Thursday, March 5, 2015

Ingatlah Ini Sebelum Ulangan Ekonomi.


Terimakasih adalah hal yang ingin gue ucapkan, teruntuk orang-orang berhati besar yang sudah mau menyisihkan waktu buat mengunjungi blog ini. untuk kalian, kalau kalian membaca artikel ini, berarti gue sudah berada di dalam pesawat menuju bekasi dalam perjalanan gue mencari kertas ulangan ekonomi gue yang tadi diambil secara paksa oleh guru ekonomi gue disaat gue lagi asyik-asyiknya mengerjakan soal. padahal, ulangan gue tadi masih cukup jauh dari kata selesai. hidup ini memang tidak adil..

Ekonomi memang bukanlah pelajaran yang mudah, apalagi kalau guru yang mengajarnya pms hampir setiap hari. setiap masuk kelas kerjaanya marah-marah melulu. tiada detik tanpa marah. oh ibu guru, aku harap kau tidak pernah membaca blog ku ini..

******

Beberapa jam sebelumnya..


Setelah belajar jurnal umum untuk waktu yang cukup lama kemarin malam, gue akhirnya memastikan diri untuk siap mengikuti ulangan ekonomi hari ini. tapi tunggu dulu, gue hampir lupa. gue lupa kalau gue nggak bawa kakulator dan pen merah. sedangkan, guru ekonomi gue ini mengharuskan pekerjaan yang perfect sesuai dengan keinginannya. peraturan pertama dalam jurnal umum, dia mewajibkan para murid untuk membuat kolom dengan pen warna merah. jangan lupa judul, dan dibuat dalam format ribuan (000). dan jangan lupa, kalau sudah selesai dan mau dijumlah, nanti digaris merah dua kali ya. kurang lebih begitu perintahnya..

Karena nggak bawa pen merah dan juga kakulator, gue lantas bergegas melangkahkan sepasang kaki ini menuju kelas sebelah. berharap ada pinjaman kakulator dan pen merah yang bisa gue dapatkan. setelah memasang muka melas, gue berhasil mendapat pinjaman pen merah dan kakulator dari orang yang berbeda. kali ini, dengan pena merah di tangan kanan, dan kalkulator ditangan kiri, gue siap untuk mengikuti ulangan ekonomi. 

Setelah jam pertama dan kedua yang diisi oleh pelajaran pkn selesai, maka masuklah guru ekonomi ini kedalam kelas diikuti dengan ucapan beri salam. bukan cuma peraturan dalam pelajaran, ada juga peraturan dalam tempat duduk yang dia buat. begini peraturannya, cowok harus duduk dibagian depan dan cewek harus duduk dibagian belakang. hal ini tentunya membuat kesempatan nyontek gue semakin berkurang. kenapa sih bu, ibu membeda-bedakan cewek dan cowok?! harus cowok yang di depan bu? kenapa?! ah, semua cewek sama aja..

Setelah tempat duduk teratur dan semua perlengkapan sudah siap, akhirnya si ibu ini membagikan kertas ulangan yang berisi soal-soal tentang jurnal umum. awalnya, gue cukup pede dalam menerima soal ualngan ini. tapi setelah gue lihat baik-baik lagi soalnya, gue merasakan ada suatu hal yang aneh. ternyata, soal ini agak sedikit berbeda dari soal-soal yang gue pelajari di hari kemarin. ini cukup membuat gue dilema, dan hal ini membuat insting menyontek gue muncul. tapi belum sempat gue bertanya kepada teman, tiba-tiba ibu guru ini membuat peraturan baru lainnya. dia bilang..
"kalau ngomong sedikit saja, apapun itu, saya enolin. kalau pinjam-pinjam barang ke teman, saya enolin." 
kata-kata yang terlontar dari mulutnya itu membuat gue mengurungkan niat gue untuk bertanya kepada teman. hati nurani gue tiba-tiba memerintahkan saraf otak gue untuk mengerjakan ulangan ini secara jujur. toh, kemarin malam gue udah belajar juga kan...

Tanggal demi tanggal dan keterangan dilembar soal gue jawab dengan jujur dan cukup lancar. tanggal satu, dua, tiga... sampailah gue di tanggal dua puluh. kalau nggak salah, soalnya tentang suatu pekerjaan borongan yang telah diselesaikan dan dibayar per kas selama 30 hari. ini memang cukup sulit. lalu gue berfikir matang-matang, apa jawaban yang tepat untuk diisi di kolom keterangan ini. apa ini kas pada piutang, atau piutang pada kas, atau kas pada pendapatan jasa, atau pituang pada pendapatan jasa, atau, aku pada nya?  

Setelah sulit berfikir, tiba-tiba teman disebelah gue memanggil gue dan bertanya kepada gue tentang jawaban apa yang pas untuk diisi didalam kolom keterangan nomor dua puluh ini. dan disinilah awal dari segala malapetaka dan marabahaya muncul.  

Dia melirik kearah gue sembari bertanya, apa nomor 20 itu jawaban di kolom keterangannya piutang pada kas? atau gimana. hmm, hal pertama yang gue pikirkan adalah dia bertanya pada orang yang salah. gue nggak terlalu tau betul jawaban apa yang pas untuk kolo keterangan ini, karena soalnya cukup beda dari latihan soal sebelumnya. tapi karena dia bertanya, maka gue sudah seharusnya menjawab. karena gue berfikir kalau jawabannya adalah piutang pada pendapatan jasa, maka gue bilang ke dia apa yang ada didalam pikiran gue. lalu saat gue memberi jawaban yang terlintas dipikran gue, dia tiba-tiba tetap kukuh dengan jawaban awalnya. yaitu jawabannya adalah piutang pada kas. lalu gue hanya terdiam sesaat..

Ditengah percakapan gue dan temen sebelah gue ini, tiba-tiba ibu guru berteriak. dia menyerukan nama temen yang duduk disebelah gue ini, dan memerintahkan dia untuk mengumpulkan ulangannya sekarang juga. ya, temen gue yang satu ini ketahuan bertanya ke gue saat ulangan. dan untungnya, gue nggak disuruh kumpul juga. karena memang, saat itu gue nggak nyontek dan mengerjakannya dengan jujur. 

TAPIII. alangkah kampretnya, temen gue yang ini membuka mulut dan mengatakan kepada guru hal yang tidak sebenarnya. dia bilang kalau gue yang bertanya kepada dia. what the dasdffsfsdfs. KAPAN GUE NANYA KAMPRET?!! jelas-jelas dia yang nanya ke gue. dan alangkah kampretnya lagi, guru gue lalu langsung mengambil kertas ulangan gue dan mengumpulkannya secara paksa. ini benar-benar ualangan terkampret yang pernah gue alami. sebelum mengambil secara paksa ulangan gue ini, guru ekonomi gue sempat bertanya..
"Oh, Jeff. kamu yang nanya ya?"
"nggak bu, dia yang nya saya. sumpah bu..."
"kata dia, kamu nanya?"
"enggak bu, dia yang nanya. saya ngasih tau dia nomor dua puluh. dia nanya piutang pada kas bukan, terus saya bilang bukan. saya bilang piutang pada pendapatan jasa. sumpah bu.."

Dengan beberapa kali kata-kata sumpah dan beberapa saksi, akhirnya guru ekonomi ini percaya kalau bukan gue yang bertanya. tapi seakan nggak mau dikalahkan keadaan, guru ekonomi ini bilang kalau gue tetap salah. gue salah karena udah ngasih tau jawaban, padahal dia sudah jelas-jelas bialng kalau ada yang berbicara satu katapu, akan dienolkan. akhirnya, ulangan gue yang jauh dari kata selesai itu pun dirampas secara paksa ke meja guru.   

Demi hukum grossen  I dan II, ini sungguh tidak adil. kenapa ulangan gue harus dirampas secara paksa padahal dengan sangat jelas gue tidak melakukan kecurangan yang dituduhkan ini. sejujurnya, gue memang salah karena udah ngomong saat ulangan. mungkin gue masih bisa terima kalau kertas ulangan gue dirampas secara paksa gara-gara alasan itu, tapi yang memberatkan hati adalah ketika gue dituduh bertanya padahal dengan sangat jelas gue tidak bertanya. ini benar-benar bngst. sebenarnya emosi gue cukup memuncak saat itu. tapi, gue sadar kalau dengan amarah gue nggak akan bisa membawa kertas ulangan itu kembali ke meja gue. dan gue juga teringat tentang resolusi tahun baru yang sudah gue buat. di salah satu resolusi itu, gue berjanji untuk berusaha menjadi avatar pengendali emosi. kertas ulangan dan kejadian tadi, cuma bisa dianggap sebagai pelajaran. pelajaran yang bisa membuat kita nggak jatuh kedalam lubang yang sama. 

Pertama, gue akan selalu membawa pen merah dan kakulator kalau ada ulangan jurnal umum. kedua, gue akan berpikir berkali-kali untuk menjawab kalau ada teman disebelah yang bertanya saat ulangan ekonomi. dan ketiga, gue akan berguru ke penjuru dunia manapun untuk mencari tips meluluhkan guru ekonomi yang selalu pms setiap saat. dan gue akan selalu mengingat itu semua sebelum dan saat ulangn ekonomi di kesempatan selanjutnya..

******

karena masih kurang sudi menerima kejadian tadi pagi, gue memutuskan untuk membuat soal tentang jurnal umum sendiri dan menjawabnya sendiri. 
ya, inilah bentuk fristasi dari seorang murid yang ulangannya dirampas secara paksa..


Pada tanggal 1 maret, karena belum punya suami dan sering marah-marah kepada muridnya, seorang guru ekonomi menginvestasikan uangnya sebesar 10.000.000 untuk membangun toko jomblonomi.

2 maret. terjadi transaksi antara guru ekonomi yang bersangkutan dengan sebuah toko untuk membeli alat-alat keperluan jomblo: seperti sabun 200.000, shower 300.000, dan baby oil 100.000. (dicatat sebagai peralatan) 
3 maret. toko jomblonomi menerima pendapatan jasa dari resellernya sebesar 50.000
4 maret. sebagai seorang yang belum menikah, guru tersebut mengambil uang 400.000 sebagai keperluan pribadinya untuk liburan di bekasi selatan..
5 maret. guru tersebut membayar gaji karyawan sebesar 250.000. tapi tiba-tiba dia tersadar, kalau dia nggak punya karyawan.. 
6 marert. guru tersebut terpeleset sabun yang sudah dia beli. dia terpaksa harus membayar biyaya rumah sakit sebesar 1000.000
24 maret. setelah terpeleset sabun, keadaan dia semakin memburuk. sekarang dia harus operasi dan memerlukan biyaya 350.000
31 maret. pada tanggal 31, guru ini terbangun dari tidurnya. ternyata, guru ini hanya mimpi. ternyata saking jomblonya, dia  mimpi punya toko jomblonomi. padahal semua itu hanya mimpi..      

     


inilah dia jawaban yang sudah gue buat. semoga nggak diambil secara paksa lagi..


     


85 comments:

  1. Atas gue typonya keren euy....
    Ah nggak ngerti tentang ekonomi. Secara anak mesin gue.... Btw, biaya rawat inap guru lo ternyata lebih mahal yaa daripada operasi.

    Hmm....

    ReplyDelete
    Replies
    1. daripada menimbulkan perdebatan, mending gue delete aja deh komennya..

      bah, lu anak stm kah? keren juga kalau ngeliat anak stm yang wota.
      nanti ngidol nggak pake lightstick, pakenya gir motor.. stm48 :)

      Delete
  2. waduh ga ngerti ekonomi gitu. tapi gue penasaran hubungan lo dengan dia yg ngefitnah gmana tuh?

    ReplyDelete
    Replies
    1. nggak gimana-gimana. kata mario teguh, memaafkan itu melegakan.
      daripada dibakar emosi, mending memaafkan aja deh...

      Delete
    2. Hahaha iya bener. Setuju bnged dah hha

      Delete
  3. hahahannjiiirrr.... Ada jurnal umumnya segala lagih. xD
    Gue jadi keinget pelajaran esempe ini. Karena jumlah yang didebet sama dengan yang dikredit, berarti jawabanmu itu pasti bener Jeff. Tinggal dikumpulin. xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. tinggal dikumpulin sih tinggal dikumpulin, tapi gimana cara ngumpulinnya kalau lembar jawabannya udah diambil duluan?!

      Delete
  4. ribet juga ya mau belajar ekonomi haaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. makin diperibet dengan siklus pms gurunya..

      Delete
  5. Wah wah nyontek lu ya. Bahaya tuh, merusak pola pikir siswa haha. Mending kayak gua dong, ekonomi remedial :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. kampret, gue nggak nyontek -___-
      gue dicontek dan ulangan gue diambil oleh ibu guru ekonomi.
      ah, semua cewek yang sedang pms sama aja...

      Delete
  6. Temen lo yg nyontek dan nyalahin lo itu bgst abis yaa . .. Hahaaa . . Kalo gue punya temen kek dia, udah gue begal deh. .
    Jurnal umum lo ngeri amat yess . .??

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebenernya terlintas dipikiran gue untuk membegal,
      tapi gue adalah seorang manusia. manusia itu kan bisa memaafkan, menyelesaikan semuanya tidak dengan kekerasan. begitu kata mario balloteli..... goldenways.

      Delete
  7. Gokil, gurunya PMS tiap hari :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. entah itu fakta atau opini,
      tapi gue yakin itu adalah opini yang merangkap menjadi fakta.

      Delete
  8. sudah peraturan sekolah, guru ekonomi harus kejam jeff. :)
    semoga lo tetep jadi avatar pegendali emosi x)

    ReplyDelete
    Replies
    1. gue curiga wajah guru ekonomi gue adalah wajah dibalik topeng saw..

      Delete
  9. Dulunya gue suka ekonomi bro :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. dulunya gue suka sama mantan gue bro :)

      Delete
  10. Ah kalo gue sih cetek belajar ekonomi mah...tinggal pake sempoa doangan. Habis itu sih gue diopname. HAhhaha eh lo sentimen banget sm guru ekonomi. Jangan-jangan.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. jangan-jangan, dia naga indosiar yang menjelma menjadi guru ekonomi..

      Delete
  11. Itu apa-apaan gurunya, kerjaan belom kelar main ambil aja. tapi, kayaknya guru ekonomi gue dulu kayak gitu juga, deh. Kejam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin jurnal umum gue ditenggarai akan menimbulkan dana siluman dan melanggar hukum grosen satu dan dua oleh dirinya..

      Delete
  12. Rempong banget gurunya jef -_- Dan ulangan akuntansi emang bikin otak panas, apalagi kalo udah ngitung sampe bawah dan ternyata enggak seimbang, pengen banget nelan buku besarnya.

    Itu temenmu kampret banget -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin enak ya kalau buku besarnya dibuat bbq =)

      Delete
  13. Hahahaha. Kasiaaaaan. :(
    Aku juga pernah ketahuan kayak gitu. Bedanya, aku bukan dirampas di tempat. Tapi pas dikumpulkan, kertas jawabannya langsung dicoret-coret, kemudian dia pergi. :((
    Huahaha. Jangan ulangi ini lagi, ya, Nak! Semangat terus sama akuntansinya. Aku sih nggak ngerti. Tapi, kamu kreatif bisa bikin dan jawab soal sendiri. Ini hikmahnya. Hahahaha. :'))

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini memang kejam. padahal kan buka gue yang nyontek, tapi kenapa... kenapa......
      mungkin orang yang pms setiap hari butuh pengertian lebih.

      Delete
  14. hahaha kasian amat sih kamu jev,,gak salah tetap aja dapat sanksi,hehehe

    ReplyDelete
  15. Eeeeerrrrrrrr, Ekonomi ribet juga ya? ada hafalan, ada hitungan, yah, mirip-mirip teknik sipil lah ._.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ketahuan, pasti yang komen ini anak teknik sipil. kan....

      Delete
    2. sebenarnya nggak sulit juga kok ekonomi kalau kita sudah paham....tapi proses memahaminya ini yang sulit...

      Delete
    3. kalau ada kemauan, pasti ada jalan gitu :)

      Delete
  16. wah anak ekonomi ni, mantap sekali gan

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukan anak ekonomi juga kalik...

      Delete
  17. paling sebel ya kalau difitnah...jelas2 dia yang nanya, eh malah memutar balik fakta :(
    eh kok jd saya yg marah2 hehe
    sukses terus yaa studinya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. semua kembali kepada shower.
      sesedih dan seberat apapun masalah itu, bershowerlah...

      Delete
  18. aaahhh jadi mengingatkan pelajaran akuntansi nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. sudah! saya sudah cukup muak dengan akuntansi!
      hentikan semua iniiii.

      Delete
  19. Hahaha. Ekonomi itu enak lho bro, gak terlalu sulit, kaya sosiologi yang penuh hapalan -_-. Hhmm, temenmu kok kampret bener sih? Menurut ane tah temenmu itu jahat. Dan sebenernya, ngasih tahu jawaban itu gak baik sih bro (padahal ane juga sering ngasih tau jawaban), tapi jangan pernah nyontek, akibatnya bisa fatal haha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. begitulah, ngasih dan mengasih itu sama2 fatal. ambil saja hikmahnya bro....
      tapi terkadang, nyontek itu terasa menyenangkan juga sih :)

      Delete
  20. sbenernya gue ga ngerti tentang pelajaran ekonomi, tapi yang gue lihat. pelajaran ini lebih ribet dari pada kimia. walaupun pada kenyataanya, pelajaran ini lebih kelihatan fungsinya di kehidupan nyata. dan satu lagi, ngeselin banget tuhh temen yang nuduh gk bener, ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sih. sebenarnya pelajaran ini tergolong penting kalau dilihat fungsinya di kehidupan nyata.
      tapi...

      Delete
  21. Gue juga pernah senasib kayak lo, Jev :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. tetaplah menjadi bintang di langit..

      Delete
  22. Ahhhh... Ekonomi... Ahhh... No... Noo... Ampun... Hihihihi... paling lemah ane dengan yang namanya Ekonomi... Siapa si itu?? hihihi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. tetaplah menjadi bintang di langit..

      Delete
  23. hahaha musuh dalam selimut.. salam kenal vrooh \m/

    ReplyDelete
    Replies
    1. spring bad dirasa lebih elit dari selimut.
      oke vroh..

      Delete
  24. Dulu gw pas mau ulangan malah dengerin radio semalam suntuk, tapi ulangan bisa2 aja, karena pas pelajaran merhatiin betul2 hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. beda sama gue, kalau gue dijelasin kerjaan gue cuman tidur doang -___-

      Delete
  25. Ngakak liat fotonya... ah guru memang selalu menyulitkan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. beberapa dari mereka memang begitu..

      Delete
  26. ah ulangan ekonomi emang sangat menyulitkan *angkat tangan* *kibarin bendera slank*

    ReplyDelete
    Replies
    1. kebanyakan belajar pkn sih lu bro :-)

      Delete
  27. Anjrit, ekonomi. Untung gua gak masuk SMA dan kuliah ambir jurusan itu. Untung gua anak desain. Hahhaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh, anak design toh.
      gue sebenernya juga kurang suka seni,
      gurunya hobi nendang pantat

      Delete
  28. Mumpung masih muda, terus bersemangatlah melewati apapun badai cobaan /masalah. Just prove as what you're :)

    ReplyDelete
  29. eh jurnal masuk pelajaran ekonomi ya? dulu waktu gue sma, jurnal dan tetek bengeknya masuk ke akuntansi, beda lagi sama ekonomi,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya sama aja sih sebenernya...

      Delete
  30. ehm coba cariin pasangan :v
    semoga aja guru lu baca artikel ini,biar dia semakin sayang sama lu jev, *selamatharikebalikan

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang ada gue bakal mati kalau sampai dia baca artikel ini!

      Delete
  31. Temen lu kacau, Jev. Segitunya banget. :))
    Gue pernah nggak nyontek pas ulangan. Meskipun, nilai gue pas-pasan, tapi tetep puas. :D
    Btw, walau gue udah kuliah dan anak ekonomi. Sampe saat ini gue paling nggak ngerti sama piutang, kas, jurnal, apa lah taik itu. Gue nggak paham akuntansi. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. nasib yang cukup naas yog.
      sebagai pelaku ekonomi, kita harus tetap berjuang!

      Delete
  32. kalau korupsi, yang ngasih dan yang nerima dua-duanya di tangkep bro... iya nggak sih? hehe.... kalau teman nanya pas ujian, jangan berpikir dua atau tiga kali buat ngejawab... tapi jangan pikirkan sama sekali, kalaupun terpaksa dipikirin, anggap aja itu angin kentut... kebiasaan korupsi dkk berawal dari kebiasaan curang atau menyontek saat sekolah...

    ReplyDelete
  33. kenapa dr dulu aku ga bisa mudeng peljaran akuntansi inii :D... Itu guru sarap kayaknya...kalo dia mw bikin aturan gitu, sekalian aja masing2 anak beda soal..ga bakal bisa nanya apalagi nyontek deh tuh -__-

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebenernya gue juga mau bilang begitu, tapi takut dia baca postingan ini aja sih..

      Delete
  34. Ekonomi emamg bikin pusing, Indonesia aja pusing :D, apalagi loe :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. loe pusing sama gue??
      ya keleuuussss...

      Delete
  35. Itu ekonomi akuntansi kan ya? Jadi kangen gue sama guru akuntansi gue. :)))

    ReplyDelete
  36. males deh kalo udah belajar ekonomi :(

    ReplyDelete
  37. keren gan, awalnya ane malas belajar ekonomi tapi pas kuliah langsung pilih akuntansi eh sekarang malah ketagihan kalau lihat yang bertema ekonomi rasanya ingin dilahap

    ReplyDelete
  38. ekonomi tambah serem kalo gurunya pms hahahha

    ReplyDelete
  39. ha ha ha

    kampret bacanya :)

    ingat waktu saya sma dulu, juga kayak gitu
    tapi ga dirampas sih, cuma ada tragedi hapusan & spidol terbang...

    ReplyDelete
  40. belajar itu emngs ampe matid ah mantap abiss...

    ReplyDelete
  41. Terakhir kali ulangan Ekonomi tuh 9 taun yang lalu.. Ahahah :D

    Dan buseeeet.. Pelajarannya susah bener! -_-

    ReplyDelete
  42. Jeff coba cek di muka lo ada yang salah enggak sampe temen lo harus banget bawa-bawa lo padahal dia yang salah? Mungkin muka lo asik buat kambing hitamkan wkwkwk. Ah jurnal umum. Kalo ntar kuliah (curhay diikit) buku ekonomi SMA tu bahasnya cuman 3x45 menit udah abis. Modar udah

    ReplyDelete
  43. hahaha turut prihatin...*prihatin kok ketawa, plak!

    ReplyDelete
  44. Pelajaran ekonomi, salah satu pelaharang yg gw hindari. Makanya gw berjuang keras biar masuk IPA

    ReplyDelete

b:if cond='data:blog.pageType != "item"'>