Monday, March 2, 2015

Secangkir Kematian. (based on true story)



Babak 1
Pagi itu, suasana terminal 2D penerbangan international bandara Soekarno yang awalnya cukup hening tiba-tiba berubah menjadi haru bagi Hanny dan Jessica ketika mereka mendapati Mirna berdiri tepat di hadapan mereka. dengan sebuah pelukan hangat, Hanny dan Jessica menyambut secara antusias kedatangan teman mereka yang sudah lama tidak mereka jumpai itu. Mirna, Hanny dan Jessica pada awalnya adalah 3 sahabat baik. persahabatan mereka menjadi sedikit lebih kaku ketika Mirna memutuskan untuk melanjutkan studi S1 nya di australia. tapi nyatanya, hal itu tidak menjadi penghalang bagi mereka bertiga untuk dapat tetap berhubungan baik satu sama lain. buktinya, meskipun sudah hampir 5 tahun tidak bertemu, Hanny dan Jessica tetap menyambut dengan antusias kepulangan Mirna dari Australia.

Hanny :  Eh, eh jes itu mirna! (melihat mirna dari kejauhan sambil berseru kepada jessica).
Jessica : Iya, itu mirna! ayo cepat kita panggil dia! (berseru dengan penuh antusias)
Hanny  : Mirnaa! Mirnaaaaa!
Jessica : Mirnaaaa! Mirnaaa! 

Mirna  yang awalnya mendengar suara teriakan yang menyerukan namanya pun menoleh ke arah hanny dan jessica lalu menyadari akan kehadiran kedua sahabatnya itu.   

Mirna  : HEII! (melambaikan tangan dengan penuh antusias) 
Hanny : hei Mirnaaa! kamu beda banget yah sekaran, jadi agak sedikit gendutan. makan apa disana? pasti makan makanan mahal melulu yaa... ( bergurau kepada Mirna sembari memberikan pelukan hangat kepada Mirna).
Jessica : Ia, kamu jadi agak gendutan mir. denger-denger kamu udah punya suami ya? wah.. asik tuh udah pernah begituan.
Mirna  : apa-apaan sih kalian, bisa aja.. (tersenyum malu penuh bahagia sambil menutupi mulutnya dengan tangan)   
Hanny  : eh, kenalin dong itu cowok!
Mirna  : oh iya, sampe lupa. han, jes, ini hendri. suami aku. 
Hendri  : hai.. (menyambut jessica dan hanny dengan penuh ramah)
hanny dan jessica : hai..
Hendri  : duh, lagi pada reunian ya? jadi enggak enak nih ganggu reunia cewek-cewek.. (menggoda mirna dan teman-temannya)
Mirna    : apaan sih.. kamu mah gitu. (tersipu malu).



  
Babak 2


Reuni penuh haru mereka tentunya tidak berakhir hanya di bandara saja. Jessica yang memang cukup antusias menyambut kedatangan mirna memiliki rencana untuk mengajak kedua sahabatnya itu untuk pergi ke kedai kopi obaper  yang terletak di dalam mall green indonesia. dengan dalih untuk menikmati kopi sambil mengenang masa lalu, maka terdampar lah ketiganya di kedai kopi obaper di mall green indonesia. sementara hendri memutuskan untuk tidak mengikuti kegiatan reuni istrinya karena memang merasa tidak berkepentingan. lalu selanjutnya jessica memesankan minum untuk dia dan ketiga temannya. jessica memesankan dirinya cocktail, memesankan hanny kopi luwak, dan memesankan iced coffee vietnam untuk mirna. 

Mirna  : gimana aja nih kabar kalian guys?! terakhir aku denger kamu sebentar lagi mau tunangan han.. (canda mirna kepada hanny)
Hanny : ah! kamu ini memuji atau meledek,  aku aja gak punya pacar. gimana mau tunangan? (lalu mereka beriga tertawa bersama) 
Jessica  : kalau kamu gimana mir? suami kamu baik kah orangnya? (jessica tiba-tiba menyeletuk dengan sebuah pertanyaan)
Mirna     :   hendri baik banget sama aku jess. dia orang indonesia yang kebetulan juga kerja di australia. pertama kali kita ketemu di restoran gitu, terus gak disangka pertemuan itu bisa berakhir semanis ini. 

Ada keheningan yang cukup lama. ekspresi senyum jessica yang awalnya terpampang bersama dengan lesung pipinyaa tiba-tiba berubah menjadi datar. lalu selang beberapa menit kemudia 3 buah kopi yang telah dipesan tadi datang dan dibawakan oleh pelayan dengan penuh ramah. 

Pelayan : permisi, meja nomor 31? satu cocktail, satu kopi luwak dan satu iced coffee vietnam telah tiba. betul kan mbak pesanannya? 
Jessica    : yap, betul sekali mas. 
Pelayan  : baik terimakasih, kalau ada perlu atau masalah silahkan hubungi saya ya mbak. (pelayan tersebut berusaha melayani pengunjung dengan penuh ramah)
Hanny  : siap mas! terimakasih atas pelayanannya ya.. (sambil meraih kopi luwak yang sudah dipesankan untuknya) 
Jessica  : hmm... kayaknya enak  nih (jessica lalu langsung mencicipi cocktail yang telah diberikan oleh pelayan tersebut). 
Mirna     : iya, sepertinya enak! apalagi iced coffee vietnam ini kopi favorit aku. setiap kali aku ke kedai kopi aku selalu pesen iced coffee vietnam loh. (jessica lalu mengendus aroma iced coffee vietnam yang telah berada di atas meja)

suasana riang reuni 3 sahabat di sebuah kedai kopi tiba-tiba berubah menjadi suasana horror dan menegangkan ketika mirna terjatuh sesaat setelah meneguk iced coffee vietnam yang telah  dipesan.

Hanny  : ASTAGA! mirna! kamu kenapa! (hanny yang terduduk tiba-tiba kaget melihat mirna yang tidak sadarkan diri secara tiba-tiba)
Jessica   : mirna! apa yang terjadi?
Pelayan : mbak! embak kenapa mbak? (pelayan tersebut lalu menghampiri mirna smabil mengguncangkan tubuhnya) 
Hanny  : cepat telepon ambulan! dia harus segera dibawa ke rumah sakit! (berusaha mencari bantuan dengan rawut wajah yang sangat panik)
jessica  : iya sabar, aku lagi nelpon ambulan nih!! (dengan ekspresi datar lalu menelpon ambulan)
Pelayan : jangan panik! jangan panik, kita harus tetap tenang. mungkin mbak ini terkena serangan jantung atau serangan stroke (lalu kemudian sang pelayang mencicipi setets kopi iced coffee vietnam yang habis diminum oleh mirna untuk meyakinkan kalau bukan kopinya yang salah)


Babak 3    
Setelah ambulan tiba, kepanikan di kedai kopi tersebut pun mulai mereda. tubuh mirna yang terbaring tak berdaya akhirnya sampai di rumah sakit ditemani dengan hanny dan jessica yang diselimuti raut wajah panik dan cemas.  tapi apa boleh buat, setelah berusaha ditangani oleh tim dokter, nyawa Mirna tak dapat diselamatkan. Hanny dan Jessica tentunya terkejut dengan hal yang menimpah sahabatnya itu. dan lebih mengejutkannya lagi, 2 hari setelah kematian mirna, hanny dan jessica di datangi oleh seorang polisi yang mengatakan kalau kematian mirna bukan karena stroke maupun serangan jantung, melainkan karena di dalam tubuh mirna terdapat semacam racun sianida. atau dengan kata lain, mirna mati karena dibunuh secara berencana.


Polisi 1  : maaf, saudara jessica dan saudara hanny. anda berdua berada bersama mirna ketika ia meninggal, bukan begitu?
Jessica   : i... iya pak. (menjawab sambil terbata-bata)
polisi 2: setelah melakukan penyelidikan, kami mendapatkan bahwa di dalam tubuh dari saudara mirna terdapat racun sianida. dengan kata lain, mirna tidak mati karena serangan jantung melainkan mati karena dibunuh. (seru polisi dengan tegas)
Hanny : ini gak mungkin! siapa yang tega membunuh mirna? siapaaa?! (ekspresi marah bercampur tak percaya melebur menjadi satu dalam dirinya)
Jessica  : aku juga nggak tau han! racun apa? siapa yang tega membunuh mirna dengan menggunakan racun??  
Hanny  : pasti pelayan itu! pasti pelayan di kedai kopi itu yang meracuni mirna! 
Polisi 3 : oleh karena itu, kami meminta kerjasama dari kalian berdua untuk mengungkap kasus kematian sahabat kalian ini. (menghimbau dengan tatapan yang tajam) 
Polisi 1 : kalau berkenan, kalian berdua akan kami bawa ke kantor kami untu di introgasi lebih lanjut. kalian bersedia? 
Jessica     : baik pak.
Hanny   : oke pak, kami akan memberikan informasi sedetail mungkin.  pokoknya pembunuh miran harus ditangkap! kalau perlu, di hukum mati!



Babak 4

Beberapa waktu kemudian, tibalah hanny dan jessica di kantor polisi. diluar pengetahuan mereka, di kantor polisi juga telah tiba sendy (saudara kembar mirna), hendri dan sang pelayan kedai kopi obaper yang juga menjadi saksi kunci saat kejadian meninggalnya mirna. maka di introgasi lah mereka satu per satu di dalam sebuah ruangan. dimulai dari hanny..

Polisi 1 :  mbak hanny, betul?
Hanny  : ya pak, betul 
polisi 1 : apa hubungan embak dengan saudari mirna?
Hanny  : saya temannya semenjak SMA pak.
Polisi 1 : apakah embak pernah dibuat sakit hati oleh saudari mirna?
Hanny  : tidak pak, semua masalah selalu kami selesaikan dengan baik. kalau pun memang ada masalah, saya tidak akan semudah itu menghilangkan nyawa seseorang pak! (jawab hanny dengan tegas)
polisi 1 : lalu, ada dimana anda ketika kejadian pembunuhan mirna berlangsung?
hanny  : saya tepat berada bersama mirna ketika kejadian itu pak, saya juga kaget. saya tidak tahu apa yang terjadi padanya pak. 
polisi 1: bagaimana ekspresi anda ketika mendapati sahabat baik anda tiba-tiba tidak sadarkan diri tepat disamping anda?
hanny   : saya jelas kaget pak. saya langsung memegang tangannya lalu bertanya-tanya apa yan terjadi kepada dirinya.  
polisi 1 : oke, mari kita berpikir subyektif. menurut kacamata anda, siapa kah orang yang anda curigai sebagai pelaku pembunuhan mirna?
hanny  : pelayan kedai obaper pak! karena ketika meminum kopi yang diantarkan oleh pelayan tersebut, mirna langsung tergeletak begitu saja pak. saya yakin dia pelakunya pak! pasti ada sesuatu yang ia masukkan pak!
polisi 1 : hmm, oke. mbak hanny. mbak hanny boleh meninggalkan ruangan. 

Setelah hanny, jessica pun tak lepas dari pertanyaan-pertanyaan polisi. di ruangan yang sama, jessica di introgasi habis-habisan. dia pun menjawab dengan wajah datar dan penuh keyakinan. 

polisi 2 : mbak jessica, betul? 
jessica  : ya, betul pak.
polisi 2 : apa hubungan mbak jess dengan mbak mirna?
jessica  : saya sahabat baik mirna, pak. 
polisi 2 : ada dimana embak jessica ketika peristiwa naas yang menimpah mirna berlangsung?
jessica  : saya tepat  disampingnya pak!
polisi 2 : lalu, bagaimana ekspresi anda ketika anda melihat sahabat baik anda tiba-tiba tergeletak beberapa saat setelah meneguk kopi di kedai itu?
jessica   : SAYA JELAS PANIK PAK! 
polisi 2  : panik yang seperti apa ya? 
jessica  :  saya panik pak, saya langsung mengguncang-guncang tubuh mirna. saya benar-benar takut kalau teman baik saya itu kenapa-napa, dan ternyata benar. teman baik saya menghembuskan nafas terakhirnya disaat itu juga. 
polisi 2 : berdasarkan data yang saya dapat, anda memesankan saudari mirna minuman yang ia minum, benar begitu? kenapa tidak anda membiarkan saudari mirna memesan sendiri minumannya?
jessica  : karena saya rasa terlalu tidak efektif jika masing-masing dari kami memesan sendiri minumannya, maka dari itu say amemutuskan untuk memesankan minuman untuk kami semua. 
polisi 2   : baiklah, lalu jika anda melihat secara subyektif, menurut anda siapa kah pembunuh mirna? 
Jessica    : saya tidak tahu pak, tapi saya rasa pelakunya dalah hanny.
polisi 2    : hanny? teman baik anda?! kenapa anda dapat berpikiran seperti itu?
jessica   : karena saya melihat gerak-gerik aneh dari hanny sesaat sebelum mirna tergeletak pak!
polisi 2   : oke, baiklah. terimakasih atas kerjasamanya. informasi dari anda sangat membantu. sekarang anda saya persilahkan untuk keluar

Setelah melakukan diskusi yang cukup alot, polisi selanjutnya mengintrogasi sendy, saudara kembar mirna.

Polisi 3 : jadi, kamu saudari kembar dari mirna? 
sendy   : iya pak.
polisi 3 : apa kalian memiliki suatu masalah yang sulit untuk di selesaikan?
sendy  : tidak pak, hubungan kami baik-baik saja pak. sebagai kakak, dia selalu memberikan yang terbaik untuk saya. mana mungkin saya tega membunuh kakak kandung saya sendiri pak!
polisi 3: apa anda tau, barang kali Mirna memiliki beberapa musuh atau masalah akhir-akhir ini?
Sendy  : tidak pak, mirna adalah orang yang baik pak. dia tidak memiliki musuh satu orang pun!
polisi 3 : hmm, kalau begitu, ada dimana anda ketika peristiwa naas yang menimpah mirna itu berlangsung? 
sendy   : saya ada di rumah pak. saya saja kaget menerima kabar kalau mirna meninggal pak,  saya kira teman-temannya hanya mengerjai saya. tapi ternyata tidak (sambil berseru tak percaya)
polisi 3 : baiklah, kalau anda melihat secara subyektif, siapakah orang yang anda curigai sebgai pembunuh mirna?
sendy   : mungkin jessica pak.
polisi 3 : jessica? ada apa dengan dia?
sendy  : karena jessica dan mirna dahulunya adalah sahabat yang sangat dekat. maksud saya, sekarang memang masih dekat. tapi tidak sedekat dahulu lagi pak. entah mengapa feeling say amengatakan kalau dia adalah pembunuh kakak saya, pak!
polisi 3  : baiklah, saudari sendy. kamu boleh meninggalkan tempat ini.


Setelah mengintrogasi Hanny, Jessica dan Sendy, ketiga polisi lalu mengintrogasi pelayan di kedai kopi obaper.

Polisi 1  : siapa nama anda? 
pelayan : andre, pak. 
polisi 2  : anda yang mengantarkan pesanan ke meja dimana saudari mirna memesan kopi, betul begitu?
pelayan : iya, pak.
polisi 3  : apa yang anda berikan ke minuman saudari mirna?
pelayan : tidak pak. demi allah, saya tidak memberikan apa-apa.
polisi 1   : jadi, maksud anda, barista di kedai kopi obaper lah yang memasukkan minuman itu?
pelayan  : tidak pak, tidak mungkin. staff kedai kami benar-benar tidak pernah  melakukan hal serendah itu pak.
polisi 2   : hei! ngomong yang jelas! mana mungkin mirna mati begitu saja dengan sianida di dalam tubuhnya kalau bukan karena ada yang menaruh racun di kopinya. siapa yan gmenaruh kalau bukan kamu? setan? (polisi 2 mulai naik pitam)  
pelayan : saya tidak tahu pak siapa yang memasukkan racun ke dalam kopi mirna, tapi saya yakin bukan orang dari kedai kopi obaper pak. dan saya yakin memang ada yang tidak beres dengan kopi tersebut
polisi 3  : apa? anda yakin ada yang tidak beres dengan kopi tersebut? atas dasar apa anda mengatakan hal tersebut? 
pelayan : karena saya cepat mencoba setets kopi tersebut ketika peristiwa itu terjadi. saya penasaran dengan kopi itu, lalu saya mencobanya setetes. seketika lidah dan juga pipi saya langsung kebal ketika saya mencobanya, padahal saya hanya mencoba setetes saja pak!
polisi  1  :  jadi, menurut pengamatan anda, siapa sebenarnya pembunuh saudari mirna? 
pelayan : saya tidak tau pak, saya benar-benar tidak mengenal mirna sebelumnya.  


Setelag mencerca beberapa pertanyaan kepada pelayan obaper, ketiga polisi tersebut sekali lagi mengintrogasi seseorang. kali ini orang yang di introgasi adalah hendri, suami dari mirna.

Polisi 1  : jadi, mas hendri? mas dan mirna menikah di australia. bukan begitu?
hendri    : iya pak.
polisi 2 : bagaimana kalian bisa menikah, bukan kah kalian tidak saling mengenal sebelumnya? 
hendri    : saya adalah orang indonesia yang tinggal dan bekerja di australia pak. suatu ketika di sebuah restoran yang terletak di sydney, saya berjumpa dengan seorang gadis asia berwajah anggun. dan gadis itu tidak lain adalah mirna. saya lalu jatuh cinta pada pandangan pertama kepada mirna, dan saya pikir mirna jug amerasakan hal yang sam apak.
polisi 3   : sesederhana itu kah kalian menikah?
hendri    : begitulah, pak. cinta memang sederhana. sesederhana rasa nyaman yang selalu saya rasakan ketika saya bersama dia.
polisi 1 : jadi... ada dimana anda ketika peristiwa pembunuhan kemarin berlangsung?
hendri    : saya ada di rumah pak. awalnya saya di bandara bersama mirna, lalu ia diajak untuk pergi ke kedai kopi oleh teman-temannya. karena merasa tidak ingin merusak pesta reuni istri tercinta, saya pun memutuskan untuk tidak ikut pak.
polisi 2 : oke, apakah anda pernah mengalami konflik rumah tangga yang sulit untuk diselesaikan sebelumnya?
hendri   : tidak pak, tidak ada konflik. kalau pun ada saya akan menyelesaikannya secara jantan. karena saya benar-benar mencintai mirna pak!
polisi 3  : kalau disuruh melihat secara obyektif, saiapakah orang yang anda curigai sebagai pelaku pembunuhan istri anda? 
hendri    : i have no idea.


Babak 5

Setelah mengintrogasi semua tersangka, polisi pun memutuskan untuk menggeledah rumah masing-masing tersangka. mulai dari rumah jessica, rumah hanny, rumah mirna sendiri, sampai dengan rumah si pelayan obaper tak luput dari pantauan polisi. dan sesuatu yang cukup mengejutkan terjadi ketika polisi menemukan sesuatu yang mencurigakan ketika menggeledah rumah hanny..

Polisi 1 : celar! (sambil mengecek lemari)
polisi 2 : aman! (sambil melihat-lihat rak)
polisi 3 : tunggu dulu, apa ini?! (polisi kemudian menemukan suatu benda yang mencurigakan dari dalam tas hanny)
polisi 2 : ada apa pak? coba saya lihat...
hanny  : wah! apa itu pak?! sepertinya saya tidak pernah memiliki barang seperti itu.. 
polisi 2 : kamu tau benda apa ini?! ini sianida! 
hanny   : apa? sebentar, saya tidak tau apa-apa pak tentang baotol itu. saya tidak pernah memiliki barang seperi itu pak! sumpah!
polisi 1  : ini sianida! sahabat kamu terbunuh karena cairan ini! (bentak polisi)
hanny   : pak, saya nggak tau pak sumpah!  (berusaha meyakinkan polisi dengan ekspresi panik dan sedikit emosi)
polisi 3 : lalu, bisa kamu jelaskan punya siapa ini?
hanny  : saya nggak tau pak! tiba-tiba benda itu ada di tas saya.. saya dijebak pak, saya dijebak! 
polisi 3   : maaf, hanny. karena barang bukti ini ditemukan di tas kamu, maka kamu terpaksa akan kami tahan sementara di kantor kami. 
hanny   : pak! percaya sama saya, pak! saya dijebak! ini tidak seperti yang bapak pikirkan!
polisi  2  : oke, silahkan jelaskan hal itu di kantor polisi. 
polisi 1    : ya, sekarang saya mohon mbak hany bersifat kooperatif. silahkan ikut kami untuk diproses lebih lanjut..


Babak 6
Setelah kejadian penemuan racun sianida di tas hanny itu, hanny pun ditetapkan sebagai tersangka utama dan di tahan oleh pihak kepolisian. polisi lalu berusaha menghubungi hendri (suami mirna) untuk mengkonfirmasi penemuan tersebut. dengan sikap kooperatif, hendri langsung datang ke kantor polisi untuk melihat secara langsung penemuan baru polisi..


Polisi 3 : begini mas hendri, kami sudah menemukan pelaku pembunuhan istri anda.
hendri  : oh ya?! siapakah manusia jalang itu?! (bertanya penuh dengan emosi)
polisi 3  : hmm.. pelakunya adalah hanny. (sambil menghembuskan nafas)
hendri  : HANNY?!! BAGAIMANA MUNGKIN?! tidak mungkin! saya tidak percaya. pasti ada kesalahan, saya tau betul hanny. dia tidak mungkin melakukan hal seperti itu kepada istri saya!
polisi 2   : jadi begini mas hendri, kami menemukan sebuah boto berisikan cairan sianida di dalam tas hanny saat kami melakukan penyelidikan di rumahnya sendiri.
Polisi 1 : betul, mas. hanny mungkin memang tak mau mengaku, tapi apa boleh buat. barang bukti telah kami dapatkan. 
hendri  : pasti ada kesalahan mas, saya yakin 100% bukan hanny yang membunuh istri saya.
polisi 2  : apa maksudnya bukan hanny? jelas-jelas barang butki itu ditemukan di tasnya.. 
hendri  : begini pak, hanny adalah sahabat dekat mirna. sangat dekat. saya kenal betul dia, saya juga kenal betul keluarganya. rasanya tidak mungkin kalau dia tega membunuh istri saya begitu saja
polisi 1 : kalau begitu, apa yang akan kita lakukan? kita telah menangkap pelaku pembunuhan mirna. dan pelakunya adalah hanny!
polisi 3  : maaf, mas hendri. tapi barang bukti sudah sangat kuat. persidangan hanny kalau tidak ada halangan akan dimulai minggu depan..
hendri    : apa tidak ada bukti lain yang bisa dikumpulkan? bagaimana dengan rekaman cctv? 
polisi 2   : rekaman cctv? astaga. kenapa kita tidak sadar! seharusnya kita menggunakan rekaman cctv sebagai barang bukti.
hendri   : begini, apabila rekaman tersebut juga condong mengatakan kalau hanny lah pelakunya maka saya akan merasa lega dan saya akan lebih merasa yakin kalau memang dia pembunuhnya. 
polisi 3   : tapi, tidak bisa begitu pak. kasus sudah akan ditutup sebentar lagi..
polisi 1   : tunggu, saya rasa tidak ada masalah yang berarti kalau kit akembali ke kedai obaper untuk kembali meminta rekaman cctv.  lagipula, semakin banyak barang bukti, semakin bagus kan?
polisi  2  :  yap. kita harus kembali ke kedai obaper!
polisi  1  : ah, apa boleh buat. baiklah saya setuju kalau kita harus kembali ke kedai obaper..
hendri   : yap, saya rasa sendy selaku saudara mirna juga harus datang untuk melihatnya. 
polisi 2  : baiklah, mari kita hubungi sendy dan sang pelayan. mari bekerja!



Babak 7
Malam harinya di kedai obaper, ketiga polisi yang ditemani oleh hendri dan sendy langsung mengadakan kontak langsung pergi ke kedai obaper guna melihat apa yang sebenarnya terjadi sesaat sebelum kematian mirna. dan dengan segala rasa hormat, sang pelayan kedai obaper bersifat sanga kooperatif dan membantu jalanya penyelidikan..

Sendy  :hei! mana rekamannya? aku ingin lihat. cepat!
polisi 1 : sebentar mbak sendy, si pelayan sedang mengambilkannya untuk kita.
hendri  : lalu, setelah mendapatkan rekaman tersebut, apakah kit akan kembali ke kantor polisi untuk memutarnya? 
polisi 2  : tentu saja tidak. saya telah membawa laptop, dan kita bis alangsung menyaksikannya di laptop itu.
sendy    : baiklah! mana si pelayan itu! akau ingin tahu siapa yang melakukan perbuatan tak terpuji itu kepada kakak ku!
pelayan   : duh, ini dia rekamannya! (berlari memberikan rekaman cctv sambil ngos-ngosan)
polisi  3 :  baik! mari kita pecahkan. ayo, kerja!
polisi 1 : baiklah, biar saya putar rekamannya. 
hendri   : saya yakin ada yang ganjil, tidak mungkin hanny pelakunya.
polisi 1 : baik, kita lihat saja nanti.


Setelah  rekaman cctv pun diputar, dada beberapa keganjilan yang terlihat. mereka semua terkejut dengan apa yang terjadi. lebih tepatnya lagi, mereka terkejut dengan apa yang dilakukan oleh jessica. jessica yang mengaku panik saat mirna terjatuh, ternyata hanya menunjukan ekspresi datar. dan puncak dari segalanya adalah ketika rekaman cctv menunjukan kalau jessica menaruh sebuah botol sianida di tas hanny ketika hanny lengah.

Pelayan : astaga! lihat itu, jessica menaruh sesuatu di tas mbak hanny!
sendy    : apa itu? apa yang dilakukan oleh jessica?
hendri   : sudah saya bilang! bukan hanny pelakunya, pasti jessica pelakunya.
pelayan : apakah itu racun sianida yang ditaruh oleh mbak jessica? 
polisi 1 : sepertinya begitu, sepertinya hanny telah dijebak oleh jessica.
sendy  : brengsek! sudah kuduga, dari awal aku memang kurang suka pada jessica. aku tau ada sesuatu yang tidak benar dengannya...
polisi 3  : jadi, dari rekaman ini, kit adapat menarik kesimpulan kalau pelakunya adalah jessica. bukan begitu?
polisi 2  : sepertinya begitu. oh ya! coba putar ulang rekamannya, lihat! jessica mengatakan kalau dia sangat panik ketika mirna terjatuh. tapi rekaman itu menunjukan ekspresi yang sangat datar dan tidak ada panik-paniknya! kurang ajar, kita dikelabuhi.
hendri  : lantas, apa motif yang membuat jessica melakukan itu semua?
sendy  : aku tau, aku sudah curiga ada yang tak beres dengannya sejak awal. aku rasa dia cemburu, aku pernah mendengar kabar kalau dulunya dia sempat diterima bekerja di salah satu perusahaan  desain grafis. tapi ia gagal masuk ke perusahaan itu karena mirna jug amelamar dan dianggap lebih berkompeten  oleh pemilik perusahaan.
pelayan  : jadi, ini semua motif dendam pribadi? sudah saya bilang! ini tidak ada sangkut pautnya dengan kedai kopi obaper. karena kedai ini bersih..
polisi 2 : jadi, kit asudah tahu kan, siapa pelaku sebenarnya? 
polisi 1 : ya! kita harus membebaskan hanny dan kita akan menangkap mirna. 
polisi 3  : kalau begitu, tunggu apalagi. mari kita bebaskan harny dan serbu rumah mirna!
polisi 1  : semuanya ke mobil polisi! (berteriak dengan penuh semangat)
pelayan : lalu, apakah saya boleh ikut? 
polisi 2 : apa yang kamu tunggu? apakah ada peraturan perundang-undangan yan gmenyatakan kalau pelayan kedai kopi dilarang ikut investigasi? 
pelayan  : (sambil tersenyum lalu ikut masuk ke dalam mobil polisi)
 
Babak 8
Semua kebusukan jessica telah terkuak di rekaman cctv. tentunya ini merupakan bukti yang telak untuk mengadili jessica di muka hukum. setelah membebaskan hanny, ketiga polisi, pelayan, hendri dan sendy pun langsung menuju ke kediaman jessica untuk menciduknya. tak ketinggalan, hanny yang baru saja dibebaskan juga ikut menuju rumah jessica. maka ramailah kediaman jessica malam itu..

Polisi 1 : memencet bel (kring..kring..)
Jessica : ada apa ya malam-malam begini? (terkejut melihat banyak orang yang ada di depan rumahnya) 
polisi 2 : sudahlah, jessica. tak perlu bersandiwara lagi.
jessica  : san..... di wara?! sandiwara apa ya?
hendri   : kami sudah tau kalau engkau pelakunya!
polisi 3  : kami sudah melihat rekaman cctv di kedai obaper sesaat sebelum kematian mirna. 
sendy    : dan kau berlagat aneh dan mencurigakan! 
pelayan  : saya tau embak yang meracuni mirna, setelah kopi itu dibuat, embak memasukkan racun sianida ke dalam kopi mbak mirna.  
hanny   : setelah itu kamu memasukkan racun itu kedalam tasku agar seolah-olah akulah pelakunya. 
polisi 2  : ekspresi mbak jessica terlihat sangat datar, tidak panik seperti apa yang embak katakan saat di introgasi.
pelayan  : mengaku lah saja, mbak.
jessica   : sebentar, aku benar-benar tidak mengerti tentang apa yang kalian katakan. aku? membunuh sahabatku sendiri? atas dasar apa? 
sendy     : halah! banyak omong, engkau membunuh mirna karena kamu dendam kepadanya! iya kan!?
jessica   : dendam? dendam apa?
hendri    : ya, kamu dendam karena jessica diteriima bekerja di perusahaan yang kamu lamar!
hanny      : lalu kamu berniat untuk meracuni mirna agar dia meninggal dan perusahaan itu akhirnya lebih memilih kamu.
polisi 1   : karena mbak jessica tau kalau mbak mirna akan kembali ke jakarta untuk menandatangani kontrak kerja di perusahaan tersebut, mbak jessica berusaha untuk mengajaknya ke kedai kopi lalu meracuninya.
polisi 2   : agar seakan-akan mirna meninggal karena insiden yang tidak disengaja, padahal jelas disengaja! 
polisi 3     : lalu untuk menghilangkan barang bukti, mbak jessica memasukkan racun tersebut kedalam tas hanny. 
jessica   : (hanay terdiam dengan tatapan kosong)
sendy   : hah! sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi, ya?! dasar pelacur!
hendri  : aku tak sangka kau sekejam itu, manusia kah dirimu, jes
Polisi 1 : sudah lah mbak, kami sudah tau semuanya. 
jessica  : tapi saya... saya..  saya..
polisi 3 : halah, jangan banyak omong! kamu ikut kita sekarang ke kantor polisi! 
pelayan : langsung borgol saja pak tangannya!
jessica  : tapi, saya bis amenjelaskan semuanya pak. ini tidak seperti yang bapak bayangkan.. bapak tidak tau apa yang saya rasakan..
polisi 2 : sudah, jelaskan semuanya di pengadilan seminggu lagi. sekarang, mbak jessica ikut kami. kami akan menunjukan seberapa dingnnya jeruji besi itu..




Seminggu setelah penangkapan jessica di kediamannya, jessica pun diadili di pengadilan dengan hukun yang cukup setimpal. jessica dijatuhi hukuman mati atas tuduhan telah melakukan pembunuhan berencana kepada mirna. jessica dieksekusi oleh sniper handal milik TNI di nusa kambangan dan meninggal pada tanggal 28 januari 2016. tapi itu semua adalah hal yang pantas bagi jessica ata sapa yang telah ia lakukan. setidaknya, meninggal dengan cara ditembak mati lebih mengenakkan ketimbang meninggal dengan cara meminum kopi. 




1 comment:

b:if cond='data:blog.pageType != "item"'>