Tuesday, November 24, 2015

Pray For Humanity.




Jumat, 13 november 2015. 

Malam itu benar-benar merupakan malam yang mencekam bagi penduduk kota paris, dan juga bagi masyarakat dunia. aksi terror bak sinema laga menyelimuti jantung negara prancis malam itu. bukan, bukan cuma bom. tapi lebih dari itu: pembantaian. bukan, bukan cuma terfokus di satu lokasi. tapi di beberapa lokasi. dan... bukan, bukan cuma satu korban jiwa. tapi ratusan.

Sebuah tragedi yang mengerikan benar-benar terjadi malam itu. penembakan masal dan bom bunuh diri terjadi di bar, restoran, dan puncaknya pembantaian di gedung kesenian bataclan. korbannya? warga sipil yang nyaris tak bersalah. mungkin tragedi berdarah ini akan selalu dikenang serta menjadi sejarah buruk bagi prancis dan dunia. 



credit: social media.

emm, Pernah ngerasain atmosfer nonton bola langsung di stadium?


Apa jadinya kalau gemuruh suara bom terdengar dari luar stadium ketika kita sedang asyik menikmati pertandingan di dalam satidum? panik? takut? atau gimana? panik campur takut, mungkin perasaan seperti itu lah yang dirasakan teman-teman kita yang berada di paris beberapa waktu yang lalu. suara bom itu terdengar di tengah jalannya pertandingan internasional antara tim nasional prancis dan jerman. meskipun pertandingan tetap dilanjutkan sampai akhir, tapi mungkin aksi teror yang terjadi di luar stadium malam itu meninggalkan luka trauma yang tiada berakhir.  

Dari kacamata seorang penggemar sepak bola dan dari kacamata seorang calon mahasiswa HI, rasa pilu tentunya sangat jelas terlihat oleh mata ini. rasa pilu bercampur simpati datang menghampiri ketika gue mendengar kabar tentang aksi teror paris. padahal, masih hangat di dalam pikiran ini tentang aksi bom bangkok yang baru terjadi beberapa bulan yang lalu. dan beberapa hari yang lalu, aksi tersebut kembali terulang di jantung kota prancis. kali ini bukan cuma bom, tapi lebih ke pembantaian. dengan dalang yang berbeda, tentunya. 

Heran. iya, heran. aksi netizen kadang membuat gue heran. sebagai masyarakat dunia, memang tak banyak yang bisa kita lakukan selain menitipkan doa. banyak netizen yang menitipkan doa melalui tagar #PrayForParis. but wait, apakah kita benar-benar berdoa untuk paris ketika kita menuliskan tagar tersebut di akun social media milik kita? apa kah kita benar-benar memiliki perhatian? atau, cuma biar merasa kekinian? hal ini benar-benar menjadi problematika. sama seperti hastag pray for  dan pray for lainnya, kebanyakan dari kita cuma mengetik kalimat "pray for.." tanpa benar-benar melakukan "pray" yang sebenarnya. akuilah, itu namanya rasa ingin kekinian. bukan rasa simpati. apalagi empati.

Rasa heran juga selalu melintas di benak ini kalau mengingat aksi terror yang acap kali terjadi. apa sebenarnya yang melandasi aksi terror ini, menghilangkan nyawa untuk menunjukan kekuatan sebuah kelompok? atau apa? pola pikir radikal memang selalu mengherankan. sama mengherankannya dengan beberapa oknum tak bertanggung jawab yang mengkait-kaitkan aksi teror dengan agama tertentu. come on, terrorism has no religion. As the World Society, we should built the world by the peace. not by the war. 

Perbedaan itu indah lagi. coba lihat pelangi, pelangi nggak bakal indah kalau cuma ada satu warna aja kan?! perbedaan ada sehingga menciptakan keragaman. asik. Sama kayak makna lagu imagine dari john lennon, kita seharusnya membangun semangat persaudaran untuk membentuk suatu dunia yang sejahtera tanpa membedakan apapun, termasuk agama. oke, postingan ini ditulis bukan dengan tujuan "agar kekinian". tapi, sebagai calon mahasiswa HI, gue pingin lebih peka terhadap isu internasional. peace!  






               



Peace!

43 comments:

  1. salam kenal calon mahasiswa HI. kunjungan pertama ke blogmu :) tulisannya menginspirasi! hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih... mbak/kak.
      wahahahaha!

      Delete
  2. Siiippp Jef... mantap perbedaan itu indah seperti warna pelangi dan maka dari itu teteplah peace walau beda... Iya saya turut berduka cita atas peristiwa di Paris... Dan mengenai aksi netizen saya no comment ya jeff mengenai hastag pray for paris... :) Teroristme harus di tipe x ya dari dunia ini biar dunia ini jadi peace... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. yeah.. filosofi perbedaan dan juga pelangi mulai muncul waktu jokowi ahok nyalonin diri jadi wagub cawagub ibu kota.
      yak.. tepat sekali.

      Delete
    2. Yup betul Jef... Walaupun ada aneka black campaigne ya... :)

      Delete
  3. Sekarang teror nggak lagi mikir-mikir, di manapun tempat ramai dijadikan sasaran. Semoga ini tragedi yang terakhir,

    ReplyDelete
  4. Dunia seakan terbuka matanya ketika mendengar bom memporak porandakan beberapa kota di paris.
    Sayangnya dunia merasa tak peduli ketika hal ini terjadi hampir setiap hari, setiap jam bahkan setiap menit di jalur Gaza dan negara-negara di timur tengah :((

    ReplyDelete
    Replies
    1. entah lah cuy. mungkin karena konflik timur tengah merupakan cerita lama, yang sulit untuk dihentikan. dan paris merupakan cerita baru, yang tak diinginkan ada kelanjutannya.

      Delete
  5. Jev, serius. Selama videonya gue puter. Seluruh tubuh gue merinding hebat. "Oh my god." Suer deh, gue bisa merasakan apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka. Berapa ratus orang yang telah pergi akibat kejahatan laknat teroris itu. Semoga kota Paris bisa kembali ditenangkan kembali. dan semua warnya bisa beraktifitas dengan baik dan nyaman.

    Karena gue yakin, semua orang di sana mulai selalu menjadi tidak nyaman.

    ReplyDelete
    Replies
    1. apalagi warna grayscale yang mendominasi di video itu menunjukan.. kalau nggak ada perbedaan yang berarti dalam warna manusia. warnanya sama,abu-abu.

      Delete
    2. Yoi jev, gue kebawa suasana. Untungnya gak sampe baper guenya. Semua terlihat sama apapun pekerjaan mereka. Keren, ya konsepnya.

      Delete
  6. Ah ... Paris lagi. Rasanya berandaku penuh dengan kota itu. Tapi entah kenapa banyak yang tak peduli ketika negara timur tengah dibom.

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin karena tak ada yang menyangkan tragedi seperti itu akan menimpah negara seperti prancis.

      Delete
  7. Setuju jev (y)

    Biarlah hanya mereka dan Tuhan yang tahu apakah benar-benar mendo'akan tragedi di paris atau tidak dan hanya biar kekinian saja. Hmmm :)

    ReplyDelete
  8. Kalau pelangi warnanya cuma 1 berarti itumah cuma iseng mas :)
    hemat saya sih rata-rata yang suka bwa" tagar ke socmed yaaa biar kekinian jua, scara kan kita paling optodate :D
    #SavetukangTagar :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau pelangi warnanya cuma satu, rainbow cake nggak akan jadi rainbow cake.
      #savetukangtagar

      Delete
  9. Yak, bener. Mari mendoakan secara nyata, bukan cuma di dunia maya.
    Liat video itu, kok jadi kengiang-ngiang lagu We Are The World 25 for Haiti juga ya~

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya, itu videonya unicef. mungkin emang beti sama we are the worldnya haiti. sama-sama tentang humanity gitu~

      Delete
  10. Bener banget. Hesteg prayforParis itu bukan menunjukkan sikap simpati. Cuma biar dianggap kekinian doang.
    Duuh nggak sanggup komen apa-apa mengenani tragedi di Paris. :(

    ReplyDelete
  11. Bener banget yang lu bilang jev
    banyak yang selalu mengaitkan agama dengan teroris seharusnya kita tidak boleh seperti itu
    bagi saya dunia ini ga akan indah tanpa perbedaan,
    semoga dunia ini semakin damai terutama untuk indonesia

    ReplyDelete
  12. gue sangat berdukacita, dan emang sih ngapain jugaya buat hastag gitu doang... teroris emang gak punya agama gak punya belas kasih...

    ReplyDelete
  13. Au juga heran kenapa harus adaaksi seperti ini. Buat apa mereka melaukukan ini. Apalagi membawa-bawa agama. Sungguh bener-bener memprihatinkan.
    Kok aku jadi ngerasa nggak tenang ya

    ReplyDelete
  14. Perbedaan itu indah, seperti pelangi. Makasih udah menginspirasi ya Jev.

    ReplyDelete
  15. Halooo, calon mahasiswa HI!
    Keren, nih, mulai peka sama hal-hal di luar sana.
    Pola pikir radikal memang sulit dipahami. Mereka itu sebenarnya lagi "salah paham" dan dalam keadaan labil. Dan di saat yang bersamaan mungkin ada oknum yang mendoktrin mereka dan menjanjokan sesuatu untuk mereka para teroris. Memang benar, seharusnya aksi terorisme ini jangan disangkutpautin sama agama. Sebab, nggak ada Agama yang memerintahkan untuk menyakiti diri sendiri juga sesamanya. Pada dasarnya semua Agama mengajarkan kebaikan.

    Mari sungguh-sungguh berdoa buat mereka yang terkena musibah. Berdoa mulai...

    Oke. Udah kepanjangan. Dan entah apa inti dari Komentar ini. Hahaha.
    Yeay~ Peace, love, and gawl~

    ReplyDelete
    Replies
    1. yak, sudah seharusnya kita "sungguh-sungguh berdoa."

      Delete
  16. Paris, Palestina, Suriah, dan seluruh negara yang terkena bencana alam atau pun bencana kemanusiaan, semoa segera bangkit kembali. Semoga orang orang semakin sdar kalau damai lebih indah daripada membinasakan orang orang tak bersalah seperti yang terjadi di negara negara tersebut. Sedih ngeliatnya. Udah gitu kalau diliat, karena bencana satu lalu merembet ke yang lain dan malah jadi adu mulut. Sama sama kita doakan semua negara tanpa terkecuali bisa hidup lebih baik, tanpa ketakutan, tanpa khawatir dan tanpa kekerasan. Peace for the world.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yeah... mari berdoa untuk perdamaian dunia.

      Delete
  17. terorisme itu menakutkan ya...tujuan dia kan memang menebarkan ketakutan dan membuat keadaan mencekam, gue sendiri paling ga respek kalo teror bawa bawa agama....
    padahal semua agama itu damai

    ReplyDelete
  18. Gue orang yang telat tau akan kejadian ini. Iya, gue juga masih bertanya-tanya apakah mereka semua memang mendoakan atau hanya ingin kekinian. Semoga saja mereka mendoakan.

    Semoga Indonesia tidak terkena teror lagi seperti yang sudah-sudah. Gue cuma kasian sama orang tua kita yang jauh, kalo lagi ada teror begini pasti kita diminta lebih waspada sama orang baru, dan jangan mudah terpengaruh. Kasian orang tua khawatir terus sama anaknya yang lagi kuliah.

    ReplyDelete
  19. Miris juga sebetulnya, kenapa orang yang ga bersalah harus dimatikan, padahal ajaran manapun enggak mengajarkan pembunuhan seperti itu. Hmm .. cukup disayangkan, mudah-mudahan mereka diberi hati untuk menyadari kesalahannya.

    ReplyDelete
  20. Pemikiran radikal ya gitu tujuan mereka menciptakan teror agar bisa diakui, mereka memakai agama sebagai kedok, padahal tidak ada saru pun agama yang mengajarkan radikalisme. Kadang yang membingungkan adalah dunia seakan tidak berdaya melawan kaum radikal ini, padahal jika seluruh kekuatan militer dunia bersatu perdamaian dunia bukan mimpi lagi..

    Lalu soal cara berekspresi dengan hestek dan foto profil gak usah dipermasalahkan lah, menurut gue tiap orang punya cara menunjukkan bahwa dia berduka, soal apakah dia bener-bener berdoa tida ada yang tahu, jadi kenapa kita mempermasalahkan sesuatu yang kita tidak tahu? :)

    ReplyDelete
  21. Setuju, jev. Pelangii nggak akan indah kalau satu warna aja. Hebat.
    Dari zaman dahulu manusia selalu diselimuti dengan sejarah teror dan perang, sih ya. Sadar sadarnya belakangan kalo udah ancur semua.
    Mungkin ada pihak yang akan rugi kalau semua perang berhenti? Nggak tau, deh.
    Berdoa saja semua akan baik pada waktunya. Amin
    Cieh... HI. 😂

    ReplyDelete
  22. gue gak yakin hastag yang mengatakan ini rasa simpati atau cuman kekinin saja
    kalau emang simpati kok gak bikin tagar untuk palestina yah

    ReplyDelete

b:if cond='data:blog.pageType != "item"'>