Monday, July 11, 2016

The House At The End of Time, Ketika Rumah Berkonspirasi dengan Dimensi Waktu


Sinopsis The House At The End Of Time/ La Casa Del Fin Delos Tiempos:

Pada tahun 1981, seorang ibu 2 anak yang bernama Ducle terpaksa mendekam di penjara selama 30 tahun karena dituduh membunuh suaminya yang bernama Juan Jose. Anaknya yang bernama Leopoldo pun tiba-tiba menghilang di malam saat kejadian itu. Padahal, di malam pada saat Juan Jose terbunuh, Ducle sedang terbaring pingsan dan tak sadarkan diri. Namun sayangnya, polisi menemukan sidik jarinya di pisau yang membunuh suaminya itu. 30 tahun kemudian setelah masa tahanannya habis, Ducle kembali ke rumah tempat terbunuhnya Juan Jose dan sekaligus tempat menghilangnya Leopoldo. Sebuah rahasia tak terduga yang ada di dalam rumah itu pun perlahan terungkap. Sebenarnya, siapa yang membunuh Juan Jose? Kemana kah perginya Leopoldo? Dan, apa yang salah dengan rumah itu? 


Cast:
Rudy Rodriguez as Ducle
Rosmel Bustamante as Leopoldo
Gonzalo Cubero as Juan Jose


[[[[


Hola.. Untuk pertama kalinya kemaren gue nonton film thriller Venzeuela. Iya, Venezuela. Belakangan ini gue emang lagi hobi nonton film thriller spanish, dan kemarin waktu lagi nyari-nyari refrensi film thriller spanish, nongol lah film dengan judul  The House At The End of Time a.k.a La Casa Del Fin Delos Tiempos. Gue belum pernah nonton film Venezuela apapun sebelumnya, dan gue juga agak ragu buat nonton film thriller-horror yang satu ini. Tapi ternyata, La Casa Del Fin Delos Tiempos ini gokil dan keren abis! It's kind of masterpiece.


The House At The End of Time itu beda sama The House At The End of The Street loh, ya.

Ducle dan 2 buah anaknya
Ma, papa hamil...

Film ini dibuka dengan scene di sebuah rumah pada tahun 1981, dimana seorang ibu bernama Ducle mendapati suaminya tewas ditikam. Tak lama setelah itu, Ducle juga mendapati anak sulungya yang bernama Leopoldo lenyap entah kemana di depan matanya sendiri. Scene selanjutnya memperlihatkan bagaimana Ducle dipenjarakan karena dituduh membunuh suaminya sendiri dengan barang bukti sidik jari di pisau yang membunuh suaminya itu. 


Tiga puluh tahun setelah itu, di tahun 2011, Ducle dibebaskan dan kembali ke rumah yang menjadi saksi tewasnya sang suami dan menghilangnya sang anak. Ducle tak sendiri, kembalinya ia ke rumah ditemani oleh pastur bernama Priest yang merupakan teman bermain Leopoldo semasa kecil. Priest sendiri pernah berjanji akan selalu ada untuk Leopoldo setelah kejadian naas yang menimpah adik Leopoldo terjadi. Yap, adiknya Leopodlo. Ducle sejatinya adalah ibu dari 2 orang anak, setidaknya sampai pada suatu hari ada sebuah tragedi yang menimpah anak bungsunya yang bernama Rodrigo. Cerita selanjutnya dipenuhi dengan flashback ke tahun 1981 dan kembali lagi ke tahun 2011 untuk memperlihatkan apa yang sebenarnya terjadi.

Apa yang terjadi di tahun 1981 selanjutnya menyisahkan banyak tanda tanya. Apa yang terjadi di tahun 1981, ternyata memiliki koneksi dengan apa yang terjadi di tahun 2011. Yang salah bukan Ducle, bukan juga anak-anaknya, tapi yang salah adalah rumahnya. Ada sesuatu yang terjadi di rumah itu, yang berusaha untuk diungkap Ducle. 


Rodrigo - Leopoldo 

Ducle setelah 30 tahun di penjara..

Koneksi yang terjadi antara tahun 1981 dengan tahun 2011 lewat alur bolak-balik yang diciptakan oleh Alejandro Hidalgo selaku sutradara membuat unusr suspense dan thrilling dari film The House At The End of Time sangat terasa. Koneksi itu seakan-akan menjadi momen awal yang menciptakan sebuah puzzle penuh misteri yang menanti untuk dirangkai dan diselesaikan. Meskipun genre film yang satu ini adalah Thriller-Horror, tapi film ini bukan tipe film yang ada "hantu-hantunya". Karena sejatinya, hantu yang ada di film ini adalah rumah itu sendiri.

Kabarnya, film keluaran tahun 2013 ini merupakan film horror pertama Venezuela. Gue nggak ngerti, kenapa Venezuela baru punya film horror di tahun 2013. Tapi kalau film ini emang film horror pertama Venezuela, gue akan mengatakan kalau film horror pertama mereka ini keren. Lebih condong ke thriller-mystery yang suspense sih gue bilang, daripada film horror-thriller. Mungkin kalau disama-samain kayak film horror lain, film ini memiliki kesamaan dengan film the others (2001) yang menjadikan rumah sebagai perantara hantu dengan manusia. Tapi bedanya, nggak ada hantu di film yang satu ini. Rumah yang ada menjadi perantara antara manusia dengan manusia di masa yang berbeda. 

Buat pecinta film thriller-mystery, percayalah,  menghabiskan waktu 101 menit untuk menyelesaikan rangkaian puzzle penuh misteri yang ada pada film La Casa Del Fin Delos Tiempos ini akan menjadi hal yang cukup menarik.

My Star : 8.2

                      

22 comments:

  1. Ini mah gue mesti nonton sendiri nih :) biar fokus heheh
    apalagi alurnya yang maju mundur gitu :)
    worth it sih nih film kayanya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. yoi, nonton sendiri bakal lebih kerasa sih..

      Delete
  2. Sumpah, ngeri bacanya.. apalagi ini aku baca Maghrib dan mati lampu. Huh lengkap.. tapi jadi agak lega waktu tau ini bukan hantu, tapi rumahnya sendiri.. sedikit penasaran sih.. soalnya emang aku emang bukan pecinta film horror.

    Itu anaknya ngilang didepan matanya maksudnya gimana?? Ilang cling gitu?? Duuh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. ngilang kayak ada yang narik di depan pintu... ngilangnya make sense kok, nggak tiba-tiba ngilang kayak jin...

      Delete
    2. Oh gitu, bikin penasaran..

      Delete
  3. jev, selera film-mu antimainstream ya jev haha baguuusss, seleranya dari negara-negara yang "tak biasa".
    Kalo soal film horor sih aku jarang banget nontonn, maless

    ReplyDelete
    Replies
    1. yoi, thriller-mystery is an art.

      Delete
  4. Keren, reviewnya film negara Venezuela. Manapula thriller horror lagi ya. Duh, saya sih sepertinya tak tertarik menontonnya sendiri, akan lebih nyaman ketika menonton filmnya bersama hehehe.
    Secara dari reviewnya, film ini film horor kali pertamanya di Venezuela ya. Semoga bisa lebih berkembang lagi sih dan dijadikan film pertama ini dijadikan pelajaran.

    ReplyDelete
    Replies
    1. berhubung gue nyarinya thriller spanish dan venezuela ternyata bahasanya spanish... gue memutuskan untuk menonton film keren ini.

      Delete
  5. Gilaaa horror. Ngeri bray.

    ReplyDelete
  6. Kalo gw bisa terkencing2 nonton film beginian

    ReplyDelete
  7. Nah ini dia film yang nggak mau aku tonton. Film horor. FILM HOROR (sengaja capslock biar serem). Terakhir nonton aja malah nggak bisa tidor gara gara kebayang setannya. Hadeh. Tapi karena difilm ini nggak ada hantunya jadinya cukup melegakan. Meski nggak ada niatan untuk nonton sih. Yang menarik sih ini mungkin kayak memecahkan misteri ato kasus macam detective conan. Menarik bagi yang suka memecahkan kasus. Tapi nggak menarik bagi yang nggak suka film berbau horor. sayangnya aku suka bagian misterinya tapi nggak suka horornya. Gimana dong?

    ReplyDelete
    Replies
    1. chill, film keren ini lebih bikin suasana jadi "suspense" bukan bikin jadi nggak bisa tidur.

      Delete
  8. Nah ini dia film yang nggak mau aku tonton. Film horor. FILM HOROR (sengaja capslock biar serem). Terakhir nonton aja malah nggak bisa tidor gara gara kebayang setannya. Hadeh. Tapi karena difilm ini nggak ada hantunya jadinya cukup melegakan. Meski nggak ada niatan untuk nonton sih. Yang menarik sih ini mungkin kayak memecahkan misteri ato kasus macam detective conan. Menarik bagi yang suka memecahkan kasus. Tapi nggak menarik bagi yang nggak suka film berbau horor. sayangnya aku suka bagian misterinya tapi nggak suka horornya. Gimana dong?

    ReplyDelete
  9. Pertanyaanku sama kayak Arum. Hilang di depan matanya sendiri itu kayak gimana, Jev?

    Hmm. Udah thriller, ada mystery-nya juga lagi. Bikin takut sekaligus bikin penasaran buat nonton filmnya sampe habis. Yang dituduh ngebunuh suaminya itu ngingatin aku sama The Shawsank Redemption, di mana di film itu suaminya yang dituduh ngebunuh istrinya. Film ini kayaknya wajib nih ditonton buat pecinta film thriller :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hilangnya make sense, coba liat trailernya di menit2 akhir gitu.

      Delete
  10. Kamu pernah bilang selera musikku unik, sekarang, aku kayaknya harus bilang, eng.... selera filmmu unik juga ya ._. sumpah, aku kurang ngerti sama filmn beginian, Jev :(
    Bakal bikin mumet pasti aku kalau nonton ini :'

    ReplyDelete
    Replies
    1. thriller-mystery is an art bro :)

      Delete
  11. Wanjir kebanyakan spoilernya, cees Jev. Haha.

    Dari dulu saya suka genre Horror, tapi belum pernah nyoba nonton Horror latin euy. Btw, review horror Jepang dong, ntar kita bisa tuker-tukeran mindset tentang film2nya :)

    Anyway, nice review.

    ReplyDelete
  12. Duh jeff, sepertinya aliran film kita berbeda. Lu menggilai genre thriller banget sepertinya. Bisa dilihat dari film-film yang lu review. Banyak genre thrillernya.

    Sebenernya akhir-akhir ini aku lagi gila-gilanya donlotin film-film untuk stok kalo bosen di kamar kos sendirian. Tapi dari beberapa film yang aku donlot, genre thriller belum menghiasi folderku. Jadi belum terlalu minat genre thriller jeff.

    Tapi aku penasaran juga kenapa Venezuela baru ada film horornya di tahun 2013. Sepertinya genre horor di sana tidak terlalu populer.

    ReplyDelete

b:if cond='data:blog.pageType != "item"'>