Sunday, October 2, 2016

Kota Batik Dunia itu Bernama Jogja #BiennaleBatikJogja


Siapa yang tak kenal Jogja? Ibukota provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang sekaligus menjadi kota favorit para pelancong itu dikenal dunia sebagai kota yang bersahaja. Mulai dari kuliner, pendidikan, sampai budaya, tak dapat dipungkiri lagi jika Jogja telah banyak memikat mata dunia. Banyak gelar yang telah melekat pada kota yang indah ini, mulai dari gelar Kota Gudeg, Kota Pelajar, sampai dengan gelar Kota Batik Dunia pun disandangnya. Ya, Kota Batik Dunia.  

Siapa yang tak kenal Batik? Kain bermotif khas itu kini telah diakui dunia sebagai warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia. Tepat pada hari ini 7 tahun yang lalu, yakni 2 Oktober 2009, Batik telah dipatenkan UNESCO sebagai warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia atau lebih tepatnya lagi sebagai Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity. Itu artinya, tidak akan ada lagi negara yang dapat mengklaim Batik sebagai warisan budayanya. 


combined by www.ijeverson.com

Jika kita menengok Batik sebagai salah satu ikon negara Indonesia, belum lengkap tentunya jika kita belum menengok Jogja sebagai kota Batik Dunia. Pada tahun 2014 lalu, WCC secara resmi menobatkan Jogja sebagai The World's Batik City atau Kota Batik Dunia. Gelar itu pun tidak didapat begitu saja, karena Jogja harus bergulat dan menyingkirkan 6 kota nominasi dari 6 negara asia pasifik lain yang menjadi pesaingnya terlebih dahulu.

Status Jogja sebagai Kota Batik Dunia pun tak ayal juga membuat Jogja secara tak langsung memiliki peran sebagai pembuka pintu bagi kerajinan Batik Indonesia. Hal ini tentunya akan sangat menguntungkan negara bukan hanya dari aspek budaya, tetapi juga ekonomi. Bukan rahasia lagi jika industri kreatif seperti kerajinan batik ini memang mengesankan, bahkan pada tahun 2015 lalu batik menjadi salah satu komoditas andalan Indonesia. Bukan hanya itu, menurut sumber yang terpercaya pada tahun 2013 lalu pun dikabarkan ada 3,5 juta rakyat Indonesia yang bekerja dalam usaha batik baik secara langsung ataupun tidak langsung. 

Berkaca dari Keperkasaan Batik sebagai budaya Indonesia yang komersial itu, gelar Kota Batik Dunia tentunya tidak didapat Jogja dengan mudah. Ada 7 kriteria utama yang dinilai sebelum akhirnya Jogja dinyatakan oleh WCC layak untuk mengunci gelar tersebut. Faktor-faktor seperti nilai historis, orisinalitas, regenerasi, nilai ekonomi, ramah lingkungan, mempunyai reputasi internasional dan mempunyai persebaran luas membuat Jogja berhasil menggusur 6 kota pesaingnya yang juga dinominasikan sebagai Kota Batik Dunia. Sebagai salah seorang Warga Negara Indonesia yang juga pecinta batik, tentunya saya sangat bangga akan gelar Kota Batik Dunia yang disandang oleh Jogja. Tapi sebenarnya, layak kah Jogja mendapat gelar Kota Batik Dunia tersebut?



wikipedia's


1. Nilai Historis
Nilai historis yang terdapat pada batik Jogja nyatanya berhasil menjadi poin plus tersendiri. Karena kaya akan batik, motif-motif dari setiap batik Jogja pun tentunya beraneka ragam. Setiap motif pun memiliki makna ataupun filosofinya tersendiri yang membuat batik Jogja semakin sarat akan tradisi dan memiliki nilai historis yang berarti. Dari sekian banyak motif Batik Jogja, berikut 6 diantaranya yang  menjadi favorit saya:


www.iJeverson.com
  • Motif Batik                Makna
  • Ciptoning                 Kebijaksanaan
  • Parang Kusumo       Simbol status bagi pemakainya
  • Kawung                    Keperkasaan dan keadilan
  • Sekar Jagad             kecantikan/keindahan
  • Truntum                    Cinta yang tumbuh kembali
  • Pamiluto                   Agar pasangan merasa terikat



2. Orisinalitas
Orisinalitas dari Batik Jogja memang tak perlu diragukan lagi. Keaslian karya yang didasarkan kreatifitas para pembatik benar-benar membuat Batik Jogja menjadi budaya yang tak pernah pudar dimakan zaman. Setiap inspirasi motif dari setiap batik memiliki orisinalitas yang sudah diakui dunia. Batik Jogja sendiri merupakan bagian dari perkembangan sejarah batik di Jawa Tengah yang bisa dibilang coraknya telah terintervensi oleh batik daerah sekitarnya.

Perjanjian Giyanti di tahun 1755 memiliki andil yang sangat besar bagi sejarah batik. Dikala Mataram terbagi dan kraton Ngayogyakarta lahir, siapa sangka adat busana baru juga ikut lahir bersamanya. Meskipun sejarah mengatakan batik telah ada sejak zaman Majapahit, tetapi Perjanjian Giyanti tetap memiliki andil yang sangat besar bagi gaya batik di daerah Jawa dan juga Jogja. 

3. Regenerasi
Bicara soal regenerasi berarti bicara soal "aktor" dibalik Batik Jogja itu sendiri. Sebagai Kota Batik Dunia, Jogja memiliki jumlah pembatik yang sangat banyak dan dari berbagai golongan usia tentunya. Regenerasi dari pengrajin batik di Jogja yang cukup baik tak ayal membuat Jogja berhasil menyabet gelar dari WCC itu. Walaupun status "Kota Batik Dunia" itu sendiri sempat terkendala karena masalah regenerasi, tetapi saya percaya jika pemerintah tak akan tinggal diam dan membeirakan faktor regenerasi itu menjadi kendala yang dapat membuat gelar Kota Batik Dunia yang disandang Jogja itu dicabut sebelum masa durasinya berakhir. 


4. Nilai Ekonomi
Selain memiliki nilai historis yang baik, Batik Jogja pun memiliki nilai ekonomi yang sangat menguntungkan. Karena sejatinya batik Jogja tak hanya bisa dibudayakan, tapi juga bisa dikomersialkan. Sebagai budaya yang tak pernah pudar dimakan zaman, minat masyarakat di zaman modern ini terhadap batik Jogja tentunya menjadi sangat tinggi. Baik online ataupun offline, batik Jogja tetap menjadi primadona dimata para penggemarnya. Harga yang ditawarkan oleh para penjual pun bervariasi.

Menurut data yang diperoleh dari data kementrian perindustrian, pada tahun 2010 atau setahun setelah batik dipatenkan menjadi warisan budaya yang berasal dari Indonesia, jumlah konsumen batik telah mencapai angka 72,68 jiwa di seluruh Indonesia. Angka fantastis tersebut belum termasuk jumlah konsumen yang berasal dari luar negri, tentunya. Bahkan menurut Kementrian Perindustrian pada 2015 kemarin saja, nominal rupiah yang didapatkan dari ekspor batik mencapai  Trilliun dan presentasinya terus meningkat dari tahun-tahun sebelumnya.  Hal ini jelas mengisyaratkan kalau batik memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi. Tak terkecuali, Batik Joga yang masih menjadi primadona bagi para konsumen batik dunia. 

Banyaknya tempat belanja Batik Jogja di Jogja itu sendiri pun disinyalir sebagai salah satu faktor yang membuat Batik Jogja menjadi cindera mata favorit para wisatawan dari dalam maupun luar negri. Dari sekian banyak tempat belanja tersebut, berikut 10 diantaranya:




  • Nama Tempat          Alamat
  • Beringharjo          Jalan Pabringan No 1 Yogyakarta
  • Mirota Batik          Di sebrang pasar Beringharjo
  • Batik Soga           Jalan Adi Sucipto Km 6 No 14 Bantulan Depok Sleman Yogyakarta
  • Batik Huza            Jalan Kaliurang Km. 9,3 No.4 Yogyakarta
  • Geek Batik            Jalan Tunjung  No 8 Baciro Yogyakarta
  • Batik Rosso            Jalan Wonosari Km7 Wiyoro Kidul gang Flamboyan I Yogyakarta.
  • Ragam Kriya         Jalan KH Ahmad Dahlan No 73 Yogyakarta
  • Batik Genthong     Jalan Rotowijayan 20A Yogyakarta
    • Batik Plentong       Jalan Tirtodipuran Yogyakarta
        Desa Krebet           Desa Krebet, Sendangsari,  Kecamatan Pajangan, Bantul


5.Ramah Lingkungan
Selain corak dan motifnya yang mempesona, proses pembuatan Batik Jogja yang ramah lingkungan pun tak kalah mempesona. Penggunaan teknologi tepat guna yang telah diterapkan pada pembuatan industri Batik di Jogja menjadi salah satu pertimbangan terpilihnya Jogja sebagai Kota batik Dunia. Penggunaan pewarna alam dan beberapa alat dari alam lainnya yang digunakan beberapa industri batik di Jogja tak ayal membuat Batik Jogja terkenal sebagai batik yang ramah lingkungan di mata dunia. 

6. Mempunya Reputasi Internasional
Dengan ditetapkannya Batik sebagai warisan budaya yang berasal dari Indonesia, tentunya ada reputasi internasional yang tercipta baik bagi budaya batik maupun negara Indonesia sendiri. Dan image kota Jogja sebagai salah satu pusat batik nasional pun kian menguatkan status Batik Jogja sebagai budaya yang memiliki reputasi internasional.  Baik dari sisi estetika desain batiknya itu sendiri, sampai dengan sisi ekonomi dimana tingginya nilai ekspor setiap tahunnya,  hal-hal tersebut sudah cukum menjadi bukti nyata betapa Jogja dan batiknya memiliki reputasi dimata internasional.  

7. Mempunyai Persebaran Luas
Bukan rahasia lagi jika Batik di Jogjakarta memiliki persebaran yang luas. Baik dari awal sejarah yang ada, yakni pada zaman Matarm ataupun sampai dengan zaman teknologi seperti ini. Jika menengok sejarah, perang yang terjadi dengan Belanda di masa lalu, menyebabkan orang-orang kerajaan banyak yang mengungsi dan menyebar ke beberapa wilayah di daerah Jawa sehingga pada akhirnya Batik Joga itu sendiri ikut tersebar. Dan jika kita kembali ke zaman sekarang ini, tak bisa dipungkiri jika Batik Jogja masih menjadi primadona dengan konsumennya yang tersebar dari sabang sampai merauke bahkan sampai ke luar negri. Persebaran yang luas menjadi salah satu faktor terpilihnya Jogja sebagai Kota batik Dunia.


Jika ditinjau dari 7 aspek diatas, rasanya memang adil dan sangat layak jika Jogja mendapat gelar Kota batik Dunia tersebut. Jika kita berkaca dari batik yang semakin mendunia, terpilihnya Jogja sebagai Kota Batik Dunia pun tentunya akan berdampak positif dari berbagai aspek, baik dari sektor budaya nasional sampai dengan ekonomi nasional. 



  • Jenis acara            tempat utama
  • Karnaval              Jogja Expo Center,  Imogiri, 
  • Pmeran Batik       - Royal Ambarukmo
  • Fashion              
  • simposium           
  • kompetisi batik               
  • Pameran Koleksi Bateik                 




Sebagai peringatan atas terpilihnya Jogja sebagai Kota Batik Dunia, Pmeda DIY akan kembali menggelar Jogja International Batik Binalle atau yang biasa dikenal dengan sebutan JIBB di tahun 2016 ini. JIBB sendiri adalah pameran batik berskala internasional yang diselenggarakan oleh 2 tahunan sekali Pemerintah Daerah dari Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai bentuk apresiasi atas gelar yang disandang Jogja sebagai Kota batik Dunia.  JIBB 2016 kabarnya akan dilaksanakan pada tangga 12-16 oktober di 3 tempat berbeda, yakni Jogja Expo Center, Royal Ambarrukmo dan Imogiri. Didik Purwadi selaku ketua JIBB mengatakan bahwa JIBB 2016 nanti akan melibatkan SKPD terkait serta tentunya masyarakat Jogja. 

Dengan mengangkat tema Tradition for Innovation, akan terselenggara Simposium, Karnaval, Pameran Batik, sampai dengan kompetisi diacara JIBB 2016 nanti. Pesertanya pun dari dalam dan juga luar negri. Sebagai gelaran batik terbesar di tahun 2016 ini, JIBB 2016 tentunya telah dinanti-nanti oleh para pecinta batik sejati. JIBB 2016 tentunya diselenggarakan untuk memperingati masyarakat jika Jogja masih menyandang gelar Kota Batik Dunia. Bukan hanya masyarakat Indonesia, tetapi juga masyarakat dunia. Pada tanggal 12-16 Oktober nanti, praktis JIBB akan menjadi perhatian dunia dan dunia akan kembali menyadari jika ada sebuah kota di Indonesia yang merupakan Kota Batik Dunia, sebuah kota yang terkenal bersahaja, sebuah kota yang terletak di pulau Jawa, dan Kota Batik Dunia itu bernama Jogja.  

  

Selamat Hari Batik Nasional..

37 comments:

  1. Tempat diatas yang biasa aku kunjungi bang. Memang cari batik itu sesutau dan apalagi memakainya lebih dari sesuatu tuh..

    aku sangat suka pake batik Nasional :)

    ReplyDelete
  2. Wuih keren, thanks iya gan infonya, nggk nyangka klo masuk ke mata internasional

    Btw, klo di lampung terkrnal karna batiknya, tapi katanya akhir2 ini terkenal karna begalnya.....-_-

    ReplyDelete
  3. Istimewanya batik adalah coraknya selalu punya filosofi. Setiap daerah memiliki corak yang berbeda dan tentunya filosofi berbeda. Itu yang gue suka dari batik.

    Hebatnya lagi, udah banyak desainer Indonesia yang memasukkan elemen batik ke dalam pakaiannya. Tapi, keknya kurang meriah ya hari batiknya, gue bahkan gak tau. Malah lebih tau tentang hari internasional kopi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. yoi, filosofi dan makna dari corak batik itu keren abis!

      Delete
  4. banyak corak batik tradisional punya makna tersendiri ya

    ReplyDelete
  5. Aku tadi pakai batik ke Kampus. Aku juga suka jogja karena keindahan jalannya yang bersih dan disana ramah orangnya. Ga lupa juga, murah kalau belanja. Hihi

    ReplyDelete
  6. meluncur apa kita ke jogja?

    ReplyDelete
  7. Wow Yogya emang gudangnya kesenian dan budaya deh !!
    Selalu nggak bisa berhenti mencengangkan kota ini.
    Apalagi sekarang batiknya, padahal batik yang terkenal malah dari kota Pekalongan loh,
    Tapi yang dikenal dimata dunia malah yang dari Yogya.
    Tapi nggak papa sih, karna menurut gue kualitasnya bersaing kedua kota itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yap, budaya jogja memang mencengangkan dunia.

      Delete
  8. Selamat hari batik juga mas.. Jogja memang kota yang istimewa, selain banyak keunikan dan tempat2 yang penuh historis, jogja juga penuh ragam budaya dan karya batik yang ciamik.

    ReplyDelete
  9. Dipi suka sekali dgn batik. Baju batik dan kain batik ada cukup bnyak di rumah. Bahkan tahun ini punya cita2 belajar mbatik jg.. Hehe. Bisnis batik jg iya. Seneng bgt mpelajari filosofinya, Indonesia itu sungguh negara yg kaya kultur n budayanya, sgt bangga pada Indonesia. Dipi dpt undangan dari teman pembatik dari Jogja, sayang dipi blm bisa kesana. Selamat hri batik Jefferson :)

    ReplyDelete
  10. Selamat Hari Batik! Wah, sebagai bangsa Indonesia, bangga banget dengan kain yang satu ini. Di tempatku, Kalimantan Selatan, kami juga punya kain khas, namanya Kain Sasirangan, kalau nanti kapan-kapan ke Kalimantan Selatan, jangan lupa ya buat beli kain Sasirangan. Bukan hanya melestarikan batik, tapi juga perlu melestarikan kain-kain lain di seluruh Indonesia.

    Oh iya, yang jadi warisan dunia itu proses membatiknya ya, bukan batiknya, jadi kita harus membeli kain batik yang benar-benar asli Indonesia dan buatan tangan-tangan orang Indonesia, bukan batik cap buatan negeri seberang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena rumput sendiri lebih enak daripada rumput tetangga, kenapa harusbeli cap negri sebrang? :)

      Delete
  11. Met hari batik semua.
    jadi keingetan beberapa tahun lalu pas pengesahan kalo batik itu berasal dari Indonesia.
    moga banyak kaula muda yang cinta batik, supaya warisan budaya kita ga mudah di colong orang luar lagi.

    semoga acara-acara kayak gini semakin tersebar luas di perbagai daerah ya son.

    ReplyDelete
  12. Oh, gua baru tau kalo Yogya itu Kota Batik. Batik yg terkenal soalnya bukan Batik Yogya kan? Batik Solo dan Cirebon, kalo ga salah. Udah lama banget sih ga ke Yogya, kangen, pengen pergi ke tempat syuting AADC2, itu lho gereja Ayam yg bisa liat pemandangan Borobudur di saat sunrise hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. sekarang udah tau kan, kota batik dunia ada dimana?

      Delete
  13. Wah kalo ngomongin kota jogja , itu udah enggak asinglagi dehdi telinga gue . Memang si ya , jogja banyak banget menyimpan seni , kebudayaan , dan berbagai hal yang unik dan pasti nya sangat memotivasi . Termasuk Batik ini , siap sih yang gak tau batik ? jangan ngaku orang Indonesia deh kalo gak tau ciri khas Batik ini di mata Indonesia .... he he he .

    Yang pasti nya , kita harus selalu menjaga nih keberagaman serta keunikan negara kita INDONESIA .

    ReplyDelete
  14. I love batik,warisan budaya indonesia,
    Selamat buat jogja sebagai kota batik dunia
    Jadi pengen ke jogja :-(

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayo ke Jogja... datang di JIBB tanggal 12 nanti :)

      Delete
  15. Aku ketinggalan.
    Selamat Hari Batik.
    baru kemarin jumat pke baju batik. haha
    I Love Jogja juga jev..

    ReplyDelete
  16. Menarik ulasannya. Good Job.

    http://nusantaraholic.blogspot.co.id/2016/10/batikindonesia-inovasi-digitalisasi_4.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menarik dong, ngebahas JIBB gitu loh :)

      Delete
  17. sebenernya kalo dari segi motif ya, aku kurang suka batik jogja.. lbh seneng batik solo ato batik papua mas :D. itu bagus banget motifnya. tapi apapun, semua batik2 di indonesia cakep kok.. dan selalu bangga pakai batik kalo sdg liburan ke negara2 lain.. suamiku pernah loh, pake batik, tp ada logo2 liverpool.. nah, di KL dia dicegat ama beberpa cowo sana cuma nanya, itu batik beli di mana ;p.. hihihihihi.. bangga duunk... malaysia gitu yg nanya ;p yg suka klaim2 barang kita hihihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. ah, suka gak suka mah masalah selera :)
      WIHHH... KERENN... BATIK BOLA EMANG MANTAP..!
      kalau saya sih, batik chelsea.. :)

      Delete

b:if cond='data:blog.pageType != "item"'>