Implementasi Gaya Emak-emak dalam Fashion Pria


menangkap macan tutul


Macan ternak. Mami cantik pinter rawat anak.

Macan tutul. Mami cantik bentul-bentul...

                                                                    ...digigit sama papi.

Baiklah, pembahasan berikut bukan tentang bagaimana cara beternak macan ataupun mentutulkan macan. Tapi pembahasan berikut adalah tentang beberapa item fashion pria yang entah mengapa rasanya seperti terintervensi oleh gaya mami-mami, atau kita sebut saja emak-emak. 

Dewasa ini, kita hidup di zaman dimana kesetaraan gender dijunjung sangat tinggi. Bukan melulu tentang persamaan hak, namun juga tentang persamaan gaya berbusana ataupun fashion lainnya. Barang yang aplikatif bagi wanita bisa jadi aplikatif juga bagi pria, begitupun sebaliknya. Sebut saja bando sebagai contohnya. Kalau dulu bando dikenal sebagai barang fashion wanita, di zaman sekarang pun bando adalah barang yang aplikatif bagi pria, terutama bagi pria berambut panjang dalam berolahraga. 

Oleh karenanya pada perkembangannya fashion pria dan fashion wanita saling berkaitan satu sama lain. Permasalahannya kemudian adalah terkadang apa yang terlihat cocok bagi wanita tidak melulu terlihat cocok bagi pria, begitupun sebaliknya. Menurut penulis, selaku orang yang agak sering mengamati gaya berbusana emak-emak, ada beberapa 'item' dalam fashion pria dewasa ini yang justru bergaya seperti.... emak-emak. Tahu kan, gaya emak-emak? Leging macan tutul.. Leging zebra..  Leging macan tutul yang lagi makan zebra sampai zebranya bentul-bentul..

Untungnya, beberapa fashion pria yang terlihat seperti emak-emak berikut ini tidak ada kaitannya dengan leging macan tutul ataupun leging zebra yang bentul-bentul. Tapi tetap, beberapa fashion pria berikut ini terlihat seperti gaya emak-emak yang diimplementasikan kedalam fashion pria. At least, menurut penulis: 

  • Baju panjang kebawah

Sesungguhnya, saya tidak pernah mengerti.. apa kerennya busana pria yang 'panjang kebawah' seperti gambar diatas.. yang terlihat seperti.... daster emak-emak.

Selain kayak daster emak-emak, baju pria yang panjang kebawah yang entah apa nama gayanya itu juga terlihat seperti baju ibu-ibu melahirkan. Apa sih, kerennya, make baju panjang-panjang? Mungkin kalau yang pakai rapper-rapper Amerika itu masih bisa dimaklumi (walaupun tetap nggak keren, sih) tapi kalau orang yang budayanya beda seperti di Indonesia, maksa pakai baju panjang yang dimana komunitas emak-emak di negaranya juga sering make daster yang notabene merupakan baju yang panjangnya serupa, kan kelihatannya jadi kayak baju emak-emak.

No offense, tapi semenjak dahulu kala penulis tidak mengerti sama sekali apa kerennya baju panjang seperti itu. Dimana faedahnya menggunakan baju sepert itu? Apa, tujuannya biar nggak ketahuan kalau lupa nutup retsleting celana? Kalaupun penulis memiliki baju seperti itu, gunting adalah satu-satunya alat yang dapat menyelamatkan baju seperti itu dari tempat pembuangan. Itupun kalau abis digunting jadinya oke. 

  • Dompet panjang 
Ada yang pernah melihat emak-emak di pasar yang lagi belanja sayuran, rawit, terasi, terus ngeluarin dompet yang panjangnya kayak gambar diatas buat bayar penjual? Kalau belum pernah, cobalah untuk ke pasar tradisional dan lihat berapa banyak emak-emak yang pakai dompet panjang tersebut. Kadang dimasukin ke dalam tas, kadang dompetnya diketekin. 

Secara fungsi, dompet yang panjang seperti itu memang sangat aplikatif bagi pria. Tapi, penulis senantiasa merasa aneh dan kurang cocok melihat pria menggenggam dompet panjang seperti itu, lalu dompet tersebut dibawa dengan cara telapak tangannya dilengkungkan. Rasanya agak aneh, sih. Benar-benar kayak emak-emak. Hanya ada satu kondisi yang dapat membuat pria dengan dompet panjang terlihat keren atau at least tidak 'se emak-emak' biasanya, yaitu: setelan jas. CEO dengan setelan jas yang membawa dompet panjang adalah anomalinya.
  • Goodie bag

Baiklah, yang satu ini sebenarnya masih lebih nomal ketimbang 2 diatas. Tapi tetap, kelihatannya seperti emak-emak. Sepertinya ada sesuatu yang kurang pas ketika melihat pria 'mengeteki' sebuah tas. Kecuali, kalau tas yang diketeki adalah tas kulit besar khas mafia-mafia yang lagi membawa uang hasil transaksi narkoba atau transaksi uang tebusan hasil penculikan anak. Kembali lagi ke budaya, mungkin karena budaya dimana goodie bag senantiasa dibawa oleh emak-emak maka agak aneh aja ketika kita melihat pria berbulu membawa tas yang diketeki.

Perbedaan selera adalah hal yang wajar, bukan begitu, anak muda? Mungkin ada yang menganggap ketiga hal diatas cocok dan aplikatif untuk pria dan ada juga yang tidak. Bukannya bermaksud menghina selera orang lain, kebetulan penulis berada di sisi yang menganggap ketiga hal diatas kurang cocok untuk diaplikasikan kepada gaya pria, yang dimana ketiga hal diatas basically actually probably maybe definitely mirip gayangya...

                                                          emak-emak. 

4 comments:

  1. dompet panjang itu agak nge ganggu sih kalo menurutku.

    mungkin bagi cowo cowo metropolitan itu terlihat keren dan mahal ya.

    tapi dalam pandangan aku malah jadi kayak ke wanita wanitaan.

    betapa rempongnya seorang lelaki harus megang dompet segede itu :D

    klo cewek dompetnya gede ya maklum. di dalemnya ada beda. lipstik.

    lha cowok?

    ReplyDelete
  2. Hahaha2 dari ketiga fashio diatas, satu dan dua emang aneh banget. Yang Lek pake baju pankang jiha, terus diantara pergaulan cewe2, pasti ada satu cowo yabg sering bawa dompet panjang. Trust me. :v

    ReplyDelete
  3. gue setuju soal kaos panjang dan dmpet panjang. Ngeliatnya kok agak feminin gitu ya, cuman kalau tas samping begitu gue ngeliatnya malah cool gitu. mungkin karena suka liat di drama Korea kali ya, hahaha...dan Om ku juga kadang bawa bawa berkas laporan pake tas macam itu dan tinggal ditenteng begitu jadi keliatan simple. Jadi nggak masalah sih menurut gue tas samping gitu.

    ReplyDelete
  4. Aku malah biasa aja liat baju panjang sama dompet panjang. Malah terkesan aneh yg pakai goodie bag haha tapi itu lah kenyataannya sekarang fashion udah kebolak balik, gaya wanita bisa di pria, begitu sebaliknya hhmm

    ReplyDelete