Friday, June 24, 2016

Konspirasi Antara Film Setan dengan Bayangan Mantan



Halo..  Uhh... Hampir lupa kapan terakhir gue nulis sesuatu yang berbau daily life. Baiklah, Jadi begini cuy, setelah mengalami beberapa kendala akhirnya kemarin gue berhasil menonton film the counjuring 2. Di bioskop. Sendirian. Iya, sendirian. Bukan cuma kali ini gue nonton counjuring sendirian, karena waktu counjuring 1 nongol di bioskop tahun 2013 lalu pun gue juga nonton sendirian. Mungkin dilema beberapa orang yang nggak punya kecengan memang begini, nih. Giliran punya pacar buat nemenin nonton, film-film yang nongol di bioskop biasa-biasa aja. Giliran nggak punya pacar, film-film yang nongol bagus-bagus kayak My Stupid Boss, Central Intellegence, Koala Kumal, atau Counjuring 2.  

Bukannya nggak ada temen buat diajak nonton, biasanya gue juga nonton bareng temen-temen satu persilatan yang lain. Tapi, temen-temen gue itu beragam: ada yang punya pacar, ada yang nggak punya pacar, ada juga yang punya pacar tapi selalu ngerasa kayak nggak punya pacar. Tapi bukan itu, bukan punya pacar atau enggak punya masalahnya. Masalahnya adalah temen-temen gue pada susah diajak nonton the counjuring 2. Ada yang udah nonton, ada juga yang nggak berani nonton. Sebenernya ada sisa salah seorang temen gue yang mau nonton the counjuring 2, tapi bareng kecengannya. Daripada nontonin valak sambil jadi obat nyamuk, gue memilih untuk memerdekakan diri dengan nonton sendirian. 

Gue bingung, aktivitas nonton sendirian di bioskop sering dijadikan bahan kritikan. Nggak sedikit orang yang bilang nonton sendirian itu adalah prilaku ngenes. Gue bingung, apa yang salah dari nonton sendirian? Padahal terkadang, kesendirian adalah obat terbaik dari segala rasa kesedihan. Maksud gue, nonton di bioskop sendirian itu bukan tindakan kriminal. Nggak se-kriminal ngajak pacar atau kecengan orang lain buat nonton bareng, kan. 


Kembalikan push up bra ku..

Setelah Valak dijadiin bahan bullyan di social media, rasa penasaran gue buat nonton film counjuring 2 pun semakin besar. Ada yang nyama-nyamain valak sama kolak atau salak atau dahak atau semacamnya, ada juga yang ngasih filter snapchat lidah anjing ke valak. Kasihan memang, si valak ini. Tapi hebatnya, Kabar yang berhembus mengatakan kalau valak bakalan punya film sendiri nanti. Semacam valak the movie, gitu. Valak gokil sis, dengan modal tampang dan busana ala suster-suster penjaga rumah Ret-ret, doi bakal punya film sendiri. Serius cuy, pertengahan Mei yang lalu gue baru pulang ret-ret. Dan setelah melihat Valak, gue melihat ada kemiripan antara Valak dengan suster rumah ret-ret gue. Suster rumah ret-ret yang kebanyakan pake bedak, lebih tepatnya.  

Kalau gue jadi sutradara Valak The Movie, gue akan membuat cerita dimana valak merupakan suster penjaga rumah ret-ret yang mati penasaran. Gue bakal menggabungkan sisi religius dan sisi erotis di dalamnya. Jadi alkisah ada suster rumah ret-ret yang sangat religius, lalu suatu hari dia sedang keramas. Dan saat dia keramas, push up bra nya hilang diambil orang. Karena panik, beliau berlari mencari push up bra nya tapi beliau lupa kalau lantai toiletnya licin. Akhirnya beliau terpeleset lalu kepalanya menghantam lantai terlebih dahulu. Maka jadilah Valak, perpaduan antara hantu suster rumah ret-ret dan hantu suster keramas. 

Selain valak yang dijadikan korban bullying nentizen, yang membuat gue semakin penasaran dan rela untuk nonton sendirian adalah gosip-gosip yang beredar seputar film the counjuring 2 ini. Mulai dari gosip  tentang penonton yang keserupan setelah nonton (yang ternyata cuma hoax), sampe kabar beredarnya larangan di filipina untuk menonton counjuring 2 sendirian di bioskop. Gue semakin penasaran, cuy. Waktu film counjuring 1 nongol di bioskop dulu, gue juga nonton film itu sendirian di bioskop. Di seat L, paling depan keempat dari layar, kanan kiri gue nggak ada orang. Baris depan gue nggak ada orang sama sekali. Semua orang waktu itu numpuk dibelakang. Uhuk. 

Alasan gue waktu itu nonton the counjuring 1 sendirian bukan karena nggak ada temen buat diajak nonton, tapi karena saat itu gue baru putus dari seorang remaja putri yang kebetulan seumuran sama gue. 

dimana miniset ku..

Maka terdamparlah gue hari selasa yang lalu di xxi. Dengan aroma pop corn yang khas, dengan udara dingin airconditioner yang menusuk, gue memesan sebuah tiket untuk counjuring di seat K. Seat K itu baris keenam dari depan layar, dan seat P adalah seat paling depan. Percayalah, hal yang paling mencanggungkan dari nonton sendirian adalah ketika secara bo ceng li nya kita akan bertemu dengan orang yang kita kenal di bioskop. Biasanya, kalau kita ketemu dengan seseorang yang kita kenal di bioskop, pertanyaan yang akan dilemparkan nggak jauh-jauh dari "eh elo, nonton film apa? sama siapa?" Dan ketika kita menjawab pertanyaan tersebut dengan jawaban: "sendirian" maka bisa dipastikan ekspresi orang itu akan berubah. Jadi saran gue, kalau kalian lagi nonton film sendirian di bioskop dan dari kejauhan kalian melihat orang yang sepertinya kalian kenal, langsung alihkan tatapan kalian ke gadget dan pura-pura mengetik lalu jalan ke arah yang berlawanan sehingga menciptakan sebuah kesan seakan-akan kalian lagi buru-buru menemui seseorang yang sedang kalian chat. 

Nggak banyak perbedaan yang gue rasakan ketika gue menonton film the counjuring 1 di tahun 2013 dengan counjuring 2 di tahun 2016 sendirian. Di mall yang sama, di bioskop yang sama, dan bahkan di theatre yang sama. Waktu tahun 2013, gue duduk di seat J. Tapi karena sebelah gue berisik, gue pindah ke Seat L: baris ke 5 dari depan. Waktu itu, baris kanan kiri depan gue nggak ada orang karena semua penonton numpuk di bangku belakang. Dan di tahun 2016 ini, gue dapet tempat duduk di seat K. Tapi karena saat itu gue agak terlambat masuk ke teater dan ternyata Seat K dipenuhi dengan orang-orang asing, gue pindah ke depan seat K yang which is Seat L. Damn! ini benar-benar kayak dejavu, men. Gue kembali terdampar di Seat L, dan baris depan kanan kiri gue kembali nggak berpenghuni. Saat itu, gue baru sadar seberapa dekatnya seat L dengan layar.  Tempat duduk yang sama di teater yang sama, bioskop yang sama, dan film yang sama. SEMUANYA PERCIS. De javu.

2013  
2016

Ada beberapa hal lucu yang absurd di the counjuring 2. Pertama, waktu emak nya menemukan semacam permainan ouija dibawah kolong ranjang anak-anaknya, si emak marah-marah sama anak-anaknya. Sesaat kemudian ada meja yang bergerak sendiri, terus si emak sama anak-anaknya malah lari-lari minta bantuan tetangga. Rasanya lucu cuy, waktu ada setan terus mencet bel tetangga. Selain itu, ada juga scene dimana setan tua yang mengigit emaknya si anak-anak, tapi giginya si setan tua malah copot terus jatuh ke air. Saat menyaksikan adegan itu, batin gue berteriak: "INI SETAN MACAM APA YANG PAKE GIGI PALSUU??!" Entah kenapa, setelah ngeliat karakter kakek tua itu, gue jadi inget sama salah satu karakter kartun spongebob yang namanya si tua jenskin.  Unsur drama semakin diperkuat dengan adegan romantis di scene dimana Ed nyanyi lagi can't stop falling in love with you Elvis Presley. 

Quick review,
Dari kacamata orang yang nonton sendirian di bangku terdepan, gue akan mengatakan kalau.. the counjuring 2 lebih dramatis daripada counjuring 1, tapi counjuring 1 lebih horror dari counjuring 2. Bukan berarti counjuring 2 nggak serem, tapi.. yang begitu lah. Satu hal yang gue suka dari counjuring adalah unsur suspense yang selalu tercipta ketika adegan teror hantu berlangsung. Musik tiba-tiba mengeras, hantu tiba-tiba di zoom in. Kalau gue nggak salah liat juga, ada penampakan anak dari insidious 1 di awal film counjuring 2 ini. It seems like insidious 1 and counjuring 2 are connected.

Menurut gue, counjuring 1 kerasa lebih greget karena adegan exorcism nya lebih greget. Drama di keluarganya sedeng, tapi exorcism nya cukup apik. Kalau di counjuring 2, drama di keluarganya dibuat lebih berkonflik. Ceritanya keluarga itu ditinggal oleh figur ayah, terus kakak-kakaknya ngebantuin si Bill (anak terkecil) waktu si Bill di bully. Terus keluarga mereka juga digambarkan sebagai keluarga yang nggak begitu berkecukupan, dimana ketika si Bill meminta biskuit mamanya nggak selalu bisa memberikan. Lebih berdrama, deh. Kalau untuk adegan exorcism, praktis adegan yang ada di film ini cuma waktu si lorraine warren bilang kalau dia tau siapa itu Valak dan musnah lah valak. Tapi buat adegan teror, bisa dibilang counjuring 1 dan counjuring 2 sama-sama apik. Apalagi, karena based on true story. Tap santai, horror asia kayak shutter atau a tale of two sisters masih jadi jagoan kalau diadu sama counjuring. 

Gue nggak tau apa kah counjuring 1 memang lebih serem daripada counjuring 2 atau enggak. Karena, saat gue menyaksikan counjuring 1 dan counjuring 2 sendirian di bioskop, mungkin semua yang ada kerasa sama. Bioskopnya, bangkunya, studionya, aroma popcorn nya, tapi tidak dengan situasi hati dan kondisi asmara. Gue baru masuk SMA saat gue nonton counjuring 1, dan gue baru lulus SMA saat gue nonton counjuring 2. Gue curiga, nanti waktu gue lulus kuliah bakal keluar counjuring 3.  Saat gue nonton counjuring di 2013 itu gue baru seminggu putus cinta. Biasa, orang yang lagi patah hati memang sering melakukan hal-hal bodoh. Gue bahkan bukan penggemar horror barat, karena gue tau horror barat itu endingnya nggak akan jauh-jauh dari yang namanya exorcism. Beda dengan horror Asia, yang ceritanya lebih bervariasi. Tapi namanya juga orang baru patah hati, ya begitu lah. Gue jadi bimbang, apa counjuring 1 waktu itu kerasa lebih serem daripada counjuring 2 karena faktor baru putus dari pacar atau counjuring 1 memang lebih serem daripada counjuring 2. 

Waktu gue nonton counjuring 2 kemarin, gue beberapa kali menengok baris kanan kiri dan depan yang kosong nggak berpenghuni dan gue merasa biasa aja. Tapi waktu nonton counjuring 1 dan menengok ke arah kanan kiri, gue melihat penampakan yang mungkin kerasa lebih horror daripada film horror yang lagi gue tonton saat itu. Gue liat ke arah kiri terus gue liat nggak ada orang, gue jadi ingat kalau seminggu yang lalu gue masih punya pacar. Gue nengok ke arah kanan, gue jadi inget biasanya rangkul-rangkulan adalah aktivitas yang biasa dilakukan ketika masih punya pacar. Dinginnya udara bioskop waktu itu pun membuat gue semakin merasa sendiri. Biasanya, film dengan kategori horror adalah film yang paling bersahabat bagi sepasang kekasih. Bagi pihak prianya, maksudnya. Tanpa perlu membohongi semesta, suasana horror rindu mantan pun tercipta di agustus 2013 itu.

Suasana rindu mantan semakin kronis, ketika gue melihat timeline twitter dan ternyata si nyonya mantan ini nulis status yang mengatakan kalau dia lagi berada di mall yang sama sekitar 3 jam yang lalu. Entah lah, gue nggak tau saat gue menonton sendirian itu dia masih di mall itu atau enggak. Yang jelas, konsentrasi gue terpecah saat itu. Antara nonton film setan, dan dihantui bayangan mantan. Gue mulai ngerasa takut, gimana jadinya kalau waktu keluar bioskop nanti tiba-tiba gue ketemu mantan gue terus dia nanya "Eh, ada mantan ku.. nonton sama siapa? sendirian ya?" Jeger! renggut saja nyawaku, valak. Saat itu, nggak ada sesuatu yang lebih demonic dan inhuman daripada teror bayangan mantan. 

Kondisi di bulan agustus tahun 2013 itu seakan-akan menciptakan sebuah konspirasi antara film setan yang sedang gue tonton dengan bayangan mantan yang selalu menggunakan jurus ilusi masa lalunya. Konspirasi bahwa sesungguhnya bayangan mantan merupakan sosok yang lebih horror daripada film horror yang sedang kita tonton sendirian di bangku terdepan bioskop.

42 comments:

  1. Wah lo niat juga ya duduk di depan tetep mau. Gue biasanya males banget sih kalo udah sisa di depan gitu, mending nunggu hahri lain. Heheheh. Eh itu serius tapi Valak mau dibikin spin off-nya? :o

    ReplyDelete
    Replies
    1. nggak apa-apa dudu di depan, asal jangan paling depan. bikin pusing...
      ya bisa dibilang seperti itu. memerdekakan diri sendiri.. membuat negri valak.

      Delete
  2. Gue bahkan gak pernah nonton film apa pacar. Gak pernah gue ngalamin pacaran ama cewek yang suka nonton film. Fuck.

    Tai.. Gak rame ini film. Kok heran ya. Kenapa film-film Horror Holywood terlalu overrated. Padahal horor Asia JAUH lebih serem.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hidup horror thailand hidup horror korea...

      Delete
  3. Hahaha, kita senasib ternyata bro, sama-sama suka nonton bioskop sendirian. aku juga heran sebenarnya kok banyak yang mempermasalahkan nonton sendirian di bioskop. padahal kan nonton sendirian juga bisa semakin nyaman aja. tapi kalau untuk genre film horor kayak the cinjuring kayaknya aku nggak bakalan berani nonton sendirian deh.

    valak ini akhir-akhir ini jadi bahan bullyan banget di sosial media. aku juga semakin penasaran sama filmnya dan juga makin nggak takut sama hantu valak ini haha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. gue bukannya suka nonton sendirian sebenernya.. tapi, karena kebetulan aja. #tetep #nggakngaku

      Delete
  4. kayaknya nggak ada konspirasi sebenaarnya, itu sih pikiran kamu aja masih belum bisa move on dari mantan wkwkwk... seru juga ya nonton film horor begitu sendirian, kayaknya kapan-kapan perlu nyoba :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah, pikirian yang masih dihantui mantan itu lah penyebab teori konspirasi itu tercipta.

      Delete
  5. Kalau saya sendiri, kali pertama mengalami nonton bioskop sendirian itu pas jaman film habibie ainun sama 99 eropa itu tea. Eh, omong-omong soal eropa, Inggris baru aja memisahkan diri dari Uni Eropa udah tau belum? Heu.

    Back to topic, atulaaah itu sama-sama di seat L nontonnya, sebuah keberulangannya yang tak sengaja atau emang gitu takdirnya ya hahaha. Btw, capek gak sih nonton harus dongak gitu. Pegel da saya mah kalau nonton di depan. Pengalaman ketika nonton Deadpool haha.

    Keren si Valak ini, nanti mau dibuat movie khususnya ya? kabar-kabarnya sih judul filmnya, The Nun.

    ReplyDelete
    Replies
    1. udah tau, biar inggris bisa bebas dari beberapa kebijakan eropa kan.. sebentar, ini apa korelasinya antara the counjuring sama hubungan internasional?!

      Delete
  6. Ini review mu absurd banget je asli! Hahahaha ngakak aja kalo kamu beneran ketemu sang nyonya mantan. Anyway bukannya si adik bungsu itu namanya bily? Billitu nama hantu yang pake masker oksigen, yang juga ada di insidious 3. Aku juga berusaha mengingat2 sereman mana konjuring 1 atau 2. Tapi aku gak yakin. Tapi tetep aja sih aku lebih suka conjuring2. Adeganw absurdnya itu nambah nilai plusnya menurutku, jadi gak melulu serem2 setan aja film horrornya.

    Emang di kalangan pergaulanku nonton sendirian semacam tabu. Padahal seru menurutku. Aku juga beberapa kali nonton sendirian, kalo gak nemu partner yang seru diajaikin nonton. Bodoamat deh apa kata mereka yang kenal, selama aku enjoy hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebenarnya gue nggak bermaksud ngereview sis..
      tapi counjuring 2 itu gue bilang dilebih-lebihkan sih keseramannya di social media. banyak yang bilang horror banget, tapi biasa aja. malah untuk ukuran horror barat evil dead gue bilang lebih horror..

      Delete
  7. Aku pribadi, baik conjuring 1 dan conjuring 2, sama-sama serem x_x Tapi euforia kok berasaan pas ada Valak sih ya~ Anw, lebih suka nonton Dory apa Valak nih? Kwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. gue mending nonton finding cupang. ceritanya tentang valak yang di cupang sama hantu kakek-kakek gigi copot.

      Delete
  8. Tenang jef, gak cuma lo yang nonton sendirian, gue juga sendirian. Beneran kocak, gue juga ngakak saat adegan yg digigit itu, kok bisa hantu giginya lepas gitu kan aneh. Gue kira endingnya bakalan pada mati jef, eh ternyata ga ada yang mati ah gak seru. Hahaha, sumpah gue ga ada takutnya sama sekali sama valak, malah kasian sekarang dia dibully dimana-mana. Mantap jef reviewnya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin dia nggak rajin check-up ke dokter gigi sebulan sekali.

      Delete
  9. Yaaaaa i know rasanya nonton sendirian itu gimana. Gak perlu ketemu orang yang dikenal untuk dapet pertanyaan "sendirian mba?", karena waktu itu ibu-ibu di sebelahku pun nanyain aku nonton sama siapa. omg!
    Aku gak nonton conjuring 1 maupun 2. catet, gak nonton ya bukan belum nonton. Karena waktu itu aku nonton aadc 2 terus ada trailernya conjuring 2 diputer, fyi aku cuma merem selama trailer diputer. kan gak lucu kalo sekarang aku beli tiket conjuring 2 dan ujungnya di dalem bioskop aku cuma merem. tapi lucu juga si kalo liat meme tentang valak di instagram instagram ituuu

    ReplyDelete
    Replies
    1. wahahaha, seru tuh kalau nonton film durasi 2 jam 2 jamnya tutup mata :")

      Delete
  10. Hahahaha.. Untung aja gue nggak punya mantan. Ah, tapi lagian gue nggak suka nonton horror. Serasa bahagia banget hidup gue.

    ReplyDelete
  11. Gile ide bikin valak the mupi itu liar bgt sumpah. Vulgarnya jda horornya ada.

    Kasian amat nntn sendirian. Sama aja kayak gue!

    Gue si belum nntn tuh pilem. Lg bokek bokeknya.sedih emang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. nggak apa-apa, kesendirian itu menguatkan..

      Delete
  12. Valak memang menjadi trend saat ini, netizen indonesia memang rame ya, apa saja pun jadi bahan bullyan:v

    Gakpapa lah nonton sendirian apalagi di depan bang jev, ngelatih mental juga :p. Hahaha. Huh apadaya gue belum nonton kedua film ini; TC 1 dan 2, abisnya sih disini gak ada bioskop. Mau donglot.....hak cipta oy haha :D

    ReplyDelete
  13. Valak mirip mantan ya mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. mirp, kalau mantan mu adalah suster rumah ret-ret yang mati penasaran mencari push up bra.

      Delete
  14. ah semua setan luar negri bentuk dan ceritanya rata-rata sama kayak gitu.
    aku kemaren nonton ini kan ya..
    terus nyesel wkwk.
    mungkin karna dari awal i dont like horror movie kali ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. horror barat itu rata2 selalu exorcism dan semacamnya sih ceritanya. nggak susah ketebak.

      Delete
  15. jeeeevv,, kamu gak nonton sendirian kok. nah tuh di ruangan bioskop kan banyak wajah-wajah yg menemani kesepianmu. sbenernya yg sendiri itu bukan ragamu aja jev,, hatimu terlampauu sendiri jev. wuakaka :D move on yaa mblooo :D
    the conjuring 2 menurutku kok gak serem yaa, apa mgkn krna aku nonton nya siang yaa.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha, terimakasih simpatinya mbak. mungkin emang sebenernya nggak serem, tapi social media membawanya secara berlebihan..

      Delete
  16. Banyak orang yang obrolin film ini tapi nggak begitu tertarik malah nunggu rilis film-film bulan depan hahaha. Valak nyeremin sih ah jev x__x

    ReplyDelete
    Replies
    1. neliat valak nggak seserem ngeliat orang yang kita suka disukain sama sahabat kita sendiri, seenggaknya.

      Delete
  17. Berani amat, Jev, nonton Conjuring sendrian. Gue aja sampe sekarang nggak berani nonton film horor. Terus, itu emang nggak sakit leher duduk di depan? Gue mending nanti-nanti aja kalo emang dapet segitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. nggak sakit leher bruh, lebih sakit otak gue mengingat hal-hal yang dilakukan saat nonton bareng orang yang sekarang sudah bahagia bersama pria lain, kok.

      Delete
  18. Hahahahaha bener bener dejavu ya, jev. Nonton Conjuring 1 dan 2 sendirian, tanpa pacar, di seat yang sama, suasana yang sama di bioskop yang sama. Hahahahaaaa :D

    Oh yeaaah gue mendukung lu jadi sutradara Valah The Movie, Jev. Hahahaaa
    Ngebayangin valak dari perpaduan antara hantu suster rumah ret-ret dan hantu suster keramas bikin aku ngakak sendiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, it's super dejavu. dejavu yang direncanakan, mungkin..

      Delete
  19. kenapa mantan tetep di bahas ??
    mantan kasih ke valak aja

    ReplyDelete
  20. iya kyknya seru nnton film horror sendirian..jd pengen sih.. tp buat org penakut kyk aku, jangan deh. hahaha :")

    dan ide kakak buat film si Valak boleh jg (y) :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. yoi, dukung gue ya, jadi sutradaranya.

      Delete
  21. Jevv... Berani amat nnton conjuring sndirian....
    Klo mnurut gue sih conjuring 1 sama 2 itu jauh lebih serem yg 1 kmana2. Bkin merinding bgt nntnnya dari awal ampe akhir. Apalagi pas exorcist nya tuh, greget abisss..
    Lah ini yg kedua... Gue jg stuju sama lu, kbnyakan drama, dan ada selipan humornya jg. Jd kesan horrornya agak kurang:(
    Lah iyakeles hantu pake gigi palsu, kan yg enggak2 aje:(
    Yauda, bsk2 lu aja dah, Jev yg jd sutradara. Dibikin comedy ya comedy skalian dah. Macem pee mak tuh, biarpun komedi tp ttep bsa bkin gue merinding :''))

    Haha, jd valak sama mantan sereman mana nih, Jev? Lebih serem lg sih emg pas nntn ke bioskop sndiri trs ktmu mantan yg lg nntn bareng pcar barunya yah. Hahaha. Itu horrornya kuadrat! Wkwkw.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ah, gue udah berpengalaman counjuring sendirian. counjuring 3 pun gue curiga gue bakal sendirian juga. yoi! gue juga memikirkan hal yang sama. counjuring 2 nggak serem, tapi orang2 di media social pada lebay aja sih.

      Delete

b:if cond='data:blog.pageType != "item"'>