Sunday, May 3, 2015

Dua Minggu Kemudian..


Sudah beberapa minggu belakangan gue mengantri untuk membeli bubur ayam di tempat ini. bubur yang sama, gerobak yang sama, penjual yang sama. aturan mainnya pun tetap sama: semuanya pake. kecuali kacang, emping dan sambel. ah, mungkin ini semua karena kawat yang terpasang di gigi ini. kata para sesepuh yang sudah terlebih dahulu memakainya, di awal-awal pemakaian rasa sakit memang sering kali menghantui. tapi, semua akan baik-baik saja ketika kita sudah mulai merasa terbiasa. tapi, kapan kah rasa terbiasa itu akan datang? ah, sudah lah. 

******

Kemarin, lagi-lagi gue membuat janji dengan sang dokter gigi. janji tersebut adalah untuk melengkapi misi yang telah dibuat saat terakhir kali kami bertemu, yakni perihal pencabutan gigi. dua minggu yang lalu, dia sudah berhasil mencabut satu buah gigi gue. dengan penuh perjuangan, dan dibius 3 kali, satu buah gigi kampret dapat dicabut dari akarnya dengan penuh kemenangan. dan juga kesakitan. dan kali ini, dua minggu kemudian, sang dokter gigi kembali menjadwalkan gue untuk mencabut gigi. bukan cuma satu, tapi kali ini dua. dan pencabutan kali ini akan menjadi pencabutan gigi terakhir katanya. ah, prosedur pemasangan kawat gigi ini memang nggak semudah kelihatannya..

Gue kembali ke atas kursi kebanggaan para dokter gigi ini dengan ditemani dua buah teman. dua buah teman yang bewarna putih, kecil, kampret dan menyakitkan. ya, sariawan. gue nggak menyangka kalau sariawan saat memakai kawat gigi akan semenyiksa ini. nggak jarang sariawan yang ada dibagian daging bibir ini bergesekan dengan kawat giginya. kesenggol pake tangan aja si kecil kampret ini udah bikin perih, apalagi kalau bentrokan sama kawat. sariawan memang selalu menjadi problematika. 

Sebelum sampai di tempat ini, gue sudah mengisi perut terlebih dahulu dengan makanan penuh kemenangan: bubur. akhir-akhir ini gue memang sering menyantap hidangan yang satu ini, terutama setelah gue mulai memakai kawat gigi. karena, makanan yang satu ini sangat bersahabat bagi para pengguna kawat gigi yang masih baru. pertama, bubur nggak perlu dikunyah dan bisa langsung ditelen. kedua, bubur rasanya enak. bubur ini sungguh behelsiawi. tukang bubur ayam dekat rumah gue pun menjadi sasaran. tapi beda dari tukang bubur yang ada di sinetron-sinetron gagal gaul, tukang bubur yang ada di dekat rumah gue ini nggak hobi naik haji. karena dia bukan tukang bubur naik haji. dia juga bukan tukang bubur yang hobi naik motor harley davidson, karena dia bukan tukang bubur naik harley. dia hanyalah dia, tukang bubur yang berusaha keras mencari nafkah siang dan malam untu keluarganya (padahal, tukang bubur yang satu ini cuma keluar di malam hari).


Sebelum dimakan, difoto dulu. sehabis difoto, dikasih effect dramatis dulu.
Kembali lagi ke gue dan dokter gigi. dengan ditemani dua buah sariawan, gue harus siap untuk membiarkan dua buah gigi ini dicabut. di bangku dokter gigi ini lagi, dibawah sorot lampu penerangnya ini lagi, gue kembali terbaring secara gagal gaul, lagi. sama seperti sebelumnya, hal yang pertama dilakukan oleh sang dokter adalah menyuntikan bius kebagian dekat gigi yang akan dicabut. tujuannya biar area mulut menjadi kebal dan nggak kerasa sakit waktu dicabut. sang dokter mulai mengambil suntikan biusnya. sama seperti sebelumnya, kali ini dia masih menggunakan suntikan anak-anak untuk membius gigi ini.     

Setelah dibius, beberapa saat kemudian sang dokter mengambil tang pencabut gigi. firasat gue buruk, jangan-jangan akan ada kegagalan dalam pencabutan ini. jangan-jangan, bukan gigi gue yang kecabut, tapi malah tangnya yang kecabut. atau jangan-jangan, dokter gigi tersebut adalah tukang bubur yang menyamar menjadi dokter gigi. fantasi gue terus bermain. sampai akhirnya tang tersebut menempel di gigi sebelah kanan bagian bawah. setelah sang dokter gigi menggenggam gigi gue dengan tang tersebut, kemudian dia menariknya dengan tak berdosa. tarikan pertama: gue berusaha menahan rasa skit. tapi, setelah gue rasakan kembali, nggak ada rasa sakit yang tercipta. gue selamat. ternyata, efek suntikan biusnya berhasil. tarikan kedua, kala ini sang dokter menarik dengan lebih bertenaga. tapi seakan mati rasa, gue nggak merasa sakit. sampai ditarikan ketiga, gigi gue akhirnya berhasil copot dengan penuh kemenangan. tanpa rasa sakit sedikit pun. ternyata, obat bius yang diberikan kali ini sangat manjur! muahahahahahaahaha! coba aja obat bius ini bisa membuat seorang susah move on mati rasa ketika melihat mantan yang sudah bahagia bersama dengan pria lain. pasti nggak akan ada yang namanya penyakit susah move on sampai sekarang..

Tadi itu baru satu buah gigi, masih ada satu lagi yang harus dicabut secara paksa. dan malapetaka mulai muncul di gigi kedua ini...

Sama seperti tadi, si dokter ini membius bagian dekat gigi yang akan dicabut. kali ini, gigi bagian kanan atas yang menjadi objek untuk dicabut. karena nggak ada rasa sakit ketika pencabutan gigi bagian pertama tadi, gue pun dengan pede membiarkan tang pencabut gigi ini mengapit gigi bagian atas. tang pun dipasang, sang dokter pun berusaha menarik gigi bagian atas gue. tapi, waktu ditarik, anehnya ada rasa sakit dan ngilu yang tercipta. kampret, gue mendadak keringet dingin. hipotesis sementara: obat bius tersebut nggak mempan. si dokter ini kembali menarik gigi gue dengan tangnya, rasa sakit semakin menjadi-jadi. kampret, obat biusnya kali ini benar-benar nggak berfungsi. batin gue menjerit. saat akan ditarik lagi, gue bilang ke dokter kalau rasanya ngilu. sang dokter pun dengan lugunya berkata...

"oke, kalau gitu saya bius sekali lagi deh."    

Kampret. gue salah ngomong. alhasil sang dokter pun kembali mengambil suntikan biusnya, dan menyuntik tempat yang sama sekali lagi. selang beberapa saat setelah disuntik bius sekali lagi, sang dokter kembali mengambil tang pencabut gigi itu kembali. tang yang sama, di gigi yang sama, rasa sakit yang masih juga sama. ternyata ketika ditarik, masih ada rasa sakit yang terasa. kampret! obat biusnya benar-benar nggak mempan kali ini.... 
   
Dan ketika kembali tang pencabut gigi tersebut menarik gigi gue, tangan dari sang dokter ini tanpa sengaja menyentuh bagian sariawan yang ada di daging bibir bagian kiri. arghhhhh, kampret. semua orang pasti tau rasanya sariawan yang masih baru kepegang. ini sungguh tidak sariawansiawi. dan dengan tak berdosanya, si dokter bertanya..

"sariawannya kena ya?"    

Dengan penuh kesengsaraan, gue menjawab..

"Iya dok"

Dengan tampang tak berdosa sama sekali, si dokter kembali bertanya..

"Sakit ya, Jeff?"

"YA IYALAH KAMPRET SARIAWAN GUE LU PEGANG BABI! MONYET! SUGAR GLIDER!" rasanya pingin gue bilang begitu. tapi, apa boleh daya. dengan lemas letih lesu, gue hanya bisa mengangguk dan bilang.. "iya, dok." gue harus memaklumi perbuatan dokter gigi ini. mungkin semua ini terjadi karena sang dokter bergender perempuan. ah, semua cewek memang sama aja. nggak pernah ngerti tentang rasa sakit yang sudah dia buat, maunya cuma dingertiin.   

Perjalanan terus berlanjut. si dokter masih mencoba menarik gigi gue dengan tang pencabut giginya, dan kampretnya tarikannya ini masih kerasa sakit. ini sungguhkampret. ini benar-benar kampret. bibir bagian atas gue sudah terasa sangat kebal, tapi obat biusnya  nggak berfungsi. karena nggak mau disuntik bius untuk ketiga kalinya, gue pun memutuskan untuk menahan rasa sakitnya. dokter tersebut menarik lagi... tapi giginya masih juga belum goyang. rasanya benar-benar ngilu. bisa dibayangin ketika gigi yang masih kokoh dan nggak goyang sama sekali, dicabut secara paksa dengan menggunakan tang pencabut gigi. setelah beberapa kali menarik, akhirnya gigi bagian atas ini berhasil goyang. 

Selanjutnya, dokter tersebut kembali menarik gigi bagian atas gue. dan kali ini, gigi tersebut berhasil tercabut dengan penuh kesakitan. dan... sedikit darah. mission completed.   


77 comments:

  1. Oke, gua menyimpulkan kalau lu termasuk lelaki sakti. Karena dibius gak mempan. Itu cukup sakti.

    Dari makanan yang lu makan, lu bermain aman dengan makan bubur. Ya harusnya sih emang gitu, jangan maksa makan tang pencabut gigi.

    Dengan sedikit darah yang keluar, gua mengucapkan selamat atas keberhasilan pencabutan giginya

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukan main aman... peratam2 waktu baru masang kawat gigi ini, gue makan seperti biasa dengan penuh kesotoyan. waktu itu gue makan kangkung dan................... kangkung nya nyangkut! semenjak saat itu gue sadar jakau bubur lah yang paling mengerti. hidup tukang bubur..... turunkan harga bubur...... tukang haji naik bubur.....

      Delete
  2. Itu serius? Gigi masih kuat dan kokoh dicabut secara paksa. :(
    Setau gue, itu bahaya banget. Tapi kalo dokter yang nyuruh, ya jalani aja.
    Wahahaha, sariawan dipegang. Gantian Jev, pegang itunya dokter. Halah. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya, dibius sih. tapi, biusnya paling cuma kerasa 30 % doang. dan 70% nya gue harus tahan rasanya ketika gigi masih kokoh ditarik secara paksa dengan tang gagal gaul pencabut gigi.
      pegang apaan.... dokternya udah punya suami :))

      Delete
  3. Masi episode gigi ya jev..
    bubur tanpa emping???? Kayaknya kurangg terasaa mehehee

    ReplyDelete
    Replies
    1. emping pahit, keras, bentuknya gagal gaul.
      apa enaknya...

      Delete
    2. Setuju jevvv!!!! #timbuburtanpaemping

      Delete
  4. kajef ini hidupnya cuma bolak-balik dokter gigi yak? XD
    coba bikin sitkom kak :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. sitkom?
      apa ya judulnya....

      tetangga masa gigi?
      saya terima behelnya?
      behel yang tertukar?
      buku harian behel?
      kau yang berasal dari behel?
      behel-behel serigala?

      Delete
  5. Gigimu serapuh hatimu nggak, bro? :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. rapuh sekali bro. kalau kata noah, karena serapuh aku dirimu...

      Delete
  6. Opening-nya bubur ayam, jd kgn bubur ayam depan sekolah. Hmmm.... Untumu saiki rapopo kan?

    ReplyDelete
  7. Hiii kok serem gitu nyabut gigi dan bs2. Eh tp skrg sdh bs yak

    ReplyDelete
    Replies
    1. apa itu "bs".....
      APAAAAAAAAAAAAA

      Delete
  8. ngeri bacanya, gue juga suka makan bubur, enak dan persis banget kayak gambar diatas. Emang sariawan itu mau ngapain aja nggak enak. Semoga cepet sembuh sariawannya. Gue kalo baca proses pencabutan gigi jadi takut juga, untung lu nggak bilang apa yang ada dipikiran lu, dokternya udah tau pake nanya

    ReplyDelete
  9. Ciee yang dibius nggak mempan, emang giginya habis dikasih apaan kok gak mempan biusnya?

    Bubur ayamnya enak lo, makannya diaduk dulu apa dimakan dari pinggir? Cepat sembuh ya bang..

    ReplyDelete
    Replies
    1. diaduklalu dimakan dari pinggir..

      Delete
  10. saudaraan sama kampret, ya..haha..

    Mau nanya,, Kalau ngomong agak susah ga? Maaf.. ada yang mau memasang, tapi dia menghafal Al-Qur'an, aku khawatir mempengaruhi kefasihan bacaannya..
    sebelumnya, saya ucapkan terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. pertama-tamam mungkin rasa sakit membuat ngomong jadi agak susah. tapi, 2 minggu atau 3 minggu kemudian sih jadi biasa. selama, yang memakai behel ini nggak sariawan, ngomongnya biasa aja. tapi kalau sariawan, susah deh ngomongnya...

      Delete
  11. yang di cabut gigi yang masih sehat kah? apa g bahaya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, masih sehat....
      arman maulana gitu loh..

      Delete
  12. hahaha kasian,giginya di cabut lagi 2 secara paksa,hehe ternyata deritanya lumayan lama juga ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. 2 pakenya tahun mbak, 2 tahun......

      Delete
  13. heheh..derita banget emang behel dengan bonus sariawan gitu.
    Saya juga gitu, ini juga masih sariawan*malah bangga..

    Dibiusnya itu emang ngilu bangeett .. T_T

    ReplyDelete
    Replies
    1. wih.. pake behel juga? *tos

      Delete
  14. *pukpuk* kasihan sekali hidupmu nak :))

    kenapa obat biusnya ga dimasukin ke bubur aja? ahaha
    paling teler :p
    oya buburnya makannya diaduk apa ga? #makingeje


    ReplyDelete
    Replies
    1. HAAHAHAHAHAAHAHAHAHAHAHAHAHAHA -___________-

      Delete
  15. Masalah behel sama bubur lu, gue jadi inget temen gue yang kemarin juga baru pasang behel. Setelah dia masang behel, akhirnya dia juga lebih sering makan bubur, sehingga kami yang sedari dulu pas istirahat pertama selalu makan soto lamongan, harus kehilangan satu teman kami karena absen makan dikarenakan behelnya, untung bibinya jualan bubur, sehingga dia tetap bisa ngumpul, walaupun dengan makanan yang berbeda.

    Oh iya, gue jadi inget cerita lu sebelumnya, kalau kagak salah sebelumnya empat kali bius kagak mempan ya? Ini gue udah bersyukur di gigi pertama bius sang dokter berhasil, ah tapi sayangnya untuk yang kedua kalinya, bius kagak berhasil. Mungkin dosis di suntikan pertama itu lebih tinggi dari yang kedua, lain kali minta yang tinggi dosisnya, kali aja nanti sampai bisa ngilain rasa sakit ngeliat mantan sama pacar barunya :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. hmm.... enak tuh ya bibinya jualan bubur. makan bubur pasti gratis tiap hari...
      jadi gitu alasan kenapa kemarin nggak mempan :")

      Delete
  16. Mau sehat dan punya gigi bagus itu. Emang gak semudah dijah yellow nerbitin buku. "Gak semudah iut gaes.."

    Gue sendiri belum pernah masang behel. Tapi, soal cabut mencabut gigi. Keknya gue udah jadi langganan.

    Dulu, waktu gue masih SD. Kalo gigi goyang dikit aja. Dengan santainya gue ambil benang terus gue iket dipintu. Terus pintu gue tutup. Lepas deh. "Ngeri tapi sedap!!!"" :D

    Bukan akar lagi yang copot. Rasanya semuanya mau copot. :D

    Makan bubur emang salah satu solusi paling ketje buat mengatasi rasa sakit karena gigi. Tapi, semoga aja gigi lu cepet aman dan entah kapan ngerasa terbiasa. Bersabarlah, nak. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa pake benang itu karena.... giginya udah goyang.
      gigi gue masih kokoh, kalau pake benang terus ditarik pakai pintu nanti bukan giginya yang copot.............
      tapi pintunya yang copot.

      Delete
  17. Wih sakti bner d bius ga mempan

    ReplyDelete
    Replies
    1. gue kan temennya sugar kong: sugar glider sakti.

      Delete
  18. Njirr masih kukuh aja dicabut... Ngeri gue bayanginnya :((

    Hahaha....

    ReplyDelete
    Replies
    1. nggak usah dibayangin, nanti delusi..

      Delete
  19. Kayaknya bubur emang cocok bagi orang yang baru memasang kawat gigi jef, dan mungkin ini konspirasi antara tukang bubur, dokter gigi, dan calo haji. Ini pasti konspirasi.

    Kayaknya lu bakalan sering ngapelin si dokter gigi yang enggak ngerti perasaan sang gigi ya jef. Selamat jef, setelah sekian lama lu enggak pernah janjuan sama cewek lagi, akhirnya sekarang lu bisa janjian sama cewek lagi. Walaupun cewek itu cuma memberikan sebuah kesakitan, kengiluan, pendarahan, dan kesakitan.

    Lu berani banget jef, nyabut gigi yang belum goyang sama sekali. Dulu waktu ada pencabutan gigi pas di SD, salah satu gigi aku goyang dan waktu itu katanya harus dicabut. Dan pas selesai dicabut, aku langsung pergi ke sumur sekolah, buat nangis.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wahahaaha, kayak di film-film. kalau abis putus sama pacar, nangis lari ke toilet buat showeran.
      kalau ini, lari ke summur X)

      Delete
  20. Ciri khas lu banget dah, bawa bawa sugar glider mulu haha

    Btw banyak banget ya cerita tentang dokter gigi lu ini, yakin sih kalo lu bikin buku cerita ini harus ada, soalnya menarik banget kalo kata gue. gitu sih

    ReplyDelete
    Replies
    1. gue suka sugar glider :")

      ah... tau aja lo.....
      gue udah menyiapkan bab tentang itu kok :)

      Delete
  21. Ngeri banget kayaknya. Pffft.
    Aku udah pernah cabut gigi. Tapi bukan yang masih kokoh juga. Gilak. Yang nggak kokoh, pas dicabut aja rasanya udah kayak apaan tau. Apalagi itu.... Nggg... *sungkem sama Mbah Jev*

    ReplyDelete
    Replies
    1. selama biusnya berfungsi dengan baik, rasanya nggak sakit sama sekali kok....

      Delete
  22. Hiiyyy.. Cerita cabut giginya penuh 'drama' karena pas lagi kena sariawan.. Sakitnya tuuuhhhhhh....

    Http://beautyasti1.blogspot.com

    ReplyDelete
  23. duuuhhh aku ikutan merinding bacanya mas. sakit gigi mang nyebelin banget ya :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. dalam kasus ini, sakit hati dirasa lebih baik daripada sakit gigi.

      Delete
  24. Udah berasa kayak baca novel ini mah, padat dan keren!

    ReplyDelete
  25. kenapa harus dicabut sih ? berlubang apa gimana ? atau memang karena prosedur memasang behel kaya gitu ? harus ada yang di cabut

    ReplyDelete
    Replies
    1. emang prosedurnya begitu mbak..

      Delete
  26. OUCHHH! Bacanya aja bikin gue meringis >.<
    Cabut gigi + sariawan :)))) *Dok, ga sekalian taburin garem??*
    Slamed yee xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. OUCHHH! saya juga jadi meringis ><
      lo kira gue uler ditaburin garem....
      dan... nama saya bukan slamed......

      Delete
  27. Cerita sedih tapi bacanya ngakak. Sorry ya, Jeff! hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. menertawakan kesedihan orang itu........ gaul.

      Delete
  28. kok ngilu ya bacanya, lah masih kuat kok di cabut :((((

    ReplyDelete
    Replies
    1. baru membaca belum tau rasanya :")

      Delete
  29. Gila! Ekstrim banget lo, jef. Ngilu gue bacanya hahaha

    ReplyDelete
  30. Iiih..enggak banget deh.. cabut gigi, mulut sariawan ditambah suntikan obat bius yang berkali-kali.. :((
    Mikir dua kali deh, mo pasang behel..hi..hi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini kan baru proses. nikmati saja hi...hi...

      Delete
  31. Aku jadi ngeri ke dokter gigi >.<

    ReplyDelete
    Replies
    1. dokter gigi juga jadi ngeri....
      ngeri kehilangan kamu...

      Delete
  32. sariawan emang menyiksa banget bro. kurangi makan yang manis makanya. btw, itu gigi lo banyak amat dicabut. udah pada busuk apa gimana? hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. nggak busuk juga -___-
      masih sehat karena selalu gue beri asupan bergizi,
      tapi prosedur pemasangan behelnya gigi gue harus dicabut..

      Delete
  33. Biusnya padahal sampe tiga kali aja, biar ganjil.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kemarin udah tuh bius sampe 3 kali, dan.. masih gagal.

      Delete
  34. Jef, yg sabar ya...penderitannya masih maksimal 2 thn lg kan :D Mw pilih 5 thn kyk aku dulu ato 2 thn hayooo ;p?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ampun... 2 tahun aja udah sengsara banget kayaknya.
      sesepuh x))

      Delete
  35. jev, sakit pas dicabutnya?
    gue dari sma sampe tua sekarang mau cabut gigi takut terus -__-

    bubur gapake emping? haha gak keren

    ReplyDelete
  36. Kayaknya aku udah ngomen ini belumsih ya jeff...kmu masih belumbisa move on dri dokter gigi ya ternyata..tapi gga papa...handsome is painnnn...yg pnting nanti kmu makin cakep pas gigi udah rataaaa....aku juga sebenarnya mau lo dibehel, cuman nggak tau kapaaaan....hehehehe....

    Ya gapaplah makan bubur, demi jeff...demiiiiii...hehehehe aku juga benci sma pencabutan gigi. Sakittt abisssssss

    ReplyDelete
  37. Emang ngga papa ya Jeff, cabut gigi lebih dari satu pada saat yang bersamaan? ._.

    Pengalaman ku dulu pas kecil cabut gigi banyakan, trus ngaruh ke mata.. Alhasil tiap taun minus mata nambah karena ternyata ada syaraf dari gusi yang rusak.. :(

    ReplyDelete
  38. Aku doong pernah 2 jam disiksa nggak ada hasil. Nggak pernah balik ke dokter itu lagi. Seandainya didunia cuma dia aja dokter giginya, mending aku minum panadol tiap 3 jam. Teler, teler deh.

    ReplyDelete
  39. wah sabar ya moga segera mantap....

    ReplyDelete
  40. Huwaaa sakitnya itu loh. Makanya aku gak pernah tertarik buat masang behel biarpun gigiku njengat begini. #PukPukJef

    ReplyDelete

b:if cond='data:blog.pageType != "item"'>