Astronot Bimbang: Oh Disney..


visualisasi keresahan..
Bintang itu tersenyum sekali lagi. Seperti, seperti mantap melabuhkan peluk resiprokalnya kepada sang astronot. Namun dari kejauhan, nampak berkilau bintang yang lebih terang dan mengindikasi bahwa ia juga ingin digapai. Segera setelah itu, bintang yang ada di peluk, berubah menjadi bimbang yang mengutuk.

Setelah dipikir-pikir, udah lama nggak nulis tentang keresahan. Dan tulisan ini, adalah tentang keresahan seorang astronot.. berdarah tionghoa.. bernama Neil Amsyong... hahaha... lucu bgt ajg... 

Sebagai salah satu pria paling setia di dunia versi on the spot, saya tidak pernah berpikir untuk menyelingkuhi individu maupun entitas apapun. Tapi semua berubah, saat program magang berlangsung. Percayalah, tidak mendapat kabar dari perusahaan yang diinginkan itu melumpuhkan, namun dikasih beberapa interview invitations oleh beberapa perusahaan setelah mendapat tempat magang di tempat yang mungkin tidak benar-benar kita inginkan itu jauh lebih melumpuhkan. Nggak dikabarin tempat magang salah, dapet tempat magang juga salah. Semua serba salah.

Magang Episode 1

Beberapa bulan yang lalu waktu periode awal magang, saya terdampar di 2 office tower karena dipanggil interview oleh 2 e-commerce multinasional. Dipanggil Lajada buat interview Graphic Design, dipanggil Hepi Presh buat content writer. Padahal, awalnya mau di Tokopedia tapi Tokopedia nggak manggil-manggil. Singkat cerita, diterimalah di Hepi Presh selama 4 bulan. Naasnya, 3 minggu kemudian setelah terdampar di Hepi presh, ada 6 interview invitations dari perusahaan lain, beberapa diantaranya multinasional dan terlihat menarique. Salah duanya adalah SEO Campaign di Shopback dan.... Marketing Communication di PWC (Prais Waterhaus Kuper). Singkat cerita, ingin selingkuh ke PWC, eh.. malah PWC-nya nggak jadi mau. Rasanya bangke abis, seperti, seperti.. ada yang ngajak selingkuh tapi pada akhirnya yang ngajak selingkuh mengurungkan niatnya.

Setelah itu semua berubah. Jalan pulang terasa asing, dan Hepi Presh terasa tak lagi dapat membuat nyaman. Padahal magang di Hepi Presh itu asik, tapi karena ada psywar dari 6 tempat itu tadi dan PWC yang nggak jadi mau membuat semua terasa asing. Kemudian pada akhirnya saya menemukan lowongan yang sangat menarik dari Bytedance (TikTok), dan terbesit keinginan untuk selingkuh lagi. Singkat cerita setelah melalui 3 proses interview dengan HRD, User, dan interview online dengan orang China yang merupakan head of global marketing, terdamparlah saya disana selama 4 bulan. Dan ternyata, keputusan tersebut adalah keputusan yang cukup tepat, karena pengimplementasian IPTEK di perusahaan tersebut cukup memukau dan mengagumkan.


2 shots Espresso~ 
Tapi, selalu ada masa transisi dari perpindahan yang tidak seharusnya itu. Tantangan terbesar dari proses berpindah itu bukanlah memutar otak untuk menyesuaikan diri dengan perusahaan baru, namun hal tersulit adalah menguatkan hati untuk berpamitan dengan yang lama disaat yang tidak seharusnya. Psywar pasti akan menggema, seperti; apa jadinya kalau supervisornya ngamuk? Memaki-maki ketidakprofesionalan? Namun situasi menjadi semakin sulit ketika ternyata supervisornya nggak ngamuk, malah perhatian, berusaha menghibur dan menanyakan pertanyaan semacam; kalau kamu pindah gimana laporan magang kamu? Oh yauda kalau memang mau pindah, kita memang open untuk itu, kerja kamu bagus kok. Setelah mengetahui akan menjadi seperti itu situasinya, barulah pertama kali dalam hidup, saya lebih memilih untuk dimaki ketimbang dipuji..

Rasanya benar-benar aneh dan membuat bersalah, ketika entitas yang ingin diselingkuhi mengizinkan untuk diselingkuhi..

Bytedance benar-benar menawarkan prospek yang menjanjikan dan pengimplementasian IPTEK yang memukau. Gimana enggak, CSR-nya aja pakai aplikasi. Kalau CSR perusahaan-perusahaan konvensional pada umumnya diklasifikasikan dalam bentuk beasiswa, kesehatan, dan kawan-kawannya, maka ByteDance selaku perusahaan teknologi raksasa asal China mengimplementasikan CSR-nya dengan membuat aplikasi untuk menemukan orang hilang yang terakhir katanya waktu di lecturer karyawan aplikasi tersebut telah menemukan hampir 10.000 orang hilang di China. Bangke, keren abis... dasar One Belt One Road.. dasar RCEP... Noodle Bowl Effect..

Magang Episode 2  

Setelah mendapatkan insight dari magang episode 1, di magang periode kedua, saya menjadi lebih berhati-hati. Cuma apply ke tempat-tempat yang memang diinginkan. Singkat cerita, ada 2 panggilan interview dari 2 tempat, dan dua-duanya udah ngasih offer dan menerima. Salah satunya adalah Tokopedia, yang akhirnya manggil satu hari setelah apply di salah satu divisi bisnisnya via website. Dan satunya lagi adalah startup dari singapore, yang salary-nya cukup okeh. Tapi entahlah, setelah akhirnya mendapatkan kepastian dari perusahaan yang dulu diingini, setelah sengsara dalam pemerintahan Pontius Pilatus, turun ketempat penantian, pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati, rasanya jadi nggak bahagia-bahagia amat dapet di Tokopedia. 

Dan brengseknya, permasalahan muncul ketika diterima dan diberi kontrak di 2 tempat dan tentu saya tidak memiliki kemampuan untuk membelah diri menjadi 2. Maka dari itu, harus ada salah satu yang ditolak. Bangke, kan? Magang pertama meninggalkan sebuah entitas dengan berpamitan setelah dicoba, magang kedua harus meninggalkan setelah belum sempat memulai.

Belum selesai masalah, tiba-tiba datanglah lagi email interview invitation dari Walt Disney. Muncul lah masalah baru. Padahal awalnya cuma iseng apply di website Disney, dan tak menyangka untuk mendapat balasan email. Masalah bertambah, dari yang awalnya diterima di 2 tempat dan harus mengundurkan diri di salah satu tempat, menjadi digoda oleh tempat lain yang lebih besar dan... belum tentu saat diperjuangkan bisa 'didapat' namun sangat sayang jika tidak diperjuangkan. 

Sementara itu, deadline pengumpulan tempat magang ke universitas semakin mepet, tanggal 3 februari atau kurang dari satu minggu setelah mendapat email dari disney. Bangke kan.....


Tau nggak, rasanya 'tidak bahagia karena bimbang diterima/diundang interview tempat magang' itu kayak apa? Rasanya kayak astronot yang melihat bintang terang lalu pergi ke angkasa, dan berusaha menggapai bintang terang itu. Setelah bintang itu berhasil digapai dalam peluk, dari kejauhan ada bintang lain lagi yang jauh lebih terang dan lebih menarik untuk digapai namun belum tentu bisa digapai. Setelah berusaha untuk menggapai bintang lain yang lebih terang itu, ia lupa, kalau ia hanya bisa membawa pulang 1 bintang. Dan ia lupa, kalau di angkasa ada miliaran bintang terang.. bintang yang ada di peluk kemudian berubah menjadi bimbang yang mengutuk. Astronot itu bimbang. 

Sebenarnya solusi untuk astronot tersebut satu: mengendalikan pretensi. Pretensi itu bagaikan lubang hitam yang menyedot seluruh akal sehat dengan daya impulsifitas. Kendalikan pretensi, tau kapan harus berhenti dan merasa cukup. Ingat untuk kembali ke bumi, dan menjalani hidup. Tapi terkadang, pretensi memang terlalu kuat untuk dapat dikendalikan begitu saja.  Jadi, apakah sang astronot akan tergoda mengambil bintang lainnya lagi? Jeng-jeng.. jeng-jeng.. 

...dan baru beberapa jam yang lalu saya melihat iklan Toy Story 4 yang akan tayang pada bulan Juni nanti. Dan keluarlah logo khas Disney di depan iklan tersebut... memang brengsek... banyak sekali godaan untuk melupakan

2 comments:

  1. Haduh masnya bimbang yah mau pilih yang mana? Karena semua itu amazing mas, luar biasa lho.

    ReplyDelete

Pages