Saturday, April 25, 2015

Bule Graphy.


Dengan ditemani segelas es kelapa yang gue beli tadi, dibawah terik matahari retina mata gue menatap nanar. sudah hampir setengah jam kami berada di tempat ini tanpa hasil. belum ada bule yang berhasil kami dapatkan untuk diwawancara. ah, remedial kali ini sungguh kejam. sama seperti remedial-remedial geografi sebelumnya, remed yang diberikan oleh guru geografi gue kali ini sungguh tidak pelajarsiawi. karena mendapat nilai 17 di ulangan sebelumnya, perang batin terjadi dalam diri ini ketika mendapati kenyataan bahwa gue harus mewawancarai bule sejumlah 75 -17 orang dan dikumpulkan dalam format video untuk bisa memperbaiki nilai. terimakasih, wahai pahlawan tanpa tanda jasaku. 


Kalau bukan karena pelajaran geografi, gue nggak akan berada di tempat ini sekarang. di kota tua. di tempat ini, di bawah terik mata hari, kami berburu bule untuk diwawancara. ini semua nggak akan terjadi kalau nilai ulangan gue nggak sweet seventeen.

Remedial adalah hal yang biasa bagi para siswa dan siswi ketika mereka mendapati kenyataan bahwa nilai ulangan mereka tidak mencapai kkm atau batas nilai yang sudah ditentukan. tak terkecuali, pelajaran yang satu ini: geografi. memasuki bab dinamika dan masalah kependudukan, batin gue disakiti dengan rumus-rumus kampret yang digunakan untuk menghitung sex ratio, doubling time, dependancy ratio, dan teman-temannya yang nggak kalah kampret lainnya. situasi diperparah ketika gue nggak belajar sama sekali ketika bab ini divonis akan ulangan oleh sang guru. alhasil, ulangan gue berakhir dengan nilai 17. ya, tujuh belas. atau bahasa halusnya: satu koma tujuh..

Sebelumnya, begini lah profil singkat sang guru geografi: 

Nama   : bapak..... (alfabet sebelum b) pri
Profesi  : guru geografi. tapi, katanya dia juga berprofesi di dunia kepolisian.  
Damage : 99/100 
Special item : golok pembelah kenalpot racing.
Special skill : deathly remedial. 


******

Dengan ditemani segelas es kelapa yang gue beli tadi, dibawah terik matahari retina mata gue menatap nanar. sudah hampir setengah jam kami berada di tempat ini tanpa hasil. belum ada bule yang berhasil kami dapatkan untuk diwawancara. ah, remedial kali ini sungguh kejam. sama seperti remedial-remedial geografi sebelumnya, remed yang diberikan oleh guru geografi gue kali ini sungguh tidak pelajarsiawi. karena mendapat nilai 17 di ulangan sebelumnya, perang batin terjadi dalam diri ini ketika mendapati kenyataan bahwa gue harus mewawancarai bule sejumlah 75 -17 orang dan dikumpulkan dalam format video. terimakasih, wahai pahlawan tanpa tanda jasaku. 

Berniat menambah gizi nilai yang kurang gizi, itulah alasan mengapa kami berenam berada di tempat ini. di kota tua. salah satu kawasan wisata di bilangan jakarta barat. rumor yang beredar, tempat ini sering dikunjungi oleh warga negara asing yang ada di jakarta. dengan diskusi yang cukup panjang, kami akhirnya memilih tempat ini sebagai tempat berburu bule. bukan persoalan yang terlalu penting tentang dengan kendaraan apa kami sampai di tempat ini. karena yang penting, berapa banyak bule yang bisa kami wawancara di tempat ini. 

Belum begitu lama setelah kami mendarat di tempat ini, dari kejauhan kami melihat seorang bule wanita. rambutnya agak sedikit pirang, tubuhnya agak sedikit gempal. dengan menggunakan kaca mata hitam, dia berjalan dengan sepasang kakinya yang dilindungi oleh sepasang flat shoes. baru aja dateng ke tempat ini, kami sudah mendapatkan mangsa. kami pun langsung menghampiri bule tersebut untuk bertanya apakah dia bersedia untuk diwawancara atau tidak.

"Hi, miss. we are on school project. can you help us? we want to ask you some question

kurang lebih begitu kata salah seorang teman. tapi, ternyata bule bertubuh gempal dengan sepasang flat shoes tersebut menolak..

"Sorry. i've do the interview with another group before. and I think I want to go home.."

Ternyata, siang itu, kami dipaksa menerima kenyataan bahwa ada grup dari sekolah lain juga yang mempunyai tugas sama seperti kami. kampret, baru juga sampe di tempat ini. udah dapet saingan aja. dan lebih kampretnya lagi, ternyata bule yang bertubuh cukup gempal tersebut masih terus melanjutkan wisatanya. padahal kan dia bilang I want to go home...

Melanjutkan perjalanan, kami melihat sebuah mangsa empuk yang bisa membuat kami kenyang dengan sekali lahap. ada setengah lusin turis asing yang sedang berfoto di dekat salah satu museum yang ada di kota tua! ah, tuhan memang baik. kalau begini caranya, mewawancari bule setengah lusin akan mempermudah untuk membuat kami lulus remedial. langsunglah kami menghampiri salah seorang dari setengah lusin bule yang nampaknya merupakan rombongan tersebut...

"Hi, Sir. can we ask you some question?"

dengan sedikit tampang bingung, bule tersebut membalas..

"aa?......"

tampangnya yang linglung membuat kami juga menjadi linglung. kami kembali bertanya. dan ketika mendengar jawabannya, kami pun mendadak frustasi..

"Sir?"

"sorry, can't speak english."

Ternyata si bule dan rombongannya nggak bisa ngomong bahasa inggris. BULE MACAM APA ITU?!! gue curiga bule itu adalah bule blasteran. blasteran grogol - tanah abang. makanya nggak bisa bahasa inggris. ah, sudahlah. kami pun melanjutkan perjalanan kami. 


Bocah hilang, anggota boyband, aliando belum di upgrade, haji lulung, bule yang diwawancara, begal motor

Dari ujung ke ujung, kami berburu bule dengan penuh semangat remedial. alhasil, setelah kurang lebih 3 jam kami berada disini, kami berhasil mendapatkan sekitar 7 atau 8 bule. dan dari beberapa bule yang berhasil kami wawancarai, ada beberapa wawancara yang menurut gue cukup berkesan. 


Si Topi Pelukis Dari Canada,

Dari kejauhan, kami melihat seorang warga negara asing. dia memakai topi seperti topi pelukis, berkacamata, dan menggunakan kaus adidas berwarna hitam. dia terlihat sedang berjalan dengan seorang wanita berbaju kuning yang gue yakini sebagai istrinya. dari kejauhan, kami langsung bergegas menuju arah si bule ini berjalan. kalau dilihat dari tampangnya, bule ini sepertinya bukanlah orang canada asli. ketika ditanya kesediaannya untuk diwawancara, dengan ramah dia langsung mengiyakan permintaan kami. pertanyaan pun dimulai. mulai dari siapa namanya, kenapa dia datang ke indonesia, dari mana asalnya, bagaimana tanggapannya tentang orang indonesia, sampai apa makanan indonesia favoritnya. gue pun cukup terkesan dengan jawabannya ketika ditanya tentang apa tanggapannya tentang orang indonesia..

"What do you think about indonesian people?

ketika pertanyaan itu dilontarkan, dia tersenyum sambil menjawab.

"Smile. they always smile."

Dia pun mengingatkan kami untuk terus tersenyum juga. karena, orang-orang yang dia temui di indonesia sangat murah senyum. beda di negara asalnya. dia juga salut dengan kearifan lokal murah senyum ini.

Karena sok akrab, gue sempat memusingkan diri sendiri. ketika dia bilang kalau dia berasal dari kanada, gue langsung sok-sok kagum. gue pun terlibat dialog dengan bule tersebut.  dimulai dari pujian gue:

"wooah... canada"

"why? what's wrong with canada?"

"no sir. no problem. i love canada!" (kata gue sok memuji..)

Kampretnya, percakapan terus berlanjut. ini sungguh kampret. gue sudah kehabisan bahan percakapan. karena tadi gue bilang i love canada, si bule pun bertanya apa yang gue tau tentang canada..  
   
"What do you know about canada?"  

gue pun langsung memutar otak tentang apa aja yang ada di canada. yang gue tau, canada adalah sebuah negara yang letak geografisnya diatas amerika serikat. benderanya warna merah-putih-merah dan ada gambar daun ditengahnya. gue terus berpikir. tiba-tiba, gue teringat sesuatu. dulu gue pernah baca di twitter kalau justin bieber itu asalnya dari canada. tanpa pikir panjang, gue pun langsung  menjawab pertanyaan bule tersebut.

"justin bieber. i like justin bieber."

AKU KOTOR...

Mendengar jawaban gue, bule tersebut dan istrinya hanya tersenyum. sekarang, gue terlihat seperti seorang pria yang ngefans sama justin bieber di matanya. dunia seakan ingin runtuh...


Guru Dari Prancis,

Saat mata kami sedang melihat kesana kemari, salah seorang teman gue melihat seorang bule lansia yang sedang berjalan santai dengan keduaa rekannya. dan sama seperti sang bule, kedua rekannya itu juga sudah lanjut usia. dengan rambut yang cukup beruban, dia menggunakan pakaian yang cukup rapih dan santai. ketika ditanya kesediaannya untuk di wawancara, dia mengiyakan dengan ramahnya. sebelum diwawancara, dia sempat memberi tahu kalau di prancis dia adalah seorang guru. dan sebelum diwawancara, dia juga sempat bergurau sedikit. sungguh pak tua yang baik hati. 

Pertanyaan yang kami tanyakan sama seperi pertanyaan yang kami tanya ke pria kanada sebelumnya. dan masih sok akrab, gue berusaha bertanya lebih. ketika dia bilang kalau asalnya dari prancis, gue pun mulai membuka pertanyaan tentang bola..

"Do you like football? what team? PSG?

dia pun menjawab.. 

"I love football. i'm a fan of small team, fc rennes."

Karena gue pernah membaca nama fc rennes di dalam pes 2014, gue pun terlibat percakapan yang lebih dekat lagi. dia sempat bertanya tentang bagaimana sepak bola di indonesia. gue pun bingung harus menjawab apa. gue cuma bisa bilang: not too good, sir. dan ketika gue bilang begitu, dia memperingatkan gue untuk tidak berkecil hati. seperti guru-guru pada umumnya, dia memotivasi gue. dia bilang, jangan pesimis. harus optimis sama negara sendiri. gue yang nggak terlalu mengikuti sepak bola indonesia pun cuma bisa bilang kalau gue nggak pesimis. tapi gue realistis. 

Borkha Dari Spanyol,

Dari beberapa bule yang berhasil kami wawancarai, bule dari spanyol ini adalah satu-satunya bule yang gue inget namanya. namanya adalah.. borkha. apa itu arti nama borkha? entahlah. mungkin itu singkatan dari borok hantu..

Kami sedang  berada di depan cafe batavia kala itu. darii jarak yang nggak terlalu jauh, kami melihat seorang bule. rambutnya pirang. dengan baju vinek warna cokelat, dia menggunakan kacamata warna hitam sambil menutup kedua telinganya dengan earphone. dia terlihat sedang berjalan menuju ke arah cafe. dan dari arah jalannya, bule tersebut sepertinya akan berjalan melewati kami.

Sama seperti bule dari prancis dan kanada, dia memperbolehkan waktunya kami ambil untuk diwawancara. dan ketika dia bilang kalau dia berasal dari spanyol, gue pun langsung memperkirakan kalau dia pasti suka bola. iseng-iseng gue bilang..

"spain? fernando torres?"

dan dia menjawab..

"hahaha. I don't like football"

pelajaran hidup: ternyata, nggak semua bule suka bola.

Si Kampret Bertato

Bule kampret ini adalah bule terakhir yang kami wawancara. di sudut yang berlawanan dengan cafe batavia, kami melihat seorang bule yang berjenis kelamin pria, dia sedang berjalan dengan seorang wanita yang kami yakini kalau wanita tersebut adalah pacarnya. bule pria ini berusia masih cukup muda. dengan memakai baju lengan buntung, tato di lengan kanan dan kirinya kelihatan dengan cukup jelas. ketika kami hampiri dan bertanya apakah dia bersedia untuk diwawancara, dia menolak. pada awalnya dia menolak. tapi, karena di bujuk oleh pacarnya, dia pun merubah pikirannya. dia bersedia untuk diwawancara. hmm, pacarnya itu sungguh tipe pacar idaman.

Ketika ditanya dengan beberapa pertanyaan , dia menjawab dengan tampang yang nggak ikhlas. kampret memang. bule ini sungguh tak bersahabat. untung aja pacar si bule bertato ini baik. udah baik, lucu lagi. dear mr bertato, gue tikung juga lu...

Dan ketika selesai, kami mengucapkan terimakasih sambil mengajak dia untuk bersalaman. tapi kampretnya, dia hanya menyalami setengah dari genggaman tangan kami. sungguh kampret yang bertato. 

pelajaran hidup: nggak semua bule bersahabat.



      




67 comments:

  1. Emang situ wawancara apaan ke tuh bule2? Pelajaran geografi juga bro?

    ReplyDelete
  2. wihhh keren bisa wawancara bule ,, walaupun itu juga bagian dari remedial ..
    gue kayaknya malah seneng kalo remedial gue juga wawancara bule jef ..
    hmmm .. wihhh lo seorang belieber yak ..?? nggak nyangka gue ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. KAGAK KAMPRETTTT,

      gue terpaksa bilang gitu karena satu-satunya yang gue tau dari canada hanyalah justin bieber -______-

      Delete
  3. itu apa korelasinya Geografi sama nanya nanya bule? haha

    btw keren euy punya pengalaman kaya gitu haha tapi borkha jadi borok hantu itu kampret banget anjir! mana kepikiran orang tuaanya namanin anaknya gitu ya haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bahaha, iya. Aturan mah Bahasa Inggris. :p

      Delete
    2. guru geografi mah bebas~
      hanya dia yang tahu apa korelasinya..

      Delete
  4. justru dengan remid ini ci om jadi punya pengalaman berharga dengan mewawancara para bule, sapah tau suatu saat kelak bisa jadi bule juga di negara bule yang diwawancaranya, bisa numpang nginep gratis deh di rumah bule itu

    ReplyDelete
    Replies
    1. oke, gue disebut om oleh yang lebih tua...
      punya angan-angan itu baik. tapi nggak sampe nginep di rumah bulenya juga kalik.
      apa hubunganya wawancara bule sampe dibolehin nginep dirumahnya -_____-

      Delete
  5. Bersyukur sama remidi lo. Meskipun remidi lo jadi bisa wawancara bule. Dan yah, disitu juga lo ngancurin harga diri sendiri denfan ngomong justin bieber. Hahaha

    Hmmm. Sering sering remidi yaa :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. entahlah. gue udah berpikir habis-habisan tentang pemain bola yang berasa dari canada.
      tapi, gue baru inget kalau canada sepak bolanya nggak terkenal..

      Delete
    2. Canada? Hmm... I like ganja. Njirr, itu daunganja bukan sii di bendera kanada? Hahaha..

      Delete
    3. ....................................................
      gue rasa bukan.

      Delete
  6. Kalo gue yang ditanyain ama orang canada, mungkin gue jawab TV Show "Just For Laught". :| Ditayangin tengah malem di Indosiar.

    Kalo tugasnya kek gini terus, mending lu sering-sering remidi aja deh, jef.

    ReplyDelete
    Replies
    1. jadi, itu acara dari canada? baru tau.....
      sering-sering apanya haw. lu mesti nyobain dulu remedi begini~

      Delete
  7. gamers sejati, guru geografi aja dibuat profilenya. Remedial memang menyakitkan, tapi remedial juga sebenarnya bermanfaat, karena kita bisa belajar lebih dalam lagi tentang pelajaran tersebut. Enak juga ya remedialnya, wawancarain bule, dikota tua memang banyak bulenya.

    Sangat bermanfaat nih postingannya buat ketemu bule. Ternyata nggak semua bule suka bola, dan nggak semua bule ramah. Orang Indonesia terkenal dengan murah senyumnya, semoga masih tetap demikian. Kocak juga lihat foto yang kedua, wkwkw, bocah hilang, haji lulung, aliando belum di updrage, wkwkw, begal motor. Ada hikmahnya juga remedial geografi ini, tentunya mendapatkan pengalaman yang berharga, terus bisa dijadiin postingan, keren.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sejujurnya gue bukanlah gamers sama sekali...

      Delete
  8. kupikir kemaren bercanda...ternyata remedialnya beneran disuru hunting bule bejibun...muahahahhaa
    caball eaa :))

    oo itu ada yang arabian arabian ya...yang pake jilbab...
    si borkha...namanya aga aga ga umum, tapi keren juga Jev

    ReplyDelete
    Replies
    1. ngapain bercanda.

      bukan, itu dari canada....

      Delete
  9. Waduh, remedial disuruh hunting bule, keren ye guru elu :P.

    Itu yang dari canada kayaknya pas elu menjauh bakal berpikir dalam hati, "Ah, ini anak kayaknya homo dah suka sama Justin Bieber," hahaha xD. Tapi, yang bikin gue kagum dia mengakui orang Indonesia yang selalu senyum, itu patut dilestarikan :D

    Sepertinya guru dimana-dimana sama ya, pasti memberi motivasi, kayak yang di Prancis ini, ngasih motivasi masalah sepakbola Indnesia :)

    Alah, emang lu kira semua suka bola, gak juga :P. Eh, lu gak jelasin siapa si Borkha ini, yang lu jelasin tadi, Prancis sama Kanada, malah gak inget lu namanya siapa :3

    Hahaha, yang terakhir itu kayaknya lu mesti nyari pacarnya tuh, kali aja dia kepincut sama orang Indonesia kayak lu :P. Oh iya, itu fotonya kagak lu kasih keterangan, gue jadi bingung yang mana pasangan dari Kanada, Guru dari Prancis, Barkho dari Spanyol, sama si Kampret Bertato

    ReplyDelete
    Replies
    1. gagara-gara geografi, reputasi gue jatuh didepan bule canada....

      Delete
    2. hmm, sengaja nggak gue kasih tau sih. cuma gue kasih ciri-ciri aja...
      kalau si kampret bertato, nggak ada fotonya si bule itu. adanya video.

      Delete
  10. Horayyyy.. Tuntas juga tugas lo, Jev! Remedialnya keren.. Lo jadi punya pengalaman wawancara bule. Moga nilainya jangan sweet seventeen lagi ya!

    BTW, yang dari Canada ada Avril Lavigne, ada Celin Dion yang ga kalah terkenal. Ngaku aja dah klo lo emang beliber, hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. DEMI SILUMAN SUGAR GLIDER, GUE NGGAK TAU KALAU MERKEA SEMUA DARI CANADA -_____-

      Delete
  11. Semoga guru geography bernama bapak aprie yang juga berprofesi di kepolisian ngebaca postinganmu ini ya, suoaya beliau tau betapa perjuangan seorang muridnya yang harus mewawancara bule dikarnakan nilainya yang sudah bisa bikin SIM sama KTP AMINN...!!!

    Terus itu yang maksudnya skill golok pembelah knalpot racing apaan?

    Ya mungkin bule-bule yang kurang ramah seperti si kanpret bertato itu masih belum terbiasa dengan budaya ramah tamah orang indonesia, dinegara mereka mah jarang ada budaya ramah-tamah kaya kita

    ReplyDelete
    Replies
    1. tidaaaak, kenapa harus sebut merk.....

      jadi, cerita aslinya kalau ada murid yang ke sekolah bawa motor dan ketahuan kalau kenalpot motornya adalah kenalpot racing, dia tidak akan segan-segan untuk membelah kenalpot si murid tersebut.

      Delete
  12. Bule engga bisa ngomong bahasa inggris? Dia (mungkin) sama seperti unta yang lahir di Arab, dibesarkan di Arab, mati di Arab, tapi engga bisa ngomong bahasa Arab.

    Tapi kurang masuk akal juga bro, kalau tugas geografi malah disuruh mewawancarai bule. Kalau tadinya tugas bahasa inggris, masih masuk akal. Siapa guru elu tadi bro? Saprie? Guru geografi elu cocoknya jadi polisi di GTA, kalau dia punya golok pembelah kenalpot racing, dan damagenya sampai perfect gitu.

    Tapi salut buat elu bro. Para pembaca bisa mengambil pelajaran berharga dari postingan ini. Gak semua orang bule suka bola, gak semua bule bersahabat. Great!

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha, analogi yang anggun.
      kenapa geografi remednya wawancara bule? tanyakan pada rumput yang bergoyang~
      atau, tanyakan pada pedang yang membelah kenalpot racing~

      Delete
  13. Itu apa banget profil singkat Pak Apri. Damage segala. Kebanyakan COC lu! -____-

    Jadi, kesimpulannya adalah: tidak semua bule bisa berbahasa Inggris; tidak semua bule suka sepakbola; tidak semua bule bersahabat. Apalagi yang tatoan dan kampret itu. :/
    Makasih infonya, Gan. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sejatinya, gue nggak terlalu sering main coc. cuma iseng-iseng.
      astaga...... kenapa harus sebut merk sih..... :")

      Delete
  14. You will never remedial alone! Ya, semoga lo nantinya kuliah masuk jurusan yang ada geografinya wkakaka *evillaughs*

    ReplyDelete
    Replies
    1. ketahuan, pasti liverpudlian...
      udah cukup stress sama geografi di sekolah. dan nggak berharap stress di kuliah juga -__-

      Delete
  15. Awalnya, gue ngira lu bakalan remedial ngerjain tugas atau gimana gitu. Eh, ternyata beneran disuruh wawancara bule.

    Udah rame gitu, kira2 mereka pada seneng, gak sih. Lu wawancarain.

    Terus, yang lagi boker, ada yang diwawancarain juga, gak jev? :D

    Meskipun harus remed, tetep semangat. Rajin lagi belajar, biar pinter lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hmm....
      rata-rata sih bersahabat dan seneng. cuma, si kampret beratato aja yang nggak bersahabat.

      Delete
  16. Kok tau itu pacalnya? Emang kamu uda sempat ngecekin cincin kawin di jari manisnya, Jeff? :P

    Hahah.. Banyak bule yang merasa keganggu yak. Mereka mau wisata dengan tenang malah dikeroyokin.. :D Tapi ngga papa sih, salah sendiri maen ke Indonesia.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebenernya mereka bersahabat sih.
      cuma kalau ada yang nolak, mungkin karena mereka ngerasa keganggu karena niatnya wisata malah diwawancara..

      Delete
  17. Entah mengapa, aku semacam phobia bule. Padahal, setiap ketemu mereka, mereka selalu ramah ama akuh. Wkwkw.

    Tapi, sephobia apa pun gue, bahasa mereka bikin aku harus melawan rasa phobia ini. Haha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wih, baru pernah denger. phobia bule...

      Delete
  18. Kayak lagi ujian les bahasa Inggris bro, tanya-tanya bule haaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. lebih tepatnya, les bahasa inggris yang digurui oleh guru geografi.

      Delete
  19. remidi nya kreatif, harus wawancara bule, kalo aku sih bingung mau ngomong apa, paling bisa yes no yes no doang

    ReplyDelete
    Replies
    1. ketahuan, pasti sering main eat bulaga..

      Delete
  20. jadi negara kanada itu letaknya diatas amerika atau di utara amerika?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya sama aja. diatasa atau di utara, yang penting amerika letak geografisnya dibawah canada.

      Delete
  21. Hahaha..lucu kamu nak..*ealah..tua banget saya manggil nak..hah

    Untung dulu jaman sekolah ga dapet remedial kayak gini, remedialnya dulu tuh paling disuruh bawa sapu untuk ruang kelas atau kalau adik saya lagi disuruh ngerjain tugas merangkum gitu.. aman deh.. tugas mengejar bulenya oke juga(kalau ga sering-sering), saya turut prihatin dengan terungkapnya status beliebers kamu *Upss :p

    ReplyDelete
  22. Nyari bule gampangnya ke bank2 asking kawasan Jakarta selatan... Nasabahku mayoritas blue :D. Expat2 yg kerja di indo. Ato cari di mal2 kyk GI, PI, PS, PIM dijamin hilir mudik :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. tadi juga kepikiran di GI, atau fx. tapi... bule yang ada di mall itu sepertinya lebih arogan daripada yang sedang jalan-jalan di outdoor.

      apalagi bule yang ada di bank, pasti orang sibuk. yang ada nanti gue dikira mau hipnotis...

      Delete
  23. Lo kelas berapa sih Jeff? Gue kira udah kelas 3 :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. gue udah kelas kakap....
      kelas 11 deh.

      Delete
  24. remidinya kreatif juga ya jeff beda dari yang lain.kan lumayan bisa mewawancarai bule,itung-itung pengalamanlah ya ^_^, gak kebayang pas kamu ditanya mengenai canada,dan kamu hanya tau justin bieber hihi :D

    ReplyDelete
  25. apa hubunganya geografi sama wawancara bule wkwkwk ini inovasi remidial yang baik nggak melulu harus ngerjain soal bisa dapet pengalaman baru juga kan keren, keren. itu yang cewek jilbaban bule jugaya? subhanallah jadi pengen remidi :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. remedial memang bukan melulu tentang kata-kata yang ditulis di kertas ulangan.
      tapi, kalau remedialnya wawancara bule melulu juga gue nggak mau deh...

      Delete
  26. Wah, fans Justin Bieber rupanya jago juga ya, ngewawancarain bule. :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. DEMI TUUUUUUHAN,
      GUE BUKAN FANS JUSTIN BIBER.. -____________________________________-

      Delete
  27. Itu kenapa ko wajah yang satunya lagi di tempelin gambar gitu? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. akhirnya. setelah beberapa kali disebut mas, pak, om.
      ada juga yang manggil ko.

      Delete
  28. Suka banget di bagian whooooa canada. Hahahaha.. ternyata li bliebers juga. Sukses yah. Semoga bisa ketemu idola.

    ReplyDelete
    Replies
    1. baca dulu yang bener plis..............................................................
      GUE BUKAN BELIBER ATAU BELI BEER ATAU BELI KOACI ATAU APALAH ITU KAMPRET -_________-

      karena gue tetap JKT48.

      Delete
  29. Hahah aitu gue yakinnya bule yang terakhir bete gara-gara mau pacaran lo gangguin rame-rame. Paraaah. :b

    ReplyDelete
  30. hmm sungguh remidial yang kampret banget yaa. sulit banget remidi aja harus wawancara sama bule.

    tapi gue lihat kayaknya asik banget deh kalian. bisa wawancara sekaligus bercanda dengan para bule-bule tersebut. selain itu kalian bisa mendapatkan sedikit pengalaman lah dari wawancara tersebut.

    yang gue tau memang nggak semua bule sama. ada yang ramah, sombong, suka sepak bola, dan lain sebagainya. untung buat lo ketika ketemu bule canada dan prancis. tapi apesnya lo ketemu kampret yang bertato tadi.

    ReplyDelete
  31. Bule dari Perancis keren tuh, suka sama klub kecil Fc Rennes padahal di Perancis masih banyak klub-klub besar yang lebih ternama atau mungkin itu bule lahir di daerah Rennes, tapi congrat atas nilai 17 nya haha

    ReplyDelete
  32. hahaha, whats wrong to adore Justin Bieber? Why should ya say "AKU KOTOR"? :D

    ReplyDelete
  33. Wahh tugasnya seru ya :D
    bule pertama kedua ketiga baik banget walaupun di bule pertama lo harus menelan pil pahit jawaban spontan lo tentang justin bieber haha itu pasti memalukan :p
    gue kira semua bule yang lagi 'nyangkut' di Indonesia akan selalu ramah dengan penduduk aslinya. ternyata....
    lagian kenapa gak nyari bule lain aja dari pada harus wawancarain si kamp*ret itu, gue jadi kesel juga kan wkwkw

    ReplyDelete
  34. hhahahaha sebegitu tau nya akan Canada sampai-sampai yang disebutkan pertama adalah JUSTIN BIEBER HAHAHA

    ReplyDelete
  35. yang penting ngga sampe jadi trauma lokal ajah gara gara ni tugas remedial haha~ *ketawa jahat

    ReplyDelete

b:if cond='data:blog.pageType != "item"'>