Sunday, November 20, 2016

Om, Tante, Ini 9 Alasan Kenapa Anak Hubungan Internasional Merupakan Menantu Idaman


Hampir semua orangtua di dunia menginginkan segala hal yang terbaik untuk buah hatinya, tak terkecuali dalam hal pasangan hidup. Bukan melulu latar belakang keluarga calon menantu yang dikritisi, latar belakang pendidikannya pun juga tak jarang menjadi pertimbangan yang krusial bagi beberapa orangtua. Mungkin, om dan tante termasuk ke "beberapa orangtua" itu?

Om, tante, perkenalkan, saya mahasiswa semester satu jurusan Hubungan Internasional di Bina Nusantara (BINUS) University. Hubungan Internasional, jurusan macam apa itu? Yap, saya tahu dengan jelas jika jurusan saya tidak terdengar sepopuler jurusan di faklutas ekonomi seperti akuntansi atau manajemen, juga tak terlihat semulia jurusan kedokteran. Tapi percaya lah om, tante, percaya lah meskipun jurusan saya tak sepopuler jurusan di fakultas ekonomi yang menjadi favorit om dan tante ataupun tak semulia jurusan kedokteran yang dapat menjamin kesehatan anak om dan tante, jurusan "Hubungan Internasional" merupakan jurusan yang cukup menjanjikan dalam banyak hal sehingga gelar "menantu idaman" sangat layak disandang oleh kami semua yang berada di jurusan ini.  

Teruntuk kakek dan nenek dari buah hati saya kelak, berikut saya persembahkan kepada kalian. Berikut,  9 Alasan Kenapa Anak Hubungan Internasional (BINUS) Merupakan Menantu Idaman

***

1. Kami tidak akan pernah ketinggalan zaman, karena kami selalu aktif dalam mengikuti dinamika isu terkini 


FEP Hubungan Internasional BINUS Binusian 2020 ABN 13

Om, tante, apa kalian malu memiliki menantu yang kurang update? Apa kalian malu, memiliki menantu yang jadul abis? Apa kalian malu, memiliki menantu yang selalu ketinggalan zaman? Om, tante, Hubungan Internasional adalah disiplin ilmu yang mempelajari hubungan antar negara, yang kemudian dibalut dengan berbagai macam aspek internasional didalamnya. Dinamika politik internasional dan ekonomi internasional pun telah menjadi santapan kami di bangku kuliah. 

Untuk itulah om, tante, kami dituntut untuk selalu peka dalam mengikuti isu terkini dari dunia internasional agar dapat tetap keep in touch dengan relevansi disiplin ilmu yang sedang kami pelajari. Pemilihan presiden di negara adidaya? Pasti kami ikuti. Aksi terror yang melanda dunia? Kami pelajari. Perjanjian-perjanjian akan perdagangan internasional dan kebijakan-kebijakan internasional yang akan berdampak pada negri ini pun tak luput dari pengamatan kami. Om, tante, kalian tak perlu khawatir. Karena kelak, anak om dan tante akan mendapatkan pendamping hidup yang tidak ketinggalan zaman, jadul, ataupun kudet. 

2. Kami terlatih untuk berpikir kritis dalam menganalisa permasalahan internasional, sehingga permasalahan dalam rumah tangga pun pastinya dapat kami selesaikan secara bijak 

HI BINUS Mata Najwa

Om, tante, kalian tahu kan, kalau politik baik dalam skala nasional maupun internasional bukanlah perkara yang mudah untuk dipelajari? Untuk itulah, kami dituntut agar selalu kritis dalam berpikir. Baik itu kritis dalam menentukan suatu definisi, kritis dalam menganalisa permasalahan, sampai kritis di rumah sakit karena terlalu keras berpikir untuk mencari jalan keluar dari peramasalahn-permasalahan yang ada. 

Terbiasanya kami dalam menganalisa penyelesaian dinamika permasalahan internasional yang ada tak ayal membuat kami cukup tangguh dalam hal menyikapi permasalahan-permasalahan yang ada secara bijak. Tak terkecuali, permasalahan rumah tangga. Om dan tante tak perlu gelisah, karena kelak jika anak om dan tante terlibat masalah rumah tangga dengan kami maka kami akan menyelesaikan permasalahan tersebut secara bijak. Karena sekali lagi, permaslaahan adalah sesuatu yang biasa bagi kami.

3. Kami handal dalam banyak bahasa, tak terkecuali bahasa cinta untuk anak om dan tante


Om, tante, begini, dikarenakan Hubungan Internasional mempelajari gejolak dunia internasional, maka kemampuan kami dalam berbahasa asing pun dibutuhkan. Kami dituntut untuk dapat menguasai beberapa bahasa yang menjadi bahasa resmi Perserikatan Bangsa-bangsa. PBB sendiri memiliki 5 bahasa resmi: bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, Spanyol, Prancis dan Arab. Sebagai anak Hubungan Internasional, beberapa bahasa dari 5 bahasa resmi itu pun tak ayal harus kami pelajari. 

Jumlah bahasa yang akan dipelajari dari ke-5 bahasa itu kemudian tergantung kebijakan masing-masing universitas. Tidak semua dari 5 bahasa tersebut akan kami pelajar, mungkin hanya 2 atau 3. Tapi untuk anak om dan tante, kami janji akan memberi bonus 1 bahasa sepsial untuknya: bahasa cinta. Kami janji tak akan sungkan untuk mengaplikasikan bahasa cinta tersebut untuk keawetan hubungan kami dan anak kalian yang tercinta di setiap harinya.


4. Dari realisme sampai konstruktivisme, kami dituntut untuk memahami banyak paham dan ideologi di dunia. Memahami anak om dan tante dengan baik tentunya tak akan menjadi masalah bagi kami



Om, tante, ilmu Hubungan Internasional menuntut kami untuk mempelajari banyak ideologi dan paham-paham yang ada di dunia. Baik paham dari berbagai negara, ataupun paham dari Hubungan Internasional itu sendiri. Mulai dari paham realisme, liberalisme, ataupun konstruktivisme, kami selalu berusaha untuk memahami paradigma-paradigma yang ada di dunia ini demi terciptanya suatu hubungan berskala internasional yang membuat hubungan antar negara menjadi lebih baik dan nyata adanya. 

Jadi, om dan tante tidak perlu risau, kami telah terlatih untuk memahami paham-paham yang tak jarang membuat pusing kepala. Oleh karena itu, kami yakin, kami dapat memahami anak om dan tante dengan baik. 

5. Kami selalu belajar dari masa lalu, untuk masa depan yang lebih cerah




Soekarno, presiden pertama kita pernah berkata: JASMERAH (Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah). Itu berarti bisa dikatakan secara empiris, menantu yang baik dan idaman bangsa adalah menantu yang tidak meninggalkan sejarah.

Om, tante, Modern World History merupakan salah satu dari mata kuliah pengantar jurusan Hubungan Internasional. Saya sendiri tidak tahu apa setiap universitas memiliki mata kuliah pengantar jurusan Hubungan Internasional yang sama atau berbeda. Yang jelas, di semester 1 BINUS ada 4 mata kuliah yang diberikan kepada kami sebagai mahasiswa/i jurusan Hubungan Internasional, dan salah satunya Modern World History. 

Modern World History mengajarkan kami kejadian-kejadian memilukan ataupun menyenangkan yang pernah terjadi di masa lampau. Kami percaya, masa lalu dapat memberikan ilmu bagi kami untuk membina masa depan. Kami belajar dari masa lalu, untuk tidak jatuh ke lubang yang sama agar dapat merancang masa depan yang lebih cerah adanya. Om dan tante maka dari itu tak perlu risau, jika anak om dan tante memiliki masalah asmara yang buruk di masa lalunya maka kami akan dapat untuk sama-sama belajar dari masa lalu kami guna membangun masa depan rumah tangga kami yang lebih cerah bersama-sama. 


6. Kami handal dalam berdiplomasi, itu artinya kami handal dalam bernegosiasi, dan itu artinya kami handal dalam aktivitas ekonomi





Om, tante, Hubungan Internasional tidak hanya mengajarkan kami akan dinamika politik internasional namun juga beberapa aspek dan isu yang erat kaitannya akan Hubungan Internasional itu sendiri. Salah satunya adalah aspek ekonomi internasional. Kami belajar akan kebijakan-kebijakan ekonomi di beberapa negara, kami belajar akan bank dunia, kami juga belajar akan krisis-krisis yang menimpah negara-negara dunia. 

Seperti halnya krisis ekonomi yang menimpah Amerika pada tahun 2008, kami belajar mengapa krisis itu bisa terjadi dan langkah apa yang diambil untuk dapat mengatasi krisis tersebut. Dalam kata lain, kami tahu seberapa bahayanya krisis ekonomi sehingga kami akan berjuang semaksimal mungkin agar rumah tangga kami dengan anak om dan tante tidak mengalami krisis ekonomi yang pada akhirnya dapat menyebabkan defisit kas rumah tangga.

Mungkin kami tidak sepandai anak akuntansi dalam menyeimbangkan nilai aktiva dan pasiva, dan juga tak sepandai anak manajemen dalam menghitung Produk Domestik Bruto. Namun pada kenyataannya, kami anak Hubungan Internasional. Kami diajarkan untuk handal dalam berdiplomasi, kami diajarkan untuk bernegosiasi dengan baik. Dan kami sadar betul, dalam aktivitas ekonomi diperlukan seorang negosiator yang mampu menekan harga barang yang diinginkan serendah mungkin agar pengeluaran rumah tangga dapat dihemat untuk keperluan lain. 

7. Cucu om dan tante kelak akan diberi cerita-cerita edukatif tentang dunia, karena wawasan kami sebagai orangtuanya sangat lah luas

Om, tante, kami anak Hubungan Internasional. Kami belajar tentang dunia. Bukan hanya belajar bagaimana menyeimbangkan aktiva dan pasiva, ataupun belajar bagaimana caranya berkomunikasi dengan baik. Bahasa yang kami pelajari juga bukan bahasa tunggal, melainkan multi-bahasa. Kami belajar banyak tentang dunia dalam hal politik juga bahasa, wawasan kami tentang dunia tentunya sangat luas dan terbuka. Om, tante, kami berjanji kelak cucu dari om dan tante kedepannya akan kami beri asupan pengetahuan yang edukatif tentang dunia agar cucu dari om dan tante kelak telah memiliki bekal nutrisi yang cukup berupa edukasi yang memadai guna meraih prestasi yang bikin bangga sana-sini. 

8. Kami sangat pandai dalam berhubungan, karena "Hubungan" merupakan nama depan jurusan kami



Om, tante, kami anak Hubungan Internasional, kami belajar bagaimana caranya menjalin hubungan baik antar negara. Belajar tentang bagaimana cara menjalin hubungan baik antar negara saja kami bisa, apalagi belajar untuk menjalin hubungan baik antara saya dengan anak om? Apalagi belajar bagaimana menjalin hubungan baik antara saya dengan keluarga om? Apalagi belajar bagaimana menjalin hubungan baik antara keluarga besar kita? Om, Tante, sekali lagi, kami anak Hubungan Internasional. Om dan tante tenang saja. Konteks "Hubungan" kami disini sangat luas, tidak terpaku pada ilmu internasional saja. Kami dapat membagi waktu antara ilmu yang kami pelajari, dengan anak om dan tante yang selalu ingin dimengerti. Kami dapat membagi waktu kapan harus menggunakan "hubungan" itu dalam konteks hubungan int...ernasional dan kapan menggunakan "hubungan" itu dalam konteks hubungan int...im.


9. Kami siap bermain di malam hari..


Dalam nama bapa dan.. christiano ronaldo! goal!


Om, tante, pada akhirnya kita dapat sama-sama melihat jika Hubungan Internasional bukan lah disiplin ilmu yang remeh. Selain menuntut kami dalam hal berbahasa maupun berpolitik, materi-materi pengantar jurusan Hubungan Internasional kami pun telah menanti bak hidangan yang siap untuk disantap. Jumlah dari materi-materi itu tentunya tidak sedikit. Materi power point yang belasan atau puluhan slide, dan buku-buku pengantar yang tebalnya membuat pusing kepala dengan jumlah halamannya mencapai ratusan halaman merupakan santapan kami. Tak jarang, kami begadang sampai larut malam untuk sekedar belajar atau menyelesaikan tugas. Match-match sepak bola eropa pun terkadang menemani kami dalam sunyinya malam.



Kami memang siap. Kami siap secara batin dan fisik untuk tetap terjaga sampai larut malam untuk belajar. Kami siap untuk bermain dengan slide-slide presentasi dosen dan juga ratusan buku pengantar jurusan kami di malam hari. Itu artinya, kami merupakan pekerja keras yang rela untuk bekerja sampai larut malam demi menyanap ilmu dan kami juga memiliki komitmen yang tinggi untuk menyelesaikan apa yang harus kami selesaikan. Om tak perlu khawatir, buah hati dari om dan tante akan puas dengan kinerja kami. Karena kami, merupakan menantu yang pekerja keras dan juga berkomitmen tinggi. 

***

Om, tante, jadi bagaimana? Masih sungkan untuk merekrut kami sebagai menantu? Meskipun kami tak memiliki jiwa seni yang cukup tinggi seperti anak arsitek untuk bisa menggambar rumh idaman anak om dan tante kelak, meskipun kami tak se-sabar anak akuntansi dalam menyeimbangkan aktiva dan pasiva, meskipun kami tak semulia anak kedokteran yang selalu belajar bagaimana menyembuhkan orang yang sakit,  meskipun kami tak sejenius anak-anak IT yang mampu menguasai program-program komputer, dan meskipun kami tak sehebat anak-anak jurusan lain dengan kemampuannya masing-masing, pada akhirnya kami dalah kami. 

Kami tetap lah manusia biasa, kami tak luput dari kesalahan dan sikap arogan, kami sadar kami tak bisa selalu membuat anak om dan tante bahagia. Tapi dengan 9 alasan ini saya harap bisa menjadi 9 pertimbangan yang cukup menjanjikan untuk om dan tante tentang jurusan kami. Kami, Hubungan Internasional. 

62 comments:

  1. Nomor 9 Jep...
    hehheee...

    kalian emang keren :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Situs Judi Online Terpercaya dan Terbesar Di Indonesia
      http://tiger77.org/
      http://jejakbola.com/
      http://agen-juditerpercaya.com/
      http://daftarjudi77.com/

      Delete
  2. waduh begitu ya, coba tanay anakku dulu dia mau gak???

    ReplyDelete
  3. Waaaah...
    Bener bener menantu idaman..
    Suka banget yang nomor 3..

    Sayang gua belom punya anak... Eh???

    ReplyDelete
    Replies
    1. sana, nikah.. terus punya anak terus bertumbuh besar anaknya.. terus gue nnikahin.. tapi gue nya udah kakek-kakek.. terus gue dipenjara gara2 dikira pedofilia

      Delete
  4. Menguasai bahasa pemrograman juga gak mas, kalau cuma bahasa cinta mah saya juga bisa :P

    ReplyDelete
  5. suka banget no 9.. kepuasan pelanggan nomor satu

    ReplyDelete
    Replies
    1. jangan disalah artikan yak :")

      Delete
  6. Oke nak! Kamu saya kawinkan dengan anak saya!!!!! Menantu yang kayak gini nih yang saya cari. Tapi sebelum kamu menikahi anak saya, kamu harus tunggu saya mencari ibunya dulu.

    ReplyDelete
  7. Dan pada akhirnya pilihan ada di tangan calon pasangan anda sendiri mau apa enggaknya hehe. Tapi yang paling penting untuk jadi pertimbangan calon mertua bukan hanya di jurusan calon menantunya aja sih :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. tapi namanya juga orangtua, jurusan sering kali menjadi pertimbangan..

      Delete
  8. baru mau nyuruh mama sama papa ku baca, untung nggak jadi.
    bangkay itu nomer 9 apa woe ! :)

    ReplyDelete
  9. "kami handal dalam banyak bahasa, tak terkecuali bahasa cinta untuk anak om dan tante" Njay... ini yang aku suka. Bisa bikin klepek" haha.
    Btw, buka les privat khusus bahasa ini gak bro? mau daftar haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. apa gunanya belajar bahasa ini, sobat. bahasa ini tidak perlu banyak2 dipelajari, namun diparktikan dan diamalkan secara bijak.

      Delete
  10. yg pertama keren..
    Buset nomer 9 nongol gitu.. wkwk

    ReplyDelete
  11. Buka sitik jos!!! wkwkwk
    GOKILLLL!!!

    Semoga lo langsung dapet deh gegara nulis ini. Hidup anak hubungan internasional!!!! :D

    ReplyDelete
  12. Bagian : "kami siap bermain di malam hari, anak om dan tante pun akan puas karena kami" itu agak ambigu ya.
    Entar saya nanya putri saya dulu mau nggak dia ama anak Binus.
    .
    .
    oya lupa, dia masih balita

    ReplyDelete
    Replies
    1. mau dong, binus kan world class university..

      Delete
  13. Waksss mmg ada pelajaran bahasa cinta dalam SKS nya ????

    ReplyDelete
    Replies
    1. sesungguhnya sahabatku, tak butuh membalut cinta dengan sebuah sks untuk dapat mempelajarinya. Karena cinta, adalah bahasa universal.....















      universal studio.

      Delete
  14. Hai anak Hubungan Internasional. Kenalkan aku dari anak Pajak, senang berkenalan dengan orang dari jurusan yang berbeda.

    Tiap jurusan memang mempunyai keunggulan masing-masing, dan 9 alasan yang saudara ungkapkan tadi sepertinya bisa menggerakan hati om dan tante di luaran sana untuk mempertimbangkan ketika nanti saudara menyatakan cinta dan ingin meminang anak mereka. Semoga beruntung ya. Kita sama-sama berjuang walaupun berbeda jurusan.

    Tapi, satu hal yang diingat, Anak Pajak pilihan Menantu Bijak.

    Terima kasih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai anak pajak, bagaimana kabar tax amensty ku..

      Delete
  15. hai anak HI yang selalu terlihat 'kece' dan salah satu jurusan dengan strata tinggi juga di kampusku. Selain 9 poin diatas, tetap rendah hati ya mas.. soalnya calon mertua mu sukanya anak yang rendah hati dan tidak sombong ahahah

    dulu sempet kepikiran pengen masuk HI tapi gak jadi, masuknya malah ke teknik sipil. salam dari cewek teknik ya :D

    http://www.fujichan.net/

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya rendah hati kok, mbak. tidak sombong. dan rajin menabung.

      Delete
  16. jadi gini jeff, sambil menyelam untuk ngeblog lu juga berusaha sambil minum air untuk promosi. hahahaha. Semoga diantara ratusan ribu pembaca blog lu, ada saja seorang orangtua dengan anak yang cakep serta baik hatinya yang kepincut dengan promosi lu ini. semoga, aamiin. eh btw gue juga boleh ikutan promosi nggak di kolom komentar ini ? :p

    ReplyDelete
  17. Haha, bisaan nih... wkwk.. keren juga ulasannya. Kepikiran yaaa nulis begini kaya yang meme2 di internet haha...

    ReplyDelete
  18. Pengin nanti kalau anakku dah besar masuk ke HI hahahaha (ibu pemaksa)
    eh tapi kok alasan2nya aneh gt sih Jef? hahaha
    emang iya bisa bahasa cinta? hmmm

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa.. cuma belum menemukan orang yang tepat untuk mengaplikasikan bahasa tersebut.

      Delete
  19. Ya meskipun 9 alasan tadi sudah cukup untuk meluluhkan hati orang tua (om dan tante) tapi kan anaknya belum tentu mau mas, yang penting kan anaknya mau apa nggak?? Hehehe


    Wiih keren juga tuh mas, kegiatan atau materi yang ada diperkuliahan bisa kamu ulas untuk menjadikan bahan pertimbangan calon mertua buat nerima kamu juadi menantunya. Semoga kelak kamu bisa mendapatkan mertua impianmu ya mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. biasa mah yang susah orangtuanya, masbro. taklukkan bapaknya, dapatkan emaknya.



      anaknya, maksudnya.

      Delete
  20. Tuh om tantee baca artikel iniii. Kali aja ada yang nyesel pernah nyuruh anaknya buat putusin pacarnya yang kuliah di HI wkwkk
    Mantap niih, tapi gua ngakak baca yang nomor 8, sangat pandai dalam berhubungan karena ada kata hubungan di jurusannyaaa hahhaha

    ReplyDelete
  21. Ini judulnya hipwee banget :))

    Kok gue geli ya pas bagian bahasa cinta itu? Pengin getok lo pake sapu :))

    NOMOR 9 APAAN WOY ITU :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. emang hipwee yak? wahaha, hip hip we...

      Delete
  22. awalnya gue ingin mempertanyakan "kami handal dalam banyak bahasa, tak terkecuali bahasa cinta"
    emangnya cinta ada bahasanya ? kan yang ada isyarat cinta, makanya banyak cewe kodein cowo buat nembak ( tembak aku tembak aku ) hahaha

    pas baca nyampe ujung..
    hahaha imajinasi gue berkembang diluar keingin gue :v pas baca nomer 9 :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. sekali lagi sahabatku, cinta itu bahasa. Bahasa universal. Universal Studio.

      Delete
  23. Kampret nomor 9 agak sedikit-sedikit gimanaa gitu haha.
    Tapi semuanya bener juga sih, jadi silahkan aja nih para orang tua izinkan anak mereka untuk menjalin hubungan dengan anak jurusan Hubungan Internasional, karena sepertinya bakalan banyak banget manfaatnya haha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Situs Judi Online Terpercaya dan Terbesar Di Indonesia
      http://tiger77.org/
      http://jejakbola.com/
      http://agen-juditerpercaya.com/
      http://daftarjudi77.com/

      Delete
  24. yang terakir yang paling ZEEEEeeeeeeb. Kalau HI nanti keluar apa langsung dapat pekerjaan dari pemerintah? Kalau iya Zeeeb banget nih :D Silahkan berbangga diri untuk anak HI karena aku hanya anak SMA jurusan IPA.

    ReplyDelete
    Replies
    1. banyak kok, anak IPA yang ngambil HI...

      Delete
  25. waaah Jef keren banget nih niat..semoga ada calon mertua yang membaca dan tertarik sama lo ya..biar dijadiin menantunya. hahaha..promosinya juga bagus banget lo aplagi soal bahasa CINTA dan poin nomor 9. wkwkwkw..

    semoga segera dapat mertua ya Jef :D

    ReplyDelete
  26. Oke, karena kamu ahli dalam urusan berhubungan, kamu bisa nikah sama anak saya. Saya paling suka no 8 sama 9, dua nomer itulah yang menyebabkan saya merestui hubunganmu dengan anak saya. Tapi tunggu saya bikin sama ibunya dulu. Tapi, kalo jadinya cowok semua gimana? Kamu masih mau?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau jadinya cowok semua...

      maka ibunya merupakan alternatif, om.

      Delete
  27. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  28. Wah wah wah , mantap jiwa ini mah ya ? ha hah ha .

    Gue tunggu postingannya kalo udah dapet gandengan + undangan nikahnya .

    ReplyDelete
  29. Mantap djiwa sekali Jev. Bikinnya dari hati banget, ya? Hahaha...
    Gue di SI juga bukunya tebel. Tembus 900an halaman *padahal nggak beli buku cetak selain buku wajib*

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sob, dari hati.. bukan BINUS namanya kalau bukunya nggak tebel ya bro :")

      Delete
  30. Wah, beneran ini calon mantu idaman. *pukpukpuk* sama ponakanku mau? Anaknya manis,lincah centil dan pinter ngaji. Tapinya.. Ada tapinya..
    Masih kelas 4 SD #nunggunyakangaklamatuh xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. kelas 4 sd? boleh.. nanti paling saya masuk penjara gara-gara dikira pedofilia.

      Delete

b:if cond='data:blog.pageType != "item"'>