Naked Traveler Round the World Trip, Kuy Setahun Keliling Dunia!


Berapa lama biasanya waktu yang dibutuhkan seorang traveler untuk jalan-jalan keluar negri? Seminggu? Dua minggu? Sebulan? Yap, disamping semakin lama perjalanan maka semakin besar ongkos yang harus dikeluarkan, lama perjalanan traveling juga dapat menjadi parameter tersendiri dari banyaknya kisah eksplorasi yang dapat diceritakan. Sebagai traveler yang 'nggak biasa', Trinity di buku The Naked Traveler Special Edition 1 year Round the World Trip  sukses mengeksplorasi negara-negara di Eropa + Amerika Selatan bukan hanya selama seminggu atau sebulan, tapi setahun! Dengan biaya seadanya.

Nyatanya, berkelana keliling dunia selama satu tahun adalah sebuah fenomena yang biasa bagi orang-orang 'barat', terutama Eropa yang katanya paling expert. Agak jarang sepertinya ada orang Indonesia yang cukup nekat berkelana ke sebagian negara di Eropa + banyak negara Amerika Latin selama setahun dengan biaya yang pas-pasan seperti Trinity. Bahkan Yasmin, teman travelingnya yang ikut trip keliling dunia selama setahunnya, sampai rela menjual rumahnya. Orang kalau udah kerasukan jiwa traveler sejati itu memang susah, ya.

Banyak cerita menarik yang dituangkan Trinity dalam bukunya yang harus dibagi menjadi 2 buah edisi ini. Mulai dari menjelajah negara yang 'jarang' diketahui orang-orang, sampai eksplorasi destinasi wisata dan budaya-budaya Amerika Latin yang goks abis. Sedikit beda dari 4 buku terdahulunya, Naked Traveler Special Edition ini benar-benar berfokus pada cerita traveling Trinity di luar negri, tanpa ada satupun cerita traveling ke dalam negri seperti di buku-buku sebelumnya.

Kuy, Keliling Amerika Latin



Ada yang tau apa dan dimana itu negara yang namanya 'Republik Uzupis'? Atau, adakah yang hari gini masih belum tau tentang Machu Picchu, mahakarya bangsa Inca di Peru yang masuk world 7 wonders? Dan, Siapa yang sangka kalau Indonesia begitu dikagumi banyak orang Brazil? Jeng-jeng.

Secara konten, buku #TNTrtw ini memang sangat menarik karena cerita yang dituangkan sangat variatif dan tentunya eksploratif. Penjelajahan Trinity di Amerika Latin dan sedikit Amerika Tengah adalah 'daging' dari buku ini. Mulai dari Brazil, Peru, Ekuador, Kolombia, Kuba, Jamaika, Guatemala, sampai.. Meksiko. Setiap negara memiliki ceritanya masing-masing. Meskipun buku edisi pertamanya bercerita sedikit tentang perjalanan di Eropa, tapi menu utama dari trip setahun ini adalah Amerika Selatan/Latin.

Selama ini orang Indonesia ketika traveling ending-endingnya kalau nggak ke negara-negara besar di Asia, pasti perginya ke Australia atau Amerika Serikat dan tentunya Eropa. Saking jarangnya orang Indonesia yang traveling ke Amerika Selatan, Trinity pun tidak jarang juga mendapat ungkapan seperti "You're the first Indonesian I met in my whole life" dari orang-orang di benua latin itu. Eksplorasi Trinity di Amerika Latin menjadi sangat menarik mengingat sangat sedikit orang Indonesia yang menjelajah negara-negara di Amerika Selatan. Terlebih, Trinity tidak hanya berkelana namun juga menceritakan perjalanan dan juga opini-opini menariknya. Buku ini secara singkat adalah tentang perjalanan Trinity mengeksplorasi budaya, wilayah, serta kehidupan sosial masyarakat Amerika Selatan dengan gayanya yang khas.

Visualisasinya Juara



Terlepas dari cerita, hal lain yang menarik dari buku #TNTrtw ini adalah visualisasinya. Bukan hanya lebih colorful dan kuat secara pewarnaan, namun ada banyak gambar yang diabadikan oleh Trinity sebagai pelengkap ceritanya. Oleh karenanya, pembaca pun mendapat visualisasi yang cukup jelas untuk berimajinasi. Selain itu, buku ini terasa semakin komplit karena tidak hanya menyajika cerita namun juga beberapa tips n trik yang pastinya akan sangat berguna terlebih karena negara-negara di Amerika Selatan memiliki tingkat kriminalitas yang sangat tinggi.

Agak berbeda dengan seri The Naked Traveler sebelumnya, #TNTrtw ini jauh lebih banyak gambar berwarna, jauh lebih berwarna secara keseluruhan, dan jauh lebih memiliki karakter yang kuat dari identitas wilayah yang khas. Identitas kawasan Amerika Selatan sampai ke sedikit Amerika Tengah yang dijelajahi Trinity cukup terasa dengan adanya kesamaan secara budaya ataupun faktor dari latino dan latinonya. Menarik untuk mengetahui bagaimana pandangan traveler profesional Indonesia tentang benua Amerika Latin mengingat jarang ada orang Indonesia yang berpergian ke benua tersebut selain karena ongkosnya yang tidak murah, juga urusan visa yang benar-benar kompleks karena paspor Indonesia masih tergolong sangat lemah.

Wawasan yang diterima pembaca pun juga lebih berwarna karena Trinity tidak hanya menceritakan petualangannya di Amerika Selatan, namun juga menyajikan sedikit sejarah dari negara dimana dia memijakan kaki seperti Che Guevara di Kuba, Pablo Escobar di Kolombia, Bob Marley di Jamaika, dan lain sebagainya. Mengingat negara-negara di Amerika Latin memiliki tingkat kriminalitas yang cukup tinggi, Trinity juga memberikan edukasi dari warna lainnya yakni seputar tips & trick untuk menghadapi beberapa tindak kriminal di negara-negara yang bersangkutan. 

               Secara keseluruhan, 2 buah buku Naked Traveler Round the World Trip ini yang pada akhirnya juga bertransformasi menjadi 'Naked Traveler 5' dan 'Naked Traveler 6' adalah edisi yang cukup mengesankan. Secara konten buku ini begitu menarik karena membedah opini traveler senior Indonesia tentang perjalanannya di Amerika Selatan mengingat sangat sedikit orang Indonesia yang memiliki minat untuk jalan-jalan di benua tersebut karena ongkos yang mahal, visa berbelit-belit, belum lagi angka kriminalitas yang cukup tinggi padahal disamping itu semua Amerika Selatan tetap menyimpan banyak cerita dan situs indahnya sendiri. Gambar yang cantik dan warna yang asik menjadi pelengkap bagi cerita yang apik di buku ini.

3 comments:

  1. wah sepertinya asik ya jalan2 gitu, jadi keinget ada orang indo suami-istri jalan2 eropa 1 tahun pake mobil

    ReplyDelete
  2. gue juga pernah baca ceritanya Trinity yang versi bahasa Inggris dan emang tu orang berani dan keren abis. Cita cita gue adalah gue bisa jadi traveler bersama suami dan anak gue nantinya secara tak lama lagi gue akan me-launching dedek lucu. hahaha..bisa jadi gue ke tempat tempat dan eksplorasi tempat wisata yang ramah anak. Oke sip!

    ReplyDelete
  3. Sering liat dirak toko buku, dan baru tertarik untuk baca, baru ngeh juga kalau Trinity itu nama orang.

    Soal Kuba kayaknya menarik, soalnya gue pernah nonton dokumenter ttg Kuba yg seru~

    ReplyDelete

Pages