A Beautiful Mind (2001), Mari Mencari Penjelasan Tentang Equilibrium Nash!


Jenius sama gila memang beda tipis. Yap, statement engkong-engkong yang old but gold sekali. Bukan cuma sekedar beda tipis, dalam beberapa kasus bahkan telah terbukti memang kalau gila adalah satu level dibawah jenius, sebut saja John Nash sebagai salah satu contohnya. Matematikawan jenius yang juga menderita skizofrenia ini berhasil mendapat nobel dengan paper yang berjudul Equilibrium Points in N-Person Games yang panjang katanya hanya 317 kata saja, bayangkan! 317 kata saja untuk paper yang diganjar nobel! Nggak nyampe satu halaman A4! Tulisannya tersebut kemudian menjadi ibu dari salah satu konsep terkenal di ranah ekonomi sekaligus game theory, Equilibrium Nash

A Beautiful Mind adalah sebuah film keluaran tahun 2001 yang menceritakan kisah perjalanan John Nash sebelum bisa menciptakan paper tersebut. Mulai dari awal kuliah, kisah asmara, sampai menjadi 'gila beneran' karena skizofernia. Awal mula gue terdampar di depan layar komputer lipat untuk menyaksikan film ini sesungguhnya karena salah satu materi UTS kuliah. Siapa sangka, anak Hubungan Internasional juga akan diganjar materi hitung-hitungan dengan rumus dan analogi di materi Game Theory. Berhubung gue tersesat dan tidak menemukan arah yang tepat saat mempelajari 'Equilibrium Nash' di materi Game Theory tersebut, maka gue memutuskan untuk menonton film A Beautiful Mind yang memang dikhususkan untuk menceritakan perjalanan si Pencetus Equilibrium Nash itself. 

Dan! ternyata! Setelah gue tonton! sampai hampir dua setengah jam! tidak ada penejelasan sama sekali tentang Equilibrium Nash... nice. Tapi tak mengapa, karena cerita tentang John Nash di film ini sendiri bisa dibilang cukup menarik. 

Cast:
Russel Crowe
Jennifer Connely


Sinopsis A Beautiful Mind (2001)

John Nash adalah seorang matematikawan jenius yang tidak simpatik dan agak apatis. Saat kuliah, ia lebih suka mengekspresikan ilmu pengetahuannya secara langsung dengan praktek ketimbang berlama-lama di kelas. Selama kuliah, ia berteman baik dengan teman sekamarnya yang bernama Charles. Sebelum akhirnya ia lulus dan menjadi pengajar di salah satu institusi. Nash kemudian bertemu dengan Alicia yang kemudian menjadi istrinya. Kecerdasan Nash sebenarnya semakin diakui ketika ia berhasil memecahkan kode rahasia dari Uni Soviet, namun penyakit skizofernianya semenjak saat itu menjadi semakin parah. Cerita pun kemudian bermain di seputaran asmaranya dengan Alicia dan perjuangannya melawan kegilaannya sendiri.  

Review A Beautiful Mind (2001)

Karakter John Nash entah mengapa terasa seperti karakter Teddy di film 'Shutter Island' yang digabung dengan Alan Turing di film 'The Imitation Game', kurang lebih begitu rasanya ketika seorang jenius mulai berhalusinasi dan menciptakan karakter yang sebenarnya tidak pernah ada. Esensi kagum karena kejeniusannya ada, esensi mind blown karena gilanya ada, dan yang jelas ngantuknya pun ada.


Awal film merupakan bagian yang cukup menarik. Karena dibagian awal, kita akan ditunjukkan bagaimana seorang jenius penulis paper dengan gelar nobel berelasi baik secara pertemanan ataupun asmara. Cukup menarik sebenarnya ketika John Nash dalam salah satu scene mengaplikasikan rumus ekonominya Adam Smith kedalam teori berasmara. Begitulah jenius ketika berasmara, tetap dengan rumus yang diaplikasikan. 

Anak IPA sejati "mungkin" kalau ngedeketin cewek pendekatannya memang agak behaviourlist. Kalau badboy biasa ke kelab malam ngajak sex dengan metode "Can I buy You a drink? Lalu disertai dengan basa-basi", kalau anak IPA sejati mungkin.. "Hi baby, energi tidak dapat diciptakan ataupun dimusnahkan namun dapat diubah ke bentuk lainnya. Mau kah kau mengubah energi tersebut menjadi bentuk cinta denganku untuk malam ini?", mungkin harus pakai rumus atau hukum kekalannya dulu, hahahaha. 

Pertengahan film sampai menjelang akhir akan membuat kita cukup mengantuk sembari menginterpretasikan kegilaan dari Nash karena skizofernianya. Esensi-esensi film thriller-psychological mulai terasa di saat itu. Rasanya seperti ya bisa dibilang 11-12 nya Shutter Island, Fight Club, Secret Window, ataupun Black Swan, dimana karakter un-real mulai diciptakan untuk mengintimidasi karakter utama. Bedanya dari beberapa film tersebut, film A Beautiful Mind ini based on true story yang berarti 'gilanya' juga true story. 

Perjuangan Nash mulai dari struggling melawan skizofernia sampai struggling dalam karir cukup membuat A Beautiful Mind ini terasa menarik. Meskipun agak kecewa karena birahi akan penjelasan tentang Equilibrium Nash tidak dielaborasikan di film ini, tapi harus gue akui kalau film ini menarik. Menarik dan mengundang kantuk, lebih tepatnya.  


                       

4 comments:

  1. *_* Ya ampun, Russel Crowe masih keliatan muda. Aku blm pernah nonton filmnya nih.. tapi kayaknya remake deh. Soalnya ceritanya rada2 mirip Good Will Hunting yg main Robin Williams ama Matt Damon. Mirip2 juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hi..
      Gue baru tau tentang god will hunting, setelah lihat trailernya sih... beda sama a beautiful mind. Hampir salah baca, gue kiria matt damon sama andy williams yang main love story 1970 itu, ternyata robin williams.

      Delete
  2. Okaayy.. Kalo ini mengundang ngantuk, berarti aku pasti lbh parah ga mudengnya jev hihihi. :D. Susah ngerti aku kalo udh nontonfilm rada berat, apalagi kalo dr kisah nyata :D. Jenius setengah gila pula hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. haaha, ngikutin cerita orang jenius aja udah pusing ya, apalagi jeniusnya campur gila

      Delete

BELI SEPATU KUY!

@bokangco_id