Friday, September 9, 2016

Those Bygone Years, We Were White and Grey


Selamat malam, wahai budak-budak akreditasi. 

Beberapa hari belakangan ini gue lagi sibuk ngikutin kegiatan simulasi kuliah di kampus. Iya, masih simulasi. Namanya juga mahasiswa baru. Beda sama kampus-kampus lain, masa orientasi di BINUS itu bisa dibilang masa orientasi yang paling ber-drama. Abis pengenalan kampus selama seminggu, masih ada acara sehari inagurasi di JCC, terus lanjut acara simulasi kuliah selama 2 minggu, terus baru pada akhirnya masuk ke kehidupan kuliah yang sesungguhnya. Ketika kampus-kampus swasta di Jakarta lainnya udah memulai kegiatan belajar mengajar, kampus gue masih simulasi. Gue jadi bingung,  ini kenapa mau ngampus udah kayak latihan gempa bumi pake simulasi segala. 


Ngampus dulu bray..


Simulasinya pun nggak seperti yang gue bayangkan. Yang ada di pikiran gue karena jurusan gue Hubungan Internasional, maka simulasi kuliahnya kurang lebih dosen masuk kelas --> belajar tentang laut China selatan atau politik internasional atau semacamnya. Tapi ternyata yang terjadi adalah, dosen masuk kelas dan materi pelajarannya adalah materi-materi dasar cara pembelajaran kayak; cara membaca yang baik, cara presentasi baik, dan cara-cara lain yang sejenis. Lautan China selatan yang sudah gue bayangkan pun berubah menjadi lautan penuh kebosanan. Dan karena jurusan Hubungan Internasional di BINUS itu termasuk fakultas humaniora yang diwajibkan untuk membuat seminar atau bazar, gue harus pulang jam 5 sore hampir setiap hari selama simulasi ketika mahasiswa di fakultas-fakultas lain udah pulang di jam 1 atau jam 3.

Temen-temennya pun beraneka ragam. Ada yang apa adanya aja, ada yang budak-budak popularitas, ada yang gila eksistensi, ada yang ramah, ada juga yang jutek. Dosen-dosennya pun juga beraneka ragam. Ada yang ngomongnya cepet, ada yang ngebosenin, ada juga yang udah ngomongnya cepet terus ngebosensin pula. Hal yang paling horror dari dunia simulasi perkuliahan di kelas gue ini adalah jumlah wanita dan jumlah pria yang jauh nggak sebanding. Kelas gue adalah kelas yang isinya orang-orang yang nilai TOEFL nya dibawah 500 waktu test masuk. Dari sekitar 55 orang yang ada, cuma ada 7 orang yang cowok dan sisanya cewek. IYA SERIUS! ceweknya lebih dari 40 dan cowoknya cuma 7. Gue jadi serasa belajar di kelas bareng anggota-anggota JKT48, kan. Padahal di kelas-kelas yang nilai TOEFL nya diatas 500 itu jumlah cewek sama cowoknya itu sebanding. Ah... dasar Heavy Rotation.

Satu hal yang nggak pernah berubah dari dunia sekolah ke dunia perkuliahan adalah mitos tentang 'bangunan yang dulunya ternyata adalah kuburan.' Waktu sekolah dulu, gue cukup jenuh dengan kalimat-kalimat kayak..

"Sekolah kita dulunya kuburan, lho..."

"Tempat camping kita nanti dulunya kuburan, lho.."

"Rumah ret-ret kita nanti dulunya kuburan, lho.."

Dan sekarang, 

"Gedung kampus 'yang ini' dulunya kuburan, lho.."


Bloody hell. SEMUANYA AJA KUBURAN. Nanti waktu kita udah kerja, nanti tau-tau tempat kerja kita juga dulunya kuburan. Terus nanti waktu kita udah wafat, kuburan kita digusur terus dibangunin gedung sekolah atau gedung kampus. Astagah. 

Merasakan bangku kuliah untuk beberapa hari pun membuat gue rindu bangku sekolah. Banyak yang bilang kalau masa SMA itu masa yang paling indah, ya mungkin. Nggak jarang gue merindukan SMA. Gue rindu temen-temennya, ekskulnya, bahkan tugas-tugasnya. Gue rindu masa-masa dimana ulangan dan pr matematika adalah musuh terbesar kita. Huh. Gue rindu SMA. Gue jadi inget, waktu pertama kali gue masuk SMA. Juli 2013 kalau nggak salah.

  
Mos dulu bray..
Pertama kali gue pake seragam putih abu-abu di sekolah itu waktu MOS SMA. Tanggal 11 Juli 2013 kalau nggak salah, sih. Tahun pertama gue di SMA nggak berjalan begitu baik dalam hal asmara. Baru 2 minggu masuk SMA, gue putus dari pacar gue yang dulu waktu SMP nya satu sekolahan tapi SMA  nya beda sekolahan. Mantan gue itu pun langsung dapet pacar lagi, dan gue juga langsung.. seketika menjadi siswa kelas 10 yang gagal move on. Setiap sabtu malam ke gereja, selalu berharap hujan turun di malam minggu biar sang mantan nggak bisa malam mingguan sama pacar barunya. Setiap mau tidur selalu bertanya-tanya kepada semesta; kenapah... kenapah harus putus waktu lagi sayang-sayangnya? Kenapah.. kenapah dapet pacar barunya cepet banget? Kenapah.. kenapah harus saling salah-salahan waktu udah putus? Kenapahhhh

Gue nggak ngerti.  Gue nggak ngerti kenapa semua cewek selalu merasa sebagai pihak yang paling tersakiti setelah putus dari cowoknya. Lagian, buat apa sih, saling salah-salahan. Mau siapa yang salah juga kan, hubungannya udah kandas juga. Emang kalau tau siapa yang salah siapa yang bener, bisa bikin hubungan yang retak kembali menjadi suatu harmoni? Dua-duanya pasti punya andil dalam salah dan benar dari hubungan itu sendiri. Pada akhirnya yang egois akan selalu memposisikan dirinya sebagai pihak yang paling tersakiti. Sepanjang kelas 10 pun gue habiskan dengan aktivitas galauin mantan. Gue sangat merasa hina..

Tiap hari dengerin lagu When I Was Your Man, tiap hari dengerin lagu Broken Vow.

Aku kotor.




Classmeet dulu bray..


Kalau ditanya momen yang paling dirindukan saat SMA, mungkin classmeet jawabannya. Setiap kali ujian akhir semester, biasanya anak-anak olahraga itu fokusnya bakalan terpecah belah antara belajar sama mikirin strategi buat classmeet.  Soalnya ulangannya ditanya 'siapa aja nama pahlawan yang gugur di peristiwa lubang buaya', yang ada di pikiran malah 'siapa aja yang main ya minggu depan'. Ya begitulah, namanya juga anak SMA. 



Bukan Idol Group

Kelas 2 SMA, gue ngambil jurusan IPS. Ilmu Pengetahuan Setan. Gue belum punya cita-cita yang jelas waktu itu. Masuk IPS pun nggak terlalu kerasa indah buat gue. Harus diakui, gue benci akuntansi. Gue benci piutang dagang, laba rugi, dan kawan-kawannya. halleluya. Cukup banyak hal yang terjadi di kelas 11 sebenernya, tapi salah satu hal yang indah adalah waktu sekolah gue mengadakan acara Live In ke Desa Buntu yang terletak di Wonosobo selama beberapa hari. Tinggal di desa itu ternyata memberikan sensasi yang cukup menyenangkan. Udaranya seger, airnya bikin mengigil, sensasinya asik deh. Tinggal di rumah orang tua asuh, jadi anak kota yang merantau ke desa itu asik banget. Udara di sana bisa dibilang masih sejuk dan dingin banget, bahkan lebih dingin daripada sikap dia ke gue akhir-akhir ini...



Jalan-jalan bray..

Awal-awal kelas 3 SMA pun menjadi salah satu saat-saat yang paling membuat gue frustasi. Penyebab rasa frustasi itu tidak lain dan tidak bukan adalah karena gue nggak tau mau ngambil jurusan kuliah apa. Perwakilan dari beberapa universitas hampir setiap minggu datang mencuri waktu pelajaran BK buat presentasi universitas dan jurusannya. Setelah otak gue cukup cidera karena disiksa oleh pilihan-pilihan jurusan yang ada, akhirnya gue memilih jurusan Hubungan Internasional. Alasannya nggak ribet-ribet amat: ingin belajar lebih banyak tentang dunia. Satu-satunya orang yang mendukung jurusan pilihan gue ini cuma.. guru sejarah cewek kelas 12 gue dulu.  Bukan cuma frustasi gara-gara jurusan kuliah, awal kelas 12 gue juga frustasi gara-gara sempet di skors 2 hari karena bolos liburan ke Thailand di saat jadwal sekolah tanpa izin terlebih dahulu. Greget kan. 


Kelas 12 pun menjadi salah satu masa yang paling melelahkan. Pelajaran tambahan, ujian praktek, foto yearbook, semuanya diakhiri dengan kelulusan saat ujian nasional. Habis lulus, terbitlah graduation. Tapi karena sekolah gue keren, acara graduation itu bukan merupakan acara terakhir yang diselenggarakan. Karena acara terakhir yang diadakan sekolah adalah... ret-ret. Keren kan, udah maaf-maafan sama orang waktu graduation... eh, masih ketemuan selama beberapa hari waktu ret-ret. Namanya juga hidup. 




sejak kapan gue senyum sambil tidur...

Buat seorang Maba, masa-masa sekolah itu udah berlalu. It's now a colleague, welcome to the jungle. No more those bygone years, when our fear is just mathematics homework. No more those bygone years,  when we were grey and white.


We're now just... more colorful, 

With our own alma mater. 

17 comments:

  1. Wah selamat jadi mahasiswa ya bro.. :D
    bakal seru tuh, dapet teman baru, suasana baru dan segalanya serba baru lah.. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga dapat pendamping hidup yang baru juga ya..

      Delete
  2. bagus dong kalau dikelasnya ada 40-an orang cewek dengan cowok yang cuma 7 ekor. kan artinya setiap cowok bisa nge-gebet 5-7 cewek sekaligus. kan enak tuhhhhhhhh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. KALAU CEWEKNYA MAU YA..

      kalau ceweknya gak mau, terus ternyata bapak dari ceweknya itu jendral TNI, bisa ditembak mati gue.

      Delete
  3. selamat belajar mandiri broo

    ReplyDelete
  4. Btw gue baru masuk SMA bro, syukurnya masuk jurusan ipa. Pas jadi maba nanti, pasti kangen bangett sama namanya masa SMA.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ah, IPA.. banyak temen gue anak IPA yang pada akhirnya ngambil akuntansi padahal udah konslet-konsletan otaknya belajar fisika sama kimia...

      Delete
  5. hahaha welcome to BINUS ~ ku juga nak BINUS xD
    wahahaha ~ semangat!!! ~ Selamat yaaaa xD dah jd maba skrng *cieeee* #kabur

    ReplyDelete
  6. Jev, kenapa effek photonya klasik ini? ngerasa terlempar di zaman belanda jev.. :D
    Semangattt anak kampus. ganbatteee anak HI :D

    ReplyDelete
  7. Pas foto jaman SMA jadi abu-abu gitu fotonya. Hahaha, masa lalu ceritanya ya.

    Mantaps, anak BINUS sekarang. Ketemu Awkarin dongs. :p

    ReplyDelete
  8. Berarti sekarang udah mulai dong kuliahnya? Cieeeee :p semoga lancar kuliahnya, lulus tepat waktu :3
    Btw ketemu sama Awkarin nggak? HAHAHAHAHA YAARABB.
    Cieee flashback masa SMA. Kalo aku pas kelas 10 malah proses move on nyampe jadian (lagi) haha. Tapi emang sih kelas 12 itu melelahkan. Banget. Tapi syukur karena semua udah terbayar.
    Semangat Jefffff!

    ReplyDelete
    Replies
    1. kenapa semua anak muda kalau denger kata BINUS selalu nanyainnya awkarin.. kenapah..

      Delete
  9. wahaha ngakak, latihan gempa bumi.

    lucu juga ya kampusnya, kuliah kok pake simulasi segala. :D

    ReplyDelete

b:if cond='data:blog.pageType != "item"'>