Saturday, June 3, 2017

GEMPAR!! 6 Ide Unik Startup yang Nyeleneh tapi Nggak Bisa Dianggap Remeh!


Selamat pagi, budak-budak digital dari generasi millennial. 

Dunia digital memang nggak bisa dibendung. Begitu juga dengan pertumbuhan startup yang semakin menjamur. Sebagai sebuah wadah yang menawarkan solusi digital, startup-startup yang inovatif memang selalu menarik untuk dinanti kehadirannya. Selain bisa menjadi solusi untuk masyarakat sekitar, lahirnya startup yang inovatif nyatanya juga selaras dengan cita-cita pemerintah untuk mengoptimalkan ekonomi digital nasional. Hal yang menarik kemudian adalah dari semua startup yang sudah menjadi raksasa di hari ini, ada sebuah kesamaan diantara mereka. Kesamaannya adalah startup-startup itu dimulai dari sebuah ide gila yang justru dianggap remeh orang lain pada awalnya. 

Kalau dipikir-pikir, berapa banyak orang yang menganggap seorang Jack Ma adalah pria yang sinting ketika ia memiliki ide untuk menciptakan sistem transaksi online? Berapa banyak orang yang menganggap remeh seorang William Tanuwijaya ketika ia memiliki ide untuk membesarkan Tokopedia?  Mark Zuckerberg? Larry Page? Sergey Brin?  Semua kejeniusan dimulai dari ide gila, dan semua proses untuk sesuatu yang besar pasti dibumbui dengan caci maki.


 

Untuk bisa membuat startup, hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengidentifikasi masalah-masalah di sekitar kita dan mencari solusinya lalu mengaplikasikan solusi tersebut ke ranah digital. Karena pada akhirnya, startup adalah sebuah solusi digital. Masalah yang perlu diidentifikasi sendiri bisa dimulai dari masalah-masalah di sekitar kita, nggak perlu masalah-masalah dengan skala besar yang seharusnya ditangani negara kayak korupsi, kemiskinan, terorisme, dan lain sebagainya.

Di abad ke 21 kayak sekarang ini, ada cukup banyak masalah yang kita temui sehari-hari dan kadang bikin keki. Contoh sederhananya, tukang parkir yang waktu kita parkir motor dia nggak kelihatan batang hidungnya tapi waktu kita mau pergi meninggalkan tempat parkir batang hidungnya tiba-tiba muncul bersama dengan batang kemaluannya sambil menyodorkan tangan seraya berkata, "Bro Duit Parkir Bro?". Atau, emak-emak bawa motor yang arah belok dan lampu sennya mengalami ambivalensi, kontradiktif, dan menciptakan semacam paradoks. Kalau nyalain sen ke kanan beloknya ke kiri. 

Tapi sayangnya, nggak semua masalah disekitar kita dapat diaplikasikan untuk menjadi sebuah solusi digital. Kalau dipikir-pikir, permasalahan kayak tukang parkir yang kayak hantu dan emak-emak bawa motor yang arah belok dan lampu sennya mengalami disparitas seperti ilustrasi diatas tentu kurang "digital friendly" untuk diaplikasikan menjadi sebuah startup. Untuk itulah, ketajaman intelektualitas kita dalam memilah dan mengidentifikasi masalah apa yang meresahkan tapi bisa dicarikan solusi digitalnya menjadi substansi dari "ide gila" tersebut. 

***
Setelah meresapi permasalahan-permasalahan di abad ke 21 ini, ada beberapa ide gila yang muncul di pikiran gue dan mungkin bisa menjadi ide untuk pembuatan startup-startup baru. Ide-ide yang sebenarnya cukup nyeleneh, tapi nggak bisa dianggap remeh...


1. GO DEMO 





Abad ke 21 adalah abad dimana demokrasi sudah dijunjung tinggi oleh dunia. Banyak negara di dunia ini termasuk Indonesia telah menjadi negara demokrasi yang rakyatnya telah memiliki legalitas dalam melakukan demonstrasi. Tapi sayangnya, demokrasi sekarang-sekarang ini malah dijadikan instrumen oleh beberapa pihak untuk kepentingan tertentu. Negara pun dibuat gaduh karena dikit-dikit demo, dikit-dikit demo. Pemimpin beda agama? Demo. Angkutan konvensional sepi penumpang karena angutan online? Demo. Pemimpin beda agama sudah di proses hukum tapi belum ditahan? Demo. Semua demo.

Polemik demonstrasi yang seperti ini tentu telah membuat gaduh negara. Dan bukan nggak mungkin, dari peristiwa demo-demo seperti ini akan terbuka ruang bagi mereka yang jago bikin mobile application dan hobi berdemo untuk menciptakan aplikasi demo online. Namanya GO Demo, atau mungkin Grab Demo. Namun seiring berjalannya waktu, nama tersebut mengalami perubahan menjadi GO Aksi Damai.

Jadi nanti di startup demo online itu, masyarakat dapat di mobilisasi via digital. Fitur-fitur dari masing-masing demo juga beranekaragam. Mungkin fitur-fitur yang ditawarkan akan meliputi jenis-jenis demo: 

  • Aksi Long march dari satu lokasi ke lokasi lain
  • Aksi damai Bakar Lilin 
  • Aksi Mogok Makan
  • Orasi aja
  • Orasi sambil bakar lilin
  • Orasi sambil bakar ban
  • Orasi sambil bakar foto mantan
  • Orasi sambil bakar lilin, bakar ban, terus bakar foto mantan

Tantangan dalam membuat aplikasi mobilisasi masa untuk berdemo seperti ini mungkin memang sangat berat. Karena sejatinya, aplikasi seperti ini hanya menambah gaduh negara dan melahirkan demokrasi yang demo melulu, bukan demokrasi yang berintelektualitas. Lagian, pengangguran itu seharusnya diberdayakan, bukan dijadikan instrumen berdemo dengan bayaran nasi bungkus atau semacamnya. Et dah gua kata mah.

2. Go Cenayang / Go Dukun





Berapa banyak orang di Indonesia yang masih percaya dukun, atau cenayang, atau orang pintar? Masih banyak. Berapa banyak orang di Indonesia yang mau konultasi sama dukun tapi mengurungkan niatnya karena anggapan publik kalau dukun atau cenayang itu mistis? Masih banyak juga. Kalau konektivitas antara masyarakat yang ingin konsultasi ke dukun dengan dukunnya itu sendiri bisa dibuat efisien dan efektif, suatu permasalahan pasti dapat terpecahkan. Mau konsultasi soal hantu, atau cara biar dapet istri baru kan bisa jadi lebih gampang. Selain mempermudah konektivitas antara dukun dengan masyarakat, aplikasi dukun online tentu dapat mengurangi populasi dukun cabul. 

3. Find The Movie



Berapa banyak orang yang pernah nonton film tapi nggak tau judul dari film yang dia tonton itu? Tau-tau beberapa tahun kemudian dia keinget film itu, terus pingin nonton lagi, tapi nggak bisa karena nggak tau judul dari film itu? Banyak ya nggak sih. Mungkin kalau ada aplikasi yang bisa membantu kita untuk menemukan film yang kita maksud, maka sebuah masalah bisa dipecahkan. 

4. Go Borrow



Berapa banyak orang yang terpaksa membeli sesuatu yang sebenarnya nggak terlalu dibutuhkan hanya karena situasi yang mendesak? Banyak, pasti. Dengan adanya aplikasi pinjam barang online, tentu permasalahan di abad ke 21 seperti terpaksa membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan bisa di minimalisir. Tapi, tantangan terberat yang mungkin menimpah developer aplikasi ini adalah memastikan bahwa si peminjam barang tidak memiliki penyakit berbahaya yang mampu menularkan virus mematikan kepada si peminjam. Kalau panuan cuma gara-gara minjem baju kan jadi repot ya..

5. Destroy her/his Wedding 


Salah satu permasalahan yang paling bikin gaduh di abad ke 21 adalah undangan pernikahan mantan, betul? Betul...

Aplikasi pencari jodoh kayak Tinder itu sudah terlalu biasa. Pernah mikir nggak sih, kenapa di dunia digital ini adanya aplikasi yang membantu orang lain menjalin hubungan dengan orang lain? Kenapa nggak ada aplikasi yang merenggangkan hubungan orang lain? Padahal, membuat asmara orang rusak kan nggak melanggar hukum. Bukan tidak mungkin kan, di masa depan nanti akan ada sebuah aplikasi atau startup yang menawarkan jasa sabotase pernikahan mantan secara sistematis. Tinggal booking, mantan pun batal menikah.


6. Where''s The Blood

Salah satu masalah yang sering banget gue amati akhir-akhir ini adalah tentang stok darah. Pernah nggak sih, kalian ini tiba-tiba di group line atau whatsapp atau bbm ada yang broadcast atau share tentang korban kecelakaan yang lagi butuh darah tapi stok darah di rumah sakitnya lagi abis? Mungkin mencari orang dengan golongan darah yang sama dengan cara broadcast via chat memang bisa dilakukan, tapi apakah efektif? Mungkin akan lebih efektif kalau ada startup yang sudah bekerjasama dengan institusi kesehatan.  


***

Semua ide jenius berawal dari ide gila. Ide yang pada awalnya dianggap orang awam tabu, tapi setelah diimplementasikan justru membuat orang yang tadinya merasa tabu menjadi berdecak kagum dan layak untuk diperbincangkan. Enam ide diatas mungkin untuk hari ini dianggap sebagian orang sebagai ide yang tabu, tapi siapa tau di beberapa tahun yang akan datang ide-ide diatas justru membuat orang lain berdecak kagum?

21 comments:

  1. Eh lah anjay.
    Aplikasinya ga ada yang waras tapi ko ya kalo dipikir-pikir ada benernya juga.
    Aku suka banget tuh ama aplikasi go dukun,
    Pasti bakal buming banget karna orang-orang bakal proi kontra tentang keharaman aplikasi Go dukun wk/.

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena ide jenius berawal dari sesuatu yang kurang waras, bro :)

      Delete
  2. ini kalau beneran jadi, wes beres semua nih. diantara 6 ide gila yang ketulungan ini, saya masih srek dengan nomor 6. kalau bisa ini harus dikembangkan dengan segera deh

    ReplyDelete
  3. Kebanyakan aneh-aneh yaaa, namun maraknya pendirian startup jika pengindentifikasian masalah sekitar, masalah sepele namun yang memiliki manfaat membuat startup akan dicintai masyarakat nantinya. Ya itu contohnya tadi, abang tukang parkir yang pas kita letakin motor gaada, eh pas kita udah starter dia muncul entah darimana arahnya, yaa bisalah para pemikir startup membuat sebuah app, gue juga gak ngerti konsepnya entar kek mana. Hahaha

    ReplyDelete
  4. Ko ini aku baru dengar ya, dan terbilang aneh-aneh namanya..he
    Tapi aku lebih penasaran sama yang no-6 mas. Betul tuh suka ada aja yang share butuh darah, hampir semua grup yang aku ikutin ada yg share btuh darah gitu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. salah satu keresahan setelah menjamurnya group chat digital sih emang itu ya..

      Delete
  5. wah wah wah, bener-bener ide yang belum pernah aku pikirkan sebelumnya, ya sama sih seperti mas-mas yang komen diatas, kalau yang nomer 6 itu ide yang bagus, karena bisa mempermudah mendapat stok darah.

    ReplyDelete
  6. Wkwkwkkwkwkwkw.. idenya keren kok tapi...... hmmmm

    Mngkin dri 6. Aku suka yg yang no 5. Bakal gue rekomendasiin ke temen2 gue yg lagi sakit hati.. wkwkkw
    Secara yg curhat masalah percintaan ada banyak. Hahha :D

    ReplyDelete
  7. Itu tukang parkir dan emak-emak kenapa jadi disambungin ke situ sih ? hahaha. Kadang gue juga berpikir gitu, ya layaknya pendiri-pendiri perusahaan seperti facebook,tokopedia, dll dimulai dari ide gila dan mereka bisa membuktikannya bukan hanya sebagai pemimpi.

    Nah coba deh lo buat mas, pake ide gila itu haha. Siapa tau nanti jadi kebeneran deh tuh .

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena tukang parkir dan emak-emak yang sen dan arah beloknya mengalami disparitas arah adalah masalah terbesar di abad ke 21

      Delete
  8. Itu yang demi ngebatalin pernikahan sebenernya gampang. Pake jasa antar barang aja udah cukup. Tinggal kirimin bom, voila, gagal deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener sih, tapi ntar dikira jihad.. bikin gaduh negara :")

      Delete
  9. Jiaaahhhh yg aplikasi destroy the wedding ngakak deh :D. Hihihi... Ga kebayang ntr bakal seheboh apa jdnya, :p. Tp moga2 aplikasi yg find the movie beneran bisa terealisasi jev. Aku banget itu mah yg butuh :p. Selalu lupa ama film2 yg udh aku tonton.. :D

    ReplyDelete
  10. Wah serem yang destroy her wedding. Tapi perlu jg kalau suami nikah lagi, bisa minta tolong utk hancurkan pernikahannya haha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah ini, betul lah itu. Salah satu fungsinya memang untuk memberdayakan kesetiaan suami.

      Delete
  11. ngakak =D
    dukun pun bisa kekinian yaa LOL

    ReplyDelete

b:if cond='data:blog.pageType != "item"'>