Friday, December 4, 2015

Maafkan Aku, Nina..


Nina. Nen*n indah namun asam.

Keterampilan berbahasa tentunya dapat menjadi modal yang baik untuk masa depan. bukan, bukan cuma bahasa indonesia, tapi pastinya juga bahasa asing. dan sebagai calon maba di jurusan hubungan internasional, keterampilan berbahasa asing pastinya dituntut habis-habisan. permasalahannya adalah: gue enggak memiliki keterampilan dalam berbahasa asing itu. 


LAH, memahami bahasa kalbu aja susah. apalagi bahasa asing?

Menyikapi itu semua, beberapa waktu yang lalu gue pergi mencari tempat les bahasa asing. gue mulai mencari informasi tentang tempat les - tempat les yang lokasinya dekat dengan rumah, hingga akhirnya gue mendapatkan sebuah nama les bahasa yang terletak di dalam sebuah mall. dan les itu menjadi awal pertemua gue dengan nina...

****
Sebut saja nama les bahasa asing itu adalah International Love Center, atau yang biasa disingkat dengan ILC. dan nama mall tersebut adalah Citra Love, atau yang biasa disingkat dengan CL. setelah mendengar kabar tentang les ILC ini, gue cukup tertarik dan langsung meninjau tempat les itu ke mall yang berinisialkan CL itu.

Jadi ILC (International Love Center) adalah les bahasa yang memang sudah membuka cabang di beberapa mall yang ada di jakarta. karena tertarik, gue yang ditemani oleh nyokap langsung pergi ke mall yang bersangkutan itu dan langsung menaiki eskalator menuju ke lantai 3 (padahal tempat lesnya ada di lantai 4). setelah sampai di depan ILC, gue langsung masuk ke tempat les itu dan disambut dengan cukup gemulai oleh seorang pria yang agak sedikit diragukan integritas gender nya. pria tersebut menyuruh gue dan ma motha untuk duduk di tempat tunggu, dan disaat itulah salah seorang dari tim marketing ILC datang untuk menjelaskan bagaimana prosedur-prosedur kalau mau les di sana. orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah.. Nina(bisa nama sebenarnya, bisa juga enggak. Tergantung gue maunya apa). wanita berambut panjang yang suaranya agak serak-serak basah. saking basahnya sampai bikin becek.

Dengan pendekatan teknik marketing yang agak sedikit halus, Nina langsung menyambut gue dan nyokap di tempat tunggu ILC. alangkah ramahnya, dia memanggil nyokap gue dengan sebutan "Bunda". LAH, BUNDA?! belum kawin aja udah berani manggil bunda. setelah itu nina menjabat tangan gue untuk mengajak berkenalan (cie, akhirnya ada cewek yang ngajak kenalan). dia kemudian mengambil secarik kertas lalu bertanya nama gue siapa, gue bilang "jefferson". lalu dia mulai mengukir nama gue di lembaran kertas itu, dan terukir lah nama "Jeffersem." kampret, sejak kapan nama gue berubah jadi jeffersem. 

Kemudian daripada itu, scene selanjutnya adalah dia ngasih tau kalau di ILC ini kita bisa belajar 11 bahasa sesuka kita. dengan tawaran biaya yang tentunya cukup terbilang worth it. kayaknya sih worth it, KAYAKNYA. baru kayaknya. ada beberapa paket, mulai dari yang paling murah: 2 bulan 3 juta. sampai yang paling mahal: 7 juta untuk setahun. dan kita dibebaskan mau belajar bahasa apa aja, mau dateng kapan aja, semua terserah kita. kita bisa datang, lalu pergi begitu saja, lalu datang lagi ke kehidupan mereka tanpa adanya kejelasan sesuka kita. sebagai perusahaan jasa, yang merka butuhkan hanyalah uang. lumayan cuy, 11 bahasa. bonjour, gracias, wo ai ni, guten morgen, dan kawan-kawannya bisa dipelajari dengan harga yang kayaknya nggak terlalu berlebihan. tapi, gue tidak langsung begitu saja dibutakan oleh janji-janji yang diberikan nina. dan gue tidak langsung menjanjikan nina kalau gue pasti les disitu. karena, gue masih mau meraba-raba tempat les lain. 

tapi.. namanya juga wanita, kadang mereka memberi janji, kadang mereka menagih janji.

Benar saja bung. beberapa hari setelah kejadian mengunjungi tempta les itu, nina secara agresif terus menghubungi gue. via telepon, via sms, semua bujuk rayunya dikeluarkan agar gue mau les disitu. sungguh teknik marketing yang membuat baper. pernah gue ditelpon 4 kali sehari, tapi gue hiraukan begitu saja. dan setiap di sms, gue nggak pernah bales. ternyata emang bener, yang namanya wanita itu selalu butuh kejelasan. sekilas nina terlihat seperti sales-sales mlm yang selalu menuntut kejelasan kepada setiap korbannya. ia tak pernah lelah untuk berhenti, dia terus mengeluarkan bujuk rayu walau setiap pesan tak terbalaskan: 



hai..


Belum apa-apa, dia udah minta kepastian dari mami gue. perasaan baru 2 minggu lalu kenal, mungkin dia memang terlalu agresif. maaf nin, gue nggak bisa sama yang terlalu agresif..

Bukannya nggak mau memberi kepastian. tapi gue rasa, belajar 11 bahasa dengan harga segitu kayaknya cuma masuk kuping kiri keluar kuping kanan. percuma men, 11 bahasa. nggak akan fokus kalau emang mau belajar semuanya. lebih baik fokus ke satu bahasa dulu. tapi, kalau cuma milih satu bahasa di ILC itu rugi. bayar segitu, cuma milih satu bahasa. jadi kan serba salah, cuy. dan sebagai pria yang ingin selalu menjaga perasaan wanita, gue memutuskan untuk diam. gue nggak mau secara terang-terangan ngasih tau dia kalau gue nggak jadi les di ILC.


Sebulan kemudian..


Gue kira pesan sms ditanggal 30 oktober itu adalah yang terakhir. tapi ternyata gue salah. kala itu, ketika tengah berada di sekolah, gue mendapat sebuah panggilan telepon dari nomor tak dikenal. gue kira... panggilan itu adalah dari editor penerbit buku yang akan menyatakan kalau naskah gue diterima untuk diterbitkan. atau minimal dari mantan yang ngajak balikan. tapi ternyata gue salah, gue salah karena sudah mengangkat panggilan telepon itu. karena kata-kata pertama yang terdengar dari panggilan telepon itu adalah. adalah. adalah. adalah. adalah. adalah. adalah. adalah. adalah. dan adalah...


"Hai, aku nina dari ILC..."


Holy sit. nina lagi, nina lagi. perasaan terakhir tanggal 30 oktober gue nggak bales sms dia waktu dia bilang "Hai". dan seperti yang kita tau, cewek.. kalau udah nggak dibales sms nya ketika dia menyapa dengan kata "hai", biasanya mereka akan kembali memberi pesan singkat dengan kata "sorry dibajak". tapi ini beda, bukannya berhenti, kali ini dia datang dan mengajak gue untuk mengikuti trial class. nina memang sadis. dia tuh nggak kayak cewek-cewek yang lain, dia dia dia .. dia tuh beda. dia tuh.. kurang kerjaan. *troll*

****

Sebenarnya ada perasaan nggak enak hati juga sama nina. tapi mau gimana lagi, tujuan gue waktu itu kan memang cuma mau nanya-nanya doang. dan suatu hari,  semua ketertarikan gue sama ILC lenyap secara perlahan. ketika gue lagi iseng-iseng mengetik di mesin pencarian google dengan kata kunci "Les ILC". ternyata, banyak cerita tak sedap dibalik tempat itu. penipuan lah, dituntut lah, native speaker nya boong lah. hampir semua netizen memiliki cerita negatif tentang tempat itu. dalam hati gue merasa lega, karena nggak terpikat bujuk rayu nina. tapi bagaimana pun juga  i feel sorry for her. sudah lah, kata-kata terakhir yang ingin gue ucapkan adalah... 


maafkan aku, Nina.



63 comments:

  1. Holy shit kalimat pertamanya ahshahaa

    Padahal keren juga loh klo jadi jeffersem..gokil
    Sebaiknya jangan digantungin jef hahaaa tar ninanya ngira jadi les trus diteror . Tp serem juga ya klo ngliat godip miring yg dah disebutin fi paragraf terakhir.....untung aja cancel ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada apa dengan kalimat pertama? nen*n itu... nenun. nenun sambil minum yogurt, makanya asam.

      Delete
  2. wkwkwwk aseli gokil!

    Itu Nina kek gitu bukan karena kurang kerjaan lho, justru itukan kerjaannya doi ..

    btw, emang rada mencurigakan sik kalo tempat les ampe begitu2 amat agresifnya -___-\
    Kadang yg usahanya poll di awal, pas kitanya masuk, justru ditelantarin *apalah ini komen :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. jadi, kerjaannya itu kurang kerjaan?

      Delete
  3. Bhahahahak itu kalimat pembukanya aja udah kampret banget, JEFFERSEM.
    Sekilas nama lu kayak merek jersey. Oke gak nyambung. Typonya kebangetan itu si Nina, yak.
    Buset dah ngakak gua sama kelakuan si Nina. Ngehubungin 4 kali sehari. Lebih parah dari minum obat. Yah, beryukur nggak jadi masuk situ yak. Sini gua yang les-in lu aja, Jep. Les bahasa perasaan wanita. *apasih*
    Buat si Nina, Nina bobokin juga, nih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ngigo dah.. jersey apa yang merk nya jeffersem?

      Delete
  4. jeffersem keren juga.
    untung kau gak kejerumus jev.

    ReplyDelete
  5. Nina oh nina. Type perempuan tangguh dan pejuang. Nina oh nina...

    ReplyDelete
  6. Oh Nina..... Ada apa gerangan denganmu?

    Jef, Nina itu bentuknya kek mana ya jef? Kok bisa-bisanya malah neror lo. Jarang lho, cowok diteror. Kecuali mantan minta balikan, tapi lo gak mau. Besar kemungkinan bakalan diteror.

    Aduh... gue masih geleng-geleng baca kelakuan Nina. Padahal gue punya temen namanya Nina juga, cuman gak seserem itu jef. pake minta kepastian lagi? Apa-apan itu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebenarnya itu bukan teror... itu... nyari uang.

      Delete
  7. Hahaha, kamu target yang pas mungkin buat si Nina. :D

    ReplyDelete
  8. kasian nina di gantungin jeffersem *hahaha nina akhirnya menyerah yaa. gila 11 bahasa? 1 aja aku mah udah pening :D untung gak jadi ya Jeff, harusnya sebelum dateng tuh googlingnya biar gak di teror nina terus.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yoi. kesalahan nya adalah gue nggak lebih mendalami informasi tentang les yang bersangkutan.

      Delete
  9. Kalimat pembukaannya wow. Hahaa

    Hmm, cewek memang butuh kepastian.
    Ngajak les sampe nguber-nguber lu gitu. Nelfon mulu. Hahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. tanpa kepastian, wanita akan bawa perasaan. kasihan.

      Delete
  10. Huahahaha nina korban PHP nih, tapi beruntunglah kamu jev nggak jadi les disana, keputusan yang baik lah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau gue bukan php, tapi.. phl. pernah hampir les.

      Delete
  11. Ngeri juga ya, sepertinya jefferson diubah dengan sengaja jadi jeffersem mungkin dia mengambil dari handsome tapi yang ditulis jadi sem. Jadi kalau bahasa alaynya mah jeffer cakep hehe.

    Hayya!

    Moga aja ga terjadi apa-apa selanjutnya ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. awesome. boleh juga hipotesa nya.

      amin..

      Delete
  12. Agresif banget ya si Nina... Gue heran, sama calon pelanggan aja segitu agresifnya. Bagaimana dengan hubungan asmara atau rumah tangganya, ya? *--*
    Gue yakin, pasti cowoknya bakalan gak betah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. jangan menghujat dia... gue nggak suka. *korban membela*

      Delete
  13. Nina oh Nina.. cewek agresif pengincar trial class :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. boleh juga bung julukannya :")

      Delete
  14. jiwa nina sebagai marketing sangat tinggi, makanya dia gak lelah merayumu jev haha.

    kayaknya nina agak kesepian juga ya jadi hubungin km terus

    ReplyDelete
    Replies
    1. pasti dulu dia kuliah di manajemen.

      Delete
  15. Oh Nina, kamu terlalu agresif hahahhahha

    ReplyDelete
  16. Leh ugha Jeffersem. X))
    Mm, aku sebenernya ikut curiga lho sama Nina yang kamu ceritain itu. Antara dia tertarik sama kamu atau dia punya niat terselubung. Aduh, takut.
    Iya, Jef. Jangan diambil. Cari aja yang lain, yang lebih baik dari dia. Eaaa. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebenarnya, niat dia cuma satu: nyari duit..

      Delete
  17. Wah untung udah cari tau informasi tentang ILC lebih dulu di mbah google, jadi bisa di pertimbangin lagi keputusannya. Jaman sekarang mah emang harus biasain baca komentar orang dulu sebelum terjerumus lebih jauh (?). Kasian si Nina perjuangannya kandas di tengah jalan. Hahah

    Btw, belajar bahasa asing-nya di Internet aja, mayan. Hemat biaya. wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. pinginnya e-learning...
      tapi percayalah, e-learning tak semudah menerbalikan telapak tangan pacarnya mantan kita.

      Delete
  18. Kampret ini cerita tentang ILC kok jadi begini banget :D bisa aja kamu bikinnya Jev :D

    Hihihi sama kayak aku kamu Jev, masih berharap ada editor nelponin dan ngabarin kalau naskahnya diterima :' sebulan lagi nih :'

    ReplyDelete
    Replies
    1. kabar horror yang gue denger sih ada yang sampe setahun naskah belum berkabar.. bahkan ada yang 2 tahun.

      Delete
  19. Hahaha cewe kalo chat duluan emang suka ada mau'a :D

    ReplyDelete
  20. ebuset, neror amat ya
    kudu digalakin itu mbaknya :|

    ReplyDelete
    Replies
    1. cewek kalau digalakin bukannya kelar masalah, tapi cuma menambah masalah...

      Delete
  21. Ciyee yang dikejar-kejar Nina, tapi Nina cuma mau sama yang punya Alphard gimana dong?

    Eh, itu yang bener 11 bahasa tiap hari dan masuknya suka-suka? Dah kayak yang punya les aja, tapi menurutku kalo belajar bahasa kayak gitu gak bisa masuk deh materinya. Kan harusnya belajar harus rutin gitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. jaman alphard? lambor men.. lamborgitu.

      Delete
  22. wkwkwkwkw... anjas
    kalimat pembukanya bikin ambigu parah...

    kau lelaki jahat jeff, kasian nina sendiri berjuang mati matian demi engkau....
    kau ngak mau nen*n bareng ninakah?
    hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. jangan salah mengartikan kalimat pembukannya, wahai bro. nen*n itu nenun. kenapa asam? karena nenun nya sambil minum yogurt...

      Delete
  23. Bangkheeeey dari awal gue udah coba nebak-nebak kalo lu bakal nyeritain gebetan lu, Jev. Taunya Nina itu... taaaheeekkks.

    Itu agresif banget, ya? Udah kayak MLM. :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. untung gue gagal menjadi downline dia.

      Delete
  24. ahahaha baca ini jadi keinget sama cewek dari tempat saya kredit. selalu nelpon nawarin pinjeman uang ckckc.

    kasihan nina kamu gantungin terus seperti itu. dasar php

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukannya php.. tapi, phl. pernah hampir les.

      Delete
  25. Haha itu si Nina siapanya si Budi?

    Sabar ya Jef, kadang marketing akan terus berusaha supaya pelanggan ga kabur.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini nina. ini budi. budi ditolak nina karena budi terlalu baik untuk nina.

      Delete
  26. wanjir juga sih itu belajar 11 bahasa cuma 2 bulan. Dewa banget

    Eh itu ninanya Agresif banget sih ya, jadi ngeri. coba kalo dia engga bikin jasa les bahasa tapi jasa penyewaan pacar, laku tuh pasti

    ReplyDelete
    Replies
    1. gue dari pas lahir belajar 1 bahasa (bahasa kalbu) aja susah banget.. ini dihadapkan dengan pilihan 11 bahasa. gokil.

      Delete
  27. wkwkwkk fak, tiati bro ditawarin mlm juga :D
    udah gak jaman kayaknya cewe cuma nunggu, skg cewe pada agresif ya :v

    ReplyDelete
  28. kampret tuh si nina wkwkw
    untung elu nggk termakan bujuk rayu si nina xD
    gue nggk tau deh elu bisa bertahan berapa lama kalo jadian sama si nina (lho, kok?) wkwkw

    ReplyDelete
  29. Lu jantan banget jeff. Walaupun si Nina udah ngejar-ngejar lu dengan niat mau menguras uangmu, lu masih aja minta maaf ke Nina. Aku harap Nina baca tulisan ini. Dan mungkin setelah baca tulisan ini Nina akan komentar terus di setiap tulisanmu. Dia akan komentar "Jeff, apa kabar? Udah siap belum? Aku udah nungguin kamu nih, dateng ya.. Boleh bawa teman-teman blogmu, max 2 orang."

    Semoga terjadi seperti itu, jeff.

    ReplyDelete
  30. wkwkwkwkwk... ya ampuuun aku jg benci bgt ama marketing yg terlalu agresig gini Jef.. dan, mengingat dia ga bisa nulis nama kebule2an dgn bener, jeverson, jadi jeversem ;p, aku jd ngeraguin kualitas bljr di sana :D

    ReplyDelete

b:if cond='data:blog.pageType != "item"'>