Wednesday, March 25, 2015

Pahlawan Tanpa Gadget.


Gadget adalah hal yang mungkin sudah mulai menjelma menjadi sebuah kebutuhan pokok di jaman sekarang. hampir semua orang kota yang gaul dan gagal gaul hidup bergadget. tak terkecuali, gue dan guru gue. beberapa hari yang lalu gue mengalami sebuah insiden dimana telepon genggam gue kembali disita oleh guru. maret memang bulan yang tak bersahabat bagi seorang pelajar seperti gue. setelah kemarinnya ulangan geografi gue dapet nilai 17, lalu besokannya ulangan gue diambil secara paksa karena dituduh nyontek, dan sekarang handphone gue disita. setelah handphone disita tanpa kejelasan kapan akan dikembalikan, gue merasa kehilangan..

Dan seperti yang dikatakan oleh bapak mario bross golden ways, seseorang akan mendadak puitis setelah dia merasa kehilangan.

Kini, tak akan ada lagi barang yang selalu kucari di setiap saat mata ini terbangun dari nyenyaknya tidur malam..
Kini, tak akan terdenger lagi notifikasi invite-an line get rich dari beberapa teman-teman kampret yang hobi nginvite get rich..
Kini, retina mata ini tidak akan dapat lagi melihat betapa manisnya mbak-mbak operator memberi janji gratis sms..
Kini, aku tau rasanya kehilangan dirimu, oh gadgetku.
oh pahlawan tanpa tanda jasa, 
bukannya aku menyimpan dendam padamu.
tapi setelah melihat perlakuanmu yang menyita telepon genggamku, 
maka tak ada alasan bagiku untuk tidak mengkampret-kampretkan mu..


******

Ini semua dimulai saat pelajaran sosiology berlangsung. awalnya semua berjalan cukup lancar, gue dan beberapa murid lain mengikuti remedial sosiology setelah mendapati kenyataan bahwa ternyata ulangan kami tidak lulus kkm dikarenakan ada beberapa nomor yang dapet nilai dibawah 7. oh ya, remed sosiology ini dilakukan per-nomor sesuai dengan nomor yang tidak tuntas nilainya. dan cukup beruntung, gue hanya remed satu nomor saja waktu itu. dan karena soalnya nggak susah-susah amat untuk dihafal jawabannya, maka dari itu gue bisa menyelesaikan remedial dengan cukup mudah. setelah selesai, beberapa murid ketiban free time mendadak. dan disinilah petaka dimulai..

Disaat selesai remedial, tidak ada tugas yang diberikan oleh guru yang bersangkutan. gue dan beberapa teman lainnya pun memutuskan untuk bermain handphone di dalam kelas. awalnya biasa aja, beberapa teman nonton youtube, beberapa teman masang earphone untuk dengerin lagu, dan beberapa lainnya asyik main clash of clans. 

Dikarenakan ikut bosan dang nggak tau mau ngapain, gue pun memutuskan untuk bergabung dengan komunitas yang asyik nonton youtube. disitu, gue iseng-iseng untuk menunjukan video patah kakinya matiello di laga as roma kontra chievo beberapa saat lalu kepada teman-teman gue itu.  setelah itu, gue memutuskan untuk memperlihatkan lagi beberapa video "broken leg" lainnya. beberapa dari mereka terlihat cukup histeris melihat kejadian patah-patahan itu. kampretnya, aksi iseng-iseng gue untuk memperlihatkan video patah kaki itu mengundang perhatian beberapa teman. maka berkumpulah kami di sebuah meja untuk menyaksikan video patah kaki. kami terlihat seperti sebuah komunitas patah kaki sekarang..

Keramaian dari orang-orang yang berkumpul ini mengundang perhatian dari guru gue. lagi asyik-asyiknya gue dan teman-teman menonton video patah kaki, tiba-tiba si pahlawan tanpa tanda jasa ini berkata..
"itu handphone siapa? coba bawa sini.." 
deg! firasat gue tiba-tiba buruk, langit perlahan berubah menjadi kelabu. matahari seakan malu-malu, dan disinilah aku. di bangku ini, sedang menyaksikan video patah kaki. gue pun sebagai murid yang diwajibkan untuk menuruti perintah guru akhirnya cuma bisa pasrah dan memberikan handphone yang sedang gue genggam kepada guru yang bersangkutan. ini sama sekali tidak adil. ketika gue harus menerima kenyataan dimana mantan gue nggak pernah kembali ketika diambil orang lain, sekarang gadget gue juga harus diambil tanpa kejelasan kapan akan dikembalikan. aku kotor..

Sorenya sepulang sekolah, gue berusaha untuk membujuk dan merayu guru yang bersangkutan untuk mengembalikan handphone gue. tapi, gue bukanlah seorang penjilat yang hebat. dan sejak saat itu, hanphone gue berpindah tangan. gue nggak ngerti, handphone gue itu padahal layarnya udah rusak. ada dua buah black hole di layarnya karena sering ketimpah buku waktu di dalam tas. kenapa masih aja harus disita..     

Hari-hari selanjutnya pun gue lalui tanpa handphone. sebenernya gue bukannya nggak bisa hidup tanpa gadget, wong hidup tanpa pacar untuk bertahun-tahun aja gue sanggup. tapi hidup tanpa handphone ini dampaknya kerasa banget ketika gue kesusahan nanya tugas ataupun pr sekolah. gue tau, mungkin niat si guru ini pingin memberi efek jera. tapi di satu sisi, dia memberi efek jera dengan cara yang salah.


******

Hari demi hari berlalu, sedetik yang lalu pun hanya tinggal masa lalu, handphone gue tidak kunjung kembali. terakhir gue denger, handphone gue sudah berpindah tangan. yang awalnya ada di tangan guru sosiologi, sekarang ada di tangan wali kelas gue. sudahlah, harapannya untuk kembali begitu kecil. hidup tanpa smartphone bagi seorang pelajar adalah sebuah problematika tersendiri. gue nggak tau apa yang harus gue lakukan agar handphone itu kembali. 

Sebenernya ada tiga kemungkinan yang bisa gue lakukan untuk mendapatkan handphone kembali. satu, menyuruh nyokap datang ke sekolah dan meminta handphone kepada wali kelas lalu gue akan terlihat cemen. dua, gue memohon dan merengek di depan wali kelas agar handphone di kembalikan lalu gue terlihat semakin cemen. atau tiga, gue membius wali kelas gue dengan obat bius dan diam-diam gue datang ke rumahnya lalu mengambil handphone gue yang dia simpan. tapi rasanya kemungkinan ketiga tadi itu terlalu brutal. dan hal yang bisa gue lakukan mungkin adalah menunggu akhir smester saat pengambilan rapot untuk mendapatkan handphone gue kembali. ketika sesuatu pergi dari hidup kita, mungkin menunggu bisa menjadi sebuah solusi. atau mungkin tidak.       

Atau, mungkin gue akan menulis sebuah surat keluhan kepada sang guru untuk merayu dia agar mengembalikan handphone gue. atau juga, untuk mendapatkan handphone gue kembali gue akan menyamar menjadi seorang kepala sekolah. setelah menyamar jadi seorang kepala sekolah, lalu gue akan memecat guru yang bersangkutan lalu ketika guru tersebut menjadi pengangguran dan sibuk mencari kerja, gue akan menyelinap masuk kerumahnya lalu mengambil handphone gue. tapi, menyamar jadi kepala sekolah bukanlah hal yang logis dan sama  sekali tidak rasional. oleh karena itu, hal yang sangat mungkin gue lakukan untuk saat ini hanyalah menulis sepucuk surat untuk guru gue. 

Semoga dengan surat ini, guru gue bisa berubah pikiran dan mengembalikan handphone yang telah disitanya. dan semoga dengan surat ini, guru gue sadar. kalau dia adalah pahlawan tanpa tanda jasa, bukan pahlawan tanpa gadget. 




catatan hati seorang murid


NOTE: Sehari setelah tulisan ini ditulis, handphone gue dikembalikan. terimakasih, guru ku... 

72 comments:

  1. surat loe malah bikin kacau jef..... :)
    udalah tunggu aja setelah guru loe puas buka-buka berkas juga di kembaliin...

    ReplyDelete
    Replies
    1. loe gak nyimpen vidio dewasa di gadget loe kan? hoho
      gue tau loe uda dapet liebster award. tapi nama lo gue tulis lagi gak papa kan?

      Delete
    2. nggak lah...

      hmm, gue udah cukup pusing dengan liebster award.
      tapi kalau mau, nanti gue jawab di komen postingannya aja ya..

      Delete
  2. maret mungkin ga bagus, tapi april sapa tau...

    ReplyDelete
  3. wakakakak . . guru lo kalo mbaca surat keluhan lo pasti malah bakal ngejual tu HP jef . .
    Semoga maret cepat berlalu jef, kayaknya bukan bulan lo ini . . :D

    ReplyDelete
  4. Ya elah kasian banget lo di bulan ini, gara2 patah kaki sekarang jadi patah hati gara2 tambatan hati sang hp telah diambil oleh pahlawan tanpa tanda jasa. Mungkin bagi guru lo hplo menarik soalnya ada lubang hitam, mungkin barang langka gitu

    Ya yang sabar ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. jadi barang antik gitu ya :|

      Delete
  5. wehehehe, dampak tanpa gadget itu banyak banget yak hehehe

    ReplyDelete
  6. Hahahah ternyata gurunya tersentuh setelah mendapat surat kayak gini

    ReplyDelete
    Replies
    1. nggak gitu juga vroh, gue nggak bener-bener ngasih surat ini ke guru gue.
      udah renkarnasi kali gue kalau ini surat dikasih beneran...

      Delete
  7. kebaca beneran sama gurunya gimana loh jev? ahaha :P
    udah lahh bius ajaa.. ah tapi kamunya juga sih yang ga peka sama sekitar. kalo aku sih dulu seringnya maen uno di kelas, hampir tiap ada kesempatan aku sama temen2 maen uno, tapi kita aman2 aja tuh, ga pernah ketauan. soalnya selalu ada yang tugas mata2in ke luar kelas. kompak gitu sama temen2. haha

    ReplyDelete
  8. surat lo keren, gue tunggu gimana surat balasan dari guru lo hahaha :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga surat ini tak pernah sampai -__-

      Delete
  9. kasih aja bunga,,, bunga bank maksudnya :|

    ReplyDelete
    Replies
    1. niscaya dengan bunga bank, guru yang bersangkutan akan luluh hatinya.

      Delete
  10. Coba gebetin gurunya, mungkin hp lu bakalan balik dengan mudah Hahahahah...xD

    "wong hidup tanpa pacar untuk bertahun-tahun aja gue sanggup." Nyess banget...

    ReplyDelete
  11. gila puitis banget lo,ketika kehilangan gadget, untungny lo gak sampe galau di bawah sower :D

    eh ngomongin insiden patah kaki matiello yang pernah lo posting di tulisan sebelumnya,setelah gue liat videonya,malamnya gue sampe ke bawa-bawa mimpi,gue bermain futsal terus ngalamin hal serupa kaya matielllo. bangun-bangun terus sadar kalau itu hanya mimpi,kedua kaki gue langsung lemes nih.

    itu guru lo ngambil gadget lo,kayanya mau liat videonya matiello juga deh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. begitulah kerasnya serie-a,
      dan kerasnya serie-a juga berujung pada handphone gue yang disita.

      Delete
  12. Hahaha itu serius suratnya di kasihkan ke gurunya? Di bawahnya di tulis link blognya juga gitu? Hehehehe kocak dah.... Hidup tanpa gadget emang bikin galau. Serius hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. nggak dikasih benera juga sih...

      Delete
  13. Jef, jef. Lagian lu salah juga jef. Kan udah tau lagi sekolah. Kenapa lu malah Streaming. Harusnya main di luar. Ngecengin cabe-cabean. Itu mending jef. Daripada gadget lu malah membuat lu sendiri jadi ketangkep dan harus ditahan sama gurunya.

    Saran gue, coba lu nangis sambil pake ROK. Biar cepet dikembaliin sama si gurunya. Kan nyesek juga, lama-lama tanpe gadget.

    Kalo gue, udah gak peduli, mah. Sekarang udah gk pake. ;D

    ReplyDelete
    Replies
    1. streaming itu gaul,
      nggak pake rok juga kali her..
      nggak pake apaan? rok? bahaha...

      Delete
  14. Sewaktu SMA dulu, gue sering banget nih ngalamin ini. Tapi bukan digunakan buat nonton youtube dan sebagainya. Hp gue belum sekeren itu. Paling, cuma dengerin musik aja pakai headshet terus sambil tiduran.

    Dan gue mengerti bro, mengenai kejenuhan elo tanpa gadget. Apalagi banyak pesan-pesan jomlo yang menghiasi setiap harinya. Salah satunya bener: get rich. Gue sebagai jomblo, cuma bisa mendoakan.... O:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sesepuh jomlo pernah berkata:
      sebagai jomblo yang elit seharusnya kita di invite get married. buka get rich melulu..

      Delete
  15. Udah tau dikelaa masih ada guru, malah streamingan. Gue dong, maen gets rich :))

    Hahaha.... . mending ke kantin kalau gue :v mesen nasi terus makan hahaha.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. rasanya sama kayak: udah tau sakit, tapi tetep aja di stalk..

      Delete
  16. Sebenarnya ada kemungkinan guru yang ngambil itu sebenarnya mau ikutan nonton youtube sama kalian Jev, tapi karena malu akhirnya dia nyita hp lu dan lihat history yang ada di hp lu. Akhirnya dia nonton vidio broken leg sendirian, dan setelah dia lihat dan wajahnya berubah jadi histeris, dia memperlihatkan ke wali kelas lu biar si wali kelas juga nonton vidio broken leg tersebut.

    Oke, sekian analisisku.

    ReplyDelete
    Replies
    1. oke, hipotesis yang sangat kritis.

      Delete
  17. lo sih sempet-sempet aja bikin komunitas dalam kelas haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. apalah arti komunitas.
      hanya sebuah populasi yang saling berkumpul..

      Delete
  18. Widih. Ditunggu balesan dari guru kamu ya :D

    ReplyDelete
  19. Suratnya kereeeeen aaaaahhh jadi mau gajadi guru kamu._.
    Gejala hp disita itu sampe mual mual ya wkwkkw lucu banget deeee
    Kalo gua kayaknya cuma galau jangka panjang doang wkwkwk

    Td pas selasela baca mikir pas nanti komen mau ngucapin "yang sabar yah nunggu hp nya balik" ehh pas baca akhirnya, hp nya udah balik. Yaudadeh gajadi bilang gitu. Eh tapi secara ga langsung gue tetep bilang wkwkwkwk

    ReplyDelete
  20. Ini orang absurd banget. Bikin surat buat guru yang nyita HP-nya. Wakakak, Jev ada-ada aja lu!

    Lalu sang guru pun komen : "Dasar murid tidak kesayangan. Bikin saya terkenal saja. Nilai 9 untuk kamu."

    ReplyDelete
    Replies
    1. tapi, waktu senin kemarin hape gue langsung dibalikin bro.
      jangan-jangan dia tau gue mau nulis postingan ini lagi..

      Delete
  21. Hahaha. Imajinasinya tentang cara agar gadget bisa kembali itu liar banget. Keren. -__-
    Untung aku nggak pernah kena sita begitu. Repot. Wakaka.
    Tapi untungnya sang gadget sudah kembali, ya. Selamat atas kembalinya sang gadget tersayang! Akhirnya si Jev bisa nge-stalk mantan lagi. Wakakaka.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yess! fantasi harus terus bermain.
      terimakasih ucapan selamatnya..

      Delete
  22. kayaknya post ini pengulangan kembali cerita kamu di post sebelumnya,

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukang pengulangan, tapi.. pengembangan.
      dan kayaknya, di post sebelumnya gue cuma bahas satu kalimat doang tentang hape disita -__-

      Delete
  23. pertama, berlatihlah menjadi penjilat pro dulu kepada yang sudah pro...

    kedua, belajarlah jangan main gadget terus...

    ketiga, semoga gurumu melihat surat kecil yang sangat tulus ini

    dafuq, baca postingan ini hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. keempat, sayangilah mantanmu..

      Delete
  24. Kalau kena sita barangkali bisa jadi pelajaran, yang penting isinya ponsel tidak yang berbau "hot" soalnya bisa tambah lama menyitanya haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. nggak lah. tenang, gue nggak begitu..
      paling cuma extra hot.

      Delete
  25. Hahaha gak hoki abis. :)) pas SMA gue ngga boleh bawa hape kelas satu doang sih. Dua tiga mah bebaaaas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. waktu smp, gue bawa hape tapi mesti dikumpul di kotak yang dinamakan "kotak hape".
      layar hape gue ketimpah-timpah melulu, pulang-pulang rusak. kan kampret..

      Delete
  26. Njir, nggak bisa stalk mantan :v

    ReplyDelete
  27. HUAHAHAHAHAHA INI APAAN JEEEVVVV. Asli gue ngakak baca dari awal. Itu apaan coba nyamar jadi kepala sekolah. Absurd lo absurd sumpah! Keterangan pengirim surat juga parah hahahah

    ReplyDelete
  28. Gurunya baca nggak nih hahahaaa... Datengin aja memohon kali dikembaliin hihihii

    ReplyDelete
    Replies
    1. nggak ah. laki nggak suka memohon..

      Delete
  29. Gue selalu suka sama kalimat pengandaian lu Jev, absurd abis! Haha

    ReplyDelete
  30. Cara yang bius guru oke juga tuh. Hahah.. :D Aku dulu pernah disita hpnya, trus karena hp ku pake software password ngerasa lebih aman deh. Eh guru ku ketauan ngutak-ngatik hp ku, keliatan kepoooo banget mau liat isi sms sama foto. Untung ngga bisa. :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. gue juga pake password kok..

      Delete
  31. Hahaha, paling gokil pas mendadak puitis ketika kehilangan.

    Makanya bro, jangan maen hape di kelas, maen pe es sana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. udah. gue sering main pes dan sering kalah juga.
      gue jadi trauma sama analog..

      Delete
  32. Surat untuk gurunya itu loh, jev !! ahahaha

    http://strainsofharmony.blogspot.com/

    ReplyDelete
  33. Kacaaaaau konyol abis suratnya :v btw widya jg pernah ngalamin hal yg sama. saat hp disita, bedanya waktu pas kejadian itu blm ada ponsel pintar wkwkk

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, jeverson juga pernah.. *lalu muntah*

      Delete
  34. Haha itu send aja pict suratnya ke email guru lo XD

    ReplyDelete
  35. haha gila lo, mending lo bius aja dah dari pada nulis surat itu

    ReplyDelete
  36. ini jaman sekolah banget sih sita sita hp haha tapi suratnya dooh

    ReplyDelete
  37. itu apaan 17 parah banget dapet nilai segitu, dasar anak muda.

    ReplyDelete

b:if cond='data:blog.pageType != "item"'>