Hei

     Hei, percayalah, tingkat tertinggi seseorang dalam menyukai adalah ketika orang tersebut telah berada pada situasi dimana hal yang tidak masuk akal terdistorsi menjadi hal yang masuk akal,

Seperti, seperti situasi dimana kita bahagia melihatnya bahagia, meski senyum yang melengkung diwajahnya adalah hasil karya orang lain,

Atau, situasi dimana kita sadar jika kita bukanlah sosok yang tepat baginya, mungkin karena belum memiliki sesuatu atau belum dapat melakukan sesuatu, hingga pada akhirnya secara tidak kita sadari dalam bisu tercetus kata dia pantas mendapat yang lebih baik, 

Sedikit tidak masuk akal memang, namun bagaimanapun bahagianya adalah sebuah parameter. Sementara siapa aktor dibalik bahagianya, itu cerita lain.

     Hei, percayalah, rindu yang tak terungkapkan adalah salah satu energi terkuat di dunia. Jika energi pada umumnya tidak dapat diciptakan ataupun dimusnahkan namun dapat diubah ke bentuk lainnya, maka rindu yang tak terungkapkan hanya dapat diciptakan dan sukar untuk dimusnahkan serta berpeluang untuk terubah kedalam bentuk tikaman-tikaman yang menyakitkan, 

Rindu yang benar-benar rindu dapat mengubah orang menjadi dungu. Rindu yang benar-benar rindu tidak pernah peduli apakah sang 'objek' memiliki probabilitas untuk dapat dimiliki atau tidak, namun rindu tersebut akan selalu hadir dan berubah menjadi sebuah pesawat yang menerbangkan kita di setiap malam menuju bayangan indah tentang dirinya sebagai destinasi landasan,

Pernah, di suatu gelap ketika burung hantu itu belum juga terlelap, pernah pesawat tersebut terbang ke sebuah bayangan akan hangatnya pelukan dan diskusi tentang masa depan. Tentang anak pertama laki-laki atau perempuan, tentang mainan apa yang akan kita berikan? Mungkin mobil-mobilan, atau boneka barbie dengan pangeran?

     Hei, terimakasih banyak. Karenamu, tingkat tertinggi itu akhirnya berhasil ditapaki. Berada di level tertinggi itu rasanya lucu, seperti, seperti terlalu bijak dalam berdamai dengan diri sendiri,

Bukan, bukannya menyerah atau berpasrah, melainkan tingkat tertinggi ini mengajarkan untuk ikhlas berbenah. Lelah rasanya terus menerus merasa inferior terhadap hal-hal yang dulu dilalui secara superior, transisi yang signifikan itu terkadang terlalu melumpuhkan,

Pria akan selalu menjadi pria, selalu mendeklarasikan sesuatu secara terburu-buru, selalu impulsif, termasuk dalam hal mengucap selamat tinggal. Ah, rasanya baru kemarin ingin mengucap rindu pada sorot mata itu. Namun sekarang, nampaknya selamat tinggal mungkin adalah ucapan yang terbijak. Mungkin.

Hei.





Jakarta, 08-10-2018, 
16th floor Talavera, TB Simatupang, yang deket citos itu.