Kind of Writer's Personality..


"Travelling" for Happiness
"Mahasiswing" for A Better Education

"Web Developing" For Digital Intellectual

"Searching" For His Missing Rib

Sabtu Pagi di TK Atmabrata


Sebagai seorang mahasiswa aktif, ada banyak kegiatan yang harus dilakukan guna menunjang akitifitas dunia perkuliahan. Bukan melulu aktif ikut seminar atau aktif titip absen, tapi juga aktif dalam hal.. mencari jam servis. Jam servis, vis, vis, vis..

Untuk itu lah di hari sabtu lalu gue dan 5 orang teman gue yang tidak ingin disebutkan namanya terdampar di Clincing, cing cing cing. Di daerah Cilincing itu, kami terdampar disebuah kelas TK yang bernama TK Atmabrata. Demi mencari jam servis, kami berencana untuk mengajar anak-anak yang bisa dikatakan kurang mampu.

Bersama anak-anak di TK Atmabrata.. 

Sabtu pagi itu dimulai dengan perjalanan yang penuh rintangan. Setelah sebelumnya berkumpul terlebih dahulu, kami pada akhirnya sampai di tempat tujuan setelah menaklukkan jembatan kayu yang digunakan untuk media penyebrangan. Setelah berhasil menaklukkan jembatan kayu, kami akhirnya berhasil sampai di TK tersebut. Sepintas, kami terlihat seperti Dora The Explorer dadakan, yang harus melewati jembatan kayu terlebih dahulu untuk bisa sampai di rumah nenek. 

semacam menunggu..
Suasana kelas pada awalnya..

Ternyata, rintangan Dora The Explorer dadakan itu tidak berhenti sampai di jembatan kayu saja. Setelah sampai di TK Atmabrata, kami harus menunggu kurang lebih 45 menit di TK tersebut baru kemudian anak-anak yang akan kami ajar berkumpul semuanya. Sedikit miss communication menjadi bumbu hidangan yang harus kami santap di pagi itu. Rencananya ngajar di jam setengah 10 pagi, murid-muridnya baru pada datang di jam 10 lewat. Tapi yasudah lah, semua demi jam servis.

Setelah kurang lebih 45 menit menunggu, satu per satu anak kemudian akhirnya datang. Status Dora The Explorer dadakan pun akhirnya berubah menjadi guru SD dadakan. Pelajaran pun dimulai..



Ada 2 pelajaran yang kami ajarkan kepada anak-anak di TK Atmabrata ini. Pertama, Matematika. Kedua, Pancasila.

Permasalahan hadir, ketika ternyata kelas dari masing-masing anak ini bersifat heterogen. Meskipun kami mengajarnya di "TK", tapi yang kami ajar bukan lah anak TK melainkan anak SD. Permasalahannya adalah, anak-anak SD ini memiliki kelas yang heterogen. Ada yang kelas 1 SD, 2 SD, sampai yang paling senior kelas 3SD.

Materi pembelajaran pun harus dibagi sesuai dengan kelas masing-masing. Karena anak kelas 1SD belum ngerti yang namanya matematika perkalian, dan anak kelas 2 SD belum ngerti pembagian, maka materi yang diberikan kepada mereka harus disesuaikan dan dikondisikan. 





Karena pencarian jam servis ini berada dalam balutan pelajaran Character Building BINUS University, pelajaran Pancasila tak lupa kami berikan kepada anak-anak itu. Ketika ditanya apa itu Pancasila, kebanyakan dari mereka menjawab kalau Pancasila itu adalah burung, dan banyak juga yang menjawab kalau Pancasila itu (1. Ketuhanan yang maha Esa (2. dan seterusnya.  

Mungkin memang benar Pancasila itu burung garuda, dalam konteks "lambangnya". Benar juga kalau dikatakan Pancasila itu 1. Ketuhanan yang mahas Esa dan seterusnya, dalam konteks "isinya".  Tapi yang kami ajarkan kepada anak-anak itu di sabtu pagi kala itu adalah makna Pancasila sesungguhnya. Kami lebih mengupas esensi dari masing-masing nilai-nilai Pancasila dengan bahasa yang mudah untuk dimengerti anak kelas 1-3 SD, tentunya. 

Satu hal yang menyenangkan dari kegiatan belajar mengajar di Sabtu pagi itu dari adalah: nggak ada anak yang bandel atau rese. Serius, anak-anaknya pada tertib. Padahal, sebelumnya gue sempat memikirkan situasi horror dimana  gue akan mengajar anak-anak yang bandel dan nggak bisa diem. Entah itu anak-anaknya lari-larian di dalam kelas, teriak-teriakan, lempar-lemparan, sampai tikung-tikungan. Tapi ternyata situasi horror itu hanya imajinasi liar semata. 



Apa yang kami cari pada awalnya mungkin memang hanya sekedar jam servis guna menunjang aktifitas perkuliahan. Namun apa yang kami dapatkan, tentunya lebih dari sekedar jam servis. Interaksi dengan anak-anak di TK Atmabrata di Sabtu pagi kala itu tentunya merupakan sebuah pengalaman yang berharga. 

Sabtu pagi di TK Atmabrata, pelajaran Matematika dan Pancasila menjadi media interaksi kami dengan anak-anak kala itu. Mungkin tingkatan kelas mereka memang bervariasi, dan mungkin daya tangkap mereka juga tidak serasi, namun hal tersebut adalah hal yang menjadi tantangan kami untuk dapat membuat mereka mengerti. 

Sabtu pagi di TK Atmabrata, meskipun pada awalnya kami harus menjadi Dora the Explorer dadakan, namun pada akhirnya kami senang karena kami dapat ikut ambil andil dalam hal menjadi guru untuk anak-anak di TK itu. Kami senang, kami dapat berinteraksi. Kami senang, kami dapat berbagi. 

Sabtu pagi di TK Atmabrata, peluh kami mungkin memang menetes. Namun lelah kami, terlunasi semuanya dengan senyum yang mengembang diwajah mereka. Mereka adalah anak-anak dengan cita-cita yang sangat tinggi. Mulai dari impian menjadi dokter, artis, pilot, sampai astronot mereka benamkan di dalam pikiran mereka. 

Terimakasih adik-adik, karena kalian.. kakak-kakak ini akan mendapatkan jam servis 10 jam dari BINUS. Hahahahaha...



  

29 comments:

  1. Happy banget ya, kadang main sama anak kecil 10 menit aja, rasanya melemparkan kita dari kenyataan kehidupan orang dewasa yang kejam :))

    ReplyDelete
  2. menjadi pengajar itu seru kan Jeff. Terkadang informasi yang sepele buat kita, menjadi sesuatu yang menarik buat mereka. banyak hal yang ternyata itu sederhana sekali bisa membuat mereka bahagia. Dan tentunya kita juga ikut tertular bahagia. Itulah hebatnya anak-anak Jeff.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yoi, mengajar itu emang indah..

      Delete
  3. Wah seru ngajarin anak2
    Hmm itu ada berapa jumlah anak yg kamu ajari, jef?
    Trus kalo kamu jadi dora, dora jadi siapa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau gue jadi dora, dora jadi spongebob

      Delete
  4. Wah keliatannya seru banget ya, bisa berbagi dan belajar juga dari anak kecil...
    Aku paling suka dengan moment seperti ini ..

    ReplyDelete
  5. Intinya adalah, ketika kita berbagi, kita tidak akan kehilangan apapun. Malah kita akan mendapatkan sesuatu di luar ekspektasi. Senyum mereka, candaan mereka, dan antusias mereka itu menjadi penyemangat untuk terus berbagi.

    Pengalaman mengajar yang pernah gue alami itu waktu KKN, gue mencoba mengajar di kelas 2 SD. Anak kelas 2 SD malah lebih tertib daripada anak kelas 5 SD, karena mereka masih takut kalo dimarahin. Gue bahagia banget ketika mereka ngerti apa yang gue ajarin, melihat ekspresi mereka yang bingung gue jadi lebih semangat mengajar.

    Bahagia bangetlah pokoknya karena berbagi itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. tepat sekali saudara wahyu..
      anak kelas 4sd keatas emang udah mulai liar-liar.

      Delete
  6. Memang seru kegiatan bersama anak kecil. Dulu aku juga pernah tapi di panti asuhan. Seneng bareng dan susah bareng. Seakan kembali ke masa dulu dimana kekinian belum menyerang sehingga tidak ada dusta diantara pertemanan.

    ReplyDelete
  7. Dengan mengajarkan anak anak yang masih dalam tahap perkembangan bisa mendapatkan pengalaman baru kan ? sekaligus ilmu baru.

    ReplyDelete
  8. Sabtu pagi yang ceria itu jev hehe. sekarang udah anak kuliah nih ye hehe dengan almamater yang keren. emang jurusan apa jev? kalau guru berarti kita sama dung haha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukan guru gue bro, hubungan internasional. hehehe..

      Delete
  9. jam servis itu apaan cuy? mirip kkn? ._.

    kalo ngajar anak SD itu malah serem sih gue, soalnya mereka cepet nangkap dan ngerekam apa yang kita lakuin, jadi musti hati2 dan bener2 bersikap. Tapi enaknya ya pasti mereka gampang nurut dan akrab sama kita :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. jam servis itu.. gimana yak, susah ngejelasinnya bro. yang jelas jam servis itu beda sama jam sostek

      Delete
  10. Keren Banget Ceritannya.. Inspiratif


    Sukses Selalu

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih pujiannya, tapi saya tidak berniat membeli medali online murah.

      Delete
  11. ngeliat muka2 mereka yg ceria gitu, udh bikin capek terbayar ya jev... jd kepikiran mau jd guru abis ini :D? itu dulu cita2ku juga.. tp stlh makin gede ilang lgs, krn kebayangnya serempong apa hrs ngadepin murid2 dgn karakter yg beda2 ;p.. kalo baik semua ya oke.. lah kalo ada 1 aja yg bikin pusing kepala, wassalam ;p.. Jadi guru TK, apalagi... masih inget guruku dulu yg hrs nyebokin temenku yg pup di celana pas TK ;p.. wkwkwkw.. nth kenapa itu terbayang sampe skr saking berkesannya hihihihihi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. nggak sih, nggak ada pikiran jadi guru saya. hahaha, pekerjaan extra seperti nyebokin anak orang itu...


      aduh.

      Delete
  12. Seru banget yah ajarin anak-anak..
    Feelnya pastinya beda sama feel yang biasa kita rasain di perkuliahan...

    Btw, kalo anak-anak yang beda kelas di campur jadi satu bingung juga yah gimana ngajarnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. heterogenisme dalam kelas itu yang harus dikondisikan mater pengajarannya sis.. hohoho

      Delete
  13. jadi suatu kebanggan kalo udah ngasih sesuatu sama orang lain, apalagi ilmu :)

    ReplyDelete
  14. Wah pasti berkesan banget nih ya bang ngajarin anak-anak gini, keknya yang ngajarin di siti muka-muka lelah semua itu ahahah.. semangat terus lah, yang penting dapet jam servis, walaupun gue gak tau artinya :(

    ReplyDelete
  15. Yap gue juga sebagai mahasiswa keguruan nanti akan ada waktunya untuk magang ke sekolah-sekolah begituan. Walau udah pernah sekali disuruh dosen mengunjungi sekolah, rasanya memang luar biasa jev. Anak-anak disana memang keliatan lucu-lucu banget dan menggemaskan. Semangat terus nak muda, karena anak-anak banyak maunya. Coba untuk selalu mengerti kemauan mereka.

    ReplyDelete

BELI SEPATU KUY!

@bokangco_id