Sunday, March 20, 2016

KTP LO UDAH, BUAT AHOK? #WakeUpJakarta



Whazzup Y'all!

Dengan restu semesta, akhirnya kemarin gue berhasil terdampar di salah satu posko teman Ahok. setelah sekian lama menahan hasrat untuk mengumpulkan ktp, akhirnya sebagai warga ibu kota yang baik dan rajin menabung... gue merasa sudah tak berdosa lagi.  karena pergantian calon wakil, maka pengumpulan KTP terpaksa diulang. mungkin buat yang udah ngumpulin tapi nama wakilnya bukan heru budi hartono, bisa balik lagi ke posko teman Ahok untuk mengisi ulang formulir. rakyat, diam bukan solusi. asik.






Beberapa waktu yang lalu, tersiar kabar bahwa pada akhirnya bapak Ridwan Kamil dan ibu Tri Rismaharini menolak tawaran untuk maju menjadi bakal calon gubernur DKI. 2 arsitek yang telah menginspirasi banyak orang itu menolak tawaran untuk maju ke DKI 1 lantaran masih ingin mengabdi kepada warga kotanya. kalian tau apa artinya itu, teman-teman? artinya... saingan terberat telah pergi. HAHAHAHA! 


****



Apa yang sebaiknya kita lakukan ketika pekerjaan yang kita lakukan sebenarnya sudah menghasilkan sesuatu yang cukup baik namun pekerjaan itu belum sepenuhnya selesai?


A. Sebaiknya kita melanjutkan tugas itu sampai benar-benar selesai. 
B. Sebaiknya kita menyerahkan pekerjaan yang sudah kita kerjakan kepada orang lain untuk menyelesaikannya.   

Kalau dicermati baik-baik, pilihan B sepertinya bukanlah pilihan yang yang cukup efektif mengingat ketika pekerjaan itu diserahkan kepada orang lain, maka butuh waktu lagi bagi orang itu untuk beradaptasi dengan apa yang sudah dikerjakan. bersyukur lah kalau memang bisa langsung klop, kalau terjadi ketidakcocokan karena paradigma yang berbeda? nah lo, ngulang lagi dari awal. bongkar sana, bongkar sini. wasting so much time. sedangkan pilihan A mungkin merupakan pilihan terbaik, dengan catatan apa yang kita lakukan itu memang benar-benar menghasilkan sesuatu yang benar. dan pada akhirnya, pertanyaan yang muncul selanjutnya adalah "Tahu dari mana kita kalau pekerjaan yang kita lakukan sudah cukup baik?"  semua kembali kepada opini masing-masing orang. jeng-jeng..


Akhir-akhir ini berita tanah air sedang ramai-ramainya menginformasikan kabar-kabar seputar bakal cagub dan cawagub ibu kota, beberapa nama pun mulai gencar-gencarnya diberitakan siap bersaing menuju DKI 1. mulai dari anggota DPR yang sempat membuat kontroversi dengan ups nya, lalu ada si ibu gubernur super dari surabaya, sampai arsitek kesayangan warga bandung pun diberitakan siap bersaing untuk meraih elektabilitas setinggi-tingginya di kalangan warga ibu kota. dan tentunya tak ketinggalan sang gubernur kita, the one and only basuki tjahja purnama a.k.a Ahok. 

Setelah hampir 5 tahun memimpin ibu kota dan menjalankan beberapa pekerjaannya dengan baik, tahun 2017 nanti adalah tahun yang cukup mendebarkan bagi Ahok dan para pendukungnya. pasalnya, di tahun 2017 nanti pemilihan gubernur ibu kota akan kembali diselenggarakan dan Ahok akan kembali maju tanpa menggunakan partai sebagai kendaraannya. dengan dimotori sebuah aksi relawan yang diberi nama teman ahok, Ahok memutuskan untuk maju secara independen. 






Demi apapun, teman Ahok itu keren men. ada sesuatu yang sangat keren dari aksi relawan mengumpulkan sejuta KTP warga DKI dalam rangka mendukung ahok untuk kembali menjadi gubernur jakarta ini. dimana kerennya? don't you see?! ini baru yang namanya dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. rakyat yang bikin aksi pengumpulan KTP nya, rakyat yang ngumpulin KTP nya, rakyat juga yang ingin Ahok untuk kembali maju memimpin. dan gue pun curiga dengan adanya aksi relawan teman ahok ini, nantinya akan muncul beberapa aksi relawan lain kayak teman tapi mesra ahok, gebetan ahok, istri ahok, mantan ahok, dan lain sebagainya.

Sering dituding melakukan deparpolisasi oleh berbagai pihak, alasan utama dari berdirinya aksi relawan teman ahok ini adalah karena mereka takut kalau nantinya tak ada lagi partai yang akan mengusung ahok sebagai cagub. dan kalau sampai itu terjadi, maka sosok pemimpin yang ideal akan hilang begitu saja. bukannya anti partai, beberapa kali perwakilan dari teman Ahok mengatakan kalau sejatinya partai merupakan pilar demokrasi. yaaa... walaupun pada akhirnya ada beberapa partai yang mau meminang ahok, tapi pada akhirnya beliau mantap memilih jalur independen.   

Dan apakah yang terjadi selanjutnya setelah beliau memilih jalur independen? ya, ya, ya. partai politik ketakutan, revisi undang-undang terkesan memberatkan. dari yang awalnya sejuta ktp untuk Ahok, sekarang timbul wacana 1,4 juta KTP untuk ahok.  tapi itu nggak apa-apa men, mau seberat apapun syaratnya, tapi rakyat  bukan patung. selama pemimpin itu dinilai baik, maka tak ada yang tak mungkin dengan 1,4 juta KTP itu. 

Menurut gue, pemimpin yang sebenarnya itu adalah pemimpin yang ditakuti dan dihargai oleh rakyatnya. bukan, bukan ditakuti dalam artian rakyatnya takut karena si pemimpin suka marah-marah atau sebagainya. tapi, takut dalam artian yang lebih dalam. terbukti, teman Ahok ada karena apa? karena mereka takut. mereka takut kalau ahok tidak dipinang oleh salah satu parpol nantinya, sehingga jalur independen terdengar seperti sesuatu yang cukup meyakinkan bagi mereka. lalu, kenapa ada wacana revisi UU tentang persyaratan untuk maju secara independen? ya, banyak parpol yang takut. mereka takut kalau elektabilitas ahok nantinya dapat membuat ahok kembali menduduki DKI 1 dan mengalahkan calon-calon yang sudah mereka usungkan. See? takut adalah kata kuncinya. saking takutnya, sampai-sampai beredar isu kalau ahok korupsi perihal tanah rumah sakit sumber waras. astaga men! selain isu sara, ISU TENTANG AHOK KORUPSI TANAH SUMBERWARAS ADALAH ISU TERGOBLOK YANG PERNAH GUE DENGAR.  asli, itu nggak waras itu yang nyebarin isu. kelihatan dari belahan rambutnya, sih.

   
Lantas, apa saja yang membuat Ahok begitu berarti bagi rakyat jakarta sampai-sampai muncul aksi relawan teman Ahok ini? memangnya, apa saja yang sudah beliau berikan ketika beliau menjabat sebagai gubernur? oke men, disini saya akan memberi kesaksian berupa fakta dan opini dari kacamata seorang warga ibu kota. kalau dicermati baik-baik, sudah cukup banyak hal positif yang diberikan Ahok bagi kota jakarta ini, diantaranya..



  • UPS tak lagi mahal?

Ada yang tau ups? ups adalah singkatan dari uninterruptible power supply, sejenis perangkat yang berguna untuk menyimpan daya listrik secara sementara. ya, salah satu fungsinya di sekolah-sekolah itu untuk mencegah komputer mati saat listrik turun. di awal 2015 lalu ramai terdengar kabar perseteruan antara ahok dengan DPR DKI perihal kasus ups. "dana siluman", begitu sebutannya. kenapa dikatakan dana siluman? begini men, usut punya usut harga UPS dengan kapasitas max 40 kva yang "katanya" seharga 100 juta rupiah dianggarkan oleh DPR DKI menjadi puluhan milliar rupiah. make sense kah? untuk informasi selengkapnya baca disini. bukan hanya itu, ternyata usut punya usut salah satu perusahaan pemenang tender UPS dikabarkan menggunakan alamat palsu. lah, itu ups atau ayu ting-ting?!
Bergerak dari kejadian itu, Ahok pun murka dan melaporkan kasus dana siluman itu ke pihak yang berwajib. dan perseteruan pun dimulai. wajar kah kalau beliau murka? wajar lah men. kalau memang harga di pasaran segitu, dan dana yang dianggarkan hampir menyentuh angka 6 miliar rupiah per sekolah, maka pertanyaannya adalah: dibawa kemana kah sisa dananya? 
Tidak hanya membutuhkan pemimpin yang bersih, nyatanya jakarta pun membutuhkan pemimpin yang berani dan tegas. dari kasus dana siluman itu, sepertinya kedepannya anggota DPR akan berpikir berkali-kali untuk menganggarkan dana ups.


  • Banjir pasti berlalu~



Bukan rahasia lagi kalau yang namanya jakarta itu sukar untuk lepas dari permasalahan-permasalahan seperti banjir dan macet. ya okelah kalau macet masih sering dijumpai, karena sejatinya macet adalah permasalahan yang emang sulit untuk dibasmi mengingat volume kendaraan yang terus bertambah dari hari ke hari. lantas, bagaimana dengan banjir? entah sejak kapan banjir menjadi momok yang menakutkan bagi warga ibu kota. kalau dulu sebagai warga ibu kota kita merayakan hari libur dadakan karena banjir 5 tahun sekali, maka mulai beberapa tahun lalu banjir yang estimasi kedatangannya 5 tahun sekali itu mengubah agendanya dengan datang setahun sekali. lantas, bagaimana dengan sekarang?
Sebagai warga ibu kota, gue merasa ada yang berbeda di awal tahun 2016 ini. apa yang berbeda? yang berbeda adalah... tidak banjir yang biasanya datang dan mengubah beberapa tanggal hitam di kalender menjadi tanggal merah secara mendadak setiap tahunnya. iya, tahun ini nggak ada libur dadakan karena banjir. sebagai seorang pelajar, tentunya gue cukup sedih karena tidak mendapat libur tambahan. tapi, sebagai warga ibu kota tentunya gue cukup senang karena ada perkembangan yang cukup signifikan perihal masalah banjir ini. 
Dikatakan signifikan bukannya tanpa alasan men. Oke men, ini kesaksian gue yang berdomisili di jakarta barat yang dimana wilayah gue sering direndam banjir tahunan karena memang cukup rawan banjir. di awal 2016 ini jakarta diguyur hujan dengan intensitas yang cukup tinggi,intensitas hujan yang biasanya sudah cukup untuk membuat tanggal hitam berubah menjadi tanggal merah. ini serius men, hujan yang turun bukan cuman sekedar hujan yang mengguyur saja. tapi, hujan dengan intensitas tinggi dari hari ke hari dan berlangsung cukup lama. berkaca dari intensitas hujan itu, gue yakin 100% kalau banjir pasti akan melanda. dan sebagai seorang pelajar, gue akan mendapatkan libur tambahan. dan apakah yang terjadi? ekspektas gue yang mengatakan kalau banjir pasti 100% melanda ternyata hanya isapan jempol belaka. gue cukup kaget men, karena setelah beberapa kali diguyur heavy rain, there was no flood. cuma ada jalanan yang basah men. holy sit. kalau ada banjir pun cuma berupa genangan semata, dan siangnya udah surut. 
Hal tersebut tentunya merupakan signal positif yang sudah diberikan ahok di awal tahun ini. lucunya, karena sukar untuk banjir, beberapa waktu yang lalu ada oknum tak bertanggung jawab yang dengan sengaja menimbun kulit kabel digorong-gorong jalan merdeka untuk membuat wilayah tersebut terendam banjir.
  • Jakarta makin pintar!


Keberadaan KJP dan KJS tentunya berdampak sangat positif dan sepertinya cukup adil bagi warga ibu kota yang memang kurang mampu. oke, KJP dan KJS ini pada awalnya memang merupakan program yang dibuat oleh jokowi - ahok. tapi sepeninggalan Jokowi, Ahok semakin menunjukkan keseriusannya dalam membenahi jakarta di bidang pendidikan. terbukti dari adanya wacana kuliah gratis bagi anak SMA yang kurang mampu. jadi, sebentar lagi kartu jakarta pintar tidak hanya sebatas untuk jajan saja, tapi juga bisa digunakan untuk kuliah gratis. iya, kuliah gratis. ya.. tinggal kita lihat saja bung bagaimana eksekusinya. 
  • Jakarta makin disiplin.


Sudah bukan menjadi rahasia lagi kalau Ahok ini orang yang hobi memecat. bukan sembarang pecat, tapi orang-orang yang dipecat adalah orang-orang yang tak disiplin. PNS, kepala dinas, ketua RT/RW yang tak disiplin pun menjadi korban. pegawai-pegawai negri yang sering bolos, datang terlambat, pokoknya perilaku-perilaku indisipliner langsung disikat abis. gebrak meja, keluarin jurus wing chun, langsung sikat abis. maka keesokan harinya para pegawai yang menunjukkan sikap indisipliner tadi akan kehilangan pekerjaannya dan digantikan dengan yang baru. menurut sumber terpercaya, Ahok sudah memecat sekitar 120 PNS di tahun pertamanya memimpin.
Lucu memang jika kita mengingat kenapa baru sekarang (masa pemimpinan Ahok) kasus pegawai-pegawai yang tidak disiplin ditindak tegas. kenapa nggak dari dulu-dulu ditindak tegas? kalau memang pemimpin-pemimpin terdahulu memberi kelonggaran bagi pegawai negri yang tidak disiplin, maka tidak berlebihan jika  kita simpulkan kalau jakarta menjadi semakin disiplin dibawah kepemimpinan Ahok.

  • Ahok itu percaya sama rakyat, bersih, nggak gila jabatan.

Ada yang nonton mata najwa episode 16 maret 2016 kemarin? di episode kemarin, Ahok diundang sebagai bintang tamu dan beberapa pertanyaan ditanyakan oleh najwa shihab dengan tajam dan kritis seperti biasanya. ketika ditanya perihal "tuduhan" korupsi sumber waras, Ahok menjelaskan semuanya dengan santai dan cukup emosional.  dia malah balik menantang para pejabat untuk mempublikasikan daftar kekayaannya.ya, seperti itulah men dunia ini. saking bersihnya ahok sampai-sampai tuduhan korupsi dijadikan senjata untuk menjatuhkan. tapi pada akhirnya, tuduhan itu hanya isapan jempol belaka. 
Dan ketika ditanya mengapa ia memilih jalur independen, maka kata kuncinya hanya satu: kepercayaan. teman ahok percaya kepada beliau, beliau pun sebaliknya. meskipun banyak partai yang ingin meminangnya, tapi Ahok tetap kukuh memilih jalur independen karena dia "percaya". beliau pun memfilosofikan apa yang terjadi seperti kendaraan. dipinang parati, berarti dia diberi tumpangan untuk naik mercedes benz ke pilgub 2017. atau maju secara independen, yang berarti ia diberi tiket untuk naik bus menuju pilgub 2017. dan apakah yang dipilih beliau? ya, nyatanya beliau lebih memilih untuk naik bus ketimbang naik mercedes benz. 
Dari semua hal itu, maka bisa disimpulkan kalau Ahok bukanlah figur yang gila jabatan. kenapa? karena jelas men, kalau dia gila jabatan kenapa tidak dia terima saja itu partai-partai yang menginginkannya? justru beliau lebih memilih untuk bertaruh melalui jalur independen. dan ketika bertaruh melalui jalur independen, beliau pun sama sekali tidak mendanai anggaran teman ahok. kalau beliau gila jabatan, beliau ngebet. kalau beliau ngebet, duit berapa juga diberi dah demi jabatan. tapi apakah dia seperti itu? tidak. dan kalau dia gila jabatan, dia nggak mungkin nyari ribut sama DPR perihal dana siluman ataupun tegas dalam masalah penggusuran yang sejatinya hal itu dapat menjadi boomerang dan menciderai elektabilitasnya
  
Pada akhirnya tulisan ini  hanya merupakan opini publik semata. mau setuju terserah. mau nggak setuju juga terserah. namanya juga opini publik.

 ****



Setelah sekitar 15 menit di posko teman Ahok, gue pun pergi meninggalkan tempat itu dengan penuh kemenangan dan kelegaan. yeahhh, i'm a part of teman ahok. dan sebelum benar-benar melangkahkan kaki untuk pergi meninggalkan posko yang terletak di sebuah mall di  kawasan pluit itu, gue dan nyokap membawa pulang 20 formulir teman ahok. saatnya menebarkan kebaikan untuk 20 orang terdekat. nggak dekat-dekat amat juga nggak apa-apa, sih.






JADII...


KTP gue udah buat Ahok. 


KTP lo udah, buat Ahok?



#WakeUpJakarta

91 comments:

  1. Gue setuju klo bliau maju independen, keren
    Dan ajaibnya msng ga banir ya

    Moga2 deh kjp bisa masuk ke tingkat universitas soalnya mang kendala yg banyak terjadi biasanya di situ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Typo mang ga banjir maksudnya

      Delete
    2. yeah, keputusan doi buat maju naik kendaraan rakyat emang keren.

      Delete
  2. Nice thought Jev. Seandainya saya di Jakarta, saya pasti akan setor KTP buat Ko Ahok hihih ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. asik, yang non jakarta aja pingin ngumpulin ktp buat ahok.
      #diambukansolusi #wakeupjakarta

      Delete
  3. Saya bukan warga Jakarta, tapi saya dukung Ahok, yang lain buat lucu-lucuan hehehehehehehehehehehehe piissssss :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. jadi, maksud situ... yang lain buat guyonan belaka? :))

      Delete
  4. Iya sih ya, biasanya awal tahun begini banjir parah dimana mana. Tapi tahun ini engga.
    Di gang deket kosan aku biasanya juga banjir, tapi beberapa hri lalu banya pasukan oren bersihin gorong gorong. Langkah bagus, jadi gorong gorongnya dibikin dalem. Banget.

    Baru nyadar.

    ReplyDelete
  5. Saya suka dengan cara kerja Ahok. Tapi saya nggak suka Ridwan Kamil dan Tri Rismaharini dijadikan saingan terberat terus diketawain. Kesannya meremehkan. Dan kalo jujur-jujuran, kenapa enggak tendem aja mereka di satu koalisi terus membangun Jakarta lebih baik. Kalau niatnya baik mah, jabatan dimana enggak penting, yang penting kerja dan kontribusi.. Itu pendapat saya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau pemimpin yang emang berdedikasi, pintar, bersih, dan tegas itu memang biasanya kritis bro. kayak pak ridwan sama bu risma, mereka sadar pemimpin yang baik itu seharusnya disebar. bukannya diadu di satu ring tinju untuk saling berebut elektabilitas.

      Delete
  6. Ia adalah sosok pemimpin yang hebat.

    Hanya saja, cara kerjanya yang "tak biasa" membuat ia dibenci banyak orang.

    Jakarta butuh pemimpin seperti Ahok.

    :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. begitulah orang-orang yang "agak-agak". ketemu pemimpin yang nggak tegas, dicuekin. sekarang, ketemu pemimpin yang benar-benar tegas yang nggak bisa dikasih pelicin sama pengusaha.. malah dibenci karena beberapa aksinya yang terlalu berani.

      Delete
  7. Gue nggak nyangka sama lu Jev, ternyata tulisan lu sampe bisa membahas menyangkut tentang politik haha. jujur lah gue suka banget sama gaya tulisan lu. Dan untuk ahok gue juga setuju untuk manju kembali secara independen moga aja ahmad dani nggak sampai menjabat jadi gubernur wilayah dki nanti. pemimpin seperti ahok, kang emil dan bu risma emang kudu dan perlu di pertahankan dan mestinya pemimpin seperti mereka itu di perbanyak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha, itu namanya #ahokeffect. begitulah pemimpin yang hebat, relawannya banyak walau tanpa imbalan yang diberikan. makaseh!

      Delete
  8. Semoga tetap pakai jalur independen dan tetap ada partai yang menyokongnya walau lewat independen

    ReplyDelete
    Replies
    1. untuk saat ini, banyak kok bro partai yang ngantri. entah memang berniat menyokomg kalau sewaktu-waktu kendaraan independennya mogok, atau... mereka hanya berusaha untuk menggoda.

      Delete
  9. Tapiii. KTP gua Pekalongan jev. :(
    Semoga jadi pemimpin yang Amanah ya pak. Titip Jakarta. :")

    ReplyDelete
  10. Sukaaaak ama postingan mu ttg ahok ^o^... selalu berdoa supaya mr governor selalu dlindungi Tuhan YME ya..mengingat para musuh2nya itu pasti menghalalkan segala cara utk nyingkirin ahok..

    ReplyDelete
  11. Kalau aku sih bersyukur bu risma sama kang emil tetep menjadi pemimpin di daerah kewenangannya. Gimanapun juga Indonesia butuh pemimpin seperti mereka-mereka ini, karena Indonesia g cuman jakarta. Biarlah Jakarta bersama Ahok, dan muncullah pemimpin2 lain yang berkompeten, berdedikasi tinggi, dan memperjuangkan kebaikan untuk rakyatnya. Biar nggak cuman Jakarta, Surabaya, dan Kota Bandung yang sejahtera. Semoga sukses yah, maaf aku g dukung ahok, soalnya KTPku di Kediri, Jawa Timur :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. yap, sepr sekali. "indonesia nggak cuma jakarta".

      Delete
  12. Bhahahaahaa iya ya, setelah teman Ahok, ntar muncul teman tapi mesra Ahok, gebetan Ahok, Wkwkwk

    Setuju, bro. Ahok kerjanya bener-bener memuaskan. Nggak gila jabatan yg lu tulis itu bener banget. Jarang jarang ada pemimpin yang kayak gitu.
    Ini lu udah keren banget bisa nulis tentang politik. Gue nggak bisa nulis yg beginian, Jev :'D

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena jarang-jarang ada yang kayak beliau, maka om ahok ini perlu dipertahankan setahan-tahannya! :)

      Delete
  13. Postingannya tentang politik. Kereeeen. Kata kuncinya adalah takut. Takut yang bisa dikatakan juga segan gitu ya. Rakyat jadi segan sama Ahok. Pesaingnya mungkin juga gitu, cuma enggan buat nunjukin.

    Kasihan bener Ahok, udah diserang pake isu SARA, malah diserang pake isu korupsi. Terlalu kreatif itu yang nyebar isu. Huhu. Doaku cuma satu, semoga Ahmad Dani nggak menjabat jadi gubernur. Nggak lucu banget kalau Republik Indonesia diganti jadi Republik Cinta, ntar kayak Zaskia Gotik lagi :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha, semoga doamu terkabul. oops. :)

      Delete
  14. Kalau kata temenku, anak yang udah punya KTP itu udah tua. Itu alasannya kenapa aku belum ngurus KTP sampai sekarang, entar nunggu selesai ujian aja.

    Bu Risma gak akan kami biarin pergi begitu aja ninggalin Surabaya, di Surabaya masih banyak yang harus diurus kok eh ngacir ke Jakarta.

    Tapi persaingan buat DKI1 ini emang heboh banget, dah kayak pemilihan presiden aja. Iya sih, secara gubernur DKI mimpin ibukota negara. Gubernur DKI memimpin tempat yang digunakan untuk memimpin negara, keren banget kan kalau menang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha mantap, jaga terus tante risma :")

      Delete
  15. Untunglah Bu Risma tidak maju ke pemilihan yaa, biarlah dia tetap jadi walikota Surabaya aja. Soalnya kota saya kalau dipimpin beliau udah klop banget hehe.

    Keren banget tuh aksi teman ahok yaa, mereka ngumpulin KTP pendukung Ahok. Ahok sendiri orangnya juga bener-bener keren dan cocok jadi pemimpin yang tegas. Buktinya dia lebih memilih maju secara independen. Ngomong-ngomong banjir tahun ini pun kayaknya nggak separah tahun-tahun sebelumnya juga. Semoga Ahok terpilih lagi deh 2017 nanti.

    ReplyDelete
    Replies
    1. pemimpin yang berdedikasi emang sukar untuk direlakan pergi. dan aksi relawan ini salah satu bukti nyatanya :)

      Delete
  16. Gw setuju Bu Risma dan Kang Emil nolak jadi cagub. tiap daerah harus punya pemimpin yg bertanggung jawab sampai tuntas.
    Gw juga suka sama gaya kepemimpinan Pak Ahok, yang nyatanya selama tinggal di Jakarta, gw sendiri merasakan perubahan yg lebih baik. Tapi sayang ga bisa dukung karena bukan KTP Jakarta.
    Yang gw mau komen disini cuma soal banjir, keknya selain karena Pak Ahok yg ngejabat, juga karena intensitas hujan yg gak terlalu tinggi dibanding tahun2 sebelumnya.

    Ehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yoi, kalau di geografi pakenya prinsip distribusi ini. pemimpin bagus seharusnya disebar, bukan diadu.

      Delete
    2. untuk masalah hujan, sebenarnya hujannya intensitasnya tinggi sama kayak tahun2 sebelumnya. lo bukan ktp jakarta kan? berarti, nggak tinggal di jakarta dong? sebagai orang yang berdomisili di jakarta, gue merasakan instensitas hujannya nggak kalah tinggi sama tahun2 sebelumnya.

      Delete
  17. KTP gue gak bisa bang.. haha
    Gue kan bukan orang jakarta.. Maaf ini ya..

    Lo salah satu teman ahok kah? Atau tim suksesnya? Hayo ngaku bang!!

    Oh iya, sebagai salah satu ibu kota negara, jakarta pasti di sorot berbagai media. Jujur klo gue liat tv. Pak ahok itu keren, tapi klo di sosial media, banyak yg bilang jelek.
    Gue gak tau juga yg bener mana, intinya si semoga djakarta lebih baik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. waduh, pindah jakarta lah bro. bikin ktp jakarta.
      gue cuma warga jakarta yang sadar kalau jakarta masih butuh mr. ahok.

      Delete
  18. Waahh ini gue suka postingan gini.

    Menurut gue risma, ridwan kamil, ahok, itu seperti super hero, mereka emang gak cocok bersaing. Gue sangat respect sama mereka bertiga.

    Pak ahok indie nih. Keren. Para relawan keren. Di sosmed rame banget. Terus channel youtube cameo project juga buat lagu tentang teman ahok ini. Keren. Udahlah kalian semua keren. Jakarta keren. Ahok lebih keren.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yoi, teman ahok itu kerenn kalau super hero diadu, ending2 nya bakal jadi kayak batman vs superman. dan pada kenyataannya, banyak oknum yang memanfaatkan "super hero" yang diadu tersebut sebagai tontonan yang menarik. terutama, media~

      Delete
  19. Suka nih gue sama yang independen independen gini. Gatau kenapa keren aja gitu nyebutnya hahaha.

    Gue suka aja liat si pemimpin tergalak se nkri ini, apalagi kalo udah emoi meletup letup, kharismanya menguar. Hhahaha, entahlah gue malah salah fokus. Belum minum aqua sepertinya

    Apapun itu semoga ibukota mendapatkan pemimpin yang baik dan bijal sesuai dan selaras dengan masyarakatnya. Keren juga sih si teman ahok ini bahkan kemaren di kaskus ada thread orang yang rumahnya abis di gusur tapi doi tetep dukung ahok. Keren deh kokoh kokoh satu ini.

    Aniway gue juga pengen daftar mantanahok, fansahok, pacarahok dan apapun itu dong muahahhaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha, bacaan lo keren bro. top!

      Delete
  20. yang sedari awal sejuta ktp jadi 1,4 juta? Ya Allah. Semakin ketat ini persaingan.

    Biarlah pak Ahok melanjutkan tugasnya sampai tuntas.

    Meskipun cuman biasa liat pak Ahok di Tv tapi salut dah sama pilihannya yang "naik bus" serta visi misi beliau di Jakarta.Semoga Jakarta menjadi semakin baik, Aamiin ya Rabb.

    ReplyDelete
    Replies
    1. rencananya sih begitu kalau revisi uu nya jadi. tapi, bisa lah~
      pemimpin yang gaul mah satu kendaraan sama rakyat.

      Delete
  21. Emang bisa selain warga jakarta Jev?
    gue KTP'a bukan jakarta.

    ReplyDelete
    Replies
    1. nggak bisa, bantu doa aja yak cuy

      Delete
  22. Semoga Jakarta makin hari makin baik aja, aku mah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. nggak akan baik, kalau pemimpinnya nggak baik. #hupahokhup

      Delete
  23. Ktp kugadai di warung indomie jd ngak biaa buat ahok dulu hahaha

    ReplyDelete
  24. huahaha anjir, keren banget emang pak ahok. gue ngefans banget sama nih orang. ketje parah.

    pemilihan secara independen menurut gue lebih greget. andai gue di jkt. pasti ktp gue udah buat pak ahok. kemaren juga sempet nonton mata najwa.. juga si

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah, ada baikny akalau lo pindah ke jakarta terus bikin ktp terus setor ke teman ahok :) #saranyangseenakjidat

      Delete
  25. KTP saya bukan untuk AHOK karena saya bukan warga Jakarta hehe tapi tetap berharap Jakarta mendapat pemimpin terbaik

    ReplyDelete
  26. wehehe, ini sama aja promosi. But okay lah, pemilihan secara independen menurut gue sangar banget, sayangnya gue belum punya ktp, gue masih SD

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukan promosi, tapi lebih tepat kalau dikatakan.. "tulisan seorang realawan".

      Delete
  27. Teman untuk Ahok. Sejak Ahok menjadi Wakilnya Bapak Jokowi untuk memimpin Jakarta, gue udah yakin aja sosok Ahok punya pengaruh yang besar di Jakarta kedepannya. Sekarang terbukti, salah satu bukti yang patut untuk diberikan penghargaan adalah membuat jakarta jauh dari banjir. Tahun lalu, gue sempet nonton berita Jakarta kebanciran dan menewaskan banyak orang. Penyakin berdatangan. Dan sekarang.. Jakarta bebas banjir.. Good Job pak Ahok.

    Generasi muda memang harus mendukung tujuan untuk membangun negara lebih baik. Salah satunya berangkat dengan Independen. Ya, meskipun awalnya 1 juta KTP, sekrang naik menjadi 1,4 jta. Tetep semangat pak Ahok. Majukan DKI menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. asik! uncle ahok memang juaraaaaaa

      Delete
  28. Kalau menjabat jadi pelayan masyarakat entah itu gubernur ataupun presiden. Dengan masa waktu 5 tahun itu serasa masih kurang, tentu belum ada banyak hal yang belum tuntas. Apalagi kalau tersandung masalah izin ini itu.

    Kalau 10 tahun barulah terasa pas. Ini tentu waktu yang cukup ga kurang dan ga lebih untuk membuat perubahan. Tapi tentu saja 10 tahun itu cm untuk orang yang bener2 niat memajukan negeri. Itu baru ok, salah satunya ya seperti pak Ahok ini...

    ReplyDelete
  29. Gokil, meenn! Pembahasannya tentang politikkk. Biasanya gue bosen kalo dengerin ato baca soal politik. Tp lu bawainnya enak sih.. Dan yg kampretnya lg ada sgla mantan ahok, teman tapi mesra ahok, gebetan ahok. Ini apaa??! :’)

    Kinerja ahok emg udh terbukti bagus sih. Gue melihat scra lgsg bukti nyatanya, kali/sungai yg stiap hari gue lewatin di Jakarta timur skrg udah bersihh siiiihhh siihh… Dari yg tdnya banyak sampah, dan baunya super duper. Cuma 3 bulan doang itu kali jd bersih banget, men! Org tiap hari dikerukin! Mantep banget daahh ahok. Kerenn!
    Gue jg baru ngeh klo skrg banjir gak seheboh dulu. Banjirnya sih tetep, tp surutnya cepet klo mnurut gue sih.. Kalo ujannya kecilan dikit jg lgsg surut.
    Org baik mah emg gtu yah, ada aja yg fitnah2 mulu:'(

    Gue pgn ikutan teman ahok, tp sayang, gue warga bekasi. Gak jadi ikutan deh jev:(

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih meeen.
      yes, pemimpin yang baik itu memberikan bukti nyata.

      Delete
  30. Aih, ada Pak Ahok *sun tangan*

    KTP gue buka jakart sih, tapi kalo diliat dari berbagai media yang meliput Pak Ahok ini, gue rasa beliau termasuk gubernur yang keren, perubahan wilayah yang dipimpinnya mengalami perubahan yang terpampang nyata, nggak cuma berakhir wacana. Sukses terus untuk Pak Basuki. Jakarta yang keras, butuh pemimpin yang keras juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. untuk orang yang nggak berdomisili di jakarta, pemngamatan dikau cukup prima men.

      Delete
  31. Gue juga setuju malah sama keputusan kang emil sama bu risma buat gak ikut bersaing dalam DKI 1, karena mereka punya tempat masing-masing untuk membersekan kewajibannya.
    Kayaknya, pemimpin seperti mereka bertiga yang dibutuhkan untuk seluruh daerah yang ada di Indonesia. Pasti keren jev \m/

    ReplyDelete
    Replies
    1. yoi, uncle emil, uncle ahok, sama auntie risma adalah 3 sosok pemimpin yang keren. ditambah satu lagi kalau boleh, susi pudjiastuti

      Delete
  32. Gue pun setuju2 aja kalo Ahok jadi gubernur lagi tahun depan. Yang jadi alesan gue adalah karena kepemimpinan Ahok gue rasa udah baik dari yg lu sebutkan diatas kalo misalkan ganti gubernur lagi berarti mulai dari nol lagi.

    Yg paling gue suka dr gaya kepemimpinan Ahok adalah dia berani melawan apa yang menurutnya salah seperti kasus kalijodo kemarin. Okelah nanti kalo Tuhan mengizinkan gue nyetor ktpnya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. ah, tuhan pasti selalu mengizinkan. tinggal ada kemauan atau enggak doang.

      Delete
  33. KTP gue pingin buat ahok tapi KTP gue diluar kota x_x

    ReplyDelete
  34. sukses ya untuk gerakan KTP untuk ahok :)

    ReplyDelete
  35. Semoga apa yang dicita-citakan warga Jakarta bisa tercapai.
    Kalau memang warga Jakarta masih menginginkan Ahok jadi pemimpinnya, semoga saja aksi yang dilakukan berjalan lancar :)

    dan doanya kalau jadi ya inget-inget sama warga, hehe

    ReplyDelete
  36. Keren perang2 ngan-nya perihal gubernur jakarta...
    yang penting====> JANGAN TERPROVOKASI ISU SARA...
    karena SARA adalah senjata ampuh bagi bangsa/negara yg TIDAK SUKA Pada bangsa kita :)
    Jangan mudahpula diadu domba...

    Semoga Jakarta dan seluruh nusantara diberikan kedamaian dan keberkahan...

    silahkan berkompetisi :)

    ReplyDelete
  37. Sayang gue bukan orang yang berdomisili di Jakarta. Ahok ini bisa diibaratkan sebagai pohon: Semakin tinggi pohon semakin kencang angin bertiup. Dan Hanya pohon berbuah yang dilempari batu. Semakin lebat dan ranum buahnya, maka semakin banyak yang melemparinya. Gue sebagai calon warga Jakarta, menginginkan sebuah perubahan terhadap kota Jakarta. Jakarta Bebas banjir dan bersih terutama.

    Oya, terobosan Ahok yang nggak kalah keren dalam sejarah kepemimpinnya selama ini ialah peluncuran aplikasi Qlue. Kalau udah lihat liputannya di Net TV pasti tau. Atau kalau mau coba langsung di playstore udah ada kok.

    ReplyDelete
    Replies
    1. boleh bro, filosofi pohonnya boleh juga.
      bah, walaupun domisilinya bukan di jakarta, tapi ngikutin juga kau? mantap

      Delete
  38. USB mana USB??? Bahahhahaakkkk....
    sumpah gue ngakak waktu berita UPS itu lagi hot-hotnya.

    jakarta mah emang harus dikerasin, harus dimaki dulu baru pada mikir.
    Dipimpin sama orang klemer-klemer malah berantakan gak kira-kira.
    kapan jakarta bisa bener2 rapih yah...
    5 taon mah kurang.
    kesempatan cuma 2x. 10 taon pun gak cukup rasanya.
    Itu si pak ahok kalo bisa dikloning jadi ratusan atau ribuan... nah seru tuh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha, dia nggak tau kalau ups sama usb itu 2 benda yang sangat berbeda.
      yoi, oke juga pemikirannya :)

      Delete
  39. meskipun saya udah jd org Bogor, tp masih KTP Jakarta hehe.. saat ini saya masih mengacungkan jempol utk kinerja Ahok yg gayanya ceplas ceplos, tapi gerakannya gesit. Siapa pun nanti yg terpilih, semoga tetap berniat baik membenahi yg perlu dibenahi

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau memang mengacungkan jempol untuk kinerja ahok, nggak ada salahnya ngumpulin ktp untuk beliau kan..

      Delete
  40. Saya dukung keputusanmu milih Ahok... Untung pencalonan Ridwan Kamil untuk DKI 1 cuma rumor, sebelum DKI 1 harus Jabar 1 dulu. Saya juga yakin kasus penonjokkan sopir omprengan kemarin2 itu ada muatan politisnya... Kok jadi bahas Ridwan Kamil ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah wah wah, ini #TimKangEmil garis keras yak. beliau memang sering membuat keputusan yang sangat bijak, dan gue juga percaya kasus pemukulan sopir itu cuma asal ceplos aja. isu yang cuma bersifat menjatuhkan.

      Delete
  41. wah jev..saran yang baik tuh untuk mengembalikan ktp, sayang nya gue blm megang ktp ehehe:v

    ReplyDelete
  42. wah jev..saran yang baik tuh untuk mengembalikan ktp, sayang nya gue blm megang ktp ehehe:v

    ReplyDelete
  43. Mengangkat topik yang berani ya.. politik itu lika liku penuh strategi. Saya pernah membahas tentang pencalonan beberapa tokoh untuk wilayah pusat. Calon-calonnya ya Ridwan Kamil, Ibu Risma, Pak Ahok, dan Pak Ganjar. Secara pribadi saya setuju kalau Pak Ridwan baiknya masih memimpin di Bandung saja. Gaya kepemimpinan beliau kalo dibawa ke Jakarta yang penuh ketegasan sepertinya belum ngepas. Bandung iklim yang cocok buat Pak Kamil. Kalo pun ada yang bisa dibawa ke ibukota, sepertinya Pak Ganjar dan Bu Risma. Tapi yang seperti kita sudah ketahui bahwa Bu Risma menolak dan memilih tetap di Surabaya, yang mana saya setuju gaya beliau memang cocok untuk Surabaya. Bu Risma dan Pak Ahok sama tegas dan frontalnya, hanya Bu Risma memilih utk tidak terekspos sebanyak Pak Ahok. Di satu sisi gaya "tegas"nya Pak Ahok memang tidak menumbuhkan simpati bahkan memberikan contoh yang buruk karena kadang penuh kata makian, tapi beliau pasti punya strategi dalam memilih tindakan mengingat Jakarta sangat heterogen dan iklim sosialnya yang keras. Hukum rimbanya benar2 berasa. Pemimpinnya harus powerful. Keberhasilan-keberhasilan Pak Ahok harus diakui nyata bagi perubahan dan perbaikan tidak hanya DKI tapi juga berimbas pada kota-kota lainnya.
    Kalo pun ada yang bisa diperhitungkan, menurut saya Pak Ganjar. Waktu di Mata Najwa juga tokoh satu ini punya kharisma, dia charming seperti Ridwan Kamil, tapi tegas seperti Bu Risma atau Pak Ahok. Kalem tapi bicaranya bisa nyelekit.. hehe. Mudah2an nanti Indonesia punya makin banyak pemimpin perubahan selain mereka yang sudah kita sebutkan di atas. Kalo baca bukunya Rhenald Khasali, ada juga tokoh pemimpin perubahan dari Kalimantan yang secara politik pusat memang namanya jarang disebut, tapi dimata internal politik bangsa, sudah mulai diperhitungkan.
    The last but not least... topik bahasan yang menantang. Good job :)

    ReplyDelete
  44. Jeeep bukannya gue gak cinta Ahok ataupun gak dukung bikin Jakarta lebih baik(⌣́_⌣̀٥)
    cuma masalahnya ktp gue ktp DEPOOK JEEP iya DEEEPOOK!
    gak bisa juga gue ikutan ngumpulin KTP

    ReplyDelete
  45. Apa saya harus buat dulu ktp jakartanya biar bisa dukung ahok nih bang ?

    ReplyDelete
  46. Waktu itu gue udah ikutan isi formulir itu, tapi fotokopian, terus berlaku gak kalo fotokopian, Jev?

    ReplyDelete
  47. Lah, gue belom gan hohhhhhhh, emang masih ada pendaftarannyapendaftarannya

    ReplyDelete
  48. JEF KEREN BANGET TULISAN LU!
    Aku emang bukan orang Jakarta, tapi kan di televisi berita di Jakarta selalu up-to-date. Jakarta semenjak dipimpin pak Ahok makin keren dan jaya ulala. So, cocok dah dipimpin pak Ahok. Yippie!
    Eh btw, aku baru ngeh, pak Ahok ambil jalur independen. Iiihhh yaarabb, mantap dah!
    Jiwa politikmu mantap. :3

    ReplyDelete

b:if cond='data:blog.pageType != "item"'>