Dear Ex (2018), Emosional dan Penuh dengan Kompleksitas Namun Tetap Berkelas

Don't get it wrong, hates and having no power of something are different. 

Jangan, jangan tertipu dengan judul. Meskipun berjudul Dear Ex, tapi film ini bukan film dengan cerita murahan tentang mantan-mantanan semacam cewek dan cowok yang jadian lalu putus lalu ceweknya pergi ke bandara karena mau pergi ke luar negri lalu cowoknya ngejer ceweknya ke bandara untuk bilang jangan pergi karena masih mencintai si cewek tapi ternyata pesawatnya sudah terbang namun meskipun pesawatnya udah terbang tiba-tiba si cewek nongol di belakang cowok dan bilang kalau dia nggak jadi pergi karena masih mencintai si cowok. Weq... jijique, ya.

Dear Ex (2018) memiliki cerita yang jauh lebih berkualitas dan kompleks ketimbang cerita tentang mantan-mantanan seperti itu. Karena film Taiwan ini secara garis besar bercerita tentang kisah seorang istri yang berseteru dengan pasangan gay sang almarhum suaminya. Konflik kemudian merambat ke anak laki-lakinya, flashback dari masing-masing sudut pandang karakter utama, dan sedikit kisah tentang "Bali" di akhirnya. 

Film ini mungkin bukan film yang mudah bagi beberapa orang, mengingat kisah yang ditawarkan cukup kompleks dan berbeda dari film tentang keluarga kebanyakan. Dan isu hubungan sesama jenis yang diangkat pun juga merepresentasikan kehidupan di Taiwan yang mulai berusaha untuk melegalkan hak-hak LGBT secara hukum. Pertanyaan besar yang mungkin cocok untuk dijadikan semacam research question di film ini adalah: mengapa seorang suami rela meninggalkan anak dan istrinya untuk hidup bersama pasangan gay nya?   

Sinopsis Dear Ex (2018)

Sanlian adalah seorang ibu satu anak yang baru saja kehilangan suaminya yang meninggal karena penyakit kanker. Kematian sang suami menyisakan dana asuransi yang ternyata akan dicairkan bukan kepada sang istri atau sang anak, melainkan kepada pasangan gay sang suami. Cerita pun dimulai dengan perseteruan sanlian dengan pasangan gay sang suami untuk merebut dana asuransi yang seharusnya digunakan untuk biaya sekolah anaknya. 

Karena sanlian suka mengoceh, satu dan lain hal kemudian membuat sang anak justru lebih akrab kepada pasangan gay ayahnya. Cerita pun menjadi diperkeruh dari upaya untuk merebut dana asuransi hingga merebut kembali kepercayaan sang anak. 


Review Dear Ex (2018)

     A: "You know, what is the meaning of million years?"
     B: "Million years is a million years"
     A: "nope, million years is when one day in your life someone that you really love leave you. From that day, your life will feel like million years."

Film ini seharusnya diklasifikasikan sebagai Drama-Komedi, namun karena cerita yang cukup emosional dan konfliktual, entah mengapa komedonya kurang begitu terasa. Komedi, maksudnya. Film Taiwan ini sendiri merupakan film netflix yang telah memenangkan cukup banyak penghargaan.



Mengangkat kisah yang cukup berani dan relevan dengan perkembangan sosial budaya Taiwan, yakni hubungan sesama jenis, lalu dicampurkan kepada konflik keluarga lainnya adalah alasan mengapa film ini terasa begitu konfliktual. Konsep cerita yang menarik karena 'benturan konflik' yang terjadi bukan hanya antara pasangan penyuka sesama jenis, namun juga antara keluarga pasangan tersebut yang normal serta individu yang memiliki orientasi seksual abnormal.

Penonton sekaan dibuat untuk memihak mana yang 'lebih baik', apakah kubu pnyuka sesama jenis atau keluarga normal pada umumnya. Flashback dari masing-masing karakter merupakan instrumen utama yang juga menjadi setir bagi keberpihakan penonton. Secara cerita dan tema, film ini benar-benar menawarkan hal yang menarik dan unik.

Menariknya lagi, "Bali" menjadi salah satu aspek yang diangkat di film ini. Cerita seakan menegaskan bahwa Bali merupakan sebuah impian yang harus diwujudkan oleh salah satu karakter utamanya karena memiliki nilai memorial yang begitu berarti.

Secara visualisasi pun film ini digarap dengan begitu baik dari warna dan permain angle yang terkesan sederhana namun tetap modern dan tentunya cukup efisien untuk merepresentasikan kehidupan sosial budaya Taiwan. Secara keseluruhan, film berdurasi 99 menit ini adalah film yang dari segi cerita cukup emosional dan penuh dengan kompleksitas namun tetap berkelas serta berkualitas.

7.2/10

                       

No comments:

Post a Comment

Pages