Monday, June 1, 2015

Angel Card!

Sampai di pom, gue langsung menemui kakak perempuan gue dan kami langsung menuju perjalanan ke rumah. perjalanan menuju rumah dari pom, maka mau nggak mau gue harus melewati pos polisi tadi. kalau gue adalah seorang dora yang memiliki peta, maka setiap kali gue tanya "mau kemana kita?", maka si kampret peta akan menjawab pom bensin --> pos polisi --> rumah! sekali lagi, pom bensin --> pos polisi --> rumah! sekali lagi, pom bensin --> pos polisi --> rumah! sudah cukup, tak akan ada sekali lagi untuk mu peta. karena kau telah mengkhianatiku dan pergi bersama benny si sapi. *LAH? si dora galau.

******

Emm..
Beberapa malam yang lalu gue baru saja merasakan sebuah manfaat dari memiliki sim alias surat izin mngemudi. ternyata, perjuangan gue menunggu pembuatan sim sampai 7 setengah jam karena salah antri loket (baca disini) tidak sia-sia. karena malam itu, gue berhasil membuat salah seorang polantas gagal panen. panen gagal, swasembada uang tilang pun gagal.
   



Malam itu.. 
Gue terduduk nggak manis di depan komputer. seperti biasa, gue sedang menulis sebuah postingan blog. rembulan bersinar terang, langit malam penuh akan bintang, matahari sedang menikmati nyenyaknya tidur malam, lagu what a wonderful world menemani ketikan demi ketikan tangan ini. lagi asik nulis, tiba-tiba nyokap datang dan bersabda..

"itu cece kemana? kok belum pulang? coba tanyain gih.."

Karena sabda oranguta adalah jalan, maka gue tidak bisa menolak dan gue pun mengirim sebuah pesan kepada kakak perempuan gue, yang biasa lebih familiar bagi disebut dengan... cece. cece ini sendiri adalah adaptasi dari bahasa mandarinnya kakak perempuan yang pinyin nya: jie-jie, kalau dibaca jadi.. cie-cie. sebenernya panggilan cece ini sama seperti cicik, cuma lebih gaul dan lebih.. cina. dear cece, cina lo!!

Setelah bertanya dimana keberadaannya dan kapan pulang, ternyata kakak perempuan gue ini masih di kampus karena ada tugas tambahan. Waktu itu memang sudah cukup malam. sekitar jam sembilan malam lebih, dan kakak perempuan gue belum pulang dari kuliah. wajar kalau nyokap suruh gue nyari. sabda terakhir dari nyokap sendiri waktu itu adalah.. jangan suruh kakak perempuan gue naik angkutan umu, langsung naik ojek aja, joss. gue pun memberi tau apa yang diperintahkan oleh nyokap kepada kakak perempuan gue. setelah menjadi anak berbakti karena sudah menjalankan seluruh perintah nyokap, gue menutup layar handphone dan lanjut menulis. dan karena merasa butuh hiburan, maka gue memutuskan untuk.. main fifa 15. 

Ditengah permainan, tiba-tiba ada pesan line masuk. lalu gue buka pesan line itu... duar! perasaan seneng menghampiri gue ketika mengetahui pesan line itu dari seorang cewek. dan lebih senengnya lagi, pesan line itu bukanlah invite-an cookie run ataupun get rich. tapi, rasa sedih menampar ketika gue sadar ternyata pesan line itu dari...... kakak perempuan gue. tapi nggak apa-apa, yang penting dari cewek. dan bukan invite-an game. singkat cerita.. kakak perempuan gue menyuruh gue untuk menjemput dia di salah satu pom bensin yang letaknya nggak jauh dari rumah. sebagai adik yang baik, gue lantas menjalankan perintah dari seorang kakak. malam itu gue langsung pergi menuju pom bensin karena gue tau kakak gue udah menunggu, dan gue juga tau kalau menunggu tanpa kejelasan itu sakit. ah, lupakan. gue pergi ke pom bensin yang dimaksud, tak lupa membawa dua buah helm. satu untuk gue, dan satu untuk kakak gue. kurang berbaki macam apa lagi adik mu ini, kak..

Karena pom bensin itu berada di jalan raya, maka gue main aman dengan membawa helm. sebenarnya nggak gue malas untuk memakai helm, tapi... gue teringat. pas di belokan arah pom bensin tersebut ke rumah gue, disitu terdapat pos polisi yang biasanya suka ngatur lalu lintas. dan... pos itu pernah diluput oleh 86. karena belum pernah dan nggak mau diberhentikan oleh polisi sebelumnya, gue pun bermain aman. 

Sampai di pom, gue langsung menemui kakak perempuan gue dan kami langsung menuju perjalanan ke rumah. menuju rumah dari pom, maka mau nggak mau gue harus melewati pos polisi tadi. kalau gue adalah seorang dora yang memiliki peta, maka setiap kali gue tanya "mau kemana kita?", maka si kampret peta akan menjawab pom bensin --> pos polisi --> rumah! sekali lagi, pom bensin --> pos polisi --> rumah! udah cukup, tak akan ada sekali lagi untuk mu peta. kau telah mengkhianatiku dan pergi bersama benny si sapi. *LAH? si dora galau.

Ketika sedang berbelok ke arah kiri untuk melewati pos polisi tersebut, tiba-tiba tanpa disangka tepat di sebrang pos.. ada polisi yang menyetop laju sepeda motor yang gue kendarai. polisi tersebut membawa lampu pengatur lalu lintas seperti lambu kebanggaan polantas pada umumnya, lampu tersebut menyala-nyala dan memancarkan warna merah. sekilas, lampu tersebut terlihat seperti light stick warna merah yang biasanya gue lihat di konser JKT48. gue mulai curiga polisi ini wota. si polisi i ni lalu memberhentikan gue, gue sejenak terdiam dan berpikir apa kesalahan gue. helm punya, baju punya, semuanya punya. cuma kehangatan kasih sayang mantan yang gue nggak punya. hmm, gue lalu menengok ke arah belakang. ternyata.. kakak perempuan gue nggak pake helm yang tadi udah gue kasih di pom bensin, KAMPRET! KAKAK YANG DURHAKA! KU KUTUK KAU MENJADI LIGHT STICK! 

Polisi itu menyambut gue dengan ramah. dari tampang-tampangnya, sepertinya di yakin kalau gue nggak punya SIM dan surat kelengkapan lainnya. dari senyumnya, terpancar sejuta harapan. harapan yang penuh "kedamaian". penuh akan uang damai maksu gue. bapak polisi itu pun berkata...

"Selamat malam, bisa di lihat SIM dan STNK nya?"

Dengan senyum penuh kemenangan, si bapak polisi itu memancarkan aura penuh kedamaian. kedamaian uang damai.. tapi karena gue nggak mau dikalahkan oleh si wota yang merangkap menjadi polisi itu, gue pun langsung menyuruh kakak perempuan gue turun dari motor. gue buka jok motor, lalu mengambil dompet. di dompet, gue langsung mengambil sim dan stnk, lalu gue serahkan kepada bapak polisi. 

"Ini pak.........

Dengan penuh kemenangan, Sim dan Stnk yang gue tunujkan tadi berhasil membuat wajah polisi yang tadinya tersenyum menjadi sedikit memelas. entah karena dia memang sudah lelah bekerja sampai malam, atau lelah karena gagal panen. 

"Yasudah, lain kali helmnya dipakai ya.."

Kalimat terakhir itu diucapkan pak polisi kepada kakak gue. beberapa saat kemudian, bapak polisi itu pun kembali ke jalan mengatur lalu lintas. gue pun melanjutkan perjalanan kembali ke rumah, dengan selamat. tanpa ada badan yang terluka, tanpa ada isi dompet yang terluka. sejujurnya, ini adalah kali pertama gue diberhentikan oleh polisi, dan.. gue selamat. malam itu, gue diselamatkan oleh sebuah kartu yang gue buat beberapa waktu lalu: SIM. ternyata, nggak sia-sia gue membuat SIM lebih dari 5 jam karena salah nunggu loket. inilah sim dari sim ku. dan stnk dari stnk ku. damai tuhan bersamamu, halleluya. Sim ini sekarang terlihat seperti kartu malaikat, kartu malaikat yang bisa menyelamatkan isi dompet gue dari seorang polisi pencinta damai. mungkin kalau di dalam tv, kartu blue eys white dragon wataupun kartu-kartu yugioh lainnya terlihat lebih keren dan lebih kuat. tapi kalau di dunia nyata, terutama diatas aspal jalan raya, kartu-kartu yu-gi-oh macam itu nggak akan mampu melawan kekuatan kartu yang satu ini.... keluarlah, angel card! surat izin mengemudi.    



Keluarlah, angel card! CUIHHHHH....

73 comments:

  1. Gokil. Kartu penyelamat dari marabahaya :D

    Gue pernah tuh dapet cerita di fb kalau ada kakak kelas gue gak jadi kena tilang karena dia malah nyodorin kartu pelajar. Dengan kartu pelajar, doi gak jadi kena tilang. Mungkin ini karma dan keberuntungan sebuah kartu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, gile. hoki banget itu kakak kelas lo. the power of kartu pelajar..

      Delete
  2. Itu angel card dalam posisi menyerang ya gan.
    Pasti itu polisi nggak naruh trap card makanya gagal

    Seenggaknya kalau dia nyiapin card tipe magic yang bisa nyari kesalahan untuk dapetin uang damai.

    btw, saya nggak pernah tuh nunjukin sim ane
    belum berguna karena nggak kena tilang

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebenarnya, gue nggak terlalu mengikuti yu-gi-oh gan.
      tapi, ya begitulah pokoknya.

      ane belum sampe sebulan bikin udah dikasih liat kegunaannya, keren kan..

      Delete
  3. Aah jadi iriiii, soalnya aku gak punya SIM. Gak punya SIM karena emang belom bener naek motornya. hehehe

    ReplyDelete
  4. Kartu penyelamat pas kena tilang, hahaha :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. penyelamat bagi kita, pembunuh bagi mereka.

      Delete
  5. Kalo itu polisi tau dunia per Yu-Gi-Oh! -an, dikasih kartu Number 101: Dark Knight yang ghost aja gak cuma batalin tilang, pasti ditambahin ceban juga. O_o

    ReplyDelete
    Replies
    1. gile, jadi gue yang diberhentiin terus gue yang dapet ceban gitu?
      gue harus bikin kartu itu.

      Delete
  6. Hahahha kartu yugioh :v Kenapa ga kartu get rich aja ? :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena gue sudah terlalu jenuh dengan pesan line yang isinya get rich semua.

      Delete
  7. Gue pikir angel card yang dimaksud kartu get rich, eh ternyata bukan hahaha. "Gagal panen", IYKWIM bro :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. gue nggak main get rich bro. gue mainnya get married.

      Delete
  8. Haha gunanya punya sim emang buat gak ditilang bukan buat syarat orang bisa bawa motor di jalan raya atau engga

    ReplyDelete
  9. Hahahahaha. Ngakak di bagian, "Inilah sim dari sim ku. Dan stnk dari stnk ku. Damai Tuhan bersamamu. Halleluya." XD
    Nggak tau kenapa lucu. Hahhaha.

    Hahaha. Ternyata Angel Card itu beneran ada di dunia nyata, ya. :))
    SIM.
    Hahah.
    Udah, ah. Tawa mulu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. itulah kegunaan sim. sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad.

      Delete
  10. Aku belum punya SIM :( rencana mau beli motor dulu terus bikin SIM :D hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. gimana bisa punya sim kalau motor belum beli -____-

      Delete
  11. korban Yu-Gi-Oh! nie -_-
    kirain itu kartu trap, biar polisi ngasih helm gratis :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kalik polisi ngasih helm gratis...
      ini kartu damagenya infinity, bro.

      Delete
    2. Biasanya suka ada yang ngasih Helm gratis
      Exodia dong bro :v apa Obelix numbalin Osiris sma Ra :v

      Delete
  12. mungkin pikirnya, ah nih bocah paling gada duitnya, lepasin aja deh daripada nambah-nambahin kerjaan

    ReplyDelete
    Replies
    1. jadi, polisi itu tau kalau hari-hari gue diisi dengan tanggal tua....
      sungguh pak polisi yang peka.

      Delete
  13. Jadi inget, kalo tahun depan gue juga bikin SIM. Baca postingan lu ini bikin gue jadi tambah nafsu pengen bikin SIM. Soalnya hampir semua temen-temen seangkatan gue udah pada bikin SIM. Gue karena masih terlalu muda, harus menunggu sampai tahun depan biar bisa bikin SIM. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. setelah umur lo cukup, ingatlah: kalau bikin sim, jangan sampai salah antri loket. dan, malu bertanya sesat di satpas.

      Delete
  14. Hahaha, gue juga udah beberapa kali terselamatkan oleh SIM. :)
    Hmm, baru tau gue kalo 'cece' itu untuk kakak cewek. Pantesan temen gue ada yang dipanggil cece sama temen-temennya. :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. hidup sim, hidup......
      iya, cece itu adaptasi dari kata cicik. tapi nggak semua kata cece itu udah pasti kakak perempuan loh yak...

      Delete
  15. Mungkin itu salah satu manfaat dari kartu SIM, menyelamatkan kita dari "marabahaya isi dompet" saat ada razia. BTW, kok ada Wota mau jadi polantas ya??!

    Oh.. Cece itu kakak ya. Hampir mirip sama Sunda Ceuceu atau Teteh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh, jadi bahasa sunda selain teteh juga ada ceuceu?
      hmm, mirip lah..

      Delete
  16. Taeeeeeeek.. Gue ngakak bacanya :D
    Polisi wota :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. siapa tau dia nggak jadi nilang gue karena dia nggak mau nilang sahabat wotanya. bisa jadi..

      Delete
  17. Memang seharusnya kemana mana bawa SIM sama STNK. Untung enggak ditilang karena enggak pakai helm. Mayan tuh kalau polisinya nyadar enggak pakai helm juga bisa ditilang. Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. apa gunanya bawa sim, bawa stnk, bawa helm, kalau nggak ada pacar yang dibawa diatas boncengan.

      Delete
  18. wkwk, kartu sim ibarat kartu angel card, emang itu magic tepat guna
    ternyata perjuangan bikin sim membutuhkan waktu tujuam tidak sia-sia
    keren pengalaman pertama ketemu polisi, untung dompet lu tidak terluka :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena gue nggak mau melupakan kejadian pertama diberhentikan itu,
      makanya gue tulis postingan ini.

      Delete
  19. U r lucky..eh..salah..u r Jeff ya? Hahha
    Barusan saya nonton 86 lho, dan kasusnya sama seperti Jeff n cece.. sayangnya Kang ojeknya kena tilang gegara penumpangnya ga pake helm walaupun surat-suratnya lengkap.. tu Kang ojeknya gemes banget ama penumpangnya, kayak pengen dilempar aja tuh penumpang, soalnya udah diingetin juga, penumpangnga aja yang tetap pada pendirian untuk gak pake helm..ckck...

    ReplyDelete
    Replies
    1. no, i'm not lucky. i'm not jeff too.
      i'm... i'm... i'm not the only one.
      wahahaha, itu penumpang yang kayak gitu memang kampretnya level tinggi. populasinya harus dimusnahkan kalau bisa. ah..... pusing pala sam smith.

      Delete
  20. Sementara belum berguna SIM-ku. Pakai sepeda :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hidup sehat, salute.
      bahahaha..

      Delete
  21. Karena gue ga bisa bawa motor maupun mobil, jadi gue belum bisa bilang kalau sim itu kayak 'Angel Card'. Yang gue bisa cuma naek otoped, tapi kan otoped ga perlu sim. Hehehe.

    Tapi gue juga kalau nebeng temen suka males pake helm. Mungkin karena gue jarang juga pake helm, jadinya kalau kelamaan suka sakit ini pala, apalagi kalau ternyata jaraknya deket. ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. cewek mah biasa nggak suka pake helm,
      kebanyakan takut mahkotanya berantakan..

      Delete
  22. Wah senangnya yang sudah punya SIM, jadi penyelamat isi dompet juga ya :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah senangnya....
      sekarang sudah tidak takut polisi lagiiii.
      terimakasih satpas.......

      Delete
  23. Walaupun udah punya SIM tapi aku masih gak beruntung dibanding kamu, Jeff. Dulu pernah ditilang gara-gara nerobos lampu merah. Maklum, waktu itu naik motor masih kayak siput tapi sok-sok an ngikutin orang di depan yang mengejar detik-detik dari lampu hijau ke lampu kuning dan lampu merah. Dan ternyata aku ditilang. Udah ditunjukkin SIM sama STNK tetep gak dilolosin, Haha huhu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hmm, mungkin kalau nerobos lampu merah itu emang lebih... brutal daripada boncengan nggak pake helm. hahaha, gue juga pernah ngikutin orang terus.. nyasar jauh :")

      Delete
  24. Waahh adik yang baik. :D
    Hahaha si kakak malah megecewakanmu. Untung aja Pak polisinya yang gantiin kecewamu gara-gara bawa sim. :D

    btw.. aku gak punya sim. Gak berani juga naik motor ke jalan raya. Apalah aku ini.... >_<

    ReplyDelete
    Replies
    1. adik yang baik, kakak yang durhaka. polisi yang kecewa.

      Delete
  25. Hahaa aku sampe skrg malah belom punya SIM. :D

    Ternyata SIM bisa jadi penyelamat soekarno-hatta yak =D

    ReplyDelete
    Replies
    1. selain soekarno hatta, pattimura dan imam bonjol pun terselamatkan.

      Delete
  26. Angle Card dalam dunia lalu lintas.. Tapi, itu perasaan polisinya gimana ya pas tau lu punya angle card. Haha..

    ReplyDelete
    Replies
    1. "sial, gue gagal panen."

      mungkin itu yang dipikirkan oleh hati kecil pak polisi.

      Delete
  27. hahaha ternyata usaha lo kemarin dapetin SIM sampe rela nunggu berjam-jam ternyata nggak sia-sia yaa. sekarang lo nggak bisa dikalahkan sama polisi yang bawa lightstick.

    kalo sudah punya SIM memang enak sih, kemana-mana tanpa perlu khwatir lagi kena tilang hehe.

    harusnya lain kali lo ingetin kakak lo buat make helm, biar nggak diberhentiin polisi lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. begitulah, usaha keras yang nggak mengkhianati.

      Delete
  28. Kartu kayak gitu bisa didapetin dimana? Seumur-umur gue belom pernah diatop sama polisi. Modalnya cuma mantap doang( maklum gak punya SIM ). Tapi, kalo pas lewat pos polisi merinding juga sih. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebenernya gue nggak merinding lewat depan pos polisi, cuma... emang kakak gue aja yang nggak pake helm dan didepan pas-pasan ada polisi berlight stick itu.

      Delete
  29. ngeselin banget tuh cece masa udah dibawa bawain ga dipake.
    tp tenang rejeki emang gak kemana.

    ReplyDelete
  30. Kalau bagian yang menurutku adalah.
    Pom Bensin letaknya di jalan raya. Setahuku letak pom bensin pasti di jalan raya. Bukan di gang atau perumahan. :P

    Duh aman ya, untung punya SIM dan bawa STNK. Kalau aku tuh pernah dimintain KTP segala lho. Padahal SIM dan STNK ku ada. udah main siap debat aku. Ayuk ajah, ntar kalo ribet2 nih polisi gue masukkan ke Blog. Nggak tau apa media itu sangat menakutkan.
    Tapi emang tiap ada operasi , cuma polisi itu yang nyebelin. Sampai hapal, soalnya yang lain enggak, baik-baik aja. Pernah juga aku mau nganterin undangan. Eh di jalan yang dilewatin aku dicegat tiga kali. Tetep Lolos. Sampai aku ke protes, Ya ampun pak udah tiga kali nih. -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sih, nggak ada pom bensin di komplek rumah.
      hahaha, sepertinya polisi macam itu harus dikampret-kampretkan di blog.

      Delete
  31. Harusnya lo kerjain dulu jev si pak polisinya, misal lo pura2 nggak bawa SIMnya gitu terus. . waktu udah mau ditilang, lo bilang ke beliau . . "Ini pak sim saya, Ihh bapak Ketipu . . dan selamat !! Bapak masuk acara . . Tipu deh!!"

    Itu kampret yang terakhir, segala kartu spell card dimasiukin, harusnya efeknya juga diganti jev . .

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha, boleh juga sih tuh. tapi... kasihan dia nanti. gue nggak tega, gue iba...

      Delete
  32. oh ternyata sim toh... emang bener nih... sim tu penting banget. Malaikat penolong dikala lagi jalan

    ReplyDelete
    Replies
    1. malaikat tanpa sayap, lebih tepatnya.

      Delete
  33. Bhaha gokil....
    Kira maen get rich pake angel card :'D

    ReplyDelete
  34. jadi semacam surat ajaib..ahahahaha
    kemenangan ditangan anda boy

    memang kadang was was kalau pake motro dan nggak punya sim....
    meskipun jarang ada pengatur lalu lintas..tetep aja was was...
    dan emang nggak benar juga sih,,,sim itu wajib buat yang mengendarai sepeda motor...
    kalau nggak pake...dosa kali ya?

    ReplyDelete
  35. kaya pengalaman pertamaku kena tilang dan polisinya gagal karena aku punya sim, yey ^^9
    berasa kaya udah menang dalam suatu kompetisi gitu deh, hehehe

    Lain kali, boleh tuh ngerjain pak polisinya dulu.
    seru kali yaa :D

    ReplyDelete
  36. Emang lebih tenang sih kalau punya SIM ^^b

    ReplyDelete

b:if cond='data:blog.pageType != "item"'>