Monday, July 6, 2015

Pengalaman Waktu Di LA..


Menahan sesuatu yang seharusnya terjadi bukan lah pekerjaan yang mudah. menahan rindu, menahan tangis, menahan amarah, dan... menahan sakit perut adalah beberapa contohnya. dan dari sekian banyak "menahan", maka menahan rasa kebelet untuk buang air adalah hal yang paling kampret dan menyiksa. bener nggak?

Beberapa waktu yang lalu, dengan segala ke-apesan, gue hampir tertimpah musibah. sebuah musibah yang sangat menyedihkan dan bisa membuat jantung ini berhenti berdetak. yaitu.. musibah  hampir kecepirit di celana. sekali lagi, hampir. okeyy.. hampir. ini semua terjadi minggu lalu, waktu gue di LA (kalau orang bule bacanya El-Ei).

******

Emm... 
libur sekolah udah jalan 2 minggu, belum greget rasanya kalau belum pergi jalan bareng temen. dengan kesepakatan bersama dan setelah melakukan percakapan yang cukup intensif via chat line, maka diputuskan kalau hari rabu adalah hari yang pas. buat apa? buat.. pergi ke bogor. 

Rencana awalnya, sekelompok remaja yang berjumlah 13 orang ini akan melakukan perjalanan dari jakarta ke bogor via kereta api. berkumpul di sebuah markas rahasia (rumah salah seorang temen) terlebih dahulu, dan BOOM! dari markas rahasia, kami akan berjalan bersama-sama menuju stasiun kereta api. dari stasiun gorogl, transit di duri, lanjut naik kereta menuju bogor. rencanya sih gitu, iya.. gitu.


 
Sekelompok remaja yang berjumlah 13

Pagi itu gue terbangun lebih cepat dari biasanya. maklum, nggak pingin ngaret. dengan ditemani 2 bungkus indomie goreng sebagai sarapan pagi sebelum ke bogor, match copa america antara argentina vs paraguay pun ikut menemani pagi gue. setelah menghabiskan sarapan dan kelar menyaksikan match copa america yang ber-ending 6-1 buat argentina itu, gue pun bergegas pergi ke wc. tapi... belum nyampe wc, gue tiba-tiba inget perintah nyokap sebelum dia pergi ngantor. 

"dek, susunya nanti diminum yak.."

Karena nggak mau jadi anak durhaka, maka gue pun mengindahkan permintaan nyokap. gue minum susu milo hangat yang udah dia buatin tadi pagi. glek-glek-glek. gue pun langsung tancap gas ke wc. dan disini perang batin dimulai.. Setelah mandi dan menyelesaikan urusan di wc, tiba-tiba gue tertegun. gue mikir kalau.. gue baru aja ngabisin 2 bungkus dan secangkir susu cokelat. ini kalau gue nggak salah prediksi, maka gue akan buang air besar cepat atau lambat. karena nggak mau repot, gue pun memutuskan untuk melakukan eksekusi saat itu juga, di wc rumah. HIYAKKK... KAME-KAME-HAAAA!  maka terbuanglah hajat di pagi hari.. Selanjutnya, seperti rencana awal gue pergi ke markas, berkumpul dan pergi bersama-sama ke... stasiun. hmm, gue lupa, gue lupa kapan terakhir kali gue naik kereta. mungkin kali terakhir gue naik kereta waktu sd. ternyata tata cara masuknya udah cukup beda dari terakhir kali gue ke stasiun kereta.         
   
Setelah menunggu cukup lama, maka datang lah kereta. gerbong ke gebong.. isinya cukup padat, dan cukup untuk membuat kami semua berdiri. setelah gue cek, ternyata di perjalanan menuju bogor ini kami harus melewati lebih dari 10 stasiun. awalnya masih berjalan mulus. satu stasiun terlewati... dua stasiun terlewati.. sampai akhirnya kami transit di duri. dan disini adalah awal dari mala petaka..

Setelah transit dan menaiki kereta di duri, nasib buruk masih menyapa kami: nggak dapt tempat duduk. dari duri, kita berangkat ke stasiun berikutnya. gue yang lagi berdiri dan memegang genggaman tangan, merasakan ada hal yang cukup aneh. perut gue mendadak mules. kampret! gue pun mendadak punya firasat buruk. stasiun demi stasiun dilewati... gue masih sakit perut. dinginnya ac kereta cukup membuat gue merasakan keringet dingin. gue berdiri, dengan rasa mules yang melanda. gue pun menengok ke peta kereta... dan setelaah dilihat-lihat, masih ada 9 stasiun lagi yang harus dilewatin baru bisa nyampe di bogor. APAAAH?! 9 STASIUN LAGI?? TIDAAAAAAK....

Setelah melewati beberapa stasiun, 2 orang temen gue akhirnya dapet tempat duduk. kampret. perut mules pun berhasil membuat gue memohon kepada 2 orang teman itu untuk berbagi bangku kereta. tapi kampretnya, mereka berasumsi kalau perut mules itu cuma sejenis sandiwara biar dapet tempat duduk. okey.. kali ini, mereka benar-benar kampret. gue langsung nyari senjata andalan di dalam tas, gue meraba-raba ke dalam tas... tapi senjata itu tak ditemukan. gue cari lagi ke retsleting bagian depan.. dan DUARR! senjata itu berhasil gue temukan. senjata itu langsung gue keluarkan dari dalam tas. setelah meraba-raba, maka keluarlah... minyak kayu putih! ya, itu lah senjata yang selalu gue bawa. gue olesin ke perut beberapa kali. dam akhirnya... 2 orang teman kampret itu percaya kalau gue beneran sakit perut dan mau berbagi tempat duduk. 

DAPET tempat duduk bukan berarti rasa mules itu ilang. di tempat duduk, gue masih berjuang keras melawan rasa mules. hipotesis awal gue, rasa mules ini disebabkan oleh... susu milo yang dibuatin nyokap gue tadi pagi. seharusnya gue nggak minum susu itu sejak awal. tapi apa boleh buat, hanya penyesalan yang tersisa. penyesalan karena perut mules. lebih kampret lagi... kereta ini beberapa kali berhenti tanpa alasan. oke, gue kehabisan kesabaran. keringat sudah semakin dingin. gue masih berjuang sekuat tenaga melawan rasa mules.

Stasiun demi stasiun kembali terlewat. gue masih menahan rasa mules. dengan segala jurus dan cakra yang gue miliki, gue berusaha menahan rasa mules ini. tapi rasa mules ini kembali menggila. gue pun memutuskan untuk bangun dari bangku dan berjalan kecil. tapi... gue rasa gue udah berada diujung tanduk. dengan jurus nahan mules no jutsu, gue menggunakan kekuatan yang tersisa agar rasa mules itu tidak menjadi sebuah kecepirit HMPPPPFFFTTTTTTT.... HFFFFFFFTTTTTTTT... HIAAAAKKKKKKKKKKK... KAME-KAME-HAAAAAAAAA.... gue berusaha mengunci rasa mules itu. lalu tiba-tiba terdengar lagu fix you dari cold play. when you try your best but you don't succeed~ gue pun semakin mules.  

Tiba-tiba temen gue (2 orang kampret tadi) merasa iba dan ngasih solusi dengan cara menekan jempol gue. kata mereka, mereka pernah belajar dari guru biologi smp tentang sakit perut yang bisa disembuhkan dengan cara mencetin jempol. hipotesis awal gue adalah, kalau jempol dipencet dan sakit, maka rasa sakit akan terkonsentrasi di jempol. sehingga rasa sakit di perut akan sedikit menghilang konsentrasinya. dengan segala pertimbangan, gue membiarkan temen gue memencet jempol gue itu. siapa tau, berhasil. 

Teman gue memang jenius! setelah beberapa kali jempol gue dipencet... PERUT GUE MASIH AJA MULES KAMPRET!! segala usaha keras yang gue lakukan pun gagal. gue kehabisan akal. otak gue memerintahkan tubuh gue untuk berhenti di stasiun selanjutnya dan melakukan eksekusi hajat di situ. kereta kembali melewati stasiun selanjutnya. kalau gue nggak salah denger, stasiun manggarai terlewati.. dan rasa mules masih menghampiri. oke, gue bener-bener harus turun di stasiun selanjutnya untuk melakukan eksekusi hajat! 

Tiba-tiba, tuhan pun mengutus utusannya ke dalam kereta. lagimules-mulesnya, tiba-tiba temen gue menyarankan agar kami berhenti di stasiun selanjutnya. daripada kecepirit, katanya. setelah semua setuju, akhirnya keputusan bulat. kami akan berhenti di stasiun selajutnya, gue akan melakukan eksekusi disitu, dan yang lain menunggu gue. dan kami akan menaiki kereta selanjutnya. halleluya..

Sampai di stasiun selanjutnya. 13 remaja turun di stasiun setelah manggarai tadi. dan 13 remaja tadi tidak lain dan tidak bukan adalah.. kami. gue pun langsung melakukan perjalanan menuju toilet. dan yang lain duduk di bangku tunggu. gue nggak tau di stasiun apa sekarang gue berada, yang jelas gue cuma mau menuju toilet. lagi asik-asik jalan ke toilet.. tiba-tiba gue melihat papan bewarna hijau cukup besar. bertuliskan "Lenteng Agung". Saat itu, gue tau kalau gue lagi ada di stasiun lenteng agung. gue pun akhirnya sampai di toilet... dan eksekusi terjadi. mungkin lebih dari 10 menit gue berada di toilet. keluar dari toilet, gue langsung menemui teman-teman yang dengan baik hatinya mau menunggu. sungguh pengalaman yang menarik, karena gue bisa BAB di LA. yak, itulah pengalaman gue waktu di LA dulu..

LA : LOS ANGELES  LENTENG AGUNG.

Setelah menunggu, kereta berikutnya pun datang. dan... surga. kereta kali ini lebih sepi dan lebih dingin dari kereta sebelumnya. jauh lebih nyaman. ternyata, keputusan untuk BAB di LA ini nggak sepenuhnya merugikan. setelah itu.. kami pun sampai di bogor dan melanjutkan perjalanan di kota hujan..


Bukan Joki 3 in 1


Pelajaran hidup kali ini: Memakan 2 bungkus indomie dan meminum secangkir susu cokelat di pagi hari dapat membuat perut anda mules. waspadalah.. waspadalah..


 

70 comments:

  1. Kontraksinya itu loh yang bikin repot sana sini hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisep kontraksi, trisep relaksasi. *lah..apaansi.

      Delete
  2. Harusnya tambah satu lagi, semangkuk bubur ayam. Biar perut entah serasa jadi apa :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. ampun lah kalau ditambah bubur lagi. mengundang kecepirit itu..

      Delete
  3. Hampir aja gue gigit jari, ngeliat lu ke LA. Ternyata diplesetin. Ya meskipun lu gak ke Los Angles itu, tapi gue rasa lu udah punya gambaran seperti apa di LA yg sebenarnya.

    Lumayan seru liburan lu, gue belum kepikiran mau jalan-jalan ni.

    Emang, susu pagi hari itu, bisa buat peruy mules parah. Hatai2lah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ehek-ehek-ehek :))
      sebenernya minum susu doang nggak masalah. tapi kalau minum susu sehabis makan yang lain, itu bakal masalah..

      Delete
  4. Hahaha... sakit perutnya kelihatan begitu menyiksa. Ngomong-ngomong itu foto terakhir, cara terbaru buat hentiin kereta ya. Peace....

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena menunggu kereta sudah terlalu mainstream,
      maka nggak ada salahnya kalau diberhentiin dengan cara joki 3 in 1.

      Delete
  5. haha :D lagian masa pagi2 makan mie instan, ya jelas bisa membuat perut semakin mules :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebenernya itu nggak masalah. yang masalah adalah minum susu setelah makan mie instan :")

      Delete
  6. yahahaha pengalamannya menarik banget jev bisa BAB di LA :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. pengalaman yang super sekali lebih tepatnya :)

      Delete
  7. hihi, pengalamannya selalu lucu dan bikin saya ketawa2...kirain beneran Los Angeles ternyata....ketipu deh :D

    ReplyDelete
  8. seru banget yang pada libur sekolah. Anjir, Lenteng Agung XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. seru dums qaqaq..
      xixixixi :)

      Delete
  9. baru pertama kali di LA dan kejadian pertama kali di LA adalah buang hajat :|

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu lah inti dari postingan ini!
      HAHAHAHAHA :)

      Delete
  10. Hahaha..., pencet jempol. Eh, ada lagi, kalau kesurupan pencet jempol juga. Jangan-jangan sakit perutnya karena kesurupan hantu yang belum buang air. >.<

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa jadi. jangan-jangan hantu yang merasuki gue itu mati penasaran karena meninggal secara tak wajar, yakni BAB nggak lancar :(

      Delete
  11. Hanjir, imba lah bang jev mau bab aja di LA (Lentera Agung -_-) Jadi kombinasi antara indomie dan milo itu nggak bagus dan bisa menyebabkan mules. Kalau aku lagi kebelet di perjalanan mencoba untuk tenang, kalau udah sakit banget baru deh teriak-teriak. Dulu mitosnya pegang batu atau pusar ditekan pakai jari. Aku pernah coba yang nekan pusar dan berkurang sih rasa sakitnya

    Lagian buat apa sih bikin indomie 2 bungkus, apa satu bungkus terlalu sedikit tiga bungkus terlalu banyak. Yey yey yey yey

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lenteng agung, BUKAN LENTERA AGUNG -___-
      kayaknya temen gue salah informasi. emang seharusnya yang diteken bukan jempol. hmm..
      apalah arti indomie satu bungkus. nggak greget.

      Delete
  12. Hahahaha, gokil.
    Yg penting legaaa yaaa :)

    ReplyDelete
  13. Haha :D gimana tuh rasanya beberapa jam menahan rasa sakit hati eh rasa mules :D :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. kadang, rasa mules lebih nyakitin daripada patah hati.

      Delete
  14. itu kenapa foto groufie mayoritas pada mringis (pamer gigi) semua jev? -___-

    ReplyDelete
  15. HAHAHAHAHA untung elo kuatt, skill elo bertambah satu tingkat om sejak menahan mules itu hahahaha
    Gmana jadinya kalo elo cepirit saat itu juga? kebayang engga? hahahaha
    LA, LA ice, LA light...

    ReplyDelete
    Replies
    1. skill gue semakin meningkat setelah dipanggil "om" oleh seorang pria.
      gue nggak sempet buat mikir hal negatif. waktu itu fokus gue cuma menahan agar sesuatu tidak keluar di tempat yang salah.

      Delete
  16. Lenteng Agung oh Lenteng Agung. Gue kira lu ke LA beneran, Los Angeles gitu. Ternyata Lenteng Agung. Bener-bener kampret.

    Gue setuju kalo nahan buang air, lebih menyiksa daripada menahan rindu ataupun menahan perasaan yang nggak berani diungkapin ke gebetan. Diantara kedua buang air, yang menurut gue lebih menyiksa adalah nahan kencing. Entahkenapa, kalo nahan boker gue masih sanggup, tapi kalo nahan kencing. Gue angkat tangan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hmm...
      justru gue lebih bisa nahan kencing daripada sakit perut. percayalah, mules itu 2 kali menyiksa daripada sakit perut. kalau nahan kencing kelamaan kan.. bakal kena kencing batu. kalau nahan bab kelamaan.. apakah ada yang namanya berak batu? enggak kan... kalau nahan bab kelamaan yang ada si "dia" keluar bukan pada tempat seharusnya.

      Delete
  17. Kunjungan pertama,
    Ane memutuskan untuk memfollow ente :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. bagus gan.
      keputusan yang cukup bijak.

      Delete
  18. Antusias banget pas baca cerita ini jev. Soalnya aku tau rasanya gimana perut sakit dan udah hampir kecepirit. Sungguh hal yang paling menyiksa kalau pernah merasakan pengalaman seperti itu.

    Tapi temen-temenmu baik banget ya jev. Mereka rela mengerahkan seluruh tenaga untuk membantu lu. Yang dari awalnya ngasih tempat duduk, mencetin jempol yang akhirnya berakhir gagal, dan yang terakhir.... rela berhenti di stasiun yang sebenarnya bukan tempat tujuan demi seorang anak yang mau kecepirit. Sungguh teman-teman yang baik, dan sungguh pilihan BAB di LA yang membawa berkah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. asik... ada yang antusias baca cerita orang kebelet BAB :")
      iya, gue jadi terharu tentang apa yang dilakukan temen gue. gue nggak nyangka mereka punya hati yang baik. tapi ketahuilah.. setelah keluar dari wc di LA, gue jadi sasaran olok-olok.. padahal endingnya dapet kereta yang adem.

      Delete
    2. Lebih tepatnya sih, antusias baca cerita orang yang lagi ketimpa sial. Hahahaha tertawa diatas penderitaan orang kebelet BAB nih.

      Wah ternyata terakhirnya tetep jadi sasaran olok-olok walaupun awalnya baik -_-

      Delete
    3. emang parah ke 12 remaja itu. ending-endingnya gue tetap di olok-olok. kampret kan..

      Delete
  19. Heu! Pas aku liat judulnya LA, langsung mikir, "Wah, hebat banget udah pernah ke sana." Eh ternyata... -.-
    Aku bacanya hampir mau meledak ketawanya tau nggak. Kasian amet itu nahan buat hajat sampai udah kelewat hampir 9 stasiun... Btw, kata-kata terakhirnya bisa lah diinget-inget. Biar nggak kayak kamu. Ehe. Terima kasih... ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Don't judge postingan by the judul makanya :")
      dibalik ketawa itu.. ada dosa yang tak terlihat sebenernya. orang lagi berusaha nahan mules malah diketawain.. kan dosa. itu pelajaran hidup yang untuk di bagi ke suma manusia..


      Delete
  20. Aku berharap kalau kau bener-bener terkincit di LA (lenteng agung)
    Seharusnya dikasih fotonya jugalah pas lagi nahan boker biar seru :v
    Judulnya menjebak, kerenlah!

    ReplyDelete
    Replies
    1. untung jurus yang gue punya cukup untuk menahan rasa mules.

      Delete
  21. Itu temenmu kebanyakan nonton apa sih? Masa pencet jempol bisa ngilangin mules? hahaha...

    Itu foto terakhir keren, Muka lega abis buang air sampai nyetop kerete pake jempol -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. entah lah. rumor yang beredar, dia tau cara itu dari guru biologi smp.

      Delete
  22. diiiih... kirain beneran los angeles..
    wkwkwk... apaan juga nahan bokerrr XD
    Seruu

    ReplyDelete
  23. Mules emang susah banget ditahan, apalagi kalo diare, beuh, bawaanya pengen tobat.

    ReplyDelete
  24. Hahaha.. Nahan boker rasanya lebih sadis daripada nahan laper ya. Aku jg pernah ngalamin hal yg sama Jev, kamu nahan berapa lama? aku dulu nahan hampir satu jam, ampe nangis kyk org mau lahiran. Btw, kamu beruntung bgt dpt sahabat kayak mereka :)

    ReplyDelete
  25. Hehehe, jalan-jalan sambil mules, ya :D

    ReplyDelete
  26. eh gue sering loh abis makan terus minum susu coklat eh taunya kebelet boker haha
    susu coklat itu kayak semacam pengocok perut. bagus sih buat yang susah BAB minum susu coklat dijamin moncor. haha

    gue nggak di KRL lo cepirit Jev hahahaha
    pasti baunya kemana-mana dan lo akhinya diturunin paksa sama petugasnya. serem abis.

    ReplyDelete
    Replies
    1. susu cokelat ini mungkin sejenis.. obat boker alami.

      Delete
  27. Yang namanya menahan itu memang sesuatu hal yang kampret. Tapi kalo kita bisa menempatkan hal yang kita tahan itu pada tempatnya akan lega banget rasanya.

    Ea elah bener juga kata lu LA(Lenteng Agung)

    Oh, ya. Emang di kereta kgk ada toilet ya jadi lu harus BAB di stasiun LA itu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. the right thing in the right place :D
      iya, nggak ada toilet. gembel kan.

      Delete
  28. Belum lu coba makan lombok pagi-pagi, bro...., beh, siangnya langsung mules! Gue aja waktu itu sampe menjerit-jerit minta pulang sama temen gue, gilak!!

    ReplyDelete
  29. Katanya mencet jempol kaki bisa buat sadar dari kesurupan sama pingsan. woh, ternyata cara itu punya banyak manfaat ya xD

    Parah kirain di Los Angeles wkwkwkkw jadi gimana? gamau makan mi dua bungkus plus milo lagi? haha, makasih ya pelajaran berharganya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. multifungsi gitu ceritanya. bisa mengembalikan manusia ke jalan yang benar.
      bukannya nggak mau makan mie, tapi nggak bakal minum susu cokelat pagi2!

      Delete
  30. Hampir w kagum saat lihat judul jalan-jalan ke LA
    ternyata Lanya indonesia
    ga kebayang apa yang u rasaiin
    nahan Poop sampe segtunya haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau bisa wisata di dalam negri, kenapa haru ke luar? :) *halah *omdo

      Delete
  31. Super banget mulesnya.. jangan diulangi ya.. #Eh

    ReplyDelete
    Replies
    1. ngapain diulang... emang film keluarga di R**I yang ngulang mulu :)

      Delete
  32. eh. emang parah sih sakitnya kalau harus nahan mules sepanjang jalan.
    sensasinya itu loh bikin cenat senut sampe keringetan.

    tapi judulnya bikin jebak banget ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyak, cenat-cenut. kayak marmut. yang nggak pake kancut.

      Delete
  33. gue kira endingnya bakal ada bocah yang cepirit.
    betewe, seru gitu ya keliatanya maen ber-13, mitosnya sih kalo ada sekelompok remaja yang berjumlah 13, bakal adaanak yang jadi korban kebelet boker.
    Tapi, ada hikmahnya dan keuntunganya juga tuh, bis dapet gerbong yang ga penuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. sorry primadona, saya lelaki dewasa yang sedang meraba-raba arti hidup yang sesungguhnya.
      okey.. mitos macam apa itu?! ini sih sebenernya niat awal 15 orang malah. tapi sukur 2 orang yang lain nggak jadi.

      Delete
  34. ngakak abis gue baca adegan pas kebelet to the maxnya..bisa kayak gitu ya..gue juga pernah ngalamin hal serupa..dan itu emang nyesek bangettt..untung temen lo baik baik mau aja gitu ngasih tempat duduknya, terus nekenin jempol sampe turun bareng bareng di LA...temen yang tau penderitaan temannya ya hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. baik apaan.... butuh proses yang cukup panjang buat meyakinkan sang temen kalau gue emang lagi mules. dan pencetan jempolnya itu... nggak ada efek-efeknya.

      Delete

b:if cond='data:blog.pageType != "item"'>