Saturday, May 9, 2015

Kisah Kasih Di Transjakarta


Setelah beberapa halte terlewati, gue menengok ke bawah. ternyata retsleting tas gue ini kebuka seperempat bagian. tas gue ini sendiri adalah tas ransel, dan gue gendong dibagian depan. setiap kali naik busway ini gue emang selalu menggendong tas dibagian depan untuk mewaspadai tindak kriminal. awalnya gue nggak ada curiga sama sekali, mungkin gue memang lupa menutup tas waktu naik dari halte benhil tadi. jadi, tanpa curiga gue cuma menutup rapat-rapat tas gue. lagian, masa ada maling. maling mana yang mau nyolong barang yang ada didalam tas yang digendong di bagian depan dengan cara membuka retsleting tasnya perlahan-lahan? 


Belum greget rasanya kalau tinggal di jakarta tapi belum pernah nyoba naik kendaraan yang satu ini, busway a.k.a trans jakarta. dari namanya aja udah jakarta banget. busway memang sudah cukup merakyat di ibukota ini, sampai-sampai jalur khususnya sering diperebutkan banyak pengendara lain kalau nggak ada polisi yang jaga. motor naik ke jalur busway, mobil naik ke jalur busway, mantan gue naik ke pelaminan.   

Nggak semua busway bisa dirasa nyaman. walaupun banyak busway yang udah sejuk karena ber-ac, tapi masih banyak juga busway yang nggak nyaman karena panas nggak ber-ac. gue selalu merasa bersyukur kalau bisa dapet busway yang dingin, dapet tempat duduk dan penumpangnya nggak banyak-banyak amat. jadi nggak perlu repot berdesak-desakan. tapi kampret sangat terasa kalau dapet busway yang penuh sesak, nggak ada ac, dan nggak dapet tempat duduk. beberapa waktu yang lalu, baru saja kekampretan itu datang menghampiri gue. saat dalam perjalanan pulang dari kawasan bendungan hilir, gue yang berniat stop di halte grogol 2 mendapatkan busway yang penuh sesak, nggak ada ac, orang di depan gue nggak pernah keramas, dan...... hampir kecopetan. ternyata, senyaman apapun busway nggak menentukan keamanannya. dan beberapa hari yang lalu, gue menaiki sebuah busway yang nggak nyaman, dan nggak aman.

******

Seharusnya, gue belum dijadwalkan pulang ke rumah sekarang. jarum panjang dan jarum pendek jam dinding yang sedang berkoalisi menunjukan waktu sudah pukul 8 malam lewat sedikit. dan gue sudah terbaring lelah di kasur ini: kasur yang setiap malam gue gunakan untuk bermimpi sambil menikmati indahnya tidur malam. seharusnya, gue dijadwalkan untuk sampai ke rumah jam.... mungkin sekitar jam 11 malam. tapi karena ada sesuatu yang tak terduga, maka gue dan salah seorang teman gue harus meninggalkan mall yang ada di kawasan sudirman lebih awal. dan ketika sedang enak-enaknya berbaring di kasur, tiba-tiba gue teringat dengan kejadian yang baru saja terjadi tadi di busway... 

Karena sesuatu hal, gue dan temen gue harus mengangkat kaki dari salah satu mall yang terletak di bilangan jakarta pusat ini lebih awal. setelah berdiskusi, gue dan teman gue sepakat untuk menggunakan busway sebagai sarana untuk pulang. kami datang dengan busway, maka kami juga akan mengakhirinya dengan busway. dan saat itu, halte GBK adalah halte busway yang kami tuju. karena waktu itu jam pulang kantor, maka kami harus mengantri cukup lama di halte GBK ini. tujuan kami adalah transit dari halte gbk ke halte bendungan hilir, lalu dari halte benhil ini baru ke halte grogol 2. dan, hal tak terduga baru muncul ketika kami menaiki busway dari halte benhil.

Sore itu halte benhil nggak terlalu ramai dan padat sebenarnya. gue mengeluarkan handphone waktu itu buat liat-liat notification yang muncul, sambil menunggu kedatangan busway. dan saat busway datang, sebenernya ada hal ganjil yang cukup mengusik. nggak seperti biasanya, ketika busway datang gue merasakan dorong-dorongan yang cukup brutal dari belakang. seakan manusia-manusia yang ada dibelakang berlomba untuk saling dulu-duluan masuk ke busway. gue yang merasa terdorong dan risih sempat membentak dengan keras orang-orang dibelakang yang dorong-dorongan. lidah ini keluh ingin berucap kata-kata kasar, tapi tertahan karena nggak mau jadi pusat perhatian. 

Saat masuk ke busway, deg.... rasanya sungguh kampret. udah rame, nggak ada ac, nggak dapet tempat duduk, berdesakan, orang di depan gue mengeluarkan aroam tak sedap dari rambutnya pula. gue curiga dia udah nggak keramas selama berbulan-bulan. dan di samping gue, ada orang menggunakan jaket jeans warna biru terang khas abang-abang gagal gaul. dan sisanya dibelakang, gue nggak terlalu ingat wajah-wajahnya. abang-abang berjaket jeans khas abang-abang gagal gaul ini berdiri sambil memegang sebuah pegangan tangan  yang ada dibusway. sama seperti gue, gue juga memegang pegangan tangan khas busway. tapi, gue dan abang-abang gagal gaul tersebut memegang pegangan yang berbeda. dan di depan gue ada temen gue yang lagi bersandar di tiang dekat tempat duduk. nggak, dia nggak nari di tiang itu sambil telanjang. karena dia bukan penari tiang. dia hanyalah laki-laki yang sedang mencari arti dari hidup sesungguhnya..

Situasi di dalam busway saat itu memang sangat ramai. tiba-tiba, abang-abang berjaket jeans gagal gaul tadi mengganti pegangan. dari pegangan tangan di sebelah gue, menjadi satu pegangan dengan pegangan tangan gue. kampret, gue mulai curiga kalau abang-abang gagal gaul ini adalah abang-abang dari zaman paleolitikum yang penyuka sesama jenis, turunan tipe homo sapiens, yakni: tipe homo sapieksual. untuk beberapa halte, gue satu pegangan tangan busway dengan abang-abang berjeans biru terang yang gagal gaul ini. kalau dilihat-lihat, pegangan tangan yang lain memang full setelah cukup banyak juga orang yang masuk saat berhenti di halte busway sebelumnya. 

Setelah beberapa halte terlewati, gue menengok ke bawah. ternyata retsleting tas gue ini kebuka seperempat bagian. tas gue ini sendiri adalah tas ransel, dan gue gendong dibagian depan. setiap kali naik busway ini gue emang selalu menggendong tas dibagian depan untuk mewaspadai tindak kriminal. awalnya gue nggak ada curiga sama sekali, mungkin gue memang lupa menutup tas waktu naik dari halte benhil tadi. jadi, gue cuma menutup rapat-rapat tas gue. lagian, maling mana yang mau nyolong barang yang ada didalam tas yang digendong di bagian depan. 

Macet terjadi cukup parah malam itu, banyaknya pengendara roda dua dan roda empat yang masuk ke jalur busway menjadi salah satu penyebabnya. jalan sedikit, berhenti. jalan sedikit, berhenti. ini busway atau hubungan anatara kamu dan dirinya, kok break-break melulu. gue sendiri kebanyakan menghabiskan waktu di dalam busway dengan memandang ke arah jalan yang dipenuhi dengan sorotan lampu malam ibu kota.si abang-abang gagal gaul itu tadi pun masih satu pegangan tangan dengan gue. sedangkan temen gue.. dia masih senderan di tiang dekat tempat duduk. gue masih melamun memandangi jalanan ibu kota malam itu. halte demi halte berlalu, dan kondisi busway pun menjadi lebih lega. tapi, gue dan teman gue itu masih belum bisa dapet tempat duduk.

Sampailah busway ini di halte rumah sakit sumber waras. ketika berhenti di halte sumber waras, ternyata cukup banyak penumpang yang turun. dorong-dorongan kecil pun terjadi. karena cukup lelah, gue nggak terlalu mempedulikan kondisi sekitar. tanpa sengaja, gue yang tadinya melamun sambil menengok ke arah kiri kini merubah arah lamunan menjadi ke arah depan bawah. dan...... pas-pasan. waktu gue liat ke arah tas yang gue gendong di depan, gue melihat sebuah tangan yang sedang berusaha membuka retsleting tas gue. belum sempet gue menengok ke arah wajah sang pemilik tangan, tangan itu langsung berlalu pergi bersama dengan orangnya. ternyata, saat  sebelumnya retsleting tas gue kebuka seperempat itu terjadi bukan karen gue lupa menutup retlseting tas. tapi, karena ada orang yang sengaja membuka tas gue itu. dan gue yakin desak-desakan sambil dorong-dorongan di halte benhil tadi juga merupakan salah satu modus dari si pencuri untuk membuka seperempat retsleting tas gue. barang incerannya, dengan mudah gue tebak... pasti hape gue. sialnya, gue nggak ngeliat jelas siapa pemilik tangan yang berusaha membuka retsleting tas gue itu. tapi, gue yakin orang itu adalah... abang-abang berjaket jeans biru terang gagal gaul yang tadi sengaja satu pegangan tangan busway sama gue. untung, abang-abang gagal gaul itu gagal melakukan aksinya.

Ternyata, menggendong tas ransel dibagian depan nggak menjamin kalau kita aman dan nggak menjadi sasaran kriminal di dalam busway. ini pelajaran yang sangat berarti. meskipun udah menggendong tas di bagian depan, kita harus tetep hati-hati. tapi, gue masih gagal paham... maling macam apa yang mau nyolong barang di dalam sebuah tas yang digendong dibagian depan dengan cara membuka retsleting tas itu pelan-pelan. gue semakin yakin, kalau maling itu adalah orang yang sangat gagal gaul. saat turun di halte grogol 2, gue menceritakan hal tadi ke temen gue. ini sebenernya agak dejavu. sebelumnya, saat berjalan menuju halte GBK, temen gue ini sempet bercerita tentang salah seorang temen sekolah kami yang dengan polosnya takut naik busway sendirian karena katanya ada banyak kasus kriminal yang terjadi di halte busway. gue cuma tersenyum, laki-laki macam apa yang was-was sama tindak kriminal di busway dan haltenya.  

Selama ini gue berpikir kalau transjakarta ini adalah salah satu sarana umum yang cukup aman. tindak kriminalnya palingan pelecehan terhadap kaum hawa. beda sama kopaja atau bus-bus umum lain yang banyak aksi pencurian. tapi, setelah kejadian tadi, gue jadi percaya kalau busway itu emang nggak seaman yang dikira. dan untuk kawasan benhil ini sendiri memang cukup banyak kasusnya, berhati-hatilah kalau transit di halte ini. jadi, tetap waspadalah meski kalian sudah merasa aman menggendong tas di bagian depan. dan waspadalah kalau ada orang nggak dikenal yang pindah pegangan tangan busway jadi satu pegangan dengan kita. karena itu adalah awal dari pdkt yang tertunda. pdkt dengan barang-barang berharga kita tentunya. gue dan temen gue lalu bergegas berjalan keluar dari halte, menuju kejamnya jalanan ibukota bagian barat. malam itu, halte grogol 2 menjadi pemberhentian terakhir kami..

   
benda-benda yang terselamatkan..


  

82 comments:

  1. Maling sekarang makin pinter pinter sih jev . . lain kali kalo bawa tas harus dimasukin tas lagi biar aman . . rangkap 3 lah kalo pengen aman . .
    Gue kira lo akhirnya bakal jatuh cinta sama si abang-abang gagal gaul itu gara2 lo satu tiang dengan dia . . Yah jomblo lagi dah !! :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. ribet banget kalau sampai harus tas dalam tas...

      gue masih normal kampret.....

      Delete
  2. pengalaman yang menarik, memberikan pelajaran kepada pembaca, bahwa pencurian bisa terjadi dimana saja, maka kita harus hati-hati dan waspada, terutama dikendaraan umum yang ramai penumpang. Gue pernah naik transjakarta, menurut gue transjarkarta nggak enak, enakan angkot, meskipun transjakarta ada acnya, tapi nggak terlalu dingin. Waktu itu gue naik transjakartanya sepi, kalo rame belum pernah, jadi mesti hati-hati kalo naik kendaraan umum yang ramai penumpangnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. ibu kota memang tak pernah aman.
      waspadalah....

      Delete
  3. Belum pernah nyobain busway jugaksih. Tapi kalo masalah permalingan emang gada abisnya di angkutan umum, apalagi itu kalo lagi rame2nya. Tapi paling ngeri kejahatan gendam atau hipnotis sih. Tante aku pernah kegendam di bemo, bayangkan di bemo aja bisa kena. You know kan bemo itu sejenis angkot, eh emang nding!

    ReplyDelete
    Replies
    1. widih. anak surabaya ya?
      bemo kalau di surabaya itu emang kayak angkot. tapi....
      kalau di jakarta, bemonya gagal gaul. coba liat di google..

      Delete
  4. Aduh, ngeri juga ya kalo naik TJ rame plus gak dapet tempat duduk. Untunglah gak ada yang ilang

    Gue juga sering takut kalo naik TJ gitu modelnya. Banyak orang jahat di keramaian.

    Btw, header blog baru nih? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. TJ pun nggak seaman yang dikira :")
      iya baru, cuma ganti beberapa ite dong broh...

      Delete
  5. Selain diletakkan di depan, biasanya tasnya kupeluk juga :p Lagian tanganku gak sampe buat pegang pegangan busway selalu namplok aja di tiang >.<

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau cewek mah bebas.
      ada cowok yang satu pegangan busway, tinggal teriakin......
      abis deh tuh orang.

      Delete
  6. Ini pasti pulang dari mall dua huruf habis melihat pertunjukan dedek-dedek lucu kan? Ngaku aja

    Wah ekstrim banget ya tinggal di Jakarta, untung nggak tinggal disana. Lagian kok heran ya padahal tas udah ditaruh depan masih berani buka, pakek modus pegangan tangan segala. Ya udah deh lain kali hati-hati, kalo liat dedek-dedek lucu sampaikan salamku ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. ngaku gue... ngaku...
      dedek dana kakak lebih tepatnya vroh.

      nggak pegangan tangan juga. cuma satu pegangan tangan, tapi tangan nggak kepegang juga...
      iye, gue salamin kalo lagi hi touch.

      Delete
    2. Lah. Kupikir abang gagal gaul modus satu pegangan tangan biar modus bisa megangin tangan bang jeff

      Beneran ya sampaikan salamku, kalau lagi ke pulau matahari titip ke della sama yupi, kalo ke tewoteran nitip ke andella ya, kalau ke tim j nitip ke wawa sama ayana. Banyak banget ya yang dititipin

      Delete
    3. hahaha, dia sebenernya mau megang hape gue..

      kemarin sih gue terdampar di pulau matahari. dan 2 bulan lalu di tewo teran :")

      Delete
  7. Di jakarta mah segala sesuatu emang bisa terjadi, ditempat ga terduga sekalipun. Ini jadi pembelajaran juga sih kalo mau naik transjakarta harus lebih hati2 lagi. Malah ada juga kan pelecehan seksual gitu. Gue sih mau kalo di lecehin ama cewek cantik. EH GIMANA!

    Btw Setau gue sih busway itu jalusnya bis Transjakarta. Harusnya lu naik transjakarta bukan naik buswaynya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. gue juga mau kalau cewek cakep...
      kalau dibuka retsleting tasnya, gue pura2 nggak tau aja.

      Delete
  8. Serem juga ya, harus lebih waspada lagi nih.

    Bener kata guru sejarah gue, "Waspadai orang-orang yang ada di sekitar anda, apalagi yang paling dekat dengan anda."

    Lain kali, hati-hati, untung masih ada yang selamat. Ciee PDKT.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha, ketika dia berusaha untuk pdkt dengan hape gue, tuhan tak mengijinkan.
      memang... gue masih berjodoh dengan hape itu :")

      Delete
  9. Waduh, ternyata busway bahaya juga ya. Pakai tas di bagian depan juga kagak jadi jaminan aman. Harus bener-bener waspada ternyata. Lain kali hati-hati lu, jangan sampai malah jadi tergoda buat megang tangan abang-abang gagal gaulnya :P

    Oh iya, itu hp lu keren amat belakangnya, ada E=mc^2 :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. gue masih juga kalik normal woi -___-
      keren dumzz, hape sia dulu gituch...
      xixixixxixi

      Delete
  10. <<< belum pernah naik trans jakarta -_-
    Kalaupun naik bus nggak pernah yang berdiri. Wkwk

    Lain kali lebih waspada, gan. Waspadalah~ Waspadalah~

    ReplyDelete
  11. Amannya lagi jev, posisikan resleting itu (biasanya 2) jadi ditengah tas. Kan ditengah berarti di posisi paling tinggi....

    Jadi susah. Gitu sih tips dari mantan copet kayak gue

    ReplyDelete
    Replies
    1. hmmm. gile, kenapa gue nggak kepikiran ya ji.
      thanks gan copet tipsnya :-))

      Delete
  12. Nggak bisa ngasi saran, toh elu udah pasti lebih tahu bagaimana baiknya kalo naik transjakarta lagi.
    Gue fokus ke rumus yang ada di hapenya aja deh. itu rumus tentang apa yak? xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. E= mc kuadrat.
      itu berarti....... em........ itu....... gue bukan anak ipa.

      i= jeverson.
      itu... rumus baru.

      Delete
  13. Busyeet, untung banget lo. Ternyata si babang gagal gaul nggak hanya suka pegang tangan lo, tapi juga suka ngebuka resleting lo!! *shit gagal fokus*

    Nah, bisa jadi pelajaran tuh buat besok-besok kalo mau naek busway lagi. Jangan sampe terulang deh!

    BTW, si babang gagal gaul itu bukan edotz herjunotz kan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha, untuk yang dibuka retsleting tas.
      sebentar.... awalnya gue juga ngira dia edotz. tapi, di tengah sorotan lampu penerang jalan malam itu gue sadar.
      gue sadar kalau abang-abang gagal gaul berbeda dengan lelaki gagal gaul.

      Delete
  14. Temen lo yang berdiri sambil senderan di tiang untung gak nari striptis ya, kalau dia narikan bisa-bisa jadi pusat perhatian di dalam busway, dan bisa jadi pusat pengalihan lelaki gagal gaul berjaket biru itu yang punya niatan nyopet hp lo.

    ciye-ciye yang satu penggangan tangan sama lelaki gagal gaul berjaket biru, untungnya lo gak saling bertatapn mata, kalau sampe bertatapan matakan, tar malah jadi cinta pandangan pertama kaya di ft-ftv aja. hehehe

    tapi untungnya sih yang paling untung, HP lo bisa terselamatkan dari tangan jail berjaket biru itu.
    jakarta emang keras dan kejam bro, sebagai kota metropolitan, jakarta udah gak heran lagi dengan tindakan kriminal yang tinggi, oleh karena itu kita harus berhati-hati juga dan patut curiga kepada orang, walaupun terlihat aman dan nyaman, yang namanya kejahatan bukan ada niat dari si pelakunya, melainkan kerena ada kesempatan, waspadalah-waspadalah... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha, dia bukan penari striptis. dia hanya seorang manusia yang meraba-raba arti hidup sesungguhnya.
      gue masih normal kampret.....
      was-was lah... was-was lah..

      Delete
    2. hahaha meraba-raba arti hidupnya atau meraba-raba yang lain nih. :D

      hahaha kali aja ke normalan lo sedang khilaf :D

      oke bro lain kali ati-ati aja ya, jangan lupa tengok kanan-tengok kiri dulu hehehe

      Delete
  15. ane pernah tu gan waktu di bus.
    ada dua orang, satu ngalangin ane di pintu dan satunya mau nyopet ane dari belakang.

    untunglah ane tahu dan liat kebelakang, tapi tetap aja rasanya kesel banget.
    rasanya pengen bnget dorong tu dua orang ke bawah bus biar kelindes.

    ReplyDelete
    Replies
    1. gue bisa membayangkan apa yang lo rasakan saat itu.
      emang kampret populasi copet. harus dibasmi dengan pestisida rasa jurus-jurus bruce lee.

      Delete
  16. Catetan banget nih buat gue yang ke mana-mana selalu pakek transportasi umum.

    ReplyDelete
    Replies
    1. was-was lah... was-was lah..

      Delete
  17. Alhamdulillah banget nih, gue yang dari umur 5 tahun, belum pernah kena kejahatan di TJ. :)
    Makasih bro, udah nulis postingan ini. Jadinya gue bakalan lebih berhati-hati lagi kalo lagi naik TJ. Apalagi, gue sering naik TJ daripada kendaraan umum lainnya. :)

    Untung aja ya, bro, lo gak jadi kecopetan. Mampus tuh buat pencopetnya. Mati aja tuh pencopet. Bunuh. Bunuh!! :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. modus baru di tj mah macem-macem bro.
      sekarang pencopetnya lagi hobi bolongin tas korban pake benda tajem, terus diambil barangnya..

      Delete
  18. Salam kenal bro... baru pertama kali nih kesini, hehe... org jakarta juga ya... sama bro, kalo gitu... emang dah kalo yg namanya jakarta ga bisa lepas dari yg namanya maling, copet, copet yg jadi maling dan sebagainya... Artikelnya bagus nih, inspiratif...

    ReplyDelete
    Replies
    1. maka tidak heran kalau banyak tukang tikung gebetan teman di jakarta.
      maling cinta...

      Delete
  19. Ini Romantis banget :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih sama...
      Singkat padat jelas :))

      Delete
  20. Gue sih klo naek busway milihnya di depan pas khusus cewek.. lu ke situ aja, jef! hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. kayaknya gue pernah duduk di tempat cewek, dan...... dimarahin sama petugasnya.

      Delete
  21. Waduh. Serem gitu, ya jev. Namanya copet pasti ada di mana-mana. Rasanya, kesempatan di kota besar selalu menjadi ladang buat mereka yang lagi jadi pengangguran.

    Inilah kenapa kita harus memperbaiki karakter pemuda-pemudi bangsa. Supaya gak banyak kejadian seperti ini dilain waktu. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya...
      ladang yang penuh dengan moral rusak harus dibakar....

      Delete
  22. Serem banget ya Jakarta. Harus waspada kalau nanti kesana. Dan kayaknya kalo aku kesana harus nyewa Undertaker buat ngelindungin aku. Biar kalo ada yang mau nyopet barang aku, barangnya udah dicopet duluan.

    Kayaknya selain tas ditaruh di depan, lu harus gembok resletingnya deh jev. Biar aman, biar nggak ada lagi tangan-tangan copet gagal gaul yang ngecoba nyopet dari depan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. mending nyewa the rock. siapa tau itu copet hobi nonton fast and furious...
      percuma juga sih kalau digembok. pencopet jaman sekarang ide nya banyak.....

      Delete
  23. aku blom pernah naik trans jakarta, klo trans jogja pernah.
    hmmm harus waspada juga ya naik angkutan umum di jakarta. jadi ati2 ni setelah baca share dari kamu di postingan ini.
    bahaya ya copet :( harus ekstra ati2...palagi klo pelakunya udah main ilmu hitam kayak gendam.

    blom lagi pelecehan di halte busway/trans jkrta...duh miris.

    btw kamu beruntung terselamatkan dari niat jahat si abang gagal gaul itu...sekaligus jd pelajaran biar tetap wspada.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kemarin gue sempet mampir ke malioboro pas pulangg live in dari wonosobo.
      dan... sepanjang jalan gue baru sadar kalau jogja punya trans jogja ")

      ya.... jadikan pelajaran hidup aja.

      Delete
  24. apakah jodohku di trans jakarta hehe mantap dah jakarta...

    ReplyDelete
  25. Kirain resleting celana yg kebuka *eh

    ReplyDelete
  26. Kalau ngomongin busway dan maling, kayak beberapa malam kemarin. mau pulang terpaksa antri dulu, soalnya busway depan ada copet, dan diperiksain satu2. jadi dimana pun memang harus waspada.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wahahaha iya kah? kejadian kayak gitu juga pernah kejadian beberapa bulan lalu...
      tapi hokinya, pencopetnya keburu turun di halte sebelumnya.

      Delete
  27. kejahatan emang bisa terjadi dimana saja yaa. harus lebih waspada lagi nih kalo naik angkutan umum semacam itu. apalagi itu Jakarta, banyak banget yang pengen cari uang dengan cara yang tidak benar.

    gue sendiri aja yang tinggal di Surabaya hape gue udah pernah kecopetan dua kali :(
    keren postingan lo kali ini bro

    ReplyDelete
    Replies
    1. semua kota besar pasti menyimpan cerita kriminalnya :")

      Delete
  28. Wah wah, udah pernah naik transjakarta sih, alhamdulillah selamat meskipun tampangku udik. Tp kalau kecopetan udah pernah di bus antar kota. Tasnya didepan juga aku pangku, tp akunya molor heheee

    ReplyDelete
    Replies
    1. bus kota mah nggak heran...
      lengah sedikit, habis.

      Delete
  29. Saya pernah tuh dipepet-pepet gitu, emang dasarnya risih deket-deketan ama lawan jenis, saya terpaksa transit saja nunggu armada bus lain..hiiiyyy...

    ReplyDelete
  30. seriusan ini? TJ so far pelayanannya bagus sih,

    ReplyDelete
    Replies
    1. tapi.... nggak selamanya bagus :")
      busnya kebakar lah... copet lah....

      Delete
  31. Gue adalah pengendara motor sejati. Nggak pernah naik busway, karena setiap naik angkutan umum selalu muntah. WAHAHAHA.

    Bagusnya, hape itu selamat, Jev. Temen gue juga pernah itu, malah tasnya udah sampe disilet-siletin gitu. Hampir bolong. KACAU! Zaman sekarang pada nekat mencari uang. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. wahahaha, modusnya emang gitu. di silet sampe bolong, terus diambil barangnya.
      tapi aneh bin ajaibnya.... si pemilik tas yang di silet tadi nggak nyadar..

      Delete
  32. Buswe...uhhh big no deh jev
    palago klo jam pulang kerjs, horrorrr sangad

    ReplyDelete
    Replies
    1. pulang kerja emang rame banget...
      tapi, kadang2 naik busway itu menyenangkan.

      Delete
  33. itu gambar apa jev? kok penuh rumus-rumus? -___-

    ReplyDelete
    Replies
    1. mau beli casingnya? hubungi teman saya....
      jangan deh, hubungi saya saja...

      Delete
  34. makanya harus hati-hati mas ijev hehehe

    ReplyDelete
  35. Alhamdulillah hp kamu masih terselamatkan ya, Jeff.. Ngga kebayang kalok sampek ilang, gimana ngomongnya ke orang tua.. Ngga akan tega minta hp baru mah kalok aku :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. apalagi.... hape gue itu masih terbilang baru juga.
      belum ada 2 bulan...

      Delete
  36. Hiiih ngeri banget Jev bacanya. :( Jadi keinget pengalaman sendiri dulu pernah kecopetan. :(
    Saranku sih, tas kita dilengkapi selontongan jas hujan khusus tas. Siapa tau bisa membantu biar gak ada yang buka-buka resleting. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. atau nggak, tasnya dikasih alaram kayak alaram mobil.
      kalau ada petir, langsung bunyi...

      Delete
  37. Perkiraan lo sama kayak gue, gue kira Busway aman. Eh.. Tau-taunya ada abang-abang gagal gaul korban sinetron yang suka pegangan tangan gitu aja di sarana umum. Tapi, lo masih beruntung, Dan satu lagi, abang-abang gagal gaul itu jago nyari kesempatan dalam desak-desakkan. :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. begitulah ekspektasi,
      tak berdaya kalau sudah menjadi realita~

      Delete
  38. Deep condolence kakak hehe

    ReplyDelete
  39. caranya nyopet dgn desak2an saat msuk sama bgt pas aku dicopet di kopaja duluuu... -__- yg dicuri ga tanggung2 lg. uang poundsterling hasil nabung 2 thn :( ampe nangis pas tau ilang... sjk itu, aku takut naik bus2 padat gini jev..

    ReplyDelete
    Replies
    1. buset... berat banget mainannya poundsterling.
      kalau kopaja sih emang nggak heran....
      yang jelas, para pengguna sarana transportasi umum harus selalu hati-hati dengan yang namanya desak-desakan.

      Delete

b:if cond='data:blog.pageType != "item"'>