Bersyukur

Ada sebuah konseptualisasi penting yang sering kali luput dari kehidupan banyak orang. Sebuah konsep yang mampu mengajarkan kita tentang definisi bahagia secara makro. Sebuah konsep yang mampu mengajarkan bahwa bahagia bukan melulu tentang harta, tahta, ataupun cinta, tetapi bahagia adalah tentang bagaimana bersuka cita terhadap apa yang dipunya. Katakan saja konsep tersebut sebagai bersyukur.

Percayalah, rajin beribadah atau selalu mengucap doa sebelum menyantap sarapan pun tidak menjadi jaminan jika seseorang benar-benar paham akan konsep tersebut. Banyak orang mengimplementasikan rasa syukur hanya pada saat mereka berhasil melakukan sesuatu yang hebat. Ketika situasi berjalan biasa-biasa saja, rumput tetangga terlihat selalu lebih hijau.


Percayalah, anak muda, sedih tidak selamanya sedih dan senang tidak selamanya senang. Ada kalanya mereka bertransisi dan semua adalah tentang waktu. Jangan terlalu merasa superior di senang yang berkepanjangan, dan jangan terlalu merasa inferior di sedih yang tak berkesudahan. Bersyukurlah ketika senang, mengeluh lah ketika sedih. 

the plaza
Tidak ada yang salah dari mengeluh ataupun menangis disaat sedih, namun menjadi salah jika keluhan dan tangisan tersebut berlangsung berkepanjagan. Ada miliaran orang di dunia ini. Jadi ketika kamu bersedih, ingatlah bahwa ada sangat banyak orang diluar sana yang mungkin memiliki kisah sedih yang jauh lebih tragis. Jadi, janganlah kamu merasa sebagai orang paling menyedihkan di dunia, jangan menganggap seakan-akan hidup memperlakukanmu secara sangat tidak adil.  


Hei, bagaimana jika kamu belajar dari mereka yang terlihat tidak sebahagia kamu tapi tetap merasa bersuka cita akan kehidupan? Bukankah mereka adalah guru yang baik? Karena bagaimanapun, bahagia yang sejati adalah tentang rasa, bukan visualisasi. 

Jangan terlalu lama mengeluh, jangan terlalu lama membandingkan pencapaian sendiri dengan pencapaian mereka yang terlihat lebih hebat. Sekali-kali menengoklah ke bawah, lihatlah mereka yang hidup tak berkecukupan namun tetap dipenuhi semangat, dan belajarlah konsep bersyukur sesungguhnya.



Source: IG
Source: IG
Karena ketika kamu mengeluh akan makananmu dan memutuskan untuk menghentikan suapan disaat lauk di piringmu masih banyak, ada banyak orang diluar sana yang menahan lapar karena tidak memiliki cukup uang untuk membeli makanan di hari ini. Mungkin, ketika kamu melakukan mukbang atau tantangan-tantangan tentang makanan di internet untuk menaikkan popularitasmu, ada orang diluar sana yang menantang diri mereka untuk sehari lagi menahan laparnya.

Karena ketika kamu bimbang apakah uang yang kamu tabung sudah cukup untuk membeli sneakers terkini, ada orang diluar sana yang bahkan dalam setiap harinya berjalan dengan kaki telanjang diatas panasnya aspal berdebu. Ada orang diluar sana yang bahkan selalu menggunakan sepatu yang sama meski mulut sepatu tersebut sudah menganga seperti buaya. Tapi meskipun sepatu tersebut terlihat seperti buaya yang menganga, ia tetap mensyukurinya, tanpa peduli apakah itu sepatu terkini atau tidak, tanpa peduli apakah sepatu tersebut berdecit atau tidak.   

Karena ketika kamu mengeluh tentang robek di ripped jeans mu itu tidak sesuai dengan harapan, ada orang diluar sana yang mungkin busananya terobek bukan karena kemauannya sendiri namun ia tetap mengenakannya karena masalah ekonomi. Ada orang diluar sana yang mungkin "pasar busana bekas" menjadi pusat perbelanjaan termewah baginya.

Karena ketika kamu mengeluh saat pusat kebugaranmu tidak berhasil membentuk tubuh idealmu, ada orang diluar sana yang tidak mengeluh meski dituntut untuk tetap bekerja keras disaat tubuhnya jauh dari kata bugar. Tetap bekerja walau sakit-sakitan demi keluarga, mungkin.

Karena ketika kamu mengeluh saat serum perawatan kulit atau bodyshop mu tidak memberikan efek seperti yang kamu inginkan, ada orang lain diluar sana yang setip harinya kulitnya legam terbakar matahari. Bahkan menjadi terlalu basah ketika hujan. Namun demi keluarga tercinta, ia tetap bekerja dibawah teriknya matahari atau guyuran hujan.

Mungkin rumput tetangga sering terlihat lebih hijau, mungkin gedung tetangga sering terlihat lebih tinggi, mungkin kamu sering tidak menghabiskan makananmu, mengeluh karena sobekan jeans mu tidak sesuai ekspektasi, mengeluh tentang senakers kekinian ataupun pusat kebugaran, namun ingatlah bahwa ada terlalu banyak orang diluar sana yang berharap memiliki kehidupan sepertimu. Mungkin hidupmu tidak seindah orang-orang yang kamu anggap hebat, namun mungkin hidupmu terlihat sempurna bagi orang-orang yang menganggapmu hebat. 

Jadi, bersyukurlah, anak muda.


source: IG

Jakarta, 14-11-2018.
7th Floor The Plaza Office Tower.

No comments:

Pages