Saturday, June 6, 2015

Your Script Are Ready For Battle.


DAR!
disinilah gue sekarang. di tempat jasa pengiriman barang, berniat untuk mengirim sebuah naskah buku ke redaksi penerbit buku. setelah hampir 5 bulan gue mengetik naskah ini, akhirnya rangkum juga 101 halaman beserta puluhan ribu kata di dalamnya. dengan bantuan nyokap, naskah ini sekarang akan menuju tempat penentuannya. penentuan akan diterima, atau ditolak. awalnya gue memang kurang confident dengan naskah ini. tapi setelah di print out, entah mengapa rasa optimis itu datang menyapa. meskipun gue nggak terlalu yakin gue menulis sinopsisnya dengan benar atau enggak, meskipun gue nggak terlalu yakin sudah mengikuti semua format yang diajukan atau belum, but.. at least.... I try.

******

Beberapa Hari Sebelumnya..    

Setelah sebelumnya menyelesaikan bab terakhir dan yakin kalau nggak ada yang perlu ditambahkan lagi, maka gue memutuskan untuk memprint-out 101 halaman naskah yang udah gue ketik sejak bulan februari lalu. printer di rumah pun menjadi printer yang kurang beruntung karena dipaksa melahirkan 101 buah kertas A4 malam itu. ya, 101. angka yang nggak terlalu banyak, dan nggak terlalu sedikit juga untuk ukuran jumlah halaman naskah. dengan perasaan yang random, maka mulailah gue ngeprint. pertama kali, 2 bab awal dulu yang dilahirkan oleh printer gue dengan selamat. lalu, puluhan halaman selanjutnya pun juga lahir dengan selamat. sampai di halaman ke 78-87... tinta hitam gue abis. kampret.

Dengan sedikit kecewa, gue pun menghentikan kegiatan ngeprint naskah malam itu. berharap gue bisa melanjutkannya di tempat fotocopy deket sekolah yang menyediakan jasa ngeprint juga. TAPIII..... Atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka datanglah nyokap gue sebagai seorang pahlawan. dengan hangatnya sifat keibuan, dia menyuntikan tinta hitam baru kepada si printer. awalnya memang gagal, tinta printer masih nggak mau keluar waktu kertasnya di print. tapi, dia tidak jua menyerah. di terus berjuang agar buah hatinya ini bisa ngeprint 101 halaman naskahnya dengan sukses. maka disuntikan lah sekali lagi tinta hitam itu, dan.... DAR! printer kembali normal. malam itu gue pun berhasil ngeprint total 101 halaman naskah yang akan gue jilid di keesokan harinya. malam itu, nyokap terlihat seperti pejuang emansipasi printer. yang memperjuangkan kenyataan isi printer agar mencapai hasil print yang nyata adanya. 

Keesokan harinya di sekolah. setelah kemarin gue berhasil memprint 101 halaman naskah, maka gue membawa 101 halaman itu ke toko fotocopy dekat sekolah yang menyediakan segala macam jasa. jasa marga, jasa raharja, sampai jasa pijat pun ada di tempat ini. termasuk, jasa jilid. sungguh engko-engko pemilik tempat fotocopy yang baik hati. sesungguhnya, dia hanyalah pria bertanggung jawab yang berusaha menafkahi keluarganya dengan bermodalkan mesin fotocopy. 

Paginya, gue masih distress kan dengan ujian akhir smester yang masih berlangsung saat itu. kebetulan hari itu ujiannya adalah geografi dan.. sejarah. saat ulangan berlangsung, gue nggak terlalu fokus. karena yang ada di fokus gue saat itu adalah... ulangan cepat selesai dan gue bisa pergi menjilid 101 halaman ini. dan setelah menunggu sampai jam 11 siang, ulangan pun selesai. gue langsung bergegas ke tempat fotocopy tersebut. gue pun langsung menyampaikan keinginan gue kepada engko-engko pemilik toko itu..

"Ko,  jilid 101 halaman yak. sama pesen 3 map cokelat, 2 map yang tali 1 yang nggak pake tali."

LAH. itu map atau beha? kok ada yang pake tali sama tanpa tali. emm... tapi, bukan itu masalahnya. gue sengaja memesan map bertali sebagai media untuk menyimpan naskah tersebut. dan gue pun dengan setia menunggu proses penjilidan naskah gue. dan setelah menunggu beberapa menit, akhirnya! naskah gue terjilid rapi. selanjutnya, gue tinggal perlu mengisi sebuah form dan membuat sebuah sinopsis naskah. 



Ngisi form itu laki.

    
Salah satu bab yang ada di dalam naskah

Setelah semuanya udah rapi dan siap, gue pun berkonsultasi dengan nyokap. gue meminta nyokap buat nemenin gue ke kantor redaksi tersebut, biar gue lebih gampang ngomongnya, gitu. kantor redaksi tersebut memang cukup jauh dari tempat tinggal gue. walaupun masih 1 kota, tapi cukuplah buat bikin nyasar kalau pergi ke situ sendirian. nyokap setuju, dan... hari sabtu adalah hari yang direncanakan untuk mengirim naskah. dan jumat kemarin, gue menunggu agar hari sabtu segera datang. 

Jumat kemarin, gue masih terjebak dalam ujian akhir sekolah. ditengah asyik-asyiknya menghitamkan jawaban, nyokap memberi pesan via bbm. tapi gue nggak tau, karena waktu itu handphone gue taro di dalam tas. dan waktu jam istirahat, barulah bisa gue balas pesan nyokap itu. ternyata nyokap memberi sebuah informasi yang cukup penting:

"Dek, itu kantor redaksinya tutup hari sabtu. mama udah telpon dan disuruh kirim via JNE aja. jadi gak usah datang cuma buat kirimin naskah, banyak orang yang ngirimin naskah via JNE."

Mendapat pencerahan dari nyokap, maka gue hanya bisa terdiam. karena sabda nyokap adalah jalan. gue nggak nyangka sebegitu niatnya nyokap dalam membantu gue dalam urusan naskah-naskah ini. dan oleh karena itu, gue dan nyokap pun berniat pergi ke kantor JNE malam ini untuk mengirimkan naskah yang udah dibungkus amplop cokelat ini. lengkap dengan form dan sinopsis naskah di dalamnya. dan setelah malam datang menyapa, maka terdamparlah gue di tempat ini. DAR! disinilah gue sekarang. di tempat jasa pengiriman barang, berniat untuk mengirim sebuah naskah buku ke redaksi penerbit buku. setelah hampir 5 bulan gue mengetik naskah ini, akhirnya rangkum juga 101 halaman beserta puluhan ribu kata di dalamnya. dengan bantuan nyokap, naskah ini sekarang akan menuju tempat penentuannya. penentuan akan diterima, atau ditolak. awalnya gue memang kurang confident dengan naskah ini. tapi setelah di print out, entah mengapa rasa optimis itu datang menyapa. meskipun gue nggak terlalu yakin gue menulis sinopsisnya dengan benar atau enggak, meskipun gue nggak terlalu yakin sudah mengikuti semua format yang diajukan atau belum, but.. at least.... i'm try.  

*****

Dan jumat kemarin itu, naskah gue pun resmi dikirim. Kelanjutannya, bakal diterima atau enggak naskah ini untuk diterbitin, mari kita tunggu. at least... I've tried. 


Your Script Are Ready For Battle.

123 comments:

  1. Semangaaat Jev, semoga penerbitnya jatuh hati sama isi naskahnya ya. GBU

    ReplyDelete
  2. Semoga naskahnya keterima ya ^^

    ReplyDelete
  3. Jeeev. sebagai orang yang sama-sama pengen jadi penulis, pengen bikin buku, gue ndoain lo semoga naskah itu diterima penerbit :3 kayaknya gue kenal sama form isian itu deh Jev :3 suksees ya :3

    ReplyDelete
  4. at least, you've tried. Sukaaa! Semangat, Jev :D
    Jangan lupa terus berdo'aaa

    ReplyDelete
  5. wihhh... keren Jev. Sambil nunggu pemberitahuannya, bikin naskah baru lagi aja~ \m/
    Moga keterima ama penerbitnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. gile lu ndro.. bikin naskah yang ini aja udah cukup stress. belum nunggu kepastiannya, tambah stress. masa iya nulis lagi....

      Delete
  6. Selamat berjuang bro...
    Semoga di terima apa yang udah di buat, mana lumayan tebal juga buatnya. hehehe...

    ReplyDelete
  7. widih, keren, udah ngirim naskah. Halamannya juga banyak. Gua naskah nggak kelar-kelar. Dan yang paling penting dari semua itu adalah, Ibu lu kayaknya niat banget bantuin anaknya. Biasanya kalo gitu gua yakin naskah lu bakalan terbit :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. begitulah. kalau mau jadi, ya harus mulai. kalau udah mulai, ya harus selesai. kalau udah selesai, kirim deh~
      mungkin ini namanya, kasih nyokap sepanjang naskah.

      Delete
  8. Sukses terus! Ibu lu dukung banget lu jadi penulis, hebat. Kalo udah ada restu orang tua, semoga lancar deh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebenernya nggak selebay "ngerestuin banget" jugak. kayak gue mau ngapain aja -____-
      amin, makasih. jos!

      Delete
  9. Woahhhhh.. Semangat, Jev! Moga bisa keterima dan di terbitin yak!..

    ReplyDelete
  10. dua bulan yang lalu gue juga udah kirim naskah, tapi sampai sekrang belum ada kabar

    ReplyDelete
    Replies
    1. menunggu tanpa kepastian, gue rasa gue juga bakal senasib kayak lo.

      Delete
  11. Semoga naskah lo keterima ya jev. Gue salut juga sana nyokap lo, kayaknya nyokap lo dukung banget lo jd penulis. Goodluck broo!

    ReplyDelete
    Replies
    1. hmm... hiperbola ah ~_~
      makasih vroh.

      Delete
  12. Wih, keren lu jev. Seengaknya udah start lah! :D

    Ibu lu kayaknya ngedukung banget ya. Bagus tuh. Sering-sering minta doa ke dia. Soalnya doa ibu itu mujarab bro :D
    Biar gue coba tebak. Pasti di buku itu ada yang ngebahas tentang mantan atau semuanya tentang mantan? Haha..
    Kalo boleh tau lu ngirim ke penerbit mana jev?

    ReplyDelete
    Replies
    1. nggak semuanya tentang mantan juga kalik. adalah beberapa cerita tentang pedihnya masa lalu.
      emm..... penerbit mana yak....
      tiba-tiba gue amnesia.

      Delete
  13. Asik dah, kayaknya semua blogger sekarang udah mau punya buku semua. Gue jadi termotivasi juga dah, semoga!

    Gue doa'in naskah lo diterima, bro! Biar gue jadi punya kerjaan pas malam minggu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih bro.
      kalau emang mau, ya... mulai.

      Delete
  14. Hahaha aduh aduh aduh, cekit cekit. Rasanya ada yang ngilu di hulu hati. Ini kayak de javu buat aku, Jev. Aku pernah ngelakuin hal, persis banget kayak gini. Bedanya, aku ngerampungin naskahku hampir 2 tahun. Kamu hanya 5 bulan. Keren!

    Kamu harus bersyukur banget punya ibu yang support kamu. Semoga support dan doa beliau bisa mengantarkan kesuksesan kamu ya, Jev. Good luck!

    Kalo boleh tau, ngambil tema apa untuk naskahnya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. emm..
      kalau masalah lama rampunginnya mungkin kembali ke.. masalah waktu luang yang di punya. kalau gue kan masih sekolah, jadi ada cukup banyak waktu luang. beda sama orang2 yang udah kerja atau smester akhir kuliah yang lagi stress mikirin skripsi. orang2 kayak gitu pasti waktu luangnya dikit banget.

      Delete
    2. Yes I am. Lama ngerampungin, lama nungguin kabar, dan gak lolos. *duh maaf jadi curhat*

      Delete
    3. wahahaha, yang sabar. coba kalau waktu bisa dibeli....

      Delete
  15. wow, selamat ya, semoga bisa lihat bukunya di pajang di toko2 buku, amin2

    ReplyDelete
    Replies
    1. amin... amin.
      epic banget itu pasti.

      Delete
  16. Woh keren bang jev bikin buku,, nggak kaget sih liat twitternya isinya naskah-naskah mulu kupikir naskah pidato apa naskah apa gitu. Aku nggak stalking lho, liat twitternya di blog. Aku dan dedek-dedek lucu mendukungmu, ganbatte!!!

    Kasih spoiler bisa kali temanya apa, apa pejuang ldr kah, jomblo yang terkhianati kah, atau petualangan di dunia delusi kah. Mamanya pasti dukung kalo anaknya bikin buku, mama mana yang gak mau liat anaknya sukses. Semoga naskahnya diterima terus diterbitin kalo ada rejeki aku beli deh bukunya

    ReplyDelete
    Replies
    1. muehehehehe.
      no spoiler brotha. amin...

      Delete
  17. Semangat, Jev. Intinya lu udah usaha, sekarang tinggal banyakin doa. Untuk kabar selanjutnya, post di blog lagi yaa...

    ReplyDelete
  18. Wihhh.. Mantap dah udah bikin naskah. Semangat yaa, semoga naskahnya di terima sama penerbitnya :D

    ReplyDelete
  19. Wah keren nih, udah kelar aja naskahnya.. semoga bisa segera dikabarin dan hasilnya bikin bahagia, saran gue siapin alternatif penerbit lain, buat jaga2 aja sih kalo gak sesuai harapan...

    Saran juga.. bakalan lebih baik kalo tulisan lo dibikin ratankanan kiri, jadi lebih rapi keliatannya.. tapi udah dikirim sih ya.. hehe, di blog juga bisa sih.. soalnya hampir semua buku pasti tulisannya rata kanan kiri.

    semoga bisa jadi penulis Jev.. gak usah dikasih tau gue tau ngirimnya di penerbit mana :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. amin pak guru. gue uda nyiapin alternatif dan siap buat ditolak kok :")
      awalnya, kakak perempuan gue juga udah nyaranin rata kanan kiri. cuma gue nggak mengindahkan, bahahaha... sebagai adik, gue cukup durhaka. amin.... amin.

      Delete
  20. Keren Jev, semoga lekas keterima, menunggu jawaban itu bikin deg-degan gimana gitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. menunggu memang sedikit menyebalkan. tapi, nggak apa-apa. karena itu bagian dari proses juga.. :")

      Delete
  21. Wah, lu udah kelar aja. Gue baru 2 bab dan ketunda-tunda terus. Payah amat gue :(

    Oiya, ini Personal Literature atau novel? :)

    Hehehe, sebagai temen blogger yang juga pengin jadi penulis, gue cuma bisa bantu doa. Semoga naskahnya bisa lolos. Aamiin.
    Kalo pun gagal, cari penerbit lain. Jangan nyerah ya, Bro!

    SEMANGAAAATT. YUHUUU~

    ReplyDelete
    Replies
    1. pertamanya gue juga ketunda terus... sampe akhirnya gue kasih deadline buat diri sendiri.
      personal literature :)
      makasih...... amin :")

      Delete
    2. Tentang apa sih?

      Btw, bukannya kedikitan yah 101 halaman itu? Setahu gue, sekarang-sekarang ini, minimal bukannya harus 120 yah kalau mau ngirim naskah ke penerbit, entah itu fiksi maupun non. Maaf lho yah, itu setahu gue. Maaf kalau sotoy, hahaha.

      Delete
    3. tergantung penerbitnya, penerbit dikampus gue misalnya min. 100 halaman, setiap penerbit berbeda-beda, sama kayak persepsi setiap orang berbeda-beda.

      Delete
    4. tentang personal literature komedi gitu bro.
      emm... untuk ukuran buku personal literature, 101 itu udah lumayan kok. rata2 penerbit ngasih batas minimalnya buat buku2 genre begini itu.. 80-85 halaman. dan maksimalnya 150 halaman. jadi, 101 mungkin pas.

      iyak, tergantung penerbit sih.

      Delete
  22. Jev kereeeeen! Gimana caranya dalam 5 bulan bisa lahir naskah itu? Ajarin dooong. >.<

    Usahanya udah, tinggal doanya. Semoga naskahnya lolos dan diterbitkan. Aamiin! \o/

    ReplyDelete
    Replies
    1. bah, setau gue penulis2 lain ngelarin naskahnya juga pada cepet.
      caranya... siap memulai, siap menjilid, siap mengirim, dan siap ditolak.
      yang penting... mulai dulu.

      Delete
  23. Semangat, kali aja diterima :-)

    ReplyDelete
  24. Wihhh keren . . semoga gue juga bisa nyusul kayak lo lah . . masalahnya untuk nyempetin nulis aja gue masih payah . . hmmm . .
    semoga diterima penerbit dan selamat mendapatkan royalti deh jev . . hihii

    Tapii btw, itu salah satu bab lo yang ada di skrinsut, kayaknya pernah ada di blog lo kan ya . .?? Iya nggak sih . .??

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih bro...
      iyak, tau aja lo. postingannya gue masukin lagi ke draft, terus tulisannya gue perpanjang di ms word. jadi lebih bercerita gitu..

      Delete
  25. Semangat terus ya, semoga sukses :)

    ReplyDelete
  26. Keren! Mamanya ikut andil juga. Ngedukung penuh apa yang anaknya mau capai. Terharu deh pas baca yang nyuntikin tinta sama nyaranin buat dikirin aja via JNE :)

    Semoga naskahnya diterima ya, Jev. Optimisnya dipertahanin terus! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. bahahahaha.. hiperbola dah :")
      udah optimis sis. kalau ditolak, ya.... jadi realistis.

      Delete
  27. Semoga keterimaaaa...! Kabar-kabar ya kalau udah diterima. Dan sepertinya aku tahu itu penerbit mana yang dituju. Sabar menunggu kabar ya... sambil nulis lagi, mumpung semangatnya masih ada!

    ReplyDelete
  28. Gue kenal sama form itu. Pernah juga ngirim naskah ke penerbit itu. Setelah 8 bulan menunggu, naskah gue dikembalikan dengan berbagai saran. Dan, dari sana gue baru tau kalo penerbit itu setiap harinya banyak menerima naskah jadinya mereka hanya memperhatikan sinopsis. Kalo sinopsisnya keren, naskahnya juga akan dibaca.

    Semangat Jev. Semoga diterima di penerbit itu, dan perjuangan ibu gak sia-sia. Gue rada cemburu sih ibu lo mau bantuin sampe nanya ke penerbit lagi. Sedangkan gue, gue semua berusaha sendiri, karena ibu gak tau soal begituan. Tapi doa ibu memang mujarab.

    Optimis Jev dan sabar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. 8 bulan? kayak nunggu anak dalam kandungan lahir aja.
      entah apa jadinya gue kalau nunggu segitu lama..
      optimis!

      Delete
  29. Wah mau nerbitin buku ya...
    semoga nanti hasilnya bisa diterima di sana. Amin...


    Btw, saya pernah baca gitu... katanya kalau ngirim lewat cara gitu akan cukup lama untuk dilihat, karena tiap hari mereka pasti dapet kiriman naskah.
    Nah saya baca dan di sana ada saran lebih baik datang langsung biar naskahnya juga dibaca langsung dan cepet dinilai.

    Tapi semoga aja punya kamu cepet dibaca oleh mereka.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebenernya gue tadinya juga mau dateng langsung ke sana, tapi... nyokap gue telpon ke kantornya...
      dan kata kantor redaksinya itu lebih baik kirim jne aja.

      Delete
  30. kalau diterima makan2 yee :v ahahah btw sukses buat naskahnya! doain gua menyusul ya!!! oh iya satu lagi gratisin dong buat ane :p

    ReplyDelete
  31. Semoga diterima naskahnya bro. Amiin.

    ReplyDelete
  32. wow keren, sudah bisa menyelesaikan satu naskah utuh itu kamu udah menang, jev..semoga naskahmu lolos yaa aamiin...

    ReplyDelete
  33. Wiih, kereen :)
    Selamat berjuang dan sukses mas :)
    Semoga keterima yaa naskah nya :)

    ReplyDelete
  34. semangattt!!!
    semoga diterima ya naskahnya :)

    ReplyDelete
  35. kerenn banget udah bisa bikin naskah, good luck ya semoga naskahnya dapat diterima dengan baik oleh penerbit

    ReplyDelete
  36. terharu sama perjuangan nyokap lu :')
    semoga diterima itu naskahnya. semangat
    gue aja gak yakin punya stamina yg cukup buat bikin 1 buku -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. nggak butuh stamina, butuhnya niat...
      minum obat kuat dulu kali biar kuat staminanya.

      Delete
  37. waaah semangat yaa. harus optimis dgn hasil karya sendiri.

    Aku doain semoga diterima ya. Amin

    ReplyDelete
  38. Ngapain jauh-jauh dan cape-cape dateng ke kantornya kan sekarang sudah zamannya serba praktis apa-apa di paketin entah itu suplemen, data-data penting sampai barang elektronik juga bisa di paketin lewat jasa pengiriman biar lebih memudahkan orang gitu hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah....
      naskah gue termasuk dokumen yang nggak terlalu ribet kalau dikirim.

      Delete
  39. woaaahhh keren :D \m/ semoga diterima yaa naskahnyaa :D amin :))

    ReplyDelete
  40. OMG!! Justru gue sebagai temen blogger doang juga bangga sama lo dan mama lo karena at least yes!! You've tried. Even I havent tried. I just write and revise and write and revise go round like that!! Gue doain semoga naskah lo bisa diterima..bisa nanya dong lo ngirimnya di redaksi mana Jeff?

    ReplyDelete
    Replies
    1. wahahahaha, makasih!
      em.... kemana yak....
      gue lupa ingatan mendadak.

      Delete
  41. Kerenn...anak muda yang udah tau mau kemana*ke JNE*
    Ahh jadi malu sama cermin, selama ini cuma bilang pengen doang ga ada action.. T_T

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau mau, ya mulai...
      karena dinamis lebih baik daripada statis.

      Delete
  42. GAUL MAKSIMAL

    Enak banget yaa udah bisa ngirim naskah
    Disini lagi stuck gegara harus ngeduluin skripsi hiks

    good luck!

    ReplyDelete
    Replies
    1. makanya gue memutuskan untuk menulis naskah mumpung masih sekolah.
      karena gue tau kalau kuliah nanti bakal sibuk banget..

      Delete
  43. http://Aul-home.blogspot.com

    ReplyDelete
  44. Whoaa 101 halaman dalam jangka waktu 5 bulan selesai? Wih pasti kerja keras nich.
    Moga lolos ya.
    Eh btw klo ngirim naskah gitu ga cukup soft copy via email ya ? Dalam arti hrz kirim hardcopy nya juga ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya tuchhh.
      iya hrzz dumzzz, butuh perjuangan dan keseriusan gituchh..

      Delete
  45. wiih asik nih udah mau nerbitin buku

    Semoga di ACC yang Jef, btw boleh tau gak tema buku lu ini apa? ahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. macam personal literaute gitu vroh.

      Delete
  46. Semoga lolos bro. Semoga gue cepet nyusul buat ngirim...

    ReplyDelete
  47. Wih udah selesai nih nulis naskahnya, yah gue baru mulai bang, hoho 3 tahun lagi lah ehehe

    Btw, itu penerbitnya apa bang? Eh sebelumnya selamat bang, moga gue nyusul juga beberapa tahun kedepan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. lama amat 3 tahun -_____-
      penerbitnya.... lupa gue.

      Delete
  48. Ciee yang baru kirim naskah. Ibunya pengertian banget ya, kalau ibuku mah boro-boro kaya gitu, ehh gak tahu deh, kan belum di coba hehehe

    Aku sih apresiasi niat kamu ya, terlepas naskahnya di terima atau nggak. Sekarang kan banyak yang pada pengen bikin buku tapi belum ada aksinya hhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya.. seenngaknya kalau naskahnya di tolak pun, gue udah siap.

      Delete
  49. Semoga bisa lolos dan keterima naskahnya bro

    ReplyDelete
  50. Wihhhhhhhhh, keren bangetttt..........
    Semoga diterima naskahnya, dan segera terbit bukunya :))

    ReplyDelete
  51. Sukses ya, semoga naskahnya bisa diterima dan diproses lebih lanjut :)

    ReplyDelete
  52. Sukses, deh! Semoga ditrima (amin). Gue aja ngetik gak kelar-kelar udah setaonan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin harus meluangkan lebih banyak waktu lagi buat ngetiknya bro :)

      Delete
  53. ya ampunnn ngiri deh sama supportnya mama kamu...
    sayang mamaku udah ga ada... bokap sibuk bekerja
    ga ada yg support berkegiatan postif termasuk nulis selain diri sendiri
    (●̮̮__●̮̮)hiks(●̮̮__●̮̮)hiks...

    semangat ya buat kamu, semoga naskahnya di approve penerbit dan bisa di publish
    amiiinnnn

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, turut berduka.
      seharusnya hal2 kayak gitu bisa jadi motivasi tersendiri buat melakukan hal posiif!
      makasih yak! semangat juga sis!!

      Delete
  54. gue pernah mencobaaaaaaa...... dan gagal... hiks :( semoga lo SUKSES yaaaaa.... semoga gue bisa liat naskah lo dalam bentuk buku. Aamiin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. amin! semoga gue bisa liat juga :")

      Delete
  55. Wah! Cool!

    Masih sekolah!

    Udah kepikiran nulis buku!

    Udah gitu mamanya mendukung banget! Itu modal yang enggak bisa dibeli! Wkwk. Semangat, bro. Raih cita-cita, terus berkarya, dan pantang menyerah apa pun yang terjadi! ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. daripada galauin nilai remedial, mending kan melakukan seusatu :")

      Delete
  56. Kalau itu teh Makalah Ato Skripsi ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ....................................................

      Delete
  57. wah salut sama sampean,,, udah berani ngirimin naskah ke penerbit,,, sedangkan saya masih ndak berani huehuehue apalagi bahasa indonesia saya masih belum baku... masih abu2...


    semoga naskahnya diterima ya,,,, kalau di terima kasihlah bocorannya biar diterima kesaya bro hehehhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa dibilang... keberanian dan aksi adalah modal awal :")

      Delete
  58. Sama kayak gua nih, cuman naskah gua setebal 86 halaman dan punya lo 101 halaman. Sukses naskahnya, ya!

    ReplyDelete

b:if cond='data:blog.pageType != "item"'>