Melindungi Hutan Gambut, Harga Mati untuk Menjaga Indonesia


Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki kawasan hutan terbesar di dunia dengan tipe hutan yang sangat variatif dan akumulasi luas hutannya mencapai lebih dari 130 juta ha. Dari jenis dan tipe hutan yang sangat variatif, sepuluh persen diantaranya merupakan hutan lahan gambut, yang ekosistemnya mampu menjaga kestabilan iklim dunia karena menyimpan sepertiga cadangan karbon di dunia. Bukan rahasia lagi kemudian jika Indonesia merupakan rumah dari lahan gambut tropis terbesar di dunia. Bayangkan, luas lahan gambut kita mencapai 14,9 juta hektar atau lebih luas daripada Pulau Jawa dengan perkiraan penyimpanan karbon yang mencapai 22,5-43,5 gigaton karbon

Coba pejamkan mata kalian, lalu bayangkan, betapa besarnya emisi yang bisa dilepaskan oleh 17-33 miliar mobil pribadi selama setahun. Ya, seperti itulah jumlah karbon yang terdapat di hutan gambut kita. Kapasitas tanah gambut yang mampu menyimpan air hingga 13 kali bobotnya pun kemudian semakin mempertegas eksistensi hutan lahan gambut baik untuk alam maupun bagi manusia. Mulai dari meminimalisir dampak bencana seperti banjir, sebagai cadangan karbon dunia, sampai dampak positifnya bagi perekonomian masyarakat lokal menjadi bentuk representatif dari fungsi hutan lahan gambut yang begitu besar bagi dunia. Flora dan fauna pun dapat hidup dengan tenang dan aman di hutan gambut.




Sekarang buka mata kalian, lalu gunakan kuota internet kalian untuk mencari tahu apa yang terjadi dengan hutan Sumatera dan Kalimantan pada pada tahun 2015. Kenyataan yang akan didapatkan sungguh pelik, karena di tahun itu Indonesia dilanda kebakaran hutan dan lahan gambut yang sangat luar biasa dan menyebabkan kerugian finansial mencapai Rp. 220 triliun. Tentu bukan hanya kerugian finansial yang menerpa kita kala itu, kerugian lainnya mulai dari kesehatan sampai hubungan diplomatik pun terlahir dari peristiwa yang didalangi oleh oknum tidak bertanggung jawab itu. 

Jika kita menilik lebih lanjut, maka kita akan mendapati fakta jika lebih 120.000 penduduk terserang penyakit pernapasan, Gangguan akses terhadap pendidikan akibat ditutupnya sekolah, Terputusnya jaringan transportasi akibat berhentinya aktivitas di bandaraLepasnya emisi gas rumah kaca (GRK) yang hampir setara dengan total emisi harian GRK Amerika Serikat, sampai terancamnya keanekaragaman hayati, seperti musnahnya fauna dan hilangnya habitat serta pangan bagi fauna. Dampak yang sangat mengerikan bagi Indonesia dan dunia tentunya, mengingat 52% lahan yang terbakar merupakan lahan gambut yang memiliki peran sangat penting bagi cadangan karbon dunia.  

Isu perubahan iklim atau climtae change memang merupakan isu yang sedang marak diperbincangkan di beberapa dekade belakangan ini. Musibah kebakaran hutan di Indonesia merupakan salah satu fenomena yang kemudian memicu peubahan iklim dunia. Emisi gas rumah kaca yang dihasilkan kemudian dapat mempengaruhi perkembangan Indonesia di seluruh sendi kehidupan. Tentu masyarakat di sekitar lahan yang terbakar merupakan pihak yang paling dirugikan saat itu dari segi kesehatan, ekonomi, dan juga pendidikan. Bukan hanya kelestarian flora dan fauna yang terusik kala itu, kelestarian hubungan diplomatik Indonesia dengan negara tetangga pun ikut terusik.  


Permasalahan pembakaran hutan yang menciptakan kebakaran hutan tentu bukan merupakan cerita baru bagi pemerintah Indonesia. Di setiap tahunnya, kasus serupa terus mengusik hutan Indonesia dan tentunya mengusik iklim dunia. Langkah yang diambil pemerintah dinilai banyak pihak tidak merepresentasikan langkah yang preventif yakni mencegah lebih baik daripada mengobati, namun cenderung 'mengobati' setelah terluka parah. Untuk menjaga hutan gambut demi menjaga Indonesia, pemerintah tentu memiliki banyak pekerjaan rumah karena substansi dari solusi yang seharusnya diambil bukan hanya melakukan restorasi hutan gambut namun juga berperang melawan pihak-pihak 'nakal'.


Restorasi merupakan substansi dari solusi untuk masalah deforestasi seperti pembakaran hutan. Selanjutnya, perhatian akan tertuju kepada bagaimana pemerintah mengimplementasikan kebijakan untuk merestorasi hutan gambut. Untuk dapat kembali melindungi iklim di Indonesia, untuk dapat kembali menjaga cadangan karbon di dunia, langkah yang dapat ditempuh pemerintah tidak lain adalah dengan melakukan restorasi lahan gambut. Restorasi tanah gambut sendiri di Indonesia telah memiliki payung hukum yang jelas, yakni Peraturan Menteri no.16/ 2017 tentang Pedoman Teknis Restorasi Fungsi Ekosistem Gambut dan Peraturan Presiden no. 1/2016 tentang Pembentukan Badan Restorasi Gambut

Di bawah Badan Restorasi Gambut, langkah untuk merestorasi lahan gambut sendiri didasari dengan pendekatan 3R yang meliputi rewetting, revegetasi, dan revitalisasi. Pelaksanaannya pun memiliki sistem yang baik dan jelas. Adapun langkah merestorasi lahan gambut adalah sebagai berikut,

  1. Memetakan Gambut
  2. Menentukan Jenis, Pelaku, dan Waktu Pelaksaan Restorasi
  3. Rewetting
  4. Revegetasi
  5. Memberdayakan Masyarakat Lokal

Restorasi di bawah Pemerintahaan Presiden Jokowi nampaknya benar-benar serius dalam mengimplementasikan kebijakan restorasi. Presentase lahan yang ditargetkan pun tidak muluk-muluk, yakni Tahun 2016 sebesar 30%, Tahun 2017 sebesar 20%, Tahun 2018 sebesar 20%, Tahun 2019 sebesar 20%, dan Tahun 2020 sebesar 10%. 

Selain menghajar deforestasi dengan restorasi, menindak tegas perusahaan dan oknum-oknum nakal pelaku pembakaran hutan pun harus dilakukan. Pencabutan izin terhadap perusahaan yang lalai ataupun yang terlibat sebagai aktor pembakaran hutan di bawah pemerintahan Jokowi pun mulai ditindak secara tegas tanpa pandang bulu. Perlindungan total terhadap lahan gambut pun telah menjadi pioritas utama Presiden Jokowi dengan berkoordinasi dengan Mentri Kehutanan.


Sebagai warga sipil, tentu kita tidak memiliki wewenang dan kemampuan seperti pemerintah dalam melindungi lahan gambut. Kita tidak dapat mengimplementasikan kebijakan, kita tidak dapat dengan seenaknya membrantas oknum nakal, namun itu semua tidak berarti jika kita tidak dapat memberi kontribusi untuk melindungi hutan gambut. Hal yang dapat kita lakukan untuk berperan aktif dalam memberi kontribusi untuk melindungi hutan gambut adalah dengan memantau perkembangan realisasi restorasi. Melalui informasi, kita dapat berkontribusi dalam beropini mengenai program pemerintah dan membantu pemerintah untuk mengoptimalkan upaya perlindungan hutan gambut. 

Pantau Gambut merupakan media yang menggabungkan teknologi, kolaborasi data, dan jaringan masyarakat untuk memberikan informasi bebas biaya seputar restorasi lahan gambut di Indonesia. Dengan teknologi terkini, kita dapat memantau perkembangan restorasi lahan gambut secara transparan dan terus mendapatkan informasi terkini seputar kebijakan pemerintah atau kabar terkini tentang restorasi. Selain itu, fitur berbagi cerita pun dapat merangkul opini warga sipil seperti kita untuk mengkritisi perkembangan program pemerintah atau dinamika permasalahan lahan gambut di Indonesia. #PantauGambut

Hutan gambut bagaimanapun tidak bisa dipungkiri memiliki peran yang sangat krusial bagi terjaganya iklim baik di Indonesia maupun dunia. Dengan kebijakan pemerintah dan peran aktif kita, Indonesia dapat menjaga hutan gambutnya dengan lebih baik. Menjaga hutan gambut kemudian merupakan langkah yang sangat penting, karena dengan menjaga dan melindungi hutan gambut maka kita telah ikut menjaga Indonesia dan dunia. 

33 comments:

  1. artikel yang menarik mas, mungkin banyak orang yang belum mengetahui kegunaan hutan gambut bagi manusia dan bagi dunia.

    Setelah mengetahui kalau hutan gambut itu sangat penting, kita harus bisa menjaga dan jangan ikut-ikutan merusaknya.

    Mau tanya mas, sebenarnya kebakaran hutan itu disengaja apa gak sih??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap, Indonesia harus menjaga hutan gambut.
      Disengaja atau tidak itu intersubjektivitas, sih. Yang jelas.. banyak oknum nakal yang rela membakar lahan hanya demi kepentingan korporasi

      Delete
  2. Ekosistem penting ya gambut itu sebenarnya, tapi herannya suka dipandang sebelah mata karena tampilannya yg mmang ga instagramable mungkin... Huhuhu. Yuk ah bantu kampanyekan save gambut ini. Btw, artikelnya bagus tuh disertai data. Ada effort utk bikin tulisan yg berbobot. Nice :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap, kalau mau diadu sama hutan pinus sih kalah instragramable. Tapi untuk manfaatnya bagi kestabilan ekosistem, jangan diragukan..

      Delete
  3. Viralkan!

    Memang kita nggak punya kekuasaan atau daya untuk mencegah pembakaran hutan secara langsung. Tapi kita masih dapat mengabarkan. Bener banget, jangan sampai lepas dari pengawasan kita. Hutan Indonesia harus sama sama dijaga oleh masyarakatnya juga.

    ReplyDelete
  4. mari lestarikan hutan Indonesia, salam blogger

    ReplyDelete
  5. Aku lumayan sering baca denger tentang hutan gambut
    tai ga bener-bener tahu apa artinya
    kayaknya aku harus ikutan lomba juga supaya namabha ilmu muwhw.
    susses son lombanya.

    ReplyDelete
  6. manfaat gambut ternyata banyak banget, baru tau kalau salah satu fungsinya buat menyimpan karbon.

    suka heran, katanya udah ditindak tegas tapi kok ya masih ada aja oknum yang dengan sengaja membakar hutan untuk membuka lahan. semoga saja dengan adanya "pantau gambut", kerusakan hutan gambut di indonesia bisa berhenti, minimal berkurang lah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap, kapasitas penyimpanan karbonnya itu LUAR BIASA.

      Delete
  7. emang yaa, harus di hukum seberat2nya biar pada kapok.

    yang sebelah kanan itu gambar kuda bya? *gagalfokus

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yoi, kuda kegirangan karena lahan gambutnya asri dan damai :)

      Delete
  8. Terima kasih gan karena sudah mengingatkan kepada anak muda untuk melestarikan alam karena akan berguna pada masa depan. Jangan lupa kunjungin blog saya ya Mas Helmi Blog

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap, anak muda harus tahu informasi segenting ini..

      Delete
  9. Wahh gue suka nih post post macem gini yang engga cuma asal nulis tapi juga ada semacam risetnya gitu hehe jadi bacanya juga enak,

    Gue yang engga terlalu tau banget ttg hutan gambut, jdi lebih ngeh heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. yoi, riset untuk memperkuat argumen.

      Delete
  10. gue lumayan paham tentang mengenai hutan. mengenai betapa pentingnya pohon'' yang bisa menjaga kondisi bumi. sebagai penyimpanan air. tapi beneran deh, gue ga ngerti gambut tuh bentuknya kayak gimana. hahah
    masih belum mudeng uy tntng gambut.
    tapi sbgai rakyat indonesia, ya memang sharusnya menjaga alam yang kita punya ini. bukan malah di hancurkan. setuju?!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau bahasa internetnya, lahan gambut itu semacam bentang lahan yang tersusun oleh tanah hasil dekomposisi tidak sempurna dari vegetasi pepohonan yang tergenang air sehingga kondisinya anaerobik.

      Delete
  11. Harusnya di sekolah harus ada acara khusus tentang pentingnya menjaga hutan gambut ini. Memberikan informasi tentang pentingnya menjaga hutan gambut,pentingnya restorasi hutan, serta tindakan apa yang selanjutnya perlu dilakukan. Mengingat hutan gambut terbesar di dunia ada di indonesia, kalo bukan penurus bangsa yang jaga siapa lagi?

    Eh iya, kok gue mendadak pengen pergi jelajah ke hutan abis baca post ini. Ngehirup udara disana kayaknya seger deh xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap, maka dari itu pantaugambut hadir sebagai sumber transparansi informasi dari perkembangan lahan gambut di Indonesia

      Delete
  12. Coba pejamkan mata kalian, lalu bayangkan, betapa besarnya emisi yang bisa dilepaskan oleh 17-33 miliar mobil pribadi selama setahun.

    Btw kalo gue pejamkan mata, gue gak bisa baca tulisan selanjutnya .... :(
    Maap gagal pokus... :D

    Gue juga sejujurnya nggak habis pikir sih sama oknum-oknum yang sengaja ngebakar hutan, buat apa? alasannya apa? yang ada hutan jadi gundul, polusi udara dimana-mana. jadi inget kasus di kepulauan riau itu saat banyak asap.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya pejaminnya jangan lama-lama mbak :")

      Delete
  13. Aku jarang sekali baca2 yang ginian, maksudnya tentang hutan nih.. Sebenarnya gak cuma hutan gambut, tapi semua hutan dan bahkan tumbuhan ciptaan Tuhan harus kita jaga.

    Mulai dari hal yang terkecil, Semoga kedepannya kita makin sadar dan peduli terhadap lingkungan, salah satunya hutan gambut..

    ReplyDelete
  14. Mantap, ayo kita jaga hutan gambut, supaya kita tidak kekurangan air :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hmm.. iya betul juga sih, hutan gambut kapastias penyerapan airnya luar biasa.

      Delete
  15. wah ini tumben sekali artikelnya membahas sesuatu yang lumayan berat. Tapi emang benar ya, hutan gambut itu termaat penting untuk kelangsungan hidup makhluk lainnya, including us. Semoga ke depannya pemerintah dan Pak JOKOWI bisa lebih memperhatikan hutan hutan di Indonesia. Ya, begitu.

    ReplyDelete
  16. Hutan gambut itu apasih? Gue gak tau sih, tapi kalau nggak salah dulu hutan gambut di bakar habis habisan hingga asabnya ke negeri sebelah, jadi kayak negri kabut. Kalau nggak salah dulu kasusnya di Kalimantan, setelah itu lahannya ditanamin kelapa sawit.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya itulah tragedi menyedihkan yang seharusnya tidak terjadi lagi, bro. Maka dari itu lahirlah #pantaugambut

      Delete
  17. Sekarang utk menyelamatkan gambut bisa dipantau lewat pantai gambut. Smg ga ada lagi kebakaran dan hutan kita tetap lestari

    ReplyDelete

BELI SEPATU KUY!

@bokangco_id