Monday, May 23, 2016

Show Your Morality, Fellas!


Selamat malam, budak-budak demokrasi. Negara lagi kacau, ya..

Gue agak sedikit nggak paham sama masalah duta-dutaan yang sedang terjadi di republik ini. Katanya dianggap merendahkan pancasila, tapi malah diangkat jadi duta pancasila. Katanya merendahkan oknum polisi, tapi diangkat jadi duta narkoba. Hal ini tentunya bisa menimbulkan blunder berupa fenomena baru, fenomena generasi muda yang berlomba-lomba merendahkan lambang atau aparat negara biar diangkat jadi duta. Ini gue curiga kalau orang yang ngeledek mantan pacarnya presiden bakal diangkat jadi duta juga, duta dan konsul. Kenapa duta dan konsul? Karena menurut undang-undang pasal 13 ayat 1, presiden berhak mengangkat duta dan konsul. Asik.




Selain fenomena duta-dutaan, akhir-akhir ini berita tanah air juga diwarnai dengan berbagai macam kasus yang bikin geleng-geleng kepala. Bukan karena berita-berita itu diiringi dengan musik remix yang jedag-jedug makanya bikin ajep-ajep geleng-geleng kepala, tapi karena.. berita-berita yang ada berhasil membuat para pembacanya gagal paham dengan apa yang sebenarnya sedang terjadi. 

Salah satu kasus yang membuat gue geleng-geleng kepala itu adalah kasus kekerasan seksual, yang masih menjadi topik pembahasan terhangat di seluruh surat kabar. Maraknya kasus kekerasan seksual akhir-akhir ini membuat seluruh pemberitaan di republik ini penuh dengan kata pemerkosaan pada judul dan isinya. Sebenarnya maraknya kasus kekerasan seksual sudah cukup lama terjadi, tapi baru akhir-akhir ini kasus itu diekspos dengan gencar-gencarnya oleh media. Smape-sampe ada wacana buat revisi undang-undang biar pelaku pemerkosaan itu dihukum seberat-bertanya.

Semenjak kasus bocah di bengkulu yang dibunuh dan diperkosa 14 orang itu menyebar, kasus-kasus serupa mulai diekspos media. Bangke, anak SMP diperkosa dan dibunuh oleh 14 orang pria itu adalah salah satu hal paling binatang yang pernah gue dengar. Tindakan itu jelas menciderai moral kaum pria. Selain kasus gang rape 14 orang itu, ada juga kasus pengusaha di Kediri yang katanya memperkosa 60 ABG. Astaga, gue curiga si pengusaha dari Kediri ini terinspirasi dari serial rapist taiwan, Justin lee. Tapi yang paling mencengangkan adalah kasus yang menimpah seorang karyawati di tanggerang baru-baru ini, yang meninggal bersama dengan gagang cangkul didalam kemaluannya. Gagang cangkul men, iya  gagang cangkul. How sick... betapa psikopatnya.


ketika lagu anak-anak beranjak dewasa..
yuk sini... sama om woody...

Menonton film dewasa mungkin adalah hal yang sangat wajar bagi kaum pria. Namanya juga cowok normal. Gue rasa cuma laki-laki di negri dongeng yang nggak pernah nonton bokep. Bukan karena mereka nggak normal, tapi karena mereka terlalu sibuk untuk mencari pemilik sepatu kaca yang terlepas disaat pesta dansa. Hal yang selanjutnya menjadi ketidakwajaran adalah ketika mereka sebagai kaum pria tidak dapat mengendalikan diri dan menahan hawa nafsu dari apa yang sudah mereka tonton. Ini gue nulis begini udah berasa kayak orang yang paling bener aja, yak. Tapi, setidaknya gue memang lebih benar daripada pria-pria cabul yang tidak benar itu. 

Praktis semenjak kasus pemerkosaan yang menimpah YY di bengkulu itu terkuak, setiap hari gue selalu mendengar atau melihat berita tentang pemerkosaan di berbagai macam daerah dari berbagai macam media pemberitaan. Dan tidak tanggung-tanggung, pelaku pemerkosaan yang selalu muncul di media ini tidak pernah single player alias selalu multiplayer. Atau dengan kata lain, selalu gang rape. Gue bingung, entah memang dari dulu kasus pemerkosaan berkelompok kayak gini sudah sering terjadi tapi nggak terlalu diekspos sama media, atau baru akhir-akhir ini aja kasus pemerkosaan berkelompok kayak gini mulai terjadi. Serius men, gue bingung kenapa belakangan ini setiap hari gue selalu melihat atau mendengar berita tentang pemerkosaan berkelompok. Paginya gue ngeliat berita di twitter yang judulnya gadis di daerah ini diperkosa 5 pria, gadis di daerah itu diperkosa 10 pria, terus malemnya gue nonton berita tentang gadis yang diperkosa sama ayah tirinya selama bertahun-tahun. Holy shit, the society is sick. 

Perlahan kasus pemerkosaan berkelompok di republik ini terlihat seperti kasus musiman. Kayak musim buah-buahan aja gitu men, nanti misalnya di daerah ini lagi musim buah ini karena panennya sukses, lalu selanjutnya di setiap daerah ikut-ikutan musim buah-buahan yang sama. Di daerah ini mulai terkuak kasus pemerkosaan berkelompok, nanti di setiap daerah ikut-ikutan juga muncul kasus pemerkosaan berkelompok yang nggak kalah keji. Zaman modern seperti ini pun terlihat seperti zaman primitif yang dimana kaum prianya baru mengenal seks. 




Setiap kisah sedih pasti memiliki pesan moral. Waktu sekolah dulu, tentunya kita dibuat bosan dengan pelajaran bahasa Indonesia tentang mencari pesan moral dari cerita ini, atau pesan moral dari cerita itu. Lantas, apa pesan moral dari kasus pemerkosaan berkelompok ini? Apakah pesan moralnya hanya sekedar peringatan untuk kaum wanitanya agar lebih berhati-hati? Entah lah, gue rasa nggak ada pesan moral yang bisa diambil dari kasus pemerkosaan. Karena sejatinya pemerkosaan adalah tindakan yang tidak bermoral, fellas.

Resvisi undang-undang ataupun perpu jelas harus dilakukan kalau kita melihat semakin hari semakin banyak korban yang berjatuhan. Mungkin yang paling memprihatinkan bukan lah rasa sakit yang para korban rasakan saat diperkosa oleh sejumlah pria, tapi rasa sakit yang akan para korban rasakan setelah tragedi pemerkosaan yang menimpah mereka itu terjadi. Rasa trauma jelas akan menghantui mereka, dan tidak menutup kemungkinan juga kalau rasa trauma itu pun akan mengubah kehidupan dan cara pandang korban untuk selamanya. Jadi, hukuman terbaik apa yang bisa diberikan oleh pemerintah kepada pelaku pemerkosa ini? kebiri kah? penjara seumur hidup kah? Entah lah, kita lihat saja nanti.

Kita adalah manusia, manusia adalah makhluk yang bermoral. Tindakan memperkosa jelas bukan lah suatu tindakan yang mencermikan makhluk bermoral. Yang menyedihkan dari kasus-kasus pemerkosaan yang akhir-akhir ini terjadi adalah beberapa pelakunya masih berusia dibawah umur. Bahkan, terakhir gue baca di twitter salah satu pelaku pemerkosa berkelompok di Surabaya masih duduk di bangku kelas 3 SD. Astaga, how sick man. Kalau pelakunya memang masih dibawah umur, maka orang tua menjadi pihak yang paling disorot. Look, let me give you a solution. If you want to rape someone, just do it in your fckin mind with your fckin imagination. Don't do it in this fckin real life, coz it's a fckin crime, you have no idea with what you do. Remember, we are human. Just show your morality, fellas!



52 comments:

  1. Holy shit hahahaha emang media ini kalo memberitakan suka melebay, latah pula. Mentang2 yang lagi hitz berita pemerkosaan laju semua berita ngangkat topik diperkosa. Mentang2 yg lagi booming kasus angeline laju semua berita nayangin tentang kejahatan ibu tiri. Sejatinya kasus pemerkosaan pun kejahatan ibu tiri ada disetiap waktu dan dimanapun, tapi belakang ini aja pubkik lagi dicekokin sama berita serupa melulu. Emang udah gila tontonan publik ini!
    Jangan2 ini pengalihan isu (lagi) -_- potel pala balbie

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini kenapa kesannya jadi menghujat media begini, sejujurnya gue nggak nyalahin media -__-

      Delete
  2. Bener banget nih saya juga sampe geleng-geleng kepala mendengar semakin maraknya kasus pemerkosaan yang berujung pembunuhan ini apalagi itu tuh karyawati klo gak salah namanya Eno yang menjadi korban pemerkosaan sekaligus penganiaan sampai alat vital nya di masukin gagang cangkul sedalam 30cm miris banget kan ? lebih miris lagu pelakunya yaitu pacar nya sendiri dan dua orang teman nya yang konon katanya masih duduk di bangku sekolah.

    ReplyDelete
  3. Ah, lama nggak balik ke sini. Main di mari, hahaha.... yep, gue paling miris sama yang dimasukin gagang cangkul. Begitu psikopatnya? Dan yang nggak gue habis pikir, gagang cangkulnya sampe tembus paru paru. Haff, nggak tau bener apa enggak, gue baca di salah satu media katanya si korban waktu di temukan 'masih' bernyawa dengan kondisi kek gitu. Oh shit..

    Yang di surabaya juga, masih sd udah gituan. Jaman gue dulu, sd mah mainnya juga sama cewek. Tapi lompat tali. Nggak kepikiran gitu gituan. Blunder dari orang tuakah yang sebegitu mudahnya memberika ijin anak mengakses apapun di internet tanpa pengawasan? Atau ah entahlah.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai, welcome again.. hohoho..
      moral generasi muda sedang kacau bung..

      Delete
  4. Saya juga merasa sangat geram dengan maraknya kasus pemerkosaan yang korbannya remaja sama anak-anak. Bukan sekedar diperkosa, dibunuh pula. Pelakunya benar-benar gila. Saya berpendapat, mereka layak dan pantas dihukum mati. Jangan memikirkan soal HAM mereka. Mereka yang lebih dulu mengusik HAM korban. Jadi kalau mereka dihukum mati, saya cuma bisa bilang, 'Alhamdulillah.'

    ReplyDelete
  5. Tulisan lo keren bang!

    Jujur gue juga sampe geleng2 kepala sendiri liat fenomena pemerkosaan berkelompok gini. Apakah efek bokep atau hal lainnya. Tapi secara langsung film2 gitu ada baiknya semakin di blokir. Blokir 10, tumbuh 100 itu namanya suram. Walaupun gue juga kadang sulit nyari film klo kebanyakan di blokir.. wkwkwkw jujur bgt..

    Eh iya, kayaknya kemaren gue liat ada pemerkosaan balita. Liat gak lo itu bang. Binatang banget emang yang melakukan itu!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul, ibarat blokir 10 tumbuh 100. jadi tiap di blokir, ada aja gitu ya 90 yang gak keblokir. hahah. gokil. gue bingung itu mah, balita itu gimana ceritanya... ah sudahlah, gue nggak mau mikir tentang itu.

      Delete
  6. Lo bilang nonton film begituan NORMAL? Keknya ada sikap yang harus lo perbaiki tentang cara pandang lo terhadap itu bro.. COba deh, belajar psikologi dan tanyakan sama mereka seberapa hebat pengaruh terhadap kehidupan kalo lo anggap itu normal.

    Soal Media terlalu lebay, itu udah ada sejak Zaman gue baru kenal POrtal Berita. Karena, gue juga mantan yang pernah bekerja dibidang itu. Tapi, Media begitu karena ada alasan. Persaingan. Intinya, menyikapi boleh aja sih. Tapi, pahami dulu kebenaran dari cara lo bersikap.

    ReplyDelete
    Replies
    1. come on man, pria dewasa yang mengenal teknologi mana yang nggak pernah nonton bokep? tidak perlu munafik, semua tau itu. bahkan salah satu presentase di website berita nasional mengatakan kalau 97% remaja indonesia pernah menonton film dewasa. ini data bro yang berbicara, bukan opini. apakah itu berarti hanya 3% remaja indonesia yang normal karena nggak pernah nonton film dewasa? begini deh, lo sebagai pria yang mengenal teknologi pasti pernah lah ya nonton film dewasa? normal aja itu bro, gue nggak mau munafik mengatakan itu nggak normal. kalau menurut wiki sih, normal adalah istilah yang dikenal untuk setiap makhluk hidup bahwa tidak ada perbedaan signifikan dengan kelompoknya. 97% sama 3% kira2 yang normal yang mana tuh?

      Yang gue maksudkan normal itu semua pria dewasa pasti mengalami fase keinginan untuk menyaksikan tayangan seperti itu. mengingat kemajuan teknologi yang seperti ini, wajar saja kalau keinginan dan teknologi bertemu menjadi sebuah tayangan berupa film kayak gitu. sangat wajar. itu normal bro, yang menjadi nggak normal adalah ketika seseorang terlalu addicted alias kecanduan sama tayangan2 dewasa yang ia tonton. begitu bro.

      Dampak psikologi pun berdampaknya pada mereka yang sering atau "kecanduan" untuk menyaksikan film-film seperti itu. nggak bisa dipukul rata dong, kalau semua orang yang pernah nonton film porno pasti ketagihan film porno? ya, sebenernya mengkritisi cara orang menyikapi pun boleh saja. tapi, pahami dulu apa yang orang itu maksud. Opini publik susah bro. gue nggak bakal bisa buat memaksakan opini lo buat sejalan sama gue, begitu juga sebaliknya. normal atau nggak normal, tergantung opini.

      salam damai.

      Delete
  7. iya sedih banget :(
    bener-bener gak ngerti ini orang pada klerasukan jin-jin darimana, kenapa bisa sejahat itu sih. segak punya hati itu. :(
    Apalagi kalo yang pelakunya itu masih dibawah umur. Orangtuanya ngapain aja coba. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. gue juga kasian sama orang tua yang pelakunya dibawah umur itu, jadi kambing hitam tuh pasti..

      Delete
  8. Media2 massa disini dan disana (hehehhe) emang kek gitu kok jep... biar seru dan banyak yg baca, nonton, dan beli tentunya :) lha wong juga namanya bisnis...

    ngomong2 soal kasus pemerkosaan, biadab memang!!!
    sayang hukumannya sangat ringan.... konon pengusaha asal kota K tersebut hanya dihukum 9 tahun.... Asu pisan!!!

    bagaimana mau mengurangi tindakan pemerkosaan/pelecehan seksual jika hukumannya ringan kek gitu???

    Oh ya, nonton pilem porno juga bahaya lho jep.... bisa menimbulkan greeng... dan sudah berapa kali tindakan pemerkosaan gara2 nonton bokep :)

    Turut bersimpati kepada para korban pelecehan seksual di negeri ini :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. banyak kasus pemerkosaan yang didasari karena keseringan nonton bokep. seperti yang gue katakan, mereka adalah orang2 yang nggak bisa mengendalikan diri...

      Delete
  9. Semakin banyaknya pemberitaan di tv maupun media cetak tentang pemerkosaan, jujur jadi merasa geram dan takut sendiri. Bukan apa-apa juga sebagai perempuan, gue juga jadi terenyuh mendengar berita soal YY yang diperkosa oleh 14 pria biadab kelakuannya kaya binatang orang-orang macam mereka pantasanya di hukum seberat-beratnya kalau perlu hukum mati biar merasakan apa yang dirasakan alm. YY. Jadi emosi eceu! :'D

    ReplyDelete
    Replies
    1. rasa simpati tak bisa berbohong.. :")

      Delete
  10. Tulisannya bagus sih jev, tapi sebenarnya kasus ini bukan musiman, sudah ada dari dulu dan terus ada tapi media yang bikin ini jadi terlihat baru-baru aja. Media kan, (apalagi online) sering memberitakan apa yang keliatannya akan menjadi booming. Nah, semenjak kasus YY itu media jadi nyari-nyari kasus yang mirip, terus diberitakan besar-besaran deh..

    Turut berduka juga dengan korban korban kekerasan seksual, apalagi masih dibawah umur. Ngeri, cuy..

    ReplyDelete
    Replies
    1. emang ngeri, cuy. tapi untung perpu kebiri udah ditanda tangan pak presiden kemarin itu ya.. :)

      Delete
  11. sejatinya kejahatan yang paling gue ngeri especially karena gue wanita ya itu perkosaan
    jaman masi bocah aja nih ya, gue emang suka baca-baca ato bahkan dengerin berita yang mungkin kalo gue nonton bareng orang tua pasti guenya bakal dipinggirin, karena apa? sejak kecilpun gue sudah sangat insecure dengan satu kata itu tadi. Gue mencoba melawan arus dari pikiran anak kecil yang umumnya masih doyan bacaan anak-anak,tapi gue justru banyak membaca hal-hal yang berbau sex education sejak dini, misal kayak di konsultasi seksual kolom dokter spesialis di majalah wanita ya untuk memperkaya pengetahuan gue akan bahayanya ketika orang 'jahat' mengakses organ intim seseorang. Makanya gue udah sadar diri buat membentengi segala sesuatu yang belom sewajarnya itu meski dengan nyuri-nyuri ilmu dari rubrik-rubrik 'khusus' tadi tanpa ketahuan orang tua.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha, gokil. "mengakses" organ intim. udah kayak barang elektronik aja tuh :")

      Delete
  12. Yes bener banget...hampir tiap hari di halaman depan koran selalu ada berita soal kasus pemerkosaan. yg dibicarakan bukan hanya 1 kasus, tapi banyak kasus pemerkosaan dr beragai daerah. apalagi si pemerkosa menggunakan cara yg super sadis. sumpah bikin merinding. kebanyakan sih dibunuh setelah diperkosa. kalo dalam islam hukuman bagi orang yg membunuh itu ya dihukum mati. lah kalo ini memperkosa dan membunuh, double kan kesalahannya. jadi mereka pantas dihukum mati

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau udah bawa agama, i'm off (:

      Delete
  13. Miri bangeeet ya Jev :(
    Bener-bener parah. Apalagi kasus Eno gagang cangkul itu. Gilaaaaa. Gue ngilu bayanginnya sampe skrg. Bahkan sampe skrg, gue selalu parno kalo liat cangkul :(

    Gak ngerti juga kenapa lg musim pemerkosaan secara berkelompok gini.

    Demi apa aku malah nyanyi pas baca twinkle twinkle itu :'D

    ReplyDelete
    Replies
    1. yoi, gue nggak paham betapa psikopatnya sampe pake cangkul. itu di Malaysia kasus pembunuhan sadis pake cangkul dijadiin bahan lelucon pula. jadi makin sadis kan.

      Delete
  14. Iya, gue juga lagi concern banget dalam masalah beginian sih. Banyak banget lagi ongoing di Indonesia sekarang. Dan entah kenapa, post lo yang ini bersangkutan sama post gue yang dipublish sekarang. Kita harus terus menyebarkan awareness kepada masyarakat ya Jev.. lewat tulisan kita wkwk.

    ReplyDelete
  15. Pelaku pemerkosa itu biasanya primitif dan sakit.. korban pemerkosaan/pelecehan tidak melapor karena malu, akhirnya semakin banyak aja deh pelakunya. sungguh kenyataan dunia yang ironis

    ReplyDelete
  16. Yessss ini kasus pemerkosaan udah makin marak aja, nggak ngerti lagi. Gimana ya, berita tuh gara-gara muncul satu yang itu, eh jadi yang lain ikut-ikutan juga. Makin-makin lah cowok-cowok berani untuk kayak gitu. Huf, semoga kita dilindungi dari hal-hal buruk macam itu. Aamiin. Eh, terutama cewek-cewek deng :D

    Bener tuh. Kalo korban malah sampai dibunuh, harusnya pelaku juga ditembak mati. Deal lah, nyawa bales nyawa. Sebel banget!

    ReplyDelete
    Replies
    1. kesannya kayak berita dan kasus2 pemerkosaan di seluruh tanah air itu bergema, yak.

      Delete
  17. Nah disinilah peranan penting dari keluarga. Bagaimana mendidik anak-anak supaya menjadi pribadi yang agamis. Selain itu faktor tontonan juga, kayak sinetron. How sick man. Para pemerkosa itu lebih rendah lagi daripada binatang, karena nggak ada binatang yang memerkosa dan membunuh sesamanya....

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sih, setidaknya pemerkosa lebih rendah derajatnya dari kecoa terbang. atau kecoa madagaskar.

      Delete
  18. Ah, berita tentang ini ya. Hm, persetan dengan orang-orang yang melakukan hal seperti itu. Sorry, gua emang beneran kesel dengan sifat mereka yg tergolong pesikopat, bahkan sampe ngebunuh dan menancapkan gagang cangkul.
    Kita ambil kesimpulan aja, gak semua cewe sexy yg ngebuat orang ngelakuin pemerkosaan. Liat itu ada bocah SMP yg gak salah apa-apa ikut jadi korban. Itu balik cara berpikir orang masing-masing.
    Hukum? Gue rasa kalo udah kayak gini, hukum Indonesia harus banget tegas. Kalo mau hukum mati, ya lgsg di percepat. Sebelum makin marak lagi. Hal kayak gini gak bisa di lama-lamain prosesnya. Itu menurut gue.

    ReplyDelete
    Replies
    1. emang nggak semua cewek yang pake pakian mini2 itu menyebabkan tindakan pemerkosaan. tapi kalau dipikir2, bocah yang pake seragam aja diperkosa. apalagi kalau pake tank top doang..

      Delete
  19. Miris banget waktu tahu pelakunya anak SMP, sempat shock juga dengar berita tentang "cangkul" itu. Entah siapa yang salah, orang tuanya kah yang kurang perhatian, atau malah terlalu dimanjakan, atau memang lingkungannya yang mendewasakan dia sebelum waktunya, lagian orang dewasa pun nggak gitu juga kali ya. #CMIIW

    ReplyDelete
    Replies
    1. yap, mungkin si pelaku ini kena siklus "dewasa" dini. miris..

      Delete
  20. hooh nih, gak lucu banget apa apa jadi duta dutaan, padahal dah jelek jelekin negri, eh malah diangkat jadi duta, apa iya gue harus jelek jelekin blogger indonesia biar gue jadi duta blogger??

    wahaha, iya nih, generasi sekarang pada gak tahan habis liat bokep, mungkin hukumannya suruh aja bercinta sama ayam, apa buaya sekalian, jadi kebirinya membantu buaya yang lapar..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha, bercinta sama ayam, gokil. tapi kalau ayamnya ayam kampus ya sama aja....

      Delete
  21. Perasaan aku udah komen deh, hadewwww
    Aku sih miris ya denger berita2 di tv tentang pelecehan seksual dan kekerasan pada anak dan wanita.
    Huh semoga aja ada jalan terang dan bagi pelakunya dihukum seberat2nya

    btw kok aku gak setuju ya sama laki-laki yg nonton film porno, dan bagiku itu gak normal hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, komennya bentrokan kali mbak.. hohohoh :)
      masalah normal nggak normal, kalau dilihat dari arti normal itu sendiri dan banyaknya pria yang pernah melakukan itu, menurut saya itu normal sih. kalau keseringan sih ya membahayakan, bisa membuat otak menyusut. menurut saya menjadi tidak normal kalau sudah kecanduan. banyak kok, ahli2 yang bilang kalau nonton porno itu normal. kecanduannya yangnggak normal.

      Delete
  22. Sinting menurut gue, mengenai pemerkosa itu. Moral dan pelajarannya yang pernah dia dapat dari orang tua dan sekolah nggak diterapin atau gimana, ya? Sedih deh jadi generasi yang hidup dibayangi ketakutan dan ketidaknyamanan.

    ReplyDelete
  23. Kagum dulu deh baru berkomentar.
    GILA!!! TULISAN LO KEREN PARAAAAAAAAH BANG!!!!
    udah.

    Memang lagi sakit negara kita bang. Shock dan geram juga sih sama para petinggi yang ngejadiin Duta pancasila dan duta narkoba setelah ngelihat apa yang udah mereka lakuin sebelum diangkat jadi duta. Beliau ngehina pancasila loh, tapi kok bisa-bisanya diangkat jadi duta pancasila. Ada sih yang berpendapat biar beliau jadi belajar lebih lagi mengenai pancasila, tapi moso musti dadi duta? Berikut pun dengan duta narkoba itu. Hadeeeh. Ntar gue ngehina Ibu pacar gue dah biar diangkat jadi mantu. Hahahaha

    Bener banget bang. Kasus pemerkosaan itu emang udah ada dari dulu dulu dulu banget, bahkan ya banyak juga kek sekarang ini. Cuma sejak kejadian YY semua media fokus ke berita pemerkosaan. Dan tanpa disadari juga ternyata berita hasil dari tindakan bermoral menjadi kebutuhan media untuk menaikan rating, menambah income, makanya pada berburu berita serupa. Cuma memang timingnya pas banget ya, saat pemerkosaan sedang jadi sorotan, banyak muncul pemerkosaan keji ex. tragedi gagang cangkul. Kok ada ya yang tega begitu, ya Allah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau diangkat jadi mantu beneran sih gokil.
      iya, gue nggak ngerti kenapa "timing" nya bisa sepas ini. hari ini ada kasus pemerkosaan berkelompok di daerah ini, besoknya di daerah yang lain. astaga...

      Delete
  24. jujur aku udh males nonton tv Jev.. sedih kalo baca berita2pemerkosaan apalagi yg ujung2nya korban dibunuh :(.. kdg bingung aja, para pelaku ini bisa jadi sebiadab ini, itu didikannya dulu gimana? diajarin agama ga sih.. :(. ato memang mereka ga pernah kenal arti kasih sayang dr kcil kali ya.

    Skr mah cuma bisa berdoa aja, moga2 keluargaku dijauhin dari kejahatan2 begini .. pelaku kejahatan bisa dtg drimana aja sih.. tetangga yg kita percaya bgt, bisa jd ternyata org yg membunuh anak kita :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. yoi, sulit buat mempercayai orang, termasuk tetangga yang tinggal deket kita. kalau hawa nafsu udah bermain, susah deh ceritanya..

      Delete
  25. Yang merkosa mereka yang disalahin masih tetep aja Miras. Katanya efek Miras lah, bla bla bla lah. Yang keenakan situ, kok yang disalahin setan. Gara terhasut bisikan setan lah, dll lah.
    Elunya aja yang Sang**n. Muahahaha

    Kayaknya emang moralitas bangsa kita lagi mrosot2nya. Beuh nggak habis pkir itu motivasi gagang cangkul bisa mendarat kesitu itu gimana ??
    Terinspirasi dari mana a tu pelaku ??
    Di film SAW juga nggak ada yang kayak gitu loh padahal.

    Benar2 bangsa creative!! Tak terkecuali metode pembunuhannya. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha, namanya juga kriminal. nggak bakal mau ngaku. seharusnya nggak usah salahin miras, atau setan, atau film porno, yang salah adalah mereka. karena mere nggak bisa mengendalikan diri mereka sendiri. poor them. itu salah satu metode termiris sih :(

      Delete
  26. Yang merkosa mereka yang disalahin masih tetep aja Miras. Katanya efek Miras lah, bla bla bla lah. Yang keenakan situ, kok yang disalahin setan. Gara terhasut bisikan setan lah, dll lah.
    Elunya aja yang Sang**n. Muahahaha

    Kayaknya emang moralitas bangsa kita lagi mrosot2nya. Beuh nggak habis pkir itu motivasi gagang cangkul bisa mendarat kesitu itu gimana ??
    Terinspirasi dari mana a tu pelaku ??
    Di film SAW juga nggak ada yang kayak gitu loh padahal.

    Benar2 bangsa creative!! Tak terkecuali metode pembunuhannya. :D

    ReplyDelete
  27. Cuma pengen bilang 'Buset, multiplayer, ya'.
    Selebihnya:
    "Oh gini toh pandangan cowok terhadap kasus ini."
    Huehe

    ReplyDelete

b:if cond='data:blog.pageType != "item"'>