidup putri duyung!!!

    Merdeka! :)

    ReplyDelete
  41. masalah politik ini nih yg bikin aku ga sudi lg nonton TV ato baca segala macem mengenai mereka -_-. Blm lg baca komen/status temen di FB yg membela salah satunya dan ngejek yg lain, ujung2 berantem, trakhir, timeline dan Wall ku jd kotor krn sampah2 mrk :D... Hihh, emg minta diblock smua org2 bgini..

    ReplyDelete

b:if cond='data:blog.pageType != "item"'>