Saturday, January 9, 2016

Menertawakan Hidup Di Ngenest The Movie



Karena tau di XXI mall ciputra akan diadakan nobar film ngenest bersama dengan beberapa cast ngenest, maka hari rabu yang lalu gue terdampar di XXI mall ciputra bersama dengan beberapa buah teman yang lain. dan benar saja bung, disana gue melihat penampakan ernest dan kevin anggara cs dengan baju hijau muda bergambarkan poster film ngenest. tapi sayangnya, ternyata tiket di jam 17.00 untuk bisa satu bioskop dengan para cast sudah ludes. akhirnya kami memesan tiket di jam 19.00 yang dimana event nonton bareng para cast udah nggak ada. kampret.

Perasaan, baru di pertengahan 2015 kemarin gue beli buku ngenest 3 yang baru keluar di gramedia. eh diakhir tahun filmnya udah nongol aja. dan diluar dugaan, ternyata eksekusi film ini lebih pecah daripada ekspektasi awal. SERIUS.  film produksi starvision plus ini  benar-benar memecahkan tawa satu studio kala itu.  emm.. starvision plus ini kayaknya emang lagi hobi bikin film komedi. bukan cuma film komedi karya imajinasi seorang sutradara semata, tapi juga film komedi yang diangkat dari cerita buku bergenre personal literature kayak relationshit ataupun ngenest.


(Sinopsis
Ernest (Kevin Anggara/Ernest Prakasa) tidak pernah memilih bagaimana ia dilahirkan. Tapi nasib menentukan, ia terlahir di sebuah keluarga Tiongkok. Tumbuh besar di masa Orde Baru dimana diskriminasi terhadap etnis Tiongkok masih begitu kental. Bullying menjadi makanan sehari-hari. Ia pun berupaya untuk berbaur dengan teman-teman pribuminya, meski ditentang oleh sahabat karibnya, Patrick (Brandon Salim/Morgan Oey). Sayangnya berbagai upaya yang ia lakukan tidak juga berhasil, hingga Ernest sampai pada kesimpulan bahwa cara terbaik untuk bisa membaur dengan sempurna adalah dengan menikahi seorang perempuan pribumi.

Ketika kuliah di Bandung, Ernest berkenalan dengan Meira (Lala Karmela). Meski melalui tentangan dari Papa Meira (Budi Dalton), tapi akhirnya mereka berpacaran. Dan kemudian menikah, dengan adat Tiongkok demi membahagiakan Papa dan Mama Ernest (Ferry Salim dan Olga Lidya).

Berhasil menikah dengan perempuan pribumi ternyata tidak menyelesaikan pergumulan Ernest. Ia mulai dirundung ketakutan, bagaimana jika kelak anaknya terlahir dengan penampilan fisik persis dirinya? Lalu harus mengalami derita bullying persis dirinya? Ketakutan ini membuat Ernest menunda-nunda untuk memiliki anak. Bagaimana kelanjutan kisahnya?


****




WOI CINAAAAA! CINA LOOO! CINA GUEE! 

Menjadi minoritas bukanlah sesuatu yang diinginkan ernest. karena tampangnya yang cukup oriental, sering kali ia di bully dan diteriaki dengan kata-kata "CINA" oleh orang-orang pribumi di sekitarnya. kejadian seperti itu sudah menjadi makanan ernest sejak dari bangku sekolah dasar. bukan bermaksud rasis, tapi di kampret-kampretkan hanya karena berwajah oriental itu memang true story banget bagi orang berdarah tionghua-indonesia men (-->cukup berpengalaman). entah apapun status kita: mau pelajar, bos, bahkan gubernur sekalipun tak lepas dari masalah yang satu ini. dan permasalahan ini lah yang berusaha dibawakan ernest secara humor dan menggelitik di film ngenest.




Bukannya bermaksud memojokkan etnis apapun, tapi film ini berusaha memperlihatkan nasib seorang minoritas dari kacamata yang berbeda. tak selamanya nasib seorang etnis minoritas yang sering ditindas itu selalu menyedihkan, kalau bisa dibawa santai untuk ditertawakan bersama, kenapa enggak?

Sebenarnya masalah ras dari dulu adalah masalah yang cukup serius dan berat, tapi semua itu dapat dikemas secara ringan dan dibawa secara komedi oleh ernest prakarsa di film ini. gue nggak menyangka kalau film ini akan lebih pecah daripada buku triloginya sendiri. serius men, gue udah baca 3 buku ngenest dan ternyata eksekusi dari filmnya lebih gokil daripada yang dibayangkan. sebenarnya masalah atau konflik yang ada di film ini dari awal sampai akhir adalah masalah ras. 

Sejak duduk di bangku sekolah dasar, ernest sering di bully hanya karena ia adalah orang keturunan tionghua.  suatu hari ernest yang sudah menginjak masa remaja dipalak oleh beberapa anak STM yang salah satu anggotanya adalah orang berdarah tionghua juga. semenjak saat itu, ia menyadari satu hal: selama ini ia ditindas bukan karena dia cina, tapi karena dia berbeda. buyutnya cina, kakek - neneknya cina, nyokap-bokapnya cina, jadi wajar kalau dia cina. dan satu-satunya cara untuk memutus rantai agar anaknya nanti tak ditindas dan di bully seperti dia adalah dengan menikahi gadis pribumi dengan harapan anaknya nanti akan memiliki wajah yang sama seperti ibunya. yang terpenting: matanya nggak sipit.

Beranjak dewasa, ia berhasil menemukan gadis pribumi idamannya. tapi permasalah kembali timbul ketika ia selalu menunda memiliki anak hanya dikarenakan ia takut kalau anaknya memiliki wajah yang oriental sama seperti dia. dan dari situ, konflik merambat menjadi lebih luas lagi. keharmonisan suam-istri, hubungan antara sahabat (ernest-patrick), perlahan mulai muncul.

Demi apapun, film ini jauh lebih gokil daripada apa yang gue bayangkan. hampir setiap scene nya berhasil memecahkan tawa penonton di satu studio kala itu. meskipun konfliknya sangat sangat simple (cuma gara-gara cina), tapi punchline-punchline yang ada benar-benar menggelitik.  salah satu scene favorit gue adalah ketika ernest ngajakin istrinya "begituan".


________________________________

alkisah kala itu sudah larut malam. ernest dan mei (sang istri) terlibat percakapan yang cukup serius.  kurang lebih begini dialognya..

Ernest : Hon (honey), lagi pengen...

Mei     : nggak ah, udah malem. cape tau..

Ernest : ayolah..

Mei    : oke, tapi jangan bawa-bawa temen ya.. *menunjuk ke arah kondom yang tergeltak tak berdosa di atas meja*

Karena tak ingin cepat-cepat memiliki anak, ernest pun menolak untuk "berhubungan" tanpa menggunakan kondom. pada akhirnya sang istri tidur dan mereka tidak melakukan hubungan suami istri malam itu. tak mau gagal begitu saja, ernest mengambil body  lotion milik istrinya yang ada di atas meja dan masuk ke dalam selimut sambil bergoyang-goyang di dalam selimut seolah-olah mengisyaratkan kalau ia sedang melakukan gerakan "Mastru.." sambil menggunakan body lotion milik istrinya sebagai pelumas. karena guncangan tersebut, lalu istrinya terbangun dengan ekspresi ngantuk campur panik dan bertanya.. 

"ada gempa ya?!" 

karena tidak mau ketahuan, ernest pun berimprovisasi dengan mengatakan: 

"eng.. enggak kok hon, aku udah telepon BMKG tadi nggak ada gempa." 

BOOM! scene tersebut berhasil meledakkan tawa seisi studio kala itu

________________________________


Bukan hanya scene kondom, tapi scene-scene lain juga tak kalah menggelitik. salah satunya lagi adalah scene "ko hengky",  sang juragan toko besi. ko hengky digambarkan seperti asuk-asuk toko besi yang hobi menyanyikan lagu mandarin. meskipun hanya sebagai cameo dengan 2 kali tampil, tapi nyatanya kharisma ko hengky yang diperankan oleh elkie kwee ini berhasil membuat tawa satu studio semakin menjadi-jadi. 

Selanjutnya dibagian menuju ending masalah lebih banyak diwarnai oleh ketakutan ernest akan memiliki "anak yang berwajah oriental" yang sama sepertinya. scene-scene yang dibuat oleh ernest memang cukup menghanyutkan. di satu scene, penonton dibuat terdiam dan terhanyut akan masalah yang melanda ernest. tapi tak begitu lama, hanya selang beberapa menit penonton dibuat kembali tertawa dengan pembawaan konflik yang dikemas secara lucu. hmm, ini pasti karena konspirasi ko hengky.

Selain scene yang membuat pecah tawa penonton, para  pemeran seperti kevin anggara dan morgan oey nyatanya juga berhasil mengundang rasa penasaran penonton hawa. semenjak awal dirilis, animo masyarakat akan film ngenest ini sendiri nyatanya terbilang sangat tinggi. 

Gue merasa cukup terkesan dengan film ini. entah karena gue dan ernest memiliki keresahan yang sama (you know lah waht i mean), atau karena punchline yang ada di banyak scene film ngenest ini memang nonjok abis. yang jelas, sebuah pesan yang bisa gue dapatkan adalah kalau kita melihat dari kacamata yang berbeda, nggak selamanya menjadi minoritas itu selalu menyedihkan. kalau memang nggak mau dibawa sedih, ya dibawa fun aja men. karena terkadang, hidup perlu ditertawakan


Ngenest
EMM... kalau disuruh memberi bintang untuk film ini dimana 1 adalah angka terkecil dan 10 adalah angka terbesar, maka 8,8 nampaknya adalah angka yang cukup adil untuk film komedi yang diangkat dari kisah di buku trilogy ngenest.



****


Seusai film habis terputar, gue melangkahkan kaki keluar dari studio dengan kesan-kesan yang masih melekat. entah lah, gue nggak ngerti kenapa film ngenest bisa sepecah ini. nyatanya menertawakan keresahan yang dimiliki ernest ini sungguh menyenangkan.

Seusai keluar dari bioskop, gue dan beberapa buah teman saling menyerang satu sama lain dengan kalimat "CINA LO!" tanpa peduli kalau kami sama-sama cina. bukannya marah, tapi kami saling menertawakan satu sama lain. kenapa begitu? karena terkadang, hidup  perlu ditertawakan.

Seusai pulang ke rumah, gue rasa gue harus mereview film yang satu ini di blog. kenapa begitu? karena terkadang, film bagus  perlu di review





                


74 comments:

  1. Kayaknya harus buruan nontin film menarik nih... nilai 8.8 menurut penulis postingan ini... berarti masuk kategori keren lah...

    ReplyDelete
  2. waktu nonton, siapa j mas yg nonton, sebutin dund satu satu?

    ReplyDelete
  3. Aaaaakkkkk .. pengen nonton banget, tapi masih pulkam .. bioskop kota gue masih kudet banget, belum ada film Ngenest .. semoga aja tanggal 15 masih nangkring nih film di bioskop 21 ..

    Penasaran aja gimana ko Ernest bisa gabungin ketiga bukunya menjadi 1 film ..
    Ehm bener sih, temen gue yang chinese sering dapet bulllyan kalo lagi ngumpul .. dibilang sipit lah, pelit lah, diganti2 namanya lah .. macem2 ..

    Akkkkkkk .. pengen nonton !!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, trilogy nya digabung jadi 1 film. tapi you know lah.. kalau film2 yang diangkat dari buku genre pelit comedy difilmkan, maka ceritanya nggak akan benar2 100 persen sama. pasti ada yang ditambah-tambahin..

      Delete
  4. Bhahahaaa baru td mampir di blog Deva. Baca ini. Trus mampir ke sini lagi, makin penasaran. Bhahaaa

    Cina bully cina. wkakaka. Pengen nonton :'D

    ReplyDelete
  5. gue nunggu link download gratis aja son ._.

    ReplyDelete
    Replies
    1. men, film indonesia itu keluarnya lama di internet.

      Delete
  6. Gue belum nonton nih, mana duit abis buat tahun barunan..
    banyak yang bilang filmnya keren abis, tapi saya belum percaya kalau belum nonton sendiri
    Gimana mau nonton lah saya tinggalnya di pelosok
    Bro, ajakin bro

    ReplyDelete
    Replies
    1. udah lama gak diajak nonton berdua doang.
      sekalinya diajak, KENAPA SAMA COWOK...

      KENAPAAAAA

      Delete
  7. kamu mirip ma kevin anggara ni jev, jangan jangan bentar lagi blog jefferson stage bakal diorbit menjadi artis film juga hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yg gue tangkap kata kata gokil berulang kali lu ulang, di sini jiwa pnasaran gue buat nonton jd terusik...gw pengen liat akting para komika termasuk bakriyadi

      Delete
    2. wah, mirip dalam artian.. sama-sama.. cina..

      bakriyadi scene nya gokil juga tuh. apalagi waktu dikeroyokin, dengan sinar emas di giginya :")

      Delete
  8. Akghh, jadi pengen nonton, tapi, dikota gue, seperti biasa, filmnya belum masuk nih. Meski sudah banyak memakan spoiler, gue harus tetep nonton. Penasaran men~

    ReplyDelete
    Replies
    1. jadi, yang gue tangkap adalah.. film ngenest ini penontonnya belum menyentuh klimaks karena di beberapa kota masih belum ada (?)

      Delete
  9. eh ini, di lapak sideva sama, gue jadi pengen nonton huft~

    ReplyDelete
    Replies
    1. filmnya bagus sih men.. yang review banyak kan tuh :)

      Delete
  10. Duh duh, gue jadi pengen nontoonn.. tapi gak sempet mulu huhuhu..

    ReplyDelete
  11. Kalo untuk baca bukunya, gue baru sampe beberapa halaman. Itu juga yang Ngenest 1. Itu juga baca gratisan. Duh, sedih.

    Gue nonton hari pertama sampe sekarang masih berasa aura tawanya. Sebagai film yang gue tonton terakhir di bioskop, bagi gue Ngenest sukses banget. Pecaaaah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ngenest 1 - 2 gue juga baca gratisan men. ngenest 3 baru beli sendiri.
      yoi! ngenest emang diluar ekspektasi abis

      Delete
  12. tgu saatnya. psti gua tonton....

    ReplyDelete
    Replies
    1. sampai kapan diri ini harus menunggu?
      SAMPAI KAPANNNN?!!

      Delete
  13. Aku belum baca bukunya, dan filmnya belum masuk di kotaku. kayanya kudu nonton entar kalo uda masuk.. :D tapi agak ada 17 nya yaaaa hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya, bisa dikatakan rada 17. tapi nggak ada buka-bukaan sis.. cuma kata2 nya doang :")

      Delete
  14. Emang pecah banget ini film, sakin pecahnya kadang ada punchline yang cuma gua sendiri doang yang ketawa di dalam studio wkwkwk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu mah bukan pecah namanya -___-

      Delete
  15. Belum sempet baca bukunya eh udah jadi film aja, lah telat banget ternyata -__-

    Jadi penasaran bagaimana isi bukunya, dan bagaimana film-nya :/

    ReplyDelete
    Replies
    1. seperti film yang diangkat dari kisah buku bergenre pelit komedi bro, beberapa kisah dibuku dituangkan dengan ditambahkan beberapa cerita yang cukup berbeda.

      Delete
  16. Hahaha gue udah nonton juga, Jev.

    Emang sih, di awal-awal terkesan agak lambat panas nih film. Tapi, semakin kesini, semakin asik. Apalagi pemain-pemain dalam film ini kebanyakan komika.

    Tapi gue agak kurang sreg dengan inti permasalahan dari film ini. Yang gue tangkap, inti permasalahannya itu adalah hal yang sepele (ini menurut pendapat gue, ya). Ernest cuma takut anaknya ikut-ikutan cina kayak dia. Dan hal itu sangat di besar-besarkan. Menurut gue sih gitu.

    Tapi sumpah, film ini bikin gue ngakak dengan adegan-adegan kocaknya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya men, kalau masalah konflik emang terbilang sangat sederhana. dari awal sampai akhir konfliknya cuma gara-gara cina. waktu kecil,konflik muncul ketika dia di bully karena cina. waktu udah gede, dia takut anaknya juga ikut di bully karena ada keturunan cina sampe di amenunda punya anak. dari situ, baru muncul.. konflik suami-istri, konflik persahabatan..

      tapi konflik yang sederhana itu sedikit tertutupi karena punchline2 yang pecah abis! :)

      Delete
  17. Makin banyak yang bikin review tentang nih film, makin meningkat juga rasa penasaran gue--"
    Di sini gak ada bioskop huhuhaha nunggu link download gratis aja :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. ah, film indonesia kalau di internet keluarnya susah men.

      Delete
  18. Di sini bioskop jauh banget -,-

    ReplyDelete
    Replies
    1. entah kenapa review ini kayaknya dipenuhi dengan orang-orang yang tinggal di kediaman yang jauh dari bioskop.. -___-

      Delete
  19. Kayanya kudud ditonton ini hahhhahha, aku jarang banget nonton film Indonesia :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. film-film indo lagi bagus-bagusnya men. single lah, ngenest lah, relationshit lah, negri van oranje lah. film2 diakhir 2015 kayaknya emang juara..

      Delete
  20. Salah satu film dengan alur yang tercerdas buatan dalam negri. cocok deh buat menutup akhir tahun :D

    ReplyDelete
  21. rasanya pengen banget ninton film tersebut
    tapi karena waktu jadi belum sempat nonton
    Film ini sepertinya jadi trending topik di mana2, rasanya pengen cepet2 menonton film tersebut ;(

    ReplyDelete
    Replies
    1. maka ke bioskop, dan nonton lah film tersebut :(

      Delete
  22. Gue belum nonton film ini bang..
    Tapi dari review and trailernya si PECAH abiss deh.. Apalagi sering jadi trending topik mulu dimana2..

    ReplyDelete
    Replies
    1. film yang pecah abis emang nggak bisa boong, men.

      Delete
  23. aku pernah liat reviewnya di tivi kayaknya menarik gitu. nnt coba nonton ah

    ReplyDelete
  24. Film Indonesia emang lagi maju banget yah, cuma jarak beberapa bulan langsung nongol lagi, terutama film komedi, mantap lah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. yap. film komedi yang diangkat dari buku bergenre pelit komedi ini emang kayaknya lagi jadi jagoannya starvision plus

      Delete
  25. Hallo Mas Ijev...
    Wah... sepertinya saya sudah ketinggalan...
    Tapi gak papa ya... Di sini sudah ada sinopsisnya...
    Terima kasih.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hallo mas dedy...
      gak papa.. gak mama.. gak nenek.. gak uncle..


      yow, sama-sama.

      Delete
  26. pengen nonton - tapi lebih suka bacanya dulu hahaha

    ReplyDelete
  27. Gak sabar ni film tayang dilayar tancep

    ReplyDelete
  28. Belum nonton sih :" tapi liat dari trailernya kevin mirip bgt sama ernest haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau dibilang mirip nggak benar-benar mirip sis, soalnya kevin matanya masih lebih terbuka. kalau ernest kayanya oriental banget :")

      Delete
  29. Aaahhh gamau baca, takut ada spoiler. Otw ganool dulu lah.. Wkwk

    ReplyDelete
  30. aah di tempatku gak ada bioskop... syediih. padahal pingin banget nonton..

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini kenapa yang komen mendadak pada terkesan tinggal di tempat yang jauh dari bioskop ya. jadi iba -____-

      Delete
  31. Yaaa cina ngereview filmnya orang cina :D
    Gue sih belum nonton, cuma ngeliat beberapa cuplikan dari ig dan rencananya mau download aja di situs *biipp* wkwk.
    Eh, tapi gue ngeliat cuplikannya kayaknya biasa aja gitu. kalo liat sinopsis yang diceritain di sini sih kayaknya lucu banget. rating 8,8 lagi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. SELAMAT! ini adalah komentar terasis di postingan ini :")

      awalnya juga gue kira biasa aja ini film waktu gue liat trailernya, tapi setelah nonton filmnya! BEH. satu hal yang perlu gue akui: filmnya lebih bagus daripada trailernya. trailernya nggak begitu mewakili kelucuan film ini menurut gue.

      Delete
  32. Blm sempet nonton, ntar nunggu di tipi aja hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. lama bro keluarnya, percayalah..
      paling 6 bulanan baru keluar.

      Delete
  33. hahaha, kayaknya elu juga perlu menertawakan hidup lo jev xD
    "Cina Lo!" hahaha

    waktu gue tau ngenest bakal di jadiin film, gue udah tau film ini bakal pecah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. daripada dibawa susah, mending ditertawakan aja deh..

      Delete
  34. Duh..

    kami yang di PAdang mah, boro boro nonton bareng
    nonton bioskop sendiri kayak biasa aja susah

    jadinya terpaksa mengandalkan download dan bara pabajk laut DVD wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini kenapa gue jadi iba... -____-

      Delete
  35. Belum sempat nonton... bagus ni kayaknya film ....
    Eh postingannya review film atau curcol ya ...hehe


    ReplyDelete
  36. Serius ya filmnya bgs Jev?? aku udh nonton sih trailernya, dan kliatan memang lucu.. tp msh ragu aja untuk nonton, takut lucunya cuma dikit.... :D.. Jjarang2 ya, film lebih bgs drpd bukunya... biasa film yg diangkat dr buku pasti jauh lebih ancur -__-

    ReplyDelete
  37. aku gk ngebaca reviewnya ini, makin penasaran sih sebenarnya ini film tahan lama jg ngendon di 21. HMmm baiklaaaah

    ReplyDelete
  38. Artikel yang menarik, kunjungi balik blog kami ya :)


    http://clayton88.blogspot.com | http://kagumiterus.blogspot.com/ |
    http://informasiberitatop.blogspot.com | http://www.layardewasa.top | http://http://pkcinema.com | http://bit.ly/1sAwovI | http://bit.ly/1sUU8dl | http://bit.ly/1ZIdBJv | http://bit.ly/1YjeNnK | http://bit.ly/1WKgJqp | http://bit.ly/1ZIehP9 | http://bit.ly/1sAwovI | http://bit.ly/1UobCKp | http://bit.ly/1S0ZSYr | http://bit.ly/1ZIehP9 | http://bit.ly/1UL7Ia5 | http://bit.ly/1WKgJqp | http://bit.ly/1YjeNnK |

    ReplyDelete

b:if cond='data:blog.pageType != "item"'>