Thursday, August 27, 2015

(Masih) Mabuk Jurusan


Gue nggak pernah mengira kalau urusan memilih jurusan kuliah akan berakhir se-horror ini. ketika sudah yakin dengan jurusan yang ini, tiba-tiba digoyahkan oleh jurusan yang itu. ketika sudah yakin dengan jurusan yang itu, tiba-tiba gue digoyahkan oleh ketidakpastian masa depan. 


****

Dari sekian buaaanyak film horror yang pernah gue tonton, nggak satu pun dari film-film tersebut yang bisa bikin gue mimpi buruk. tapi di dalam urusan memilih jurusan kuliah ini..

Terhitung sudah beberapa kali gue mimpi tentang jurusan kuliah:

Pertama, tidur siang gue waktu itu diakhiri dengan migren gara-gara mimpi stress milih jurusan. dan saat gue liburan di bangkok beberapa waktu yang lalu... malam itu di hotel, tanpa alasan yang jelas gue mimpi kalau gue masuk jurusan ilmu komunikasi. ya, jurusan kuliah memang se-menghantui itu. 


FUUUUUUU
Awal-awal masuk sekolah, para murid kelas 12 sudah dicemari otaknya oleh presentasi-presentasi dari beberapa perwakilan universitas yang mampir. walaupun perlu diakui kalau presentasi-presentasi itu memberi pencerahan, tapi presentasi-presentasi itu juga menciderai otak beberapa murid yang masih galau milih jurusan. salah satunya: gue, fellas.

Sebenarnya gue sudah berada pada presentasi 60% untuk memilih jurusan hubungan internasional. tapi itu semua berubah, ketika kakak gue bilang kalau gue mending ngambil manajemen aja, karena gue merupakan orang yang nggak suka belajar di sekolah. ini benar-benar tidak cengli, kakak gue ini sok tahu. sungguh sister yang durhaka. alhasil, iman gue dalam memilih jurusan semakin goyah. bukannya terlalu berhati-hati, tapi... salah milih jurusan itu bukanlah hal yang bagus, fellas.

Di postingan mabuk jurusan sebelumnya, gue sudah mendapat beberapa pencerahan di kolom komentar. ya, pencerahan yang menciderai otak. ada yang bilang... kalau saran dari orang tua itu penting. ada juga yang bilang kalau milih jurusan kuliah itu cari yang prospek kerjanya bagus. tapi ada yang bilang, milih jurusan itu harus sesuai hobi dan prospek kerja itu jangan dipermasalahkan. yang penting, milih jurusan itu jangan ikut-ikutan temen. tapi, yang menjadi masalah adalah ketika... gue masih nggak yakin hobi gue ada di jurusan apa. ini nggak keren, fellas. ketika gue sudah menemukan passion ada di bidang apa,  Prospek kerjanya malah tak meyakinkan. ketika gue percaya kalau passion ini ada di bidang tulis menulis, tapi setelah dilihat-lihat prospek kerja di jurusan yang bersangkutan (jurnalistik) itu malah tak begitu menjanjikan. serba salah..

Ada banyak banget komen yang memberi pencerahan di postingan waktu itu, diantaranya:


ini membuat otak mikir lagi untuk  masuk manajemen..




hmm..


nah.. makin menciderai otak lagi..



ini komentar yang juara, tentang HI..


Komentar-komentar diatas sesungguhnya membuat gue semakin migren. sebenarnya masih banyak komen-komen yang memberi pencerahan dan membuat migren lainnya, tapi nggak mungkin kan di share semua.. 

Sesungguhnya nggak terlalu masalah untuk menentukan universitas. karena sekali lagi, yang jadi masalah adalah... jurusan. milih jurusan mainstream yang lapangan kerjanya banyak itu bisa dibilang nyari aman. tapi perlu diingat kalau "lulusan" di jurusan mainstream ini otomatis juga akan banyak populasinya, sehingga membuat saingan mencari keja juga semakin banyak dan membuat peluang kerja semakin kecil. asik. dan sebaliknya, ada ketakutan tersendiri untuk memilih jurusan 'antimainstream'.

Entah kenapa keinginan gue untuk masuk HI ini sangat besar. walaupun sebenarnya ada ketakutan tentang prospek kerjanya. menjadi duta besar, dan terjun di dunia sosial politik lainnya mungkin bukan pilihan yang baik. kalau masalah hobi, gue cukup hobi perihal mempelajari hubungan antara negara yang satu dengan negara yang lain karena dari dulu emang hobi nonton bola. jadi kayaknya seru aja, gitu. di satu sisi.. entah kenapa ada ketertarikan juga dengan jurusan fikom karena gue sempat berpikir kalau jurnalistik merupakan jurusan paling aman yang bisa gue dapatkan. tapi, tapi... ah kampretlah. 

Banyak yang bilang kalau milih jurusan itu sesuai hobi, dan banyak juga yang bilang milih jurusan itu sesuai cita-cita aja. tapi kembali... yang menjadi problematika adalah: bagaimana jika cita-cita kita tidak sejalan dengan hobi kita? misal, cita-cita: pingin jadi manager bank. hobi: menulis. kan nggak ballance, tuh. otak gue kembali cidera. jadi saran gue untuk adik-adik yang belum kelas 12 yang mau melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, mending mulai pikirkan tentang jurusan kalian deh.. mumpun masih banyak waktu.

Gue sempat mem-printout beberapa fakultas dan jurusan yang ada di sebuah universitas swasta. dan hasilnya: 


   

Hasilnya walaupun sedikit membantu, tapi tetap. tetap membuat pusing. entah kenapa memilih jurusan menjadi problem yang berkepanjangan bagi seorang anak SMA tingkat akhir. sempat juga melakukan campus visit ke beberapa univ, tapi ya... nggak membantu juga karena ending-endingnya stress juga. kampret.

****

Jadi......

Ada kah yang punya solusi...?



88 comments:

  1. MUAHAHAHA WELCOME TO THE REAL LIFE JEP. *Dateng-dateng minta diusir*
    Hemm, sebagai senior yang baik dan kebetulan cantik, gue cuma mau ngasih saran. Apapun jurusannya, minumnya teh botol sorso. Enggak deng. Maksudnya apapun jurusannya, pilihlah apa yang lo rasa sesuai dengan passion lo. Biar nantinya pas udah ngejalanin gak bakal kerasa berat. Apalagi sambil dosennya dipangku. BHEEERAAAATTTTT.

    ReplyDelete
    Replies
    1. I SEE... jadi gue harus...
      minum teh botol

      Delete
  2. Pilih sesuai kata hati aja. Nanti ada jalannya.. #halah

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini milih jurusan atau milih jodoh yak..

      Delete
  3. untuk mengerti kata hati diposisi gue waktu dulu SMA, gue juga sama bingungnya, walaupun gue sudah menetapkan untuk jadi civil engineer, gue masih ada keinginan untuk exploitasi passion gue. Elo kalo bener-bener mengerti diri lo sendiri bakalan gak susah, kebebasan untuk memilih terserah lo itu mungkin sebuah anugrah. Dukungan sekitar lo juga penting, jadi biarkan beban untuk memilih ada dipundak lo. Semua orang yang lo kenal bakalan ngasi tau lo jurusan yang cocok buat lo, tapi sekali lagi gue tekankan jangan percaya mereka. Kalo lo udah memilih, jalanin!

    Kalo lo salah, ya gimana caranya jurusan yang salah itu bisa mendukung passion yang lo inginkan!
    kalo boleh gue tambahin sekalian aja pikirin setelah lo lulus jurusan itu proses lo bekerja ataupun bikin usaha seperti apa. sesuai dengan yang lo seneng gak sih. Gue juga sekarang masih gak ngerti, apa yang kita seneng mungkin aja bukan yang benar-benar kita butuhkan. Dan yang sebenarnya kita butuhkan itu terlupakan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. I SEE...
      thanks, bro. sekarang pilihan gue inggal 2, sesuai prospek kerja atau sesuai passion. masing-masing gue sudah mengantongi satu nama jurusan..

      Delete
    2. kalo lo bikin polling pilih kerja sesuai passion atau prospek kerjaan. gimana jawabannya yah?

      Delete
    3. gue udah bikin gituan sih. kalau dibikin presentasenya, prospek kerja 40% - passion 60%

      Delete
  4. Semoga berakhir baik dengan pilihannya ya **Nih Panadol :))

    * * *

    Jalan2Liburan → Pilihan Kuliner Halal di Singapura

    ReplyDelete
  5. Aku dulu pasrah ya. Ikut pilihan orang tua. Karena ujung-ujungnya selalu restu org tua. Doa Ibu.
    Aku pengennya matematika. Kenanya di Sistem Informasi.
    Awalnya aku gak mikir Sistem Informasi itu apa. Begitu masuk semester pertama mulai stress. Karena yang dipelajari bahasa pemrograman. IP keluar, nilai standart. Tapi ternyata semester kdua dan seterusnya nilaiku bagus. Muehehee... Berprestasi juga bukan akademis aja. Aku tunjang dengan pelampiasan hobi. Menulis.

    Jadi ini paduan sempurna. Aku berusaha di bidang akademis. Ketika aku jenuh, aku lari ke hobi. Nah, kamu bisa pakai itu. Kalau kamu kuliah sesuai Hobi, ketika kamu jenuh, kamu lepas arah. Mau ngerjain apalagi? Kuliau kamu ya hobi kamu.

    Jadi saranku, ikuti kata orang tua. Bagus kalau ternyata prospek nya juga oke. Sisanya... imbangi dengan hobi. Semua akan balance kok. Dan gak stress...

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau gue ngerti dan hobi komputer-komputer gitu, gue udah pasti masuk it, fellas. masalahnya..... ah, sudahlah.
      gile, mau masuk jurusan matematika? pusing dah..

      nah iya itu yang bikin otak cidera. ada yang bilang jangan ikutin kata siapapun, ikutin kata kemauan diri sendiri. ada juga yang bilang ikutin kata orang tua aja karena doa ibu itu paling mantap. tapi ada benarnya juga sih....

      Delete
  6. Udah masuk Ilmu Perpustakaan aja, brohhh kakkakkkakkaka

    ReplyDelete
    Replies
    1. ah ilah. mirip guru pkn gue aja, nyaranin jurusan perpus melulu..

      Delete
    2. Pokoknya Ilmu Perpustakaan broo hahahhaha, biar aku ada temannya :-D :-D

      Delete
  7. FYI, seingatku kalau masuk HI larinya nggak melulu ke kedutaan kok, bisa juga diterima ke tempat lain2. Malah sebenernya jurusan nggak begitu menentukan kerjanya ntar.

    Saranku mending ikutin aja bakat kamu sekarang apa. Kalaupun emang nggak begitu suka sama jurusannya, nggak masaah. Cinta kan karena terbiasa bro. wkwkwk. Nanti kalau udah dapat teman di sana pasti cinta juga sama jurusanmu kok. Aku dulu gitu, karena di sekolah bisanya ekonomi, ya udah nyebur ke ekonomi. Awal-awal kuliah garing emang, tapi lama-lama fun juga kuliah di ekonomi. Faktor lingkungan yang nyaman juga sih. Alhamdulillah dah kelar tepat waktu. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. berarti pemikiran anak FE rata-rata begitu yak. kenyamanan datang karena terbiasa, meskipun bukan passion awal.. hmm.

      thanks, bro.

      Delete
  8. Masuk Jurusan ekonomi aje jef dijamin deh.........ceweknya cantik cantik!!

    Wah bingung nyari jurusan yang tepat pas lulus SMA ya, nanti lu juga bakal ngerasain bingung nyari kerja pas lulus kuliah :")
    dan Bingung nyari istri pas udah kerja

    ReplyDelete
    Replies
    1. rasa bingung memang selalu menghantui ketika kita bisa menyelesaikan sebuah fase. hmm..

      Delete
    2. Hahaha, iya, jurusan ekonomi ceweknya cihuy!

      Delete
    3. kuliah bukan melulu tentang wanita, fellas.
      tapi kalau cihuy-cihuy boleh juga.. mantap!

      Delete
  9. haii gue kelas 3 juga, sama ya.. tapi bedanya gue udah nentuin jurusan dari kelas 2 gak pernah goyah... haha #ketawalaknat
    intinya lo harus cari apa yang bisa memotivasi lo ngambil jurusan itu. kalo gue sih awalnya karena ngeliat jalan raya pas pulang kampung yang selalu rusak parah padahal baru dibenerin. dan gue disaranin ayah gue milih jurusan teknik sipil. kebetulan kampung halaman gue pemekaran jadi kabupaten baru. jadi gue tertarik buat membangun daerah sendiri..
    Tapi selain teknik sipil, gue punya alternatif pilihan kalo misalnya gue gak diterima. kayak STIS, STAN gitu..
    Gue setuju sama lo, universitas itu yang mana aja gapapa yang penting jurusannya sesuai apa yang dimau. tapi kalo bisa sih univ nya juga harus bagus biar tambah semangat belajarnya wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. apa yang memotivasi gue, tidak sejalan dengan prospek kerjanya. gitu..
      ah ilah, anak ipa mah enak yak. bisa masuk teknik.

      Delete
  10. Oke, ini gua bukan mau promosi ya, tapi kalo lu bingung soal jurusan kuliah, mending baca postingan ini deh...

    http://claude-c-kenni.blogspot.com/2014/11/kiat-kiat-memilih-jurusan-kuliah-ala.html

    Gua juga dulu sempet bingung soal jurusan kuliah DAN ga ada yg bisa kasih gua saran. Makanya sekarang gua ga pelit ilmu dan gua harap postingan di atas tadi bisa membantu temen-temen semua yg lagi pusing mikirin jurusan kuliah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. udah gue baca, makasih bro. ada pencerahan..

      Delete
  11. Gue sih milih jurusan yang sesuai minat aja. Dari dulu pengen masuk dunia industri kreatif. Musik, Film, Buku dan berbagai macamnya. Akhirnya cari jurusan yang nyerempet nyerempet. Komunikasi, Seni, dan akhirnya malah dapet di jurusan Publishing. masalah prospek kerja gak terlalu mikirin sih. Yang penting gue harus jadi yang terbaik aja. Biar sebanyak apapun populasi lulusannya, gue masih bisa bersaing. Amin!! hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu sangat mengena, bro abon...
      sebanyak apapun populasinya, kita memang harus mempersiapkan diri kita untuk bersaing.

      Delete
  12. Ciyee yang mabuk jurusan, seseungguhnya mabuk jurusan lebih baik daripada mabuk minuman, haha. Apaan coba

    Tapi keren nanti pas masuk HI lalu lulusnya jadi duta besar, entar aku bisa pamer kalo temenku ada yang jadi duta besar, hehe.. Kalo masalah prospek yang mainstream ya itu tadi saingan buat dapat kerjanya susah.

    Aku juga pingin nasihatin masalah jurusan tapi aku juga bingung sendiri, takutnya otakmu nanti jadi tambah cidera.

    ReplyDelete
    Replies
    1. tapi kayaknya gue akan mencoret HI dari daftar jurusan yang gue inginkan.. :")

      Delete
  13. Wakakaka, i've been through this phase tho *chuckled*

    Gue dulu pengennya malah lebih bertolak belakang :))

    Gue pengen antara Kedokteran sama Hubungan internasional, eh sekarang malah kuliah dijurusan Biomedicine :)) Tapi karena kuliah gue sistemnya institute jadi gue belajar semua pelajaran gitu, sampe bioentrepreunership-nya dan manajemen perusahaan dipelajarin :))

    Tapi ya bener kata orang, pilih yang sesuai minat lo dan kalo lo pengen banget di jurusan itu ya kejar terus sampe akhirnya ada fase lo harus realistis... Anyway, goodluck yaaa :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. pasti bikin ngedown banget ya itu... fase dimana kita harus realistis.

      Delete
    2. Iya bener banget, fase itu bener-bener ngebuat gue ngedown parah. Tapi kata temen gue, gaada pilihan yang salah. yang ada cuma cara kita menjalani pilihan itu.

      Dan di kampus gue sekarang uhuk, gue diajarin untuk ambil ilmu sebanyak-banyaknya. Kalo prospek kerja mah bakalan ngikut kalo emang ilmu banyak dan personal attitudes baik. Udahlah Jev, masuk kampus gue aja XD

      Delete
    3. dimana sih kampusnya? ehek-ehek...
      jadi kalau begitu.. mending sesuai passion?! hmm.

      makasih sarannya, sis.

      Delete
    4. Di i3L Jev uhuk uhuk. gue jadi merasa ngeprospek elo wakakkaa..

      Itu indonesia international institutes of life science.. kalo buat anak ips, yang jadi jurusan favorit itu jurusannya Bio Entrepreunership :))

      Delete
    5. panjang amat nama kampusnya ya -_____-

      Delete
  14. pilih jurusan yang sesuai minat sama bakat kalo menurut gue...
    Biar otak sama yang dipeajari jadi sinkron, percuma juga kalo misal minat dan bakat lo ada di bahasa, eh lo malah kimia... wkwkw :D

    Yang penting sih cari jurusan harus sesuai dengan bidang yang kita minati...

    ReplyDelete
  15. Pilih juursan emang harus sesuai minat sih ,
    kalo gue peribadi ngikutin maunya ortu, soalnya mereka keras kepala banget..
    emang ga sreg si ama jurusan yang sekarang tapikan udah terlanjur semester 7 haha ..
    btw, mau sesalah apapun lo masuk jurusan ujung-ujungnya tetep aja lu gawe sesuai passion lu gan,
    like me ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. jadi... meskipun udah tercebur di jurusan yang salah, ending-endingnya passion kah yang berbicara?

      Delete
  16. Ehm, gue harus mulai dari mana dulu y? Keknya ini emang dilema banget jadi maba di dunia perkuliahan.

    Sebelumnya, gue mau bilang : welcome di dunia yang menjadi pembuktian selamanya.

    Gue gak akan nyaranin lu untuk milih jurusan apapun, soalnya semua jurusan gak bakal ngejamin seperti apa hidup lu nanti. Kunci dalam kuliah adalah menikmati. Ini fase yg sulit jef. Banyak orang sudah kadung (terlanjur) terjun di passion mereka, tapi akhirmya malah males2san. Ngerasa udh bisanya over.

    Makanya, gue menyarankan apapun jurusan lu, nikmati aja jef.

    ReplyDelete
    Replies
    1. waw..
      thanks for the advice, bro.

      Delete
  17. Terima kasih infonya :)
    http://clayton88.blogspot.com | http://goo.gl/Ie7IEb | http://goo.gl/eQV9d3 | http://bit.ly/1sUU8dl | http://goo.gl/CI4bLf | http://goo.gl/lNMX3D | http://bit.ly/1NM7v7j | http://goo.gl/cAQcMp | http://goo.gl/97Yn1s | http://goo.gl/tw2ZtP

    Kumpulan Berita Menarik
    Berita Menarik
    Artikel Aneh Unik
    Berita Lucu
    Artikel Misteri Dunia
    Blog Dofollow
    Tips Menarik

    www.Master138.net

    Bandar Bola
    Situs Bola
    Agen Tangkas
    Agen Bola
    Agen Casino Online
    Bandar Casino Online Terpercaya

    www.BapakPoker.com

    Agen Poker
    Agen Poker Online
    Agen Poker Terbaik

    www.Indo188.com

    Bandar Bola
    Agen Bola
    Bandar Bola Terpercaya
    Situs Bola Terpercaya
    Bandar Casino Online
    Agen Togel

    www.Axioobet.com

    Agen Casino
    Agen Bola
    Bandar Casino
    Bandar Bola
    Situs Taruhan Bola

    www.Ingatpoker.com

    Agen Poker
    Agen Poker Terpercaya
    Agen Poker Online

    ReplyDelete
    Replies
    1. wahai saudara ku.... judi itu tidak baik

      Delete
  18. sebetulnya gak perlu dipusingin jeff... ukup tanya diri sendiri apa kemampuan, bakat yg kita
    miliki barulah pilih jurusan yg disukai

    ReplyDelete
  19. emang susah sih kalau gak singkron hobi menulis pengen jadi apa lo? di manajemen,,,, lebih parah gue, hobi baca, pcita-cita penmgen jadi anggota fbi,.....

    mending ambil jurusan psikologi dah

    ReplyDelete
  20. Jikalau memang masih bingung cobalah bersantai dulu, kalau hemat ane sih lebih baik masuk tkhnik sipil :)

    ReplyDelete
  21. Masuk jurusan TI biar gampang cari kerja'a

    ReplyDelete
    Replies
    1. sayangnya minat gue bukan di program-programan. kalau it nggak minta itu susah broh.

      Delete
  22. Mau serius dikit ah. Aku bukan lihat dari sisi prospek kerja nih jeff. Dulu juga guru bk, ortu, sama temen-temen banyak yang bilang prospek kerja itu penting. Tapi kalo buat aku minat dan bakat itu penting. Jadi aku ambil dari sisi minat dan bakat.

    Kebetulan minatku itu ke jurnalistik, dan impiannya nanti jadi jurnalis bola. Kalau bakat nggak tau bakat di menulis atau enggak, tapi yang pasti aku suka menulis. Jadi aku putuskan buat masuk ilmu komunikasi. Tapi di ilmu komunikasi enggak hanya belajar soal jurnalistik loh jeff.

    Kita juga belajar broadcasting. Jadi bisa kerja di pertelevisian juga. Nggak tau nanti kerjanya dibagian apa, aku belum telusuri. Pokoknya di ilmu komunikasi nggak hanya belajar tentang jurnalistik. Tergantung unversitasnya. Kalo di universitasku ada humas, jurnalistik, dan broadcasting.

    Jadi kamu tentuin dulu, mau ambil kuliah menurut sudut pandang mana? Ngikutin kata hatimu, ngikutin ortu, ngikutin prospek kerja, atau ngikutin temen-temen.

    Kalau hi aku nggak tau gimana, tapi karena kakakku hi juga dia biasanya belajar tentang politik. Nggak tau belajar apa lagi. Silahkan tentukan sebaik-baiknya, jangan sampe salah jurusan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. sesungguhnya kita adalah sama. gue juga pingin masuk ilkom karena passion. tapi...... ada kebimbangan yang menghantui.

      Delete
    2. Hai adik adik, kerja di media itu syusahhhh,,.kbsnyakan klo udin kecebur bisa bahaya...alih2 mentas yg ada biasanyactenggelem dan susah naik lg..
      Saranku...jurnalis kyknya mending dipirin baik2 deh...
      Industri media juga lg pd goyah. Klopun dpt yg punya nsma juga blum tentu ngejaminb isi dompet...#kompor
      Tp klo itu passion sih oke lah

      Delete
    3. Oya kbanyakan klo yg anak komunikasi akhirnya jd public relation n itu kerjaaanyya hectic beraddd vroh

      Delete
    4. HMMM...
      parah deh, jadi makin stress milih jurusan. kalau ilkom sih gue lebih milih jurnalis, tapi ya begitu... prospek kerjanya kurang mengenyangkan dompet. walaupun... sesuai passion.

      Delete
  23. asal jangan mabok janda aja bang heheh :D

    ReplyDelete
  24. jurusan komunikasi aja bang., :v biar dapet banyak klien., waduh.., :D

    ReplyDelete
  25. Hei hei.. ngobrolin jurusan kuliah emang seru dan memusingkan. Saranku cuma satu, ikutin passion lo. Aku rasa hampir semua orang bilang kayak gitu. Aku share cerita boleh ya? Dulu, ortuku nyaranin ambil program pendidikan, jadi guru gitu. Tapi aku ogah, aku pengen dkv, aku coba jelasin sampe ortuku paham. Saat aku ikut tes, aku gagal. gagal sampe 3x. mungkin Ibuku nggak ridho --' FINE, aku kerja dan daftar lagi tahun depan dg jurusan yg berbeda. Aku ambil Ilmu Komunikasi, ortu udah pasrah, yg penting aku harus bisa tanggung jawab sm pilihanku. So, ikutin passion, apapun jurusan itu, dan lo harus berhasil dapat izin ortu lo trutama Ibu. Haha.

    Kamu pingin masuk Ilkom ya? kepoin dulu kampusnya. Tiap kampus beda-beda, ada yg pure Ilmu Komunikasi, ada yang dibagi lagi ke peminatan di tahun kedua or ketiga. Di kampusku, ada 3 peminatan: Advertising, Broadcasting, & Public Relation. Aku ambil adver, siapa sangka, saat aku magang justru aku kerjasama sama anak dkv, jurusan impian jaman dulu :) Gak ada yg bisa baca masa depan, Jef. Lo cuma perlu yakin sm passion lo. Tuhan tahu yg terbaik.

    *sorry klo kpanjangan :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. passion gue ada di ilkom. tapi prospek kerja gue nggak ada disana. otak gue semakin cidera..
      makasih sharing pengalamannya, sista!

      Delete
  26. Haha rasain tuh, ini baru tahap awal pusingnya jadi mahasiswa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. baru milih jurusan aja pusing. gimana soal skripsinya yak...

      Delete
  27. tulisannya bikin pusing, nggap usah pusing mikirin jurusan, lagian nanti kalo udah dipilih juga bakalan enjoy sama jurusan tersebut. Tuh pilihannya ada dua, Hubungan Internasional atau Managemen, kalo menurut gue mending HI aja. Soalnya, kayaknya keren aja gitu namanya, terus pasti mesti belajar bahasa asing, dan ketemu orang-orang keren. Dah pilih HI aja, siapa tau banyak cewek baik dan cantik :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. kabar buruknya..... sepertinya gue akan mencoret HI dari jurusan pilihan. sisanya, ilkom sama management.

      Delete
  28. bukan mahasiswa. tapi kalau disuruh milih. saya milih sesuai minat saya. antara sastra inggris dan sastra jepang. Tapi kayaknya sastra inggris itu cukup populer juga.


    nah buat ente. daripada pusing. ikutin apa kata hati aja.
    kalau ente udah kuliah palingan ntar menyesuaikan. ngerasa enjooy sendiri pastinga. Kalau dipilihin sama orang justru rasanya nggak bagus

    ReplyDelete
  29. HUAHAHAHAHA. Rasakaaan pusingnya memilih jurusaaaan. :(
    Pikirkan baik-baik, Jev. Jangan kayak aku, salah jurusan. Kuliah jurusan Agribisnis, hobinya nulis. Bhahahhaa. Tau Agribisnis, kan? Iya, itu masuknya ke fakultas pertanian. :')
    Ya.. Untungnya sekarang udah mulai mencintai jurusan.
    Sebenernya apapun jurusannya, belum tentu menjadi penentu pekerjaannya nanti. Banyak juga yang melenceng. Tapi, memang lebih baik sesuai dengan pekerjaan yang dicita-citakan, biar ilmunya pas kuliah nggak sia-sia. Hahaha.
    Udahlah, pilih aja sesuai hati kamu. Biar lebih legowo menjalaninya. Nggak ada beban. :)
    Kalo pun nanti salah, kamu nggak bisa nyalahin siapa-siapa, karena itu pilihan kamu sendiri. Huahaha. Syukuri saja. Masih banyak yang nggak bisa kuliah.

    Oke, Jeeeev. Semangaaaat! Semoga cepat kelar dari mabuk-mabukkannya. Yoooow~ \o/

    ReplyDelete
    Replies
    1. kuliah sesuai passion itu legowo sih.. tapi terkadang prospek kerjanya yang bikin nggak legowo. stress lagi deh.
      anyway, thanks sharing nya!

      Delete
  30. gag perlu dipusingngin. kalo milih jurusan sesuai cita-cita aja asalkan loe mampu.
    gue hobinya lebih banyak ke dunia IT,, tapi kuliah gue ngambil jurusan Teknik Sipil. selama yg gue jalanin gag ada masalah yg berarti.. nyaman-nyaman aja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin.. itu karena kebetulan jurusannya pas sama lo, atau memang karena lo jago menyesuaikan diri (?)

      Delete
  31. Nyesel dulu minat di bahasa inggris n bahasa, tp karena anak ipa trus ngikutin pilihan kuota terbanyak di salah satu ptn (ceritanya biar aman lolos) eh milihnya ilmu ekonomi pembangunan, dan itu isinya itungan semuah hahaha

    ReplyDelete
  32. pilih jurusan yg jarang macet, syukur2 yg ada full musiknya sob
    * lo kata naik angkot :p

    ReplyDelete
  33. Waduh, memberi pencerahan kok malah juga bikin migren... dari hati aja sob, pilih yang kamu suka.

    ReplyDelete
  34. Ampun, Jev. U serius banget ya pusing karena mabuk jurusan... Gue nggak nyangka, mabukmu ternyata nggak berakhir sampai postingan waktu itu. Heu.
    Kalo menurut aku sih, yaa kalo kamu emang udah kegambar masuk Hubungan Internasional, ya udah masuk sana aja. Nggak maksud ngegampangin sih. Emang gitu, u keliatan takut ntar kalo kerja jadi duta gitu. Tapi yaa... Itu nyatanya. Kalo kamu udah yakin, kamu harus teguh sama keyakinan kamu. Jangan sampai goyah.
    W sendiri sih, emang udah kegambar, kalo nggak akuntansi ya... Pendidikan Matematika. He. He. He. Semangat, Jev!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kakak gue bilang gue nggak cocok di HI, kakak gue itu anak HI... jadi makin menciderai otak.

      Delete
  35. hmm....
    gue juga ngerasain kok yg bginian. galau. sbnernya ini jurusannya tepat buat gue bukan sih.
    yah, pda akhirnya gue mengikuti apa kata orangtua. bkan mksdnya ga ad pendirian sih, tpi mkin ksni anak'' muda jaman sekarang udh ga percaya sma nasehat orangtua, malah lebih milih quotes'' yg bertebaran di instagram.

    yg msih gue inget smpe sekarang dri nasehat bokap gue, sekarang mendingan fokus kuliah dulu, msalah rezeki udh ada yg ngatur kok. bnyak jg kali, yg ngambil jurusan di bidang apa, eh malah kerjanya d bidang apa. ga ad yg tau rezeki kita tuh. toh lagi pula, kuliah jg msih d bayarin sma orangtua. gue jg pernah mikir sih, gue kuliah d jurusan ini nanti mau kerja apaan ya? dan skrang fikiran itu mulai berubah mnjadi, udah lah gue fokus sma perkuliahan gue dulu. urusan kerjaan entar mah gampang, dri pd mikir nnti kerja ap, knapa ga diri gue sndiri aja yg bikin lpangan pekerjaan utk orang lain.

    gitu.

    selamat berpusing ria, jev

    ReplyDelete
    Replies
    1. MANTAP.
      makasih bro, sharingnya :")

      Delete
  36. Waduh, nih anak masih galau lagi. Wakakaka.
    Btw, gue numpang eksis hihihi.

    Ngikutin passion itu namanya idealis, Jev. Kalo lu pengin prospek kerja yang bagus, itu namanya realistis. Semua tergantung pilihan lu, kan. Lu mau milih yang mana.

    Lagian, kalo lu suka tulis menulis itu bisa jadi pekerjaan tambahan. Banyak, kok, yang kerjaan utamanya bukan penulis, tapi dia tetep berkarya. Ada dokter yang nulis buku komedi, judulnya Cado-Cado. Karena mereka-mereka itu berpikir realistis. Kalo nggak salah hanya 1-2 dari 100 penulis yang bisa hidup dari bukunya itu. :D

    Semoga membantu. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. kegalauan gue seenggaknya sudah di minimalisir, sekarang sisa kuliah sesuai prospek kerja atau passion.. masing2 gue udah punya nama 1 jurusan :")

      jadi, ini masalah idealis dan realistis ya. makin cidera dah otak gue

      Delete
  37. Jadi, saran kakak (cieelah), buat skala priritas tentang apa yang kamu suka. Tanpa harus dengerin apa kata orang lain.
    Setelah itu, coba kamu diskusikan dengan orang2 terdekat, kira2 dari pilihan kamu itu, yg cocok yg mana.
    Nah, abis itu, kamu pilih sendiri.

    Sebenernya dr dulu aku gak ribet kalo mikir jurusan.

    ReplyDelete
  38. Kalo aku, milih jurusan yang disukai. Mau prospek banget tapi kalo ga disuka, jadinya migren plus tersiksa sepanjang masa kuliah.

    ReplyDelete

b:if cond='data:blog.pageType != "item"'>