Dana Desa, Realisasi Nawacita untuk Membangun Kesejahteraan Masyarakat Desa


Ollon, nama desa itu. Salah satu desa tercantik di Indonesia yang pernah saya kunjungi. Desa itu terletak di Bonggakaradeng, kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Perjalanan solo saya ke Toraja terasa begitu bernilai lebih segera setelah saya menginjakan kaki di Ollon, segera setelah saya menatap langsung pemandangan bukit-bukit cantik dan keasriannya.

Namun, saya berani bertaruh, jika lebih dari 90% orang yang membaca tulisan ini tidak tahu apapun tentang desa yang sangat cantik itu. Jangankan menginjakan kaki, mendengar namanya saja mungkin belum pernah. Padahal, pemandangan di desa yang juga menjadi objek wisata Tana Toraja ini begitu membius karena keindahan dan keunikannya. Bagaimana tidak membius, hamparan bukit Teletubbies menjadi suguhan yang begitu mengagumkan dan melumpuhkan.

Desa Ollon, Tana Toraja
Pada kenyataannya, infrastruktur adalah hal yang membuat desa secantik ini kurang terekspos dunia luar. Padahal, potensi desa ini untuk dijadikan objek wisata kekinian tanah air begitu besar. Listrik di desa ini hanya dapat beroperasi dari jam 7 malam sampai 11 malam. Tidak ada sarana yang benar-benar dapat menjadi pembangun ekonomi desa. Terlebih dari itu, akses menuju ke desa ini sangat jauh dari kata baik. 

Bebatuan menjadi momok bagi perjalanan saya ke Ollon saat itu yang saya tempuh dengan dibonceng oleh seorang pemandu wisata dengan menggunakan motor bebek. Jarak yang kami tempuh untuk pulang pergi saat itu sekitar 6 jam dari Rantepao, ibukota Toraja Utara menuju Desa Ollon di Bonggakaradeng. Jarak dan waktu bukan masalah jika memang pemandangan secantik itu yang menjadi bayarannya, permasalahannya adalah akses jalan menuju ke Ollon yang begitu rusak karena masih belum terjamah infrastruktur yang layak. 

Perjalanan saya menuju Ollon

Percayalah, bahwa Ollon hanya satu dari sekian banyak cerita tentang desa di Indonesia yang begitu indah namun belum benar-benar terjamah karena akses yang susah. Infrastruktur lagi-lagi menjadi momok bagi desa. Tanpa adanya infrastruktur yang baik, sulit rasanya untuk mentransformasikan desa swadaya menuju ke tahap swasembada. Infrastruktur yang dimaksud tentu bukan hanya tentang infrastruktur-infrastruktur dalam lingkup pariwisata, namun juga infrastuktur dalam lingkup ekonomi yang mampu membangun independensi desa itu sendiri.

Untuk membangun desa-desa di seluruh tanah air seperti Ollon, tentu dibutuhkan kucuran dana sebagai modal bagi desa. Maka dari itu, guna mengoptimalkan pembangunan infrastruktur desa dan memperkuat ekonomi desa, dana desa hadir sebagai sebuah produk dari keseriusan pemerintah untuk membangun desa dan menyejahterakan masyarakat desa. Dana desa adalah dana yang dianggarkan dari APBN kepada desa secara transparan sebagai dana bantuan bagi desa untuk pembangunan dan aktifitas ekonominya.

Dana Desa sebagai Realisasi Nawacita

Presiden Jokowi sedari awal pemerintahannya telah gencar menggaungkan Nawacita, yakni 9 agenda prioritas yang merangkul banyak aspek secara komprehensif. Salah satu poin dari Nawacita adalah membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Poin nomor tiga Nawacita tersebut tentu memiliki makna yang benar-benar kuat dalam mendefinisikan desa sebagai instrumen pembangun negri.

Dana desa dalam implementasinya telah memainkan peran yang sangat penting bagi kesejahteraan masyarakat desa dalam beberapa tahun belakangan ini. Bergerak dari implementasi Undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa dan Peraturan Pemerintah No. 60 tahun 2014 tentang dana desa, ditgeaskan jika dana desa bersumber dari Anggaran Pendarapatan Belanja Negara (APBN) yang dikucurkan secara langsung ke Daerah secara transparan.

Berbicara tentang angka, dalam 4 tahun terakhir pemerintah telah mengucurkan hampir 200 Triliun Rupiah untuk dana desa dimana jika dielaborasikan setiap tahunnya maka nominal tersebut meliputi Rp. 20,8 triliun pada 2015, Rp. 47 triliun pada 2016 dan Rp 60 triliun masing-masing pada 2017 dan 2018 ini. Dana tersebut telah terserap dengan persentase yang berbeda-beda setiap tahunnya dan telah digunakan desa untuk membangun sarana dan prasarana desa serta membangun instrumen perekonomian desa.

Pada tahun 2017 kemarin saja, kecepatan penyerapan dana desa yang mencapai lebih dari 90% telah berhasil teralokasikan ke 74.910 desa dengan 6.453 kecamatan serta 434 kabupaten atau kota yang ada di seluruh provinsi tanah air. Dana desa jelas merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam merealisasikan nawacitanya yang ketiga, yakni membangun dari daerah. Infrastruktur tentu merupakan fokus utama desa-desa di Indonesia dalam mengalokasikan dana segar yang telah didapat dari pemerintah pusat tersebut. 

PURKADES dan BUMDES

Membangun sarana dan prasarana desa bukan hanya tentang membangun infrastruktur desa, namun juga tentang membangun kesejahteraan masyarakat desa. Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (PURKADES), Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dan pembangunan infrastruktur lainnya seperti embung, jembatan, jalan, dan sarana olahraga merupakan prioritas utama desa dalam menggunakan dana desanya. Prioritas-prioritas pembangunan tersebut tentu dibangun bukan hanya untuk formalitas namun juga untuk kepentingan masyarakat desa dalam kehidupan sehari-hari.

Sangat menarik tentunya jika kita menilik PURKADES dan BUMDES yang merupakan kerangka dalam pengalokasian dana desa. PURKADES adalah sebuah program yang mengedepankan desa dalam menmukan produk unggulannya untuk dioptimalisasi secara ekonomi, sementara BUMDES adalah badan usah resmi yang dikelola oleh pemerintah desa dan memiliki badan hukum yang jelas. PURKADES membuka ruang bagi optimalisasi produk unggulan serta akses pasar di desa, sementara BUMDES membuka ruang bagi pembangunan yang berkelanjutan di desa. Keduanya merupakan instrumen perekonomian desa yang dibentuk untuk membangun independensi desa dalam lingkup ekonomi dan memberantas kemiskinan di desa. 

Dana desa dalam perannya terhadap Produk Unggulan Kawasan Perdesaan membantu desa dalam mendanai program unggulannya sendiri. Seperti halnya kabupaten Dompu di Nusa Tenggara Barat. Dompu dulu dikenal sebagai desa tertinggal dengan angka kriminalitas yang sangat tinggi dan kekurangan sumberdaya air bersih. Setelah dialokasikannya dana desa untuk kegiatan PURKADES, Dompu hari ini tercatat dapat memproduksi 250.000 ton komoditas jagung dan menghasilkan Rp. 750 miliar dalam setahun.  


Cerita lain tentang dampak positif optimalisasi PURKADES dengan menggunakan dana desa hadir dari Pandeglang. Secara keseluruhan Pandeglang memiliki lahan seluas lahan seluas 51.446 Hektar untuk produksi jagung sebagi program unggulannya dengan rata-rata produksi mencapai 5 ton per hektar dan kini mampu mereduksi secara signifikan jumlah desa dan daerah tertinggalnya serta berbangga diri unjuk gigi dalam gelaran forum bisnis yang diselenggarakan oleh Kemendes PDTT.

Jika PURKADES terfokus dengan optimalisasi produk dan akses pasar, maka BUMDES terfokus dengan pembangunan berkelanjutan desa. BUMDES adalah sebuah program bersifat wajib dalam penggunaaan dana desa berupa pembentukan lembaga desa yang dicanangkan untuk pembangunan berkelanjutan bagi desa dengan memanfaatkan potensi ekonomi desa. Jika dianalogikan, BUMDES seperti alat pancing yang diberikan oleh pemerintah bagi desa untuk dapat menangkap sendiri ikan-ikannya. Karena bagaimanapun, jika kita memberikan seekor ikan kepada seseorang maka kita telah memberikan orang tersebut lauk untuk satu hari namun jika kita memberi alat pancing dan mengajarinya memancing, maka kita memberinya kemampuan akan keberlangsungan hidup secara mandiri.

Indonesia memiliki 74.910 desa dimana jika 1 Bumdes dicanangkan untuk 1 desa seperti regulasi yang tertera dengan asumsi rata-rata setiap desa mampu menghasilkan keuntungan sebesar 1 miliar per tahun maka keuntungan yang akan didapatkan dari total seluruh desa dari Bumdes adalah Rp. 74.910.000.000.000 per tahun. Pada tahun 2017 kemarin,  daerah Ponggok dan Karangrejek adalah dua kisah tentang keberhasilan pengoptimalan BUMDES dengan omzet bersih keduanya mencapai Rp. 12 miliar dan Rp. 700 juta.

Membangun Infastruktur, Membangun Kesejahteraan 

Sarana dan prasarana yang mumpuni tentu merupakan syarat bagi sejahteranya masyarakat desa. Dana desa tentu pada pengalokasiannya telah banyak membangun infrastruktur desa guna memenuhi kebutuhan masyarakat desa. Pembangunan sarana olahraga, embung, jalan, jembatan, sarana MCK serta infrastruktur juga sarana prasarana lainnya merupakah program pembangunan yang banyak menggunakan dana desa dalam beberapa tahun belakangan ini.

Pada 2017 kemarin, tercatat telah dibangun sejumlah 12.794 sarana olahraga desa dengan peran dana desa serta 881 unit embung. Dana desa juga telah membantu pembangunan setidaknya 13.660 unit penahan tanah serta 12.829 unit irigasi bagi desa-desa di seluruh tanah air. Sementara sejauh tahun 2018 ini pembangunan infrastruktur desa pun juga terpotimalkan dengan meliputi diantaranya pembangunan 1.028.225 meter jembatan dan 158.619 kilo meter jalan desa, serta tambatan perahu sejumlah 986 unit.

Sementara itu dalam kaitannya dengan bidang pendidikan dan kesehatan, hingga kini tercatat kurang lebih telah dibangun sebanyak 48.694 unit PAUD, 178.034 unit MCK, 942.927 unit sarana air bersih,  8.028 unit Polindes, 18.477 unit Posyandu, serta drainase 39.920.120 meter maupun sumur bor sebanyak 37.662 unit.



Pembangunan infrastruktur dan sarana prasarana lainnya di desa dengan menggunakan dana desa tentu bukan hanya formalitas belaka. Pembangunan-pembangunan di desa yang gencar dilakukan merupakan bentuk dari keseriusan pemerintah untuk membangun Indonesia dari pinggir/daerah. Dana desa dalam realisasinya telah sukses mereduksi status desa tertinggal di Indonesia secara signifikan. 
       
       Ollon, nama desa itu. Ollon di hari itu mungkin masih menjadi desa cantikyang teramat sulit untuk diakses bagi saya. Namun, Ollon di hari ini merupakan salah satu desa cantik yang sudah tersentuh oleh bantuan dana desa dari pemerintah. Pembangunan homestay dan sarana MCK di desa wisata Ollon merupakan bentuk keseriusan pemerintah yang tentu sangat saya apresiasi secara langsung. Pembangunan jalan dan infrastruktur sudah mulai gencar dilakukan, meskipun akses yang belum benar-benar memanjakan namun setidaknya ada progres yang sangat menjanjikan bagi perkembangan desa itu.

Dana desa pada akhirnya buka hanya tentang membangun infrastruktur, atau membangun sarana prasarana serta membangun perekonomian desa saja. Namun dana desa juga tentang membangun sejahtera. Bagaimana pemerintah dan Kementrian Desa bersama-sama membangun sebuah sinergi untuk merealisasikan poin ke 3 dari nawacita dan menjadikan desa sebagai instrumen perekonomian negara. Semua dimulai dari membangun sejahtera masyarakat desa. 


Selama empat tahun ini dana desa telah mampu membangun infrastruktur dasar untuk peningkatan kualitas hidup manusia di desa, Kemiskinan turun siginifikan 1,2 juta orang lebih, dua kali lipat daripada di kota 580.000 jiwa. - Eko Putro Sandjojo, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi

Referensi:

http://kbr.id/nasional/07-2017/kementerian_desa__dalam_3_tahun__manfaat_dana_desa_mulai_terasa/91053.html

https://www.kemenkeu.go.id/media/4449/manfaat-bijak-dana-desa.pdf

https://jpp.go.id/nasional/pembangunan-desa/309311-bappenas-dana-desa-banyak-manfaat-untuk-rakyat

http://binaswadaya.org/bs3/produk-unggulan-kawasan-perdesaan-akses-pasar-masuk-desa/

http://ditjenpdt.kemendesa.go.id/news/read/170407/461-menteri-eko--desa-harus-kembangkan-produk-unggulan-kawasan-pedesaan

http://ngaduolu.sideka.id/2017/11/25/produk-unggulan-kawasan-desa-di-provinsi-ntt/

http://www.berdesa.com/ramainya-rejeki-bumdes-mendirikan-pasar-desa/

http://ditjenpdt.kemendesa.go.id/news/read/170104/383-tahun-ini--dana-desa-difokuskan-untuk-pembangunan-embung

https://www.kaltaraprov.go.id/newsview/2895/30.persen.dana.desa.untuk.sarana.olahraga.html

http://jabarprov.go.id/index.php/news/17164/2016/04/28/Dana-Desa-Diprioritaskan-Untuk-Infrastruktur-Desa

3 comments:

  1. Dana desa adalah salah satu kebijakan pemerintah yang bisa dibilang tepat sasaran, karena dana langsung masuk ke desa tersebut. tetapi, sepengalaman saya ketika KKN dulu di salah satu desa terpencil, pengimplementasian dana desa belum sesuai lapangan. banyak aparat desa yang tidak bisa menggunakan anggaran tsb dengan bijak (misalnya saja digunakan buat acara dangdutan kampung dll), padahal dana tersebut bisa dialihkan ke sektor2 yang bisa meningkatkan produktifitas desa dsb seperti utk infrastruktur desa ataupun dapat disuntikan ke sektor2 pertanian agar produksi di desa tsb semakin meningkat. itu pula salah satu tugas kami ketika KKN dulu, yaitu menjadi pendamping penggunaan dana desa agar bisa digunakan dengan bijak. ini kebijakan bagus, tinggal dilapangan saja perlu pembenahan.. oh iya, jempol juga untuk artikelnya. good job

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks for the insight bro, insight yang menarik. Sejak awal pengimplementasiannya, dana desa memang memiliki konsep dan visi yang sangat membangun bukan hanya untuk desa namun juga untuk negara. Tapi pada pelaksanaannya, karena usia pengimplementasiannya masih tergolong "muda" mungkin realisasinya masih belum benar-benar stabil dan sesuai visi. Ada aja penyimpangannya entah penyalahgunaan dana atau hal lainnya.

      Tapi, angka 'penyimpangan' seperti itu tentu jauh lebih kecil ketimbang besaran angka pembangunan infrastruktur & sarna prasarana yang sudah dibangun oleh desa dan kedepannya pemerintah dan kementrian desa mungkin harus mengimplementasikan kebijakan yang dapat mengawal alokasi dana desa secara lebih komprehnsif.

      Delete
  2. BROKER TERPERCAYA
    TRADING ONLINE INDONESIA
    PILIHAN TRADER #1
    - Tanpa Komisi dan Bebas Biaya Admin.
    - Sistem Edukasi Professional
    - Trading di peralatan apa pun
    - Ada banyak alat analisis
    - Sistem penarikan yang mudah dan dipercaya
    - Transaksi Deposit dan Withdrawal TERCEPAT
    Yukk!!! Segera bergabung di Hashtag Option trading lebih mudah dan rasakan pengalaman trading yang light.
    Nikmati payout hingga 80% dan Bonus Depo pertama 10%** T&C Applied dengan minimal depo 50.000,- bebas biaya admin
    Proses deposit via transfer bank lokal yang cepat dan withdrawal dengan metode yang sama
    Anda juga dapat bonus Referral 1% dari profit investasi tanpa turnover......

    Kunjungi website kami di www.hashtagoption.com Rasakan pengalaman trading yang luar biasa!!!

    ReplyDelete