Sunday, May 8, 2016

PEMOTOR OH PEMOTOR



Dari banyaknya pengguna kendaraan pribadi yang ada di Jakarta, maka para pengguna sepeda motor adalah yang paling lucu. nggak peduli berapa umurnya, nggak peduli punya sim atau enggak, pasti pernah yang namanya melanggar lalu lintas. entah itu dalam bentuk nggak pake helm, entah itu dalam bentuk menerobos lampu merah, entah itu dalam bentuk perboden sembarangan, sampai dalam bentuk pencurian terhadap hak pejalan kaki dengan cara menaiki trotoar. pffttt. ibukota negara memang keras, sobat. mungkin karena faktor M kali ya, Metropolitan.

Pemotor oh pemotor. hobi melanggar peraturan, tapi giliran dibilang nggak tau aturan malah marah. hobi nyalip sana-sini, giliran kesenggol dikit sama mobil, mobilnya yang dipelototin. masih lumayan hangat tentunya kejadian beberapa waktu yang lalu di salah satu wilayah jakarta, saat para pemotor tertangkap berteduh dibawah fly over saat turun hujan: 

aer panas.. aer panas..
Berteduh dibawah flyover saat hujan kayak gambar diatas memang merupakan salah satu tindakan paling kampret yang pernah dilakukan oleh para pemotor. bukannya apa-apa, mereka nggak mikir apa yak kalau mereka membuat sebuah kemacetan dibelakangnya hanya karena takut kena rintik-rintik hujan. kalau berteduh tapi nggak bikin macet sih oke-oke aja, tapi kalau berteduh dan menutup jalan bagi kendaraan di belakangnya? uhuk. salah satu masalah terbesar di Jakarta yang sampai sekarang masih membuat kepala gubernur pusing 69 keliling adalah kemacetan, dan yang dilakukan para pemotor dengan berteduh dibawah flyover itu justru malah menambah masalah kemacetan yang ada di ibukota. kalau tau hujan, ya pake jas hujan lah. kalau nggak punya jas hujan, ya BELI lah. lucu, bisa beli motor tapi nggak bisa beli jas hujan. ini kan sama aja artinya kayak bisa beli kapal, tapi nggak bisa beli pelampung. sangat tidak cerdas.   

Beberapa waktu yang lalu netizen kembali digemparkan dengan aksi berani Alfini Lestari, seorang wanita pemberani yang dengan perkasanya mencegat para pemotor yang sedang menaiki trotoar di  jalan Sudirman, Jakarta. bukan cerita baru memang, kalau trotoar di ibukota itu multifungsi. bukan cuman sebagai tempat bagi para pejalan kaki atau para pedagang kaki lima, tapi sekarang juga bagi para pengendara motor. mungkin bukan cuman di Jakarta, tapi di beberapa kota besar lainnya juga aksi motor diatas trotoar ini sering terjadi.  

sakiti saja aku mas...
tabrak akuu..
bukti kalau cowok takut sama cewek..

Trotoar di kawasan Sudirman itu memang terkenal sering digilir oleh para pemotor. bukan cuman dirampas dari pejalan kaki, tapi juga digilir. udah dirampas, digilir pula. saids. Suatu malam di tahun 2015 lalu, karena hujan dan sulit mencari taxi, gue dan beberapa teman satu persilatan yang lain terpaksa berjalan kaki dari mall fx sudirman sampai dengan gedung MPRD/DPR. dan apa yang gue lihat waktu itu memang cukup miris. ada banyak motor diatas trotoar yang gue lihat malam itu, entah itu yang dikendarai atau cuman terparkir diatas trotoar. nggak percaya? baca  ini cuy.

Gue ini salah satu pemotor di ibukota, loh. kejahatan terberat gue cuman menyeret kucing yang nyebrang sembarangan. sebenarnya gue sering lewat jalan raya tanpa helm, tapi ya itu masih termaafkan lah ya fellas. yang nggak pake helm gue, yang rugi juga gue. beda cerita sama yang namanya naik motor di atas trotoar. yang naik si kampret, yang rugi orang lain. ini kan namanya pencurian hak pejalan kaki. entah karena belum sadar atau emang nggak ada kesadaran, pemotor itu selalu hobi menjadi parasit. nggak cuma di jalur busway, tapi juga di jalur pejalan kaki. memang nggak bisa di pukul rata sih karena nggak semua pemotor kayak gitu, tapi setidaknya cukup banyak pemotor yang kayak gitu.

Bukannya merasa paling benar, dahulu kala gue juga pernah beberapa kali berkendara diatas trotoar dekat sekolah. itu itu long time ago, and it used to be. semoga. dan setiap kali berkendara lewat trotoar, pasti ada feeling guilty yang terasa setelahnya. maka dari itu, gue selalu berusaha untuk menghindari yang namanya berkendara diatas trotoar. mau macet, bodo amat. macet itu jakarta. kalau nggak mau kena macet, pergi ke hutan di papua sono.

Undang-undang di pasal 131 Ayat (1) UU LLAJ jelas menegaskan kalau trotoar diperuntukkan bagi pejalan kaki. itu artinya trotoar bukan milik perorangan, apalagi pemotor. asik. jadi berasa hafal undang-undang, padahal baru googling tadi. Pertanyaan yang selalu muncul di benak setiap pejalan kaki mungkin sama: sanksi apa yang bisa diberikan bagi motor diatas trotoar ini? Mungkin sanksi yang diberikan oleh pemerintah dalam hal ini mentri perhubungan masih kurang sadis. mungkin sudah ada sanksinya, tapi eksekusinya? meskipun cukup sering menonton atau membaca berita, gue jarang melihat berita yang mengekspos tentang pemotor yang disanksi tegas setelah melanggar. dipenjara atau didenda gitu.  entahlah, kita tanya kan saja kepada pak Ignasius Jonan.

Pemotor oh pemotor. meskipun sudah ada koalisi pejalan kaki yang bergerak secara sukarela semenjak beberapa tahun lalu, tapi para pemotor kampret itu tetep aja ada. gue rasa revisi undang-undang sangat diperlukan untuk menegakkan keadilan bagi para pejalan kaki. nggak muluk-muluk, sebagai seorang pemotor ibukota yang juga merangkap sebagai pejalan kaki, gue cuman berharap pak Igansius Jonan membuat peraturan baru tentang hak pejalan kaki yang memiliki payung hukum. misalnya, kalau ada pemotor yang merebut hak pejalan kaki, maka pejalan kaki berhak menjitak kepala dari si pemotor itu. dan ada undang-undang yang melindungi si pejalan kaki ketika si pemotor membalas jitakkan tersebut. kan enak kalau ada banyak pemotor kampret yang naik ke atas trotoar, itu artinya kita bebas untuk memberikan jitakkan, cepolan, tampolan, tamparan atau apapun itu kepada banyak para pemotor kampret.

Akhir kata, untuk para pemotor yang tak tahu aturan: bertaubatlah..


Salute!


74 comments:

  1. pemotor mah kadang suka seenaknya sendiri, tapi gak semua pemotor begitu kok, mungkin karena diburu waktu yang sangat mepet mereka memakai jalan pintas yang mengakibatkan para pejalan kaki kehilangan hak nya #eh, maksudnya jaln di trotoar jadi rusak begitu. namun jika tak ada yg memberi tahu tentang penggunaan ini sapa lagi?

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu yang saya kurang suka dari pengendara motor mbak, merasa sebagai orang paling kepepet sampai mengganggu sesama pengguna jalan raya..

      Delete
    2. mau diburu waktu atau enggak, tetap aja pake trotoar sebagai jalan pintas itu adalah salah. semua orang juga kepepet.. semua orang juga diburu waktu.. hohoho

      Delete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Bukan hanya di Jakarta saja coy... Di kota kecil kayak Banyumas juga banyak yg ngelanggar lalin... bedanya, kalau di kota2 besar trotoar jadi "jalan", disini paling sering itu jalur sepeda yg dirampas...
    kalau trotoar disini, yg ngerampas para PKL..
    wkakakakakak....

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau di Jakarta, segala macam di rampas bruh.. jalu sepeda di rampas, jalu busway dirampas, trotoar digilir pejalan kaki --> PKL --> pemotor.

      Delete
  4. Kalo semua pengguna jalan bisa lebih sabar dan mematuhi peraturan, bakalan indah dan nyaman rasanya lalu-lintas kita :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. yoi. sayangnya, cerita tentang semua pengendara yang patuh peraturan itu cuma mitos.

      Delete
  5. Itu g terlalu parah jef
    Dikota saya pemotor itu masuk rumah loh
    Parahkan
    Pemotornya itu nuntun motornya buat dimasukin ke rumah

    ReplyDelete
    Replies
    1. ITU RUMAH DIA SENDIRI KHAMPRET

      Delete
  6. saya memang suka bawa motor, tpi saya bukan pemotor spt mereka! hehe
    beberapa waktu lalu, dsini kelompok motor malah ngadain perkummpulan gitu. sampe rame bgt jalanan penuh geng motor. saya sih antusias ngeliatnya :D tpi berisiknya ampyuuun

    ReplyDelete
    Replies
    1. selama konvoinya nggak di trotoar sih keren..

      Delete
  7. Hahaha, ternyata di Jakarta udah ada. Alhamdulillah kalo masih ada yang mau dan berinisiatif bergerak. Yang di Semarang juga bagus tuh, si Daffa. Salut deh buat para pemerhati trotoar ini. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. emang, orang2 yang punya keberanian kayak gini yang bikin salut..

      Delete
  8. Bener banget, gue enggak mengendarai motor sih. Tapi gue ngendarai mobil, dan kadang deg-degkan kampret karena pemotor yang gak bertanggung jawab. Alhamdulillahnya gue selalu bersabar sama pemotor yang seperti itu hahaha.

    ReplyDelete
  9. Jep.. Jep..
    Jadi cowok, kok, kritis banget sih, Kang. Kan jatohnya keren. Uh~
    Gilagilagila, gue setuju banget, nih. Kadang suka kesel banget kalo lagi jalan trus diklaksonin motor yang mau lewat di trotoar. LAH ELU YANG NGELANGGAR KOK GUE YANG DISURUH MINGGIR YAK SU. *maap kebawa esmosi :"((
    Yah, semoga pengendara motor di muka bumi yang suka mengambil hak-hak pejalan kaki cepet insyaf, deh. Kasian pejalan kaki kalau jalurnya di ambil mau lewat mana lagi woy. Yakali gelantungan di atap flyover :"(

    ReplyDelete
  10. Keren tuh cewek yang menghadang motor di trotoar. Bagus, biar nyahok dan malu tuh para rider, :)

    salam
    http://alrisblog.wordpress.com

    ReplyDelete
  11. Gile, itu emang berani banget ya si cewek itu tuh. Kemaren juga ada kan ya, yang cowok anak kecil ngelakuin hal yang sama kayak si cewek ini. Daffa kalo ga salah namanya deh. Salut gue sama orang-orang kayak gitu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. emang keren tipe2 penggerak perubahan kayak gitu. kadang bikin merinding..

      Delete
  12. Aku juga salah satu pemotor, sedikit agak tersinggung sih soalnya sekarang udah punya motor tapi masih belum punya jas hujan. karena masih belum ada waktu buat belinya hahaha
    Btw salut lah sama cewek yang berani menghentikan para pemotor yang pake jalan di trotoar (y)

    ReplyDelete
  13. Hiiii Jev tetep aja naik motor gak pakai helm itu salah, tak termaafkan hahahhaa
    Salu deh sama warga yang bisa menghalau para pemotor yg memakai trotoar, ngerugiin orang lain cuy haduuuuww
    Mudah2an sih cepet diberlakukan undang-undang yg menjerat pelaku yg memakai trotoar sbg arena jalanan motor, ckckkckc gedeg lihatnya :( pemotor oh pemotor bertaubatlah

    ReplyDelete
    Replies
    1. tapi seenggaknya nggak pake helm kan yang rugi diri sendiri, kalau naik trotoar yang rugi banyak pihak :(

      Delete
  14. Mungkin itu cuma tipe-tipe pemotor yang ada di Jakarta aja sob. Karena faktor penjualan sepeda motor yang meningkat setiap tahunnya, hingga orang-orang berlomba-lomba untuk membeli kendaraan baru. Dan parahnya, setiap tahun arus Urbanisasi di Jakarta memang sangat gede. Jadi, pengguna sepeda motor terus bertambah, sementara jarang sekali gue denger ada kabar perluasan jalan di Jakarta. Hingga jadilah kemacetan sekarang ini.


    Kalo udah macet, pengendara motor bakal melakuin apa aja buat sampe ke tempat tujuan dengan cepat. Yah dengan cara instan yang kadang merugikan orang lain. Seperti merampas hak pejalan kaki. Tapi gue salut aja liat aksi Alfini Lestari yang berani menghalangi para pemotor yang sembrono seperti itu. Mudah-mudahan orang seperti kakak itu banyak di Jakarta itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, susah ngontrol pembelian kendaraan di kota kayak Jakarta. faktor macet itu alasan para pengendara motor naik ke trotoar sih..

      Delete
  15. Wah bawa Undang-Undang segala. Keren Jep!
    Jakarta emang begitu, macetnya duh...

    Jakarta emang kompleks banget permasalahannya, tetapi banyak yang pingin jadi gubernurnya. Eh aku baru tau loh ada perempuan strong itu. Keren banget, dia menghadang pengguna motor yang melintas yang trotoar untuk pejalan kaki.

    Padahal aturan itu dibuat untuk keselamatan bersama. Mulai dari kelengkapan berkendara dan rambu lalu lintasnya. Lain kali pakai helm Jep, jangan bermain-main dengan nyawa. Cuma punya satu aja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. entah lah mbak, saya lebih takut nabrak kucing daripada ke jalan raya tanpa helm terus di tilang..

      Delete
  16. Semoga dengan tulisan lo ini bisa sedikit membawa angin segar yang akan membuat perubahan.

    Gue juga kadang masih lewat trotoar juga loh. Dengan berbagai alesan. Ya, semoga kebiasaan buruk gue bisa hilang ya. Semoga aja aturan yang tegas bisa meminimalkan pelanggaran yang merampas hak pejalan kaki. Semoga!

    ReplyDelete
  17. Ini nih, kasus yang kamu paparkan diatas nggak jauh beda sama di kotaku Surabaya, bro. Apalagi kalau pas pagi-pagi lagi ramainya orang berangkat kerja, wahh trotoar udah pasti jadi jalan pintas bagi pengendara motor.

    Jujur kalau naik ke trotoar aku pribadi sih pernah sesekali, tapi itupun kondisinya sedang macet parah. KAlau lagi biasa-biasa aja ya nggak mungkin lah aku lewat trotoar. Tapi selain merampas hak pejalan kaki di trotoar, kadang pengendara motor juga merampas zebra cross juga loh. Pasti pas lampu merah banyak banget yang berhenti di tengah-tengah zebra cross. Kan kasihan pejalan kaki yang mau menyebrang.

    Sepertinya memang UU nya harus diperbarui nih, sesuai saranmu saja aku setuju haha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, surabaya gue denger2 sih juga banyak yang kayak gini. mungkin sama2 kota besar juga sih yak.

      Delete
  18. wow selain ada anak kecl bersepeda yang melarang pengendara motor naik trotoar kini ada juga ya perempuan nya mas. semoga dengan adanya 2 orang ini menjadikan pengendara motor patut pada aturan berlalu lintas ya mas

    ReplyDelete
  19. itu aku pernah liat social experiment di youtube gitu, Jev, tentang pengendara motor juga. Yang mereka itu kalau pas lampu merah berhentinya melewati marka jalan. Pokoknya pelanggaran-pelanggaran gitu lah. Tapi ya itu yang ngelanggar mah tetep kekeuh gak mau ngalah ckck

    ReplyDelete
    Replies
    1. gue juga pernah liat yang itu... minta digampar kalau nggak salah nama channelnya yak..

      Delete
  20. Jakarta keras broo! Aku rasa penghalau halau sepeda motor naik trotoar itu lagi happening banget ya, sampe ada komunitasnya segala. Yg bawa bawa tulisan gitu gitu itu. Malah kayaknya kemaren ada anak kecil segala, yg ikut menghalau pemotor naik trotoar. Berdoa aja semoga mereka mereka makin cerdas dengan menghormati semua pengguna jalan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebenarnya komunitasnya udah dari lama, koalisi pejalan kaki. udah beberapa tahun, maklum.. permasalahan motor diatas trotoar ini memang udah nggak ketulung

      Delete
  21. kalau bicara soal pengendara motor, adalah musuh utama saya kalau di jalanan terkadang ada yang suka ambil jalur orang terkadang saya sering, melemparnya dengan sesuatu jika mereka kelewatan, tapi semoga aja mereka bisa berubah dan tidak seperti gambar yang di atas

    ReplyDelete
  22. Emang pengendara motor (walaupun gue juga pengendara motor) yang nerobos lewat trotoar itu sangat mengganggu.

    Hidup pengendara motor yang tau aturan...!!

    ReplyDelete
  23. Segitu bangetnya macetnya Jakarta sampai trotoar diseruduk gitu sama pengendara motor. Salut sama Alfini bisa berani gitu, kalau saya jadi pengendara motor di situ pasti sangat malu...ckck

    ReplyDelete
    Replies
    1. yoi, pasti rasa malu dari pengendara motor waktu dihadang itu ada. udah dihadang, sama cewek lagi.

      Delete
  24. Makin hari, makin banyak para pemotor yang melanggar aturan jev -_-

    ReplyDelete
  25. Ini yg menghadang di trotoar mirip sama yg di semarang yaaa

    ReplyDelete
  26. Iyap betul banget artikel ini. Sekarang udah banyak pemotor-pemotor nakal yang ngelakuin kayak di atas. Tapi, gua masih percaya gak semuanya kayak gitu. Cuma disini kita kadang risih aja ketemu oknum oknum yang semau dia aja.
    Kalo gua liat sih, terlebih lu yang hidup di Ibu Kota. Mungkin salah satu faktor mereka kayak gitu ya karena pengen cepet dan gak kena macet, padahal itu karena pemikiran mereka aja yang seret.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukan cuma sekarang, dari dulu sebenarnya.. cuma sekarang baru mulai banyak ada pejalan kaki yang berani memperjuangkan haknya.

      Delete
  27. Namanya motor kredit juga.. sekarang siapa ajanbisa pake motor, tanpa dp juga bisa ambil motor. Jadi makin banyak yg make motor. Banyak yg gak sabaran juga... ntar kalo misal ketilang polisi, dibilangnya polisi nyari makan.

    Orang ibukota banyak yg manja sekaligus egois.. cuma mikirin diri sendiri aja. Kalo di tempat gue gak ada pemotor naik trotoar. Orang trotoarnya dipake Buat jualan. Khan kampret juga. Makan hak pejalan kaki ~

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sih, motor itu gampang banget yak didapetin kalau dipikir2..

      Delete
  28. Selain pemotor, beberapa pkl juga menggusur pejalan kaki karena ngetem di trotoar jef
    Kesian si pjalan kaki, apalagi ketambah sekarang banyak pula ruko2 yg ga matuhin undang2 kasi space untuk lahan parkir atau trotoar...kan jadi makin sempit aka jalanan

    ReplyDelete
    Replies
    1. hama2 trotoar itu memang memusingkan..

      Delete
  29. Ih inspiring banget yah itu mbaka mbak nya

    Harusnya polantas Indonesia itu kayak gitu tuh

    #salute

    ReplyDelete
  30. kelakuan2 buruk kayak gini nih yang udah membudaya di indonesia. nggk pantes buat ditiru. hak-hak pejalan kaki di rampas. semua orang diburu waktunya masing-masing, cuma perduli diri sendiri. hmm

    ReplyDelete
    Replies
    1. yap, pemotor memang banyak yang egois..

      Delete
  31. Etdaaahh serius itu pemotor neduh sebanyak itu di flyover? Nggak tau tempat banget sih.
    Di aku sih ada pemotor yang suka menjadikan trotoar dianggap jalan raya, tapi Cuma di beberapa titik pusat kota dan terjadi saat mau malam minggu doang. Sedih banget.
    Iya tuh, kayaknya perlu ada revisi undang-undangnya lagi. semoga dengan tindakan mbak Alfini menyadarkan pemerintah… biar pelajan kaki beban dengan lajur jalannya :’)

    ReplyDelete
  32. ini pasti ikut-ikutan menghadang, biar cepat terkenal bocah yang di semarang :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. entah lah. entah mau nyari popularitas atau enggak, yang jelas keberaniannya perlu diacungi jempol.

      Delete
  33. hahaha
    ngapain musti ke hutan papua buat ngak kena macet? :D
    kayaknya di semua daerah sama deh, kalo udah macet pasti para pemotor mulai nyari jalan pintas lewat trotoar.. sangat disayangkan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. soalnya di hutan papua masih banyak suku-sukunya. jadi kalau ada motor yang melanggar aturan, tinggal di panah. terus tamat.

      Delete
  34. Hmm, masalah di ibukota beragam yak. Kalau di sini, masih tentram dan ngga separah itu. Memang setiap kota punya kisah masing-masing

    ReplyDelete
  35. Peningkatan ekonomi (udah pada bisa beli motor) emang gak diikuti dengan peningkatan massa otak untuk belajar berkendara dengan baik sesuai aturan. Sebenarnya pelanggaran gak cuma di ibu kota, di daerah juga gitu walaupun gak sampe naik trotoar karena di tempat gue trotoarnya tinggi. Tapi di ibukota yang super sibuk membuat tingkat stress meningkat juga ya..jadinya dimarahin malah bales marahin.haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. pemikiran yang cerdas, bruh.

      Delete
  36. Mungkin mereka para pelanggar, waktu buat sim g diajari bagaimama menjadi pengendara yang baik, yang patuh thd rambu2 dan aturan yang berlaku, apsresiasi buat para pembela hak pengguna trotoar itu ya mas. Salut..

    ReplyDelete
  37. Bener ih, apalagi yang srudak sruduk gitu.
    Itu cewek keren banget. menghadang para pengendara motor yang lewat trotoar.

    ReplyDelete
  38. ini jakarta apa mau ngalahin rekornya ho chi minh city kali Jev? pertama kali aku ke HCMC, yg bikin shocked itu jumlah pemotornya gileeeee buanyaaak byangeeett.. itu jalanin udh kayak ada marathon motor.. dan baru jalan bbrp langkah, lgs kedengaran suara crash, crash aja... dalam sehari aku bisa nemu paling dikit 3 tabrakan motor.. kalah jakarta.. makanya pemotor di sini kayaknya mw nyamain itu tuh ;p

    ReplyDelete
  39. saking banyaknya kendaraan di indonesia sampai-sampai pengendara bermotor serakah. :'(

    ReplyDelete

b:if cond='data:blog.pageType != "item"'>