Kind of Writer's Personality..


"Travelling" for Happiness
"Mahasiswing" for A Better Education

"Web Developing" For Digital Intellectual

"Searching" For His Missing Rib

Semester Baru, Keresahan Baru......


Selalu ada keresahan di masa transisi. Kerennya lagi, keresahan itu mampu membuka ruang bagi antiklimaks. Begitulah, anak muda. 

Argggghhhhh...............

Sebelum bertansisi pada sebuah masa, terkadang kita sering kali berangan-angan 'Bagaimana rasanya' jika kita berada pada tingkatan yang lebih tinggi dari tingkatan kita sekarang. Misalkan, waktu kita masih kecil kita pingin jadi orang besar karena kita merasa jadi orang besar itu keren. Tapi setelah kita besar, terkadang rasanya kita pingin jadi kecil lagi. Kenapa begitu? Jawabannya karena kita belum mempertimbangkan keresahan yang akan muncul di setiap masa. Waktu kecil, kita resah karena kurang bebas dan selalu diawasi orang tua, makanya kita ingin jadi orang besar yang jauh lebih bebas. Tapi waktu kita sudah besar dan memiliki segudang masalah, pingin rasanya kita jadi kecil lagi karena kita akhirnya tersadar betap enaknya jadi anak-anak dimana hanya PR Matematika yang bisa menjadi masalah serius.

Contoh spesifiknya, waktu kita masih SMA kadang kita suka berpikir kalau jadi anak kuliahan itu enak. Baju bebas, rambut gondrong, teman baru, dan lain sebagainya. Tapi percayalah, saat kita berada pada awal-awal masa transisi dari SMA menjadi mahasiswa,  ingin rasanya kita menjadi anak SMA lagi. Seragam, guru killer, clasmeeting, semua yang sudah dilewati dan tidak bisa kembali perlahan terasa begitu berharga ketika kita berada pada masa transisi. Itulah sebabnya, Kenapa banyak Maba alias Mahasiswa Baru yang waktu awal-awal kuliah masih belum bisa move on dari kenangan SMA. Bukan karena si Maba-nya nggak bisa move on, tapi karena mereka sedang berada pada masa transisi yang dapat membuka ruang bagi 'antiklimaks'. Padahal, dulu waktu SMA pingin buru-buru kuliah, tapi sekarang waktu kuliah pinginnya SMA, dasar anak muda.


Sama seperti perasaan di masa-masa transisi lainnya, sebelum bisa beradaptasi di semester 3, gue juga memiliki beberapa keresahan. Semester baru, keresahan baru. Dulu waktu tahun pertama kuliah resahnya begini, sekarang di tahun kedua kuliah resahnya begitu. Kacamata gue dalam memandang hidup pun berubah. Jadi lebih rendah hati dan bisa menghargai orang lain, sepertinya..

Waktu tahun pertama kuliah especially semester satu, mahasiswa lagi semangat-semangatnya dan rajin-rajinnya ngampus. Wajar, kehidupan baru sebagai mahasiswa terasa begitu asik. Waktu tahun kedua kuliah, kita udah tau permainan di colleagues life, disana rasa rajin ngampus kita berkurang. Simplenya, waktu semester 1 dulu ketika ada kuliah pagi jam 7.20, gue udah berangkat dari rumah jam 6.50. Sekarang di semester 3, ada kuliah pagi jam 7.20, jam 7.25 baru otw nyampenya 7.50. Biasa, ngopi dulu. Dulu waktu semester satu gue semangat ikut UKM, sekarang semester 3 pilihan untuk ikut UKM tinggal tersisa 2: makin semangat, atau makain malas, yang jelas susah untuk bisa 'biasa-biasa' aja.

Ada beberapa perubahan yang terjadi di awal kuliah di tahun kedua. Kita akan disuguhkan pemandangan dimana teman-teman kita yang dulunya di tahun pertama kuliah malas-malasan, IPK anjlok, jadi agak rajin dan serius belajar. Ya, bagus sih ngeliat hal semacam itu, tapi percaya atau tidak hal tersebut kemudian membuat tahun kedua kuliah menjadi lebih kompetitif. Dan bagi beberapa orang, akan ada 'ruang hampa' yang ikut terbuka di tahun kedua. Dan ruang hampa ini lah yang menjadi akar dari keresahan gue. Semester baru, keresahan baru. Ketika kita berada di tahun dimana kita telah mengerti betul peraturan dan rasa di dunia perkuliahan, kita akan memiliki fokus untuk mencari hal 'baru'. 

Kenapa mencari yang 'baru'? Jadi begini, anak muda. Kehidupan di dunia perkuliahan merupakan hal yang baru bagi kita di tahun pertama. Unfortunately, kehidupan kuliah bukan lagi sesuatu yang baru di tahun kedua. Maka dari itu, untuk memaksimalkan kehidupan di dunia perkuliahan biar tidak terasa hambar, banyak mahasiswa di tahun kedua yang secara masif mencari sesuatu yang baru. Entah ingin mencari prestasi secara masif ngikut lomba sana-sini, entah pingin mulai usaha biar jadi mahasiswa sekaligus enterpreneur, entah ingin membawan pulang menantu idaman ke orang tua, entah apapun itu, yang jelas.. baru.



Ketika kita bimbang atau gagal untuk mendapatkan hal yang baru tersebut, maka keresahan adalah hal yang akan didapatkan.  Resah karena bimbang, resah karena gagal, atau resah karena takut gagal. Keresahan pertama gue di semester baru datang dari.. asmara. Dan siapa sangka, keresahan itu membuka ruang bagi keresahan-keresahan lainnya. Well, when it comes to the new semester and you're interested with a girl who is in the same department with you and then you start to imagine a lot of beautiful things from that girl whether she's ordinary or kindhearted and then you found out that the girl has a boyfriend already and then she might be not as ordinary as you think and you'll end up with the argument like.. "damn, this majors ain't right for me to find a girl". You will feel like a shit, believe me. 

Awalnya karena asmara, kemudian merembet ke masalah lainnya yang ikut mengintervensi. Aneh sih, awalnya karena asmara, lanjut ke self esteem lanjut ke rasa ingin menjadi superior di pendidikan dan kawan-kawannya. Keresahan yang sempat membuat gue merasakan patah hati termasif dalam hidup, bisa dibilang. UKM pun terasa kurang bergairah buat gue di semester ini. Beberapa waktu yang lalu, gue sempat apply beasiswa di tempat les web gue untuk beasiswa digital marketing selama 3 bulan, dan kebetulan diterima. Dan gue rasa.. hal tersebut lebih menarik ketimbang UKM di kampus. Calon-calon mahasiswa yang aktif di tempat les, sih. Hmmm.

Tapi bagaimanapun, pada akhirnya keresahan tidak melulu menjadi hal yang buruk dan membuat terpuruk. Desire dari perjuangan seseorang bisa menjadi terpacu karena kita resah. Tanpa keresahan, hidup akan hambar. Karena pada akhirnya, kebahagiaan adalah situasi ketika kita dapat mengalahkan keresahan kita dengan menggunakan kapasitas yang kita punya. 

3 comments:

  1. Wah, gue malah baru aja keluar UKM setelah beberapa jam masuk grupnya. xD

    Waktu itu kurang nimbang-nimbang juga keputusannya. Jadi, main daftar aja. Apalagi itu UKM tingkat universitas. Sekarang mah gue mau seriusin lagi di organisasi tingkat fakultas. Temennya banyak. Satu suram, ikutan suram deh. Huahhaa. Nggak gitu deh. Nanti malah jadi doa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh, lu setahun dibawah gue ya... gue kira 2 tahun.. hmmm

      Delete
  2. Kalau saya di saat kuliah pengen libur, pas hari libur eh malah bosan mau ngapain dan pengen kuliah biar bisa ketemu sama temen2 kampus hahaha :))

    Semoga sukses dan lancar terus kuliahnya mas. Semangat! (^_^)9

    ReplyDelete

BELI SEPATU KUY!

@bokangco_id