Singgah


Jika merasa kehilangan sesuatu yang pernah dimiliki itu rasanya mungkin menyakitkan, maka aneh adalah rasa yang cukup definitif untuk menggambarkan rasa kehilangan akan sesuatu yang bahkan belum pernah dimiliki sebelumnya.

Pernahkah engkau bersinggah? Bagaimana rasanya berada di tempat pemberhentian dan transit di tempat pemberhentian tersebut untuk sementara, lalu melanjutkan perjalanan menuju destinasi lainnya? Mungkin, rasanya biasa saja, karena bagi penyinggah, tempat singgah hanyalah tempat untuk ditinggalkan setelah ditetapi sementara.

Namun, pernahkah engkau berpikir bagaimana rasanya menjadi tempat singgah tersebut? Disinggahi sementara, hanya untuk ditinggalkan. Mungkin rasanya aneh baginya, kehilangan sesuatu yang memang tidak pernah berniat untuk menetap. Kehilangan sesuatu, yang memang tidak pernah dimiliki.

Menjadi perkara bagi banyak sukma ketika tidak ada skema pasti perihal tendensi untuk dijadikan tempat menjelajah indah atau hanya sekedar dijadikan tempat singgah. Yang pasti, segera setelah fakta berkata bahwa kita hanyalah tempat singgah, tidak banyak opsi yang bisa dipilih, yang terbaik mungkin hanya mencoba bertahan sekuat hati layaknya karang yang dihempas sang ombak.

Hari mungkin sedikit hampa bagi si tempat singgah kala orang-orang yang singgah melanjutkan perjalanan tanpa mengucap jumpa. Pagi mungkin terasa lebih kelabu karena lengkung senyumnya tereduksi, secangkir kopi di siang hari mungkin terasa lebih pahit dari biasanya, dan malam mungkin terasa lebih kelam dalam tikam kesunyian. 


Keyos, after yu
Ada banyak alasan orang untuk menjadi penyinggah. Mungkin karena ada perlu, mungkin karena rindu, atau mungkin karena bosan. Namun akan membingungkan tentunya bagi sang tempat persinggahan untuk memilah mana yang lebih membuat hati patah; tidak disinggahi sama sekali, atau disinggahi hanya karena bosan. 

Pada akhirnya, walau terasa aneh, walau malam mungkin terasa lebih sunyi dan walau membingungkan, tempat singgah memainkan peran istimewa dalam bertransisi. Singgah bukan berarti menetap, juga bukan berarti meninggalkan. Singgah berarti mengunjungi, yang terkadang tanpa ada jangka waktu yang pasti.


                                                                        Khusus Bus SCBD, 6-11-2018.
                                                                              Di kesunyian malam ini. 

No comments:

Pages